Showing posts with label Pempek. Show all posts
Showing posts with label Pempek. Show all posts

12 November 2012

Pempek Dos: Pempek Gurih Walau Tanpa Ikan


Sabtu kemarin, saya menghadiri undangan pernikahan teman sekantor di Bekasi. Bersama beberapa teman kantor kami menumpang mobil Mba Kiki, teman kantor juga. Bekasi bukan tempat yang asing bagi saya, karena kebetulan adik saya Tedy, tinggal di kota ini juga. Tetapi mengunjungi sebuah tempat bernama Babelan, nah ini adalah kesempatan pertama saya, dan seumur-umur baru kali ini saya datang ke acara perkawinan yang perjalanannya benar-benar panjang dan lama serta harus ditempuh dalam waktu lima jam pulang-pergi. Mengarungi kemacetan panjang, dan belasan janur kuning di sepanjang perjalanan, beberapa kali kami harus berhenti untuk bertanya atau melongok papan nama di janur yang terpasang, namun sepertinya lokasi yang kami tuju tak kunjung tampak. Kami pun bersama-sama berteriak girang ketika akhirnya perjalanan pun berakhir. Bersalaman sejenak dengan sang pengantin serta mengisi perut yang keroncongan, kami pun cepat-cepat pulang karena khawatir perjalanan kembali ke Jakarta akan terhadang macet yang parah. Prediksi kami pun tak salah, perjalanan pulang sama lamanya dengan ketika berangkat. Setiba di rumah dengan kepala nyut-nyutan, badan yang lelah dan mengantuk berat membuat saya langsung terkapar di kasur dan terbang ke alam mimpi. 


01 July 2011

Membuat Pempek Kapal Selam


Entah telah berapa kali saya gagal membuat jenis pempek yang satu ini, sepertinya tak terhitung jumlahnya dan hanya rasa penasaran jualah yang membuat saya keras kepala untuk tetap terus mencobanya. Pikir saya, segala sesuatu jika kita lakukan berulang kali dengan aneka uji coba dan teknik yang terus disempurnakan, pada akhirnya akan berhasil juga. Walaupun tentu saja sambil mulut saya mengomel-ngomel melihat adonan yang menjadi tidak keruan bentuknya ^_^. 

Ketika menyantap sepiring pempek kapal selam di resto, tidak terpikir oleh saya bahwa ternyata cukup sulit juga untuk memasukkan telur mentah ke tengah adonan pempek. Berkali-kali telur mengalir keluar atau bagian tepi adonan yang tidak mau dikatupkan sehingga akhirnya dengan terpaksa saya mencampurkan adonan pempek beserta telur yang berhamburan menjadi satu dan menguleninya kembali. Adonan pun menjadi lembek dan lengket sehingga tidak bisa dibentuk, ujung-ujungnya tepung sagu pun kembali saya tuangkan. Hasil akhirnya adalah pempek dengan rasa tepung dan tekstur seperti karet yang alot-nya minta ampun.

05 June 2011

Pempek Pistel, Pempek Isi Tumis Pepaya Muda


Anda pernah mencicipi pempek pistel atau pempek pastel sebelumnya? Nah jika belum maka anda sama seperti saya. Rasa-rasanya agak aneh bukan jika pempek - yang mirip-mirip pempek kapal selam ini - yang biasanya  berisi telur tiba-tiba berisi tumisan daging pepaya muda? Karena penasaran maka Sabtu kemarin saya pun membuatnya sendiri, karena pempek pistel atau pastel jarang dijual, umumnya pempek yang saya kenal di Jakarta adalah pempek lenjer, pempek kapal selam, pempek kulit dan adaan. Bahkan ketika ke Palembang pun saya belum sempat mencicipi pempek jenis ini. Ternyata lezat juga lho dan yang terpenting membuatnya juga mudah. Bahkan jika ada adonan pempek yang berlebihan maka bisa anda pulung memanjang menjadi pempek lenjer sedangkan tumisan pepaya yang tersisa bisa anda jadikan sayur untuk menemani nasi panas di rumah. Sedap!


12 March 2011

Lenggang, Pempek Panggang yang Sedap



Kalau anda pergi ke Palembang jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pempek lenggang. Pempek yang satu ini berbeda dengan yang umumnya kita temui di Jakarta, proses pembuatannya terbilang unik, karena adonan pempek tidak direbus dan digoreng seperti halnya pempek kapal selam, pempek telor atau adaan, tetapi di panggang di atas bara api. Ini membuat pempek lenggang tidak berminyak dan mengeluarkan aroma harum khas makanan yang dibakar. Hmm, sedap sekali.

Berhubung saya baru beberapa kali ke Palembang, itupun ketika masih bekerja dikantor lama, maka kesempatan untuk mencicipi pempek lezat ini sangat terbatas. Karena itu saya mencoba membuatnya sendiri dan ternyata prosesnya terbilang mudah dan tidak memakan waktu lama.  

Untuk membuat pempek jenis ini, anda membutuhkan daun pisang yang dilipat berbentuk takir persegi empat sebagai tempat adonan ketika dipanggang. Saat adonan telah mengeras, daun pisang kita lepas dan pempek kita panggang langsung hingga matang.  Menikmati pempek ini, cukup dengan menyiramkan kuah cuko diatasnya. Two thumbs up!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...