Showing posts with label Sambal. Show all posts
Showing posts with label Sambal. Show all posts

15 April 2014

Ikan Layang Sumbat Belakang


Jika anda sering berselancar di aneka blog atau website masakan dari negeri jiran Malaysia, maka anda pasti pernah melihat resep yang satu ini. Ikan goreng punggung terbelah dengan jejalan sambal merah di dalamnya ini memang menarik hati dan membuat mata lapar untuk segera mencicipinya dengan nasi panas segunung. Setidaknya itulah yang saya rasakan setiap kali mata ini bertemu dengan masakan tersebut di internet. Walau saya tahu untuk rasanya saya yakin tidak akan jauh berbeda dengan ikan goreng yang dimasak dengan sambal balado, namun tampilannya yang unik membuat saya penasaran untuk mencoba membuatnya. 

Waktu itu saya berpikir, apa sih yang sulit dalam masakan ini? Toh ikan hanya dibelah punggungnya dan dijejalkan bumbu yang telah dihaluskan dan digoreng hingga permukaannya kering. Simple! Hingga kemudian saya mencoba membuatnya sendiri saat weekend kemarin. Ternyata oh ternyata untuk membuatnya memerlukan tips jitu, dan bagi yang baru pertama kali mencobanya seperti saya pengalaman ini menjadi pengingat jika next saya ingin mencobanya kembali. Nah tips  inilah yang akan saya sharing ke anda jika ingin menghadirkan masakan ini di rumah.


03 April 2014

Balado Ikan Asin dan Petai: Nampol enaknya!


Ikan asin dan petai dalam gelimangan sambal balado yang merah membara ini memang luar biasa sedapnya. Tips agar sambal tahan lama dan terasa sedap adalah menumis bumbunya hingga benar-benar matang dalam minyak yang banyak.

 
Memilih petai bukanlah salah satu keahlian saya, ini karena sayuran beraroma unik ini jarang saya konsumsi. Nah Sabtu kemarin kala kantor saya mengadakan acara jalan-jalan bersama ke Anyer kami pun terdampar di Pantai Carita yang penuh sesak dengan pedagang makanan. Sebenarnya kondisi ini sedikit mengesalkan dan mengganggu privasi. Bagaimana tidak? Mulai sejak kaki ini menginjakkan diri di pasir yang berwarna hitam hingga kembali ke dalam bis untuk pulang, ibu-ibu penjual ikan asin, petai atau jasa pijat sibuk menawarkan dagangannya. Bahkan saat kami menggelar tikar di hamparan pasir dan mulai membuka ransum makan siang, para pedagang ini dengan santainya berdiri mengelilingi tikar yang kami duduki, tak peduli saat itu kami sedang sibuk membagikan nasi dan aneka lauk serta bersiap hendak bersantap siang. Awalnya memang terasa risi namun lama-lama akhirnya kami kebal juga. ^_^


04 March 2014

Sambal Bunga Kecombrang - Harumnya membuat nafsu makan bertambah!


Dua bulan terakhir ini merupakan bulan yang tersibuk dalam hidup saya, mungkin terlalu 'lebay' untuk diucapkan demikian, tapi memang itu lah yang saya rasakan. Mulai dari project di kantor yang berbarengan deadline-nya - semuanya berhubungan dengan implementasi sistem baru di kantor - membuat saya harus masuk setiap hari Sabtu; Adik saya Tedy yang sedang melakukan proses pindah rumah dari Bekasi ke Bogor dan memerlukan satu atau dua perabot rumah Pete untuk di angkut. Hingga terakhir minggu lalu adik saya, Wiwin mengirimkan pesan panik lewat WA, "Ndang, si Yuk dan Septi sakit panas demam dan pulang kampung semua hari ini, huaaa." Dua nama di dalam pesan Wiwin merupakan asisten rumah tangga yang telah bekerja bertahun-tahun lamanya bersama adik saya. Membayangkan Wiwin yang yang harus membagi waktu antara bekerja di kantor dan mengurus rumah beserta dua bocah lelaki berusia 9 dan 11 tahun membuat saya tak tega juga. Hari Sabtu dan Minggu yang lalu bersama dengan Bulik Sopiah yang tinggal di Depok kami pun hijrah sejenak ke rumah Wiwin di daerah Mampang Prapatan. 

09 January 2014

Sambal Seruit dan Ikan Bakar a la Mas Moko - Siapkan nasi segunung untuk menyantapnya!


Tidak ada yang lebih lezat selain masakan yang simple dibuat. Menurut saya begitu, karena banyak sekali makanan sedap yang mengundang kita untuk menyantap bergunung-gunung nasi di piring terbuat dari bahan yang mudah didapat dan sederhana untuk dibuat. Contohnya resep seruit yang kali ini saya tampilkan. Resep ini dipraktekkan langsung oleh kakak ipar saya, Mas Moko,  kala saya berlibur ke Batam minggu lalu. Seruit yang merupakan sambal khas Lampung ini mungkin berbeda dengan yang akan anda temukan pada ratusan resep di internet. Rata-rata sambal seruit yang beredar disana menggunakan cabai merah dan terasi di dalam bahannya, namun percayalah versi yang ini super nendang rasanya. 


Dimulai dari cerita kakak saya, Wulan, tentang sambal seruit dan ikan mas bakar yang selalu disajikan di rumah mertuanya kala mereka berkunjung ke Lampung, daerah asal kakak ipar saya. Dan promosi panas dari Rup, asisten rumah Wulan yang menggambarkan sambal seruit buatan Mas Moko sebagai makanan tersedap yang pernah dia cicipi (ehem, terkadang Rup memang agak lebay). Otak foodie saya yang selalu  bergairah dengan segala macam makanan dan resep tentu saja langsung 'on' dengan cepat. "Ayo kita buat"! Teriak saya antusias. Jadilah di suatu sore yang cerah, sepulang kerja Wulan dan suaminya dari rumah sakit, kami menuju ke lantai tiga tempat di mana sebuah pemanggang gas bercokol disana. Sedikit aksi bakar-membakar dan ulek-mengulek, tiga puluh menit kemudian bibir kami semua mendesah kepedasan dan mulut pun mengeluarkan teriakan, "Mantap!" ^_^


07 October 2013

Homemade Tomato Salsa: It's Hot & Super Yummy!


Jika anda penggemar berat keripik jagung atau tortilla chips seperti saya, maka ada satu cara menyantap keripik ini sehingga cita rasanya semakin sedap. Mencelupkannya ke dalam saus salsa! Keripik jagung yang hadir dalam aneka merk di supermarket memang terkadang tersingkirkan karena banyak dari kita yang lebih memilih untuk mengudap keripik kentang, padahal jika disantap bersama saus salsa yang terasa 'nano-nano' - pedas, asin, asam, segar - maka berbungkus-bungkus keripik jagung bisa ludes dengan cepat.  


Nah yang menjadi masalah, saus salsa kemasan botolan yang dijual di supermarket relatif mahal harganya. Untuk sebotol saus seberat 300 gram saya harus merogoh uang di kocek hampir lima puluh ribu rupiah. Mungkin karena produk impor dan tidak umum ditemukan di Indonesia membuat harganya menjadi melambung. Padahal jika ditilik dari komponen pembuatnya, maka saus a la Meksiko ini tidak sulit untuk dibuat sendiri dan bahan-bahannya pun cukup mudah ditemukan di Jakarta. Jadi weekend kemarin ketika saya melihat diskon besar buah tomat merah yang membludak di supermarket saya langsung beraksi untuk mewujudkannya. Rasanya? So yummy!


12 September 2013

Sambal Goreng Hati

 
Sambal goreng hati jelas bukan makanan kegemaran saya, rasa hati sapi yang aneh karena kandungan zat besi yang tinggi seringkali membuat perut saya bergolak naik. Tapi makanan ini merupakan menu wajib Lebaran, mungkin bukan bagi keluarga yang lain, tapi bagi keluarga adik saya, Wiwin, maka hati sapi yang dimasak dalam gelimangan bumbu merah merona seperti ini kudu wajib hadir di meja makan di hari yang fitri tersebut. Suaminya, penggemar berat makanan ini dan selalu request setiap tahunnya. Nah, masakan ini saya buat saat Lebaran bulan lalu. Momennya memang sudah basi, tapi resepnya tentu saja sama sekali tidak basi, karena mungkin ada banyak keluarga di luar sana yang berminat untuk membuat sambal goreng hati walau tidak dalam suasana Lebaran. 

Menurut Wiwin, sambal goreng hati yang lezat adalah jika memenuhi kriteria sebagai berikut: menggunakan hati segar (tidak beku sebagaimana yang banyak di jual di supermarket); bumbu yang super melimpah ruah; pedas dan menggunakan pete di dalamnya. Jadi sebagai kokinya, saya berusaha mewujudkan sambal goreng hati dengan syarat-syarat tersebut. ^_^


30 August 2013

Sambal Pecel Ngawi a la My Mom: Mantep Tenan! ^_^


Masakan Ibu memang merupakan masakan terenak di dunia, semua anak rata-rata akan mengatakan hal yang sama. Jika saya bertemu dengan teman yang Ibu-nya jago memasak maka mulailah kami menyebutkan satu persatu keunggulan masakan Ibu masing-masing. Mulai dari, "Ibuku jago banget membuat sambal goreng kentang. Sambal kentang terenak yang pernah ada deh." Itu celoteh Sintya yang Ibunya memang jago membuat aneka lauk-pauk. Atau, "Emak gue kalau bikin arem-arem isi daging, wuih maknyus banget rasanya", cerita menggebu-gebu ini datang dari Ani yang arem-arem isi daging buatan Ibunya memang cukup melegenda di kantor. "Ibuku kalau membuat sambal, rasanya tak ada duanya. Padahal bumbunya simple banget", nah yang ini komentar saya yang selalu terkagum-kagum dengan racikan sambal Ibu yang menurut saya mantap walau hanya dengan bumbu sederhana. 

Biasanya kalau sudah urusan pamer-pameran kemampuan Ibu memasak maka hanya teman saya Meta yang diam sambil tersenyum-senyum sendiri. Bisa ditebak, kemampuan memasak Ibunya pas-pasan jadi Meta tidak tahu masakan apa yang harus diceritakan. Namun pintarnya dia tahu memanfaatkan situasi yang kurang kondusif seperti ini, "Kirim-kirim kek itu sambal goreng kentang dan arem-aremnya ke rumah". ^_^


26 August 2013

Pisang Goreng Kipas & Sambal Ikan Roa


Pisang goreng pasir sempat booming beberapa waktu yang lalu, walaupun kemudian sekarang sinarnya seperti meredup, namun kala itu hampir di setiap jangkal tepi jalan selalu ada kios penjual makanan ini. Kalau berbicara mengenai pisang goreng maka sudah bisa ditebak, makanan ini juga merupakan salah satu gorengan favorit saya, tapi saya lebih menyukai versi yang digoreng dengan adonan tepung biasa. Nah jika anda menyempatkan diri berkunjung ke Mall Ambasador, maka di lantai empat area food court di sekitar jajaran restoran Manado, ada satu penjual pisang goreng yang mantap. Pisangnya padat, tidak terlalu lembek namun terasa manis, dengan balutan tepung yang renyah. Ketika kita membelinya maka si penjual akan menggorengnya saat itu juga sehingga kita bisa menyantapnya panas-panas ditemani dengan mangkuk kecil berisi sambal ikan roa yang super pedas dan gurih. Unik, namun seperti inilah biasanya pisang goreng a la Manado disajikan. 


18 July 2013

Ikan Bawal Kuah Pecak


Beberapa waktu yang lalu, ketika adik saya Wiwin hendak merayakan ultahnya, maka kami berencana untuk mengumpulkan anggota keluarga yang ada di Jakarta untuk bersantap siang bersama di luar. Biasanya kalau dalam situasi seperti ini tiba-tiba saja tidak ada satupun restoran oke yang terekam di kepala. Saya dan Wiwin pun akhirnya sibuk googling sana-sini mencari restoran dengan kapasitas meja yang cukup besar, ber-AC dengan makanan yang enak dan terjangkau harganya. Pencarian saya justru membuat saya terdampar ke sebuah warung makan Betawi yang letaknya tidak jauh dari rumah adik saya. Namanya rumah makan Betawi H. Muhayar. Dari banyaknya rekomendasi menarik yang diberikan di internet membuat kami pun menjadi penasaran dengan rasa pecak ikan gurame yang menjadi favorit restoran tersebut. 


"Yuk kita cek dulu saja sebentar tempatnya. Kalau oke kita makan disana saja", usul Wiwin dan lima menit kemudian meluncurlah kami kesana. Walau jam masih menujukkan pukul sebelas siang namun warung telah cukup ramai dengan banyaknya pengunjung yang bersantap. Melihat tampilan makanan yang tersaji di masing-masing meja membuat kami menelan air liur, sepertinya menu pecak memang menjadi menu andalan disini, terbukti dari banyaknya pengunjung yang memesan makanan tersebut. Jenis ikannya bisa bervariasi, mulai dari gurame, lele, atau gabus yang digoreng namun guyuran kuah sambal di atasnya sama, kuah pecak. Sayangnya, warung makan tersebut tidak ber-AC dan kurang representatif untuk acara kami - mengingat keponakan-keponakan saya yang masih rata-rata berusia tiga bulan hingga 9 tahun - sehingga kami pun batal untuk santap siang di restoran itu. Tapi tunggu dulu, dua bungkus pecak gurame tetap saya pesan untuk dibawa pulang. Mana mungkin kan saya menyia-nyiakan kesempatan menikmati pecak H. Muhayar yang terkenal ini? ^_^


10 April 2013

Mujair Garing Siram Saus Rica-rica


Entah kenapa walau ikan mujair selalu banyak tersedia di pasar dengan harga yang murah, saya tidak tertarik untuk membelinya. Membayangkan daging ikan yang tipis dan lebih sedikit porsinya dibandingkan dengan bagian duri, sirip dan kepala yang membuat saya malas mengolahnya. Ikan seperti ini hanya mantap jika digoreng kering dalam rendaman minyak panas yang banyak. Nah, menggoreng ikan hingga kering merupakan salah satu metode memasak ikan yang saya hindari karena membuat asam lemak omega 3 yang terkandung di ikan menjadi berkurang. Tetapi ketika terakhir kali saya mengunjungi Mba Yayuk, penjual ikan langganan, setumpuk mujair baru saja tiba dalam kondisi masih sangat fresh. Kali ini saya pun menyerah, tanpa pikir panjang lima ekor ikan masuk ke dalam timbangan. Si asisten Mba Yayuk dengan cekatan lantas menyiangi dan membelahnya memanjang hingga ikan menjadi pipih, terbelah sampai ke bagian kepalanya. Cara ini membuat ikan mudah kering kala di goreng. 

Menyantap ikan mujair begitu saja dalam kondisi tergoreng kering sebenarnya sudah cukup lezat, namun dengan siraman sambal rica-rica yang merah membara dan pedas pasti akan lebih afdol. Apalagi jika ditambah dengan daun kemangi dan kucuran air jeruk nipis yang asem segar. Hmm, gebetan lewat pun tak terlihat, yang jadi masalah gebetan  siapa yang lewat? Hiks. ^_^


26 March 2013

Ayam Goreng Cabai Hijau: Cetar Menampar ^_^


Satu hal yang menjadi risiko jika anda memiliki hobi memasak adalah anda akan sibuk memikirkan dan mempersiapkan masakan untuk dibawa jika hendak berkunjung ke rumah salah satu anggota keluarga. Jika umumnya orang lain tidak terlalu memikirkannya dengan serius dan mungkin akan memilih sisi praktis dengan membeli buah tangan di luar maka saya justru sibuk berperang di dapur dengan aneka perabotan dan bumbu untuk menghadirkan satu atau dua masakan yang akan disantap nantinya. Seperti weekend minggu lalu, saya berencana untuk berkunjung ke rumah Wiwin, adik saya, di daerah Mampang, maka sejak pagi saya pun sudah mempersiapkan masakan yang akan dibawa. Saya memilih sup ikan ekor kuning kegemaran Wiwin dan ayam goreng cabai hijau yang kali ini saya posting. Sepanci sup ikan yang saya masukkan ke wadah tupperware langsung amblas dengan cepat, sementara ayam goreng cabai hijaunya justru tidak banyak yang menyentuh. Usut punya usut, mereka ngeri melihat baluran cabai hijau yang memenuhi si ayam, katanya, "Pasti pedasnya cetar menampar!". ^_^ 


11 December 2012

Rujak Kangkung


Pertama kali saya merasakan makanan ini sekitar 15 tahun yang lalu saat awal-awal saya tinggal  di Jakarta. Seorang teman mengajak saya untuk menginap di rumah salah satu sepupunya dan saat makan siang tiba kami disuguhi dengan sepiring besar kangkung rebus beserta sambal rujak. Pertama kali mendengar dan melihatnya saya terheran-heran, setahu saya yang namanya rujak umumnya disantap dengan buah-buahan, yah okeh rujak cingur atau rujak petis a la Jawa Timuran juga menggunakan bahan sayuran di dalamnya hanya saja bumbunya sedikit berbeda dan mengandung petis. Namun rujak kangkung ini benar-benar kangkung yang disantap dengan sambal rujak buah. Walau terdengar aneh namun tidak membuat saya ragu untuk mengambil seporsi kangkung dengan kucuran sambal gula merah nan pedas di atasnya. Rasanya? Hmm, laziz!


20 October 2012

Ikan Kembung Panggang Rica-Rica Siram Sambal Dabu-Dabu


Ingin merasakan masakan super pedas? Mungkin resep yang saya posting ini bisa menjadi salah satu alternatif ide bagi anda. Ikan kembung yang dipanggang dan dibumbui dengan sambal rica-rica nan pedas beradu dengan siraman sambal dabu-dabu yang segar. Benar-benar lauk yang memerlukan nasi segunung untuk bisa dinikmati dengan nyaman. Bagi anda yang tidak terbiasa dengan masakan pedas maka sedikit adaptasi perlu dilakukan seperti mengganti cabai rawit dan cabai merah keriting dengan cabai merah. Namun bagi penggila cabai seperti saya, jumlah takaran cabai yang saya sertakan mungkin terasa tak berarti. ^_^



02 May 2012

Sambal Berambang Asem dan Daun Ubi Jalar: Nostalgia tentang Simbah


Daun ubi jalar rebus yang dicocol dengan sambal berambang asem? Hmm, setiap kali saya teringat dengan menu  satu ini maka air liur saya kontan menetes dan pikiran saya langsung melayang ke Paron, kampung halaman, dan almarhum Kakek saya. Makanan ini sangat sederhana namun mampu membangkitkan nafsu makan, terutama bagi para penggemar rerumputan hijau dan sambal pedas seperti saya. Kakek saya, dari pihak Bapak, kami memanggilnya dengan Mbah Lanang, selalu memesan untuk dimasakkan masakan ini semasa hidupnya. Disantap dengan nasi panas segunung dan ditemani dengan tempe atau tahu goreng dan ikan peda bakar, maka jangan berharap program diet anda akan sukses. Karena nasi sepiring tidak akan pernah, tidak akan pernah cukup untuk menghargai kelezatannya. Bagi saya tentunya. ^_^



29 December 2011

Kerang Hijau Rebus dengan Saus Pedas Asam Manis


Kerang segar dengan cocolan sambal pedas asam manis? Hmm, so yummy! Anda tidak akan bisa berhenti mengudapnya hingga kerang terakhir amblas tak bersisa. Kerang segar memang rasanya tidak ada duanya, gurih, juicy dan ketika cangkangnya dibuka maka air rebusan yang terdapat di dalamnya terasa begitu sedap walaupun si kerang hanya direbus dengan bumbu seadanya. Sebenarnya saya lebih menggemari kerang darah atau kerang bulu yang tekstur dagingnya lebih lembut dan kenyal, namun kerang hijau inipun ternyata lezat juga apalagi ketika dicelup ke dalam saus yang terasa pedas, asam dan manis. Resep saus ini dari Ibu saya, dan dari sejak dulu ketika masih di Tanjung Pinang kami sering sekali menyantap kerang-kerangan dengannya. Walaupun tentu saja anda bisa juga menggunakan saus segar ini untuk menemani makanan lainnya misalnya saja bakwan sayur atau otak-otak ikan. Dijamin tidak ada kata berhenti... mengunyah! ^_^


13 December 2011

Kembung Bakar dengan Sambal Segar Gandaria


Terkadang yang anda inginkan hanyalah kesederhanaan... 

Ketika saya ke toko buah langganan minggu lalu, saya melihat di konter sayuran tampak ter-packing rapi buah gandaria. Air liur saya kontan menetes membayangkan buah yang berasa asam dan unik ini dalam racikan sambal pedas nan segar. Hmm, terakhir saya menikmati buah ini sekitar setahun yang lalu saat seorang teman membawanya dari Bogor. Buah gandaria memang sangat nikmat jika dicampur ke dalam sambal terasi dengan cabai mentah. Nasi berbakul-bakul dengan lauk seadanya pun bisa lenyap tanpa ada rasa dosa. Nah, kali ini saya akan menggunakan buah berwarna hijau ini ke dalam sambal segar yang terdiri dari irisan tomat merah, cabai rawit dan terasi untuk menemani ikan kembung dalam bumbu sederhana yang di bakar di atas kompor. Hmm, baunya menguar ke seantero rumah Pete dan menghipnotis siapapun yang masuk untuk... apalagi kalau bukan ke dapur dan makan! ^_^


19 November 2011

Selar Goreng Garing Siram Sambal Cabai Hijau


Anda penggemar sambal cabe hijau ala Padang? Jika ya, berarti kita memiliki kegemaran yang sama akan sambal pedas namun sering membuat ketagihan ini. Jika dulu sambal cabai hijau hanya disajikan sebagai salah satu pelengkap di rumah makan Padang, kini peranannya mulai bergeser dan merambah ke aneka makanan lainnya, yang paling ngetop tentu saja bebek goreng sambal cabai hijau. Walaupun sebenarnya sambal ini sangat fleksibel jika dipadu padankan dengan jenis lauk lainnya, misalnya saja disiramkan ke atas ikan selar yang digoreng garing, seperti yang kali ini saya sajikan. Sambal yang terasa asam, pedas, asin memang pas sekali disantap dengan ikan selar yang gurih dan crispy. Tentu saja untuk menyantapnya anda membutuhkan nasi sebakul, karena sambal yang pedas ini membuat nafsu makan tambah dan tambah lagi. ^_^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...