Showing posts with label Cake. Show all posts
Showing posts with label Cake. Show all posts

04 May 2015

Lapis Legit Prune Ekonomis dan Tips Membuatnya


Jika anda termasuk pembaca yang cukup setia mengikuti artikel-artikel di JTT yang saya posting dan bahkan mungkin mencoba beberapa resep cake disini, maka anda tentu tahu betapa saya selalu menghindari cake yang menggunakan banyak telur di dalam adonannya. Rata-rata cake yang saya hadirkan biasanya menggunakan dua hingga lima butir telur. Walau sebenarnya harga telur tidaklah semahal bahan cake lainnya seperti butter, keju, cream cheese atau krim kental namun tetap saja jumlah telur dalam sebuah resep cake selalu menjadi pertimbangan utama saya untuk mencobanya. 

Selain kandungan cholesterol di dalam telur yang cukup tinggi maka faktor lainnya adalah rasa sayang ketika cake tersebut berakhir gagal dan terbuang percuma ke tempat sampah. Untuk alasan-alasan tersebut saya pun menghindar mencoba mengeksekusi resep cake seperti lapis surabaya, lapis legit atau bika ambon yang selalu menggunakan puluhan kuning telur sehingga teksturnya menjadi lembut, moist dengan rasa yang nendang habis. Nah jika hari ini saya menampilkan resep cake lapis legit dengan jumlah telur yang sebenarnya diluar batasan saya, itu ada story-nya tersendiri. Ingin tahu? Yuk lanjut. ^_^


23 April 2015

Cake Chiffon Jeruk


Resep cake chiffon jeruk ini sebenarnya sudah lama mendekam di dalam draft blog, cakenya sendiri sudah raib sejak bulan lalu. Namun niat untuk mempostingnya di JTT belum juga muncul. Mood saya memang kadang timbul, namun lebih sering tenggelam seiring waktu. Hingga akhirnya saya kehabisan ide, resep apalagi yang akan saya tampilkan? Sebenarnya ada begitu banyak masakan yang ingin saya eksekusi tapi akhir-akhir ini saya kehilangan semangat memasak. Apalagi saat ini saya sedang getol-getolnya menjalankan gaya hidup sehat sehingga kebanyakan makanan yang saya persiapkan di rumah lebih didominasi dengan rebusan, salad dan sup.

Seperti biasa tatkala nafas mulai ngos-ngosan saat kaki ini diajak berjalan sebentar, atau ketika celana kerja andalan mulai tidak nyaman di bagian paha dan pinggang maka saya pun kembali tersadar. Porsi makan mulai dikurangi sedikit demi sedikit, kalori setiap makanan yang dimasukkan ke mulut mulai dihitung dengan seksama dan aneka pantangan mulai diterapkan. Sejak menjalankannya dua minggu yang lalu saya pun mulai merasakan sedikit perubahan,  terutama di sekitar area perut dan paha. Target saya cukup fantastis, 10 kg dalam waktu tiga bulan! Yakin?! ^_^


16 April 2015

Simple Chocolate Sponge Cake dengan Blueberry Topping


"Pagiiii Mba Endang, apa kabarnya"? Dan pesan manis yang mucul di WhatsApp hari itu mampu membuat saya blingsatan seperti cacing kepanasan. Saya tahu ucapan selamat pagi ini akan segera disusul dengan pertanyaan selanjutnya yang sedang saya hindari. Jadi sebelum pertanyaan itu muncul saya pun langsung melancarkan tangkisan, "Mba Lidya, please jangan tanya kapan saya akan mengirimkan semua resepnya. Karena hari ini pasti akan saya selesaikan." Balasan itu membuat Mba Lidya, Editor Kawan Pustaka, tertawa dan menjawab, "Ha ha ha, yah saya harus tanya apa dong ya"? 

Saya tahu date line menyelesaikan semua gambar dan resep untuk buku ketiga saya telah usai. Saya tahu, Mba Lidya juga harus bekerja ekstra keras mempersiapkan lay out dan menyusunnya dalam waktu cepat karena beliau hanya punya waktu yang terbatas. Saya tahu pekerjaan masih sangat panjang hingga buku itu diluncurkan ke pasaran. Dan saya juga sangat tahu kalau janji manis saya bahwa resep akan selesai dan dikirim pada hari itu adalah palsu adanya. Karena walaupun telah mengambil cuti satu hari plus 'nangkring' di depan laptop dengan mata melotot hingga jam dua belas malam, 100 resep tersebut belum kelar juga! Tobat!


09 April 2015

Cream Cheese Pound Cake & Info Seputar Produk Dairy


Diantara semua jenis cake mungkin pound cake yang paling saya sukai, teksturnya padat dan rasanya yang buttery menurut saya memiliki keistimewaan tersendiri. Terus terang cake yang terlalu light dan fluffy seperti chiffon kurang menjadi pilihan saya. Sebenarnya sudah cukup banyak jenis pound cake yang saya hadirkan di JTT, sebut saja chocolate pound cake, oil pound cake, marble pound cake, traditional pound cake, dan avocado pound cake. Tak heran jika variasi cake ini begitu banyaknya karena memang mudah dibuat dengan bahan standar yang ada dan rasanya pun sama sekali tidak mengecewakan. 

Nah varian pound cake lainnya yang tak kalah sedap adalah cream cheese pound cake yang saya hadirkan kali ini. Cake ini saya buat beberapa minggu yang lalu untuk memanfaatkan sisa dari satu kilogram cream cheese yang masih 'ngendon' di kulkas. Walau cream cheese bisa disimpan di dalam freezer untuk memperpanjang masa simpannya namun kali ini saya lebih suka mempermaknya menjadi cake. Berhubung pada saat yang bersamaan saya juga membuat chiffon ketan hitam (resep menyusul), maka si pound cake lantas saya bungkus rapat dengan kertas baking dan plastic wrap kemudian saya bekukan di freezer. Cake ini sempat nangkring disana selama dua minggu lamanya, dan ketika saya cairkan dan panaskan sebentar di microwave teksturnya sama sekali tidak berubah. Tetap moist, dan lembut seperti foto di atas. ^_^

Cream cheese

19 March 2015

Cream Cheese Chiffon Cake


Ketika saya sedang tergila-gila atau menyukai satu makanan maka saya akan menyantapnya berulang kali hingga bosan. Dan saat rasa 'eneg' mulai melanda maka selama berbulan-bulan saya pun tidak akan melirik makanan tersebut atau berusaha mencicipinya. Contohnya ketika beberapa bulan yang lalu saya tiba-tiba menjadi maniak dengan nasi uduk. Hampir setiap pagi sebelum naik lift menuju lantai 21, tempat dimana kantor saya berada, maka saya pasti akan menyempatkan diri untuk singgah sejenak di warung  'amigos' di belakang kantor. Di Jakarta, warung nasi uduk tak terhitung banyaknya dan biasanya mereka hanya berjualan di pagi hari saja. Sebenarnya tidak ada yang spesial dengan rasa nasi uduk di belakang kantor, hanya saja yang satu ini masih lebih 'lumayan' dan cukup bersih dibandingkan warung lainnya.

Selama sebulan lamanya setiap pagi saya menjadi pelanggan tetap dan setia. Perlahan namun pasti berat badan pun merangkak naik tapi saat itu saya masih tidak peduli. Hingga suatu hari seorang rekan kantor yang sedang ultah merayakan hari kelahirannya dengan menyediakan nasi uduk 'segambreng' di kantor untuk makan siang. Dan minggu berikutnya, seorang rekan lainnya yang resign juga menyediakan nasi uduk yang sama sebagai pesta perpisahan. Bau nasi dan aneka pernak-pernik si uduk berputar-putar di sekitar pantry dan ruangan kantor yang tertutup rapat membuat perut saya pun bergolak. Akhirnya titik bosan dan 'eneg' akan nasi uduk pun tiba, dan hingga kini saya tak pernah menginjakkan kaki lagi di warung nasi uduk di belakang kantor. ^_^



13 March 2015

Pillowy Japanese Cheesecake


Dibandingkan dengan cheesecake biasa yang padat, basah dan full dengan cream cheese, maka saya lebih suka versi sponge cake-nya yang lebih ringan dan tidak membuat 'eneg' kala disantap. Sejak mencobanya beberapa tahun silam, maka Japanese cheesecake ini telah menjadi salah satu cake favorit saya. Sayangnya membuat cake ini cukup menyita waktu karena banyaknya persiapan dan proses yang harus dilakukan. Belum lagi kendala utama adalah proses pemanggangan dengan teknik bain marie dimana loyang diceburkan ke dalam air panas di dalam oven. Sering kali loyang bongkar pasang yang saya pergunakan tidak benar-benar rapat pada bagian dasarnya sehingga air pun merembes dari bawah. Akibatnya separuh cake menjadi basah dan bantat. Walau rasanya tetap super yummy, namun saya menginginkan cake yang benar-benar mengembang sempurna dengan tekstur selembut dan seempuk bantal. ^_^


02 March 2015

Pandan Chiffon Cake & Tips Sukses Membuatnya


Chiffon cake. Cake yang selalu membuat saya ogah, enggan, malas, takut, sport jantung kala akan mencobanya. Entah sudah berapa banyak percobaan yang berakhir gagal, mulai dari cake bantat, cake melorot dan berpinggang, cake mengembang dan membumbung tinggi di luar loyangnya sehingga bentuknya menyerupai jamur super besar, hingga cake merekah seperti bolu kukus.  Semua itu membuat minat saya untuk mengeksekusi chiffon cake ini akhirnya padam. Untuk apa dicoba? Menghabiskan bahan, waktu, tenaga dan pikiran untuk sebuah cake yang akhirnya toh akan gagal maning, gagal maning. Lebih baik tenaga ini digunakan untuk membuat cake lainnya yang super simple dan pasti wokeh hasilnya. Bahkan dorongan semangat dari teman-teman pembaca JTT agar saya mencobanya sekali lagi tak mampu membuat saya untuk bergeming. 

Tapi sampai kapan saya akan terus didera rasa ketakutan seperti ini? Sampai kapan skill saya hanya terbatas pada resep-resep cake mudah yang terkadang tantangannya pun sudah menghilang dan rasa happy ketika cake matang keluar dari kukusan atau oven sudah tidak terasa lagi disana. Greng-nya sudah tidak ada, karena yakin cake pasti berakhir dengan sukses.  Sabtu kemarin saya pun memutuskan untuk mengakhiri sifat pengecut saya dan mulai mengkalkulasi kerugian yang akan saya terima jika satu resep chiffon cake gagal. Hasilnya adalah zero. Yep nol, karena sebenarnya saya tidak mengalami kerugian apa-apa (Ehem, kecuali rasa percaya diri yang mungkin akan semakin down). Cake gagal toh masih bisa dimakan. Chiffon cake gagal rasanya tetap lezat dan empuk. Selain itu bukankah kegagalan merupakan awal dari sebuah kesuksesan? Walaupun skor di posisi 4 : 0, yang artinya 4 gagal dan nol sukses,  setidaknya banyak pelajaran yang bisa saya petik dari pengalaman itu. Jadi saya pun sekali lagi mencoba peruntungan saya membuatnya, kali ini harus sukses karena akan saya hadiahkan untuk Ibu tercinta sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Paron. ^_^

12 February 2015

Cake Kukus Tape Ketan Hitam


Minggu lalu saya berhasil membuat tape ketan sendiri. Tape ketan hitam dan putih yang so sweet, moist dan lembut membuat setiap kali saya membuka kulkas dan menatapnya maka keinginan untuk mengudapnya kontan menyerbu. Tidak sampai dua minggu, dua kilogram tape ketan pun hampir ludes membuat saya harus menyelamatkannya sebagian agar bisa dipermak menjadi makanan lainnya. Cake tape ketan merupakan ide yang 'maknyus' dan berhubung akhir-akhir ini saya agak malas membuat cake maka saya pun berusaha mencari resep cake termudah dengan budget terjangkau. Ide resepnya saya ambil dari resep basic sponge cake yang pernah saya tampilkan di JTT. 

Nah karena saya menambahkan porsi tape ketan di dalamnya maka teksturnya menjadi tidak seringan sponge cake sebelumnya tapi tetap lembut dan yummy. Satu kekurangan cake ini hanyalah rasa tape ketan yang kurang 'nendang' walau saya sudah menggunakan hampir seperempat kilogram tape di dalamnya. Menurut saya ini bukan dikarenakan porsi tape ketan yang kurang banyak tetapi memang karena tape ketan sendiri tidak terlalu memberikan rasa yang kuat dan spesifik seperti halnya pisang, coklat atau keju. 

Homemade Tape Ketan 
Simple Basic Sponge Cake


27 January 2015

Fruitcake a la Nigel Slater


"Bu, kulkasnya penuh. Sayur dan buahnya nggak bisa masuk," laporan Heni beberapa waktu yang lalu membuat saya pun menggaruk-garukkan kepala yang tidak gatal. Wah kulkas itu memang telah lama menjadi pe-er yang harus segera saya bereskan, namun kemalasan lah yang membuatnya tertunda dan tertunda hingga akhirnya minggu lalu Heni pun mengingatkan. Menatap sayur dan buah segar hasil belanja di Pasar Blok A yang bergeletakan di meja dapur membuat saya akhirnya duduk 'mendeprok' di depan kulkas dan mulai mengelurkan isinya yang bertumpukan tidak keruan. 

Teringat dengan acara masak memasak di sebuah TV show, dimana disana sang Chef berbagi tips cara menyimpan bahan makanan di kulkas membuat saya pun terjengit. Betapa jauh berbedanya isi kulkas si Chef dengan kulkas di dapur saya! Saya bahkan tidak ingat bahan makanan apa sajakah yang tersimpan, dan sejak kapan bahan-bahan tersebut mendekam disana. Bertekad pe-er ini harus segera dibereskan, akhirnya hari Sabtu itu saya pergunakan untuk melakukan inventarisasi isi kulkas. Kebetulan saya memiliki banyak sekali wadah plastik bekas salad yang sering saya beli di All Fresh, jadi berdua dengan Heni maka saya melewatkan Sabtu kelabu itu dengan kegiatan bersih-bersih yang kemudian menghasilkan sebuah loyang cake buah yang lezat ini. Haa, bagaimana cara? Yuk lanjut! ^_^


16 December 2014

Simple Basic Sponge Cake dalam 10 Menit


Oke, cita rasa sponge cake kali ini mungkin tidak se-spektakuler sponge cake umumnya dan mungkin waktu 10 menit yang saya tuliskan pada judul di atas terlalu lebay. Namun yang jelas resep sponge cake ini super mudah dibuat dengan bahan yang tidak terlalu menguras kocek, selain itu anda hanya memerlukan waktu 10 menit saja untuk mempersiapkan bahan dan memprosesnya. Tentu saja waktu 10 menit itu tidak termasuk proses pemanggangannya ya. Jika anda termasuk salah seorang yang sering mengeluh melihat banyaknya jumlah telur yang digunakan pada resep sponge cake yang banyak ditampilkan di internet atau di buku resep, maka anda tidak sendirian, karena saya pun merasakan hal yang sama. Sakitnya itu disini! Sambil menunjukkan jemari di dada. 

Entah mengapa walau harga satu kilogram telur mungkin lebih murah dibandingkan dengan seperempat kilogram mentega, namun tetap saja ada rasa sayang di dalam hati jika saya harus memasukkan semua telur itu ke dalam adonan. Semakin sakit jika resep tersebut hanya menuntut untuk menggunakan kuning telurnya saja. Sering kali saya harus berpusing-pusing ria berusaha mencari akal untuk mempermak si putih telur menjadi 'something' alias sesuatu agar tidak hanya duduk membeku saja di freezer. Nah 'something' itu bisa berhasil sukses dan menjadi petualangan kuliner berikutnya yang membanggakan atau berakhir menjadi 'swamp thing' alias gatot alias gagal total. Yang terakhir itu tentu saja yang paling sering terjadi. Mulai dari chiffon cake hingga macaroons, maka hampir semua penganan berbahan dasar putih telur tersebut lebih sering dilahap tempat sampah saya dibandingkan masuk ke dalam mulut. Tobat!


02 December 2014

Beetroot Chocolate Cake - Super duper moist!


Sebenarnya tidak ada hubungan mesra antara saya dan cake coklat. Namun jika bertemu dengan satu resep cake coklat yang menjanjikan sejuta mimpi yaitu mampu menghasilkan cake dengan cita rasa dan tekstur terbaik maka mata ini seakan melotot, hati tergugah dan tangan pun gatal untuk segera mencobanya. Padahal cake coklat bukanlah salah satu cake favorit saya. Nah jika anda tekun mengikuti perjalanan JTT atau tekun mengobrak-abrik daftar resep di blog mungkin anda akan takjub menemukan banyaknya resep cake coklat disana. Teman saya, Tyas, bahkan pernah menyebutkan hal ini secara khusus ketika hendak mencoba salah satu resep cake coklat yang pernah saya posting. "Gue kan mau buat cake coklat nih Ndang untuk acara keluarga, nah resep cake coklat lu banyak banget sampai bingung mau memutuskan yang mana. Jadi kira-kira cake mana yang paling mantap"? Pertanyaan Tyas ini sebenarnya mewakili banyak pertanyaan lainnya yang pernah masuk ke dalam kolom komentar di blog. Terus terang saya sendiri bingung dengan jawabannya. ^_^

Beetroot atau umbi bit

10 November 2014

Cake Pandan - Harum dan Yummy!


Ibu saya beberapa bulan yang lalu saat datang ke Jakarta membawa tiga batang pohon pandan yang induknya memang tumbuh dengan subur di rumah Paron. Tiga pandan kecil ini bersusah payah untuk hidup di halaman rumah Pete karena kemalasan saya menyiramnya setiap hari. Alhasil dua batang pun tewas seketika sementara satu batang lainnya seingat saya masih berwarna hijau dengan kondisi hidup segan mati pun tak hendak.  Nah weekend kemarin saya baru menyadari ternyata sebatang pandan kurus itu mampu tumbuh dengan subur dan menghasilkan  pandan-pandan junior yang rimbun. Daunnya yang menghijau cantik membuat tangan ini gatal untuk segera memanfaatkannya. Kebetulan seorang pembaca JTT pernah memberikan komentar di resep Cake Kukus Kelapa Pandan yang pernah saya tampilkan di blog. Isi komentarnya kurang lebih seperti ini, "Mba Endang, saya sudah mencoba resep cake ini tapi minus kelapa parut dan kelapa muda. Saya menggunakan ekstrak daun pandan asli dan hasilnya luar biasa nendang"! Tertantang untuk mencobanya sendiri saya pun meraih gunting dan mulai memanen daun-daun pandan yang harum. So cake pandan, here I come! ^_^  

Ahh, Gurihnya Cake Kukus Kelapa Pandan!


23 September 2014

Swiss Roll Cake Motif Jerapah atau Benang Kusut?


Belakangan ini, semangat saya untuk membuat cake sedang tinggi, gara-garanya beberapa kali browsing di internet selalu terdampar ke aneka gambar cake yang terlihat cantik dan yummy. Well, sebenarnya kalau bicara mengenai kecantikan cake atau tampilan makanan, terus terang saya lemah di area tersebut. Masakan saya selalu hadir apa adanya, polos dengan bentuk yang sering kali mengkhawatirkan. Entah kenapa tangan ini  sulit sekali untuk menciptakan penganan dengan bentuk yang menggoda sebagaimana yang sering ditampilkan di aneka blog atau website kuliner lainnya. Masalah utama mungkin karena faktor kesabaran. Saya yang selalu ingin segala sesuatu serba cepat terkadang lupa bahwa kue adalah benda yang memerlukan estetika kala membuatnya. Unsur sabar inilah yang benar-benar kurang dalam hidup saya. ^_^ 

Walau menyerah dan mengibarkan bendera putih kalau berbicara tentang penampilan. Ehem, maksud saya disini adalah penampilan makanan bukan penampilan diri. Namun ketika bertemu dengan sebuah resep bolu gulung yang mudah dengan tampilan yang cantik, hati ini meleleh juga. Walau momen bolu gulung bermotif seperti ini sudah lama lewat (lagi-lagi saya selalu tidak up to date) bukan berarti saya mengurungkan niat untuk mencobanya. Nah idenya adalah Swiss Roll alias bolu gulung ini bermotif seperti kulit jerapah namun harus saya akui motif cake ini tampak seperti benang yang ruwet. Apakah anda setuju? ^_^




30 June 2014

Orange Cupcake dengan Sunquick


Saya memiliki sebotol sirup Sunquick yang entah sudah berapa lamanya nangkring di meja kerja di kantor. Waktu itu saya membelinya untuk campuran jus buah sayuran yang sering saya bawa ke kantor, pikir saya dengan aroma jeruk yang kuat akan membuat jus sayuran menjadi terasa lebih sedap. Namun rasa Sunquick yang super asam membuat jus yang saya buat justru tidak keruan rasanya, dan meminum sirup ini begitu saja dengan tambahan air juga tidak menarik minat saya. Akhirnya sebotol sirup jeruk ini pun terbengkalai percuma. 

Lama kelamaan saya pun menjadi tidak tahan juga, jika sirup ini tidak bisa menjadi minuman yang saya sukai setidaknya mungkin bisa menjadi makanan yang lezat. Beberapa resep masakan pun mulai saya lirik dari cake hingga lauk, beberapa membuat minat saya tergelitik seperti orange cupcake yang kali ini saya posting. Resep lainnya yang juga ingin segera saya eksekusi adalah ayam saus jeruk, sepertinya aroma jeruk di Sunquick yang kuat akan mantap bersanding dengan ayam gurih yang crispy. Resepnya ditunggu saja ya! ^_^


18 June 2014

Marble Pound Cake - Betapa susahnya menciptakan motif marmer!


Kesibukan saya akhir-akhir ini memang luar biasa, mulai dari pekerjaan di kantor yang seakan-akan menumpuk menjadi satu hingga urusan pribadi yang menyita perhatian dan waktu. Seakan itu semua kurang menantang, maka puncaknya di hari Senin lalu saya juga mengurus perpanjangan KTP yang telah lama expired. Mulai dari harus mengaktifkan NIK KTP yang mati ke kantor Sudin Jakarta Selatan hingga mengurus surat pindah dari tempat tinggal yang lama. Jadilah satu hari itu, waktu saya habis hanya untuk mondar-mandir dari satu kantor pemerintah ke kantor pemerintah lainnya. Beserta jalanan yang macet membuat perjuangan saya memperbaharui selembar kartu identitas diri ini menjadi benar-benar menyiksa. 

Bagi saya yang seumur hidup tidak pernah berurusan dengan RT, RW, kantor kelurahan dan kantor pemerintah lainnya karena lebih sering menggunakan jasa calo, maka saya menemukan banyak kejutan kala mengurusnya sendiri. Mulai dari Pak RT yang baik dan sigap membantu, pegawai kelurahan yang ramah dan menyambut dengan senyuman lebar saat saya masuk ke kantor kelurahan di Cipete, hingga pelayanan di kantor Sudin Jakarta Selatan yang cepat. Semua proses mudah, tidak berbelit-belit dan tentunya tanpa biaya. Wow! Jika tahu seperti ini seharusnya sejak dulu saya mengurusnya sendiri. ^_^


14 May 2014

5 Bahan Saja Untuk Cake Pisang yang Very, Very, Very Delicous! ^_^


Berbelanja buah dan sayuran di pasar tradisional merupakan salah satu kegiatan favorit saya, dan Pasar Blok A yang posisinya dekat dengan rumah selalu menjadi tujuan utama. Setiap Sabtu pagi saya akan berkeliaran di pasar dengan membawa tas belanja besar melongok-longok aneka dagangan yang dijajakan oleh penjual disana. Window shopping di pasar merupakan kegiatan yang sangat, sangat saya gemari tak peduli betapa beceknya lantai pasar karena terkadang saya menemukan satu atau dua bahan yang jarang ada di supermarket. 

Nah seperti biasa pemberhentian terakhir saya adalah kios buah langganan yang menjadi salah satu produsen tetap pasokan buah di rumah Pete. Saya memilih kios ini dibandingkan dengan penjual buah lainnya bukan tanpa sebab, si Ibu selalu menyediakan buah yang terbaik dengan harga yang lebih murah dibandingkan supermarket. Selain itu hanya buah yang benar-benar bagus saja kondisinya yang berani dia tawarkan ke saya, terkadang dengan embel-embel tips, "Semangkanya jangan dimakan sekarang ya Mba, ini buat satu atau dua hari lagi."  Dan karena saya adalah konsumen tetap yang selalu membeli dalam jumlah banyak maka minggu lalu setumpuk pisang Sun Pride yang sudah agak over matangnya diberikan dengan cuma-cuma. ^_^



24 April 2014

Cake Coklat Kelapa


A life of leisure and a life of laziness are two things.
 There will be sleeping enough in the grave.
~Benjamin Franklin 

Apakah anda sering seperti saya menyimpan aneka bahan makanan di freezer berbulan-bulan lamanya sambil dalam hati berharap suatu hari aneka tetek bengek itu akan tersulap menjadi masakan super lezat? Nah itulah yang sering saya lakukan! Namun sayangnya makanan super lezat tersebut tak kunjung tiba karena seribu satu alasan yang dengan senang hati akan saya utarakan disini namun enggan saya tuliskan karena yakin akan membuat anda menguap, bosan. Puncaknya pada minggu lalu sepulang berburu durian di daerah Tebet bersama dua rekan kantor yang memang maniak dengan buah ini. Walau perut telah kekenyangan namun saya masih menenteng pulang sebuah durian yang telah dikemas rapi dalam bungkusan styrofoam. Rencananya saya akan membuat crepes durian, satu makanan yang telah lama saya idam-idamkan untuk dicoba. 

Setibanya di rumah, bungkusan durian langsung saya jejalkan di freezer, namun apa daya freezer yang telah penuh dengan aneka bahan makanan menolak untuk menerima bungkusan baru lainnya. Ketika saya mencoba merubah posisi di dalamnya, yang terjadi justru beberapa bungkusan beku lainnya menjadi tak tertampung. Puncaknya sebuah benda beku yang saya sendiri lupa apakah gerangan isinya meluncur turun ke lantai dengan sukses meninggalkan suara berdebum yang membuat saya terjengit. Tobat! Sambil mengutuk-ngutuk dalam hati dengan kemalasan dan tabiat jelek saya menyimpan bahan makanan saya pun mencetuskan resolusi: Minggu ini saya harus mengosongkan isi freezer dan merubahnya menjadi benda layak santap! 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...