Showing posts with label Pasta. Show all posts
Showing posts with label Pasta. Show all posts

17 March 2014

Spaghetti Casserole: Kenyang! Lezat! Puas!


Ditengah kesibukan dan pontang-pantingnya saya memenuhi semua resep menu di buku yang bulan ini harus kelar, saya tetap berusaha untuk konsisten melakukan posting di JTT yang walau akhir-akhir ini terasa berat untuk diwujudkan. Proses membuat buku yang tadinya saya anggap enteng karena semua foto akan diambil dari JTT berubah menjadi masalah besar tatkala semua size gambar ternyata tidak cukup besar resolusinya dan menjadi pecah kala di cetak menjadi ukuran yang lebih besar. Tatkala Mba Lidya, salah satu perwakilan dari penerbit mengabarkannya ke saya dengan nada bercampur panik, "Mba, ada size gambar yang lebih besar? Semua gambar pecah ketika dicetak"! Saya sudah tahu untuk menyelesaikan buku ini memerlukan perjuangan yang tidak mudah saudara-saudara dan itu melibatkan waktu, energi, sabun cuci piring dan telapak tangan yang mendadak menjadi semakin terasa kasar karena harus mencuci berpuluh-puluh perabotan. Walau hanya lima puluh resep terfavorit JTT yang akan ditampilkan di buku namun jika kelima puluh itu harus saya masak dalam waktu dua minggu di sela-sela waktu yang terbatas rasanya luar biasa gempor juga. Tobat! ^_^


05 November 2013

Lasagna Meleleh a la Sintya: Super Mudah! Super Yummy!


Teman saya, Sintya, penggemar lasagna dan segala macan makanan yang berbau Italia dan Western lainnya. Jenis makanan yang saya mati-matian sedang hindari karena tidak sejalan dengan program hidup sehat yang sedang saya terapkan akhir-akhir ini. Berbeda dengan Sintya yang tetap langsing dan kurus walau menyantap aneka makanan berat dan berlemak, maka jika di saya menyantap satu porsi lasagna yang berisikan cincangan daging, pasta dan keju akan membuat timbangan naik satu kilo dengan cepat. Jadi ketika teman saya ini request untuk mencoba memasak lasagna di rumah Pete, saya pun menundanya berulang kali dengan berbagai alasan dan akhirnya weekend kemarin saya pun menyerah. 

"Waw berat Sin lasagna. Kombinasi yang nggak cocok buat program diet", cetus saya yang langsung di timpali dengan "Bikin porsi kecil saja Mba, loyang paling kecil", dengan huruf i di kata kecil yang dipanjang-panjangin. Saya pun memutar otak dan berusaha mengingat-ngingat loyang terkecil yang pernah saya miliki dan hasilnya nihil. Ukuran loyang di rumah Pete selalu jumbo size tapi saya punya alumunium foil cukup banyak dengan ukuran yang tidak terlalu besar. "Okeh deh Sin, tapi ntar dimakan sendiri saja ya", jawab saya sok yakin tidak akan tergoda dengan seloyang lasagna yang pasti akan membuat iman saya runtuh. "Mba E, nggak ikutan makan nih? Yakin"? Tanya Sintya yang diakhiri dengan tawa ngakak yang membuat saya bertanya-tanya dengan diri sendiri. Yakin? ^_^

Jamur King Oyster

02 April 2013

Cheesy Macaroni Schotel: Jangan dicoba jika anda sedang diet


Bagi sebagian orang membuat macaroni schotel merupakan pekerjaan mudah, namun tidak bagi saya. Entah kenapa schotel yang saya buat hasilnya belum pernah memuaskan. Bagi saya, schotel yang mantap adalah yang memiliki kriteria lembut, teksturnya agak basah, empuk dengan rasa susu dan keju yang kuat. Namun percobaan saya membuat makanan ini selalu berakhir dengan schotel yang keras, kering dan rasanya pun tidak nendang sama sekali. Bahkan Meta, sahabat saya yang tidak hobi memasak mampu membuat macaroni schotel yang laziz dengan semua kelebihan yang ada di schotel yang saya impikan. Ketika saya bertanya resepnya, jawabannya hanya membuat saya melongo, "Hah, masa enak sih Ndang? Bikinnya ya cuman cemplung sana sini, kasih susu cair, keju, sama telor. Trus masak di microwave". Ehem, takarannya? "Wah, berapa ya? Lupa, asal saja, hihihi". Resep seperti ini yang sering kali membuat kepala saya puyeng. Berapa takaran cemplung sana dan sini yang dimaksud? Mungkin hanya Meta, supir bajaj dan Tuhan yang tahu. ^_^


01 October 2012

Angel Hair Dengan Saus Seafood


Capellini atau jika diartikan adalah 'helaian rambut yang sangat tipis' merupakan varian pasta ala Italia yang memiliki diameter sekitar 0.85 mm dan 0.92 mm. Seperti halnya spaghetti, maka capellini berbentuk seperti silinder yang panjang. Capelli d'angelo, atau angel hair atau angel hair pasta memiliki diameter antara 0.78 and 0.88 mm merupakan jenis capellini yang paling tipis. Umumnya angel hair dijual dalam bentuk seperti sarang burung. Pasta jenis ini menjadi terkenal di Italia sejak abad ke-14. Sebagai jenis pasta super tipis, maka angel hair cocok disandingkan dengan sup atau sebagai 'pasta asciutta' dengan saus seafood atau saus yang ringan lainnya. 

20 September 2011

Linguini dengan Saus Tuna


Satu lagi modifikasi linguini yang saya hadirkan disini dan semoga tidak membuat anda terbosan-bosan dengan resep pasta yang sering sekali saya tampilkan walaupun saya mengaku bukan penggemar pasta. Seringkali ketika saya memasak satu resep maka adakalanya bahan tersisa dan membuat saya memutar otak untuk memberdayakan si bahan menjadi makanan lainnya yang lezat. Nah ide linguini saus tuna ini berawal dari lasagna tuna yang pernah saya posting sebelumnya, saus tunanya yang berlebih dan penampilannya yang mirip dengan saus spaghetti membuat saya melirik stoples linguini di meja dapur. Segenggam linguini kering di tangan, sepanci air mendidih dan sesendok makan garam dapur, dalam sebentar sepiring linguini rebus yang al dente telah tergolek di piring. Dengan tambahan tiga sendok makan saus lasagna tuna sisa, jadilah linguini saus tuna yang alamak lezatnya.


08 September 2011

Lezat dan Lembutnya Lasagna Tuna, Nanas & Kacang Polong


Sebenarnya saya bukan termasuk penggemar berat hidangan Italia, taste-nya yang cheesy dan creamy, memang cepat sekali membuat eneg dan bosan. Namun ada kalanya ketika tiba-tiba rasa ingin mencicipi sepotong lasagna atau menyantap sepiring pasta muncul maka tak peduli dengan waktu entah subuh atau tengah malam, saya pun akan terjun ke dapur dan beraksi membuatnya. Nah, lasagna tuna yang lezat dan terlihat melty ini saya buat ketika sedang iseng membuka-buka majalah Femina dan menemukan iklan saus Del Monte yang menampilkan resep lasagna. Gambarnya sangat menggiurkan. Tanpa membuang-buang waktu lagi, walaupun saat itu telah pukul 10 malam, saya berangkat ke dapur, mengutak-atik isi kulkas dan  mengotori perabot dapur untuk membuat lasagna tuna yang ternyata rasanya sama sekali tidak mengecewakan. Lezat!


16 August 2011

Linguini dengan Bayam Jepang, Tomat Cherry & Dada Ayam


Coba tebak, berapa waktu yang dibutuhkan untuk membuat linguini dengan bayam Jepang, tomat cherry dan daging ayam yang saya posting ini? Total termasuk dengan persiapan membuatnya hanya membutuhkan waktu 20 menit saja, dan hasilnya adalah sepiring linguini yang sangat lezat, pas untuk mengganjal perut saya yang keroncongan karena seharian berpuasa. Meeting di kantor hingga pukul 8 malam, berbuka hanya dengan segelas air putih dan sepotong wafer coklat dan malas jika harus menghabiskan waktu lagi dengan mampir di warung untuk membeli makanan, membuat saya berusaha mencari resep praktis yang lezat dan cukup mengenyangkan. Kreasi linguini yang saya ciptakan di dapur ini tidak mengecewakan hasilnya.


24 May 2011

Apa Yang Bisa Anda Ciptakan dari Sebotol Saus Spaghetti? (Bagian 3) Tagliatelle Alla Bolognese


Seporsi tagliatelle dengan saus bolognese untuk menemani makan malam anda? Bagi yang sedang berdiet, saya mohon maaf karena mungkin resep yang saya tampilkan kali ini kurang tepat mengingat kalorinya yang tinggi, tetapi bagi anda yang ingin menu makan malam yang sedikit berbeda dari yang biasanya, mungkin bisa dicoba. Tagliatelle alla bolognese ini menjadi makan malam saya dan Dimas, adik saya yang paling kecil dan sedang berkunjung ke rumah Pete - tadi malam. Berhubung cuma berdua, maka dua porsi besar pasta ini harus kami habiskan sendiri, dan terus terang sangat membuat kami megap-megap kekenyangan. ^_^

Sebagaimana dua resep masakan yang pernah saya tampilkan sebelumnya di Apa yang Bisa Anda Ciptakan Dari Sebotol Saus Spaghetti?, anda bisa klik kedua resep tersebut di Pizza Sayur: Terung, Jamur & Tomat  dan di Calzone Isi Tumis Daging Sapi Cincang, Jamur, Jagung Manis & Kacang Polong  maka resep ketiga ini masih dalam rangka yang sama yaitu untuk memberdayakan saus spaghetti botolan siap pakai yang masih tersisa di kulkas. Bersama resep ketiga ini maka saus spaghetti botolan saya pun habis sudah, walaupun saya masih punya banyak resep lainnya yang bisa dibuat dari saus tersebut. 


Tagliatelle dalam kondisi kering/mentah

18 December 2010

Fettuccine Schotel


Fettuccine dan golongan pasta lainnya ternyata cukup fleksibel untuk diolah menjadi aneka makanan yang lezat. Contohnya yang saya tampilkan berikut ini, Fettuccine Schotel. Creamy, cheesy dan veggie. Untuk buah hati anda yang masih balitapun oke karena cukup menyehatkan. Fettuccine-nya bisa anda ganti dengan mie, macaroni, atau spaghetti. 


Sayuran yang digunakan bisa anda adaptasikan sendiri.  Diresep aslinya seharusnya menggunakan kacang polong, berhubung stok telah habis maka saya ganti dengan broccoli. Bisa pula ditambahkan jagung manis, jamur atau kembang kol.  Isiannya pun bisa variatif,  disini saya menggunakan bakso dan sosis, boleh juga dimasukkan daging sapi cincang yang ditumis. Untuk loyangnya, sebaiknya gunakan kaca tahan panas atau pyrex. Disini saya menggunakan mangkuk-mangkuk kaca kecil dengan diameter sekitar 10 cm, 1 mangkuk cukup untuk satu porsi.

08 December 2010

Spaghetti Meatballs


Sejak bisa membuat saus spaghetti sendiri saya tidak pernah lagi membeli saus spaghetti botolan atau makan spaghetti di resto. Terus terang taste saus botolan dan resto kurang masuk di lidah saya. Apalagi ternyata membuat saus spaghetti sangat mudah dan jika masih ada sisa tinggal dicemplungkan saja ke freezer di kulkas. Aman. Cerita mengenai freezer, kemarin ketika sedang 'mengubek-ubek' isinya saya baru tersadar kalau masih ada  saus spaghetti beku sisa minggu lalu kira-kira cukup untuk dua porsi.  Ahh, pas sekali dengan yang saya butuhkan. Kali ini karena kepengen makan spaghetti yang berbeda dari biasanya, saya coba untuk olah menjadi spaghetti meatballs. 

20 November 2010

Fettuccine With Mushroom, Smoked Beef & White Sauce


Spaghetti, fettuccine, penne, ravioli dan keluarga pasta lainnya  memiliki banyak sekali penggemar. Tedy merupakan salah satu fans beratnya. Kalau tidak ingat, makanan italia ini memiliki kalori tinggi per-porsinya, sayapun tidak segan-segan untuk sering-sering menggasaknya. Rasanya memang mamamia lezattos!  

Jenis pasta yang sering saya makan di restoran adalah spaghetti dan fettuccine. Spaghetti bolognese dengan daging cincang dan saus tomat atau fettuccine dengan saus putih dan irisan daging asap/smoked beef. Nah, untuk fettuccine mushroom menurut saya yang paling enak ada di Pancious Pancake House. Sausnya kental, very cheesy dengan cita rasa yang pas. Cocok dengan lidah jawa ini yang maunya serba 'medhok'.

Ubek sana sini dan buka-buka kumpulan resep serta koleksi buku masakan, ternyata tidaklah sulit untuk membuat seporsi fettuccine mushroom kegemaran. Variasi resepnya memang banyak sekali jadi saya melakukan beberapa modifikasi hingga sesuai dengan selera. Acuan yang saya gunakan adalah buku Beyond Pasta.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...