Showing posts with label Hidangan Berkuah. Show all posts
Showing posts with label Hidangan Berkuah. Show all posts

19 November 2012

Chili dengan Daging Sapi, Buncis, Jagung dan Kacang Merah


Chili con carne (chili yang mengandung daging) atau biasa dikenal dengan sebutan 'chili' saja merupakan sejenis stew (sup dengan takaran air yang sedikit) yang mengandung bubuk cabai, daging, tomat, dan seringkali juga kacang merah. Versi tradisional makanan ini terbuat dari bubuk cabai, bawang putih, bawang bombay, dan cumin (jinten), bersama dengan potongan atau cincangan daging sapi. Variasi dari sisi daerah maupun individu yang membuatnya, memungkinkan terjadinya perbedaan dari jenis daging  ataupun bahan-bahan lain yang digunakan. Resep yang bervariasi ini mendorong timbulnya argumentasi di antara para penggemar chili, yang menyebabkan chili seringkali dijadikan masakan yang sering diperlombakan. Chili juga umum digunakan sebagai salah satu bahan di beberapa makanan lainnya seperti chili dog, chili burger, atau chili dengan keju dan kentang goreng.


03 November 2012

Soto Ayam Lamongan Nan Simple


Saya akui, semua anggota keluarga kami maniak dengan masakan bernama soto, entah soto daging atau ayam. Terutama soto dengan kuah tanpa santan seperti soto Lamongan yang kali ini saya posting. Bukan saja para dewasa yang tergila-gila dengan soto, bahkan krucil kecil para keponakan saya pun penggemar beratnya. Bagi Fatih, keponakan saya yang berumur tujuh tahun, soto adalah makanan terlezat yang tak akan bosan-bosannya dia santap walau dihidangkan setiap hari. Porsi makannya pun semakin menggila jika masakan ini terhidang. Bahkan walaupun si kecil ini menyukai rasa sop konro yang pernah dicicipinya beberapa waktu yang lalu, tetap saja menurutnya: "Enak sih, tapi tak seenak soto. Adik paling suka soto", celotehnya. Tak bisa disalahkan, soto memang masakan yang sangat lezat, segar dan mudah ditemui dihampir setiap penjuru terutama di pulau Jawa, tentunya. Apalagi kala mulai memasuki musim penghujan seperti ini, ketika suhu dingin karena kucuran air hujan yang tumpah dari langit, memang sedap menikmati hari sambil ditemani dengan semangkuk soto panas dengan sambal rawit super pedas dan kucuran air jeruk nipis. Huah, air liurpun menetes. ^_^

16 October 2012

Membuat Sup Konro


Weekend kemarin iseng-iseng saya pergi ke rumah adik saya di Mampang Prapatan, ternyata pilihan saya untuk berkunjung di malam Minggu itu sangat tepat karena adik saya beserta keluarga berencana untuk makan malam di salah satu restoran sate padang yang terletak di dekat jalan Tendean. "Loh lantas apa hubungannya antara sate padang dengan judul membuat sup konro di atas?". Eits banyak hubungannya. Nah, si penjual sate padang yang laris manis ini membuka bisnisnya di depan sebuah warung sup konro Makassar Daeng Naba. Saya yang sudah terlanjur ngiler dengan iga besar dalam rendaman kuah sup yang gurih langsung memesan sup konro. Ketika pesanan tiba, kami pun serempak menceburkan sendok masing-masing di mangkuk berisi sup untuk mencicipinya beramai-ramai. ^_^


Kami akui rasa kuah supnya cukup gurih dan sedap, hingga Fatih, keponakan saya, langsung menghampiri si Yuk Kati, asisten rumah adik saya dan bertanya "Yuk, bisa bikin ini kan? Besok bikin ya". Yuk Kati langsung menatap saya dengan tatapan berisi pesan SOS singkat, "Bumbunya apa Mbak?".  Wokeh, jadilah keesokan harinya kami mempraktekkan membuat sup konro ala Makassar yang direquest Fatih. Resepnya diambil dari buku Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa.

Kluwek

15 October 2012

Pindang Ikan Patin


Satu hal utama yang membuat saya enggan memasak ikan patin adalah bau amis plus bau lumpurnya yang kuat (bagi indra penciuman saya tentunya). Bahkan menurut saya, baunya jauh lebih kuat dibandingkan dengan ikan bandeng yang bagi sebagian orang juga dianggap sebagai ikan berbau lumpur. Namun demikian harus saya akui, ikan patin memiliki daging yang super lembut dan berlemak, yang jika bau lumpurnya lenyap merupakan salah satu ikan yang cukup saya gemari. Beberapa kali saya memasak ikan patin, terus terang saya belum merasa puas dengan hasilnya, bukan dengan bumbu dan rasa masakannya tetapi dengan bau ikan yang tetap kuat terasa walau telah di luberi dengan aneka bumbu yang berlimpah. Salah satu masakan ikan patin yang pernah saya posting sebelumnya yaitu Sup Ikan Patin ala Sragen, anda bisa klik di link ini jika berminat dengan resepnya, memasukkan buah nanas ke dalam kuahnya, dimana cara ini cukup membantu membuat sup ikan ini menjadi segar dan menutup rasa si lumpur.


23 September 2012

Tom Yam Seafood Dalam Kuah Susu


Membuat tom yam pasta (nam prik pao) atau bumbu tom yam sendiri memang menjadi salah satu obesesi saya. Saya bahkan telah memiliki resep pasta tom yam yang sepertinya sangat-sangat menjanjikan. Namun, walaupun bahan-bahan pasta tom yam telah saya siapkan sejak lama tetap saja bumbu tom yam instan yang diperjual belikan di supermarket menjadi pilihan super mudah dikala 'demam tom yam' tiba. Seperti Sabtu ini, kala saya melongok ke dalam freezer dan melihat tumpukan seafood di dalamnya maka yang terbayang di kepala saya hanyalah satu masakan: tom yam. Kali ini saya mencoba sedikit modifikasi dan menggunakan susu di dalam kuahnya. Menurut Wikipedia dan beberapa literatur yang saya baca, penambahan sedikit santan dan susu cair di tom yam merupakan hal yang umum dilakukan. Tom yam seperti ini dinamakan tom yam nam khon, dan ternyata, susu membuat bumbu tom yam yang menyengat terasa lebih lembut, dan lebih gurih. 


16 September 2012

Kari Daging & Sayuran: Bahan seadanya untuk hidangan istimewa


Bagaimana jika suatu hari anda ingin sekali menyantap semangkuk kari panas tetapi bahan-bahan di dapur yang anda miliki hanya seadanya? Dan membayangkan banyaknya bumbu kari yang harus diracik dan dihaluskan mampu membuat semangat anda terbang? Modifikasi! Yep, modifikasilah yang saya lakukan kala demam kari melanda namun isi kulkas terbatas. Berbekal sebotol bumbu kari, bumbu-bumbu yang dirajang dan dicincang halus, sepotong daging sapi yang membeku di freezer, sebuah terung, dua buah wortel, tiga buah kentang yang telah lama tergolek layu dan sebatang daun bawang. Tidak memakan waktu lama maka kari daging plus sayuran ala saya pun telah siap terhidang untuk menemani makan siang di minggu yang luar biasa cerah ini. Yummy!


22 July 2012

Bubur Mutiara & Talas: Berbukalah dengan yang manis ^_^


Ketika kebanyakan anda mungkin menghabiskan buka puasa hari pertama di rumah bersama keluarga, maka saya berdua teman saya, Sintya, justru sibuk keluyuran di Plaza Semanggi. Hari Sabtu, malam Minggu, jalanan yang biasanya macet kini berubah lengang. Plaza Semanggi yang selalu ramai dengan pengunjungnya kini terlihat lebih sepi dibandingkan hari biasa. Awalnya kami berniat untuk berbuka puasa di roof top Plaza, salah satu restoran andalan, Ratja Ketjil, tiba-tiba selama Ramadan menerapkan sistem paket per orang minimal harus makan setara dengan delapan puluh ribu rupiah. Wah, sayangnya saya dan Sintya tidak begitu bernafsu untuk makan hingga segitu banyaknya, di kepala saya justru sejak siang telah membayangkan bergalon-galon Thai tea ala Hanamasa yang alamak laziz-nya. Rasanya terlalu berat di tanggal tua begini makan berdua harus menghabiskan seratus enam puluh ribu rupiah. Alhasil, buku menu pun kami kembalikan dan kami melenggang keluar dari restoran dengan senyum manis. ^_^

23 June 2012

Membuat Bakso Daging Ayam yang Kenyal! Sungguh!


Belum bosan kan dengan artikel saya tentang bakso? Kali ini saya akan mengajak anda untuk mencoba membuat bakso daging ayam. Sebagaimana tantangan membuat bakso lainnya maka kali ini pun sama, bakso harus kenyal, elastis dan padat. Membuat bakso yang sesuai harapan sepertinya menjadi petualangan saya tanpa akhir, entah telah berapa kali saya membuat bakso, hasilnya belum memuaskan. Namun saya telah cukup berbesar hati ketika dengan sedikit perjuangan berhasil membuat bakso ikan yang laziz. Resep dan proses pembuatannya anda bisa klik dipostingan saya Membuat Bakso Ikan: Homemade Fish Balls


Sebenarnya saat membuat bakso daging ayam ini saya juga sekaligus membuat bakso dari daging sapi. Again? Yep, rasa penasaran saya masih tinggi untuk mencoba menaklukkan bakso yang satu ini. Beberapa kali mencoba membuatnya hasilnya masih mengecewakan, entah bakso berakhir bantat atau bakso dengan permukaan berbintil hingga bakso terasa alot seperti karet ketika di kunyah. Dan eksperimen bakso daging sapi kali ini pun tidak terlalu memuaskan, walau cukup elastis dan lezat, namun tampilannya alamak, sama sekali tidak layak untuk tampil di blog. Karena itu saya tunda untuk mempostingnya. ^_^


15 June 2012

Sup soun dengan bakso & perkedel ikan buatan sendiri


Berhasil membuat bakso ikan dan perkedel ikannya? Hmm, saatnya semua itu kita santap bersama kuah sup dengan bumbu sederhana yang laziz. Jika anda tertarik untuk mencoba  membuat homemade bakso ikan dan perkedel ikan (fishcakes) seperti yang saya buat maka silahkan klik  link disini dan disini. Saran saya jika anda telah berhasil membuat pasta ikannya maka buatlah menjadi bakso dan perkedel sekaligus. Anda tidak akan kecewa dengan hasilnya. Kedua makanan tersebut bisa anda olah menjadi sup dengan tambahan soun, bihun atau mie telor, atau sebagai campuran mie dan nasi goreng, mantap juga untuk diolah menjadi bahan cap cay. 

09 June 2012

Asam Pedas Ikan Kuwe - Slurrrpp hingga tetes kuah terakhir


Beberapa waktu yang lalu, sewaktu Ibu saya kembali dari Riau dan mampir sejenak di rumah Pete, beliau sempat membawakan saya oleh-oleh berupa ikan baung yang dimasak asam padeh. Ikan baung yang masih sekerabat dengan ikan lele ini memiliki ukuran kepala yang besar dengan moncong bersungut sebagaimana halnya lele. Nah, ikan baung dari Duri yang dimasak asam padeh ini berukuran super besar hampir seukuran lengan saya. Hmm, perlu anda ketahui ukuran lengan di keluarga saya cukup jumbo bahkan terbilang rada-rada tidak normal yang acap kali membuat kami (terutama para cewek) sering tidak pede dan selalu menyembunyikannya di dalam baju berlengan panjang. Anda sudah bisa membayangkan besarnya si ikan baung yang sedang saya ceritakan? Belum? Okeh, saran saya coba anda bayangkan besarnya talas Bogor. Yep! Segitulah ukuran lengan saya, uppss maksud saya ukuran si ikan baung. ^_^


01 April 2012

Bakso Soun, Wortel dan Jamur Kuping ala Fifi


Resep bakso kuah yang lezat ini saya peroleh tidak sengaja dari teman kantor saya, Fifi, ketika minggu lalu saya membawa tahu cincang goreng ke kantor. Sambil mengunyah si tahu dan saling memberikan komentar atas tahu goreng yang asinnya luar biasa, Fifi menanyakan ke saya apakah pernah membuat bakso dengan soun, wortel dan jamur kuping. Bakso dan masakan berkuah? Mata saya kontan melotot plus berbinar-binar dan tangan dengan cepat meraih kertas dan pulpen untuk mencatat resep. Menurut Fifi, masakan ini merupakan menu favorit di keluarganya dan selalu habis dengan cepat. Dan yang membuat spesial adalah si jamur kuping yang renyah krenyes-krenyes dalam gumpalan daging cincang menciptakan sensasi tersendiri saat menyantapnya. Airliurmenetes.com ^_^


17 March 2012

Sup Kepala Salmon: Bagian terlezat salmon ada di kepalanya!


Aktivitas yang saat ini sering sekali saya lakukan ketika berkunjung ke counter ikan segar di supermarket adalah mengecek apakah kepala salmon tersedia disana. Ini gara-gara sejak teman saya Novi, memberikan informasi bahwa kepala salmon selain harganya lebih murah dibandingkan fillet dagingnya, rasanya juga sangat lezat dengan kandungan lemak ikan yang tinggi. Awalnya saya tidak percaya, apalagi saya sering sekali melihat kepala salmon yang ter-packing rapi di counter bahan basah minim sekali peminatnya. Tapi kata-kata Novi yang begitu meyakinkan membuat saya pun kembali berpikir dua kali untuk berani mencobanya. Nah, minggu lalu sepulang kantor saya pun iseng mampir ke Carefour di sebelah kantor dan olala pucuk dicinta ulam pun tiba, di counter tampak dua pack kepala salmon beserta beberapa bagian badannya. Langsung saja keduanya masuk ke dalam keranjang belanja saya. ^_^


01 March 2012

Ikan Kembung Masak Belimbing Wuluh ala Lisa


Seorang teman saya, Lisa, yang berasal dari Bangka beberapa waktu yang lalu membaca posting saya berjudul Lempah Kuning Khas Bangka dan kemudian memberikan banyak sekali komentar di blog ini. Nah, yang membuat saya sangat happy dan cukup terharu adalah beliau juga sharing beberapa resep khas Bangka lainnya yang biasa dimasak di rumah dan saya yakini pasti yummy rasanya. Salah satu resep yang di sharing ke saya adalah Ikan Masak Belimbing Wuluh yang mudah proses pembuatannya namun memiliki rasa yang mantap. Terus terang saya memang salah satu penggemar berat masakan Bangka yang banyak menggunakan ikan sebagai olahannya dan memiliki cita rasa bumbu yang ringan dan terasa asam, pedas dan segar. Sebenarnya masih ada beberapa resep lainnya yang di share Lisa ke saya seperti Mie Koba, Lakso Bangka, Lempah Darat dan Bu Jan, yang terakhir adalah gorengan dari talas bercampur ikan yang dicocol dengan sambal tauco. Namun untuk kali ini sepulang kantor kemarin saya mencoba membuat masakan termudah dan tercepat dan Ikan Masak Belimbing Wuluh memenuhi kriteria tersebut.

22 November 2011

Gulai Daging Kambing


Salah satu hidangan dari Lebaran Haji kemarin yang baru kali ini sempat saya sajikan. Walau lebarannya sendiri telah lewat sekian lamanya namun resep gulai tak lekang oleh waktu, dan tentu saja untuk menikmati gulai lezat anda tak harus menunggu saat Lebaran tiba bukan? Membuat gulai memang terkadang menjadikan anda yang menginginkan masakan simple dan praktis enggan untuk memulainya. "Bumbunya banyak dan ribet", begitulah komentar yang seringkali diucapkan oleh teman saya, Meta. Memang bagi yang tak terbiasa dengan pernak-pernik  bumbu seperti jintan, kembang lawang/pekak, kayu manis, kapulaga atau bahkan klabet, sering mengernyitkan kening tatkala membaca resep yang menggunakan bahan tersebut. Boro-boro menggunakannya dalam masakan, mungkin melihat bentuknya pun belum pernah. Hmm, bagi saya tak ada salahnya kita sedikit tahu mengenai rempah-rempah yang unik ini dan mencoba memasukkannya ke dalam masakan. Saya yakin anda akan surprise dengan taste yang dihasilkan. Masakan menjadi terasa berbeda. ^_^

03 November 2011

Hangatnya Soto Mie Di Musim Hujan


Susahnya atau senangnya (?) berkantor di samping Mall Ambasador adalah pilihan makanannya yang sangat beragam dan sedap, entah itu di food court mall-nya atau di belakang mall. Kami menyebutnya dengan amigos (agak minggir got sedikit) dan ini benar-benar got secara harafiah. Sejak project di kantor menyita pikiran dan membuat stress, saya berdua Meta, setiap jam makan siang selalu mencari alternatif makan yang berbeda setiap harinya. Bagaikan dua anak kecil yang diceburkan ke wahana bermain, maka kami berdua pun mengeksplorasi setiap warung yang ada. Maklum saja, dulu di kantor lama di Kuningan, warung makan di dekat kantor saya terbatas jumlahnya, paling banter kami ke pingkal (pinggir kali) di dekat kantor KPK dimana warung ikan dan ayam bakar berjejer di samping sungai. Kondisi ini sebenarnya tidak sehat juga, saban hari kami menyantap sup iga, tongseng, sate, soto Betawi dan aneka makanan berlemak lainnya. Tinggi lemak, minim serat. Kebiasaan ini selain tekor dikocek juga membuat kolesterol naik dan timbangan badan menjerit. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...