Showing posts with label Kue dan Cookies. Show all posts
Showing posts with label Kue dan Cookies. Show all posts

21 April 2015

Giant Choco Crunch Cookies - Cookies Favorit Rafif dan Fatih


Kedua krucil keponakan saya, Rafif dan Fatih, jika weekend tiba tidak akan terlihat batang hidungnya. Sejak pagi mereka asyik mendekam di kamar bersama iPad masing-masing, tak bergeming atau menoleh sedikitpun ketika dipanggil. Sabtu dan Minggu merupakan hari bebas dimana Ayah dan Ibu memperbolehkan mereka main game sepuas-puasnya dan tidur hingga pukul 10 malam. Setelah lima hari sibuk dengan kegiatan sekolah, dimana aktifitas dimulai sejak pukul lima pagi, ditambah aneka les mulai dari Kumon hingga musik, dan segambreng kegiatan di sekolah plus macet di jalan, maka terkadang mereka baru tiba di rumah diatas pukul tujuh malam. 

Terus terang saya sering merasa kasihan melihat betapa beratnya perjuangan mereka menjadi anak sekolah di Jakarta. Di tengah persaingan yang sangat ketat antar siswa,  ditambah macet berjam-jam di jalanan, tak heran ketika weekend maka Rafif dan Fatih lebih suka berdiam diri di rumah. Seakan-akan detik demi detik yang berlalu di hari libur begitu  berharga dan enggan mereka tukar dengan kegiatan apapun di luar. 

23 February 2015

Rustic Mango Pie dan Cerita Tentang Ayunan


Ayunan bayi itu sudah tua. Benda itu berbentuk lempengan besi dengan pengait di sisi kiri kanannya untuk menggantungkan kain sarung. Lempengan itu lantas digantungkan pada sebuah per panjang dan diikatkan pada sebatang cabang pohon yang tumbuh melintang. Ayunan tua yang dulunya tergantung di pintu kamar itu sangat berjasa karena selama bertahun-tahun telah berhasil membuai tiga orang bayi agar tertidur lelap sehingga sang Ibu bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Ketiga bayi tersebut saat itu telah berusia delapan, enam dan empat tahun, dan hampir setiap hari heboh memperebutkan giliran untuk menaiki ayunan yang kini tergantung di pohon jambu di depan rumah. Mereka tak peduli dengan per di ayunan yang mulai kendor dan melar saat tubuh-tubuh  mungil itu bertumpukan di dalamnya. 

Nah, bocah-bocah tersebut adalah saya, Wulan, kakak saya dan adik saya, Wiwin. Kala itu kami masih tinggal di daerah bernama Batu Dua, di Tanjung Pinang. Kami menempati sebuah rumah pinjaman untuk tentara TNI Angkatan Udara karena Bapak adalah seorang tentara dan sering harus berjaga malam di pos AU. Rumah kami yang mungil itu bertengger di atas bukit, tidak jauh dari kantor Bapak - markas TNI Angkatan Udara - yang terletak di bawah dan hanya dipisahkan dengan tangga batu sehingga setiap jam makan siang Bapak pulang untuk makan di rumah.


04 February 2015

Martabak Terang Bulan


Martabak, merupakan makanan andalan di kantor saya untuk dibagi-bagikan manakala seseorang sedang merayakan suatu kesuksesan atau hari yang dianggap spesial. Harganya terjangkau dan porsinya pun banyak karena bisa disajikan dalam potongan-potongan yang kecil. Alasan lainnya adalah kebetulan ada satu warung martabak yang cukup ngetop di belakang kantor yang bisa memberikan jasa delivery order. Dengan personil kantor yang cukup banyak dan rata-rata doyan makan, maka makanan 'ringan' ini mantap sebagai pengganjal perut kala hari mulai menjelang sore. 

Martabak telur tentu saja selalu menjadi favorit. Ketika box pembungkus dibuka maka belasan tangan pun langsung terulur menyerbu. Sebagian bahkan membawa box makan siang yang telah kosong atau penutup kotak martabak yang lebar, sehingga beberapa potong bisa diamankan untuk dimakan di meja masing-masing. Martabak manis alias si terang bulan biasanya akan dilirik ketika versi telurnya sudah ludes dan hanya menyisakan semangkuk saus coklat dan acarnya saja. Tidak memakan waktu hingga tiga puluh menit lamanya maka berkotak-kotak makanan tersebut, akan lenyap dari atas meja. ^_^


15 January 2015

Kue Apam Abu-Abu Kembang Telang ^_^


Gambar di atas bukan bulatan bakso, bukan pula siomay, melainkan sepiring kue apam yang saya buat pada weekend yang lalu. Mungkin ini pertama kalinya anda melihat kue apam berwarna 'abu-abu bakso' karena biasanya kue tradisional ini hadir dengan warna-warni yang semarak seperti merah, pink, hijau atau putih. Ini gara-garanya pada hari Sabtu kemarin, saya melakukan eksperimen pertama kali dengan bunga biru bernama kembang telang. Sejujurnya, walau sudah lama tahu mengenai manfaat bunga ini sebagai natural food coloring, namun baru kemarin saya memperoleh kesempatan untuk mempraktekkannya. Alasannya, di kota besar seperti Jakarta, tanaman ini cukup sulit ditemui. 

Jadi ketika dalam perjalanan ke rumah Pete, saat mata saya bertatapan dengan semak kembang telang yang rimbun dan sarat dengan bunganya yang biru tumbuh di tepian jalan, maka saya pun seperti mendapatkan durian runtuh. Tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, bersama Heni, saya mengumpulkan sekitar segenggam kembang yang telah mekar. Pohon itu melilit di sebatang tanaman mengkudu yang cukup tinggi, jadi sebagian besar tajuk yang sarat dengan bunga sulit untuk diraih. Seorang satpam dan beberapa pengendara motor, menatap kami dengan rasa ingin tahu tapi saya tidak peduli. "Fokus, fokus, dan lupakan budaya malu", oceh saya ke Heni yang sepanjang proses 'panen' terus cekikikan tanpa henti. 

Kembang Telang, Si Pemberi Warna Biru Alami


10 September 2014

Crispy Almond Cookies


Tidak ada yang sulit dalam membuat kue kering ini, maksud saya tidak ada yang sulit ketika mencampur dan mengaduknya menjadi adonan. Musibah baru terjadi ketika tahap memanggangnya! Kue menempel erat di kertas baking yang saya gunakan untuk memanggang seakan-akan direkatkan dengan lem super sehingga ketika saya nekat menariknya maka yang terjadi adalah crispy almond cookies dengan selembar kertas di baliknya. Well memang sih kertas baking yang telah dipanggang dengan suhu 180'C selama 5 menit membuat teksturnya menjadi renyah dan bersama selapis kue kering di atasnya maka rasa si kertas menjadi lebih lezat. Tapi tobat, masa saya harus menyantap setoples kue ini bersama kertasnya? Apa kata dunia?!

Ujung-ujungnya saya pun menyalahkan kertas baking yang saya pergunakan, sepertinya kali ini kualitasnya kurang begitu oke. Jadi bagi anda yang hendak mencoba membuat almond cookies yang tipis seperti kertas ini maka rule number one yang harus anda perhatikan adalah persiapkan perut dan mental anda untuk menyantap kue berlapis kertas! Eits saya hanya bercanda, yang benar adalah persiapkan dengan baik kertas baking yang anda gunakan dan jika anda memiliki silicone mat, itu lebih baik. ^_^


25 August 2014

Kue Kering Kismis dengan Choco Chips - Cookies dengan rasa nano-nano ^_^


Okeh, saya tahu jika Lebaran telah lama lewat. Lebaran yang selalu identik dengan kue kering telah berlalu dan saat itu saya bahkan tidak menampilkan resep kue kering sama sekali di JTT. Nah walau menurut anda momennya sudah basi namun saya tetap akan berbagi satu resep kue yang saya buat satu minggu sebelum Lebaran bersama adik saya, Wiwin. Saat itu kami berdua membuat beberapa jenis kue kering yang karena keterbatasan waktu dan tenaga tidak sempat saya tulis dan posting disini. Selama dua hari, Sabtu dan Minggu, saya dan Wiwin pontang-panting mengejar waktu yang terbatas untuk memanggang bertoples-toples kue kering supaya bisa dibagikan ke kerabat dan teman saat hari yang fitri tiba. Sebagian besar hasil karya kami dibawa ke rumah kakak saya, Wulan, di Batam, karena tahun ini keluarga saya melewati Lebaran disana.

Nah salah satu kue kering yang selalu banyak peminatnya selain nastar adalah kue yang saya posting ini. Selain mudah dibuat dengan bahan yang juga mudah diperoleh, adonan kue ini juga fleksible untuk anda modifikasi isinya dan 'simsalabim', merubahnya menjadi jenis kue kering lainnya. Anda bisa menambahkan kacang-kacangan cincang, buah kering seperti kismis, kurma, atau cranberry, atau choco crunch dan corn flakes. Uniknya semakin banyak campuran isi yang anda masukkan maka kue akan semakin garing dan renyah. ^_^


19 June 2014

Flowers Cookies - Simple Cookies Tanpa Telur


Terkadang satu resep yang unik membuat saya tergelitik untuk mencoba karena melihat bahan penyusunnya yang sedikit berbeda dengan resep umumnya. Biasanya jika sudah menemukan yang seperti itu maka tanpa banyak pikir lagi saya langsung menggotong laptop ke dapur, menyiapkan peralatan perang membuat kue dan dengan harapan segunung mulai mengeksekusinya. Itulah yang terjadi saat menemukan resep kue kering yang saya tampilkan kali ini. Prosesnya super mudah, tidak menggunakan mikser selayaknya resep cookies lainnya, tanpa telur dan semua bahan cukup diaduk-aduk. Dan bagi anda yang sering sekali bertanya ke saya bagaimana caranya memanfaatkan sisa krim kental yang ada di kulkas, maka kali ini krim tersebut mungkin bisa menjelma menjadi kue kering yang mudah ini. 

Untuk menghasilkan kue kering yang renyah, harum, dengan rasa dan aroma butter yang kuat maka biasanya sejumlah besar mentega dan gula dikocok hingga mengembang kemudian telur pun ditambahkan. Dikarenakan cookies ini tidak menggunakan mentega dan telur maka teksturnya tentu saja tidak akan serenyah kue kering umumnya. Selain itu aromanya juga kurang harum. Memang ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kemudahan dan versi yang lebih sehat. Untuk tekstur dan rasanya sendiri  saya rasa kue cukup empuk dengan rasa yang yummy.  Nah bagi anda yang memiliki putra putri yang alergi dengan telur mungkin resep ini bisa dicoba di rumah.


30 May 2014

Resep Pembaca JTT : Pie Susu a la Veggy


Assalamualaikum wr. wb. Mbak Endang, selamat malam... Oiya, saya seneng banget nemu blog JTT.... Saya beberapa kali nyoba resepnya dan gak ada yang gagal. Alhamdulillah. 

Maksud saya kirim email ini mau nanya dan request resep dari Mbak Endang nih.... Saya itu tertarik banget sama yang namanya Macaron.... Imut-imut dan enak rasanya .... Tapi saya nggak berani nyoba bikin Mbak .... Takut gatot (gagal total) karena lihat resep di internet nggak ada yang bisa bikin hati saya sreg. Pikir saya ah nggak bisa ngandalin blog lain kecuali JTT tercinta.... Hehehe. Kapan nih sekiranya Mbak Endang coba-coba Macaron? Saya cuma percaya resep yang unik-unik klo Mbak Endang sudah posting. :)

Oiya Mbak, maaf kalau saya banyak cerita, saya sebenarnya mau share info resep Pie Susu khas Bali nih Mbak yang sudah berkali-kali saya buat, enak, sedep, renyah, dan pas mau dimakan rasanya garing kulit pie dan adonan susu yang dipanggang jadi maknyusss (jadi ikutan lebay nih Mbak) hahaha...

Pengen deh kalau Mbak Endang coba buat pie susu ini yang super duper mudah.... Maaf kalau saya lancang kasih-kasih info, maapin ya Mbak :)    

Veggy Viarda 


16 May 2014

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah


Anda masih ingat dengan makanan kecil bernama geti wijen? Setidaknya di kampung halaman saya di Paron dan beberapa daerah lainnya di Jawa menyebut makanan ini dengan nama demikian. Mungkin di daerah anda memiliki nama lain yang bisa anda share disini. Namun yang jelas penganan ini sudah ada sejak saya masih kanak-kanak, sejak jaman Simbah dan sampai sekarang saya yakin masih banyak warung di Jawa yang menjualnya. Sudah sangat lama saya tidak pernah mencicipinya lagi, mungkin sejak bertahun-tahun yang lalu. Dulu ketika masih kuliah di Jogya, terkadang seorang teman kost yang baru saja kembali dari mudik di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya suka membawa geti sebagai oleh-oleh. Teksturnya yang keras dengan rasa yang manis bercampur gurihnya wijen memang menjadikan geti sebagai camilan yang cukup banyak penggemarnya. 

Nah kebetulan saya memiliki banyak wijen putih dan hitam yang selalu tersedia di dapur, saya memang sengaja menyediakannya karena terkadang wijen-wijen ini dipergunakan untuk memberikan sentuhan khas pada masakan Korea. Sering juga saya menaburkan sedikit wijen putih pada semangkuk cereal buah membuat sarapan pagi menjadi lebih bergizi. Kali ini dengan sedikit usaha, geti wijen dengan mudah bisa di buat sendiri di rumah hanya dalam tempo 15 menit saja. ^_^


10 April 2014

Kastangel: Si Gurih Renyah dengan Cita Rasa Keju yang Nendang ^_^


Walau Lebaran masih jauh dari tiba, tapi tidak ada salahnya kalau kita coba membuat kue kering yang menjadi menu wajib kala Idul Fitri. Tips supaya rasa kejunya benar-benar terasa adalah dengan memilih jenis keju cheddar dengan aroma yang kuat dan jangan ragu-ragu untuk memasukkannya dalam jumlah banyak. Si kastangel ini terasa super cheesy dan garing!

 
Kastangel yang merupakan salah satu kue kering khas Lebaran ini bukan merupakan kue favorit saya. Rasanya yang asin gurih khas keju itulah yang menjadi alasan mengapa saya selalu menghindarinya. Rasa keju di camilan seperti kue kering memang tidak begitu saya sukai, berbeda ketika rasa keju tersebut kuat terasa di saus lasagna atau spaghetti. Tidak heran kastangel merupakan kue yang tidak menggelitik  minat saya untuk dicoba. Walau beberapa pembaca JTT sering menanyakan resep kastangel, namun berulangkali saya hanya bisa memberikan janji-janji surga, suatu saat kue ini akan saya buat dan hadirkan disini. Namun janji tinggallah janji hingga libur saat Pemilu kemarin.  

Bengong tidak tahu apa yang harus dikerjakan sementara rumah telah mengkilap bersih membuat saya pun membuka-buka file folder blog dan menemukan judul kastangel disana tanpa ada resep yang ditulis sama sekali. Saya teringat waktu itu memang berniat untuk mengeksekusi satu resep kastangel hanya saja kemudian teralihkan dengan resep lainnya yang lebih menarik. Nah kebetulan sepotong keju edam telah lama 'ngendon' di kulkas jadi walau didera rasa malas harus mengotori dapur yang telah 'kinclong' sayapun menyeret kaki kesana. ^_^


07 April 2014

Linzer Torte - Dari kacang tanah pun tetap lezat!


Dua minggu terakhir ini dapur rumah Pete mengalami perbaikan besar-besaran, pasalnya bukan karena saya kelebihan budget dan kemudian mendadak mendapat ilham untuk membuatnya menjadi cantik tetapi karena langit-langit dapur yang bocor. Langit-langit ruang makan dan dapur terbuat dari semen cor-coran, dan sepertinya kontraktor yang mengerjakannya dua tahun yang lalu menggunakan bahan dengan kualitas 'abal-abal' (lebih banyak pasir dan sedikit semen), akibatnya ketika musim hujan sedang parah-parahnya beberapa waktu yang lalu, air yang menggenang di lantai yang terbuka di atas merembes meninggalkan bercak-bercak hitam, berjamur dan menyebar kemana-mana. Karuan saja tampilan dapur pun menjadi kusam, kotor dan berbau apak.

20 December 2013

Bingka Pandan: Lembut dan Harum


Entah kekuatan apa yang merasuki saya tadi malam, ketika jam telah menunjukkan pukul delapan malam tiba-tiba keinginan untuk membuat bingka pandan ini mencuat. Mungkin karena melihat prosesnya yang mudah atau karena semua bahan-bahannya tersedia di dapur sehingga tanpa pikir panjang lagi saya langsung membuatnya. Merasa satu resep kurang banyak bagi teman-teman kantor yang selalu kelaparan saya langsung mengeksekusi dua resep sekaligus. Membuatnya memang mudah, semua bahan cukup dimasukkan ke dalam blender dan proses hingga smooth. Tapi masalah terbesar yang muncul adalah kue bingka dengan kandungan airnya yang tinggi membutuhkan waktu yang lama dan lama untuk membuatnya matang dengan tuntas. Alhasil saya harus menunggu hingga pukul sebelas malam sebelum bisa terjun bebas di atas kasur. Capek, lelah, mengantuk, sambil dalam hati menggerutu. "Bingka, bingka betapa lamanya memanggangmu Nak"!


16 December 2013

Cookies Bunga Mawar - Tanpa Telur!


Ada satu kue kering yang dulu waktu saya masih kecil sering sekali dibuat oleh tante-tante saya di Tanjung Pinang, Riau, kue semprit. Dinamakan demikian karena kue di masukkan ke dalam cetakan dan didorong keluar melalui lubang yang panjang bergerigi. Teksturnya garing, dan renyah dengan rasa butter yang kuat. Seingat saya kue ini juga super duper mudah dibuat sehingga menjadi kue favorit Ibu saya selain nastar. Di Tanjung Pinang, waktu itu, lebaran selalu dirayakan dengan meriah. Ibu-ibu dan kaum wanita di setiap rumah yang beragama muslim, dua minggu sebelumnya telah sibuk meggoreng kacang dan membuat aneka kue-kue kering. Di antara saudara yang lain, Ibu saya yang paling tidak ahli membuat segala macam penganan yang bernama kue, karena itu setiap tahun Ibu akan mengundang bala tentara (biasanya selama dua hari) untuk membuat stick keju, nastar dan kue semprit. Cukup tiga macam kue ini saja karena yang paling mudah dan banyak penggemarnya.  ^_^


12 December 2013

Cookies Coklat Kupu-Kupu dengan Almond - Bebas Gluten, Casein dan Telur!


Sekitar tiga bulan yang lalu, saya mendapatkan tantangan tak terelakkan dari kakak saya, Wulan, yang tinggal di Batam. Membuat kue kering gluten free untuk Ellan, putranya yang berusia dua tahun. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, keponakan saya ini alergi dengan gluten, telur, produk kedelai dan produk yang mengandung casein (susu dari hewan serta produk olahannya). Walau banyak cookies gluten free yang dijual di supermarket seperti Food Hall dan Kemchick, namun Ellan mudah bosan sehingga lebih banyak kue yang terbuang dibandingkan yang masuk ke dalam mulut mungilnya.

Terus terang pengalaman saya membuat kue kering bebas gluten sangat minim, salah satu dan hanya satu-satunya resep yang pernah saya coba hanyalah biskuit maizena yang pernah saya posting sebelumnya. Jika anda berminat silahkan klik link disini. Biskuit itu pun masih menggunakan telur dan mentega, dua bahan yang juga menjadi pantangan bagi Ellan! Sedangkan kali ini saya harus membuat kue yang selain bebas gluten, juga bebas telur dan bebas mentega atau margarine. Hasil browsing saya ke aneka web dan blog yang mengusung resep gluten free walau tidak menghasilkan resep kue yang sesuai dengan keinginan namun setidaknya membuka wawasan dan memberikan secercah harapan. Jadi untuk project kali ini saya akan mengutak-atik resep versi saya sendiri. ^_^

22 October 2013

Gluten Free Oatmeal, Choco Chips, Almond & Raisin Cookies


Demam OCD melanda, yang ini bukan Obsessive-Compulsive Dissorder tetapi Obsessive Corbuzier's Diet. Bukan saja di televisi ramai membicarakan mengenai diet a la Deddy Corbuzier ini tetapi di kantor saya pun demikian. Nah, saya pun harus mengakui bahwa saya adalah salah satu yang terkena demamnya. Sudah satu bulan ini saya menjalankannya dan lumayan juga, sekitar 4 kilo lemak (atau air?) hilang dari tubuh saya, membuat saya berjingkrak girang kala jarum timbangan mulai menunjukkan angka di bawah 60 kg. Sejak usia merangkak naik (selalu faktor usia disalahkan!) berat saya tidak pernah beranjak dari angka 60-an, paling sering bertengger di angka 65 kg dan itu sudah termasuk kategori overweight kalau dilihat dari Body Mass Index (BMI). 


Melihat tubuh saya yang 'sedikit' mengecil, teman-teman di kantor pun menjadi ribut dan mulai menerapkan OCD juga. Awalnya tidak mudah, apalagi bagi saya yang selalu rutin sarapan, peminum coklat susu di pagi hari dan ngemil di malam hari. Satu minggu pertama kepala terasa berdenyut dan otak saya hanya penuh dengan aneka makanan yang akan saya sikat di siang hari. Tapi setelah seminggu terlewati dan merasa celana yang dulu sesak mulai terasa sedikit longgar, semangat pun tumbuh dan proses dilalui dengan mudah. Tiga minggu lewat mulailah saya rajin update foto profile di WhatsApp dan meminta Wiwin dan Tedy, dua adik saya yang juga overweight untuk melihat tampilan saya saat ini sambil dengan pe-de melancarkan motivasi. Mereka pun menjadi heboh dan meminta saya mengirimkan e-book OCD yang bisa di-download gratis di internet. Setelah satu minggu e-book saya kirimkan, saya pun iseng telp ke Wiwin, "Gimana progressnya? Turun berapa kilo"? tanya saya penasaran. "Huaa, aku nggak sanggup! Berat! Tiap hari lihat tahu goreng di meja aku sikat dan kepalaku cuman penuh dengan tahu goreng dan cabai rawit. Enak banget!". Untuk memulai program diet apapun memang nomor satu yang kita perlukan hanyalah niat. ^_^

18 September 2013

Checkerboard Cookies - Si Kue Papan Catur


Satu sifat yang saya sangat, sangat sulit untuk mewujudkannya adalah kerapian, dan kerapian dalam menciptakan makanan mungkin menjadi problem terbesar diantara tuntutan kerapian-kerapian yang saya perlukan dalam keseharian pekerjaan yang saya lakukan. Pusing? Terus terang saya sendiri 'liyer' membaca paragraf pertama postingan saya kali ini. Okeh kita lanjut! Lantas apa hubungannya antara kerapian dengan kue yang kali ini saya posting? Sejak pertama kali saya melihat tampilannya di salah satu web, saya tahu membuat checkerboard cookies  ini sepertinya akan mengerahkan semua ketelatenan dan kerapian yang 'jika' pernah ada dalam diri saya maka momen ini akan menjadi sarana yang tepat untuk membuktikannya. Anda tahu kan betapa amburadulnya kue-kue yang saya buat selama ini jika anda bandingkan dengan banyak blog kuliner di luar sana? Seringkali saya terkagum-kagum sendiri, bagaimana mereka mampu membuat cake, cookies, roti atau muffin yang begitu cantik, rapi tanpa ada belepotan sama sekali. 

Untuk rasa, saya yakin makanan yang saya buat selezat yang mereka buat juga, tapi untuk tampilan benar-benar membuat saya sama sekali tidak pe-de! Dan ketika teman atau salah satu keluarga berkomentar, "Enak Ndang! Tapi penampakannya tidak layak jual sama sekali", saya hanya bisa nyengir kuda sendiri.


23 August 2013

Nastar a la Ny. Liem


Apa alasan utama yang membuat saya malas membuat nastar? Alasan pertama karena menggelindingkan nastar memerlukan waktu yang lama sehingga menyelesaikan satu adonan resep saja telah cukup membuat encok pegel linu singgah di pinggang. Nah alasan kedua adalah nastar adalah kue favorit saya yang sebuah tidak akan pernah cukup! Jika sudah masuk ke dalam mulut maka satu toples bisa amblas tak bersisa dalam sekejap. Setelahnya maka saya akan menjerit dan menyesal saat teringat betapa tingginya kalori si nastar.  Saat Lebaran kemarin, adik saya Wiwin telah mewanti-wanti saya agar tidak terlalu banyak membuat kue ini. Kami berdua penggemar beratnya dan terlebih lagi adik saya sepertinya agak-agak 'kecanduan' tepung, sehingga kue kering apapun yang nampak di depan matanya pasti akan disikat. Pengalaman tahun lalu, berat badan kami langsung naik tiga kilo pada H+2 setelah Lebaran. Kali ini kami benar-benar tidak ingin mengulangi pengalaman yang sama. ^_^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...