Showing posts with label Mie. Show all posts
Showing posts with label Mie. Show all posts

18 May 2015

Soto Banjar a la Just Try & Taste


Masalah buang sampah sembarangan sepertinya memang menjadi penyakit yang merambah luas di masayarakat kita, khususnya warga Jakarta. Sampah berserakan di mana-mana, mulai dari tepian jalan, taman, halaman rumah penduduk, hingga di dalam angkutan umum seperti angkot dan metromini. Begitu susahnya masyarakat kita untuk membangun kesadaran membuang sampah pada tempatnya, bahkan walau tempat sampah sebesar gentong terparkir di depan mata, tetap saja bungkus sisa makanan atau minuman dibuang seenaknya di tepian jalan. Begitu seringnya saya melihat mobil pribadi mewah melaju, membuka kaca dan pengemudinya dengan santai membuang bekas tisu atau bungkus makanan di jalanan yang sudah tersapu bersih. Kadang saya membatin gemas sendiri dimana hati nurani manusia-manusia ini? Apakah sebegitu sulitnya menyimpan bungkus makanan atau bekas tisu itu di dalam kantung plastik di mobil dan membuangnya kelak ketika menemukan tempat sampah?!


17 March 2015

Mie Ayam Yamin


Bel telah dua kali saya bunyikan, tetapi tak satupun anggota keluarga yang muncul membukakan pintu. Iseng saya pun menekan handle dan pintu yang tak terkunci pun terbuka dengan mudah. Rumah adik saya, Wiwin, terlihat lengang dan kosong. "Halooo! Asalamualikum"! Teriak saya dan hanya disambut oleh suara desau angin yang menerobos dari pintu teras di halaman belakang yang terbuka lebar. Baru saja saya meletakkan tas dan bawaan yang berat, Septi, asisten rumah Wiwin muncul dari kamar belakang. "Ibu sama Bapak lagi keluar sama anak-anak Mba, nganter si Abang tes masuk sekolah di Al Azhar," jelas Septi. "Oke, tapi  Umi dan lainnya kemana?" Balas saya menanyakan Ibu dan tante-tante saya yang biasanya berada di kamar depan. Waktu itu Ibu saya memang masih berada di Jakarta dan belum kembali ke Paron.

"Umi sama lainnya diajak Mas Dimas jalan-jalan naik busway ke kota. Katanya mau lihat Kota Tua." Ah ya, memang beberapa waktu yang lalu Ibu saya sudah merencanakan acara jalan-jalan ke Kota Tua, dan sepertinya adik saya Dimas yang akhirnya mengajak mereka semua. Tidak tahu apa yang harus saya lakukan di rumah yang sepi, akhirnya saya pun duduk di ruang makan dan menatap aneka lauk dan makanan disana. Sebuah bungkusan putih styrofoam pun menarik perhatian saya. Ketika saya buka, ternyata isinya adalah satu paket lengkap mie ayam yamin yang terlihat yummy!


15 May 2014

Korean Ramyun - Mie Kuah Pedas Korea a la Just Try & Taste


Shin ramyun merupakan merk mie instan a la Korea yang sangat terkenal baik di negaranya sendiri maupun di mancanegara. Menurut Wikipedia, mie instant ini bahkan telah dijual di 80 negara dan merupakan merk mie instan dengan penjualan yang tertinggi. Nah jika anda berkunjung ke supermarket besar terutama Lotte Mart maka sempatkanlah untuk singgah sejenak di jajaran makanan dan bumbu Korea, disana anda akan menemukan mie instant ini di dalam bungkus merahnya yang khas. Harganya menurut saya cukup menguras kocek hanya untuk sebungkus mie instant dan rasanya pun tidak jauh berbeda dengan mie instant negara kita seperti Indomie. Rekan-rekan muslim di kantor saya yang maniak dengan produk Korea biasanya membeli ramyun instant vegetarian, perlu anda ketahui sangat sedikit sekali produk Korea yang dijual di Indonesia yang memiliki label halal pada kemasannya. Jadi versi vegetariannya setidaknya bisa menutupi rasa penasaran untuk mencicipi mie instant Korea.  ^_^

Gochujang/pasta cabai Korea

12 May 2014

Bakso Daging Sapi Spesial - Versi lebih mudah dan tak kalah mental!


Entah mengapa membuat bakso sapi yang kenyal dan mental selalu menjadi tantangan tersendiri. Walau beberapa waktu yang lalu saya telah berhasil membuat bakso sapi dengan tekstur dan rasa sesuai keinginan namun tatkala menemukan resep lainnya yang lebih mudah dengan hasil yang tak kalah mantap maka tangan ini pun gatal untuk segera mengeksekusinya. Weekend kemarin saat saya mengunjungi adik saya, Wiwin, saya pun mencoba resep bakso dari buku resep blender Mitzui yang saya peroleh kala mengikuti cooking demo beberapa minggu yang lalu. Terus terang saya telah memiliki blender Mitzui selama hampir dua tahun lamanya dan setiap pagi selalu membuat smoothie buah dan sayuran darinya. Namun selama ini resep baksonya tidak membuat hati saya tergerak untuk mencobanya karena berpikir resep bakso yang saya miliki toh sudah cukup sukses bagi ukuran saya.  

Namun ketika staff Mitzui memperagakan proses pembuatannya yang simple - tentu saja dengan menggunakan blender Mitzui - hati saya pun tergerak untuk mencoba resepnya. Hasilnya luar biasa saudara-saudara! Bakso terasa kenyal, keras dengan cita rasa yang lezat. Nah bagi anda yang ingin juga mencobanya di rumah, tidak perlu khawatir, saya tidak menggunakan blender Mitzui untuk membuatnya melainkan dengan chopper imut dari Phillips yang saya yakin lebih banyak dimiliki oleh pembaca JTT. Tertarik? Yuk lanjut!

Homemade Bakso Daging Sapi - Percayalah kali ini mental!
 

24 March 2014

Mie Goreng Seafood dengan Sayuran


Sebenarnya saya bukan termasuk penggila mie dan pasta, dan dalam satu bulan mungkin frekuensi saya menyantap makanan ini bisa dihitung dengan jari. Terus terang saya memang menghindarinya, karena jika sekali saja terpeleset maka bisa dipastikan saya pasti ingin terus dan terus mencicipinya. Kecanduan mie hampir sama seperti kecanduan nasi Padang yang jika tidak hati-hati maka berat badan bisa langsung naik dengan cepat. Contohnya beberapa hari terakhir ini, dimulai dengan spaghetti casserole yang hampir seperempat porsi saya sikat sendiri (baru kemudian sisanya saya bawa ke kantor untuk diserbu teman-teman disana); Dilanjutkan pada malam Jumat kemarin saya membuat seporsi besar spaghetti saus seafood yang alamak lezatnya hingga rasanya saus yang menempel di piring ingin saya jilat sampai licin tandas; Dan yang terakhir weekend kemarin saat perut lapar melanda di pukul delapan malam, hari saya pun berakhir dengan sepanci besar mie goreng seafood yang hampir membuat perut terasa meledak kekenyangan. Pagi tadi dengan rasa was-was saya pun naik ke timbangan badan di sudut dapur dan menjerit kala melihat jarum meluncur ke angka 57 kg. Berat badan saya naik 2 kg dalam 1 minggu! Tobat dah!

Spaghetti Casseole: Kenyang! Lezat! Puas! 
Angel Hair dengan Saus Seafood 




17 April 2013

Mie Goreng a la Shanghai


Weekend lalu saat sedang asyik membunuh waktu di rumah dan bingung menentukan makanan apa yang akan saya siapkan di hari itu,  saya pun iseng membuka-buka aneka buku resep masakan dan browsing resep di berbagai website. Kegiatan ini membuat saya akhirnya terdampar di sebuah gambar sepiring mie goreng yang terlihat lezat dan mantap. Namanya Shanghai fried noodles atau mie goreng a la Shanghai. Mie ini terbuat dari mie telur yang berukuran besar dan dimasak dengan campuran aneka sayuran, seafood dan potongan daging ayam dengan bumbu yang melimpah membuat tampilannya tampak menggoda. Keunikan mie goreng a la Shanghai adalah pada saus bumbunya yang lebih kompleks dan cita rasanya yang berbaur antara asin dan manis. Walau daftar bumbunya terlihat panjang namun sebenarnya membuat mie versi ini sangatlah mudah. 


16 April 2013

Homemade Mie Telur: Buatlah saat anda ingin menyiksa diri ^_^


Jika anda menganggap melakukan exercise di gym terlalu membosankan, atau terlalu mahal (bagi saya), maka mungkin resep yang satu ini bisa menjadi alternatif untuk mengencangkan lengan yang kendur, bahkan mungkin membuat perut menjadi singset dan berotot jika dilakukan sambil melatih pernafasan juga. Yep, membuat mie telur sendiri di rumah memungkinkan semua hal di atas terjadi jika dilakukan dengan rutin, tentunya. ^_^

Bagi kebanyakan orang di Indonesia, tindakan ini mungkin dikategorikan kegiatan yang membuang-buang waktu, menghabiskan energi dan tentu saja membuat capek saja. Dengan banyaknya aneka mie telur made in pabrik yang dijual di supermarket dan toko kelontong di pasar, maka membuat mie sendiri sepertinya sulit terlintas di benak, kecuali mungkin bagi mereka yang iseng, suka bereksperimen di dapur dan suka menyiksa diri seperti saya, atau bagi mereka yang memang ingin menghidangkan makanan sehat, bergizi, dan bebas pengawet bagi keluarga di rumah. Untuk alasan tersebut maka homemade mie telur yang kenyal dan gurih ini layak untuk anda coba. ^_^ 


19 February 2013

Homemade Mie Beras dan Ayam Kuah Jahe


Musim hujan di Jakarta sepertinya akan panjang dan lama, memasuki minggu ketiga di bulan Februari ini pun sepertinya hujan deras masih saja terus mengguyur. Hujan-hujan seperti ini membuat saya enggan pergi keluar rumah. Contohnya seperti week-end kemarin, selama dua hari menjelang pukul dua siang dipastikan cuaca mulai mendung dan kemudian hujan super deras mengguyur dari langit. Terperangkap di dalam rumah selama dua hari membuat saya akhirnya mengisi waktu dengan membersihkan rumah dan mencuci setumpuk pakaian. Ketika lapar melanda yang saya inginkan hanyalah hidangan berkuah yang gurih dan sedap. Hmm, bagaimana jika mie rebus dengan cabai yang banyak? Tapi mie instan merupakan bahan yang langka di rumah Pete, dan sebagai informasi sudah lebih dari dua tahun saya tidak pernah menjamah mie ini karena setiap kali menyantapnya maka maag akut saya pasti kumat. Ide pun terlintas untuk membuat mie sendiri saja? Karena tidak ada sebutir telur pun di kulkas sebagai bahan utama membuat homemade mie telur, saya pun lantas bereksperimen membuat mie dari tepung beras. Yeah, hasilnya memang tidak terlalu maksimal namun setidaknya rasanya cukup lezat dan mengenyangkan. ^_^


24 November 2012

Bihun Goreng a la Singapore


Kenapa ya kalau nama masakan ditambahkan kata Singapore menjadi menarik? Seperti kepiting pedas ala  Singapore? Laksa Singapore atau mie dan bihun a la Singapore yang saya posting ini. Padahal kalau ditilik-tilik bahan dan bumbunya mirip-mirip dengan masakan Asia umumnya. "Makanya bikin dong postingan ikan kuah asam ala Indonesia kek, atau hot and spicy eggplants alias terong balado ala Indonesia. Nasionalis dikit napa", cetus adik saya Tedy, kalau kami sedang berandai-andai dan berdiskusi soal kuliner, topik yang paling disukai keluarga kami tentunya.  Bukannya saya tidak nasionalis, hanya saja karena blog ini adalah blog berbahasa Indonesia, dibaca oleh pembaca Indonesia, ceritanya jadi lucu kalau judulnya saya tambahkan kata Indonesia juga. 


15 June 2012

Sup soun dengan bakso & perkedel ikan buatan sendiri


Berhasil membuat bakso ikan dan perkedel ikannya? Hmm, saatnya semua itu kita santap bersama kuah sup dengan bumbu sederhana yang laziz. Jika anda tertarik untuk mencoba  membuat homemade bakso ikan dan perkedel ikan (fishcakes) seperti yang saya buat maka silahkan klik  link disini dan disini. Saran saya jika anda telah berhasil membuat pasta ikannya maka buatlah menjadi bakso dan perkedel sekaligus. Anda tidak akan kecewa dengan hasilnya. Kedua makanan tersebut bisa anda olah menjadi sup dengan tambahan soun, bihun atau mie telor, atau sebagai campuran mie dan nasi goreng, mantap juga untuk diolah menjadi bahan cap cay. 

10 November 2011

Kwetiaw Kuah Ikan


Seperti yang saya janjikan sebelumnya mengenai kwetiaw kuah ikan yang saya santap bersama Tedy di hari Minggu kemarin, maka di next postingan kali ini saya tampilkan si kwetiaw kuah tersebut. Resepnya terinspirasi dari pantiaw kuah dari Bangka & Belitung yang terkenal sedap dan gurih dengan rasa ikan yang kental. Walaupun belum pernah merasakan masakan ini secara langsung tetapi membaca literatur dan ulasan tentangnya membuat saya bisa membayangkan betapa sedapnya pantiaw rebus ini. Kuahnya yang terbuat dari daging ikan yang dihaluskan beserta bumbu-bumbu yang ternyata cukup simple menjadikan saya meluangkan waktu 30 menit di dapur untuk memasak versi kwetiaw-nya. Hidangan mie dengan kuah ikan yang segar? Hmm, terus-terang saya tak kuasa menolaknya. 


03 November 2011

Hangatnya Soto Mie Di Musim Hujan


Susahnya atau senangnya (?) berkantor di samping Mall Ambasador adalah pilihan makanannya yang sangat beragam dan sedap, entah itu di food court mall-nya atau di belakang mall. Kami menyebutnya dengan amigos (agak minggir got sedikit) dan ini benar-benar got secara harafiah. Sejak project di kantor menyita pikiran dan membuat stress, saya berdua Meta, setiap jam makan siang selalu mencari alternatif makan yang berbeda setiap harinya. Bagaikan dua anak kecil yang diceburkan ke wahana bermain, maka kami berdua pun mengeksplorasi setiap warung yang ada. Maklum saja, dulu di kantor lama di Kuningan, warung makan di dekat kantor saya terbatas jumlahnya, paling banter kami ke pingkal (pinggir kali) di dekat kantor KPK dimana warung ikan dan ayam bakar berjejer di samping sungai. Kondisi ini sebenarnya tidak sehat juga, saban hari kami menyantap sup iga, tongseng, sate, soto Betawi dan aneka makanan berlemak lainnya. Tinggi lemak, minim serat. Kebiasaan ini selain tekor dikocek juga membuat kolesterol naik dan timbangan badan menjerit. 


19 October 2011

Yuk Membuat Ketoprak!


Bagi anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, makanan bernama ketoprak memang bukan barang asing lagi. Hampir di setiap sudut jalan di Jakarta menawarkannya. Meskipun seandainya tidak ada tulisan ketoprak dengan huruf yang besar di gerobaknya, mayoritas penghuni Jakarta tahu gerobak mana yang menyajikan makanan ini. Biasanya, ciri utamanya adalah bentuk gerobaknya yang panjang, bercat warna-warni mencolok dan umumnya dilengkapi dengan wajan untuk menggoreng tahu. Walaupun tentu saja deskripsi minim yang saya berikan ini tidak bisa menjadi patokan karena pastinya ada seribu satu macam modifikasi gerobak ketoprak yang tersebar di Jakarta, tergantung dari kemampuan dan kreatifitas penjualnya. 

Penyajian ketoprak sendiri terbilang cukup unik, bumbu-bumbu ketoprak seperti cabai, bawang putih, gula merah dan garam di letakkan di atas piring dan langsung di haluskan di sana menggunakan cobek kayu. Ketika bumbu telah halus baru kemudian ditambahkan kacang tanah tumbuk dan air hingga terbentuk saus kacang yang kental. Tauge, potongan tahu goreng, dan bihun menyusul untuk dimasukkan ke piring dan diaduk bersama saus kacang. Selanjutnya ketoprak disajikan bersama dengan potongan ketupat atau nasi putih dengan ditaburi kerupuk sagu diatasnya. Yummy!


15 August 2011

Mie Ayam Jamur & Bakso


Mie ayam merupakan salah satu makanan favorit saya, selain tentu saja bakso dan siomay. Ketiga makanan yang masuk kategori semi berat ini memang mudah dijumpai di Jakarta dan banyak yang menggemarinya karena murah, lezat, praktis dan tidak terlalu berat. Mantap untuk mengganjal perut di pagi hari dan pas untuk disantap saat sore hari sambil nongkrong bersama teman. Walaupun begitu ada rasa was-was jika membelinya di abang-abang penjual yang mangkal di pinggir jalan, yang menjadi topik utama untuk diperbincangkan apalagi kalau bukan issue daging yang digunakan apakah halal dan layak konsumsi atau tidak, selain tentunya mengenai masalah kebersihannya. Nah, membuatnya sendiri sebenarnya sangat mudah dan hasil serta rasanya juga tidak jauh berbeda dengan yang dijual di luaran.


10 August 2011

Membuat Mie Bayam


Membuat mie sendiri sebenarnya prosesnya sangat mudah. Walaupun mudah, kendala utamanya mengapa saya agak malas-malasan untuk membuatnya adalah banyaknya perabotan yang harus digunakan serta mie segar yang tidak tahan lama disimpan meskipun di dalam kulkas sekalipun. Seringkali, meskipun telah membuatnya dalam porsi kecil tetap saja hasilnya adalah mie segunung yang membuat saya kebingungan untuk mengolahnya menjadi aneka masakan. Namun kendala itu saya singkirkan jauh-jauh ketika keinginan dan rasa penasaran untuk mencoba membuat mie bayam muncul. Saya akui, seringkali motivasi saya untuk mencoba suatu makanan atau masakan bukan karena saya tergila-gila akan makanan tersebut tetapi lebih pada keunikan dan tantangan untuk membuatnya dan mie bayam ini memang cukup menantang dan unik untuk dicoba.


05 August 2011

Bihun Pedas dengan Otak-Otak Goreng Siram Sambal Kacang


Buka puasa sepertinya paling sedap jika makan-makanan yang tidak terlalu berat, selain supaya perut tidak kaget juga karena banyak makanan lain yang harus dicoba sehingga space lambung harus digunakan semaksimal mungkin. Bihun goreng dengan bumbu cabai rawit yang disiram dengan sambal kacang serta dilengkapi dengan potongan otak-otak ikan di atasnya menjadi pilihan bagi saya untuk berbuka puasa kemarin. Umumnya bihun goreng menggunakan bumbu seperti halnya mie goreng lainnya yaitu merica dan bawang putih yang dihaluskan, tapi Ibu saya biasanya memasak bihun goreng versi cabai rawit dan rasanya tak kalah lezatnya. Di keluarga kami menyantap bihun tanpa siraman saus kacang rasanya tak lengkap dan kebetulan saya masih memiliki sambal kacang yang dibawa Ibu saya dari Ngawi, ditambah dengan otak-otak ikan yang mudah sekali membuatnya, maka jadilah hidangan yang sangat lezat. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...