Showing posts with label Masakan Betawi. Show all posts
Showing posts with label Masakan Betawi. Show all posts

08 January 2014

Asinan Sayur Betawi


Beberapa waktu yang lalu rekan kantor saya, Fifi membawa beberapa bungkus asinan sayur ke kantor. Aneka sayur segar yang crunchy bersama sepaket kecil sambal rawit hijau, kacang tanah goreng, dan kerupuk kuning di bungkus di dalam kantung plastik transparan. Seporsi asinan sayur ini kemudian masuk ke dalam perut saya saat makan siang, rasanya super laziz. Menurut saya asinan yang dibawa Fifi ini salah satu yang terlezat yang pernah saya santap selama tinggal di Jakarta. Fifi bercerita penjual asinan yang dibelinya ini selalu kebanjiran pembeli. Laris manis dan cepat sekali ludes,  jika kita berkunjung sedikit siang jangan harapkan untuk bisa mencicipinya. 

Asinan sayur sebenarnya makanan yang sangat simple, baik bahan dan proses pembuatannya. Kekuatan utama yang membuatnya berbeda antara asinan satu dengan lainnya adalah kuah kacangnya yang asam, asin, manis, dengan rasa pedas yang kuat. Tanpa saus kacang yang lezat maka makanan ini kurang terasa istimewa di lidah. Usut punya usut untuk menghasilkan saus kacang nan gurih bukan hanya menggunakan kacang tanah saja melainkan kacang mete pun memiliki peranan disini. Berbekal rasa yang saya kecap dari asinan yang di bawa Fifi, saya pun kemudian mencoba membuatnya sendiri di rumah. Tidak terlalu mirip, namun tidak  mengecewakan juga rasanya. ^_^


18 July 2013

Ikan Bawal Kuah Pecak


Beberapa waktu yang lalu, ketika adik saya Wiwin hendak merayakan ultahnya, maka kami berencana untuk mengumpulkan anggota keluarga yang ada di Jakarta untuk bersantap siang bersama di luar. Biasanya kalau dalam situasi seperti ini tiba-tiba saja tidak ada satupun restoran oke yang terekam di kepala. Saya dan Wiwin pun akhirnya sibuk googling sana-sini mencari restoran dengan kapasitas meja yang cukup besar, ber-AC dengan makanan yang enak dan terjangkau harganya. Pencarian saya justru membuat saya terdampar ke sebuah warung makan Betawi yang letaknya tidak jauh dari rumah adik saya. Namanya rumah makan Betawi H. Muhayar. Dari banyaknya rekomendasi menarik yang diberikan di internet membuat kami pun menjadi penasaran dengan rasa pecak ikan gurame yang menjadi favorit restoran tersebut. 


"Yuk kita cek dulu saja sebentar tempatnya. Kalau oke kita makan disana saja", usul Wiwin dan lima menit kemudian meluncurlah kami kesana. Walau jam masih menujukkan pukul sebelas siang namun warung telah cukup ramai dengan banyaknya pengunjung yang bersantap. Melihat tampilan makanan yang tersaji di masing-masing meja membuat kami menelan air liur, sepertinya menu pecak memang menjadi menu andalan disini, terbukti dari banyaknya pengunjung yang memesan makanan tersebut. Jenis ikannya bisa bervariasi, mulai dari gurame, lele, atau gabus yang digoreng namun guyuran kuah sambal di atasnya sama, kuah pecak. Sayangnya, warung makan tersebut tidak ber-AC dan kurang representatif untuk acara kami - mengingat keponakan-keponakan saya yang masih rata-rata berusia tiga bulan hingga 9 tahun - sehingga kami pun batal untuk santap siang di restoran itu. Tapi tunggu dulu, dua bungkus pecak gurame tetap saya pesan untuk dibawa pulang. Mana mungkin kan saya menyia-nyiakan kesempatan menikmati pecak H. Muhayar yang terkenal ini? ^_^


11 July 2013

Sayur (Sambal) Godog Betawi


Beberapa hari ini, tepatnya sejak minggu lalu, saya begitu ingin menyantap lontong dengan siraman kuah sayuran bersantan yang pedas dan nendang. Gara-garanya saya masih memiliki sisa beberapa buah lontong di kulkas dan setiap kali saya membukanya, lontong-lontong ini seakan memanggil-manggil untuk disantap. Selain membuatnya menjadi lontong tahu kecap, ada satu lagi hidangan yang selalu erat dikaitkan dengan lontong, yaitu lontong sayur. Dan sayur yang paling sedap untuk menemaninya apalagi kalau bukan sayur godog a la Betawi yang dibuat super pedas, dengan potongan daging sapi nan empuk dan cabai rawit merah yang dibiarkan utuh. Dijamin nafsu makan anda akan menggila, nafsu makan saya tepatnya, karena belum tentu anda penggemar berat lontong sayur seperti saya. ^_^ 


26 September 2011

Soto Daging Betawi ala Pak Kustandi


Pak Kustandi bukan nama suatu resto atau warung makan yang menjual soto Betawi nan lezat. Pak Kustandi yang ini adalah rekan sekantor saya yang telah berbaik hati membagi resep soto Betawi yang telah turun temurun di wariskan di keluarganya ini. Bermula dari santap siang saya di Kedai Ria yang menyediakan soto daging Betawi yang lezat, sayapun menjadi penasaran dengan resep soto Betawi asli. Rupanya tidak perlu jauh-jauh saya mencarinya, karena Pak Kustandi memiliki resepnya yang ternyata sangat sederhana dan mudah. Rasanya? Hmm, lezat dan tidak kalah dengan soto Ria yang pernah saya ulas di artikel Jajan Yuk! Anda bisa klik disini untuk mengetahuinya. 


19 February 2011

Soto Betawi


Soto Betawi selayaknya kuliner Betawi lainnya memang sedap, kuah santannya sarat akan bumbu dengan potongan daging atau jeroan sapi yang direbus hingga empuk dan bumbunya meresap keserat-seratnya. Pelengkapnya adalah kentang yang digoreng dan emping. Paling pas dimakan dengan nasi panas dengan sambal yang pedas dan acar timun segar yang crunchy. Kunci rasa lezatnya adalah pada bumbu medok dan santan yang sedikit kental.  Hmm, mantap! 


Bagi anda yang sedang berdiet memang tidak disarankan untuk sering-sering menikmatinya. Kolaborasi daging, jeroan dan santan berlemak memang cukup membuat waswas. Tapi saya ada beberapa tips untuk menguranginya, sebaiknya hanya menggunakan daging sapi tanpa lemak dan hindari penggunaan jeroan. Santannya anda ganti saja dengan susu cair low fat. Nah, soto Betawi ini menjadi lebih sehat dan rendah lemak. Untuk rasanya anda tidak perlu khawatir, tetap lezat! Apalagi jika komposisi gula dan garam yang anda gunakan takarannya pas.

Berikut resepnya ya.

31 December 2010

Pecak Ikan Gurame


Ketika saya sedang mem-posting artikel resep ini saya baru saja menikmati sepiring nasi panas dengan pecak ikan gurame sambil bertanya-tanya sendiri, "Apakah ada makanan yang lebih laziz dibandingkan ini"? Dalam hati mengucap syukur atas kuliner Betawi yang mantap habis. Pecak ikan gurame ini hanya satu dari sekian banyak masakan Betawi yang saya sukai kecuali tentu saja, semur jengkol.  Memang sedap saat sedang menyantap semur atau rendang jengkol tetapi setelahnya...? Tobat! Aroma kamar mandi dan bau mulut membuat setengah pingsan (lebay dot com). 


Resep pecak ikan gurame ini sebenarnya hasil browsing beberapa web kuliner dan koleksi buku masakan  di lemari, kemudian saya lantas mencoba untuk melakukan modifikasi sendiri dengan menambahkan beberapa bahan di bumbunya. Hasilnya adalah kuah pecak yang kental, sarat bumbu dan nutty karena saya menambahkan kacang tanah dan mete goreng yang dihaluskan. Untuk ikannya anda bisa menggunakan ikan air tawar lainnya selain gurame, misalnya ikan mas, ikan gabus, ikan mujair atau lele.  Perciki kuah pecak dengan air jeruk nipis, rasa asam segar jeruk cocok sekali berpadu dengan kuah pecak yang kental membuat nafsu makan semakin bertambah.

19 December 2010

Soto Tangkar



Wuih, rumah Pete sedang ada renovasi atap total. Mulai dari teras hingga ruang tamu hanya beratapkan langit, sehingga hujan deras mengucur dengan bebas. Bapak-bapak tukang sibuk berseliweran kesana kemari mengangkut kayu dan membersihkan sisa-sisa bongkaran untuk persiapan pemasangan kerangka baja.  

Hmm, hujan-hujan begini enaknya memberi makan siang apa ya untuk Bapak-Bapak yang sedang bekerja keras ini? Pilihan saya jatuh ke soto. Segar berkuah dan sedap di makan dengan nasi putih. Bosan dengan soto yang hanya berkuah bening saja, saya memilih soto tangkar. Soto dari Betawi ini berkuah santan dan menggunakan jeroan sapi seperti paru dan babat. Mirip-mirip dengan soto betawi sebenarnya, bedanya soto tangkar tidak menggunakan kentang goreng didalamnya.

Jeroan sapinya saya rebus dahulu dengan bumbu soto hingga empuk dan bumbu meresap. Baru kemudian kuah kaldunya dimasak dengan santan hingga matang. Hasilnya, paru dan babat terasa lebih gurih dan tasty.

27 November 2010

Kue Biji Ketapang Gurih, Manis & Renyah


Biji ketapang merupakan kue khas Betawi yang biasanya hadir saat lebaran. Mirip-mirip dengan saudaranya si kue bawang. Kue biji ketapang hadir dengan rasa yang manis, gurih dan renyah. 

Beberapa kali makan kue biji ketapang, tapi baru satu yang menurut saya rasanya pas dengan selera saya. Kebetulan waktu itu saya bertamu ke rumah salah satu saudara tante di Depok. Nah, si Ibu pemilik rumah menjamu kita dengan satu stoples besar kue biji ketapang yang renyah dan gurih. 

Tanya sana-sini resepnya, walaupun si Ibu tidak memberikannya secara detail, saya mencoba untuk mereka-reka sendiri resepnya. Yah, setidaknya hasilnya mirip dengan si biji ketapang yang saya makan waktu itu. Renyah, manis & gurih. Saya menambahkan kelapa muda parut yang disangrai sehingga kue menjadi lebih sedap. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...