Pages

15 Februari 2013

Homemade Sarden Ikan Bandeng dengan Panci Pressure Cooker


Sarden kalengan memang sedap. Rasanya yang khas berpadu dengan daging dan tulang ikan yang lembut, memang menjadikan sarden kalengan sebagai teman nasi panas yang sangat pas.  Selain itu makanan ini super cepat untuk disiapkan, hanya dengan menambahkan rajangan bawang merah, bawang putih, cabai rawit dan jahe yang ditumis sebentar, dijamin semua penghuni rumah pasti doyan. Tidak heran waktu saya kecil, Ibu saya paling suka menyajikan makanan ini. Bagi kami penggemar ikan yang tadinya tinggal di Tanjung Pinang, Riau dan tiba-tiba harus pindah dan menetap di Paron, Ngawi, Jawa Timur, dimana ikan laut segar sangat sulit ditemukan, maka sarden kalengan menjadi pelepas rindu yang sempurna. 


Walau lezat, tapi tetap saja makanan kalengan kurang baik untuk kesehatan apalagi jika rutin disantap. Membuat versi rumahannya merupakan alternatif yang bisa dilakukan apalagi jika musim ikan tiba dan harganya menjadi cukup murah. Nah saat perayaan Imlek kemarin, ikan bandeng pun meluber di pasar dengan harga yang cukup terjangkau. Bahkan sebuah supermarket besar di Jakarta, pada hari Sabtu kemarin melakukan sale ikan bandeng super yang berukuran jumbo seharga 29 ribu per-kilonya. Saya pun langsung memasukkan dua ekor ikan yang cukup besar, dan beberapa bandeng berukuran sedang ke dalam keranjang belanja. Rencana saya, ikan yang berukuran besar akan saya masak menjadi otak-otak bandeng a la Gresik yang saya gemari, sedangkan ikan bandeng lainnya akan saya masak dalam bumbu sarden menggunakan panci pressure cooker. Ini homemade sarden pertama saya dan ternyata hasilnya sangat-sangat memuaskan. Mantap!


Membuat homemade sarden sangat mudah, bahan utamanya selain ikan adalah tomat segar yang banyak. Karena saya menggunakan lima ekor ikan maka saya menggunakan satu kilogram tomat dan 300 gram cabai merah untuk membuatnya. Jika anda membuatnya untuk buah hati anda, saran saya skip saja penggunaan cabai merah atau gunakan cabai merah besar yang telah dibuang bijinya. Cabai merah ini berfungsi untuk membuat warna sarden menjadi lebih membara dan menggugah selera. Anda bisa menggunakan jenis ikan lainnya - saya menambahkan tiga ekor mackerel yang telah lama membeku di dalam freezer - namun menurut saya dengan membuatnya menjadi sarden dan memasaknya menggunakan panci pressure cooker membuat tulang bandeng menjadi sangat lunak sehingga si kecil pun bisa turut menikmatinya. Selain itu harga ikan bandeng relatif lebih murah dibandingkan dengan jenis ikan laut yang saat ini cukup mahal harganya di pasar.


Satu kelemahan homemade adalah masa simpannya yang tidak lama, jika anda membuatnya sangat banyak maka masukkan sarden ke dalam plastik dalam ukuran yang cukup untuk porsi sekali makan dan bekukan di freezer. Saat akan menyantapnya sarden cukup dipanaskan di microwave atau ditumis sebentar di wajan dengan tambahan bahan lainnya. Tadi pagi saya membuat tumis sarden dengan irisan cabai rawit merah, daun bawang dan zukini yang rasanya mantap habis, sedap untuk menemani makan siang saya hari ini. Beberapa artikel yang saya baca mengatakan anda bisa membuat sarden tanpa menggunakan panci pressure cooker, tapi tentu saja memerlukan waktu yang sangat lama untuk membuat duri-durinya menjadi empuk. Dengan pressure cooker, ikan cukup dimasak selama 40 hingga 45 menit dan duri pun bisa turut disikat. ^_^

Tertarik untuk mencobanya? Berikut resep dan proses pembuatannya ya. 


Sarden Ikan Bandeng
Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan: 
- 3 kg ikan bandeng, isi 5 ekor ikan bandeng ukuran sedang
- 2 sendok makan air jeruk nipis
- 1 sendok makan garam
- 1 kg tomat merah
- 300 gram cabai merah keriting, jika tidak mau pedas gunakan cabai merah besar 
- 500 ml air
- 1 buah bawang bombay ukuran besar, rajang kasar
- 1 bongkah bawang putih (sekitar 10 siung bawang putih)
- 6 butir bawang merah
- 2 ruas besar jahe, iris tipis
- 5 lembar daun salam
- 2 bongkah besar lengkuas, memarkan (sekitar 10 cm lengkuas)
- 200 ml saus tomat (tambahkan jika anda tidak menggunakan cabai merah)
- 2 sendok makan minyak
- 1 sendok makan kaldu bubuk (optional)
- 2 sendok teh merica bubuk
- 2 sendok makan saus tiram
- 1 1/2 sendok makan garam, tambahkan jika kurang asin
- 4 - 5 sendok makan gula pasir
- daun pisang untuk mengalas panci

Cara membuat:
Siangi ikan bandeng, buang sisik, insang dan isi perutnya. Potong masing-masing menjadi 4 bagian. Cuci bersih. Beri 1 sendok makan garam dan air jeruk nipis. Remas-remas, diamkan 10 menit. Cuci hingga bersih.


Blender tomat, cabai merah, bawang merah, bawang putih dan air hingga halus. Jika blender tidak muat menampung, bagi bahan menjadi 2 bagian. 

Alasi panci dengan daun pisang. Tata ikan di atas daun pisang. Masukkan daun salam, lengkuas, jahe, dan bawang bombay. 

Dalam mangkuk besar, masukkan tomat dan cabai halus. Tambahkan saus tomat, minyak, kaldu bubuk, merica bubuk, saus tiram, garam, gula pasir. Aduk hingga rata. Cicipi rasanya. Tambahkan garam dan gula jika rasa kurang pas. 

Tuangkan adonan tomat ke dalam panci berisi ikan bandeng. Ikan harus terendam dengan adonan tomat. Jika tidak terendam tambahkan air. 

Tutup panci dan masak dengan api besar hingga panci mengeluarkan desisan. Kecilkan api kompor, masak selama 40 menit dengan menggunakan api kecil. Matikan kompor. Biarkan panci sampai semua uap keluar, jangan paksakan membuka panci jika tutup sulit dibuka, biarkan hingga uap di dalam panci benar-benar habis. Buka panci dan keluarkan sarden. 

Sarden bandeng siang disantap dengan nasi panas. Yummy!

37 komentar:

  1. waaaa, ileran, hahaha, aku bukan penggemar sarden sih mba, apalagi bandeng, ga gt suka karena ikannya hambar dan ga pernah makan selama di riau hehhe, tp langusng tertarik begitu baca ikan makarel, disini aku sering makan ikan itu, bahkan di grill tanpa garam pun ttp enak banget. telebih lagi dapetinnya gampang. nah pengen coba deeeeh jadi sarden makarel. asiikk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Anggi, sebenarnya mackerel memang lebih enak di sarden wakakkakak. Kemarin pakai 3 mackerel, mantep, tulangnya juga lebih cepat lunak dibanding bandeng. Cuman disini lagi murah nih ikan bandeng, ikan laut lainnya mahal banget. Lagi musim angin dan hujan jadi ikan lagi langka ^_^

      Hapus
  2. mbak, kalau gak punya presto berarti gak bisa bikin ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa tapi mungkin harus direbus lama dan duri tidak akan seempuk jika dipresto. Tammbahkan air dan masak sampai air menyusut dan ikan empuk.

      Hapus
  3. Wah... kayaknya enak neh... baca resepnya ditulis 1 bongkah bawang putih & 2 bongkah besar lengkuas. itu kira2 seberapa banyaknya ya? Aku sering beli bwg putih yg kating (bener ga nulisnya). jd sdh protolan gitu si bawang nya.. hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekitar 10 siung bawang putih dan 10 cm lengkuas Mba. ^_^

      Hapus
  4. Coba brokusnya..udah, coba beberapa resep rotinya...udah, coba nastar...udah, coba crust pie nya...udah....dan alhamdulillaah sukses semuaaahhh...ahhh makin cinta saya sama blognya Mba...hehehe... Kayaknya next list yg hrs di try and taste adalah sarden bandeng ini nih...Tengkiyu resep2nya ya Mba... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Handa, wah mantep bener, jadi semangat buat update resep hehehe. Thanks sharingnya ya. Yep, sardennya mantep rasanya hehehe, promosi mode on

      Hapus
  5. Mba itu dialasin daun pisang spy apa? Kemasak donk daunnya?

    BalasHapus
  6. Mba..aku udah nyoba wiken kemaren.MANTAP.tp daun pisang nya malah angus dan nempel di pancinya..sdh direndem semaleman msh nempel jg..pdhl wktu panci dimatiin, saus nya msh byk dan ga kering loh..knp ya?ada tips ngebersihin daun pisang yg lengket jg ga?hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, yepp, saya juga mengalami hal yang sama, dasar panci gosong, tapi air masih banyak. makanya kudu dialasi daun. Sepertinya panas di dasar sangat tinggi tapi air tetap tertahan. Mumet juga hehhee. Coba masukkan air dalam panci dan rebus kembali sampai gosong didasarnya empuk. jangan pakai tutup ya. Kalau cuman direndam air dingin saja kayanya susah ngebersiinnya.

      Hapus
  7. Iya mbak, td pagi udah bisa dicuci..hehe..makasih ya.
    td pagi jg nyoba resep beef teriyaki nya, tp koq warna nya ga sepekat punya mba endang ya?teriyaki ku krg menggugah selera nih warnanya :( dan setelah si air 200ml itu sat, daging nya blm empuk..jd kutambahin air lg deh..but, overall PUAS sama resep2 disini terutama cake kukus nya..makasih ya mba...ilmunya bermanfaat bwt byk orang nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba tambahkan kecap manis Mba, supaya warnanya gelap. dan yep, air merebus disesuaikan dengan kealotan daging hahahha. Sip, thanks sharingnya ya Mba. Sukses!

      Hapus
  8. Mbak Endang, kalo pake slow cooker bisa nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa Mba, sebenarnya bisa pakai panci biasa hanya saja merebusnya dalam waktu yang lama. Kalau slow cooker kan bisa ditinggal-tinggal saat merebusnya ya.

      Hapus
  9. Uda dibikin mbak, emang enyak..enyak...enyak.....
    Tapi biarpun uda lama, tulangnya gak juga empuk, wkwkwkwk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bandeng agak lebih lama jeng kalau ikan mackarel/ikan layang lebih cepat empuk.

      Hapus
  10. Hola Mba Endang.
    Saya juga barusan bikin resep ini.
    Tapi ada masalah dikit.
    Saya pake ikan mackarel, udah dipresto sekitar 45 menit, tp tulangnya gk smpe lunak juga.
    Pancinya masih bagus juga. Kata suami sih, kuahnya udah mirip sarden kaleng betulan. Hehehe *Agak terhibur :)
    Kalo saya rebus lagi bisa lunak nggak ya tulangnya?

    Thanks ya Mba sebelumnya.


    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Ella, mungkin harus ditambah lagi waktu rebusnya ya. Tapi hati-hati kalau gosong, saran saya pisahkan kuah sarden dengan ikan. Rebus kembali ikan dengan air biasa sampai empuk. Baru nanti setelah tulang lunak dicampur kembali dengan kuah sarden, jangan lupa dialas daun pisang pancinya. Takutnya kalau direbus dengan kuah sarden malah gosong gak karuan.

      Hapus
  11. Mba,kalau pakai bandeng presto yg sdh gmn ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bumbu ditumis dan dimasak dulu mba sampai matang, masukkan parutan tomat, masak sampai kental baru masukkan ikan. Kurangi airnya ya.

      Hapus
  12. mbak,di cara membuat ada saus tiram tp dibahannya koq ga ada ya?pakeny kira2 brp mba?

    BalasHapus
  13. mba Endang mantep niy resepnya, I'm bandeng lovers (maniak malahan, hahahah)
    mba didaerahqu (di Balikpapan) ada yg jual ikan bandeng tanpa duri (fresh bukan prestoan) nah klo mau dibikin sarden ini apa musti tetep pake panci presto yaa??
    pengen coba bikin niy mba,

    Dian

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Dian, di sini juga ada dijual di supermarket di bagian frozen food, bandeng cabut duri ya. Saya rasa bisa langsung dimasak biasa gak perlu pakai presto Mba.

      Hapus
  14. mba endang, klo daun pisangnya diganti dengan alumunium foil bs ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba kay, nggak ya mba, tetap lengket dan foil gak bagus buat kesehatan. dialas pakai daun salam atau daun sawi juga gpp loh

      Hapus
  15. Salam kenal Mbak Endang, gara2 search bandeng presto, eh nyasar di blog nya Mbak. Hmmmmm .....resep bandeng sardennya menarik banget, mau coba secara lihat step by step yg Mbak Endang tulis gampang banget. Dan foto2nya itu jadi magnet untuk bereksperimen. Makasih resep2nya ya Mbak Endang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mba, thanks komentarnya disini ya, silahkan dicoba resepnya dan semoga suka ya ^_^

      Hapus
  16. Mbak Endang kalo pake ikan tengiri enak ga ya? Trus kalo dipresto berapa lama? Makasi mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai tengiri menurut saya enak mba, hanya saja mungkin butuh waktu lebih lama untuk dipresto sampai tulangnya lunak. Yang jelas air harus sampai menutup ikan, pakai api super kecil dan masak lebih dari 1 jam ya.

      Hapus
  17. Makasih ya mbak resepnya, enak loh aku udh 2 kali bikin ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Yuli, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  18. Mbak boleh masak tanpa saus tiram kah?

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^