13 April 2012

Castella (Kasutera) - Japanese Sponge Cake yang Lembut dan Fluffy!


Bereksperimen di dapur, siapa sih yang tidak menyukainya? Siapa di sini adalah sesama maniak memasak seperti saya tentunya. Karena jika pertanyaan tersebut ditanyakan ke teman saya, Meta, maka jawabannya pasti akan berbeda. Memasak dan berkutat di dapur adalah salah satu kegiatan yang tidak disukainya. Ribet dan melelahkan, jawabnya. Alasan klasik. ^_^

Tetapi walaupun bereksperimen dengan aneka bahan di dapur menyenangkan namun bukan berarti hasilnya pasti menggembirakan. Contohnya adalah saat saya mencoba mempraktekkan sponge cake asal Jepang yang bernama castella ini. Salah satu bahannya adalah menggunakan essence lemon, namun walau sampai keringat bercucuran dan pinggang encok karena harus membungkuk lama di depan kulkas dan laci dapur mencari botol essence, benda tersebut tak kunjung saya temukan. Jeruk lemon segar yang biasanya selalu bercokol berminggu-minggu di kulkas kali inipun raib dari peredaran. Akhirnya saya pun berinisiatif memarut kulit jeruk keprok Mandarin yang tersedia di kulkas. Alhasil castella saya tercium harum bak jeruk Mandarin namun rasanya? Berbeda dengan kulit jeruk lemon maka si jeruk Mandarin ini ternyata meninggalkan jejak getirnya. Jadi cerita akhirnya sudah bisa ditebak kan saudara-saudara? Castella saya pun berakhir pahit. ^_^



Walau terasa sedikit getir namun saya masih mengucap syukur. Untungnya (masih ada untungnya) gula yang saya masukkan di adonan cukup banyak sehingga rasa pahit di cake sedikit teredam dengan rasa manis dari gula yang sebenarnya agak salah menakarnya. Seharusnya hanya 200 gram tetapi saya masukkan sebanyak 250 gram. Namun lupakan sejenak dengan rasa getir itu dan kembali ke cake ini sendiri. Sebagaimana sponge cake atau cake ala Jepang lainnya seperti Cotton Japanese Cheesecake yang pernah saya posting, anda bisa klik di sini untuk melihat resepnya. Maka tekstur castella memiliki kemiripan yang hampir sama yaitu lembut, empuk dan fluffy. Dari segi rasa maka kedua cake ini berbeda. Pada castella karena tidak menggunakan cream cheese maka tidak ada rasa keju yang kuat dan gurih di dalamnya sebagaimana Japanese Cheesecake. Karena itu jus jeruk dan essence lemon ditambahkan sebagai penambah rasa. 


Castella atau kasutera walaupun berasal dari Spanyol namun bangsa Portugis lah yang pertama kali memperkenalkannya ke Jepang pada abad ke 16. Nama castella diambil dari bahasa Portugis, Pao de Castella, yang artinya adalah roti dari daerah Castilla. Saat ini castella menjadi kue khas kota Nagasaki. Bangsa Portugis sendiri sebenarnya memperkenalkan banyak hal ke Jepang seperti senjata, tembakau, labu kuning dan tentu saja, castella. Kue ini memiliki masa simpan yang panjang sehingga sangat tepat sebagai bekal para pelaut mengarungi samudera nan luas selama berbulan-bulan.  Misionaris Portugis konon memperkenalkan castella kepada orang Jepang di Nagasaki pada akhir jaman Muromachi. Castella saat itu hanya terbuat dari telur ayam, gula, tepung terigu dan sirup kental/madu. Bahan baku yang sederhana dan tidak menggunakan produk dari susu (mentega) menjadi salah satu alasan castella terus digemari oleh masyarakat Jepang hingga sekarang. Dalam perkembangannya lantas bermunculan varian castella dengan beragam rasa disesuaikan dengan taste masyarakat Jepang seperti teh hijau, brown sugar dan madu. Di Jepang, umumnya cake ini dijual dalam kotak panjang berisi castella batangan dengan ukuran 27 cm, walaupun ukuran mininya banyak di perjual belikan oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan.


Kembali ke proses pembuatan castella, cake ini sangat mudah dibuat dan tidak memerlukan bahan-bahan yang menguras kantong anda. Bahkan baking powder dan bahan pengembang lainnya tidak diperlukan, namun jangan khawatir castella yang dihasilkan tetap lembut dan fluffy. Kuncinya adalah pada saat pengocokan telur dan gula pasir harus hingga mengembang, kental dan pucat. Tidak memerlukan waktu lama, hanya sekitar 5 - 8 menit menggunakan mikser duduk Phillips yang saya miliki di rumah. Semua bahan lainnya lantas ditambahkan dan diaduk hingga rata. Adonan kemudian dipanggang selama 10 menit dengan suhu tinggi kemudian suhu dikurangi dan cake dipanggang hingga matang. Cara ini untuk menghindari retak pada permukaan cake yang lembut ini. Jika anda mencoba untuk membuat cake ini, jangan terkejut jika cake yang tadinya mengembang dengan tingginya di oven lantas mengempis saat telah mendingin. Kondisinya memang seperti itu dan itu bukan berarti cake anda gagal atau bantat karena tekstur cake tetap lembut dan empuk.  


Well, daripada saya mengoceh panjang lebar tidak keruan bagaimana jika sekarang kita ke dapur saja untuk menyerbu roti dari Castilla ini? Uppss, maksud saya membuatnya. Hyuuuk mariii ^_^


Castella (Kasutera) - Japanese Sponge Cake
Resep diadaptasikan dari web My Kitchen Snippets - Castella atau Kasutera: Japanese Sponge Cake 

Untuk 1 buah loyang cake ukuran 20 x 20 cm

Bahan:
- 5 butir telur ukuran besar, suhu ruang
- 180 gram gula pasir
- 200 gram tepung terigu serba guna atau protein rendah (misal Kunci Biru atau Segitiga Biru)
- 1/2 sendok teh essence lemon
- 50 ml susu cair
- 50 ml jus jeruk (bisa skip dan ganti dengan susu cair dengan takaran yang sama)
- 4 sendok makan madu
- 6 sendok makan minyak sayur (saya pakai minyak zaitun)

Cara membuat:


Siapkan oven, letakkan rak pemanggang di tengah. Panaskan oven di suhu 176'C. Siapkan loyang, olesi mentega pada permukaannya, alasi loyang dengan kertas minyak. Sisihkan.


Siapkan mangkuk mikser, masukkan telur dan gula kemudian kocok dengan speed tinggi selama 5 menit atau hingga telur menjadi mengembang, kental dan berwarna putih pucat. Ketika spatula di masukkan ke dalam adonan maka adonan akan jatuh menetes perlahan atau dikenal dengan tahapan ribbon stage.  

Kurangi kecepatan mikser, gunakan speed terendah. Masukkan tepung secara bertahap, kocok hingga tercampur rata. Tambahkan susu cair dan jus jeruk, kocok rata. Matikan mikser. 


Masukkan lemon essence, madu dan minyak, aduk menggunakan spatula secara perlahan hingga adonan tercampur baik. Hati-hati dengan minyak yang suka mengendap di dasar adonan, pastikan spatula mencapai dasar mangkuk sehingga minyak bisa tercampur baik. Jangan berlebihan mengaduk. Jika telah tercampur baik, segera hentikan mengaduk. 

Tuangkan adonan ke loyang dan panggang selama 10 menit di suhu 176'C kemudian kurangi suhu menjadi 160'C dan panggang kembali selama 40 menit atau hingga cake matang. Test dengan tusuk lidi, jika tidak ada adonan yang menempel maka cake telah matang. Permukaan cake akan berwarna kuning sedikit kecoklatan. Jangan terkejut jika cake yang mengembang tinggi kemudian mengempes, karena cake tetap memiliki tekstur yang lembut dan fluffy.


Keluarkan cake dari oven, hilangkan uap panasnya. Lepaskan cake dari loyang, biarkan mendingin dan potong-potong cake sesuai selera. Yummy! 

Sources:
Web My Kitchen Snippets - Castella atau Kasutera: Japanese Sponge Cake 
Wikipedia - Castella
Wikipedia Indonesia - Castella

28 comments:

  1. tante kalo dikukus bisa gak yah ?? terima kasih :)fr : rahma

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Rahma, saya rasa bisa ya hanya saja permukaannya tidak berwarna kecoklatan dan teksturnya akan lebih moist/basah.

      Delete
  2. bismillah..
    mba klo sirup jeruknya diganti dengan nutrisari yg dikasih air bisa ga??..

    lia wahyu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, bisa2 saja kok hehehe atau diganti susu cair juga gak papa.

      Delete
  3. bismillah...
    makasih y mba..keep creative and active on your blog....

    lia wahyu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya Mba Lia, semoga saya masih bisa tetap terus bersemangat untuk posting sesuatu yang menarik dan berguna ^_^

      Delete
  4. aku sudah coba mba... emang moist sekali...
    btw mba, itu essens ato lemon peal?
    aku kemaren pake lemon peal saja...
    astaga rasanya emang jeruk banget. aku suka sekali.
    kalo jus jeruk itu diganti susu mungkin aromanya sedikit berbeda ya.aku kemarin pake air jeruk lokam...

    mungkin besok kalo buat lagi 6 sendok makan minyak itu akan kuganti dengan 10 sdm butter kualitas baik, lalu dilelehkan. mungkin rasanya lebih nendang kali ya... hehhee.. butter freak... hahhaha. sepertinya aku emang ga bisa jauh2 dari butter. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnnya pakai essens lemon atau lemon zest/peal juga oke, berhubung keduanya gak ada di rumah ya jadinya kulit jeruk mandarin yang dipakai hehehe. Yep, dengan butter pasti lebih nendang heehehe.... ngilerbutter.com

      Delete
  5. sdh dicoba dan enak koq....thx resepnya mbak
    diberi topping buah jd segeerr :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, wah dikasih topping buah pasti seger dan mantap heheh. Thanks ya

      Delete
  6. baru aja slese uji coba,waaahhhh..lembut banget. jus jeruk aku ganti pake nutrisari hehehe.. banyak yg ga percaya aku bisa bikin kue kayak gini, maklum sebelumnya belum pernah...tapi thanks to this blog..i learn much about cooking.

    ReplyDelete
  7. baru aja jadi tuh kue'nya. Mantapp..enak,lembut dan anak2 suka. thanks to this blog, i learn how to cook and bake from it. sbelumnya sama sekali ga bisa bikin kue.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mama nya Rayhan, hehehhe, thanks ya Mba atas sharing pengalaman mencoba cakenya. Wah senengnya cakenya sukses dan banyak yang suka. Jadi semangat update blog. Salam buat Rayhan ya. Sukses selalu!

      Delete
  8. Mbak...ini gak pake BP dan BS gak bantet ya? Hmmm...sepertinya enak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep Non, gak pakai BP/BS sama sekali ya. Faktor pengembang dari telur yang dikocok hingga kembang. Awalnya saya juga ragu tapi nekat dan hasilnya wah mantap ^_^

      Delete
  9. mbak saya sudah coba, untuk essens lemon saya beli merk bell, jeruknya saya pakai 1scahet nutrisari, madunya karena enggak ada madu asli, saya pakai madurasa beli di warung adanya yang rasa jeruk.
    hasilnya seperti cake yang dikukus, lebih bantat. kenapa seperti itu ya?
    karena di bayangan saya, tekstur cakenya akan seperti tekstur cake ala mr. bread yang lembut dan creamy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba Ayu, teksturnya lembut dan fluffy. Kalau creamy sih nggak terlalu ya karena hanya menggunakan susu (bukan cream kental atau buttermilk) dan takarannya tidak terlalu banyak. Tapi yang jelas cake tidak bantat. Madurasa gak masalah dan nutrisari sebagai pengganti jus juga baik2 saja, saya juga bingung apa yang salah. Point penting, telur harus dikocok hingga kembang, berbusa dan kental. Bahan lainnya dimasukkan dan aduk secukupnya. Semoga membantu ya, jangan patah semangat ^_^

      Delete
  10. mbak saya pengen coba resepnya,, rasanya bener2 enak ya mbak? bedany apa sama sponge cake indonesia mbak?? penasaran saya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ira, resep ini simple dan rasanya lembut. Kalau sponge cake indo kan umumnys putih telur dikocok sampai kaku ya, sehingga cake yang dihasilka n kembang dan sangat lembut. Japanese sponge cake ini lebih padat dibandingkan versi Indo-nya.

      Delete
  11. mba sy sudah nyoba tapi kok bantat yah ...hwaaa hiks hiks...kira2 gagalnya kenapa y??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Tika, cake ini karena tidak menggunakan bahan pengembang maka kunci utamanya adalah mengocok telur dan gula hingga kembang dan berwarna putih. Idenya adalah untuk memasukkan udara sebanyak2nya kedalam adonan. Ketika telur telah kembang, bahan2 lain dimasukkkan dan aduk perlahand dan jangan berlebihan. Jika semua itu dipenuhi cake tidak akan bantat kok ^_6

      Delete
  12. Saya sdh coba resep ini, setengah resep dgn 3 telur ayam kampung, tapi... gagal. Hiks..hiks.. Apa krn essence lemon saya ganti dg air jeruk nipis, ya? Atau sirup jeruk saya ganti dg sirup markisa yg kebetulan tersedia di rumah? Bahan2 lain sesuai. Wkt matang, tinggi cake sama spt mentahnya. Rasanya nggak begitu gurih ya, mbak? Manis aja. Tolong bantu. Thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, cake ini benar2 mengandalkan kocokan mikser untuk membuatnya kembang, tidak ada masalah sebenarnya dengan esense lemon yang diganti jeruk nipis, yang jadi masalah sebenarnya cake ini kalau tanpa wangi lemon akan menjadi biasa saja rasanya, jadi essens lemon disini fungsinya membuat cake memiliki aroma jeruk. Kalau unsur lemonnya diganti2 dengan jeruk nipis dan sirup markisa maka cake ini tidak akan terasa istimewa alias manis saja.

      Delete
  13. O.. gitu ya. Ok deh, saya akan coba lagi, karena saya suka jenis kue spt ini. Thanks, mbak! Ditunggu resep2 baru yg nggak kalah mantapnya tahun depan...

    ReplyDelete
  14. mbak , kalau pakai loyang terus dipanggang pakai panci kayak frying pan yang stainless steel bisa ga mbak??
    trus bisa ga ditambahin cream cheese ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk loyang saya rasa nggak masalah ya, hanya saja kalau frying pan saya kurang tahu hasilnya. Ditambahkan cream cheese pastinya lebih enak, hanya saja saya belum pernah coba. Kalau mau pakai cream cheese kenapa nggak buat japanese cheesecake saja? ini linknya: http://www.justtryandtaste.com/2011/08/cotton-japanese-cheesecake-lembut-dan.html

      Delete
  15. siang mbak...!!!
    saya ine yang kmaren request resep bika ambon...hoho...
    baru aja selese nyobain resep ini mbak...hasilnya muantap...lembut banget...ga sampe 15 menit udah habis kuenya dilahap 3 orang ajah...hah...rakus kali yah...termasuk saya...
    tapi tadi esence jeruk sama kulit jeruknya saya ganti pasta coklat sama cocho chips mbak...soalnya dirumah ga ada stok...n gak bisa beli kemana2...maklum mbak dibali lg hari raya nyepi skrg...tapi hasilnya tetep enak mbak...lembut + ringan banget kuenya...
    berhubung udah habis kayaknya mau nyobain resep mbak Endang yg laen lg...puding karamel kali yah...persediaan telor tinggal 3 biji soalnya...hehe...
    menikmati nyepi dengan bikin kue dan tentu saja makan kue...gpplah daripada mati bosan mending mati kekenyangan...hahaha...
    okey deh mbak...thanks banget resep2nya....!!!!


    _ine raffie_

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba Ine, sip thanks sharngnya ya, senang mendengarnya. Resep castella ini rada2 susah gampang, banyak yang gagal, padahal kalau diikuti seksama pasti sukses kok hehhe. Moga suka resep lainnya ya.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...