Pages

29 Januari 2011

Resep Gulai Kepala Ikan

Resep Gulai Kepala Ikan JTT

Pagi tadi saya ke pasar tradisional Blok A, rencana saya adalah membeli tulang belulang sapi untuk kaldu Mie Kuah Vietnam - Pho Bo (resep menyusul). Saat menuju ke los daging di lantai dua, saya melalui los ikan segar. Selama ini kalau membeli ikan, saya cukup di lantai dasar saja, disana ada dua penjual ikan langganan yang koleksinya cukup lengkap. Tapi kali ini saya tergiur kala melihat tumpukan ikan yang begitu segar dan ukurannyapun jumbo-jumbo. Ikan merupakan lauk favorit saya jika dibandingkan daging sapi atau ayam, selain karena lebih sehat dan bebas kolesterol, dagingnya yang lembut sangat lezat  dan flexible untuk diolah menjadi aneka rupa masakan.

Ngiler melihat aneka ikan yang segar, tidak sadar beberapa jenis saya pilih untuk dibeli. Bandeng jumbo yang lagi luber karena menjelang Imlek, selar, kembung, tengiri yang rencananya untuk dibuat tekwan dan ikan kuwe. Yang terakhir saya beli karena abang penjualnya begitu insist meyakinkan saya jika ikan kuwe ini lezat dan dagingnya lembut. Tadinya saya naksir kakap di penjual sebelah tapi akhirnya tidak tega dengan si abang yang begitu bersemangat menawarkan jualannya akhirnya jadi juga si kuwe ini masuk ke kantong belanja saya.  

Resep Gulai Kepala Ikan JTT

Saya minta ikan kuwenya di fillet dan kepalanya yang besar akan saya buat gulai kepala ikan seperti yang biasa di jual di resto Padang. Hmm, bagi maniak ikan seperti saya memang suatu seni tersendiri memisahkan daging ikan yang lezat dengan tulangnya. Menikmatinya perlahan hingga dagingnya licin tandas dan benar-benar yang tersisa adalah tulang yang berwarna putih. ^_^

 Untuk memasak masakan Padang, bumbu rempah yang kudu ada di dapur anda antara lain adalah jinten, ketumbar, kapulaga, kembang lawang/pekak, kayu manis, cengkeh dan dedaunan rempah seperti daun kuyit, salam dan daun jeruk purut. Ribet? Memang terkesan seperti itu tetapi jika telah terbiasa menggunakannya anda pasti tidak ingin ketika memasak rendang, gulai cincang, kari daging tanpa rempah-rempah tersebut. Rasanya ada yang hambar dan kurang pas. Lagipula rempah-rempah tersebut bukan bumbu mahal dan sulit dicari, anda bisa menemukannya di pasar-pasar tradisional di kemas dalam plastik-plastik kecil dengan harga murah dan bisa anda gunakan untuk beberapa kali memasak. 

Resep Gulai Kepala Ikan JTT

Nah berikut resep untuk gulai kepala ikan ya, umumnya menggunakan kepala kakap, kali ini demi memanfaatkan yang ada saya menggunakan kepala ikan kuwe. Rasanya? Sama lezatnya.

Gulai Kepala Ikan
Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan:
- 1 buah kepala ikan kuwe atau kakap ukuran besar, minimal 250 gram. Bersihkan, belah dua, remas dengan 1 sendok teh garam dan 1 sendok makan air jeruk nipis. Sisihkan.
- 400 ml santan agak kental
- 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu dihaluskan:
- 1 sendok teh ketumbar, sangrai
- 4 butir kemiri, sangrai
- 1/2 sendok teh jinten
- 5 buah cabai merah keriting
- 3 buah cabai rawit merah
- 3 butir bawang merah
- 2 butir bawang putih
- 1 ruas jahe
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya saja
- 1 ruas lengkuas
- 1 ruas kunyit

Bumbu lainnya:
- 1 potong kayu manis
- 3 butir cengkeh
- 2 butir kapulaga
- 1 buah kembang lawang/pekak
- 3 lembar daun jeruk, sobek kasar
- 2 lembar daun salam
- 1 lembar daun kunyit, iris halus
- 1 sendok teh garam (tambahkan jika kurang asin)
- 2 sendok teh gula pasir
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk

Cara memasak:
Panaskan minyak diwajan, tumis bumbu halus hingga berubah warna (tidak pucat). Masukkan kayu manis, kapulaga, kembang lawang, daun rempah. Aduk-aduk hingga daun rempah layu. 

Resep Gulai Kepala Ikan JTT

Jika bumbu telah harum dan matang, masukkan santan, garam, gula dan kaldu bubuk. Aduk-aduk hingga santan mendidih dan berminyak. Santan akan menjadi mengental. Masukkan kepala ikan, masak hingga ikan matang. Cicipi rasanya. Angkat.

Resep Gulai Kepala Ikan JTT
Resep Gulai Kepala Ikan JTT

Gulai kepala ikan siap anda santap dengan nasi putih hangat.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^