Showing posts with label Seafood. Show all posts
Showing posts with label Seafood. Show all posts

16 September 2014

Express Pizza dengan Roti Pita


Apa jadinya kalau sedang bersantai di rumah, enggan keluar dan perut lapar keroncongan? Hmm, sebagian dari anda mungkin akan mengatakan, "Delivery order dong! Hari gene"! Delivery order memang solusi mudah bagi anda yang tinggal di perkotaan dimana aneka makanan seperti pizza, burger dan ayam goreng bisa dengan mudah tersaji di depan mata hanya dengan menekan tombol di HP. Tapi bagi mereka yang berada di pelosok desa atau dimana tidak ada restoran terdekat yang bisa mengirimkan makanan cepat saji maka anda harus memutar otak. Tentu saja banyak makanan yang mudah dan cepat untuk dihidangkan hanya dengan berkutat sekitar sepuluh hingga lima belas menit di dapur, tetapi bagaimana kalau makanan yang anda inginkan adalah pizza! Nah resep yang saya tampilkan kali ini merupakan alternatif pizza super express nan nendang yang bisa anda coba di rumah. Bahkan prosesnya begitu mudah dan menyenangkan sehingga krucil-krucil pun bisa anda libatkan di dalam aksi membuatnya. ^_^

Syrian Pita Bread
Oregano kering

15 July 2014

Tekwan a la JTT - Super duper yummy!


Entah sudah berapa lama seonggok besar ikan tengiri yang terbuntal di dalam kantung plastik mendekam di freezer rumah Pete. Mungkin sejak enam bulan yang lalu. Enam bulan?! Anda pasti menjerit mendengarnya. Tetapi yep begitulah kondisi yang sering terjadi pada saya akibat lapar mata dan seringkali membeli sesuatu bukan karena kebutuhan tetapi karena emosi dan greedy. Seingat saya, waktu itu saya membelinya karena harganya yang murah. Tidak tanggung-tanggung satu ekor ikan berpindah ke dalam kantung plastik dengan harapan aneka makanan khas Palembang bisa saya buat darinya. Tapi seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya, rasa malas mendera dan bad mood yang melanda akhir-akhir ini membuat sang ikan pun hanya tergolek pasrah di lemari pendingin.

Nah libur weekend kemarin saya bersama aneka bahan dan peralatan membuat aneka kue kering yang ter-packing di dalam koper, meluncur ke rumah adik saya, Wiwin, di Mampang Prapatan. Kami memang telah berencana untuk membuat kue kering bersama sebagai oleh-oleh Lebaran yang akan diadakan di rumah kakak saya, Wulan, di Batam. Tidak mau melewatkan kesempatan untuk berbuka bersama keluarga adik saya, maka saya pun mengosongkan isi freezer termasuk si ikan tengiri untuk saya bawa serta. Kali ini sepertinya nasib ikan beku ini akan berakhir di perut kami semua. ^_^



13 May 2014

Mun Tahu dengan Daging Cincang, Udang dan Edamame a la Fifi


Mun tahu merupakan masakan yang super simple dan sangat mudah untuk dibuat, namun tidak pernah membuat hati saya tergerak untuk mencobanya. Terus terang potongan tahu dalam masakan berkuah bukan lah favorit saya, berbeda ketika digoreng kering atau diolah dalam masakan seperti gado-gado dan rujak petis. Namun minggu lalu, tiba-tiba percakapan di area sekitar tempat duduk saya di kantor berubah menjadi seputar makanan dan salah satunya adalah mun tahu yang kali ini saya posting. Dimulai dari pertanyaan Mba Mirah yang telah menjadi vegetarian selama 20 tahun, "Sudah pernah coba mun tahu Ndang? Itu makanan favorit saya. Buatnya simple dan rasanya enak banget, paling oke kalau pakai tahu sutera atau tahu China yang halus dan lembut. Wah bisa sewajan saya habiskan sendiri." Saya sudah sering mendengar dan melihat resep plus tampilan makanan ini di internet namun mendengar rekomendasinya langsung dari yang pernah mencoba membuatnya tentu saja berbeda sensasinya.

Mba Fifi, yang kebetulan posisi cubicle duduknya berada di seberang saya ikut menimpali, "Kalau Mba Mirah pasti versi vegetariannya ya. Mun tahu lebih enak kalau dikasih daging cincang dan udang Mba, jangan lupa daun bawang yang banyak ya. Rasanya mantap"! Tidak perlu mendapatkan pasokan semangat lagi sayapun langsung membuka buku catatan dan mencatat resep mun tahu a la Fifi yang setelah dicoba di dapur JTT saya akui sangat nendang. ^_^



24 March 2014

Mie Goreng Seafood dengan Sayuran


Sebenarnya saya bukan termasuk penggila mie dan pasta, dan dalam satu bulan mungkin frekuensi saya menyantap makanan ini bisa dihitung dengan jari. Terus terang saya memang menghindarinya, karena jika sekali saja terpeleset maka bisa dipastikan saya pasti ingin terus dan terus mencicipinya. Kecanduan mie hampir sama seperti kecanduan nasi Padang yang jika tidak hati-hati maka berat badan bisa langsung naik dengan cepat. Contohnya beberapa hari terakhir ini, dimulai dengan spaghetti casserole yang hampir seperempat porsi saya sikat sendiri (baru kemudian sisanya saya bawa ke kantor untuk diserbu teman-teman disana); Dilanjutkan pada malam Jumat kemarin saya membuat seporsi besar spaghetti saus seafood yang alamak lezatnya hingga rasanya saus yang menempel di piring ingin saya jilat sampai licin tandas; Dan yang terakhir weekend kemarin saat perut lapar melanda di pukul delapan malam, hari saya pun berakhir dengan sepanci besar mie goreng seafood yang hampir membuat perut terasa meledak kekenyangan. Pagi tadi dengan rasa was-was saya pun naik ke timbangan badan di sudut dapur dan menjerit kala melihat jarum meluncur ke angka 57 kg. Berat badan saya naik 2 kg dalam 1 minggu! Tobat dah!

Spaghetti Casseole: Kenyang! Lezat! Puas! 
Angel Hair dengan Saus Seafood 




07 March 2014

Cumi-Cumi Masak Hitam a la My Mom: Super Pedas, Super Tasty!


Tidak semua orang suka dengan cumi-cumi yang dimasak dengan warna hitam seperti ini, terlihat mengerikan bagi yang tidak pernah mencicipinya. Namun tahukah anda bahwa tinta cumi-cumi ternyata memberikan rasa gurih yang sedap pada masakan? Nah untuk tahu mengenai rasanya maka anda harus mencoba cumi-cumi masak hitam yang menjadi andalan Ibu saya kala ide masak sudah mentok hingga ke ubun-ubun, dijamin semua anggota keluarga suka. Dulu ketika kami semua masih tinggal di Tanjung Pinang, Riau, cumi-cumi merupakan seafood yang murah harganya sehingga dalam satu minggu menu masakan yang terbuat dari hewan laut ini pasti hadir di meja makan. Untungnya kami semua menggemarinya dan Ibu saya juga memiliki banyak koleksi resep cumi-cumi laziz, beberapa telah saya posting di JTT misalnya saja cumi-cumi asam garam dan cumi-cumi sambal merah. Semuanya saya pastikan akan membuat nafsu makan anda bertambah! ^_^


11 December 2013

Tod Man Pla - Spicy Fish Cake a la Thai


Hasil bersih-bersih freezer yang saya lakukan semalam membuat saya takjub sendiri, tanpa terduga saya menemukan segepok fillet ikan gindara yang membeku disana.  Saking seringnya saya menumpuk bahan makanan di freezer membuat saya terkadang terlupa, benda apa sajakah gerangan yang mendekam disana. Seingat saya, fillet ini diberikan oleh adik saya Wiwin sekitar sebulan yang lalu. Potongan daging ikan berwarna putih ini sedap untuk diolah menjadi aneka makanan tapi kali ini saya akan mewujudkan satu resep yang sudah lama saya idam-idamkan untuk dicoba, tod man pla. Makanan a la Thai ini terbuat dari daging ikan yang digiling hingga halus dan dicampurkan dengan aneka bumbu dan digoreng hingga matang. Sebenarnya mirip-mirip dengan otak-otak khas Tanjung Pinang yang pernah saya posting sebelumnya disini, yang membuatnya berbeda otak-otak dibungkus dengan daun kelapa atau daun pisang dan dipanggang sedangkan tod man pla proses memasaknya seperti perkedel. Namun untuk rasanya, kedua makanan ini super gurih, spicy dan sangat lezat.

02 July 2013

Resep Pembaca JTT: Kanji Rumbi - Bubur Ayam Khas Aceh


Halo mba Endang...pa kbr nih? Mudah-mudahan masih rajin dengan masak-memasaknya dan sharing di blog...:-).  

Mba endang...aku sering lihat banyak yang nyari resep bubur ayam khas aceh yg namanya kanji rumbi, mba Endang pernah dengar atau mungkin pernah mencobanya? Karena saya dari keluarga yang berasal dari ujung pulau sumatera, aceh, bubur ini ngga asing dilidah saya dan menjadi hidangan favorit berbuka puasa dirumah atau jadi camilan di sore hari bahkan jadi menu sarapan...

Kalo ngga keberatan saya ingin berbagi resepnya ke mba Endang...siapa tau mba berkenan mencoba dan bisa disharing untuk pecinta kuliner lainnya.... Thx sebelumnya ya mba....

Novie Triana, Aceh


11 June 2013

Tempura


Weekend kemarin, selama dua hari saya menghabiskan waktu dengan berdiam di rumah. Hujan deras disertai angin super kencang melanda daerah Jakarta Selatan dan selalu dimulai pada pukul tiga sore. Untungnya di pagi hari cuaca sangat cerah bahkan sinar matahari terasa terik menyengat, membuat saya bisa keluar rumah sejenak untuk berbelanja dan mengisi kulkas yang melompong. Walau di luar angin super kencang membuat pohon belimbing di depan rumah Pete bergoyang-goyang dengan dahsyatnya, di dalam rumah suara-suara ribut tersebut nyaris tak terdengar. Sesekali saja keheningan rumah terpecahkan oleh suara daun-daun jendela rumah yang bergetar


Nah, kalau hujan seperti ini paling sedap mengudap yang renyah-renyah, gurih dan garing. Ingatan saya langsung tertuju ke tempura sayuran dan seafood yang resepnya baru saja saya temukan beberapa waktu lalu. Bahan-bahannya sederhana, sehingga membuat saya sempat meragukan apakah hasilnya akan serenyah tempura di restoran Jepang yang selama ini saya cicipi. Namun begitu gorengan batch pertama keluar dari minyak yang panas, saya langung mencomotnya dan menggigitnya - tak perduli dengan ujung jari dan ujung lidah yang tersengat minyak panas - alis saya langsung terangkat naik dan  mulut pun bergumam, "Hmm... mantap"! 


05 June 2013

Yachaejeon: Pancake Sayuran dan Seafood a la Korea


Makanan yang setipe dengan bakwan sayuran memang banyak, namanya pun beraneka ragam, di Indonesia sendiri selain kata bakwan kita mengenalnya dengan nama pia-pia, atau ote-ote, sedangkan di luar negeri potongan sayuran dalam tepung yang digoreng ini dikenal dengan sebutan vegetable pancake dan fritters. Sebenarnya semua sama, semua mirip yang membedakan mungkin dari komposisi takaran tepung dan bumbu yang digunakan. Umumnya bakwan a la Indonesia menggunakan komposisi tepung yang lebih banyak dibandingkan dengan sayuran, menghasilkan makanan yang lebih padat dan mengenyangkan.


Terus terang saya lebih suka dengan bakwan dengan komposisi sayur yang lebih banyak dibandingkan tepungnya dan ketika bulan lalu saya mencicipi pancake sayuran di salah satu restoran Korea di dekat rumah, saya pun menjadi ketagihan. Pancake berisi sayuran dan seafood dengan ukuran sebesar piring makan ini digoreng dengan ketebalan 1 cm, permukaannya kering namun bagian dalamnya lembut dengan tekstur sayuran yang crunchy. Pancake lebar ini disajikan dalam bentuk potongan-potongan kecil dan disantap dalam cocolan saus yang terbuat dari soy sauce dan vinegar. Hmm, super yummy!


20 May 2013

Kaki Naga Udang - Shrimp & Chicken Drumstick


Seorang pembaca JTT meninggalkan komentar yang meminta saya untuk mem-posting resep kaki naga. Hmm, terus terang saya belum pernah membuatnya. Mencoba browsing di web luar, saya tidak menemukan resep yang benar-benar tepat. Terus terang istilah kaki naga sendiri saya ragukan apakah cukup dikenal di luar negeri atau tidak, namun disini makanan ini cukup digemari. Rasanya sebenarnya mirip-mirip dengan nugget, yang membedakan hanyalah bentuknya yang bulat lonjong dan dilengkapi dengan tusukan bambu pendek di salah satu sisinya. Agak bingung juga mengapa namanya kaki naga dan apakah naga memiliki kaki yang yang seperti ini. Karena yang jelas kalau melihat kaki naga buatan saya yang montok dan jumbo, saya rasa naga pun akan menolak jika kakinya dipakai sebagai nama makanan yang saya praktekkan minggu lalu tersebut. Anyway kenapa saya harus meributkan urusan nama karena bagian yang terpenting adalah makanan ini lezat dan mudah untuk dibuat. Yuk kita lihat bersama. ^_^


16 May 2013

Tumis Pedas Pare & Udang


Bagi sebagian orang, menyantap pare yang terasa pahit ini memang memerlukan perjuangan, tapi bagi mereka yang ketagihan dengan rasa pahit getirnya yang khas maka justru rasa inilah yang dicari. Walau saya bukan termasuk pecinta rasa pahit terutama di jamu dan minuman seperti kopi namun rasa pahit pare justru membuat saya tergila-gila. Apalagi jika buah berbintil-bintil aneh ini ditumis dengan udang dengan cabai rawit segunung, hmm digado begitu saja sedap apalagi jika disantap dengan nasi panas, bisa habis berpiring-piring. 

Sebenarnya rasa pahit buah pare bisa dikurangi dengan mendiamkannya di dalam larutan garam sejenak hingga sebagian kandungan air dalam pare berkurang, harapannya sebagian zat pemberi rasa pahit pun terbuang. Selain itu, garam juga mampu membuat tekstur pare menjadi lebih lemas sehingga bumbu mudah meresap masuk ke dalamnya. Bagi anda yang hingga saat ini masih memasukkan buah ini sebagai daftar terlarang buah dan sayuran yang layak dikonsumsi mungkin harus memikirkannya kembali karena ternyata si pahit yang buruk rupa ini banyak sekali  manfaatnya. Tidak percaya? Yuk lanjut. ^_^  


17 April 2013

Mie Goreng a la Shanghai


Weekend lalu saat sedang asyik membunuh waktu di rumah dan bingung menentukan makanan apa yang akan saya siapkan di hari itu,  saya pun iseng membuka-buka aneka buku resep masakan dan browsing resep di berbagai website. Kegiatan ini membuat saya akhirnya terdampar di sebuah gambar sepiring mie goreng yang terlihat lezat dan mantap. Namanya Shanghai fried noodles atau mie goreng a la Shanghai. Mie ini terbuat dari mie telur yang berukuran besar dan dimasak dengan campuran aneka sayuran, seafood dan potongan daging ayam dengan bumbu yang melimpah membuat tampilannya tampak menggoda. Keunikan mie goreng a la Shanghai adalah pada saus bumbunya yang lebih kompleks dan cita rasanya yang berbaur antara asin dan manis. Walau daftar bumbunya terlihat panjang namun sebenarnya membuat mie versi ini sangatlah mudah. 


20 March 2013

Garang Asem Ikan Salmon


Garang asem ikan salmon, hmm terdengar keren dan mahal. Ikan salmon yang sekilonya dihargai lebih dari dua ratus ribu rupiah memang membuat saya harus berpikir keras jika akan membelinya. Tapi untungnya ada bagian-bagian ikan ini yang dijual cukup murah di supermarket, yaitu bagian kepala dan 'tetelan' ikan yang berisikan tulang tengah dan bagian perut yang berlemak. Jadi bukan hanya daging sapi saja yang ada tetelannya. Satu pack potongan ikan seperti yang saya tampilkan di gambar cukup ditebus dengan harga dua puluh ribu rupiah saja, tentu saja jauh lebih nyaman bagi kantong saya. Jadi jika demam makan salmon tiba maka biasanya bagian-bagian inilah yang akan saya buru untuk dimasak menjadi sup ikan yang laziz. Nah untuk resep sup ikan salmon, saya pernah posting sebelumnya, silahkan klik disini ya. Jadi jika anda bertanya-tanya mengapa gambar potongan-potongan daging ikan salmon yang saya tampilkan nyaris tidak berbentuk seperti ikan salmon, percayalah ini benar-benar salmon namun hanya 'tetelannya' saja. ^_^


14 January 2013

Cumi-Cumi Panggang Saus Kecap


Sering menyantap cumi-cumi bakar yang laziz di resto? Whoa, mengapa tidak membuatnya sendiri saja di rumah? Hidangan ini super mudah namun rasanya sangat tasty sekali. Apalagi beberapa waktu ini saya melihat cumi-cumi cukup banyak di pasar (pasar di Jakarta tentunya) dengan harga yang tidak terlalu mahal. Okeh tentu saja masakan ini tidak bisa benar-benar disamakan dengan cumi-cumi bakar yang umum dijual di street vendor karena dipanggang menggunakan loyang teflon, namun untuk rasa saya jamin tidak kalah lezatnya. Paling mantap cumi-cumi panggang ini dihidangkan dengan sambal kecap yang dilengkapi dengan irisan cabai rawit hijau dan bawang merah, kucuri dengan air jeruk nipis dan santap dengan nasi panas sepiring. Hmm, yummy!

08 January 2013

Sup Seafood dan Sayuran: Lezat, segar, bergizi!


Mengapa ya saya suka sekali menimbun bahan makanan? Berulang kali pertanyaan itu berkecamuk di dalam kepala saya dan saya tahu pasti betapa jeleknya kebiasaan ini. Tak peduli kulkas di rumah kadang sulit ditutup pintunya tetap saja ketika berkunjung ke supermarket pasti ada saja yang saya tenteng saat pulang. Beruntungnya atau sialnya, kantor saya dijepit oleh dua buah mall besar yang keduanya memiliki supermarket besar juga, Carrefour dan Lotte Mart. Bisa ditebak, acara jalan-jalan kami penghuni kantor di daerah ini saat makan siang adalah berkeliaran di mall dan belanja. Kami menyebut istilah jalan-jalan ini dengan sebutan glamor. Tanggal tua tidak menghambat kami untuk ber-glamor ria, bukan untuk berbelanja tetapi untuk cek harga dan diskon, serta membandingkan harga mana yang lebih murah antara kedua supermarket yang saya sebut di atas. Memang kurang kerjaan, tapi kami semua sangat, sangat menikmatinya. ^_^ 


24 November 2012

Bihun Goreng a la Singapore


Kenapa ya kalau nama masakan ditambahkan kata Singapore menjadi menarik? Seperti kepiting pedas ala  Singapore? Laksa Singapore atau mie dan bihun a la Singapore yang saya posting ini. Padahal kalau ditilik-tilik bahan dan bumbunya mirip-mirip dengan masakan Asia umumnya. "Makanya bikin dong postingan ikan kuah asam ala Indonesia kek, atau hot and spicy eggplants alias terong balado ala Indonesia. Nasionalis dikit napa", cetus adik saya Tedy, kalau kami sedang berandai-andai dan berdiskusi soal kuliner, topik yang paling disukai keluarga kami tentunya.  Bukannya saya tidak nasionalis, hanya saja karena blog ini adalah blog berbahasa Indonesia, dibaca oleh pembaca Indonesia, ceritanya jadi lucu kalau judulnya saya tambahkan kata Indonesia juga. 


08 October 2012

Siomay ala Si Abang


Walaupun saya sering sekali membuat siomay dan banyak yang mengakui rasanya laziz, tetap saja siomay yang diijual oleh abang siomay dengan menggunakan gerobak dan sering mangkal di sekitar kantor terasa paling nyaman di mulut. Siomay ala si abang terasa kenyal karena komposisi 'aci' atau tepung tapioka yang lebih banyak dibandingkan dengan yang umum saya gunakan, namun rasa kenyal inilah yang seringkali membuat ketagihan. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...