Showing posts with label Daging Sapi. Show all posts
Showing posts with label Daging Sapi. Show all posts

16 April 2014

Gulai Nangka dan Kacang Panjang a la My Mom - Super Tasty!


Berbicara mengenai gulai nangka maka selalu membuat saya teringat dengan Tanjung Pinang, Riau. Kota kelahiran Ibu saya ini memang masakannya agak dipengaruhi oleh masakan Minang, Melayu dan China. Jadi tidak heran jika nasi lemak, gulai cincang Padang dan kwetiaw menjadi makanan yang umum kami santap. Nah berbicara mengenai sayur maka kami sekeluarga merupakan penggemar berat gulai yang terbuat dari potongan nangka muda - terkadang dengan tambahan kacang panjang dan potongan daging berlemak - di dalamnya. Rasanya sangat tasty! Jika anda penggemar nasi Kapau pasti teringat dengan gulai nangka muda dengan kacang panjang atau kubis di dalamnya. Gulai di masak dalam gelimangan santan yang tidak terlalu kental dengan rasa rempah dan bumbu yang kuat. Seperti itulah gulai nangka yang sering dimasak Ibu saya di rumah. Bumbunya memang 'segambreng' namun jika anda sering kali tidak puas dengan porsi gulai nangka yang diberikan di restoran Kapau (seperti saya!) maka membuatnya sendiri tentu saja menjadi alternatif terbaik. 


25 February 2014

Steak daging sapi dengan saus lada hitam, kentang tumbuk dan sayur rebus


Dimana sih kita bisa menikmati steak daging sapi yang lezat, empuk dengan cita rasa pas di lidah, porsinya pun jumbo dengan harga terjangkau? Ehem, definisi harga terjangkau itu kira-kira tidak lebih dari seratus ribu rupiah seporsinya. Di Jakarta ada beberapa restoran yang menjadi incaran pemburu steak dengan kriteria yang saya sebutkan di atas, misalnya saja Abuba Steak, Andakar, atau Hollycow. Nah untuk Andakar saya bahkan pernah menulis ulasannya di sini. Dua lainnya, saya memang tidak menampilkannya di JTT namun saya rekomendasikan untuk anda coba jika ingin mencicipinya. Di Hollycow anda bisa memilih jenis saus yang digunakan apakah black pepper, mushroom atau barbeque. Sedangkan Andakar dan Abuba mereka hanya memiliki satu jenis saus saja yaitu barbeque. 

Tapi walaupun ketiga restoran ini menawarkan steak yang cukup oke, namun tetap saja rasa penasaran untuk bisa membuat steak sendiri dengan rasa yang mantap dan harga yang lebih bersahabat selalu menggebu. Bayangkan saja, saat hujan deras mengguyur, perut keroncongan dan yang terbayang adalah seporsi steak daging yang hangat dilengkapi dengan kentang tumbuk nan creamy dan crunchy-nya sayuran rebus, walau air liur berleleran tetap saja enggan rasanya menggerakkan badan untuk menembus hujan, mencari angkutan umum dan pergi ke resto steak. Saya belum terlalu gila untuk melakukan itu.  Nah cara termudah dan tercepat untuk mewujudkan impian tersebut adalah dengan meluangkan waktu sebentar di dapur plus sedikit kreatifitas maka seporsi steak hangat a la resto dengan mudah bisa dihidangkan! ^_^

Potongan daging yang telah direndam nanas


11 February 2014

Bolhar : Ngebul di dahar ^_^


Beberapa waktu yang lalu ketika teman saya Ani merayakan ultahnya di kantor, kami cukup surprised kala sepanci besar hidangan daging berkuah mirip sup digotong oleh dua orang office boy masuk ke dalam kantor. Di belakang mereka berdua tampak teman saya ini menenteng se-tas plastik besar lontong dan kerupuk yang terlihat cukup berat. Wajahnya yang memerah dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan membuat kami semua tahu perjalanan membawa aneka makanan ini bukan pekerjaan enteng. Sejak pagi, kami semua - para kuli kantoran yang selalu kelaparan dan mendambakan makanan gratisan - telah siap sedia berjajar rapi di lorong arah masuk kantor menyambut Ani.  

Sejujurnya kami telah siap sedia sejak dua hari sebelumnya kala Asep berteriak mengingatkan, "Hoi, jangan lupa ya teman-teman, Ani dua hari lagi ulang tahun"! Teriakan itu langsung disambut cepat karena radar kami langsung tanggap menangkap makanan gratis yang akan tiba. "Bawa makanan yang enak ya, nggak usah repot-repot masuk kalau nggak enak", atau "Jangan bawa tumis oncom leunca pakai nasi, mending pulang saja kalau bawa itu." Ani hanya tersenyum-senyum antara stress dan pusing memikirkan menu apa yang akan disajikan. Ketika bolhar terhidang di depan mata dan mulai diserbu maka kami pun bersama-sama mengucapkan, "Selamat ultah ya Ni, by the way bolharnya enak bener! Besok ultah lagi ya"! ^_^


21 January 2014

Lapis Daging a la My Mom


Lapis daging yang manis dengan bumbu kecoklatan yang menempel di sekujur badannya ini merupakan makanan wajib kala acara selamatan tiba di kampung halaman saya, Paron, Ngawi. Kami mengenalnya karena Mbah Wedhok (nenek dalam bahasa Jawa) selalu memasaknya sebagai salah satu pelengkap takir berisi nasi, aneka lauk dan sayur yang dibagi-bagikan ke para tamu yang hadir  saat acara kendurian, kami menyebutnya dengan nasi berkat. Entah apakah menu lapis daging ini masih menjadi tradisi di Paron namun yang jelas Ibu saya yang sama sekali tidak memiliki darah Jawa jago membuatnya

Walau bukan salah satu menu favorit namun jika masakan ini sudah berkolaborasi bersama dengan menu lain di dalam sebuah paket nasi berkat bersama dengan sambal goreng kentang, mie goreng, urap sayur, maka rasanya menjadi luar biasa. Saya masih ingat kala adik bungsu saya, Dimas, saat masih berusia sekitar 6 tahun, sangat maniak dengan nasi kenduri. Satu paket nasi berkat yang dimasukkan ke dalam cething (tempat nasi dari plastik) wajib disediakan khusus untuknya. Jika sampai terlupa maka tangisannya pun akan pecah tak terkira-kira. "Kenapa sih Dim kok suka sekali sama nasi berkat"? Tanya saya penasaran waktu itu.  "Ini kalau sudah dicampur ini, sama ini, sama ini, rasanya enak banget," jawabnya polos sambil jari telunjuknya yang mungil menunjuk aneka pernik-pernik di dalam cething. ^_^


05 November 2013

Lasagna Meleleh a la Sintya: Super Mudah! Super Yummy!


Teman saya, Sintya, penggemar lasagna dan segala macan makanan yang berbau Italia dan Western lainnya. Jenis makanan yang saya mati-matian sedang hindari karena tidak sejalan dengan program hidup sehat yang sedang saya terapkan akhir-akhir ini. Berbeda dengan Sintya yang tetap langsing dan kurus walau menyantap aneka makanan berat dan berlemak, maka jika di saya menyantap satu porsi lasagna yang berisikan cincangan daging, pasta dan keju akan membuat timbangan naik satu kilo dengan cepat. Jadi ketika teman saya ini request untuk mencoba memasak lasagna di rumah Pete, saya pun menundanya berulang kali dengan berbagai alasan dan akhirnya weekend kemarin saya pun menyerah. 

"Waw berat Sin lasagna. Kombinasi yang nggak cocok buat program diet", cetus saya yang langsung di timpali dengan "Bikin porsi kecil saja Mba, loyang paling kecil", dengan huruf i di kata kecil yang dipanjang-panjangin. Saya pun memutar otak dan berusaha mengingat-ngingat loyang terkecil yang pernah saya miliki dan hasilnya nihil. Ukuran loyang di rumah Pete selalu jumbo size tapi saya punya alumunium foil cukup banyak dengan ukuran yang tidak terlalu besar. "Okeh deh Sin, tapi ntar dimakan sendiri saja ya", jawab saya sok yakin tidak akan tergoda dengan seloyang lasagna yang pasti akan membuat iman saya runtuh. "Mba E, nggak ikutan makan nih? Yakin"? Tanya Sintya yang diakhiri dengan tawa ngakak yang membuat saya bertanya-tanya dengan diri sendiri. Yakin? ^_^

Jamur King Oyster

14 October 2013

Daging Sapi Tumis Bawang Bombay


Bagi anda yang bingung mau diapakan lagi daging kambing atau sapi yang melimpah saat hari raya Kurban tiba, nah mungkin resep praktis yang satu ini bisa anda coba di rumah. Daging sapi yang direndam dalam bumbu perendam yang nendang, ditumis bersama bawang bombay dan cabai merah terasa sangat lezat disantap bersama nasi hangat. Tampilannya memang mirip sate goreng hanya saja disini saya menggunakan banyak bawang bombay. Bawang bombay yang ditumis dengan sedikit minyak akan mengeluarkan rasa manis karamel yang lezat, dan jika anda 'ngeri' melihat cabai merah keriting utuh yang saya masukkan ke dalam tumisan maka anda bisa mengirisnya menjadi ukuran yang lebih kecil. Namun yang jelas masakan simple ini akan membuat program diet anda menjadi porak poranda. ^_^


09 October 2013

Ungkep Daging Sapi a la My Mom


Resep yang satu ini mungkin terdengar sangat simple namun daging yang dimasak dengan bumbu sederhana dan diungkep hingga empuk seperti ini merupakan cara yang diandalkan  Ibu saya untuk mengolah daging selain dengan cara di rendang tentunya. Ibu saya biasanya membuat dalam jumlah yang banyak, memasukkannya ke dalam wadah dan membekukannya di freezer. Sewaktu-waktu dibutuhkan, daging ungkep tinggal di goreng sebentar atau dipotong-potong menjadi ukuran kecil dan ditumis bersama bumbu dan cabai hijau. Bahkan adik terkecil saya, Dimas yang masih duduk di high school terkadang mempersiapkan lauknya sendiri dengan mudah.  Nah, jika waktu anda terbatas atau anda memiliki banyak stok daging beku di freezer (seperti saya, sisa Lebaran beberapa bulan yang lalu), atau tiba-tiba mendapatkan rejeki daging kurban yang melimpah ruah (Lebaran Haji sebentar lagi!) mungkin cara memasak daging a la Ibu saya ini bisa menjadi contekan resep selanjutnya yang bisa dicoba. ^_^ 


24 September 2013

Nugget Tahu Daging Cincang


Jika berbicara tentang makanan bernama tahu dan tempe, maka tak akan pernah ada bosannya. Keduanya adalah makanan favorit saya dan tidak pernah ada kata cukup jika menyantapnya. Selain lezat, bergizi dan murah, tahu dan tempe juga fleksible untuk diolah menjadi aneka makanan yang lain. Nah bulan lalu, adik saya Wiwin bercerita mengenai camilan dari tahu yang pernah disantapnya kala masih tinggal di Duri, Pekanbaru. Istri salah satu rekan kantornya memiliki catering dan menerima pesanan aneka kue-kue yang lezat, salah satunya adalah tahu cincang yang dicampur dengan aneka bahan lainnya dan dikukus hingga matang. Tahu kukus ini lantas dipotong-potong seperti nugget, digulingkan ke tepung panir dan digoreng hingga kecoklatan. Berbeda dengan tahu kukus sejenis lainnya, menurut Wiwin, rasa tahu buatan rekan kantornya ini sangat lezat, teksturnya kenyal dan padat. Kala digigit seperti menggigit bakso yang garing dan renyah, "Krek, krek gitu deh", saya pun menahan air liur kala mendengarnya. ^_^



12 September 2013

Sambal Goreng Hati

 
Sambal goreng hati jelas bukan makanan kegemaran saya, rasa hati sapi yang aneh karena kandungan zat besi yang tinggi seringkali membuat perut saya bergolak naik. Tapi makanan ini merupakan menu wajib Lebaran, mungkin bukan bagi keluarga yang lain, tapi bagi keluarga adik saya, Wiwin, maka hati sapi yang dimasak dalam gelimangan bumbu merah merona seperti ini kudu wajib hadir di meja makan di hari yang fitri tersebut. Suaminya, penggemar berat makanan ini dan selalu request setiap tahunnya. Nah, masakan ini saya buat saat Lebaran bulan lalu. Momennya memang sudah basi, tapi resepnya tentu saja sama sekali tidak basi, karena mungkin ada banyak keluarga di luar sana yang berminat untuk membuat sambal goreng hati walau tidak dalam suasana Lebaran. 

Menurut Wiwin, sambal goreng hati yang lezat adalah jika memenuhi kriteria sebagai berikut: menggunakan hati segar (tidak beku sebagaimana yang banyak di jual di supermarket); bumbu yang super melimpah ruah; pedas dan menggunakan pete di dalamnya. Jadi sebagai kokinya, saya berusaha mewujudkan sambal goreng hati dengan syarat-syarat tersebut. ^_^


06 September 2013

Steak Daging Sapi dengan Saus Jamur, Sayur Rebus dan Kentang Goreng


Bayangkan betapa sedapnya dunia ketika asyik bersantai di rumah, menonton film yang seru sambil menyantap sepiring steak daging lezat yang dilengkapi kentang goreng nan empuk dan sayuran rebus yang crunchy.  Hmm, mantap! Terdengar seperti liburan impian, namun yang menjadi masalah aktor utama dalam impian ini yaitu si steak daging yang empuk tidak mudah diwujudkan. Kendala utama jika membuat steak daging sapi sendiri di rumah adalah daging yang alot dan membutuhkan perjuangan untuk mengunyahnya. Maklum saja, steak yang kita buat umumnya di panggang dengan menggunakan pan anti lengket bukan di pemanggang yang dilengkapi dengan bara panas seperti di restoran. Kendala tersebut tentu saja bisa diatasi dengan menggunakan daging sapi kualitas yang baik, namun mengingat harga daging sapi di Indonesia yang gila-gilaan, maka cita-cita luhur tersebut terpaksa dihapus karena mampu menguras isi kocek.  Jadi tantangan selanjutnya adalah bagaimana agar tetap bisa menyantap steak enak tanpa harus repot-repot jalan ke restoran dan dengan harga yang terjangkau. Apakah mungkin? Tentu saja! ^_^


20 August 2013

Iga Panggang a la Just Try & Taste


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H dan mohon maaf lahir dan batin! Ah, walau terlambat sekian lama namun tidak menghalangi niat tulus saya mengucapkan kalimat yang sangat dinanti umat muslim di belahan dunia manapun setiap tahunnya. Setelah 'beristirahat', tepatnya bermalas-malasan selama hampir satu bulan lamanya, akhirnya gatal juga jemari tangan saya untuk mulai mengetikkan bait dan kata di JTT. Bagi anda yang bertanya-tanya kemana sajakah saya gerangan sekian waktu lamanya menghilang dari peredaran maka dengan ini saya nyatakan kondisi saya baik-baik saja, sehat walafiat, tanpa kurang satu apapun juga. Terima kasih atas beberapa email dan komentar di fanpage JTT yang menanyakan kabar saya, perhatian dari rekan-rekan semua sangat-sangat saya hargai. ^_^


23 July 2013

Empal Gepuk Daging Sapi


Gepuk daging sapi, atau biasa disebut dengan empal, merupakan makanan yang cukup terkenal di daerah Jawa Barat dan menjadi salah satu menu wajib yang disajikan di restoran-restoran Sunda. Makanan ini terbuat dari sayatan tipis daging sapi yang dipukul-pukul (digepuk) hingga pipih dan dimasak dalam gelimangan bumbu yang bercita rasa manis. Daging biasanya dimasak dengan cara diungkep - direbus perlahan dengan sedikit air dalam kondisi panci/wajan tertutup - sehingga bumbu bisa meresap masuk hingga ke dalam setiap serat daging, menghasilkan daging yang empuk sempurna dengan rasa yang kuat. Dalam kondisi seperti ini biasanya gepuk bisa langsung disantap, tapi supaya penampilan dan rasanya lebih mantap maka irisan daging yang telah matang ini kemudian digoreng hingga kering. Proses memasaknya mirip dengan masakan bernama lapis daging di Jawa Timur. Bedanya, bumbu lapis menggunakan kecap manis dan tidak memerlukan proses penggorengan setelah daging matang. 


11 July 2013

Sayur (Sambal) Godog Betawi


Beberapa hari ini, tepatnya sejak minggu lalu, saya begitu ingin menyantap lontong dengan siraman kuah sayuran bersantan yang pedas dan nendang. Gara-garanya saya masih memiliki sisa beberapa buah lontong di kulkas dan setiap kali saya membukanya, lontong-lontong ini seakan memanggil-manggil untuk disantap. Selain membuatnya menjadi lontong tahu kecap, ada satu lagi hidangan yang selalu erat dikaitkan dengan lontong, yaitu lontong sayur. Dan sayur yang paling sedap untuk menemaninya apalagi kalau bukan sayur godog a la Betawi yang dibuat super pedas, dengan potongan daging sapi nan empuk dan cabai rawit merah yang dibiarkan utuh. Dijamin nafsu makan anda akan menggila, nafsu makan saya tepatnya, karena belum tentu anda penggemar berat lontong sayur seperti saya. ^_^ 


28 May 2013

Martabak Telur Mini Isi Daging Cincang


Martabak telur sebagaimana penganan gurih lainnya seperti risoles dan lumpia merupakan salah satu camilan favorit saya. Apalagi jika disantap saat dalam kondisi masih hangat dalam celupan saus coklat yang manis asam dan ditemani dengan acar beserta potongan cabai rawit yang alamak pedasnya. Kontan sekotak martabak yang panas mengepul segera cepat berpindah ke dalam perut. Dengan mulut yang mendesah-desah antara kepanasan dan kepedasan, tangan meraup potongan berikutnya sambil mata melirik tajam ke rival sebelah. Siapa cepat dia dapat! Memang paling afdol menikmati martabak adalah bersama-sama dengan keluarga, ramai riuh asyik berkomentar dan tentu saja berebutan, seakan tak pernah mencicipinya seumur hidup


Susahnya semua anggota keluarga saya suka martabak telur, bahkan hingga krucil-krucil imut keponakan saya. Pintarnya, mereka juga tahu kapasitas mulut mereka yang kecil akan kalah bersaing dengan kami para peserta dewasa yang dalam dua lahap maka sepotong martabak lenyap di mulut. Jadi begitu kotak dibuka, keponakan saya, Fatih langsung menyelamatkan beberapa potong sambil mengeluarkan ultimatum, "Ini punya adik, gak boleh diambil". Tobat! ^_^


04 April 2013

Ghormeh Sabzi (Rebusan Daging Kambing, Sayuran dan Kacang Merah a la Persia)


Ghormeh sabzi merupakan masakan yang sangat terkenal di Iran, bahkan sering disebut sebagai masakan nasional negara tersebut. Ghormeh dalam bahasa Persia berarti rebusan daging (stewed) dan sabzi berarti sayuran (herbs). Dari namanya sudah bisa ditebak ghormeh sabzi adalah rebusan daging dengan sayur-sayuran. Daging yang digunakan umumnya domba (lamb) dan daging sapi sementara dedaunan hijau yang sering dipakai adalah parsley (masih satu keluarga dengan seledri), daun bawang, cilantro (daun ketumbar) dan bayam. Selain kedua bahan tersebut ghormeh sabzi juga menggunakan kacang merah sebagai bahan utamanya. 

Walau memiliki bumbu yang terbilang sederhana namun ghormeh sabzi mampu menghasilkan cita rasa yang kaya dan unik, kemungkinan karena proses perebusan secara perlahan dengan menggunakan api yang sangat kecil hingga daging menjadi sangat lunak dan bumbu meresap,  serta pengaruh kuat dari beberapa bumbu rempah yang khas. Ini semua mampu menghasilkan cita rasa masakan yang spektakuler. Poin pentingnya, sejak Said, teman Iran saya mengundang saya untuk mencicipi masakan nasional khas negaranya ini maka saya pun menjadi tergila-gila dengan rebusan daging plus sayuran dan kacang merah yang simple but delicious ini! ^_^

Sayuran kering (dried herbs/sabzi)

02 April 2013

Cheesy Macaroni Schotel: Jangan dicoba jika anda sedang diet


Bagi sebagian orang membuat macaroni schotel merupakan pekerjaan mudah, namun tidak bagi saya. Entah kenapa schotel yang saya buat hasilnya belum pernah memuaskan. Bagi saya, schotel yang mantap adalah yang memiliki kriteria lembut, teksturnya agak basah, empuk dengan rasa susu dan keju yang kuat. Namun percobaan saya membuat makanan ini selalu berakhir dengan schotel yang keras, kering dan rasanya pun tidak nendang sama sekali. Bahkan Meta, sahabat saya yang tidak hobi memasak mampu membuat macaroni schotel yang laziz dengan semua kelebihan yang ada di schotel yang saya impikan. Ketika saya bertanya resepnya, jawabannya hanya membuat saya melongo, "Hah, masa enak sih Ndang? Bikinnya ya cuman cemplung sana sini, kasih susu cair, keju, sama telor. Trus masak di microwave". Ehem, takarannya? "Wah, berapa ya? Lupa, asal saja, hihihi". Resep seperti ini yang sering kali membuat kepala saya puyeng. Berapa takaran cemplung sana dan sini yang dimaksud? Mungkin hanya Meta, supir bajaj dan Tuhan yang tahu. ^_^


05 March 2013

Kimchi Jjigae - Sup Kimchi dengan Daging Sapi


Banyak cara menuju Roma, banyak cara pula untuk memanfaatkan kimchi yang telah berhasil kita buat selain dengan menyantapnya begitu saja yaitu dengan mengolahnya menjadi aneka masakan lainnya. Beberapa waktu yang lalu saya membuat satu wadah besar kimchi sawi putih - untuk resep kimchi anda bisa klik di postingan saya sebelumnya disini dan disini - kini rasa kimchi yang saya buat mulai terasa asam akibat proses fermentasi yang terjadi dan sepertinya waktu yang tepat untuk membuat sup kimchi yang lezat ini. Nama jjigae mengacu pada masakan sejenis sup dengan kuah yang banyak dimana berbagai jenis bahan bisa dimasukkan ke dalamnya, jika menggunakan kimchi maka namanya menjadi kimchi jjigae. Bahan lainnya yang umum ditambahkan ke dalam sup ini adalah daun bawang, bawang bombay, tahu, daging dan seafood. Umumnya, daging dan seafood dimasak dalam sup terpisah. Untuk membuat kimchi jjigae ini dibutuhkan kimchi yang telah memiliki umur simpan yang lama karena selain memiliki rasa dan aroma yang lebih kuah juga memiliki kandungan bakteri baik yang lebih banyak. 


26 February 2013

Shepherd's Pie a la Gordon Ramsay


Shepherd's pie? Hmm, makanan apa pula itu? Mungkin bagi sebagian besar telinga kita nama makanan ini terdengar asing, namun sebenarnya pie ini cukup sering kita temukan di Indonesia. Biasanya kita menyebutnya dengan nama pastel tutup. Sedikit tercerahkan? Atau masih tetap bingung? Nah, kalau berbicara tentang pastel tutup maka makanan yang satu ini melibatkan daging cincang yang ditumis bersama sayuran dan bumbu rempah, kemudian dimasukkan ke dalam wadah tahan panas. Selanjutnya permukaan tumisan daging ditutup dengan kentang tumbuk dan dipanggang hingga coklat keemasan. Rasanya tasty! Apalagi di dalamnya telah terkandung protein dan karbohidrat sekaligus, sehingga membuat shepherd's pie bukan saja menyehatkan tetapi juga membuat perut kenyang. Nyamm! ^_^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...