Showing posts with label Telur. Show all posts
Showing posts with label Telur. Show all posts

28 May 2013

Martabak Telur Mini Isi Daging Cincang


Martabak telur sebagaimana penganan gurih lainnya seperti risoles dan lumpia merupakan salah satu camilan favorit saya. Apalagi jika disantap saat dalam kondisi masih hangat dalam celupan saus coklat yang manis asam dan ditemani dengan acar beserta potongan cabai rawit yang alamak pedasnya. Kontan sekotak martabak yang panas mengepul segera cepat berpindah ke dalam perut. Dengan mulut yang mendesah-desah antara kepanasan dan kepedasan, tangan meraup potongan berikutnya sambil mata melirik tajam ke rival sebelah. Siapa cepat dia dapat! Memang paling afdol menikmati martabak adalah bersama-sama dengan keluarga, ramai riuh asyik berkomentar dan tentu saja berebutan, seakan tak pernah mencicipinya seumur hidup


Susahnya semua anggota keluarga saya suka martabak telur, bahkan hingga krucil-krucil imut keponakan saya. Pintarnya, mereka juga tahu kapasitas mulut mereka yang kecil akan kalah bersaing dengan kami para peserta dewasa yang dalam dua lahap maka sepotong martabak lenyap di mulut. Jadi begitu kotak dibuka, keponakan saya, Fatih langsung menyelamatkan beberapa potong sambil mengeluarkan ultimatum, "Ini punya adik, gak boleh diambil". Tobat! ^_^


17 May 2013

Homemade Egg Tofu: Mudahnya membuat tahu telur a la Jepang!


Tahu Jepang atau biasa disebut dengan tahu telur atau egg tofu memang makanan yang sangat lezat. Rasanya yang gurih, super lembut dan terasa sekali telurnya membuat saya sering kali lebih memilihnya dibandingkan tahu putih biasa. Apalagi untuk jenis masakan Chinese food seperti sapo tahu atau tumis jamur shiitake atau broccoli maka jenis tahu ini lebih memberikan rasa gurih dan sedap dimasakan dibandingkan rekannya yang terasa tawar. Sayangnya harga tahu telur dengan kualitas yang bagus - artinya memiliki rasa yang sedap dan cukup kenyal - tidak murah. Saya harus merogoh kocek sebanyak minimal tujuh ribu rupiah untuk sebungkus tahu yang jika dimasak mungkin hanya bisa disantap berdua atau 'bersatu' dalam sekejap. Sama sekali tidak memuaskan! 

Apakah bisa dibuat sendiri? Yep, bisa! Ternyata membuat tahu telur sendiri sangat mudah dan cepat prosesnya. Tidak memerlukan banyak tetek bengek yang memusingkan kepala, asalkan anda tahu tipsnya maka tahu telur lezat, selezat buatan pabrik namun yang ini jelas lebih fresh dan bebas pengawet dalam sekejap bisa hadir di meja makan anda. Anda juga bisa menyantapnya hingga puas dan bereksperimen dengan aneka masakan bersamanya. Tunggu apa lagi? Langsung ke dapur untuk mencoba! Eits jangan dulu, baca dulu pengalaman saya membuatnya ya karena mungkin anda akan mendapatkan satu atau dua tips di dalamnya. ^_^


04 December 2012

Tahu Gulung Isi Sosis


Ketika minggu lalu saya dan beberapa rekan melakukan survey lokasi outbound di Lembang, saya pun tak melewatkan kesempatan tersebut untuk mampir sebentar ke toko tahu Tauhid yang dipromosikan oleh salah satu pihak event organizer outbound yang akan kami gunakan. Menurutnya, datang ke Lembang tanpa membeli tahu Tauhid seakan kedatangan tanpa kesan. Okeh, walaupun diburu-buru oleh waktu yang sangat sempit kami pun sidak sejenak ke toko penjual tahu yang katanya jika hari libur bisa antri sangat panjang. Dua kotak tahu kuning mentah pun masuk ke dalam tas plastik beserta dengan sebungkus susu kedelai yang masih hangat. Sementara teman kantor saya yang lain membeli tahu goreng yang letak warungnya terpisah, untuk kami santap di jalan. 

Memang tidak mengewakan sama sekali, tahu Tauhid jelas berbeda dengan tahu yang umum dijual di Jakarta. Tekstur tahu ini lembut sekali di bagian dalamnya dan tanpa rasa asam atau bau khas tahu. Sekantung tahu goreng berisi 25 buah tahu pun habis kami sikat beramai-ramai walau masih dalam kondisi sangat panas. 

Toko tahu Tauhid

17 November 2012

Yuk Membuat Ayam Kodok!


Libur empat hari! Betapa indahnya dunia. Membayangkan empat hari yang tenang. Yang bisa saya habiskan untuk tidur hingga siang hari; Berkunjung ke rumah Wiwin, adik saya, dan bermain dengan keponakan-keponakan yang lucu; Jalan-jalan ke mall tanpa terhadang kemacetan karena Jakarta menjadi lengang, sebagian besar penghuninya hijrah ke Bandung dan luar kota lainnya. Hmm, apalagi ya... Oh ya, tentu saja mempraktekkan beberapa resep yang sudah lama diidamkan. Ahh, andai setiap hari bisa seperti ini. ^_^


Salah satu resep yang sudah lama saya inginkan untuk dicoba tetapi sulit terlaksana adalah ayam kodok. Sulit terlaksana bukan karena membuatnya susah, tetapi karena saya memerlukan partner untuk melakukan sesi foto step by step saat saya melakukan operasi besar-besaran pada ayam. Nah, berhubung saya sedang bermain ke rumah Wiwin, saya bisa berdayakan Septi, asisten rumah adik saya sebagai fotografer kagetan. Walau hasil gambar kurang maksimal namun setidaknya cukup jelas untuk menunjukkan kepada anda, para pembaca JTT, bagaimana membuat ayam kodok. Ternyata tidaklah sulit, yang anda butuhkan hanya 'sedikit' ketelatenan dan kesabaran, namun percayalah hasilnya luar biasa maksimal. Yuk, lanjut....

12 November 2012

Pempek Dos: Pempek Gurih Walau Tanpa Ikan


Sabtu kemarin, saya menghadiri undangan pernikahan teman sekantor di Bekasi. Bersama beberapa teman kantor kami menumpang mobil Mba Kiki, teman kantor juga. Bekasi bukan tempat yang asing bagi saya, karena kebetulan adik saya Tedy, tinggal di kota ini juga. Tetapi mengunjungi sebuah tempat bernama Babelan, nah ini adalah kesempatan pertama saya, dan seumur-umur baru kali ini saya datang ke acara perkawinan yang perjalanannya benar-benar panjang dan lama serta harus ditempuh dalam waktu lima jam pulang-pergi. Mengarungi kemacetan panjang, dan belasan janur kuning di sepanjang perjalanan, beberapa kali kami harus berhenti untuk bertanya atau melongok papan nama di janur yang terpasang, namun sepertinya lokasi yang kami tuju tak kunjung tampak. Kami pun bersama-sama berteriak girang ketika akhirnya perjalanan pun berakhir. Bersalaman sejenak dengan sang pengantin serta mengisi perut yang keroncongan, kami pun cepat-cepat pulang karena khawatir perjalanan kembali ke Jakarta akan terhadang macet yang parah. Prediksi kami pun tak salah, perjalanan pulang sama lamanya dengan ketika berangkat. Setiba di rumah dengan kepala nyut-nyutan, badan yang lelah dan mengantuk berat membuat saya langsung terkapar di kasur dan terbang ke alam mimpi. 


13 May 2012

Dadar Gulung Isi Daging Kepiting & Ayam Cincang


Bersantap malam bersama Sintya,  2 minggu lalu di Steak 21, salah satu menu makanan kecil yang kami pesan adalah Crab Egg Rolls. Bentuk dan rasanya menyerupai dadar gulung isi ayam alias kani roll di Hoka Hoka Bento yang selalu menjadi menu favorit saya. Hanya saja Crab Egg Rolls yang satu ini lebih kering dan kenyal dengan rasa gurih dan bumbu yang yummy. Hmm, sebenarnya seporsi Crab Egg Rolls berjumlah 6 iris ini jelas-jelas kurang bagi saya, namun hendak memesannya kembali terasa berat di kantong. Jadi seperti biasa saya pun bereksperimen di dapur untuk membuatnya sendiri. Beberapa hari tidak posting di blog bukan berarti saya tidak memasak di rumah. Setiap hari saya selalu menyantap makanan rumahan hanya saja rasa tidak percaya diri membuat saya enggan menampilkannya di sini. Lagi pula masakan-masakan tersebut, saking amburadul-nya, hanya saya yang sanggup menyantapnya. ^_^


15 January 2012

Fu Yung Hai dengan Daging Ayam, Sawi dan Wortel


"Berapa banyak minyak dalam satu potong tempe goreng? Satu sendok teh, pasti! Berapa kalori dalam satu sendok teh minyak? Kenapa hari ini nggak fitness? Percuma saja setiap hari naik ke timbangan jika asupan lebih banyak dari yang dibakar". Blah blah blah! Dan saya yakin betapa bete-nya Tedy, adik saya, mendengar ocehan saya setiap hari. Mungkin menyesali hidup terlahir dengan kakak super kejam seperti saya. Terkadang si baik hati itu hanya melirik dengan tampang flat dan melanjutkan aktifitas. Saya yakin dia sedang mendalami pepatah "Biarkan anjing menggonggong dan kafilah berlenggang" dan saya sendiri setuju dengan pepatah tersebut, hanya saja saya tidak setuju jika yang dimaksud 'anjing' disini adalah saya! ^_^


28 October 2011

Sandwich Telur Dadar


Bermula dari surfing mengenai alat pemanggang panini di internet (panini berasal dari bahasa Italia, panino, yang merupakan makanan sejenis sandwich berisi aneka olahan daging, sayuran dan keju yang kemudian dipanaskan dengan cara dipanggang), tidak menemukan yang saya inginkan, air liur saya justru menetes-netes melihat aneka sandwich lezat yang ditampilkan di web. Tapi apalah daya, di kulkas saya tidak ada aneka jenis olahan daging seperti daging asap, tuna atau suwiran dada ayam, jadi sandwich sayapun berakhir dengan lembaran keju, acar mentimun dan telur dadar yang kemudian saya tangkup menjadi satu dan dipanaskan di dalam oven. Hmm, ternyata sandwich serabutan ini rasanya tetap lezat, apalagi dalam kondisi lapar berat di pagi hari ^_^.  


10 October 2011

Tahu Telur Saus Kacang & Kecap


Setiap kali saya membaca atau mendengar mengenai makanan bernama tahu telur, maka ingatan saya pasti  melayang ke Ngawi belasan tahun yang lalu saat saya mencicipi makanan ini pertama kalinya. Saya masih ingat, pada sebuah rumah makan yang cukup terkenal berlokasi di dekat pasar Ngawi yaitu RM. Duta. Rumah makan ini menyediakan masakan-masakan lokal dengan harga yang termasuk mahal bagi kantong orang tua saya pada saat itu. Tiap kali saya melewatinya kala pulang sekolah (kebetulan SMP saya dekat dengan pasar Ngawi), saya selalu bertanya dalam hati: kapan saya bisa duduk di dalam restoran, menyantap seporsi makanan, entah apapun itu, sambil memandangi orang yang berlalu lalang di depan resto. Nah, angan-angan saya tersebut ternyata terkabul juga ketika pada suatu hari Lebaran, Om saya datang dari Jakarta dan mengajak kami sekeluarga bersantap disana. Dan di bawah tatapan heran anggota keluarga lainnya, saya menunjuk tahu telur hanya karena rasa penasaran akan bentuk dan rasa makanan tersebut. Maklum saja, yang lain lebih memilih ayam goreng, sate atau bakso yang sebenarnya juga jarang sekali kami nikmati ^_^


03 October 2011

Obsesi Roti 11: Pizza Telur, Daging Asap, Tomat Cherry & Keju


Resep pizza ini sebenarnya sudah lama menjadi incaran saya, karena anda tidak akan menemukannya di resto pizza manapun di Jakarta. Pizza dengan aneka macam topping seperti sosis, daging sapi cincang, pepperoni, daging asap, ayam, tuna, atau seafood lainnya, sudah sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika pizza dengan topping telur yang dipecahkan di atasnya kemudian dipanggang? Hmm, pasti membuat rasa penasaran anda tergelitik karena ingin tahu seperti apa rasanya. Terus terang rasa penasaran saya sudah bukan tergelitik dan terkikik lagi melainkan sudah dalam taraf terkakak, namun baru tadi malam saya berani mencobanya. Itu pun setelah membaca kesana kemari berbagai artikel mengenai pizza dengan topping telur seperti ini. 

Kekhawatiran yang paling dasar adalah apakah adonan pizza bisa matang sempurna? Apakah telurnya bisa matang juga? Apakah rasa amis telur akan terasa? Apakah enak rasanya? Apakah ini dan apakah itu yang ujung-ujungnya tidak ada langkah berarti hanya sebatas meng-copy artikel dari mana-mana hingga memenuhi hard-disk notebook, dan tetap saja tidak ada secuil pizza pun yang tercipta. Jadi saya kembali ke moto awal: guru terbaik adalah pengalaman, practice makes perfect, just do it, not only talk but action, bla bla bla. Dan dengan berbekal ilmu meringankan tubuh saya pun melayang ke dapur, mengeluarkan segala jurus, dan senjata rahasia. Ciatt... jadilah pizza telur yang ternyata yummy!



12 July 2011

Sup Ayam, Jagung Manis, Asparagus dan Jamur Kancing


Sup, merupakan hidangan hangat yang berisi berbagai macam bahan seperti daging dan sayuran yang dimasak dalam kuah kaldu, air atau cairan lainnya. Ciri khas sup panas (hot soups) adalah dengan merebus aneka bahan makanan bersama cairan dalam satu panci hingga taste masing-masing bahan keluar dan membentuk kuah kaldu (broth). Secara tradisional, sup terbagi menjadi dua jenis yaitu sup kental dan sup bening. Dalam acara makan malam (dinner) sup kerapkali disejajarkan dengan makanan kecil, atau hidangan pembuka (appetizer)

Kuliner Prancis yang telah dikenal luas mengenal dua jenis sup bening yaitu bouillon dan consomme. Untuk sup kental yang membedakannya adalah dari bahan pengental yang digunakan: puree adalah sup sayuran yang dikentalkan oleh pati/tepung; bisques adalah sup yang terbuat dari bubur keluarga udang-udangan seperti lobster, udang, kepiting beserta sayuran yang dikentalkan dengan krim; krim sup merupakan jenis sup yang dikentalkan oleh saus bechamel; sedangkan veloutes adalah jenis sup yang dikentalkan oleh telur, mentega dan krim. Bahan makanan lainnya yang juga umum digunakan untuk mengentalkan sup adalah beras, lentil, tepung dan biji-bijian.


15 May 2011

Mudahnya Membuat Sushi Sendiri Di Rumah: Sushi Isi Telur Goreng, Daging Asap, Ketimun, Wortel & Jamur


Kuliner Jepang sering kali membuat saya takjub dan kagum, bukan akan bumbu dan tastenya - karena terus terang kurang sesuai dengan lidah saya - kekaguman saya lebih pada bagaimana makanan tersebut ditampilkan dengan sangat menarik hati dan rapi. Bukan rahasia lagi jika menyajikan makanan dengan baik sangat penting di Jepang. 

Sebagai contohnya adalah bento. Bento merupakan bekal makan siang yang dipersiapkan dengan hati-hati oleh para ibu atau wanita di rumah untuk suami, putra-putri atau diri mereka sendiri. Umumnya bento berisi nasi, ikan/daging, acar dan sayuran masak yang dikemas dalam sebuah kotak. Bahkan di Jepang, diselenggarakan kontes menata bento, dimana biasanya aneka ragam style bento ditampilkan seperti kyaraben atau karakter bento, bento yang didekorasi mengikuti tokoh animasi terkenal di Jepang atau oekakiben, picture bento, yang ini bento didekorasi sehingga mirip seperti manusia, binatang atau tumbuhan.

21 April 2011

Quiche Bayam & Tuna


Saya pernah menyebutkan mengenai makanan bernama quiche sebelumnya ketika  saya memposting artikel mengenai puff pastry. Nah, adonan puff pastry yang saya buat minggu lalu saya kreasikan menjadi dua macam hidangan, yaitu Peach Puff Pastry dengan cita rasa manis - anda bisa klik resepnya disini - dan Quiche Bayam & Tuna yang saya posting resepnya kali ini, untuk mereka yang suka dengan makanan yang asin dan gurih. Keduanya membuktikan betapa flexible-nya kulit pastry untuk diolah menjadi aneka makanan yang lezat. Untuk resep cara membuat puff pastry, anda bisa klik di Membuat Adonan Untuk Kulit Pastry (Butter Puff Pastry) yang pernah saya posting sebelumnya. 


13 April 2011

Bayam & Tuna Fritata


Fritata adalah makanan yang bahan dasarnya terbuat dari telur, mirip-mirip seperti omelete dan quiche. Bahan makanan lainnya yang umum ditambahkan pada fritata adalah irisan daging, keju, sayur-mayur, atau pasta, plus aneka rempah untuk memperkaya rasanya. Makanan ini berasal dari Italia dan nama fritata diambil dari bahasa Italia, fritto, yang merupakan bentuk lampau dari kata to fry (friggere) artinya digoreng, dan pada awalnya merupakan istilah umum yang digunakan untuk memasak telur dengan menggunakan penggorengan. 

24 March 2011

Martabak Tahu - Daging Cincang


Ide martabak tahu ini sebenarnya saya contek dari minimarket di depan kantor saya yang saban pagi selalu menjual martabak tahu hangat. Panganan ini laris manis diserbu karyawan kantor yang belum sempat sarapan pagi atau malas sarapan dengan menu berat. Sebenarnya tidak bisa murni dibilang martabak karena kulit martabak tahu ini terbuat dari kulit risoles/lumpia siap pakai yang banyak dijual di pasar tradisional, kemudian diisi dengan tahu putih yang dihaluskan dan ditambahkan dengan irisan daun bawang. Walaupun sederhana, makanan ini rasanya lezat dan mengenyangkan karena isinya yang padat dan ukurannya yang cukup jumbo. 

28 February 2011

Schotel Talas


Sabtu dan Minggu kemarin saya lalui dengan mengikuti outing di Puncak bersama rekan-rekan sekantor. Acara tahunan ini memang telah menjadi rutinitas di kantor tempat saya bekerja untuk me-recharge dan memotivasi karyawannya, harapannya agar di tahun-tahun mendatang menjadi lebih baik.  Satu setengah hari diisi dengan acara yang full, pulangnya kami dihadang dengan kemacetan yang parah. Selama hampir dua jam, bis yang kami tumpangi berhenti total sementara di luar hujan yang cukup deras membuat suasana semakin bertambah muram.


Untungnya pemandangan sepanjang jalan Puncak - Jakarta tidak terlalu membosankan, selain pepohonan hijau dan bunga aneka warna, deretan penjual aneka buah-buahan khas daerah tersebut seperti pisang dan alpukat berjejer rapi. Sayapun melewatkan waktu sambil mengagumi pisang yang mulus dan talas Bogor yang gemuk-gemuk, sama sekali tidak ada niat untuk turun membeli di tengah hujan yang menguyur. Seorang rekan tiba-tiba turun dari bis dan menghampiri salah satu penjual, tak berapa lama tangannya menenteng ubi cilembu bakar dan pisang ambon yang menggiurkan. Wah, sayapun jadi tertarik melihatnya, talas Bogor yang seksi menjadi incaran saya. Tanpa 'ba bi bu' sayapun ikut turun dan mulai menawar. Tiga buah talas dan satu sisir pisang menjadi buah tangan saya dari Puncak.


Siapa bilang talas hanya di goreng atau direbus saja? Kali ini si talas saya kresikan menjadi schotel. Biasanya jika schotel menggunakan kentang atau pasta seperti fettucine schotel yang pernah saya posting sebelumnya, maka kali ini saya ganti bahan-bahan tersebut dengan talas yang saya parut menggunakan parutan rujak serut. Rasanya yummy! 


Berikut resepnya.


02 February 2011

Omelete Nasi Bumbu Kari (Curry Rice Omelette)


Waktu jaman kuliah dulu - kala masih menjadi anak kos-kosan di Jogya - mie instan menjadi makanan alternatif utama ketika: lapar berat dan perlu makanan yang mengenyangkan dalam waktu yang cepat; kala bokek berat (tanggal tua) dan uang saku kiriman dari orang tua tak kunjung datang; atau kala bosan berat dengan warteg di sebelah kos-kosan. Hmm, yang terakhir jarang terjadi sih, karena kebetulan warteg di Jogya masakannya lezat-lezat dan sesuai dengan lidah Jawa saya yang kental dan 'medhok'.

Mulai dari mie goreng, mie rebus tanpa telur, mie rebus pakai telur, mie nyemek atau martabak mie pernah dicoba, kreatifitas memang meningkat dikala situasi terjepit dan kondisi yang memaksa untuk menjadi kreatif. Nah, martabak mie yang terbuat dari mie instan bumbu kari (biasanya Indomie rasa kari ayam), paling saya sukai. Anda yang penggemar mie pasti tahukan cara membuat martabak mie? Itu lho, mie rebus yang dimasukkan ke dalam kocokan telur dan digoreng. Enak buat santapan berat, mantap juga dijadikan snack sambil menonton televisi. Makanan yang sangat praktis, cocok dengan anak kos-kosan yang sakunya cekak dan skill memasak yang pas-pasan :).


Postingan kali ini bukan tentang resep martabak mie, walaupun idenya berasal dari sana. Berawal dari pulang kantor kemarin malam, saya melihat di meja makan masih tersisa semangkuk nasi putih, kira-kira 200 gram, dan minus lauk. Mau dijadikan nasi goreng kok ya nanggung banget alias kurang banyak, dibiarkan begitu saja sayang juga. Nah, karena dari kemarin-kemarin kepingin makan omelete, akhirnya nasi nanggung ini saya olah menjadi omelete. Teringat dengan martabak mie kari yang mirip-mirip omelete juga, saya tambahkan bumbu kari di omelete nasi saya. Sedikit sayuran, sosis dan smoked beef, apapun yang ada di kulkas yang bisa dimanfaatkan untuk menambah kelezatannya. Jadi deh omelete nasi bumbu kari yang lezat.

Memasaknya sangat mudah dan anda bisa memanfaatkan bahan makanan  yang tersedia di kulkas anda. Mau isi sayuran seperti wortel, brokoli, kacang polong, jamur, atau ditambahkan bakso, ayam dan daging cincang juga oke. Tips dari saya, gunakan api kecil kala memasaknya agar bagian dasar omelete tidak cepat gosong dan telur matang dengan sempurna. Tutup pan datar teflon anda selama memasak agar bagian atas dan tengah telur cepat matang.

Berikut resepnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...