28 November 2011

Cake Kukus Kacang Hijau & Keju Cheddar Parut


Saya termasuk penggemar berat kacang hijau entah diolah menjadi bubur kacang atau sebagai bahan pengisi pada roti dan kue. Kacang hijau menurut saya memiliki taste yang sangat unik dan ketika bahan makanan ini berkolaborasi dengan gula rasanya menjadi luar biasa. Terpikir oleh saya betapa lezatnya jika kacang lezat ini menjadi salah satu bahan campuran adonan cake, namun sayangnya hasil browsing saya tidak menemukan resep cake kacang hijau yang saya inginkan. Jadi resep kali ini benar-benar hasil eksperimen yang saya lakukan di dapur dan untungnya berakhir dengan sukses. Walau dag dig dug campur was-was saat membuatnya, namun semua itu terbayar ketika penutup kukusan saya buka. Wow! Cake kukus kacang hijau ini mengembang dengan baik dan saat slice pertama saya gigit.... Hmm, terasa sangat lembut, padat dengan rasa kacang hijau yang sulit saya ungkapkan. Bertambah lagi satu resep cake kukus dalam koleksi saya. ^_^ 


27 November 2011

Es Krim Mangga


Kendala utama jika ingin membuat es krim sendiri dengan kualitas selezat Baskin Robins atau Haagen-Dazs adalah tidak adanya alat pembuat es krim khusus (ice cream maker) di rumah. Tanpa ice cream maker maka es krim yang dihasilkan akan memiliki tekstur yang kasar berkristal sehingga mengurangi kelezatannya dan ujung-ujungnya membuat kita agak enggan untuk menyantapnya. Apalagi bagi super maniak es krim seperti dua krucil keponakan saya yang ahli membedakan mana es krim mahal dan mana yang tidak. Favorit mereka adalah Baskin Robbins yang terus terang cukup membuat tekor kocek saya jika mengajak mereka kesana. Namun itu cerita lalu. Cerita yang sekarang adalah ternyata tanpa alat pembuat es krim kita bisa membuat es krim sendiri di rumah dengan rasa yang lezat dan memiliki tekstur super lembut. Selain itu dengan membuat es krim sendiri maka pilihan rasanya pun bisa disesuaikan dengan keinginan dan kratifitas masing-masing. Tidak ada yang akan melarang bahkan seandainya anda menginginkan es krim dengan rasa kedondong atau pare sekalipun. Tertarik untuk membuatnya? Yuk lanjut.... ^_^


22 November 2011

Gulai Daging Kambing


Salah satu hidangan dari Lebaran Haji kemarin yang baru kali ini sempat saya sajikan. Walau lebarannya sendiri telah lewat sekian lamanya namun resep gulai tak lekang oleh waktu, dan tentu saja untuk menikmati gulai lezat anda tak harus menunggu saat Lebaran tiba bukan? Membuat gulai memang terkadang menjadikan anda yang menginginkan masakan simple dan praktis enggan untuk memulainya. "Bumbunya banyak dan ribet", begitulah komentar yang seringkali diucapkan oleh teman saya, Meta. Memang bagi yang tak terbiasa dengan pernak-pernik  bumbu seperti jintan, kembang lawang/pekak, kayu manis, kapulaga atau bahkan klabet, sering mengernyitkan kening tatkala membaca resep yang menggunakan bahan tersebut. Boro-boro menggunakannya dalam masakan, mungkin melihat bentuknya pun belum pernah. Hmm, bagi saya tak ada salahnya kita sedikit tahu mengenai rempah-rempah yang unik ini dan mencoba memasukkannya ke dalam masakan. Saya yakin anda akan surprise dengan taste yang dihasilkan. Masakan menjadi terasa berbeda. ^_^

21 November 2011

Cake Buah Segar: Fresh Fruits Cake



Cake dengan campuran buah-buahan di dalamnya memang salah satu cara untuk menyiasati agar jenis kue yang tinggi kalori dan lemak ini menjadi 'sedikit' lebih sehat. Sebenarnya ini hanya alasan yang dicari-cari, karena bagaimanapun juga cake adalah makanan yang kaya lemak, kaya gula dan minim akan serat. Namun jika anda bosan dengan cake yang melulu hanya terasa manis dan manis, nah mungkin cake buah-buahan segar ini bisa menjadi alternatif lainnya untuk dicoba di rumah. Cake ini merupakan kombinasi dari lapisan kue yang remah, legit dan manis dengan isi yang terbuat dari buah-buahan segar seperti strawberry dan kiwi yang asam segar. Hasilnya adalah cake yang lezat, tidak  membuat cepat eneg kala menyantapnya dan  selain menambah kalori yang masuk sebenarnya kita juga menambah asupan vitamin ke tubuh. Hal penting lainnya adalah cake ini sangat mudah dibuat. ^_^ 


20 November 2011

Individual Cheesecakes


Sekian lama memendam asa hendak membuat cheesecake akhirnya hari ini keinginan tersebut terwujud juga. Itupun sebenarnya bukan karena didorong semangat ingin menikmati kue yang lezat ini tetapi karena kekhawatiran akan masa kedaluarsa cream cheese di kulkas yang semakin mendekat. Bulan sebelumnya saya harus membuang satu pack cream cheese yang bahkan segel penutupnya pun belum saya buka, karena isi di dalamnya telah berjamur dan membusuk. Penyebab utama saya agak malas membuat cheesecake karena porsinya yang cukup besar sehingga cukup kewalahan saat harus menghabiskannya. Di rumah Pete yang hanya dihuni saya dan Tedy, kami berdua sama-sama bukan penggemar cheesecake. Paling banter hanya satu slice tipis cheesecake yang sanggup kami santap jika kebetulan ada anggota keluarga yang berbelanja cake ini di bakery. Untuk berbagi dengan tetangga rasanya tidak nyaman juga dalam kondisi cake telah terpotong-potong karena cheesecake umumnya diberikan dalam bentuk satu loyang utuh.



19 November 2011

Selar Goreng Garing Siram Sambal Cabai Hijau


Anda penggemar sambal cabe hijau ala Padang? Jika ya, berarti kita memiliki kegemaran yang sama akan sambal pedas namun sering membuat ketagihan ini. Jika dulu sambal cabai hijau hanya disajikan sebagai salah satu pelengkap di rumah makan Padang, kini peranannya mulai bergeser dan merambah ke aneka makanan lainnya, yang paling ngetop tentu saja bebek goreng sambal cabai hijau. Walaupun sebenarnya sambal ini sangat fleksibel jika dipadu padankan dengan jenis lauk lainnya, misalnya saja disiramkan ke atas ikan selar yang digoreng garing, seperti yang kali ini saya sajikan. Sambal yang terasa asam, pedas, asin memang pas sekali disantap dengan ikan selar yang gurih dan crispy. Tentu saja untuk menyantapnya anda membutuhkan nasi sebakul, karena sambal yang pedas ini membuat nafsu makan tambah dan tambah lagi. ^_^


16 November 2011

Sate Pepes Tuna Panggang ala Just Try & Taste


Jika judul di atas membuat anda sedikit terbingung-bingung, maka mohon maafkanlah, karena saya sebenarnya telah berusaha memeras otak membuat judul posting yang menarik untuk makanan yang biasa-biasa saja. Resep yang ini sebenarnya hanyalah pepes tuna biasa, yang membuatnya menjadi berbeda karena saya menusuk potongan-potongan daging tuna dengan tusukan sate. Tusukan sate ini bukan hanya sebagai hiasan dan tanpa maksud melainkan untuk memudahkan saya membalik-balikkan si pepes saat lauk ini dibakar di atas pemanggang. Pepes ikan merupakan salah satu makanan favorit saya, yang membuat saya jarang membuatnya hanya karena daun pisang yang harus dibeli terlebih dahulu di pasar Blok A. Inilah susahnya tinggal di Jakarta dimana jarang sekali halaman rumah di tanam dengan pepohonan yang berukuran besar. Bagaimana mungkin hendak menanam pisang? Halaman rumah saja jarang yang memiliki lahan terbuka, kebanyakan tertutup dengan ubin dan semen. Di rumah Ibu saya di Paron, halaman belakang penuh dengan aneka jenis pisang, daunnya lebar-lebar sehingga mantap untuk digunakan sebagai pembungkus lontong, bothok atau pepes. Sewaktu-waktu, ketika ngidam pepes mode on kami tinggal jalan ke belakang rumah dan memilih daun terbaik yang ada. Hidup memang tidak selalu sesuai dengan keinginan. ^_^




15 November 2011

Snack Keju Renyah Dari Tepung Sagu


Di mall Ambasador ada satu toko yang khusus menjual aneka camilan khas Bangka, segala macam keripik, kerupuk, kacang-kacangan, kue kering bahkan hingga belacan (terasi) dan rusip pun ada. Rusip adalah sejenis  makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan teri yang difermentasikan di dalam pot atau guci dengan garam, kemudian ditambahkan gula Jawa sebagai perasa. Rusip umumnya digunakan sebagai pengganti sambal untuk lalapan. Di antara deretan aneka snack ini, ada satu yang menjadi favorit teman-teman kantor saya yaitu kue keju yang terbuat dari tepung sagu/tapioka/kanji. Teksturnya renyah dengan rasa yang sangat gurih. Nah, makanan ini membuat ingatan saya terlontar puluhan tahun yang lalu ke kampung halaman Ibu saya di  Tanjung Pinang. Di sana kue keju dari tepung kanji ini merupakan kue wajib Lebaran selain nastar tentunya. Setiap tahun, satu minggu menjelang Lebaran, Ibu saya akan membuat kue keju ini hingga berkaleng-kaleng banyaknya. Maklum saja, dari sekian banyak resep kue hanya kue keju ini yang dikuasai Ibu saya dan sukses dibuat tanpa bantuan adik, kakak, nenek, tetangga dan bala bantuan lainnya. Saya akui, Ibu memang jago memasak aneka lauk dan masakan namun untuk urusan membuat kue? "Teruk lah" alias payah, kata orang Melayu. ^_^


14 November 2011

Membuat Toad in the Hole: Sarapan Tradisional ala Inggris


Toad in the hole adalah makanan tradisional ala Inggris, makanan ini terdiri dari sosis yang dimasak di dalam adonan puding Yorkshire, umumnya disajikan dengan sayuran dan kaldu bawang yang kental. Asal muasal nama "Toad-in-the-hole" sendiri seringkali menimbulkan perselisihan. Banyak yang menyatakan bahwa nama yang tidak lazim tersebut diberikan karena makanan ini bentuknya menyerupai katak (toad) yang sedang menongolkan kepalanya dari dalam lubang. Namun ada pula rumor yang mengatakan bahwa makanan ini pernah disebut juga sebagai "Frog-in-the-Hole", walaupun sedikit sekali bukti-bukti yang mendukung teori tersebut. Sebutan lainnya yang juga digunakan, namun kurang populer adalah sosis katak (sausage toad).


13 November 2011

Kerang Hijau Saus Padang


Melihat persedian ikan di kulkas makin menipis, akhirnya Sabtu kemarin saya bulatkan tekad pagi-pagi melangkahkan kaki ke pasar Blok A. Target adalah si Mba penjual ikan langganan yang walaupun tempatnya agak jauh di jangkau namun menyediakan variasi seafood yang mantap dengan kondisi segar. Harganya memang sedikit lebih mahal, namun untuk urusan seafood, kualitas dan kesegaran memang menjadi prioritas utama untuk diperhatikan. Seperti biasa, ikan bandeng, tuna dan kembung menjadi target utama saya. Namun ada satu yang tidak biasa kali ini, di antara ikan, cumi-cumi dan udang yang berjajar di meja, saya melihat sekantung besar kerang hijau yang masih terbungkus cangkangnya. Kerang yang masing bercangkang memang jarang di jajakan di pasar, umumnya adalah kerang kupas yang telah direbus dan sepertinya diberi pewarna karena warnanya terlalu menyala. Saya tidak pernah tertarik membeli kerang hijau atau kerang darah kupas, namun kerang yang masih dalam cangkangnya seperti ini merupakan variasi seafood lainnya yang menjadi favorit saya. Beberapa kerang saya cek dan kondisinya masih segar. Jadi, tanpa basa-basi lagi tiga kilogram kerang pun berpindah ke dapur rumah Pete untuk diolah menjadi santapan lezat. Salah satunya adalah kerang saus Padang yang sangat mudah dibuat dengan rasa yang sedap ini.

10 November 2011

Kwetiaw Kuah Ikan


Seperti yang saya janjikan sebelumnya mengenai kwetiaw kuah ikan yang saya santap bersama Tedy di hari Minggu kemarin, maka di next postingan kali ini saya tampilkan si kwetiaw kuah tersebut. Resepnya terinspirasi dari pantiaw kuah dari Bangka & Belitung yang terkenal sedap dan gurih dengan rasa ikan yang kental. Walaupun belum pernah merasakan masakan ini secara langsung tetapi membaca literatur dan ulasan tentangnya membuat saya bisa membayangkan betapa sedapnya pantiaw rebus ini. Kuahnya yang terbuat dari daging ikan yang dihaluskan beserta bumbu-bumbu yang ternyata cukup simple menjadikan saya meluangkan waktu 30 menit di dapur untuk memasak versi kwetiaw-nya. Hidangan mie dengan kuah ikan yang segar? Hmm, terus-terang saya tak kuasa menolaknya. 


09 November 2011

French Silk Chocolate Tart


Tart nan renyah dengan lapisan coklat di atasnya ini memang sangat lembut, halus dan lezat, tak heran jika diberi nama dengan French Silk. Walaupun saya tahu kalorinya pasti selangit mengingat komposisi utama bahan pengisinya adalah mentega, telur dan gula, namun itu semua tidak membatalkan niat saya untuk menyantap satu slice pie. Tedy yang sedang berdiet dan mati-matian fitness untuk menurunkan berat badanpun tak kuasa mengabaikannya, berdua memulai hari di pagi itu kami menyantap tart coklat yang yummy ini. Lupakan sejenak alat timbangan badan yang hampir gepeng karena tiap hari diinjak, lupakan sejenak cuaca mendung di awal hari yang membuat rasa ogah untuk ke kantor, karena  ketika lumeran coklat yang lezat berkolaborasi dengan gurih dan garingnya si kulit tart maka dunia terasa begitu indah. Lebay? Ya iyalah. ^_^

07 November 2011

Sate Goreng dengan Bawang Bombay


Melanjutkan aneka masakan dari daging kambing seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya di Sate Kambing Bumbu Ketumbar, kali ini saya mengajak anda untuk mengolahnya menjadi sate goreng. Tidak jelas mengapa makanan ini bernama sate karena jelas-jelas tampilan dan proses pembuatannya sama sekali tidak mencerminkan deskripsi sate yang umum kita kenal. Sate menurut Wikipedia adalah makanan  yang terbuat dari potongan daging (ayam, kambing, domba, sapi) yang dipotong kecil-kecil dan ditusuk dengan tusukan sate yang umumnya terbuat dari bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu. Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu/saus tergantung pada variasi jenis satenya. Nah, makanan bernama sate goreng ini proses pembuatannya berbeda dengan sate umumnya, daging yang telah dipotong kecil-kecil lantas dibumbui dan ditumis/digoreng dengan sedikit minyak dan disantap dengan pelengkap dan bumbu selayaknya sate umumnya. 


06 November 2011

Sate Kambing Bumbu Ketumbar


Pagi ini, sebagaimana lebaran Idul Adha sebelumnya, tidak ada yang spesial di rumah Pete. Seperti biasa, saya dan Tedy sholat Ied di masjid terdekat, pulang dan kemudian menjalankan hari Minggu ini sama seperti hari-hari Minggu lainnya. Beristirahat. Bedanya tahun ini, saya tidak menelpon Ibu saya di Paron karena beliau sedang di tanah suci menunaikan ibadah haji bersama Bulik saya yang tinggal di Depok. Biasanya melalui telepon kami akan berlebaran ria mengucapkan selamat dan salam, dan disusul dengan pertanyaan, "Masak apa Ma?". Walaupun seandainya Ibu saya tidak menjawabnya, saya sudah menebak menu yang dimasak beliau: soto dan rendang. Dua makanan favorit yang tidak pernah absen saat hari lebaran di rumah Paron. Berbeda dengan keluarga lainnya yang mungkin telah mempersiapkan aneka hidangan lebaran seperti ketupat & lontong sayur, rendang, opor dan segala pernak-perniknya, saya justru di dapur membuat semangkuk besar salad buah-sayur yang segar, dan sepanci kecil kwetiaw ikan yang resepnya menyusul akan saya tampilkan di JTT. Menyedihkan? Mungkin. Tapi bagi kami Lebaran Idul Adha memang tidak semeriah Idul Fitri, sehingga tidak ada masakan spesial yang kudu saya hidangkan. ^_^

Obsesi Roti 13: Roti Isi Sosis Sapi


Jam di dinding dapur rumah Pete telah menunjuk di angka sembilan, dan saya masih berkutat menguleni adonan roti yang rencananya akan saya buat menjadi roti isi sosis. Membuat roti di malam hari sepertinya menjadi kebiasaan bagi saya walaupun terkadang harus terkantuk-kantuk ria menunggu adonan mengembang. Tentu saja aktifitas ini tidak saya sarankan untuk anda lakukan di rumah, kecuali jika anda masih memiliki ekstra stamina setelah seharian bekerja keras atau kecuali jika anda bisa mengkloning diri. Karena beberapa accident bisa saja terjadi misalnya, tidak sabar menunggu adonan mekar sempurna sehingga buru-baru dipanggang atau justru saat menunggu adonan mengembang anda tertidur sehingga baru keesokan harinya anda tersadar bahwa anda memiliki sebaskom adonan yang tentu saja berubah menjadi asam karena tidak dimasukkan ke kulkas atau kejadian roti gosong karena lagi-lagi anda ketiduran saat memanggangnya. Pengalaman pribadi nih? Yep! ^_^



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...