Showing posts with label Tumisan. Show all posts
Showing posts with label Tumisan. Show all posts

17 March 2015

Mie Ayam Yamin


Bel telah dua kali saya bunyikan, tetapi tak satupun anggota keluarga yang muncul membukakan pintu. Iseng saya pun menekan handle dan pintu yang tak terkunci pun terbuka dengan mudah. Rumah adik saya, Wiwin, terlihat lengang dan kosong. "Halooo! Asalamualikum"! Teriak saya dan hanya disambut oleh suara desau angin yang menerobos dari pintu teras di halaman belakang yang terbuka lebar. Baru saja saya meletakkan tas dan bawaan yang berat, Septi, asisten rumah Wiwin muncul dari kamar belakang. "Ibu sama Bapak lagi keluar sama anak-anak Mba, nganter si Abang tes masuk sekolah di Al Azhar," jelas Septi. "Oke, tapi  Umi dan lainnya kemana?" Balas saya menanyakan Ibu dan tante-tante saya yang biasanya berada di kamar depan. Waktu itu Ibu saya memang masih berada di Jakarta dan belum kembali ke Paron.

"Umi sama lainnya diajak Mas Dimas jalan-jalan naik busway ke kota. Katanya mau lihat Kota Tua." Ah ya, memang beberapa waktu yang lalu Ibu saya sudah merencanakan acara jalan-jalan ke Kota Tua, dan sepertinya adik saya Dimas yang akhirnya mengajak mereka semua. Tidak tahu apa yang harus saya lakukan di rumah yang sepi, akhirnya saya pun duduk di ruang makan dan menatap aneka lauk dan makanan disana. Sebuah bungkusan putih styrofoam pun menarik perhatian saya. Ketika saya buka, ternyata isinya adalah satu paket lengkap mie ayam yamin yang terlihat yummy!


17 February 2015

Tumis Kerang Asam, Pedas, Manis


Menyantap tumis kerang dengan rasa asam, pedas dan manis ini selalu membuat saya teringat dengan masa belasan tahun yang lalu kala tinggal selama tiga bulan lamanya di Malang. Kota sejuk ini memang menjadi tujuan utama bagi para siswa yang baru lulus dari daerah Jawa Timur seperti saya, untuk melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi. Selama tiga bulan saya menghabiskan waktu dengan mengikuti bimbingan belajar dan tinggal di sebuah kamar kos berukuran 2 x 2 meter. Pemilik kos adalah sepasang suami istri baik hati yang sudah cukup uzur usianya. Uang saku yang pas-pasan dan biaya bimbingan yang mahal bagi kemampuan kedua orang tua saya, membuat saya harus ekstra keras mengatur uang makan yang minim setiap hari kala itu.


08 January 2015

Tumis Pedas Nopales dengan Fillet Ayam dan Mangga Arumanis


Pada suatu senja, dalam rintik hujan temaran sekitar tiga tahun yang lalu, saat itu saya sedang asyik ber-browsing ria di salah satu blog andalan... Ah, benar-benar kalimat pembukaan yang lebay. Mengingatkan saya pada cerita dongeng putri dan pangeran a la Hans Christian Andersen yang dulu ketika saya masih kecil menjadi santapan sehari-hari. Di dalam keluarga besar kami - saya katakan besar karena kedua orang tua saya memiliki tiga orang anak perempuan dan dua orang anak laki-laki -  hanya Ibu, kakak saya, Wulan dan saya sendiri yang gemar membaca. Sementara Alm. Bapak dan ketiga adik saya, Wiwin, Tedy dan Dimas, sepertinya alergi dengan buku. Kami membaca dan melahap buku, majalah, koran atau kertas apapun yang terdapat tulisan di atasnya. Kegemaran itu ditularkan oleh Ibu saya yang ketika masa mudanya menjadi penggemar berat cersil Kho Ping Hoo dan Boe Beng Tjoe, serta aneka novel Indonesia karya Marga T, Mira W, NH. Dini, Motinggo Busye, hingga novel horor karya Abdullah Harahap dan roman picisan karya Freddy S. ^_^


20 November 2014

Si Penambah Nafsu Makan - Sambal Teri Cabai Hijau


Kalau merenung, menimbang, melihat dan memikirkan berat badan yang merangkak semakin naik, maka sebenarnya saya termasuk kategori orang yang tidak perlu doping untuk menambah nafsu makan. Nafsu saya akan makanan, sejak dari lahir (menurut laporan Ibu saya) hingga saya sejumbo sekarang tidak pernah mengalami masalah yang namanya hilang nafsu. Justru saya perlu belajar banyak untuk mengerem keinginan mengunyah yang sepertinya susah sekali dikontrol. Namun beberapa hari belakangan ini karena kondisi badan yang kurang fit, panas demam dan perut yang terasa tidak nyaman akhirnya saya pun mengalami kehilangan nafsu makan. 

Setiap hari saat jam makan siang maka saya pun dibuat kebingungan untuk memutuskan menu apa yang akan saya santap hari itu. Setelah bosan menyantap cap cay, 'eneg' jika teringat kani roll dan ngeri jika harus membakar lambung saya dengan seporsi besar tom yam maka tadi pagi walau didera rasa malas saya pun memaksakan diri berkutat di dapur untuk mempersiapkan lauk makan siang. Kalau sudah seperti ini maka masakan simple a la kampung seperti sambal teri dengan cabai hijau dan aneka sayuran ini biasanya terbukti sukses untuk mendobrak semangat makan!  ^_^


25 September 2014

Tumis Batang Kembang Kol dengan Teri Jengki


Apakah perasaan anda sama dengan saya, setiap kali membeli kembang kol atau brokoli terasa miris melihat bonggol batangnya yang sebesar gentong? Okeh mungkin deskripsi 'sebesar gentong' terlalu berlebihan, tapi memang rasanya mubazir sekali membeli kembang kol atau brokoli yang terasa berat ketika ditimbang namun penyumbang bobot terbesar justru batangnya yang seringkali dibuang percuma. Seringkali saya membatin sendiri mengapa sih porsi batang harus disertakan sebegitu besarnya? Walau tentu saja saya tahu jawaban dan alasannya: Selain melindungi si kembang kol yang fragile juga untuk membuat bobotnya semakin berat!  

Nah minggu lalu, saya akhirnya memutuskan untuk membeli kembang kol hanya karena 'ngiler' membayangkan sup sayuran bening nan segar yang penuh dengan potongan kembang kol dan buncis di dalamnya. Terus terang ini kali pertama saya membeli kembali kembang kol setelah sekian tahun lamanya vakum hanya karena masalah bonggol! Namun kali ini saya tidak akan menyia-nyiakan si bonggol kembang kol yang terlihat segar dan cantik ini, saya akan mengubahnya menjadi lauk yang lezat untuk bekal makan siang di kantor.^_^


20 June 2014

Salmon Tumis Cabai Rawit


Setiap keluarga biasanya memiliki menu favorit yang jika disajikan tidak pernah membuat anggota keluarga kecewa. Nah kalau di keluarga saya, setiap Ibu saya menyajikan tumis ikan cabai rawit maka begitu masakan matang kami semua pasti langsung menyerbu ke dapur sambil membawa piring berisikan nasi panas mengebul segunung. Tidak memakan waktu lama maka sewajan tumis ikan langsung tandas tak bersisa. Maklum saja, dengan lima orang anak yang semuanya adalah jago makan maka tidak heran masakan apapun yang dimasak Ibu selalu ludes dengan cepat. Tapi tumis ini memang spesial, rasanya yang gurih dan super pedas membuat makan pun menjadi laju. Ibu saya biasanya menggunakan ikan bandeng yang digoreng kering plus rajangan cabai rawit merah yang dipotong kasar dan banyak irisan bawang putih, bawang merah dan tomat hijau. Bumbu yang banyak ini memang disengaja karena biasanya kami tidak menggunakan sayuran apapun lagi kala menyantapnya. Ah menetes air liur saya membayangkannya! ^_^

Nah bagaimana dengan keluarga anda? Mungkin anda berkenan untuk sharing satu atau dua menu favorit yang selalu mendapatkan dua jempol dari anggota keluarga di rumah. 


03 June 2014

Buncis a la Szechuan


Buncis yang ditumis dengan ayam cincang dengan rasa yang sedikit pedas, asam dan manis ini merupakan salah satu resep sayuran yang saya tampilkan di buku Home Cooking yang released bulan lalu. Buku perdana JTT yang memuat 50 resep masakan, 45 diantaranya merupakan resep yang pernah dihadirkan blog dan 5 resep baru yang belum pernah saya bagikan ke pembaca JTT. Tidak perlu khawatir, 5 resep tersebut secara bertahap akan saya bagikan ke anda beserta tentu saja tips memasaknya. 

Nah tumisan buncis ini merupakan makanan favorit saya jika bersantap di restoran yang menyajikan Chinese food. Buncis yang dimasak setengah matang ini terasa crunchy dan untuk mendapatkan rasa terbaik maka saya sarankan anda menggunakan baby buncis yang imut dan terasa manis. ^_^


22 April 2014

30 Menit Ayam Kung Pao - Not so authentic but definitely yummy!


Jika anda penggemar berat masakan bernama kung pao chicken alias ayam masak kung pao seperti saya, dan kemudian bernafsu untuk membuatnya sendiri, seperti saya juga! Maka saya jamin anda pasti telah sibuk mencari resepnya di internet kesana dan kemari hanya untuk menemukan betapa ribetnya membuat masakan ini. Aneka bumbu asing yang bertebaran di daftar bahan yang digunakan akan membuat semangat anda pun padam dan kemudian melupakan untuk membuatnya di rumah. Nah itulah yang saya alami setiap kali nafsu untuk mencoba memasak ayam kung pao terbit. Berulangkali aneka resep saya telaah namun niat untuk mengeksekusi masakan a la Szechuan ini tak kunjung datang hingga saya menyantap seporsi ayam kung pao di Imperial Kitchen minggu lalu. Potongan daging ayam segar yang terasa kenyal sekaligus lembut beradu dengan kacang mete goreng, potongan paprika yang crunchy dan irisan cabai merah kering, semua itu dibalut dalam saus kung pao yang terasa asam, asin, manis dan pedas. Super tasty! Membuat dua porsi nasi dalam mangkuk kecil pun lenyap tak bersisa. Sambil membersihkan saus yang menempel di piring dengan nasi, saya pun mencetuskan resolusi: Weekend ini ayam kung pao harus saya eksekusi! ^_^


17 December 2013

Tumis Tahu Tauge dengan Soy Sauce


Tahu dan tauge, kenapa ya kedua makanan ini jika diduetkan rasanya alamak lezatnya? Contohnya kolaborasi mereka di tahu telur, lontong tahu, gado-gado, atau ketoprak, semua lezat dan semuanya merupakan makanan yang saya gemari. Ketika perut saya melilit kelaparan di hari libur kemarin, kulkas pun dibuka dan yang tampak di hadapan saya adalah sewadah besar tauge yang saya rendam di dalam air dan tahu putih. Keduanya di setiap weekend selalu menjadi penghuni tetap kulkas di rumah dan menjadi komoditas yang paling saya buru jika belanja ke pasar di pagi hari. Hmm, bahasa yang berat dan ruwet. ^_^

Anyway, banyak cara untuk membuat tahu dan tauge menjadi lauk yang sangat menyenangkan. Saya katakan menyenangkan karena lezat, sehat dan mudah dimasak. Salah sekiannya adalah dengan menumisnya sebentar dengan bumbu nan simple. Cing, cing sebentar di dapur dan sepiring makanan fantastis siap meramaikan makan siang anda. Sedap dimakan dengan nasi hangat atau disantap begitu saja tanpa ditemani karbohidrat lainnya seperti yang saya lakukan. Mantap!


14 October 2013

Daging Sapi Tumis Bawang Bombay


Bagi anda yang bingung mau diapakan lagi daging kambing atau sapi yang melimpah saat hari raya Kurban tiba, nah mungkin resep praktis yang satu ini bisa anda coba di rumah. Daging sapi yang direndam dalam bumbu perendam yang nendang, ditumis bersama bawang bombay dan cabai merah terasa sangat lezat disantap bersama nasi hangat. Tampilannya memang mirip sate goreng hanya saja disini saya menggunakan banyak bawang bombay. Bawang bombay yang ditumis dengan sedikit minyak akan mengeluarkan rasa manis karamel yang lezat, dan jika anda 'ngeri' melihat cabai merah keriting utuh yang saya masukkan ke dalam tumisan maka anda bisa mengirisnya menjadi ukuran yang lebih kecil. Namun yang jelas masakan simple ini akan membuat program diet anda menjadi porak poranda. ^_^


21 August 2013

Tumis Bunga Bawang dengan Saus Tiram


Seorang teman bertanya kepada saya, saat kami berjalan pulang dari kantor. Saat itu saya menenteng sebuntal kantung plastik besar yang berisi ikatan bunga genjer yang segar. "Suka bunga genjer ya Mbak"? tanyanya. Saya mengangguk antusias dan mulai berceloteh mengenai sayur favorit saya ini. Ternyata, Ratih, teman saya ini juga memiliki kegemaran yang sama, jadi mulailah kami sepanjang perjalanan sibuk menyebutkan satu persatu sayur mayur unik yang menjadi incaran tatkala berkunjung ke supermarket atau pasar tradisional. 

"Sudah pernah mencoba bunga bawang? Enak banget! Teksturnya mirip genjer, agak liat. Ditumis dengan saus tiram dan dimakan dengan nasi hangat tanpa lauk apapun sudah enak"! Kontan saya meneteskan air liur mendengarnya. Saya sering sekali melihat ikatan bunga bawang di supermarket namun jarang menggunakannya. Pikir saya, kalau harus menggunakan dedaunan beraroma bawang maka tentu saja saya lebih memilih daun bawang yang sudah jelas sering dipakai di dalam aneka masakan. Tapi mendengar cerita Ratih saya pun menjadi tertarik, jadi saat kunjungan berikutnya ke supermarket saya membeli dua ikat bunga bawang yang segar.  Dan sepanjang perjalanan pulang ke rumah, tumis bunga bawang pun menari-nari di dalam benak saya ^_^


30 May 2013

Tumis Tahu Telur dengan Jamur Shiitake


Walau saya sudah pernah posting bagaimana membuat egg tofu atau tahu telur a la Jepang, namun resep yang kali ini saya tampilkan tidak menggunakan tahu telur buatan sendiri, melainkan tahu kemasan siap pakai yang banyak dijual di supermarket. Bagi anda yang berminat untuk mengetahui resep dan proses pembuatan homemade egg tofu silahkan klik di link ini ya. Tidak ada yang sulit dalam proses pembuatan egg tofu karena yang anda perlukan sebenarnya hanyalah susu kedelai (susu kedelai yang homemade akan memberikan hasil terbaik), telur dan dandang kukusan. Se-simple itu dan saya yakin siapapun bisa membuatnya sendiri. Nah sayangnya yang homemade tentunya tidak tahan lama, maksimal satu minggu di chiller kulkas dalam wadah tertutup rapat. Waktunya yang pendek (karena bebas pengawet) menjadikan kita harus memutar otak untuk memanfaatkannya. Walau digoreng begitu saja rasanya sudah cukup lezat namun modifikasi lainnya seperti tumis tofu dengan jamur shiitake kali ini patut anda coba juga, karena rasanya hmm.... yummy! ^_^


16 May 2013

Tumis Pedas Pare & Udang


Bagi sebagian orang, menyantap pare yang terasa pahit ini memang memerlukan perjuangan, tapi bagi mereka yang ketagihan dengan rasa pahit getirnya yang khas maka justru rasa inilah yang dicari. Walau saya bukan termasuk pecinta rasa pahit terutama di jamu dan minuman seperti kopi namun rasa pahit pare justru membuat saya tergila-gila. Apalagi jika buah berbintil-bintil aneh ini ditumis dengan udang dengan cabai rawit segunung, hmm digado begitu saja sedap apalagi jika disantap dengan nasi panas, bisa habis berpiring-piring. 

Sebenarnya rasa pahit buah pare bisa dikurangi dengan mendiamkannya di dalam larutan garam sejenak hingga sebagian kandungan air dalam pare berkurang, harapannya sebagian zat pemberi rasa pahit pun terbuang. Selain itu, garam juga mampu membuat tekstur pare menjadi lebih lemas sehingga bumbu mudah meresap masuk ke dalamnya. Bagi anda yang hingga saat ini masih memasukkan buah ini sebagai daftar terlarang buah dan sayuran yang layak dikonsumsi mungkin harus memikirkannya kembali karena ternyata si pahit yang buruk rupa ini banyak sekali  manfaatnya. Tidak percaya? Yuk lanjut. ^_^  


14 September 2012

Tumis Bok Choi, Jamur dan Bawang Putih


 the journey of a thousand miles begins with one step 
~Lao Tzu~


Jeda ngeblog hampir dua bulan? Fuiih, sepertinya cukup sudah saya bermalas-malasan. Sejuta alasan bisa saya sebutkan untuk menutupi 'alasan' yang sebenarnya. Alasan yang membuat Just Try & Taste tidak memiliki postingan baru sejak Juli 2012. Mulai dari kesibukan kantor yang memang meningkat beberapa bulan ini hingga masalah pribadi yang menyita waktu dan tenaga. Namun di  antara semuanya,  saya akui, rasa malas saya lah yang sebenarnya menjadi biang keroknya. Karena jika saja, jika saja saya bersedia meluangkan waktu dua jam sehari, fokus di depan laptop maka blog pun bisa ter-update minimal dua kali seminggu. 


14 March 2012

Tumis Bunga Caisim, Jamur Merang & Teri: Bunga lezat di atas meja makan anda


Weekend minggu lalu memang luar biasa hectic bagi saya, mulai dari pagi hingga sore hari seakan aktifitas tak ada putusnya, semua melibatkan kegiatan di luar rumah dan semua penting! Salah satunya adalah pergi ke penjahit yang direkomendasikan oleh teman saya di Pondok Labu. Hari minggu pagi, jalan Fatmawati lengang dan lancar jaya membuat metromini 610 yang saya tumpangi hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit saja untuk sampai di sana. Pondok Labu bukan merupakan daerah jelajahan dan tanpa bekal alamat si penjahit hanya mengandalkan nomor handphone Sofie, teman saya yang berjanji untuk menjemput, maka saya pun serasa alien di Bumi kala Sofie tak kunjung mengangkat panggilan saya. 

Jam masih menunjukkan pukul setengah sebelas dan rasanya rugi jika saya harus kembali lagi ke rumah sambil membawa tas besar berisi kain-kain yang akan dijahit. Akhirnya sambil menunggu Sofie, saya pun melangkahkan kaki ke supermarket Aneka Buana yang terlihat ramai dan padat. Nama yang tidak familiar dan tampilan yang tidak semegah Carefour atau Giant membuat pada awalnya saya sedikit meragukan isi supermarket ini. Namun ketika kaki saya berjalan menelusuri lorong demi lorong yang penuh dengan aneka barang, saya pun menjadi terkagum-kagum sendiri. Supermarket ini padat, lengkap dan murah meriah. Jauh lebih murah dibandingkan dengan supermarket lainnya yang biasa saya kunjungi. So, don't judge the book by the cover. ^_^


26 February 2012

Bandeng Presto Masak Tauco dengan Cabai Merah Kering


Minggu yang luar biasa sibuk, dan semua seakan berjalan begitu cepat membuat saya sedikit terengah mengejarnya. Akibatnya blog menjadi jarang ter-update. Namun saya tetap dan akan tetap berusaha untuk melakukan regular posting dan menyisihkan waktu mencoba aneka masakan di dapur rumah Pete yang kondisinya saat ini seperti kandang pecah karena saya tak punya waktu dan tenaga untuk membersihkannya. Hmm, alasan yang dicari-cari sebenarnya, karena ketika waktu sedang agak luang saya justru memanfaatkannya hanya dengan berbaring di pulau kapuk sambil browsing tak tentu arah dan cekikikan chatting dengan beberapa teman. Benar-benar cara membunuh waktu yang sangat, sangat tidak bermanfaat dan please don't try this at home. ^_^


22 December 2011

Tumis Ayam, Bawang Bombay, dan Paprika


I like cooking. Really I do! Tapi terkadang saya enggan juga berlama-lama menghabiskan waktu di dapur untuk memasak, apalagi jika ada pekerjaan lain yang lebih menyenangkan seperti misalnya membaca e-book sampai kepala terasa puyeng? Atau browsing internet di atas tempat tidur sampai mata terasa buram? Anyway busway, memasak saya anggap menjadi aktifitas menyenangkan jika sedang: Mempraktekkan resep baru yang unik dan menantang; Pamer ketika ada anggota keluarga yang datang; Request dari teman-teman kantor. Selebihnya saya akui dilakukan karena terpaksa. 

Seperti kemarin, ketika perut terasa lapar dan menjerit minta diisi sementara tidak ada satupun makanan layak santap yang tersedia di dapur, akhirnya dengan berat hati saya pun membuka kulkas, meracik bahan dan meramu satu masakan sederhana yang kira-kira hanya membutuhkan waktu 15 - 20 menit untuk memasaknya. Dalam kondisi seperti ini saya bersyukur dikelilingi dengan aneka bumbu bubuk atau cair praktis siap tuang yang menjadikan aktivitas memasak menjadi lebih mudah dan super cepat. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...