Pages

25 Juni 2011

Pasar Kue Tradisional Blok M, Sepenggal Kelezatan di Awal Hari

Pasar Kue Tradisional Blok M, Sepenggal Kelezatan di Awal Hari

Salah satu alasan mengapa saya suka tinggal di daerah Jakarta Selatan, tepatnya di sekitar Kebayoran Baru adalah ragam fasilitas dan kemudahan akses yang ditawarkan. Nah, keramaian yang anda lihat di foto-foto yang saya tampilkan adalah pasar kue basah di daerah Blok M, Jakarta Selatan, tepatnya di pelataran parkir pusat perbelanjaan Blok M Square. Disana puluhan pedagang dengan penuh semangat mengawali hari dengan menawarkan aneka kelezatan dan kenikmatan kuliner dari ratusan ragam jajanan dan makanan yang terhampar di depan mata. Surga bagi pecinta kue-kue basah tradisional, rejeki bagi para pedagang yang akan menjualnya kembali ke tempat lainnya atau kemudahan bagi mereka yang sedang menyelenggarakan suatu acara dan membutuhkan kudapan bagi para tamu undangan. Untuk alasan itu semua maka pasar kue yang buka setiap hari dari subuh hingga pukul 7 pagi ini menjadi pilihan yang sangat tepat. 

Pasar Kue Tradisional Blok M JTT
Salah satu pintu masuk
Pasar Kue Tradisional Blok M JTT
Pasar Kue Tradisional Blok M JTT

Sejak Blok M Square dibangun di bekas pasar tradisional lama, kawasan tersebut memang menjadi rapi, teratur dan bersih. Begitu pula dengan para penjual kue basah yang dulunya berada di pelataran terbuka dengan tenda-tenda seadanya, sehingga debu dan panas seringkali menerpa, belum lagi jika hujan deras dan jalanan menjadi becek dan menghambat kenyamanan pembeli, kini telah disediakan tempat yang nyaman, teduh dan cukup jauh dari jalanan umum yang berdebu. Pengunjung pun menjadi nyaman berputar-putar mengililingi hamparan aneka jajanan sambil mengagumi keunikan masing-masing dagangan para penjual. Jika lapar anda bisa memilih dua atau tiga jajanan untuk dimakan sambil kaki melangkah dan mata memelototi kue-kue lainnya.  

Pasar Kue Tradisional Blok M JTT




Dalam rangka mengajak Ibu dan kedua tante saya melihat-lihat Jakarta di pagi hari, tentunya apalagi kalau bukan dari sudut kuliner ^_^. Kami pun di pukul setengah enam pagi berangkat dari rumah Pete dengan menggunakan bajaj yang setiap lima menit berseliweran di depan rumah. Sampai disana tentu saja pasar telah penuh oleh para pembeli, karena pasar kue ini buka sejak subuh. 

Pasar Kue Tradisional Blok M JTT
Pasar Kue Tradisional Blok M JTT

Oke, sekarang apa yang para pedagang ini tawarkan? Ah, jika anda mengajukan pertanyaan tersebut maka saya kebingungan menjawabnya, karena begitu banyaknya jenis kue yang saya tidak tahu namanya dan tidak mungkin saya tanyakan satu persatu ke penjual yang tampak sibuk melayani para pembeli. Jenis kue tradisional seperti lemper, kue lumpur, lumpia, martabak, aneka jenis makanan dari tahu, kue mangkuk, nagasari, molen, onde-onde, centik manis dan masih banyak lainnya tersedia di semua sudut. Harganya berkisar antara 1000 hingga 3000 rupiah per potongnya. Belum lagi kue-kue tradisional dengan ukuran imut yang di rangkai dalam satu nampan beralas daun pisang yang cantik, jenis yang ini saya sering membelinya untuk disajikan saat ada acara di rumah atau di kantor. Lezat dan unik. Isi kuenya pun bisa anda pilih sendiri karena si penjual menyediakan kue-kue tersebut dalam bungkusan plastik dan siap untuk dirangkai di nampan. 

Pasar Kue Tradisional Blok M JTT
Pasar Kue Tradisional Blok M JTT

Untuk anda yang mencari ragam cake, bolu, tart dan pastry tidak perlu khawatir, disini banyak sekali jenis tart buah dengan toping yang beragam dan pastry lembut dengan aneka isi. Jenis cake? Banyak, mulai dari yang dipanggang seperti lapis legit, lapis Surabaya, aneka cake untuk ultah atau jenis cake kukus semacam brownies kukus warna warni dan dicetak bulat-bulat seperti telur atau bolu kukus mekar aneka warna dan rasa. Anda akan terbingung-bingung sendiri menentukan pilihan. Lapis legit dan lapis Surabayanya menurut saya rasanya cukup enak, kualitasnya tentu saja tergantung harganya. Mau yang super legit tentu saja harganya lebih mahal dibandingkan dengan yang biasa-biasa saja. Takut memutuskan karena ragu rasanya? Si penjual bersedia untuk membagi tester-nya ke kita. Saya sering membeli lapis legit ini untuk oleh-oleh jika ada saudara datang ke Jakarta, praktis dan harganya terjangkau.   

Pasar Kue Tradisional Blok M JTT

Setelah capek berkeliling, lapar mata, air liur menetes dan perutpun keroncongan, anda bisa duduk sejenak mengisi perut. Pilihannya? Mulai dari bacang isi daging cincang, empek-empek Palembang, aneka dimsum yang cantik dan lezat, gudeg Jogya bahkan disini gudegnya juga dilengkapi dengan rendang jengkol,  mie ayam, bubur ayam, nasi pecel, dan entah apa lagi yang berjajar di sana. Jika tidak ingin terlalu 'lapar mata' sehingga seakan rasa-rasanya semua mampu anda santap maka sarapanlah terlebih dahulu, buat perut anda kenyang baru kemudian jalan berkeliling untuk mencuci mata.  

Pasar Kue Tradisional Blok M JTT

Selesai menikmati aneka jajanan manis dan gurih serta makanan berat, maka saatnya untuk menikmati buah segar sebagai pencuci mulutnya. Nah, di sepanjang jalan di dekat parkiran tepatnya di depan pintu masuk kawanan Blok M Square, berjajar para penjual buah-buahan seperti mangga, pisang, sawo, atau pepaya. Sekantung strawberry pun masuk ke dalam tas plastik yang saya tenteng beserta dengan 2 pack bakso bulat dan gepeng untuk stock di freezer. Ibu dan Tante-Tante saya? Okeh, mereka bertiga sibuk memborong tahu goreng dan risoles sayuran seharga seribu rupiah per potong dengan ukuran yang jumbo. Ahh, pagi hari liburan ini terasa sedap dan gurih. Yummy! 

Pasar Kue Subuh Blok M Square
Pelataran Parkir Gedung Pusat Perbelanjaan Blok M Square
Blok M - Kebayoran Baru
Jakarta Selatan

6 komentar:

  1. Wah.. saya suka blog ini..
    Berisi tentang info kuliner..
    Berhubung saya juga doyan makan,so blog ini memberikan banyak referensi ttg makanan,hehehe..

    Blog yang bagus dan keep posting yawh..hehehe..

    BalasHapus
  2. hai mbak, salam kenal ya, suka banget baca blognya, sangat meng-inspirasi bagi ku yg doyan makan tp suka malez duluan klo mau buat sendiri hehe, but..after liat postingan mbak di blog ini jd smangat tuk mencoba deh :) ijin kopas resep2nya yah...salam sukses slalu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Non Athalia, sip silahkan dicoba resep2nya ya dan semoga suka. Buatan sendiri lebih memuaskan hasilnya kok, jadi jangan ragu2 untuk mencoba. Gagal? Hal biasaaaaa hehhehe. ^_^

      Hapus
  3. Mba Endang, Saya dan isteri sedang galau,pasar kue tradisional memang demandnya luar biasa,untuk satu item produk kue saja bisa banyak permintaannya,galaunya antara food cost dengan harga jual tipis dan mepet.Jika mba berkenan share resep kue tradisional dengan food costnya akan sangat membantu bagi Kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, sayangnya saya sangat jarang membuat kue tradisional Mas, gak ada passion disana hahahha. Soalnya ribet dan sering gatot hehehhe

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^