Showing posts with label Sayuran. Show all posts
Showing posts with label Sayuran. Show all posts

16 April 2014

Gulai Nangka dan Kacang Panjang a la My Mom - Super Tasty!


Berbicara mengenai gulai nangka maka selalu membuat saya teringat dengan Tanjung Pinang, Riau. Kota kelahiran Ibu saya ini memang masakannya agak dipengaruhi oleh masakan Minang, Melayu dan China. Jadi tidak heran jika nasi lemak, gulai cincang Padang dan kwetiaw menjadi makanan yang umum kami santap. Nah berbicara mengenai sayur maka kami sekeluarga merupakan penggemar berat gulai yang terbuat dari potongan nangka muda - terkadang dengan tambahan kacang panjang dan potongan daging berlemak - di dalamnya. Rasanya sangat tasty! Jika anda penggemar nasi Kapau pasti teringat dengan gulai nangka muda dengan kacang panjang atau kubis di dalamnya. Gulai di masak dalam gelimangan santan yang tidak terlalu kental dengan rasa rempah dan bumbu yang kuat. Seperti itulah gulai nangka yang sering dimasak Ibu saya di rumah. Bumbunya memang 'segambreng' namun jika anda sering kali tidak puas dengan porsi gulai nangka yang diberikan di restoran Kapau (seperti saya!) maka membuatnya sendiri tentu saja menjadi alternatif terbaik. 


03 April 2014

Balado Ikan Asin dan Petai: Nampol enaknya!


Ikan asin dan petai dalam gelimangan sambal balado yang merah membara ini memang luar biasa sedapnya. Tips agar sambal tahan lama dan terasa sedap adalah menumis bumbunya hingga benar-benar matang dalam minyak yang banyak.

 
Memilih petai bukanlah salah satu keahlian saya, ini karena sayuran beraroma unik ini jarang saya konsumsi. Nah Sabtu kemarin kala kantor saya mengadakan acara jalan-jalan bersama ke Anyer kami pun terdampar di Pantai Carita yang penuh sesak dengan pedagang makanan. Sebenarnya kondisi ini sedikit mengesalkan dan mengganggu privasi. Bagaimana tidak? Mulai sejak kaki ini menginjakkan diri di pasir yang berwarna hitam hingga kembali ke dalam bis untuk pulang, ibu-ibu penjual ikan asin, petai atau jasa pijat sibuk menawarkan dagangannya. Bahkan saat kami menggelar tikar di hamparan pasir dan mulai membuka ransum makan siang, para pedagang ini dengan santainya berdiri mengelilingi tikar yang kami duduki, tak peduli saat itu kami sedang sibuk membagikan nasi dan aneka lauk serta bersiap hendak bersantap siang. Awalnya memang terasa risi namun lama-lama akhirnya kami kebal juga. ^_^


24 March 2014

Mie Goreng Seafood dengan Sayuran


Sebenarnya saya bukan termasuk penggila mie dan pasta, dan dalam satu bulan mungkin frekuensi saya menyantap makanan ini bisa dihitung dengan jari. Terus terang saya memang menghindarinya, karena jika sekali saja terpeleset maka bisa dipastikan saya pasti ingin terus dan terus mencicipinya. Kecanduan mie hampir sama seperti kecanduan nasi Padang yang jika tidak hati-hati maka berat badan bisa langsung naik dengan cepat. Contohnya beberapa hari terakhir ini, dimulai dengan spaghetti casserole yang hampir seperempat porsi saya sikat sendiri (baru kemudian sisanya saya bawa ke kantor untuk diserbu teman-teman disana); Dilanjutkan pada malam Jumat kemarin saya membuat seporsi besar spaghetti saus seafood yang alamak lezatnya hingga rasanya saus yang menempel di piring ingin saya jilat sampai licin tandas; Dan yang terakhir weekend kemarin saat perut lapar melanda di pukul delapan malam, hari saya pun berakhir dengan sepanci besar mie goreng seafood yang hampir membuat perut terasa meledak kekenyangan. Pagi tadi dengan rasa was-was saya pun naik ke timbangan badan di sudut dapur dan menjerit kala melihat jarum meluncur ke angka 57 kg. Berat badan saya naik 2 kg dalam 1 minggu! Tobat dah!

Spaghetti Casseole: Kenyang! Lezat! Puas! 
Angel Hair dengan Saus Seafood 




17 March 2014

Spaghetti Casserole: Kenyang! Lezat! Puas!


Ditengah kesibukan dan pontang-pantingnya saya memenuhi semua resep menu di buku yang bulan ini harus kelar, saya tetap berusaha untuk konsisten melakukan posting di JTT yang walau akhir-akhir ini terasa berat untuk diwujudkan. Proses membuat buku yang tadinya saya anggap enteng karena semua foto akan diambil dari JTT berubah menjadi masalah besar tatkala semua size gambar ternyata tidak cukup besar resolusinya dan menjadi pecah kala di cetak menjadi ukuran yang lebih besar. Tatkala Mba Lidya, salah satu perwakilan dari penerbit mengabarkannya ke saya dengan nada bercampur panik, "Mba, ada size gambar yang lebih besar? Semua gambar pecah ketika dicetak"! Saya sudah tahu untuk menyelesaikan buku ini memerlukan perjuangan yang tidak mudah saudara-saudara dan itu melibatkan waktu, energi, sabun cuci piring dan telapak tangan yang mendadak menjadi semakin terasa kasar karena harus mencuci berpuluh-puluh perabotan. Walau hanya lima puluh resep terfavorit JTT yang akan ditampilkan di buku namun jika kelima puluh itu harus saya masak dalam waktu dua minggu di sela-sela waktu yang terbatas rasanya luar biasa gempor juga. Tobat! ^_^


12 March 2014

Gulai Daun Singkong - Menu Kegemaran Abang


'Ngobrol' dengan si kecil Fatih, putra bungsu adik saya Wiwin yang baru berusia 8 tahun memang penuh dengan momen yang menggelikan dan acapkali membuat saya ngakak, saya pun tak tahan untuk membaginya dengan anda di sini.  Si kecil ini benar-benar seorang entertainer sejati yang dengan gayanya yang polos dan cara berpikirnya yang smart terkadang membuat saya terheran-heran sendiri. Contohnya kemarin saat saya cuti selama dua hari dan tingggal di rumah Wiwin dimana sebagian besar waktu tersebut saya gunakan untuk memasak beberapa resep yang rencananya akan di tampilkan di ehem.... Buku perdana saya yang bertema Home Cooking. Demi hasil foto yang bagus di setiap resepnya maka saya pun meminjam kamera DLSR adik saya, Tedy. Hasilnya memang mengesankan membuat saya berulangkali meratap andai kamera ini milik saya sendiri. 


04 March 2014

Sambal Bunga Kecombrang - Harumnya membuat nafsu makan bertambah!


Dua bulan terakhir ini merupakan bulan yang tersibuk dalam hidup saya, mungkin terlalu 'lebay' untuk diucapkan demikian, tapi memang itu lah yang saya rasakan. Mulai dari project di kantor yang berbarengan deadline-nya - semuanya berhubungan dengan implementasi sistem baru di kantor - membuat saya harus masuk setiap hari Sabtu; Adik saya Tedy yang sedang melakukan proses pindah rumah dari Bekasi ke Bogor dan memerlukan satu atau dua perabot rumah Pete untuk di angkut. Hingga terakhir minggu lalu adik saya, Wiwin mengirimkan pesan panik lewat WA, "Ndang, si Yuk dan Septi sakit panas demam dan pulang kampung semua hari ini, huaaa." Dua nama di dalam pesan Wiwin merupakan asisten rumah tangga yang telah bekerja bertahun-tahun lamanya bersama adik saya. Membayangkan Wiwin yang yang harus membagi waktu antara bekerja di kantor dan mengurus rumah beserta dua bocah lelaki berusia 9 dan 11 tahun membuat saya tak tega juga. Hari Sabtu dan Minggu yang lalu bersama dengan Bulik Sopiah yang tinggal di Depok kami pun hijrah sejenak ke rumah Wiwin di daerah Mampang Prapatan. 

25 February 2014

Steak daging sapi dengan saus lada hitam, kentang tumbuk dan sayur rebus


Dimana sih kita bisa menikmati steak daging sapi yang lezat, empuk dengan cita rasa pas di lidah, porsinya pun jumbo dengan harga terjangkau? Ehem, definisi harga terjangkau itu kira-kira tidak lebih dari seratus ribu rupiah seporsinya. Di Jakarta ada beberapa restoran yang menjadi incaran pemburu steak dengan kriteria yang saya sebutkan di atas, misalnya saja Abuba Steak, Andakar, atau Hollycow. Nah untuk Andakar saya bahkan pernah menulis ulasannya di sini. Dua lainnya, saya memang tidak menampilkannya di JTT namun saya rekomendasikan untuk anda coba jika ingin mencicipinya. Di Hollycow anda bisa memilih jenis saus yang digunakan apakah black pepper, mushroom atau barbeque. Sedangkan Andakar dan Abuba mereka hanya memiliki satu jenis saus saja yaitu barbeque. 

Tapi walaupun ketiga restoran ini menawarkan steak yang cukup oke, namun tetap saja rasa penasaran untuk bisa membuat steak sendiri dengan rasa yang mantap dan harga yang lebih bersahabat selalu menggebu. Bayangkan saja, saat hujan deras mengguyur, perut keroncongan dan yang terbayang adalah seporsi steak daging yang hangat dilengkapi dengan kentang tumbuk nan creamy dan crunchy-nya sayuran rebus, walau air liur berleleran tetap saja enggan rasanya menggerakkan badan untuk menembus hujan, mencari angkutan umum dan pergi ke resto steak. Saya belum terlalu gila untuk melakukan itu.  Nah cara termudah dan tercepat untuk mewujudkan impian tersebut adalah dengan meluangkan waktu sebentar di dapur plus sedikit kreatifitas maka seporsi steak hangat a la resto dengan mudah bisa dihidangkan! ^_^

Potongan daging yang telah direndam nanas


18 February 2014

Sup Ayam Asam Pedas - Chinese Hot and Sour Chicken Soup


Ada ratusan cara mengolah sup ayam, aneka resep sup pun beredar baik di internet maupun di buku-buku masakan. Mulai gaya Western atau Asia, semua tentu saja memiliki ciri khas masing-masing. Saya sendiri sudah sering menampilkan resep sup ayam di JTT karena hidangan berkuah praktis dengan rasa segar ini merupakan makanan kegemaran saya. Biasanya saya membuatnya dalam jumlah banyak, menggunakan satu ekor ayam utuh dengan tambahan aneka sayuran seperti wortel, jamur, jagung manis, buncis, kubis atau kapri manis dengan banyak rajangan daun bawang di dalamnya. 

Sup lantas saya masukkan ke kulkas dan disantap untuk beberapa hari dengan memanaskannya sebentar di microwave, walau biasanya sih hanya dalam dua hari saja sepanci sup habis saya sikat sendiri. Jadi bisa anda bayangkan hari-hari saya mulai dari makan pagi dan makan malam penuh dengannya. Untungnya saya bukan tipe yang rewel dan cerewet soal makanan, anda mungkin bergidik jika harus menyantap makanan yang sama secara estafet seperti ini, namun bagi saya nyaman-nyaman saja di lidah. Nah buat anda yang malas jika harus memasak sayur dan lauk secara terpisah mungkin varian sup gaya Chinese ini bisa menjadi pilihan. Rasanya pedas, sedikit asam dan segar. Supaya lebih kenyang anda bisa juga menambahkan beberapa butir kentang di dalamnya. Mudah dan super praktis. ^_^


11 February 2014

Vegetarian Samosa dengan Bumbu Kari: Tetap sip markusip walau tanpa daging!


Minggu lalu, dalam rangka mengantarkan salah seorang anggota keluarga ke bandara, dan demi mengisi waktu yang masih lumayan panjang kami pun melewatkan waktu di sebuah coffee shop disana, Old Town namanya. Tidak ada yang istimewa untuk kopinya, hampir sama dengan coffee shop sejenis lainnya yang banyak tersebar di Jakarta, namun sepiring samosa yang kami pesan cukup menarik perhatian saya. Camilan berbentuk segitiga berisikan kentang dan sayuran tumbuk dengan bumbu kari ini dibalut dengan selapis kulit lumpia yang tipis dan crispy sehingga saat panas-panas disantap terdengar bunyi kriuk yang mengasyikkan. Alis saya pun langsung terjungkat naik dan ide terlintas, sepertinya samosa bisa menjadi next trial resep yang akan saya sharing ke anda. Untuk anda, para vegetarian yang beberapa kali mengirimkan komentar meminta saya lebih banyak menulis resep tanpa protein hewani, resep samosa yang kali ini saya tampilkan bisa anda coba di rumah. Mudah, sehat, lezat dan cepat disajikan!


01 February 2014

Omelete Sandwich a la Said


Makanan apa yang akan terlintas di benak anda saat lapar melanda namun tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama di dapur? Oke, mungkin anda bisa menyebutkan puluhan makanan atau bahkan ratusan, tapi bagi saya maka omelet lah yang akan langsung terlintas jika dilanda kondisi desperate seperti itu. Mudah, cepat, lezat dan anda bisa menciptakan ratusan resep omelet dalam sekejap. Omelet sosis, omelet sayuran, omelet ayam suwir, omelet daging cincang, omelet keju, dan omelet lainnya dan omelet lainnya. Kreatifitas yang tak terbatas. 

Entah mengapa telur dadar berisi aneka bahan di dalamnya ini membuat saya selalu tergila-gila. Tapi itu tidak mengherankan, karena hampir sebagian besar orang Indonesia menyukai telur, dalam bentuk apapun. Rebus atau goreng tidak menjadi masalah dan kita menyantapnya dalam aneka masakan. Namun di antara itu semua, bagi saya maka omelet menduduki tempat teratas. Disantap begitu saja lezat, bersama nasi tentu saja lebih mantap, bagaimana jika menjadi pengisi sandwich? Hmm, yang satu ini perlu anda coba. Yummy! ^_^ 


28 January 2014

Soto Kudus: Hujan-hujan kita nyoto yuk!


Bagi sebagian orang membuat soto sendiri di rumah terkesan ribet dan melelahkan. Begitu banyak bumbu yang harus di persiapkan menjadikannya makanan yang lebih gampang di beli saja di luar dibandingkan harus melewatkan waktu berjibaku di dapur. Padahal makanan lezat berkuah khas Indonesia ini sangat mudah dibuat dan percayalah tidak memakan waktu yang terlalu lama. Dengan bantuan blender dan panci tekanan tinggi bahkan waktunya bisa lebih dipersingkat lagi. Semua bumbu cukup anda masukkan ke gelas blender dan proses hingga halus, jika anda menggunakan ayam kampung yang terkadang super alot atau daging sapi yang membutuhkan waktu lama untuk direbus maka panci tekanan tinggi menjadi penyelamat.  

Variasi soto memang tak terhitung banyaknya di Indonesia, apakah terbuat dari daging sapi atau ayam, berkuah bening atau santan. Namun kunci utama untuk menghasilkan kuah soto lezat adalah kaldu kental yang menjadi kuahnya. Untuk soto ayam, saya memilih menggunakan ayam kampung karena rasa dagingnya yang gurih  akan menghasilkan rasa kuah yang mantap. Pilih ayam yang masih muda sehingga tidak memakan waktu terlalu lama walau anda rebus dengan panci biasa.  Bersama kucuran air jeruk nipis dan sambal rawit hijau menyeruput makanan ini saat musim hujan seperti ini memang terasa luar biasa! ^_^


09 January 2014

Sambal Seruit dan Ikan Bakar a la Mas Moko - Siapkan nasi segunung untuk menyantapnya!


Tidak ada yang lebih lezat selain masakan yang simple dibuat. Menurut saya begitu, karena banyak sekali makanan sedap yang mengundang kita untuk menyantap bergunung-gunung nasi di piring terbuat dari bahan yang mudah didapat dan sederhana untuk dibuat. Contohnya resep seruit yang kali ini saya tampilkan. Resep ini dipraktekkan langsung oleh kakak ipar saya, Mas Moko,  kala saya berlibur ke Batam minggu lalu. Seruit yang merupakan sambal khas Lampung ini mungkin berbeda dengan yang akan anda temukan pada ratusan resep di internet. Rata-rata sambal seruit yang beredar disana menggunakan cabai merah dan terasi di dalam bahannya, namun percayalah versi yang ini super nendang rasanya. 


Dimulai dari cerita kakak saya, Wulan, tentang sambal seruit dan ikan mas bakar yang selalu disajikan di rumah mertuanya kala mereka berkunjung ke Lampung, daerah asal kakak ipar saya. Dan promosi panas dari Rup, asisten rumah Wulan yang menggambarkan sambal seruit buatan Mas Moko sebagai makanan tersedap yang pernah dia cicipi (ehem, terkadang Rup memang agak lebay). Otak foodie saya yang selalu  bergairah dengan segala macam makanan dan resep tentu saja langsung 'on' dengan cepat. "Ayo kita buat"! Teriak saya antusias. Jadilah di suatu sore yang cerah, sepulang kerja Wulan dan suaminya dari rumah sakit, kami menuju ke lantai tiga tempat di mana sebuah pemanggang gas bercokol disana. Sedikit aksi bakar-membakar dan ulek-mengulek, tiga puluh menit kemudian bibir kami semua mendesah kepedasan dan mulut pun mengeluarkan teriakan, "Mantap!" ^_^


08 January 2014

Asinan Sayur Betawi


Beberapa waktu yang lalu rekan kantor saya, Fifi membawa beberapa bungkus asinan sayur ke kantor. Aneka sayur segar yang crunchy bersama sepaket kecil sambal rawit hijau, kacang tanah goreng, dan kerupuk kuning di bungkus di dalam kantung plastik transparan. Seporsi asinan sayur ini kemudian masuk ke dalam perut saya saat makan siang, rasanya super laziz. Menurut saya asinan yang dibawa Fifi ini salah satu yang terlezat yang pernah saya santap selama tinggal di Jakarta. Fifi bercerita penjual asinan yang dibelinya ini selalu kebanjiran pembeli. Laris manis dan cepat sekali ludes,  jika kita berkunjung sedikit siang jangan harapkan untuk bisa mencicipinya. 

Asinan sayur sebenarnya makanan yang sangat simple, baik bahan dan proses pembuatannya. Kekuatan utama yang membuatnya berbeda antara asinan satu dengan lainnya adalah kuah kacangnya yang asam, asin, manis, dengan rasa pedas yang kuat. Tanpa saus kacang yang lezat maka makanan ini kurang terasa istimewa di lidah. Usut punya usut untuk menghasilkan saus kacang nan gurih bukan hanya menggunakan kacang tanah saja melainkan kacang mete pun memiliki peranan disini. Berbekal rasa yang saya kecap dari asinan yang di bawa Fifi, saya pun kemudian mencoba membuatnya sendiri di rumah. Tidak terlalu mirip, namun tidak  mengecewakan juga rasanya. ^_^


17 December 2013

Tumis Tahu Tauge dengan Soy Sauce


Tahu dan tauge, kenapa ya kedua makanan ini jika diduetkan rasanya alamak lezatnya? Contohnya kolaborasi mereka di tahu telur, lontong tahu, gado-gado, atau ketoprak, semua lezat dan semuanya merupakan makanan yang saya gemari. Ketika perut saya melilit kelaparan di hari libur kemarin, kulkas pun dibuka dan yang tampak di hadapan saya adalah sewadah besar tauge yang saya rendam di dalam air dan tahu putih. Keduanya di setiap weekend selalu menjadi penghuni tetap kulkas di rumah dan menjadi komoditas yang paling saya buru jika belanja ke pasar di pagi hari. Hmm, bahasa yang berat dan ruwet. ^_^

Anyway, banyak cara untuk membuat tahu dan tauge menjadi lauk yang sangat menyenangkan. Saya katakan menyenangkan karena lezat, sehat dan mudah dimasak. Salah sekiannya adalah dengan menumisnya sebentar dengan bumbu nan simple. Cing, cing sebentar di dapur dan sepiring makanan fantastis siap meramaikan makan siang anda. Sedap dimakan dengan nasi hangat atau disantap begitu saja tanpa ditemani karbohidrat lainnya seperti yang saya lakukan. Mantap!


13 December 2013

Urap - Sedapnya Salad a la Indonesia!


Dua hari yang lalu, rekan kantor saya Ani merayakan ultahnya di kantor. Kami, para kuli kantor yang selalu kelaparan, sejak seminggu sebelumnya telah sibuk bergosip dan menebak-nebak makanan apakah gerangan yang akan dibawa. Beberapa menyebutkan tumis oncom dan beberapa lagi mengatakan lontong isi sambal goreng hati andalan. Ketika hari H tiba kami cukup surprised juga dengan menu ultah kali ini. Sepanci besar bolhar telah tersedia di pantry kantor beserta puluhan lontong yang terbungkus daun. Bolhar yang menurut Ani merupakan resep ciptaan Ibunya dan berasal dari singkatan 'ngebul di dahar' alias panas-panas disantap, terbuat dari potongan iga sapi atau kambing yang dimasak dalam kuah yang banyak. Mirip seperti asem-asem iga dengan rasa asam segar yang berasal dari irisan tomat merah yang melimpah. Puluhan cabai rawit ditambahkan ke dalamnya dan mengapung di permukaan kuah yang berlemak membuat kami semua menahan air liur kala menyerbunya. Rasanya segar dan mantap. Satu mangkuk bolhar dan dua buah lontong meluncur masuk ke perut saya tanpa dosa namun saat perut sesak kekenyangan saya pun berjanji besok harus kembali lagi ke menu minim lemak dan minus protein hewani! ^_^


06 December 2013

Sup Tuna dengan Wortel, Buncis dan Kentang


Beberapa minggu yang lalu saat kaki saya hampir memasuki gerbang rumah, tiba-tiba sebuah Pajero berhenti tepat di samping saya. Pemiliknya yang masih duduk di belakang kemudi kemudian menyapa saya dari jendela yang terbuka, "Baru pulang ya Mba"? Ah saya mengenalinya sebagai tetangga sebelah yang baru saja menempati rumah tersebut sekitar tiga bulan yang lalu. Tidak ingin berbasa-basi lebih lanjut saya hanya mengangguk, menebar sedikit senyum dan langsung masuk ke dalam rumah. Di lingkungan ini para tetangga jarang sekali saling mengenal, apalagi para pendatang seperti saya yang sehari-harinya bekerja di kantor.  Baru saja sekitar lima menit saya di dalam rumah terdengar gerbang di depan digedor dan suara teriakan memanggil, "Mba! Mba"! tatkala saya longok dari jendela, saya melihat samar bayangan tetangga sebelah berdiri di depan gerbang. Aduh! Mau apalagi sih cowok ini! Gerutu saya sedikit kesal. Terus terang tetangga sebelah ini terlalu ramah untuk ukuran orang asing bagi saya, beberapa kali ketika saya sedang menyapu halaman, pria ini sering kali menongolkan kepalanya dari pagar di samping rumah dan menyapa lebay membuat saya merasa tidak nyaman. 



05 December 2013

Pan Grilled Sate Ayam dengan Tumis Sayuran


Kalau bicara mengenai sate ayam, maka satu hal yang mengesalkan jika membelinya di abang sate adalah menunggu antrian dan prosesnya yang panjang. Malam hari dalam rintik hujan dan suhu yang dingin, membeli sate ayam merupakan kegiatan yang memerlukan perjuangan dan ketabahan belum lagi jika harus bertarung dengan nyamuk dan asap knalpot kendaraan. Baru membayangkannya saja nafsu saya untuk menyantap makanan lezat khas Indonesia ini langsung pudar. Sate ayam memang bukan makanan fast food, jadi jangan berharap bisa dihidangkan dalam tempo sesingkat-singkatnya

Tapi minggu lalu gara-gara melihat tayangan street vendor kebab di internet membuat saya tak bisa menahan diri untuk menikmati potongan daging ayam nan empuk dan moist yang baru saja keluar dari pemanggang. Kepala saya pun langsung penuh dengan ide sate ayam dengan gelimangan bumbu kacang yang super pedas. Jadi saya pun langsung mengeluarkan sebongkah daging ayam beku di freezer dan mulai meracik bumbu. Tidak memakan waktu lama, sepiring sate ayam lezat plus tumis sayuran nan crunchy terhidang di meja dapur. Kali ini tidak perlu harus capek antri di jalan yang berdebu yang penuh dengan asap kendaraan. Homemade memang paling mantap! ^_^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...