Showing posts with label Donat. Show all posts
Showing posts with label Donat. Show all posts

24 May 2013

Donat: Kali ini tanpa kentang


Walau seringkali saya kebingungan menghabiskan makanan yang telah saya praktekkan sendiri, tetapi tidak menyurutkan semangat saya untuk mencoba membuatnya. Seperti hari Minggu kemarin saat saya melihat resep donat yang disebut-sebut mirip dengan donat Krispy Kreme. Membayangkan donat yang ringan selembut kapas menjadikan saya tetap nekat mencobanya walau tahu tidak ada satu pun orang di rumah (kecuali saya) yang harus menyantap semuanya. Ditambah lagi, bahan dan prosesnya sangat mudah, membuat semangat saya pun menjadi lebih menggebu.

Selama ini jika membuat donat maka saya biasanya mencampurkan adonannya dengan kentang kukus yang dihaluskan (resep donat kentang silahkan klik disini). Pengalaman selama ini, donat dengan kentang memiliki tekstur yang empuk dan lembut, bahkan saat disantap keesokan harinya. Namun siapa sih yang tidak tertarik untuk mencoba jika ada resep yang lebih simple? Jadi ketika membaca resep donat tanpa kentang namun memiliki tekstur seempuk Krispy Kreme saya pun langsung tak sabar untuk membuktikannya. ^_^


27 March 2013

Muffin Donat dengan Taburan Gula: Simple but maknyus!

  
"Mengapa ya kue ini dinamakan donat"?, bertanya sambil memutar-mutar sebuah muffin donat di tangan. "Kenapa di pertanyakan"?, menjawab sambil mengunyah dengan penuh antusias dan mata terpejam menikmati. "Karena kan bentuknya tidak bulat berlubang, tidak digoreng walau ada jenis donat panggang juga, tidak menggunakan ragi pada adonannya, dan tidak terasa seperti donat sama sekali", sedikit ngotot memberikan argumen. "Hmm, yah mungkin nama tersebut diberikan karena ada taburan gula pasir di permukaannya, jadi tampilannya mirip dengan donat jaman dulu", membuka mata dan mulai berpikir juga. "Trus kenapa namanya muffin"?, lanjut bertanya untuk menunjukkan rasa ingin tahu walau jawabannya sudah jelas. "Jelas muffin lah, adonan seperti adonan muffin, kamu panggang di loyang muffin, dan teksturnya mirip seperti cake dan muffin. Kenapa masih tanya?", mulai naik darah. "Hmm, yah okeh. Lho kok muffin donatnya habis" ?!, melongo menatap ke piring kosong. "Kamu kebanyakan ngoceh sih, semua sudah aku sikat habis", menepuk perut dengan puas.


25 January 2013

Donat Panggang Labu Kuning: Sarapan yang manis!


Di kantor saya banyak yang sedang demam labu kuning. Ini gara-garanya harga labu kuning di supermarket khusus buah dan sayur didekat kantor cukup murah. Potongan-potongan labu dengan ukuran cukup besar dan dibungkus dengan plastic wrap ini hanya dihargai berkisar lima ribu hingga tujuh ribu rupiah, kondisinya pun masih fresh dengan warna kuning menyala. Sebenarnya saya malas membeli labu dengan alasan bobotnya yang berat! Membayangkan saya harus menenteng-nentengnya sepulang kantor,  naik turun metromini dan angkutan lainnya, benar-benar membutuhkan perjuangan yang panjang. Namun seperti biasa melihat yang lainnya sibuk memilih-milih potongan labu saya pun menjadi latah. Tanpa sadar, ehem setengah sadar tepatnya, tahu-tahu saya telah antri di depan kasir sambil membawa sepotong besar labu yang beratnya mungkin sekitar satu setengah kilo dan tentu saja bersama dengan sebuah pepaya besar dan beberapa butir apel. Alhasil malam itu saya tergopoh-gopoh menggotong belanjaan hasil bumi ini dan disepanjang jalan saya pun menyesali keputusan saya yang latah. 


09 February 2012

Donat Panggang: Pilih choco chips? Atau kacang? Atau kacang-choco chips? Semua sama sedapnya!


Donat versi panggang! Hmm, telah lama saya mengidam-idamkan untuk membuat resep donat ini setelah melihatnya di website King Arthur Flour. Website yang sering sekali saya contek dan praktekkan resep-resepnya karena sangat menarik dan simple. Namun ada satu kendala yang menghambat saya untuk membuatnya. Loyang pemanggangnya! Karena tanpa loyang khusus ini maka mustahil bagi kita untuk menciptakan donat ini karena adonan yang terbentuk sangat lembek, pekat seperti adonan cake. Yah, tentu saja anda bisa menggunakan loyang muffin atau loyang cake hanya saja hasil jadinya tentu tidak bisa disebut dengan donat lagi dong ya. ^_^


Cari info sana sini saya belum juga menemukan toko yang menjual jenis loyang seperti ini. Hasil keliling ke beberapa supermarket di bagian perabotan pun berakhir nihil sementara semangat saya telah begitu menggebu-gebu dan tangan terasa gatal ingin mencoba. Hingga akhirnya hari Sabtu kemarin sepulang dari les renang - les renang saya progress-nya sangat lambat sekali dan saya sudah dalam taraf khawatir guru renang saya bakal menyerah dan menggantung sertifikat renangnya di pohon tomat terdekat - saya iseng melewati toko-toko di sekitar Pasar Blok A. Mata saya pun langsung tertambat pada toko bahan kue Wilton yang selama ini menurut saya tidak pernah membuka tokonya. Informasi mengenai toko bahan kue ini telah saya ketahui sejak lama, hanya saja setiap kali saya melewatinya toko selalu dalam kondisi tutup. Tidak menyia-nyiakan kesempatan saya langsung melangkahkan kaki dengan semangat ke Wilton untuk mencari pemanggang donat! 



11 September 2011

Paczki - Donat Jelly ala Polandia


Paczki, dari bahasa Polandia (dibaca [ˈpɔnt​͡ʂki]) merupakan makanan tradisional di kuliner Polandia. Dibuat dari campuran tepung terigu, telur dan susu, adonan ini lantas dibentuk menjadi piringan bulat dan digoreng dalam minyak yang banyak. Paczki kemudian diisi dengan selai atau jelly dan ditaburi dengan gula halus pada permukaannya. Tampilan dan rasanya hampir sama dengan donat isi jelly yang kerap kali kita jumpai di bakery atau yang paling mudah adalah di counter Dunkin Donuts. Paczki telah dikenal oleh masyarakat Polandia sejak Abad Pertengahan dan selama kekuasaan Kaisar Agustus III, di bawah pengaruh koki Perancis, adonan paczki mengalami perubahan menjadi lebih ringan, berongga dan liat. 

11 March 2011

Donat Pisang


Minggu kemarin Tante saya yang tinggal di Depok datang berkunjung untuk melihat perkembangan renovasi rumah Pete (yang.... sekali lagi saya tuliskan belum ada tanda-tanda selesai) sambil membawa segunung pisang Ambon yang berukuran jumbo. Entah sudah berapa banyak saya melakukan kreasi menggunakan buah ini, bahkan saya telah lupa dengan resep-resep berbahan pisang yang pernah saya posting sebelumnya, dan kali ini pun saya harus menyuguhkan ke anda resep pisang lagi. Kali ini diolah menjadi donat :)

Asyiknya memasak dan membuat makanan sendiri adalah anda bisa melakukan kreasi apapun sesuai dengan bahan-bahan yang tersedia di dapur dan juga sesuai dengan selera dan kreatifitas anda. Anda bahkan mungkin tidak akan menjumpai masakan tersebut di jual di luaran. Donat pisang yang saya buat ini, salah satu contohnya. Donat yang diberi aneka topping dengan aneka rasa sudah biasa, donat dengan campuran kentang juga umum dijumpai, tetapi donat dengan pisang sebagai bahan campurannya? Mungkin diantara anda ada yang pernah menjumpainya, tetapi terus terang saya belum pernah. 

17 February 2011

Donat Kentang


Siapa yang tidak kenal dengan donat, kue berbentuk lingkaran dengan lubang di tengah ini begitu populer di banyak negara dan dijual mulai dari pasar tradisional, bakery, snack outlet atau bahkan cafe terkenal. Umumnya adonan donat terbuat dari tepung terigu dengan aneka topping diatasnya. Selain tepung terigu, bahan lainnya seperti kentang, labu kuning atau ubi jalar juga bisa digunakan sebagai campuran adonan. Saya pernah membuat donat dari ubi jalar, sayangnya ubi jalar yang saya gunakan kurang halus sehingga permukaan donat menjadi kasar. Lagipula saat itu saya belum memiliki cetakan donat, akibatnya donat saya bentuknya menjadi amburadul :). Untuk donat dari ubi jalar, anda bisa klik di posting saya sebelumnya disini. 

 Seringkali jika kita membuat donat saat masih hangat memang terasa empuk tetapi akan berubah menjadi keras ketika mendingin. Namun berdasarkan pengalaman saya, jika adonannya kita campur dengan ubi jalar atau kentang maka donat akan tetap terasa empuk walaupun dalam kondisi dingin. Berbeda dengan donat versi J-Co yang memang sangat empuk bahkan cenderung terasa kempes ketika digigit maka donat kentang ini lebih mantap. Saya sendiri lebih suka donat jenis ini dibandingkan dengan versi terbarunya.

Berikut ini tips sukses membuat donat kentang berdasarkan pengalaman dan dari  beberapa sumber:
  1. Pisahkan bahan kering dan bahan basah, kemudian campur bahan kering menjadi satu aduk hingga rata. 
  2. Masukkan garam dan mentega belakangan setelah ragi tercampur merata dengan bahan, karena jika ragi langsung bertemu dengan garam maka raginya akan mati dan donat gagal mengembang.
  3. Haluskan kentang sehalus mungkin, saya menggunakan blender hingga menjadi bubur kentang yang smooth dan kental.
  4. Adonan harus diulenin hingga benar-benar kalis sehingga mudah dibentuk dan permukaannya menjadi halus.
  5. Sebelum donat dicetak, timbang masing-masing adonan dan gelindingkan masing-masing bagian adonan di permukaan tangan hingga menjadi bola adonan yang halus, kemudian diamkan adonan hingga mengembang. Adonan siap anda cetak.
  6. Goreng donat menggunakan api kecil, jika minyak terlalu panas permukaan donat akan berbintik kasar, biasanya saya akan matikan api kompor untuk menurunkan suhu minyak.
Berikut resepnya ya.

28 November 2010

Donat Ungu dari Ubi Jalar



Jangan terkecoh dengan penampilan donat yang satu ini, memang tampangnya tidak secantik donat umumnya tapi rasanya... Mantap!

Donat ini hasil modifikasi saya dari resep donat kentang. Kebetulan minggu lalu saat berbelanja ke supermarket D-best di Jalan Fatmawati, saya melihat tumpukan ubi jalar ungu. Terpikir untuk membuat cake ubi jalar. Pasti cantik hasilnya. 

Nah, karena ubi yang saya beli terlampau banyak akhirnya saya mengutak-atik beberapa resep dengan menggunakan ubi jalar. Salah satunya adalah Donat Ungu Ubi Jalar ini.  

Ternyata dengan tambahan bahan ubi jalar, donat tetap mengembang cantik dan ketika digigit empuknya bukan main. Lezat sekali.  Bisa menjadi alternatif untuk memberdayakan sumber bahan pangan lainnya, tidak melulu menggunakan tepung terigu saja.

Yuk kita tilik resepnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...