Pak Kustandi bukan nama suatu resto atau warung makan yang menjual soto Betawi nan lezat. Pak Kustandi yang ini adalah rekan sekantor saya yang telah berbaik hati membagi resep soto Betawi yang telah turun temurun di wariskan di keluarganya ini. Bermula dari santap siang saya di Kedai Ria yang menyediakan soto daging Betawi yang lezat, sayapun menjadi penasaran dengan resep soto Betawi asli. Rupanya tidak perlu jauh-jauh saya mencarinya, karena Pak Kustandi memiliki resepnya yang ternyata sangat sederhana dan mudah. Rasanya? Hmm, lezat dan tidak kalah dengan soto Ria yang pernah saya ulas di artikel Jajan Yuk! Anda bisa klik disini untuk mengetahuinya.
Showing posts with label Masakan Betawi. Show all posts
Showing posts with label Masakan Betawi. Show all posts
26 September 2011
Soto Daging Betawi ala Pak Kustandi
Pak Kustandi bukan nama suatu resto atau warung makan yang menjual soto Betawi nan lezat. Pak Kustandi yang ini adalah rekan sekantor saya yang telah berbaik hati membagi resep soto Betawi yang telah turun temurun di wariskan di keluarganya ini. Bermula dari santap siang saya di Kedai Ria yang menyediakan soto daging Betawi yang lezat, sayapun menjadi penasaran dengan resep soto Betawi asli. Rupanya tidak perlu jauh-jauh saya mencarinya, karena Pak Kustandi memiliki resepnya yang ternyata sangat sederhana dan mudah. Rasanya? Hmm, lezat dan tidak kalah dengan soto Ria yang pernah saya ulas di artikel Jajan Yuk! Anda bisa klik disini untuk mengetahuinya.
Label:
Daging Sapi,
Hidangan Berkuah,
Masakan Betawi,
Soto
19 February 2011
Soto Betawi
Soto Betawi selayaknya kuliner Betawi lainnya memang sedap, kuah santannya sarat akan bumbu dengan potongan daging atau jeroan sapi yang direbus hingga empuk dan bumbunya meresap keserat-seratnya. Pelengkapnya adalah kentang yang digoreng dan emping. Paling pas dimakan dengan nasi panas dengan sambal yang pedas dan acar timun segar yang crunchy. Kunci rasa lezatnya adalah pada bumbu medok dan santan yang sedikit kental. Hmm, mantap!
Bagi anda yang sedang berdiet memang tidak disarankan untuk sering-sering menikmatinya. Kolaborasi daging, jeroan dan santan berlemak memang cukup membuat waswas. Tapi saya ada beberapa tips untuk menguranginya, sebaiknya hanya menggunakan daging sapi tanpa lemak dan hindari penggunaan jeroan. Santannya anda ganti saja dengan susu cair low fat. Nah, soto Betawi ini menjadi lebih sehat dan rendah lemak. Untuk rasanya anda tidak perlu khawatir, tetap lezat! Apalagi jika komposisi gula dan garam yang anda gunakan takarannya pas.
Berikut resepnya ya.
Label:
Daging Sapi,
Hidangan Berkuah,
Masakan Betawi,
Soto
31 December 2010
Pecak Ikan Gurame
Ketika saya sedang memposting artikel resep ini saya baru saja menikmati sepiring nasi panas dengan pecak ikan gurame sambil bertanya-tanya, apakah ada makanan yang lebih laziz dibandingkan ini serta dalam hati mengucap syukur atas kuliner Betawi yang mantap habis.
Pecak ikan gurame ini hanya satu dari sekian banyak masakan Betawi yang saya sukai kecuali tentu saja, semur jengkol :). Memang enak ketika sedang menyantap semur atau rendang jengkol tetapi setelahnya... Eng ing eng, tobat! Aroma kamar mandi dan BB mulut membuat setengah pingsan (lebay dot com).
Resep pecak ikan gurame ini hasil browsing beberapa web kuliner dan buku masakan kemudian saya mencobanya untuk melakukan modifikasi sendiri dengan menambahkan beberapa bahan di bumbunya. Hasilnya adalah kuah pecak yang kental, sarat bumbu dan nutty karena saya menambahkan kacang tanah dan mete goreng yang dihaluskan. Untuk ikannya anda bisa menggunakan ikan air tawar lainnya selain gurame, misalnya ikan mas, ikan mujair atau lele. Perciki kuah pecak dengan air jeruk nipis, rasa asam segar jeruk cocok sekali berpadu dengan kuah pecak yang kental membuat nafsu makan semakin bertambah.
Pecak gurame ini layak anda coba untuk memperkaya variasi lauk di rumah anda. Berikut resepnya.
Pecak gurame ini layak anda coba untuk memperkaya variasi lauk di rumah anda. Berikut resepnya.
Label:
Ikan Air Tawar,
Masakan Betawi
19 December 2010
Soto Tangkar
Wuih, rumah Pete sedang ada renovasi atap total. Mulai dari teras hingga ruang tamu hanya beratapkan langit, sehingga hujan deras mengucur dengan bebas. Bapak-bapak tukang sibuk berseliweran kesana kemari mengangkut kayu dan membersihkan sisa-sisa bongkaran untuk persiapan pemasangan kerangka baja.
Hmm, hujan-hujan begini enaknya memberi makan siang apa ya untuk Bapak-Bapak yang sedang bekerja keras ini? Pilihan saya jatuh ke soto. Segar berkuah dan sedap di makan dengan nasi putih. Bosan dengan soto yang hanya berkuah bening saja, saya memilih soto tangkar. Soto dari Betawi ini berkuah santan dan menggunakan jeroan sapi seperti paru dan babat. Mirip-mirip dengan soto betawi sebenarnya, bedanya soto tangkar tidak menggunakan kentang goreng didalamnya.
Jeroan sapinya saya rebus dahulu dengan bumbu soto hingga empuk dan bumbu meresap. Baru kemudian kuah kaldunya dimasak dengan santan hingga matang. Hasilnya, paru dan babat terasa lebih gurih dan tasty.
Jeroan sapinya saya rebus dahulu dengan bumbu soto hingga empuk dan bumbu meresap. Baru kemudian kuah kaldunya dimasak dengan santan hingga matang. Hasilnya, paru dan babat terasa lebih gurih dan tasty.
Label:
Daging Sapi,
Hidangan Berkuah,
Masakan Betawi,
Soto
27 November 2010
Kue Biji Ketapang Gurih, Manis & Renyah
Biji ketapang merupakan kue khas Betawi yang biasanya hadir saat lebaran. Mirip-mirip dengan saudaranya si kue bawang. Kue biji ketapang hadir dengan rasa yang manis, gurih dan renyah.
Beberapa kali makan kue biji ketapang, tapi baru satu yang menurut saya rasanya pas dengan selera saya. Kebetulan waktu itu saya bertamu ke rumah salah satu saudara tante di Depok. Nah, si Ibu pemilik rumah menjamu kita dengan satu stoples besar kue biji ketapang yang renyah dan gurih.
Tanya sana-sini resepnya, walaupun si Ibu tidak memberikannya secara detail, saya mencoba untuk mereka-reka sendiri resepnya. Yah, setidaknya hasilnya mirip dengan si biji ketapang yang saya makan waktu itu. Renyah, manis & gurih. Saya menambahkan kelapa muda parut yang disangrai sehingga kue menjadi lebih sedap.
Label:
Kue dan Cookies,
Masakan Betawi
Subscribe to:
Posts (Atom)








