Showing posts with label Kue dan Cookies. Show all posts
Showing posts with label Kue dan Cookies. Show all posts

24 May 2013

Donat: Kali ini tanpa kentang


Walau seringkali saya kebingungan menghabiskan makanan yang telah saya praktekkan sendiri, tetapi tidak menyurutkan semangat saya untuk mencoba membuatnya. Seperti hari Minggu kemarin saat saya melihat resep donat yang disebut-sebut mirip dengan donat Krispy Kreme. Membayangkan donat yang ringan selembut kapas menjadikan saya tetap nekat mencobanya walau tahu tidak ada satu pun orang di rumah (kecuali saya) yang harus menyantap semuanya. Ditambah lagi, bahan dan prosesnya sangat mudah, membuat semangat saya pun menjadi lebih menggebu.

Selama ini jika membuat donat maka saya biasanya mencampurkan adonannya dengan kentang kukus yang dihaluskan (resep donat kentang silahkan klik disini). Pengalaman selama ini, donat dengan kentang memiliki tekstur yang empuk dan lembut, bahkan saat disantap keesokan harinya. Namun siapa sih yang tidak tertarik untuk mencoba jika ada resep yang lebih simple? Jadi ketika membaca resep donat tanpa kentang namun memiliki tekstur seempuk Krispy Kreme saya pun langsung tak sabar untuk membuktikannya. ^_^


14 May 2013

Kue Tepung Beras Isi Gula Merah


Beberapa waktu lalu rekan sekantor saya Dewi membawa sekotak besar berisi kue yang terbuat dari tepung beras, warnanya putih dan bentuknya seperti kepalan tangan. Tampilannya memang terlihat unik dan aneh tapi ternyata rasanya sangat lezat, mirip-mirip seperti kue putu bambu yang banyak dijual oleh abang-abang di gerobak di tepi jalan. Bedanya kue ini tidak berisi gula merah di bagian tengahnya. Menurut Dewi namanya kue pohul-pohul dan merupakan salah satu kue tradisional suku Batak. 


Anyway, resep dari Dewi terdengar simple dan mudah, tipsnya hanyalah gunakan tepung beras yang masih fresh yang baru saja digiling dan dibuat dari beras dengan kualitas yang baik. Tepung beras yang seperti ini akan menghasilkan kue yang empuk, lembut dan harum. Takarannya? "Pokoknya kelapanya makin banyak makin enak, takarannya nggak tahu, Ibu yang buat." Oke, apa sih susahnya membuat kue ini, pikir saya. Semua bahan cukup dicampur dan diaduk jadi satu, supaya tampilannya lebih keren saya pun mencetaknya menggunakan cetakan berlubang untuk bolu kukus. Nah karena malas menggiling tepung di pasar maka saya pun membuat tepung beras sendiri dengan menggiling beras yang telah direndam dan diangin-anginkan hingga kering di coffee grinder. Hasilnya? Tidak selezat kue buatan Dewi tapi cukup mantap untuk nyamikan di sore hari.... ^_^


25 April 2013

Basic Buttermilk Biscuits


Biskuit a la Amrik dan terkadang Kanada memang berbeda dengan biskuit garing renyah yang umum kita temukan di sini. Dikedua negara tersebut biskuit merupakan sejenis kue yang lembut, mengembang seperti cake, terkadang mirip dengan scones namun dengan tekstur yang lebih lembut dan lebih kembang. Walaupun ragi biasa juga digunakan sebagai bahan pengembang dalam biskuit namun seringkali perannya digantikan dengan baking powder dan baking soda. Di Inggris dan negara-negara di Eropa, biskuit mengacu pada sejenis kue kering/cookie atau seperti cracker di US. Biskuit di Inggris dan Irlandia bisa memiliki rasa yang asin dan gurih, umumnya disebut dengan cracker atau manis seperti biskuit coklat, biskuit dengan krim custard atau biskuit kacang. Walaupun seringkali biskuit dan cookie dianggap sebagai jenis kue yang sama namun sebenarnya cookie memiliki tekstur yang lebih empuk dan lembut dibandingkan biskuit. 


19 April 2013

Apple Hand Pies versi Panggang


Oke, pie apple ini mungkin tidak serenyah seperti pie-pie lainnya yang pernah saya buat dan tampilkan di blog. Hmm, misalnya saja resep strawberry pie ini, atau chicken pot pie yang ini atau pie mangga ini. Namun percayalah, kekurangrenyahan ini bukan karena resep yang kurang maknyus, melainkan proses yang saya lakukan kurang tepat dan ujungnya menghasilkan pie yang kurang nendang. Wokeh semua serba kurang, termasuk juga kurang skill, dan kurang membaca resep dengan seksama (sepertinya juga harus saya akui). Bagaimana dengan kurang memahami resep dengan baik? Oh yeah itu juga! Eits, tunggu dulu, jangan buru-buru meraih sandal atau sepatu yang bergeletakan di sekitar anda untuk dilemparkan ke saya. Swear, saya tidak bermaksud berkelit dengan menulis aneka ragam alasan untuk menutupi kenyataan bahwa pie ini memang kurang renyah! ^_^


09 April 2013

Kue Mangkuk Gula Merah


Sebuah toko kue kecil di Mall Ambasador, sebelah kantor saya, memiliki keunikan. Semua kue-kue yang dijajakan adalah jenis kue tradisional. Mulai dari lemper, apem, klapertaart, ongol-ongol, lumpia, getuk serta aneka kue bolu dan cake kukus. Salah satu yang menjadi favorit saya jika singgah di toko ini adalah kue mangkuk gula merahnya. Warnanya merah gelap, legit, sedikit liat, dengan ukuran yang agak besar. Mantap! Ternyata bukan hanya saya saja yang menjadi penggemarnya, beberapa teman di kantor juga mengakui kelezatannya. Tak heran kue ini sering cepat habis, ludes diburu peminatnya.

Selain rasa kue-kuenya yang lezat, tampilan dan kemasan kue-kue di toko ini juga sangat menarik. Tak heran walau mengusung tema tradisional, toko tersebut mampu bersaing dengan aneka bakery yang banyak malang melintang dan terus bermunculan di setiap titik di mall. Namun kembali lagi ke slogan 'ada rupa - ada rasa', kue yang dijajakan memang dibandrol dengan harga di atas rata-rata umum kue sejenis lainnya.


01 April 2013

Nagasari si Kue Pisang


Saya sangat suka dengan kue-kue tradisional Indonesia. Menurut saya kue tradisional kita memiliki cita rasa yang khas dan unik serta tidak bisa digantikan dengan kue-kue modern. Selain itu kue tradisional umumnya terbuat dari tepung beras, tepung ketan atau tapioka dengan komposisi bahan yang simple sehingga bagi mereka yang alergi dengan tepung gandum bisa turut menyantapnya. Jadi mengapa harus bersusah-susah mencari makanan gluten free di supermarket yang harganya tidak bisa dibilang murah jika koleksi kue-kue tradisional sebenarnya cukup banyak yang gluten free?

Walau saya suka dengan rasanya namun untuk urusan membuatnya hmm.... nanti dulu. Ribet selalu menjadi alasan utama. Contohnya kue pisang atau nagasari yang saya posting kali ini. Dibandingkan dengan membuat muffin atau pancake yang hanya cemplung sana sini, aduk sekedarnya dan panggang, maka kue ini memerlukan ketelatenan. Apalagi jika berurusan dengan proses memasak tepung beras dengan santan, ketakutan terbesar saya adalah adonan yang berbintil-bintil. Tapi kapan lagi saya akan mulai mencobanya? Jadi ketika hari Jumat kemarin saya membuka-buka koleksi buku resep masakan Ny. Liem dan menatap resep kue pisang, saya pun mencetuskan untuk membuat kue pisang pertama saya. Yep, ternyata memang membutuhkan sedikit perjuangan. ^_^



27 March 2013

Muffin Donat dengan Taburan Gula: Simple but maknyus!

  
"Mengapa ya kue ini dinamakan donat"?, bertanya sambil memutar-mutar sebuah muffin donat di tangan. "Kenapa di pertanyakan"?, menjawab sambil mengunyah dengan penuh antusias dan mata terpejam menikmati. "Karena kan bentuknya tidak bulat berlubang, tidak digoreng walau ada jenis donat panggang juga, tidak menggunakan ragi pada adonannya, dan tidak terasa seperti donat sama sekali", sedikit ngotot memberikan argumen. "Hmm, yah mungkin nama tersebut diberikan karena ada taburan gula pasir di permukaannya, jadi tampilannya mirip dengan donat jaman dulu", membuka mata dan mulai berpikir juga. "Trus kenapa namanya muffin"?, lanjut bertanya untuk menunjukkan rasa ingin tahu walau jawabannya sudah jelas. "Jelas muffin lah, adonan seperti adonan muffin, kamu panggang di loyang muffin, dan teksturnya mirip seperti cake dan muffin. Kenapa masih tanya?", mulai naik darah. "Hmm, yah okeh. Lho kok muffin donatnya habis" ?!, melongo menatap ke piring kosong. "Kamu kebanyakan ngoceh sih, semua sudah aku sikat habis", menepuk perut dengan puas.


19 March 2013

Dorayaki Isi Pasta Kacang Merah


Setiap kali melihat Doraemon menyantap dorayaki maka air liur saya kontan menetes dan sambil menelah ludah saya pun sibuk berpikir seperti apa sih rasanya? Kue berbentuk bundar dengan selapis pasta kacang merah di tengahnya ini sempet kondang beberapa waktu lalu saat tayangan kartun Doraemon booming di tanah air. Untuk mengobati rasa penasaran para penggemar kartun ini, maka konter-konter kue dorayaki pun banyak dibuka di mall-mall. Lucunya setelah banyak dijual di luaran dan setelah saya melihatnya dengan mata kepala sendiri bentuk aslinya, saya justru tidak tertarik untuk membelinya sama sekali. Karena ternyata, kue ini mirip dengan pancake berukuran mini yang dibentuk sandwich dengan pasta kacang merah sebagai isinya. Nah karena mirip dengan pancake maka pastilah rasanya tidak jauh berbeda, hingga bulan lalu saat saya berkunjung ke sebuah supermarket makanan Jepang dan Korea yang letaknya tidak jauh dari rumah, dan saya membuktikan pendapat saya. Kue ini memang memiliki bentuk, rasa dan aroma yang hampir mirip dengan pancake. ^_^


07 March 2013

Resep Pembaca JTT: Martabak Manis a la Chanti


Anda tahu berapa kali saya harus membuat martabak manis ini hingga akhirnya berhasil mendapatkan martabak yang saya inginkan? Lima kali. Yep, lima kali saya telah membuatnya dan baru kali ke lima lah saya puas dengan hasilnya. Lembut, bersarang dan empuk. Kali pertama saya membuatnya, walaupun hasilnya tidak bisa dibilang bantat, namun kurang bersarang dan lembut. Resepnya bisa anda klik disini. Percobaan kedua, martabak justru bantat total, tidak bersarang sama sekali dan tentu saja berakhir di tempat sampah. Martabak ketiga, sedikit bersarang tetapi karena terlalu tebal maka ketika bagian dasarnya telah gosong, permukaannya belum matang, rasanya sama sekali bahkan tidak seperti martabak, yang ini juga mendarat di tempat sampah. 

Setelah percobaan ketiga yang gagal, saya lantas berhenti sejenak untuk menarik nafas dan mencari strategi lainnya. Saya tahu resep martabak manis satu dan lainnya hampir sama, namun saya yakin pasti ada tips dan trick pada proses pembuatannya  yang menjadikannya berhasil atau justru gagal yang tiba. Iseng-iseng saya bertanya ke teman saya, Chanti di Aceh yang  jago membuat kue, melalui email. Jawabannya membuat saya bersemangat untuk kembali mencoba trial keempat dan kelima. Anda ingin tahu hasilnya? Yuk lanjut! ^_^


06 February 2013

Biskuit Maizena: Lezat & gluten-free!


Moody. Satu sifat yang menempel erat dalam karakter saya dan seringkali membuat saya merana sendiri. Jika teringat betapa mudahnya saya menjadi tidak bersemangat, kehilangan minat dan 'mati gaya' hanya karena satu atau dua masalah maka betapa saya mengidamkan untuk menjadi sosok yang stabil, persistent dan fokus pada suatu tujuan. Memasak pun menurut saya memerlukan mood yang bagus agar saya semangat memulainya. Gunungan resep di draft blog saya tak terhingga banyaknya dan terus bertambah hari demi hari berharap satu hari nanti resep-resep tersebut akan terwujud di dapur dan menambah satu lagi koleksi resep di JTT. 

Tapi tentu saja mimpi hanyalah tinggal mimpi, karena untuk menggerakkan kaki ini ke dapur saja alamak beratnya. Apalagi setiap kali pulang dari kantor dan menatap kondisi rumah yang acak-acakan - minggu lalu kakak saya dan keluarganya menginap beberapa hari di  rumah Pete - menjadikan saya semakin enggan bereksperimen di dapur. Karena untuk memulai satu resep saya harus membersihkan lantai hingga mengkilap, mencuci tumpukan piring dan baju serta menyikat kamar mandi. Ahh, rumah ini telah memperbudak saya. ^_^


22 January 2013

Crispy Chocolate Chips Cookies: Sempurna!


Beberapa waktu yang lalu ketika saya berkunjung ke mall Gandaria City, saya sempat singgah di salah satu toko coklat yang juga merangkap sebagai bakery. Aneka coklat, cookies dan brownies di jual di sana dengan tampilan yang menggiurkan, terutama cookies dan browniesnya. Hingga kini terus terang saya belum puas dengan brownies yang selama ini saya buat karena menurut saya kurang fudgy alias kurang legit, jadi tatkala melihat potongan tipis brownies yang terlihat menggoda saya pun lantas membeli dua potong brownies dan beberapa chocolate chips cookies yang dijual kiloan dengan harga yang cukup mahal. Rasa kue-kue ini sangat mantap dan memuaskan, benar-benar sesuai dengan yang saya inginkan. 

Sambil menunggu kasir menghitung belanjaan saya sempatkan diri melongok ke salah satu penjaga toko yang sedang asyik menata adonan cookies ke sebuah loyang lebar. Saya cukup terheran-heran kala melihat adonan cookies yang berbentuk gumpalan, mirip dengan adonan roti, tidak lengket sama sekali kala dipegang dan dipotong-potong dengan jemari tangan. Selama ini jika membuat drop cookies seperti ini maka adonan sangat lengket dan memerlukan sendok untuk membentuknya. Dan yang membuat istimewa lagi adalah saat gigitan pertama si cookies terasa sangat renyah dan lezat.



Rasa penasaran saya menjadi 'sedikit' berkurang ketika weekend kemarin saya menemukan resep cookies dari website berbahasa Prancis, Patiss.com. Anda bisa klik di link yang saya sertakan, di sana bahkan terdapat video proses pembuatannya yang mungkin bisa membantu anda dalam membuat kue kering ini. Prosesnya terbilang unik dan berbeda dengan resep cookies umumnya, walaupun adonan yang dihasilkan tidak mutlak sama dengan yang saya lihat di mall Gandaria City, karena masih sedikit lengket, namun tatkala adonan dimasukkan sebentar di kulkas maka adonan akan mengeras dan dapat dibentuk dengan jari tangan yang sedikit dibasahi dengan air.  Saat kue keluar dari panggangan dan saya comot sebuah untuk dicoba rasanya mantap, crunchy, crispy and delicious. Sempurna! ^_^




12 December 2012

Pancake Coklat Choco Chips dengan Saus Strawberry


Terus terang saya akui saya sangat menikmati blogging. Menikmati setiap detail proses yang harus saya lakukan demi menghasilkan satu postingan untuk ditampilkan di blog. Mulai dari proses pemilihan resep; hunting bahan; meracik dan mengolahnya; menatanya; mengabadikan setiap momennya dalam gambar a la fotografer karbitan, terakhir menuliskannya dalam cerita ala kadar gaya saya yang saya sendiri akui seringkali membuat jenuh pembaca. Menikmatinya ya. Puas? Masih jauh sekali. Belum ada satu postingan pun yang membuat saya puas, semua terasa kurang pas. Namun rasa tidak puas itulah yang menjadi pemicu bagi saya untuk terus dan terus belajar, mengasah dan memperkaya skill dan pengetahuan yang sangat cethek ini untuk menjadi sedikit lebih baik. Di atas itu semua, bagi saya berbagi pengalaman memasak dan informasi seputarnya di dunia maya memang mendatangkan kepuasan tersendiri, terlebih jika mendapatkan kabar gembira  bahwa resep tersebut sukses dicoba oleh lainnya. Hmm, mungkin saya memang mengidap penyakit narsis tingkat akut. ^_^



06 December 2012

Hong Kong Egg Tart



Egg tart atau egg custard tart merupakan sejenis tart pastry dengan custard (adonan yang terbuat dari campuran susu atau krim, gula dan kuning telur) yang umum ditemui di Hong Kong dan negara Asia lainnya, makanan ini berupa kulit pastry yang diisi dengan custard telur dan dipanggang. Egg tart terdaftar sebagai salah satu dari 50 Makanan Paling Lezat di Dunia versi CNN Go pada tahun 2011.

Tart dengan isi custard pertama kali diperkenalkan oleh kedai-kedai teh  di Hong Kong pada tahun 1940. Makanan ini kemudian di sajikan juga di cafe-cafe a la western dan bakery sebagai teman minum teh, tujuannya agar bisa bersaing dengan dim sum yang telah lebih dahulu dikenal. Seiring dengan meledaknya sektor perekonomian pada tahun 1950 dan 1960, kedai teh Lu Yu menjadi pemimpin dalam memperkenalkan mini egg tart. Irosnisnya, mini egg tart ini justru sekarang menjadi makanan yang umum disajikan di dim sum dan memiliki rasa yang lebih lezat dibandingkan dengan yang dijual di bakery.

Teori lain mengenai sejarah egg tart mengatakan bahwa Hong Kong egg tart sebenarnya merupakan hasil adaptasi custard tart a la Inggris. Guangdong, dikenal memiliki interaksi yang lebih sering dengan dunia Barat, terutama Inggris, dibandingkan dengan daerah lainnya di China. Sebagai koloni utama Inggris, Hong Kong mengadopsi beberapa kuliner a la Inggris. Ada juga teori yang menyebutkan bahwa egg tart sebenarnya merupakan hasil evolusi tart pastry sejenis yang sangat mirip di Portugis yang dikenal dengan nama pastel de nata, makanan ini diduga berlayar ke Hong Kong melalui koloni Portugis di Macau.


26 November 2012

Churros: Snack lezat dari Spanyol


Churros, seringkali di sebut dengan donat a la Spanyol, merupakan makanan ringan/snack sejenis pastry yang digoreng, terbuat dari adonan dasar choux. Choux sendiri merupakan adonan pastry ringan yang umum digunakan untuk membuat kue sus a la Indonesia, profiteroles, eclairs, beignets, atau crullers. Churros sangat terkenal di Spanyol, Perancis, Filipina, Portugis, Amerika Latin dan U.S. Ada dua macam tipe churros di Spanyol, jenis yang pertama umumnya tipis (terkadang dengan bentuk simpul) sedangkan yang lain berbentuk panjang, dan tebal. Churros biasanya disantap saat sarapan pagi dengan dicelupkan pada minuman coklat panas yang kental. Sebagaimana adonan choux yang saya sebutkan di atas maka adonan churros hanya terbuat dari mentega, air, tepung terigu, dan telur. Adonan churros tidak mengandung bahan pengembang seperti baking powder atau baking soda, karena adonan yang basah akan membentuk uap air yang banyak dan menggelembungkan adonan kala digoreng dengan suhu yang tinggi. 


06 November 2012

Bolu Kukus Mekar & Tips: Akhirnya Ngakak Juga!


Bolu kukus, kue dari jaman nenek dan kakek kita ini memang tak lekang oleh waktu dan jaman. Sejak saya masih kecil hingga sekian puluh tahun kemudian kue ini tetap banyak dijual dan mudah dijumpai di pasar maupun toko kue, tidak pernah sepi akan peminat. Tentu saja variasinya menjadi beraneka ragam, mulai dari warna, bahan maupun jenis mangkuk kertas yang digunakan, namun umumnya kue ini tetap sama dari segi rasa dan teksturnya. Karena begitu populernya maka tidak heran jika banyak yang penasaran untuk mencoba membuatnya sendiri, apalagi bahan bolu kukus terbilang sangat simple dan harganya pun terjangkau. Salah satu yang penasaran itu adalah saya tentunya. Puncak keberhasilan membuat bolu kukus adalah ketika kue ini berhasil mekar dengan sukses. Itu tantangan terbesar atau kalau saya bisa bilang 'masalah terberat'? Karena dari tiga kali membuat bolu kukus tidak ada satupun yang berhasil ketawa, semua 'mingkem' berjamaah. Tobat!


21 October 2012

Cracker Ubi Jalar - Sweet Potato Crackers


Weekend ini benar-benar menyengsarakan bagi saya, bengong sendirian di rumah, tidak ada rencana kemana-mana, maka semenjak pagi yang saya lakukan hanyalah tergolek di atas kasur sambil browsing tak tentu arah. Salah satunya adalah menyaksikan video tentang sepak terjang Jokowi di You Tube. Beliau adalah fenomena dan terus terang saya adalah pengagum beratnya. ^_^

Nah, kalau sudah browsing seperti itu biasanya ujungnya tidak jauh-jauh akan terdampar ke makanan. Ketika perut saya mulai keroncongan, mata saya pun melirik ke jam disudut laptop, waaks sudah hampir pukul satu siang dan pagi tadi saya hanya mengisi perut dengan segelas susu coklat. Saya pun berjalan ke dapur dan mencari-mencari simpanan makanan di kulkas, dan laci dapur. Tobat! Saya baru sadar jika saya tidak memiliki makanan siap santap sepotong pun. Segunung roti whole wheat menumpuk di freezer terpaksa saya abaikan karena tidak ada selai untuk menemaninya. Sebagian besar isi kulkas saya adalah bahan mentah yang beku yang membutuhkan perjuangan untuk mencairkan dan memasaknya. Kali ini saya benar-benar speechless.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...