30 Agustus 2013

Sambal Pecel Ngawi a la My Mom: Mantep Tenan! ^_^



Masakan Ibu memang merupakan masakan terenak di dunia, semua anak rata-rata akan mengatakan hal yang sama. Jika saya bertemu dengan teman yang Ibu-nya jago memasak maka mulailah kami menyebutkan satu persatu keunggulan masakan Ibu masing-masing. Mulai dari, "Ibuku jago banget membuat sambal goreng kentang. Sambal kentang terenak yang pernah ada deh." Itu celoteh Sintya yang Ibunya memang jago membuat aneka lauk-pauk. Atau, "Emak gue kalau bikin arem-arem isi daging, wuih maknyus banget rasanya", cerita menggebu-gebu ini datang dari Ani yang arem-arem isi daging buatan Ibunya memang cukup melegenda di kantor. "Ibuku kalau membuat sambal, rasanya tak ada duanya. Padahal bumbunya simple banget", nah yang ini komentar saya yang selalu terkagum-kagum dengan racikan sambal Ibu yang menurut saya mantap walau hanya dengan bumbu sederhana. 

Biasanya kalau sudah urusan pamer-pameran kemampuan Ibu memasak maka hanya teman saya Meta yang diam sambil tersenyum-senyum sendiri. Bisa ditebak, kemampuan memasak Ibunya pas-pasan jadi Meta tidak tahu masakan apa yang harus diceritakan. Namun pintarnya dia tahu memanfaatkan situasi yang kurang kondusif seperti ini, "Kirim-kirim kek itu sambal goreng kentang dan arem-aremnya ke rumah". ^_^



28 Agustus 2013

Nasi Ayam: Simple dan lezat!



Memasak nasi dengan ayam dalam satu panci memang terdengar aneh bagi masyarakat kita. Umumnya nasi dimasak terpisah apakah dengan menggunakan rice cooker ataukah di dandang kukusan, sedangkan ayam diolah dengan cara lainnya dalam aneka  resep ayam yang luar biasa banyak tersebar dalam khazanah kuliner tanah air.  Saat akan menyantapnya maka nasi dan ayam lantas diletakkan  di dalam piring dan disantap bersamaan. Tetapi jika waktu anda sangat terbatas namun anda dituntut untuk menghidangkan makanan yang mengenyangkan dan lezat maka nasi ayam yang saya posting kali ini layak anda coba. Membuatnya mudah, bumbunya pun sangatlah simple, namun rasanya mantap!


Nasi yang diolah dengan cara seperti ini umumnya disajikan di negara-negara Timur Tengah. Nah idenya sendiri saya peroleh dari masakan Persia yang menurut saya memiliki cita rasa lezat walau hanya menggunakan bumbu yang sangat sederhana. Dibandingkan dengan nasi a la India seperti nasi biryani yang menuntut anda menggunakan aneka macam rempah yang terkadang memusingkan kepala maka nasi a la Iran (Persia) jauh, jauh lebih sederhana dalam bumbu dan rempah yang digunakan. 


27 Agustus 2013

Pisang Molen Coklat Keju dengan Puff Pastry Instan



Bagi anda yang sangat sangat tertantang untuk membuat lembaran puff pastry sendiri dan kemudian menemui kegagalan demi kegagalan maka saran saya cobalah untuk istirahat sejenak, tarik nafas dalam-dalam dan sementara lupakan impian untuk membuatnya. Okeh, yep, saya bisa mengerti jika anda merasa belum puas. Belum plong jika belum berhasil menaklukkan adonan yang satu ini, karena perasaan tersebut jugalah yang sering saya rasakan jika saya sangat berminat pada satu resep yang sedikit rumit untuk diwujudkan. Ketika belum berhasil maka saya akan mencoba dan mencobanya lagi, hingga terkadang tumpukan adonan dan makanan gagal amburadul menumpuk di meja dapur dan ujung-ujungnya terdampar di tempat sampah.  

Tapi terkadang segala sesuatu ada limitnya. Ketika segala daya upaya anda hari ini gagal maka stop sejenak mungkin menjadi pilihan terbaik. Tapi bagaimana jika ada satu resep yang meminta anda kudu wajib menggunakan puff pastry? Hmm, misalnya pie buah, atau pisang molen a la Bandung yang ngetop itu? Saran saya, cobalah untuk menggunakan puff pastry versi instannya saja!^_^



26 Agustus 2013

Pisang Goreng Kipas & Sambal Ikan Roa



Pisang goreng pasir sempat booming beberapa waktu yang lalu, walaupun kemudian sekarang sinarnya seperti meredup, namun kala itu hampir di setiap jangkal tepi jalan selalu ada kios penjual makanan ini. Kalau berbicara mengenai pisang goreng maka sudah bisa ditebak, makanan ini juga merupakan salah satu gorengan favorit saya, tapi saya lebih menyukai versi yang digoreng dengan adonan tepung biasa. Nah jika anda menyempatkan diri berkunjung ke Mall Ambasador, maka di lantai empat area food court di sekitar jajaran restoran Manado, ada satu penjual pisang goreng yang mantap. Pisangnya padat, tidak terlalu lembek namun terasa manis, dengan balutan tepung yang renyah. Ketika kita membelinya maka si penjual akan menggorengnya saat itu juga sehingga kita bisa menyantapnya panas-panas ditemani dengan mangkuk kecil berisi sambal ikan roa yang super pedas dan gurih. Unik, namun seperti inilah biasanya pisang goreng a la Manado disajikan. 



23 Agustus 2013

Nastar a la Ny. Liem



Apa alasan utama yang membuat saya malas membuat nastar? Alasan pertama karena menggelindingkan nastar memerlukan waktu yang lama sehingga menyelesaikan satu adonan resep saja telah cukup membuat encok pegel linu singgah di pinggang. Nah alasan kedua adalah nastar adalah kue favorit saya yang sebuah tidak akan pernah cukup! Jika sudah masuk ke dalam mulut maka satu toples bisa amblas tak bersisa dalam sekejap. Setelahnya maka saya akan menjerit dan menyesal saat teringat betapa tingginya kalori si nastar.  Saat Lebaran kemarin, adik saya Wiwin telah mewanti-wanti saya agar tidak terlalu banyak membuat kue ini. Kami berdua penggemar beratnya dan terlebih lagi adik saya sepertinya agak-agak 'kecanduan' tepung, sehingga kue kering apapun yang nampak di depan matanya pasti akan disikat. Pengalaman tahun lalu, berat badan kami langsung naik tiga kilo pada H+2 setelah Lebaran. Kali ini kami benar-benar tidak ingin mengulangi pengalaman yang sama. ^_^



22 Agustus 2013

Kue Kacang a la Wiwin



Saat Lebaran kemarin, saya dan adik saya, Wiwin, mendapat giliran untuk mudik ke kampung halaman di Paron, Ngawi. Tahun lalu kami berdua melewatkan Lebaran di Jakarta karena kakak saya dan Tedy, adik lelaki saya yang pulang mengunjungi Ibu di sana. Membayangkan kondisi macet dan sulitnya mencari tiket akhirnya kami pun melayangkan beribu bujukan ke Ibu dan adik bungsu saya, Dimas, agar bersedia berlibur di Ibu Kota. Senjata rayuan kami apalagi kalau bukan kondisi Jakarta yang tenang dan bebas macet, sehingga bisa shopping dan jalan-jalan dengan nyaman. 

Alasan lainnya adalah bisa melihat Kirana, putri pertama Tedy dan Diar yang juga sekaligus sebagai cucu perempuan satu-satunya yang hadir di keluarga besar kami. Saat ini si imut cantik ini telah berusia lima bulan, begitu lucu dan menggemaskan sehingga semua orang berebutan untuk menjadi baby sitter-nya secara sukarela. Bujukan kami pun berhasil, Ibu saya datang bersama adik dan tante saya untuk melewatkan waktu selama seminggu lebih di sini. ^_^


21 Agustus 2013

Tumis Bunga Bawang dengan Saus Tiram



Seorang teman bertanya kepada saya, saat kami berjalan pulang dari kantor. Saat itu saya menenteng sebuntal kantung plastik besar yang berisi ikatan bunga genjer yang segar. "Suka bunga genjer ya Mbak"? tanyanya. Saya mengangguk antusias dan mulai berceloteh mengenai sayur favorit saya ini. Ternyata, Ratih, teman saya ini juga memiliki kegemaran yang sama, jadi mulailah kami sepanjang perjalanan sibuk menyebutkan satu persatu sayur mayur unik yang menjadi incaran tatkala berkunjung ke supermarket atau pasar tradisional. 

"Sudah pernah mencoba bunga bawang? Enak banget! Teksturnya mirip genjer, agak liat. Ditumis dengan saus tiram dan dimakan dengan nasi hangat tanpa lauk apapun sudah enak"! Kontan saya meneteskan air liur mendengarnya. Saya sering sekali melihat ikatan bunga bawang di supermarket namun jarang menggunakannya. Pikir saya, kalau harus menggunakan dedaunan beraroma bawang maka tentu saja saya lebih memilih daun bawang yang sudah jelas sering dipakai di dalam aneka masakan. Tapi mendengar cerita Ratih saya pun menjadi tertarik, jadi saat kunjungan berikutnya ke supermarket saya membeli dua ikat bunga bawang yang segar.  Dan sepanjang perjalanan pulang ke rumah, tumis bunga bawang pun menari-nari di dalam benak saya ^_^



20 Agustus 2013

Iga Panggang a la Just Try & Taste



Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H dan mohon maaf lahir dan batin! Ah, walau terlambat sekian lama namun tidak menghalangi niat tulus saya mengucapkan kalimat yang sangat dinanti umat muslim di belahan dunia manapun setiap tahunnya. Setelah 'beristirahat', tepatnya bermalas-malasan selama hampir satu bulan lamanya, akhirnya gatal juga jemari tangan saya untuk mulai mengetikkan bait dan kata di JTT. Bagi anda yang bertanya-tanya kemana sajakah saya gerangan sekian waktu lamanya menghilang dari peredaran maka dengan ini saya nyatakan kondisi saya baik-baik saja, sehat walafiat, tanpa kurang satu apapun juga. Terima kasih atas beberapa email dan komentar di fanpage JTT yang menanyakan kabar saya, perhatian dari rekan-rekan semua sangat-sangat saya hargai. ^_^



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...