Showing posts with label Telur. Show all posts
Showing posts with label Telur. Show all posts

01 February 2014

Omelete Sandwich a la Said


Makanan apa yang akan terlintas di benak anda saat lapar melanda namun tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama di dapur? Oke, mungkin anda bisa menyebutkan puluhan makanan atau bahkan ratusan, tapi bagi saya maka omelet lah yang akan langsung terlintas jika dilanda kondisi desperate seperti itu. Mudah, cepat, lezat dan anda bisa menciptakan ratusan resep omelet dalam sekejap. Omelet sosis, omelet sayuran, omelet ayam suwir, omelet daging cincang, omelet keju, dan omelet lainnya dan omelet lainnya. Kreatifitas yang tak terbatas. 

Entah mengapa telur dadar berisi aneka bahan di dalamnya ini membuat saya selalu tergila-gila. Tapi itu tidak mengherankan, karena hampir sebagian besar orang Indonesia menyukai telur, dalam bentuk apapun. Rebus atau goreng tidak menjadi masalah dan kita menyantapnya dalam aneka masakan. Namun di antara itu semua, bagi saya maka omelet menduduki tempat teratas. Disantap begitu saja lezat, bersama nasi tentu saja lebih mantap, bagaimana jika menjadi pengisi sandwich? Hmm, yang satu ini perlu anda coba. Yummy! ^_^ 


16 January 2014

Tart Telur dengan Puff Pastry Instan


Setujukah anda jika saya katakan betapa mudahnya seseorang menjadi arogan? Saya tidak akan menunjukkan jari ke manusia siapapun kecuali diri saya sendiri karena itulah yang saya rasakan kemarin saat membuat tart telur yang saat ini saya posting. Dimulai dari janji saya dengan teman-teman kantor untuk membawa makanan karena sudah terlalu lama saya tidak bereksperimen membuat kue hingga akhirnya saya memutuskan sepertinya Portuguese egg tart bisa menjadi pilihan karena terlihat super mudah, menurut saya waktu itu. Bagaimana tidak mudah? Kue terbuat dari puff pastry (saya bisa menggunakan versi instannya) yang saya masukkan ke dalam loyang muffin dan isi dengan kocokan telur dan susu, kemudian panggang hingga adonan mengeras dan puff pastry matang. 

"Ditunggu saja egg tartnya besok ya. Gampang kok buatnya," seru saya di kantor dengan hidung kembang kempis dipicu semangat dari adrenalin. Belum apa-apa saya telah membayangkan egg tart cantik terhidang di depan mata dan seisi kantor mencicipinya sambil berseru, "Enak banget Ndang"! Ah memang tidak ada kegiatan yang paling menyenangkan selain bermimpi. ^_^


12 November 2013

Omelete Roti


Hujan dan mendung, benar-benar cuaca yang sangat tidak bersahabat untuk mereka yang sedang berusaha menguruskan badan karena perut yang terus-menerus terasa lapar. Namun cuaca seperti ini sangat bersahabat dengan pemalas seperti saya yang menikmati hari nan sejuk dengan nangkring di atas kasur sambil sibuk browsing tidak tentu arah. Ketika perut lapar berbunyi - sebenarnya sejak pagi tapi saya tahan mati-matian karena belum memasuki jendela makan OCD - saya pun lantas menenangkannya dengan menegak segelas besar smoothie buah dan sayuran yang telah saya siapkan di kulkas. Setengah liter smoothie ternyata hanya bertahan sebentar karena kemudian rasa lapar kembali menyerang. Tepatnya lapar mata gara-gara saya menyaksikan tayangan street vendor India di internet yang menampilkan penjual omelete roti. Setangkup roti berisikan telur yang didadar di wajan datar beserta dengan sayuran dan aneka rempah yang tak jelas apakah gerangan yang digunakan akhirnya mampu menyeret kaki saya menuju ke dapur untuk membuatnya. Jika anda ingin makanan praktis, super mudah, mengenyangkan dan lezat, maka omelete roti ini bisa menjadi pilihan untuk dieksekusi di rumah secepatnya! ^_^


12 July 2013

Salad Pasta, Sayuran dan Tuna


Tidak semua orang suka dengan makanan ini, contohnya adik saya Wiwin, ketika minggu lalu saya berkunjung ke rumahnya dan membuatkan semangkuk besar salad yang terbuat dari rajangan halus sayur, pasta dan tuna kalengan. Saat  makanan telah jadi dan saya memberikan aba-aba silahkan diserbu, adik saya dan asistennya Yuk Kati hanya saling berpandangan dan berkata, "Yakin bisa dimakan Ndang?". Saya hampir ngakak dengan raut mukanya yang memperlihatkan mimik antara stress, tak tega untuk menjamah dan tidak enak hati menolak tawaran saya yang sudah bersusah payah menghidangkannya. Akhirnya dengan langkah berat dan gontai, mereka berdua mengambil mangkuk kecil dan mulai mengisinya.

Awalnya, Wiwin berkelit dan memanggil suaminya sebagai tester pertama si salad, "Biar Azy jadi korban pertama dulu yang mencoba", dan kembali lima menit kemudian dengan mangkuk salad masih penuh di tangan. Ternyata adik ipar saya sedang keluar rumah membeli lampu rumah yang mati, dengan terpaksa dia pun menyendokkan gunungan sayuran itu ke mulutnya sendiri. "Hmm, wah ternyata enak juga rasanya ya", jawabnya dengan tidak rela. ^_^

19 June 2013

Chicken Katsu Don a la JTT


Ingin makan makanan Jepang yang yummy? Tidak usah jauh-jauh pergi ke restoran atau 'warjep' alias warung Jepang pinggir jalan, anda cukup jalan saja ke dapur dan membuatnya sendiri. Bahannya mudah dan rasanya tidak kalah mantap dengan buatan chef a la resto. Bahkan buatan sendiri akan terasa lebih sedap di lidah keluarga karena dibuat dengan penuh perhatian, kasih sayang, cinta dan tentu saja terjaga kebersihan dan kesegaran bahannya. Terdengar berlebihan tetapi sebenarnya tidak. Memasak bukan lah hal yang sangat sulit, karena yang anda perlukan hanyalah niat dan sedikit usaha untuk mewujudkannya. Percayalah begitu anda menemukan momen betapa indahnya meluangkan waktu saat menyiapkan makanan di dapur, saya jamin anda akan ketagihan untuk melakukan, dan mengulanginya lagi. Setidaknya itu yang saya rasakan. ^_^


28 May 2013

Martabak Telur Mini Isi Daging Cincang


Martabak telur sebagaimana penganan gurih lainnya seperti risoles dan lumpia merupakan salah satu camilan favorit saya. Apalagi jika disantap saat dalam kondisi masih hangat dalam celupan saus coklat yang manis asam dan ditemani dengan acar beserta potongan cabai rawit yang alamak pedasnya. Kontan sekotak martabak yang panas mengepul segera cepat berpindah ke dalam perut. Dengan mulut yang mendesah-desah antara kepanasan dan kepedasan, tangan meraup potongan berikutnya sambil mata melirik tajam ke rival sebelah. Siapa cepat dia dapat! Memang paling afdol menikmati martabak adalah bersama-sama dengan keluarga, ramai riuh asyik berkomentar dan tentu saja berebutan, seakan tak pernah mencicipinya seumur hidup


Susahnya semua anggota keluarga saya suka martabak telur, bahkan hingga krucil-krucil imut keponakan saya. Pintarnya, mereka juga tahu kapasitas mulut mereka yang kecil akan kalah bersaing dengan kami para peserta dewasa yang dalam dua lahap maka sepotong martabak lenyap di mulut. Jadi begitu kotak dibuka, keponakan saya, Fatih langsung menyelamatkan beberapa potong sambil mengeluarkan ultimatum, "Ini punya adik, gak boleh diambil". Tobat! ^_^


17 May 2013

Homemade Egg Tofu: Mudahnya membuat tahu telur a la Jepang!


Tahu Jepang atau biasa disebut dengan tahu telur atau egg tofu memang makanan yang sangat lezat. Rasanya yang gurih, super lembut dan terasa sekali telurnya membuat saya sering kali lebih memilihnya dibandingkan tahu putih biasa. Apalagi untuk jenis masakan Chinese food seperti sapo tahu atau tumis jamur shiitake atau broccoli maka jenis tahu ini lebih memberikan rasa gurih dan sedap dimasakan dibandingkan rekannya yang terasa tawar. Sayangnya harga tahu telur dengan kualitas yang bagus - artinya memiliki rasa yang sedap dan cukup kenyal - tidak murah. Saya harus merogoh kocek sebanyak minimal tujuh ribu rupiah untuk sebungkus tahu yang jika dimasak mungkin hanya bisa disantap berdua atau 'bersatu' dalam sekejap. Sama sekali tidak memuaskan! 

Apakah bisa dibuat sendiri? Yep, bisa! Ternyata membuat tahu telur sendiri sangat mudah dan cepat prosesnya. Tidak memerlukan banyak tetek bengek yang memusingkan kepala, asalkan anda tahu tipsnya maka tahu telur lezat, selezat buatan pabrik namun yang ini jelas lebih fresh dan bebas pengawet dalam sekejap bisa hadir di meja makan anda. Anda juga bisa menyantapnya hingga puas dan bereksperimen dengan aneka masakan bersamanya. Tunggu apa lagi? Langsung ke dapur untuk mencoba! Eits jangan dulu, baca dulu pengalaman saya membuatnya ya karena mungkin anda akan mendapatkan satu atau dua tips di dalamnya. ^_^


04 December 2012

Tahu Gulung Isi Sosis


Ketika minggu lalu saya dan beberapa rekan melakukan survey lokasi outbound di Lembang, saya pun tak melewatkan kesempatan tersebut untuk mampir sebentar ke toko tahu Tauhid yang dipromosikan oleh salah satu pihak event organizer outbound yang akan kami gunakan. Menurutnya, datang ke Lembang tanpa membeli tahu Tauhid seakan kedatangan tanpa kesan. Okeh, walaupun diburu-buru oleh waktu yang sangat sempit kami pun sidak sejenak ke toko penjual tahu yang katanya jika hari libur bisa antri sangat panjang. Dua kotak tahu kuning mentah pun masuk ke dalam tas plastik beserta dengan sebungkus susu kedelai yang masih hangat. Sementara teman kantor saya yang lain membeli tahu goreng yang letak warungnya terpisah, untuk kami santap di jalan. 

Memang tidak mengewakan sama sekali, tahu Tauhid jelas berbeda dengan tahu yang umum dijual di Jakarta. Tekstur tahu ini lembut sekali di bagian dalamnya dan tanpa rasa asam atau bau khas tahu. Sekantung tahu goreng berisi 25 buah tahu pun habis kami sikat beramai-ramai walau masih dalam kondisi sangat panas. 

Toko tahu Tauhid

17 November 2012

Yuk Membuat Ayam Kodok!


Libur empat hari! Betapa indahnya dunia. Membayangkan empat hari yang tenang. Yang bisa saya habiskan untuk tidur hingga siang hari; Berkunjung ke rumah Wiwin, adik saya, dan bermain dengan keponakan-keponakan yang lucu; Jalan-jalan ke mall tanpa terhadang kemacetan karena Jakarta menjadi lengang, sebagian besar penghuninya hijrah ke Bandung dan luar kota lainnya. Hmm, apalagi ya... Oh ya, tentu saja mempraktekkan beberapa resep yang sudah lama diidamkan. Ahh, andai setiap hari bisa seperti ini. ^_^


Salah satu resep yang sudah lama saya inginkan untuk dicoba tetapi sulit terlaksana adalah ayam kodok. Sulit terlaksana bukan karena membuatnya susah, tetapi karena saya memerlukan partner untuk melakukan sesi foto step by step saat saya melakukan operasi besar-besaran pada ayam. Nah, berhubung saya sedang bermain ke rumah Wiwin, saya bisa berdayakan Septi, asisten rumah adik saya sebagai fotografer kagetan. Walau hasil gambar kurang maksimal namun setidaknya cukup jelas untuk menunjukkan kepada anda, para pembaca JTT, bagaimana membuat ayam kodok. Ternyata tidaklah sulit, yang anda butuhkan hanya 'sedikit' ketelatenan dan kesabaran, namun percayalah hasilnya luar biasa maksimal. Yuk, lanjut....

12 November 2012

Pempek Dos: Pempek Gurih Walau Tanpa Ikan


Sabtu kemarin, saya menghadiri undangan pernikahan teman sekantor di Bekasi. Bersama beberapa teman kantor kami menumpang mobil Mba Kiki, teman kantor juga. Bekasi bukan tempat yang asing bagi saya, karena kebetulan adik saya Tedy, tinggal di kota ini juga. Tetapi mengunjungi sebuah tempat bernama Babelan, nah ini adalah kesempatan pertama saya, dan seumur-umur baru kali ini saya datang ke acara perkawinan yang perjalanannya benar-benar panjang dan lama serta harus ditempuh dalam waktu lima jam pulang-pergi. Mengarungi kemacetan panjang, dan belasan janur kuning di sepanjang perjalanan, beberapa kali kami harus berhenti untuk bertanya atau melongok papan nama di janur yang terpasang, namun sepertinya lokasi yang kami tuju tak kunjung tampak. Kami pun bersama-sama berteriak girang ketika akhirnya perjalanan pun berakhir. Bersalaman sejenak dengan sang pengantin serta mengisi perut yang keroncongan, kami pun cepat-cepat pulang karena khawatir perjalanan kembali ke Jakarta akan terhadang macet yang parah. Prediksi kami pun tak salah, perjalanan pulang sama lamanya dengan ketika berangkat. Setiba di rumah dengan kepala nyut-nyutan, badan yang lelah dan mengantuk berat membuat saya langsung terkapar di kasur dan terbang ke alam mimpi. 


13 May 2012

Dadar Gulung Isi Daging Kepiting & Ayam Cincang


Bersantap malam bersama Sintya,  2 minggu lalu di Steak 21, salah satu menu makanan kecil yang kami pesan adalah Crab Egg Rolls. Bentuk dan rasanya menyerupai dadar gulung isi ayam alias kani roll di Hoka Hoka Bento yang selalu menjadi menu favorit saya. Hanya saja Crab Egg Rolls yang satu ini lebih kering dan kenyal dengan rasa gurih dan bumbu yang yummy. Hmm, sebenarnya seporsi Crab Egg Rolls berjumlah 6 iris ini jelas-jelas kurang bagi saya, namun hendak memesannya kembali terasa berat di kantong. Jadi seperti biasa saya pun bereksperimen di dapur untuk membuatnya sendiri. Beberapa hari tidak posting di blog bukan berarti saya tidak memasak di rumah. Setiap hari saya selalu menyantap makanan rumahan hanya saja rasa tidak percaya diri membuat saya enggan menampilkannya di sini. Lagi pula masakan-masakan tersebut, saking amburadul-nya, hanya saya yang sanggup menyantapnya. ^_^


15 January 2012

Fu Yung Hai dengan Daging Ayam, Sawi dan Wortel


"Berapa banyak minyak dalam satu potong tempe goreng? Satu sendok teh, pasti! Berapa kalori dalam satu sendok teh minyak? Kenapa hari ini nggak fitness? Percuma saja setiap hari naik ke timbangan jika asupan lebih banyak dari yang dibakar". Blah blah blah! Dan saya yakin betapa bete-nya Tedy, adik saya, mendengar ocehan saya setiap hari. Mungkin menyesali hidup terlahir dengan kakak super kejam seperti saya. Terkadang si baik hati itu hanya melirik dengan tampang flat dan melanjutkan aktifitas. Saya yakin dia sedang mendalami pepatah "Biarkan anjing menggonggong dan kafilah berlenggang" dan saya sendiri setuju dengan pepatah tersebut, hanya saja saya tidak setuju jika yang dimaksud 'anjing' disini adalah saya! ^_^


28 October 2011

Sandwich Telur Dadar


Bermula dari surfing mengenai alat pemanggang panini di internet (panini berasal dari bahasa Italia, panino, yang merupakan makanan sejenis sandwich berisi aneka olahan daging, sayuran dan keju yang kemudian dipanaskan dengan cara dipanggang), tidak menemukan yang saya inginkan, air liur saya justru menetes-netes melihat aneka sandwich lezat yang ditampilkan di web. Tapi apalah daya, di kulkas saya tidak ada aneka jenis olahan daging seperti daging asap, tuna atau suwiran dada ayam, jadi sandwich sayapun berakhir dengan lembaran keju, acar mentimun dan telur dadar yang kemudian saya tangkup menjadi satu dan dipanaskan di dalam oven. Hmm, ternyata sandwich serabutan ini rasanya tetap lezat, apalagi dalam kondisi lapar berat di pagi hari ^_^.  


10 October 2011

Tahu Telur Saus Kacang & Kecap


Setiap kali saya membaca atau mendengar mengenai makanan bernama tahu telur, maka ingatan saya pasti  melayang ke Ngawi belasan tahun yang lalu saat saya mencicipi makanan ini pertama kalinya. Saya masih ingat, pada sebuah rumah makan yang cukup terkenal berlokasi di dekat pasar Ngawi yaitu RM. Duta. Rumah makan ini menyediakan masakan-masakan lokal dengan harga yang termasuk mahal bagi kantong orang tua saya pada saat itu. Tiap kali saya melewatinya kala pulang sekolah (kebetulan SMP saya dekat dengan pasar Ngawi), saya selalu bertanya dalam hati: kapan saya bisa duduk di dalam restoran, menyantap seporsi makanan, entah apapun itu, sambil memandangi orang yang berlalu lalang di depan resto. Nah, angan-angan saya tersebut ternyata terkabul juga ketika pada suatu hari Lebaran, Om saya datang dari Jakarta dan mengajak kami sekeluarga bersantap disana. Dan di bawah tatapan heran anggota keluarga lainnya, saya menunjuk tahu telur hanya karena rasa penasaran akan bentuk dan rasa makanan tersebut. Maklum saja, yang lain lebih memilih ayam goreng, sate atau bakso yang sebenarnya juga jarang sekali kami nikmati ^_^


03 October 2011

Obsesi Roti 11: Pizza Telur, Daging Asap, Tomat Cherry & Keju


Resep pizza ini sebenarnya sudah lama menjadi incaran saya, karena anda tidak akan menemukannya di resto pizza manapun di Jakarta. Pizza dengan aneka macam topping seperti sosis, daging sapi cincang, pepperoni, daging asap, ayam, tuna, atau seafood lainnya, sudah sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika pizza dengan topping telur yang dipecahkan di atasnya kemudian dipanggang? Hmm, pasti membuat rasa penasaran anda tergelitik karena ingin tahu seperti apa rasanya. Terus terang rasa penasaran saya sudah bukan tergelitik dan terkikik lagi melainkan sudah dalam taraf terkakak, namun baru tadi malam saya berani mencobanya. Itu pun setelah membaca kesana kemari berbagai artikel mengenai pizza dengan topping telur seperti ini. 

Kekhawatiran yang paling dasar adalah apakah adonan pizza bisa matang sempurna? Apakah telurnya bisa matang juga? Apakah rasa amis telur akan terasa? Apakah enak rasanya? Apakah ini dan apakah itu yang ujung-ujungnya tidak ada langkah berarti hanya sebatas meng-copy artikel dari mana-mana hingga memenuhi hard-disk notebook, dan tetap saja tidak ada secuil pizza pun yang tercipta. Jadi saya kembali ke moto awal: guru terbaik adalah pengalaman, practice makes perfect, just do it, not only talk but action, bla bla bla. Dan dengan berbekal ilmu meringankan tubuh saya pun melayang ke dapur, mengeluarkan segala jurus, dan senjata rahasia. Ciatt... jadilah pizza telur yang ternyata yummy!



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...