Showing posts with label Sayuran. Show all posts
Showing posts with label Sayuran. Show all posts

12 December 2014

Spaghetti Goreng dengan Kangkung, Jamur dan Udang


Seringkali jika memasak pasta seperti spaghetti, berakhir dengan jumlah pasta yang lebih banyak dibandingkan dengan sausnya. Ini memaksa saya untuk akhirnya menyimpan pasta sisa ini selama berhari-hari di kulkas.Tak terkecuali minggu lalu saat hendak membuat seporsi spaghetti saus udang yang resepnya pernah saya posting di JTT. Ketika sepiring besar pasta telah masuk ke dalam perut hingga seakan rasanya perut ini hendak meledak akibat kekenyangan, ternyata saya masih memiliki banyak sisa spaghetti rebus di panci. Selama empat hari spaghetti ini pun berakhir mendekam di dalam Tupperware di kulkas. Takut si pasta menjadi tidak layak makan, saya pun menyulapnya menjadi spaghetti goreng yang bumbunya mirip dengan mie goreng a la Jawa. Bersama dengan udang, jamur dan daun kangkung, spaghetti goreng ini mantap rasanya dan tak kalah dengan versinya yang terbuat dari mie kuning. 

Nah ide resep ini sebenarnya datang dari teman kantor saya, Ani, yang sering sekali membawa bekal sarapan di kantor berupa spaghetti goreng buatan Ibunya yang terkenal sedap. Ternyata ukuran helai spaghetti yang lebih besar dibandingkan mie kuning umumnya, dengan tekstur yang lebih kenyal serta tidak mudah lembek kala dimasak, membuatnya sangat pas jika diolah menjadi mie godhok atau mie goreng a la Indonesia. Mantap!

Angel Hair dengan Saus Seafood 


02 December 2014

Beetroot Chocolate Cake - Super duper moist!


Sebenarnya tidak ada hubungan mesra antara saya dan cake coklat. Namun jika bertemu dengan satu resep cake coklat yang menjanjikan sejuta mimpi yaitu mampu menghasilkan cake dengan cita rasa dan tekstur terbaik maka mata ini seakan melotot, hati tergugah dan tangan pun gatal untuk segera mencobanya. Padahal cake coklat bukanlah salah satu cake favorit saya. Nah jika anda tekun mengikuti perjalanan JTT atau tekun mengobrak-abrik daftar resep di blog mungkin anda akan takjub menemukan banyaknya resep cake coklat disana. Teman saya, Tyas, bahkan pernah menyebutkan hal ini secara khusus ketika hendak mencoba salah satu resep cake coklat yang pernah saya posting. "Gue kan mau buat cake coklat nih Ndang untuk acara keluarga, nah resep cake coklat lu banyak banget sampai bingung mau memutuskan yang mana. Jadi kira-kira cake mana yang paling mantap"? Pertanyaan Tyas ini sebenarnya mewakili banyak pertanyaan lainnya yang pernah masuk ke dalam kolom komentar di blog. Terus terang saya sendiri bingung dengan jawabannya. ^_^

Beetroot atau umbi bit

26 November 2014

Samosa Daging


Bicara tentang food blogging maka bagi saya hal tersebut erat kaitannya dengan foto makanan; wadah yang digunakan; background saat makanan tersebut ditampilkan dan segala pernak-pernik penunjangnya seperti sendok, serbet, atau sekedar wadah garam. Tentu saja dengan tidak melupakan tokoh dibelakang layar sebelum masakan tersebut siap untuk ditayangkan yaitu resep yang tok-cer dan proses memasak yang detail dengan penjelasan yang mudah. Dulu, sewaktu saya belum terjun dengan gaya bebas menjadi seorang food blogger, tidak pernah terpikirkan dalam benak saya betapa panjangnya sebuah proses mem-posting sebuah resep bahkan yang simple sekalipun seperti sambal bawang. 

Dimulai dari pemilihan bahan yang digunakan, menimbang takarannya, membuatnya, menulis setiap bahan yang dicemplungkan ke dalam cobek beserta takaran pasnya, menyajikannya di wadah yang sesuai dengan si sambal, menata pernak-pernik disekitar wadah misalnya sebuah sendok kecil atau sehelai kain serbet untuk mengalas si wadah sambal, mengambil foto, mengeditnya, melakukan upload ke blog dan menulis resep serta prosesnya. Panjang dan lama, sehingga terkadang saya membutuhkan waktu khusus untuk menampilkan sebuah resep di JTT. Apalagi jika kemudian terkendala dengan masalah seperti, setelah dibuka di laptop semua foto jelek hasilnya, bad mood atau ide menulis tiba-tiba macet mentok tembok gubrak! ^_^


25 November 2014

White Chicken Chilli


Hari itu hujan luar biasa deras mengguyur. Sebuah sungai kecil di depan rumah tampak penuh meluap hingga air keruhnya yang berwarna coklat susu tumpah ruah ke badan jalan. Sudah lebih dari satu jam lamanya saya duduk di bagian teratas tangga teras dengan pandangan nanar menatap jembatan kayu kecil yang melintang di tengah sungai. Jembatan reot yang menghubungkan rumah orang tua saya dengan rumah tetangga di depan terkadang menyembul dari balik air namun seringkali tenggelam ditelan keruhnya sungai. Rasa bosan yang menggerogoti hati karena seharian harus mendekam di dalam rumah mulai tak tertahankan. Begitu banyak hal menarik di sekitar rumah yang serasa tak habis-habisnya walau telah saya eksplorasi setiap hari. 

Penantian saya akhirnya mulai berakhir kala hembusan angin mendorong awan gelap hingga perlahan tersapu pergi dan sinar matahari pun menerobos dengan cerianya. Tetesan besar air perlahan mulai berganti menjadi rintik yang kecil dan menguap terpanggang panasnya sang surya. Semangat saya pun mulai berkobar, sehabis hujan merupakan momen yang sangat menyenangkan. Sungai kecil di depan rumah yang berhulu dan bermuara di laut selalu membawa banyak ikan-ikan kecil yang terlihat dengan jelas kala lumpur mulai mengendap. Udang kecil akan terperangkap di dalam kolam-kolam imut  di halaman rumah tetangga yang landai dan berbatu. Beberapa anak tampak mulai keluar menenteng ember kecil untuk mencari ikan. Dan seakan sayap tumbuh dari kedua pergelangan kaki, segera saja saya terbang menuju ke jembatan kecil yang walau tak tampak namun saya yakin ada disana. Beberapa kali loncatan tiba-tiba kaki ini kehilangan pijakan dan pandangan pun menjadi gelap gulita. Air masuk dengan derasnya ke dalam hidung dan mulut saya yang terbuka berusaha mencari udara. Saat itu saya pun tersadar, saya tercebur ke dalam sungai dan mulai tenggelam!


20 November 2014

Si Penambah Nafsu Makan - Sambal Teri Cabai Hijau


Kalau merenung, menimbang, melihat dan memikirkan berat badan yang merangkak semakin naik, maka sebenarnya saya termasuk kategori orang yang tidak perlu doping untuk menambah nafsu makan. Nafsu saya akan makanan, sejak dari lahir (menurut laporan Ibu saya) hingga saya sejumbo sekarang tidak pernah mengalami masalah yang namanya hilang nafsu. Justru saya perlu belajar banyak untuk mengerem keinginan mengunyah yang sepertinya susah sekali dikontrol. Namun beberapa hari belakangan ini karena kondisi badan yang kurang fit, panas demam dan perut yang terasa tidak nyaman akhirnya saya pun mengalami kehilangan nafsu makan. 

Setiap hari saat jam makan siang maka saya pun dibuat kebingungan untuk memutuskan menu apa yang akan saya santap hari itu. Setelah bosan menyantap cap cay, 'eneg' jika teringat kani roll dan ngeri jika harus membakar lambung saya dengan seporsi besar tom yam maka tadi pagi walau didera rasa malas saya pun memaksakan diri berkutat di dapur untuk mempersiapkan lauk makan siang. Kalau sudah seperti ini maka masakan simple a la kampung seperti sambal teri dengan cabai hijau dan aneka sayuran ini biasanya terbukti sukses untuk mendobrak semangat makan!  ^_^


31 October 2014

Sup Ayam dengan Millet


Beberapa minggu belakangan ini saya dilanda demam yang aneh. Eits nanti dulu, ini bukan demam karena mabuk cinta atau demam karena mengidamkan satu makanan, melainkan benar-benar demam karena suhu badan yang naik. Saya katakan aneh karena demam ini seperti jailangkung yang datang tak diundang dan pergi pun tak diantar. Demam ini terkadang muncul namun juga menghilang begitu saja. Selain demam badan juga terasa meriang dan kondisi ini semakin diperparah dengan AC kantor yang tidak manusiawi dinginnya serta cuaca Jakarta yang mendung beberapa hari belakangan ini. Kostum musim dingin yang terdiri dari jaket tebal dan syal dileher pun menjadi pemandangan pakaian saya sehari-hari di kantor hingga Mba Vicky, seorang rekan kantor, pagi ini memberikan komentar, "Wah sudah siap-siap hendak liburan musim dingin ke luar negeri Mba Endang"? Saya hanya bisa menghela nafas berat sambil menjawab, "Bukan Mba, ini karena demam dan meriang." ^_^


22 October 2014

Baguette Sandwich Isi Smoked Beef, Sayuran dengan Saus Yogurt


Ketika saya travelling ke Eropa beberapa bulan yang lalu - ehem dengan modal pas-pasan dan kantong cekak - maka sandwich merupakan makanan mudah, relatif murah dan halal yang bisa dengan mudah saya dapatkan. Salah satu toko penjual sandwich yang menjadi andalan saya adalah Subway. Walau banyak restoran yang menyajikan menu serupa namun membelinya di Subway dengan harga yang sama - waktu itu sekitar tiga hingga empat Euro - maka saya bisa mendapatkan sepotong sandwich dengan aneka isi yang banyak digelar di etalase. Sandwich di Subway selain terasa lezat, fresh dan berukuran super jumbo, saya juga bisa memilih menu halal seperti isi tuna yang menjadi kegemaran dan meminta versi pedas dengan menambahkan banyak acar cabai di dalamnya.

Nah selain Subway, sebuah kedai kecil di stasiun kereta di Copenhagen juga menyajikan sandwich siap saji yang sudah diracik dan dipajang di lemari kacanya. Sandwich yang terbuat dari roti baguette ini berukuran cukup jumbo dengan isi sayuran dan irisan daging sapi panggang. Rasanya super yummy dan satu hal yang paling membuat saya terkesan dengannya adalah rasa saus yang terasa istimewa. Saus berwarna kuning kecoklatan dengan rasa asam manis itu dihiasi dengan butiran biji mustard yang terasa sangat lezat hingga membuat saya penasaran untuk menemukan formula resepnya. ^_^


19 October 2014

Sayap Ayam Panggang Bumbu Daun Ketumbar dan Bawang


Bosan dengan olahan chicken wings yang itu-itu saja? Maksud saya olahan chicken wings a la Fiesta yang sepertinya menjadi ide utama yang terlintas ketika anda hendak mengolah sayap ayam. Well siapa sih yang tidak doyan dengan sayap ayam berbumbu manis, pedas, asin yang membuat kita seakan tak bisa berhenti menggasaknya setelah gigitan pertama? Bahkan sepiring besar olahan sayap ayam ini mampu saya sikat sendiri dan enggan berbagi dengan lainnya. Nah kali ini ketika melihat sayap ayam segar di supermarket saya pun tergoda untuk memasukkannya ke dalam keranjang belanja, namun eits nanti dulu, sayap-sayap ini tidak akan berakhir menjadi chicken wings a la Fiesta atau chicken wings a la Pizza Hut karena satu resep yang sudah sangat lama ingin saya coba telah menanti. Sayap ayam yang dibalur dengan bumbu marinade terbuat dari daun ketumbar dan bawang putih serta dipanggang hingga matang kecoklatan ternyata menjadi alternatif maknyus lainnya yang layak dicoba. ^_^


15 October 2014

Vegetarian Lumpia dengan Saus Pedas a la Thai


Tanpa saya sadari ternyata saya memiliki banyak sekali kulit spring roll dalam berbagai ukuran di freezer. Kulit spring roll super tipis dengan berbagai merk ini sangat saya sukai karena garing dan renyah serta sangat fleksibel untuk diolah menjadi aneka makanan. Sebut saja egg roll, samosa, lumpia atau untuk versi manisnya anda juga bisa mengisinya dengan potongan apel dan nanas yang dimasak dengan gula, atau mungkin pisang dengan coklat dan keju. Gulung dan goreng. Super praktis dan semua anggota keluarga pasti menyukainya. Nah berhubung minggu lalu hasil kerja keras memasak berbagai menu untuk buku kedua saya menyisakan banyak sekali sisa-sisa sayuran, tauge dan bihun rebus, kepala saya pun langsung terpikir untuk menyulapnya menjadi makanan lainya. Apalagi jika bukan menumisnya sebentar bersama bawang putih, merica dan saus tiram dan menjadikannya lumpia yang super tasty. Supaya rasa asin-gurihnya lebih balance saya pun menyajikannya dengan saus a la Thai yang terasa asam, asin dan manis. Mantap!

13 October 2014

Galantine Daging Sapi & Ayam dengan Sayuran Rebus dan Kentang Goreng


Buku kedua saya dengan tema tumis, goreng dan kuah saat ini sedang dalam proses pembuatan. Beberapa minggu ini saya pun dibuat luar biasa sibuk dengan aktifitas memasak dan foto yang semua saya lakukan sendiri. Buku ini berisi 30 resep masakan yang digoreng, ditumis dan berkuah yang sebagian besar belum pernah saya posting di blog. Walau aktifitas memasak estafet alias tanpa henti seperti ini memang amat sangat melelahkan namun semua itu sedikit terhibur dengan proses memotret makanan yang memang saya sukai. Terus terang akhir-akhir ini saya memang sedang mengasah kemampuan food photography yang pas-pasan untuk menjadi lebih baik. Perlu anda tahu bahwa selain saya 'gaptek' menggunakan kamera, kemampuan food styling pun juga parah. Rata-rata tampilan foto masakan di JTT selalu apa adanya, tanpa garnish tanpa gaya, plus selalu dengan style memotret jarak dekat yang tujuannya untuk menutupi background di dapur yang acak adul

Selama ini saya tidak pernah tertarik untuk mengutak-atik kamera DSLR milik Tedy, adik saya, yang saya pinjam sejak err.... Setahun yang lalu? Hmm, sampai detik ini saya masih berharap Tedy lupa dengan kamera tersebut! Karena sejak si Canon Powershot G11 milik saya menjadi benar-benar rusak total membuat saya harus belajar bagaimana mengoperasikan DSLR tanpa mengandalkan pada tombol 'auto'. Proses belajar memang membutuhkan waktu, walau tidak bisa dibilang hasil foto saya 'looks professional' tetapi setidaknya (menurut saya) lebih baik dibandingkan waktu yang lalu. ^_^


07 October 2014

Green Smoothie - Dengan Daun Mint & Parsley


Beberapa waktu yang lalu seorang pembaca JTT mengirimkan email ke saya menanyakan resep green smoothie yang nyaman untuk diminum. Resep andalan green smoothie-nya adalah bayam dengan campuran beberapa buah-buahan. Nah yang menjadi kendala adalah rasa bayam yang 'langu' membuatnya harus bersusah payah kala meminumnya setiap hari. Berbicara mengenai smoothie buah dan sayuran maka minuman ini merupakan santapan saya di pagi hari, terutama kala sedang menjalankan program menurunkan lima kilogram berat badan seperti yang sedang saya usahakan saat ini. Tak terhitung entah sudah berapa banyak modifikasi resep smoothie yang saya buat, dan semua ramuannya tergantung dari isi kulkas saat itu. Walau tergantung dengan persedian buah dan sayur yang dimiliki, namun semua resep green smoothie saya memiliki benang merah yang sama yaitu campuran buah-buahan (yang bisa memberikan efek creamy) dan jenis sayuran hijau yang sedap jika disantap dalam kondisi mentah. Nah salah satu andalan saya adalah resep yang saat ini saya bagikan ke anda.


02 October 2014

Caesar Salad dengan Ayam Goreng


Akhir-akhir ini makanan yang saya makan sehari-hari memang tidak terkontrol, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Sejak sebulan ini setiap pulang dari kantor, hanya dua menu makan malam yang memenuhi benak saya: paket Burger King Whoopers dan mie goreng instan dengan chicken wings. Okeh saya tahu, bukan dua menu tapi banyak menu! Nah porsi makanan yang saya sebutkan di atas memang termasuk luar biasa. Whoopers merupakan paket di Burger King yang ukurannya lumayan jumbo, plus kentang goreng extra large, segelas besar Coca Cola dan satu cup ice cream sundae dengan topping strawberry maka sesudah menyantapnya perut pun terasa hampir meledak hingga bernafas pun menjadi susah. Perasaan menyesal pun tiba ketika semua makanan telah habis tandas tak bersisa. Namun susahnya, dua atau tiga hari kemudian saya pun mengulangi story yang sama. Nangkring di Burger King menyantap Whoopers!

Selain burger, makanan lain versi rumahan yang bisa saya santap dengan cepat setiba di rumah adalah dua bungkus mie goreng instan plus 'segambreng' cabai, telur mata sapi dan sepiring besar chicken wings. Porsinya saya yakin akan membuat anda membatin Masya Allah! Piring biasa bahkan sudah tidak muat menampungnya sehingga saya menggunakan mangkok besar yang biasa digunakan untuk mengaduk adonan cake sebagai tempat makan. Saat menyantap makanan memang sebaiknya tidak dibarengi dengan kegiatan menonton TV atau browsing internet, namun itulah yang saya lakukan. Ketika yang tersisa dari chicken wings di piring hanyalah remah-remah dan  saus yang belepotan,  perut saya pun masih tetap menjerit lapar. Tobat!



25 September 2014

Tumis Batang Kembang Kol dengan Teri Jengki


Apakah perasaan anda sama dengan saya, setiap kali membeli kembang kol atau brokoli terasa miris melihat bonggol batangnya yang sebesar gentong? Okeh mungkin deskripsi 'sebesar gentong' terlalu berlebihan, tapi memang rasanya mubazir sekali membeli kembang kol atau brokoli yang terasa berat ketika ditimbang namun penyumbang bobot terbesar justru batangnya yang seringkali dibuang percuma. Seringkali saya membatin sendiri mengapa sih porsi batang harus disertakan sebegitu besarnya? Walau tentu saja saya tahu jawaban dan alasannya: Selain melindungi si kembang kol yang fragile juga untuk membuat bobotnya semakin berat!  

Nah minggu lalu, saya akhirnya memutuskan untuk membeli kembang kol hanya karena 'ngiler' membayangkan sup sayuran bening nan segar yang penuh dengan potongan kembang kol dan buncis di dalamnya. Terus terang ini kali pertama saya membeli kembali kembang kol setelah sekian tahun lamanya vakum hanya karena masalah bonggol! Namun kali ini saya tidak akan menyia-nyiakan si bonggol kembang kol yang terlihat segar dan cantik ini, saya akan mengubahnya menjadi lauk yang lezat untuk bekal makan siang di kantor.^_^


24 September 2014

Homemade Acar Cabai


Beruntunglah bagi kita yang hidup diiklim tropis dimana matahari dan hujan begitu melimpah serta cuaca yang sangat mendukung sepanjang tahun sehingga hasil pertanian setiap waktu selalu mudah ditemukan di pasar. Namun bagi mereka yang hidup di negara empat musim dimana beberapa hasil pertanian hanya bisa ditemukan hanya pada musim tertentu maka mengawetkan bahan makanan menjadi solusi praktis untuk bisa menikmati sayur atau buah sewaktu-waktu. Tidak heran jika kemudian begitu mudahnya kita menemukan wadah-wadah berisi awetan sayuran dan buah-buahan dalam rendaman garam, gula atau vinegar (cuka) di supermarket disana. 

Bagi kita yang hidup di Indonesia, tentu saja mengawetkan makanan seperti buah dan sayuran mungkin tidak pernah terlintas di dalam pikiran. Mengapa harus diawetkan, jika versi segarnya dengan mudah kita temukan di pasar dengan harga yang terjangkau?  Belum lagi makanan awetan tentunya kurang sehat apalagi jika kemudian ditambahkan aneka bahan pengawet atau pewarna di dalamnya. Namun ketika saya berlibur ke Eropa beberapa bulan yang lalu, saya menemukan bahwa acar cabai dalam botol ternyata sangat lezat rasanya dan bahkan mantap untuk menemani sandwich sosis  atau sebagai topping pizza. Jadi kali ini tidak ada salahnya jika kita mencoba membuatnya sendiri di rumah bukan? ^_^


16 September 2014

Express Pizza dengan Roti Pita


Apa jadinya kalau sedang bersantai di rumah, enggan keluar dan perut lapar keroncongan? Hmm, sebagian dari anda mungkin akan mengatakan, "Delivery order dong! Hari gene"! Delivery order memang solusi mudah bagi anda yang tinggal di perkotaan dimana aneka makanan seperti pizza, burger dan ayam goreng bisa dengan mudah tersaji di depan mata hanya dengan menekan tombol di HP. Tapi bagi mereka yang berada di pelosok desa atau dimana tidak ada restoran terdekat yang bisa mengirimkan makanan cepat saji maka anda harus memutar otak. Tentu saja banyak makanan yang mudah dan cepat untuk dihidangkan hanya dengan berkutat sekitar sepuluh hingga lima belas menit di dapur, tetapi bagaimana kalau makanan yang anda inginkan adalah pizza! Nah resep yang saya tampilkan kali ini merupakan alternatif pizza super express nan nendang yang bisa anda coba di rumah. Bahkan prosesnya begitu mudah dan menyenangkan sehingga krucil-krucil pun bisa anda libatkan di dalam aksi membuatnya. ^_^

Syrian Pita Bread
Oregano kering

09 September 2014

Khoresh Bademjan & Chicken - Langsung disajikan dari dapur Ibunda Said!


Jika anda mulai kehabisan ide dengan menu makanan yang itu-itu saja untuk santapan sehari-hari maka mungkin kini saatnya bagi anda untuk merambah ke menu dari mancanegara. Nah masakan kali ini mungkin bisa menjadi selingan yang lezat. Chicken khoresh bademjan namanya. Okeh, yep, tebakan anda sangat tepat! Masakan ini berasal dari Iran. Dan yep sekali lagi anda benar! Masakan ini diperkenalkan oleh teman Iran saya - yang namanya sudah sangat sering bersliweran di JTT - yaitu Said. Saya mengenal masakan ini sebenarnya sudah sejak lama dan bahkan beberapa kali mencoba membuatnya sendiri di rumah, namun resep yang saya tampilkan kali ini berbeda dengan chicken khoresh bademjan yang  biasa saya ekeskusi sendiri. 

Apa sih bedanya? Nah ketika bulan lalu saya ke Jerman, maka saya pun menyempatkan diri untuk singgah di rumah keluarga besar Said di Dortmund. Sudah lama saya mendengar bahwa sang Bunda sangat jago memasak makanan Persia. Jadi betapa beruntungnya saya kala Ibu Said (yang hendak mempersiapkan makan siang), menawarkan saya untuk bergabung di dapurnya dan berbagi satu resep masakan yang cukup terkenal di Iran. Tidak membuang kesempatan emas ini saya pun menenteng kamera pocket yang tak pernah lepas dari saku dan berdiri di samping wanita Iran yang masih sangat cantik di usianya yang telah lanjut. Well kapan lagi saya bisa menyaksikan masakan Persia dibuat langsung oleh Master-nya bukan? ^_^


26 June 2014

Gulai Pakis a la My Mom


Pakis atau paku merupakan tumbuhan yang sering kita temukan di tepi jalan, di lahan kosong bahkan di dinding tembok dan batang pepohonan. Daunnya yang indah dan unik dengan bentuknya yang beraneka ragam seringkali menjadikan daun ini sebagai target koleksi bagi pecinta herbarium. Dulu ketika saya masih kecil, saya memiliki banyak koleksi tumbuhan paku dari aneka spesies. Daun-daun ini saya selipkan di dalam lembaran buku tua milik Bapak yang telah tidak terpakai. Biasanya dalam waktu satu minggu daun paku menjadi kering dan siap untuk di tempelkan di sehelai kertas putih. Waktu itu saya dan kakak saya Wulan, menggunakannya sebagai hiasan kartu Lebaran yang akan kami kirimkan kepada keluarga di Tanjung Pinang. Berhubung kondisi ekonomi keluarga kami yang sangat pas-pasan dan kartu Lebaran buatan pabrik termasuk golongan barang mewah yang tak terkangkau, maka kartu buatan sendiri yang terbuat dari sehelai kertas karton putih dengan aneka tempelan daun dan biji kering pun menjadi alternatif yang tak kalah ciamiknya. ^_^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...