Pages

06 Februari 2013

Biskuit Maizena: Lezat & gluten-free!


Moody. Satu sifat yang menempel erat dalam karakter saya dan seringkali membuat saya merana sendiri. Jika teringat betapa mudahnya saya menjadi tidak bersemangat, kehilangan minat dan 'mati gaya' hanya karena satu atau dua masalah maka betapa saya mengidamkan untuk menjadi sosok yang stabil, persistent dan fokus pada suatu tujuan. Memasak pun menurut saya memerlukan mood yang bagus agar saya semangat memulainya. Gunungan resep di draft blog saya tak terhingga banyaknya dan terus bertambah hari demi hari berharap satu hari nanti resep-resep tersebut akan terwujud di dapur dan menambah satu lagi koleksi resep di JTT. 

Tapi tentu saja mimpi hanyalah tinggal mimpi, karena untuk menggerakkan kaki ini ke dapur saja alamak beratnya. Apalagi setiap kali pulang dari kantor dan menatap kondisi rumah yang acak-acakan - minggu lalu kakak saya dan keluarganya menginap beberapa hari di  rumah Pete - menjadikan saya semakin enggan bereksperimen di dapur. Karena untuk memulai satu resep saya harus membersihkan lantai hingga mengkilap, mencuci tumpukan piring dan baju serta menyikat kamar mandi. Ahh, rumah ini telah memperbudak saya. ^_^


Untungnya bad mood saya tidak pernah berlama-lama. Begitu banyak hal menarik di dunia luas ini sehingga terlalu sayang jika hanya dilewatkan dengan berpangku tangan dalam hampa. Begitu banyaknya pula resep-resep unik yang membuat tangan saya gatal untuk mencoba dan sungguh sayang rasanya jika tidak berbagi ke yang lainnya. Jadi kemarin, sepulang kerja saya pun meluncur cepat menggunakan ojek, tak sabar untuk mencapai pintu gerbang rumah dan pintu dapur tentunya. Beberapa resep yang begitu inginnya saya coba telah terekam dalam benak, namun ada satu resep yang begitu inginnya saya praktekkan karena email dari salah satu pembaca JTT yang meminta saya untuk lebih sering menampilkan resep-resep gluten-free.  Setelah berbasah kuyup bermandikan keringat karena menjadi upik abu selama tiga jam, rumah pun menjadi kinclong dan pada pukul setengah sepuluh malam saya pun memulai membuat biskuit maizena ini. Bahannya sangat simple dan membuatnya juga mudah. 
 
Nah sekarang apa sih yang dimaksud dengan makanan gluten-free? Makanan gluten-free adalah jenis makanan yang tidak mengandung gluten di dalamnya. Gluten merupakan protein yang ditemukan pada tepung gandum, barley, rye, malt dan triticale. Gluten umumnya digunakan untuk bahan tambahan makanan (food additive) sebagai pemberi rasa, penstabil, atau sebagai bahan pengental pada masakan. Diet gluten-free merupakan salah satu treatment yang umumnya diberikan pada penderita celiac disease, kondisi yang berhubungan dengan dermatitis herpetiformis, dan mereka yang alergi dengan gandum. Saat ini diet gluten-free/casein-free juga digunakan sebagai salah satu treatment bagi anak-anak penderita autis. Autism (Autism Spectrum Disorders/ASD) adalah gangguan perkembangan pada anak-anak yang membuat kemampuan komunikasi dan interaksi sosial mereka terganggu. Untuk mengurangi gejala autis pada anak-anak maka para orang tua seringkali melakukan alternatif treatment misalnya dengan memberikan makanan yang khusus. Akhir-akhir ini diet gluten-free/casein-free menjadi sangat populer. Beberapa orang tua melaporkan adanya perbaikan gejala autis dengan perlakuan diet ini.


Beberapa sumber biji-bijian dan pati bisa diterima dalam gluten-free diet. Yang umumnya digunakan adalah jagung, kentang, ubi jalar, nasi, dan tapioka. Jenis biji dan pati lainnya yang juga bisa diterima seperti biji bayam, pati tepung garut/ganyong (arrowroot), millet, sorghum, dan talas. Terkadang beberapa variasi dari kacang merah (bean), kacang kedelai, tepung kacang juga turut digunakan di dalam diet gluten-free untuk menambah kadar protein dan serat di dalam makanan. Walaupun terlihat variasi makanan gluten-free terbilang sangat banyak namun akan menjadi terbatas jika berhubungan dengan makanan kecil/snack yang umum dikonsumsi anak-anak, karena umumnya makanan-makanan seperti kue kering, cake dan roti terbuat dari tepung terigu yang tentu saja mengandung gluten. Apalagi di Indonesia label gluten-free pada pembungkus makanan sangat sulit ditemukan dan hampir semua jenis jajanan di supermarket mengandung gluten. Membuat kue dan camilan sendiri merupakan alternatif terbaik agar bisa asupan makanan bisa terjaga. 


Kembali ke biskuit maizena ini, proses pembuatannya sangat mudah. Semua bahan cukup anda mikser jadi satu hingga tercampur rata. Karena adonan cukup pekat maka saya menggunakan food processor untuk memprosesnya. Saya rasa anda bisa menggunakan spatula atau tangan untuk menguleninya jika mesin mikser susah berputar. Karena terbuat dari tepung maizena dan bebas gluten maka kue akan tetap renyah dan tidak bantat walau anda uleni dengan tangan. Tekstur kue kering, renyah dan jika dimasukkan ke dalam kulkas akan menjadi sedikit keras. Bukan jenis kue kering yang langsung lumer di mulut. Saran saya jangan memanggangnya terlalu lama, biarkan kue terlihat garing di bagian tepiannya namun masih empuk di bagian tengah, dengan kondisi seperti ini kue akan akan terasa sangat remah dan tidak terlalu keras. Di resep aslinya kue dicetak dengan cara dibulatkan kemudian dipipihkan dengan garpu sehingga terbentuk tekstur cetakan garpu, berwarna putih dan tidak pipih sama sekali. Saat pertama kali saya membentuknya maka saya pun mengikuti resep aslinya, namun yang terjadi kue pun lumer dan menjadi sangat lebar, serta bersentuhan satu dengan lainnya. Adonan tersisa akhirnya saya masukkan ke kulkas berharap kue tidak akan terlalu meleleh saat dipanggang. Proses mencetak sesi kedua, adonan hanya saya bulatkan saja dan sama sekali tidak saya pipihkan. Hasilnya ternyata sama saja, kue meleleh dan melebar. Jadi saran saya, beri jarak agak lebar antar kue agar tidak saling menempel satu sama lain.

Untuk rasanya? Yummy! Berikut resepnya ya. 



Biskuit Maizena
Resep diadaptasikan dari web Whats Cooking America - Biscoitos-de-Maizena

Untuk 24 buah biskuit
 
Bahan:
- 220 gram tepung maizena
- 100 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 1 butir telur
- 1/2 sendok teh vanila ekstrak
- 95 gram mentega/margarine, suhu ruang

Cara membuat:
Siapkan oven, set disuhu 165'C. Letakkan loyang pemanggang di tengah oven. Alasi loyang dengan kertas baking. Sisihkan.



Siapkan mangkuk mikser, masukkan semua bahan ke dalam mangkuk. Kocok dengan kecepatan rendah hingga semua bahan tercampur rata. Diamkan adonan selama 10 - 15 menit

Atau anda juga bisa menggunakan food processor. Masukkan semua bahan ke dalam food processor, proses hingga tercampur baik. Diamkan selama 10 - 15 menit. 

Lumuri jari dan telapak tangan anda dengan tepung maizena, ambil 1 sendok makan adonan. Bulatkan dengan telapak tangan dan ujung jari hingga menjadi bola bulat. Jika adonan terlalu lengket masukkan ke dalam kulkas sekitar 10 menit hingga agak keras. Tata bola adonan di loyang. Beri jarak antar kue karena kue akan meleber cukup lebar saat dipanggang. 

Panggang selama 15 - 20 menit atau hingga bagian pinggir kue terlihat mengeras, permukaannya berwarna keemasan dan bagian tengahnya masih empuk. Keluarkan dari oven, dinginkan selama 10 menit di loyang baru pindahkan ke rak kawat agar benar-benar dingin. Kue akan terasa empuk saat masih panas, jadi jangan pindahkan kue dalam kondisi panas.

Simpan di stoples. Siap disantap. Yummy!   

Sources:
Web Whats Cooking America - Biscoitos-de-Maizena
WebMD - Gluten-free/Casein-free Diets for Autism 
Wikipedia - Gluten-free diet

105 komentar:

  1. wuih,, bahannya gampang banget dan murah lagi... besok siap buat dicoba di dapur nih....

    BalasHapus
  2. kayaknya bisa buat cemilan baby yah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk baby, panggang jangan sampai kering supaya nggak terlalu keras.

      Hapus
  3. Kalo adonan dicampur almond cincang,enak kali ya???.

    BalasHapus
  4. Hallo mbak.. salam kenal ya. td malam aku sdh nyobain resep ini. enak rasanya. cuma klo bagi aku agak kemanisan. ntar mau bikin lg tp dikurangin gulanya. kmaren bikin aku tambah almond di drymill. jd tambah enak. trs vanila aku skip. klo vanila diganti bubuk kayu manis bisa ga ya? klo ditambah kismis enak ga ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba Dwi, yep memang agak kemanisan ya, kurangi saja takaran gulanya. Tambah almond bubuk pasti lebih gurih dan sedap. Saya rasa pakai bubuk kayu manis oke juga, plus kismis tentunya lebih sedap hehhehe

      Hapus
  5. Gula saya kurangi 25 gr, huaaaaa...msh kemanisannnnnn
    a

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakak, kayanya resepnya kudu saya revisi. Bisa diabetes semua yang coba. Makasih yaaaa ^_^

      Hapus
    2. mbak, resep diatas kan bilangnya gula pasir 100 gram. jumlah gula pasir yg tertera ini yg udah direvisi ya?
      emang awalnya berapa mbak?

      Hapus
    3. belum saya revisi, silahkan dikurangi ya.

      Hapus
  6. ide yang menarik mbak... kenapa tidak mencoba loyang cetakan sehingga hasil akhir kue lebih awwwwww... untuk dimakan (loyang lidah kucing contohnya)

    eniwei sungguh blog yang menginsirasi saya untuk kedapur dan mencoba resep" JTT. trims dedikasi anda dalam memasak... jgn pernah ada kata jenuh, karena yg anda lakukan termasuk amal jariyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, thanks komentarnya. Nah loyang cetakan itu salah satu yang saya gak punya hehehe, dan gak telaten juga ngerjainnya, but gud idea supaya tampilannya manis ya. Sip, thanks idenya. Sukses ya! ^_^

      Hapus
  7. Aku dh cobain resep ini n dh dipindain semua keperut .gulanya 50 aja dh pas manisnya ku tambahin tepung oat meal 50gr gt ada sisa tepung kcg mete ya cemplungin jg plg 50gr .crunchy n yummy bgt mknya jd cepet ngungsi keperut ntar mau buat lg buat stock.mbak kl sering2 dolan ke blog mbak kpn langsingnya ya wkwkwkwk ampir tiap hr nih dolan ke blog mbak nyari contekan wkwkwkwkwkkwk td dh ngintip bsk mau cb steam chocolate cakenya.tq lho mbak , sukses selalu ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ini kue kemanisan ya, bisa diabetes makan ini hihihi. Waakk pakai tepung oat dan mete so yummy tuhhh. Mau cobaaa jugaa. Sip, thanks idenya wakakka.

      Hapus
  8. saya praktekin resep ini mba, tp kok ada yg aneh ya.. ga mbleber tipis kyk biskuit gitu :O tetep bulet. apa karena bulet2in nya kurang besar ya, td ukuran se nastar gitu
    susi

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku baru baca keseluruhan artikelnya mba endang >.< maluu ternyata emang bener yah, aslinya warnanya putih pucat, ga mbleber dan bisa ditekan garpu, padahal pengen kyk yg punya mb endang lebih mirip biskuit ._. btw gula aku cuma pakai 50gr dan karena punya chocochips&cherry yg tinggal sedikit dan perlu diberdayakan, jadilah aku campurin pas bulet2in :P

      Hapus
    2. Yep, justru yang benar itu yang bulet2 bukan yang meleber wakakaka. Gimana caranya ya kok bisa bulet hiiikss.

      Hapus
    3. hihihi entah mba, tp enak ini..mempyurr gimana gitu..sampe dibawa adik aku utk bekal sekolah^^ (meskipun diledekin adik kok ga mirip kyk yg dicontek di blog, gagal ya >.< )

      Hapus
    4. iya , sama mba. semalam saya eksekusi juga resepnya. saya pikir apa karena pakai tepung jagung organic ..jadi kuenya tidak melebar.
      enak tapi sedikit asin.. next time mau saya coba pakai tepung maizena

      Hapus
    5. waaah, justru saya berpikir keras gimana bisa bulat2 hahahah, tapi meleber bulat gitu juga nice sih memang jadi seperti biscuit ya

      Hapus
    6. Mbak saya suka banget biskuit ini, gampang tinggal campur. Saya baru 2x bikin, yg pertama jadinya mbleber besar2, teksturnya lembuuut bgt. Trus yg kedua jadinya bulet ky nastar, teksturnya renyah. Dua-duanya dgn resep yg sama, bedanya cuma yg pertama ga disimpen di kulkas, yg kedua dimasukin kulkas dulu sekitar 15menitan. Adonannya lebih lembek yg ga dimasukin kulkas, mungkin krn itu jdnya mbleber ya mbak. Tapi saya puas sama rasanya

      Hapus
    7. hai mba Ermita, saya bikin malah selalu meleber hehhe, maunya bulat. thanks sharingnya yaa

      Hapus
  9. enak deh, makasih ya. jadinya malah ga melebar, bulet kayak nastar. maksudnya buat anak...malah ibunya yg habisin :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, waah saya justru mau yang bulet2 itu, hasilnya malah meleber gak keruan hahaha

      Hapus
  10. mbak, thx banget resep n tipsnya, anakku 11bulan suka banget, walaupun resepnya aku modif dikit, gula diganti susu n pisang, tanpa garam, margarine diganti unsalted butter rasanya enak n renyah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gud idea banget Mba, karena gula kadang gak dipakai untuk makanan bayi ya. Sip! saya mau coba next time dehh

      Hapus
    2. Kalo gula diganti pisang+susu trus margarin diganti unsalted butter kira2 takarannya berapa2 yaa mbak ? Mau nyobain buat adekku yang 10bulan hehe, makasih :D

      Hapus
    3. Kalau takaran pisang kayanya mesti trial error buat menemukan rasa manis yang pas dan adonan gak lembek ya. Kalau takaran butternya sama dengan margarine saja.

      Hapus
  11. wah bahannya ready semua,wajib coba neh.

    BalasHapus
  12. Mbak. makasih sekali info info dan juga resepnya. Nambah ilmu banget. btw. foto fotonya motret sendiri juga? yahud juga tuuh... Thx, ya.salam, nena

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nena, salam kenal ya, dan thanks sharingnya. Yep, semua foto2 adalah hasil karya amatiran sendiri heheheh

      Hapus
  13. saya udah coba resep ini mba kemaren... kue saya mbeler kemana2, jd ngakak sendiri.. tapi rasanya enak, sebagian adonan saya tambahin chocochip ama keju, bener2 gak bisa berenti makaan..

    oia mbaa.. kue yang saya buat tekstur pinggirnya renyah terus tengahnya renyah juga sih cuma agak lembut, mungkin karena saya pake otang kali yah jadi gak merata matengnya.. terus tadi saya brosing2 tips supaya adonan gak mleber jangan kocok telor+gula+mentega terlalu lama.. gimana kalo menurut mba endang? ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dicoba Mba, tapi saya juga sering pakai tips itu buat nastar, sampai adonan masuk kulkas juga supaya keras, ya tetap meleber saja hehehheh. tapi bisa dicoba ^_^

      Hapus
  14. mbak kok aku bikin rasanya agak seretya ?? apa mungkin adonannya kurang tercampur? dan bagaimana mengetahui adonan sudah tercampur??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kue ini melted ya langsung lumer, bukan seret, saya jadi bingung juga. adonan dicampurkan saja, diaduk sampai lama gak papa, gak mengandung gluten kok, jadi gak akan bikin keras.

      Hapus
  15. mbak,salam kenal!! aq baru aja nyoba resep ini bwt natal. kuenya cantikk..n bisa dipipihkan. warnanya juga putih kekuningan n gak mbleber. mungkin krn aq pake mentega n margarin dingin (bukan beku). lalu pengocokannya bertahap (gak pny food processor hikss...) aq dua kali bikin n smuanya cuantttiiiikkk...n melted!! thx resepnya ya mbak. aq pernah liat d joy of baking, tp muales konversinya ke metric..untung ada mbak hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, salam kenal juga ya. thanks sharingnya ya, senang sekali kuenya sukses dicoba, moga suka dengan resep kue lainnya ya ^_^

      Hapus
  16. haii mbak ...
    mutia udah nyobain resepnya, nyuusss bgt kue nya ..
    pertama kali bikin ini ..langsung saya jual ke temen-temen daaaan mereka sukaaa ^^
    kedua kalinya saya bikin pas praktek diet anak gizi buruk (hhehee ..mahasiswa gizi mbak)
    dosen saya bilang ..ini recomenddddeeeeed bgt buat pmt anak gizi buruk fase rehabilitasi

    yang pasti ..thankssssooomuach :p resepnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Mutia, maaf telat balas komentarnya, saya terlupa dan terlewat! Thanks ya sharingnya, senang sekali resepnya dsuka. Sukses ya! ^_^

      Hapus
  17. haii mbak
    salam kenal mbak ;-)
    mbak ini udah ke 3 kali nya aku bikin biskuit enak ini. yang pertama dan kedua hasilnya sama persis seperti yang di foto. tapi yang ketiga ini biskuitnya diam ditempat alias tidak melebar seperti pertama dan kedua. rasanya pun berbeda dari yang sudah2. pertama kedua rasanya seperti katetong. ketiga mirip sagu keju, crunchy bgt. sebenarnya tidak ada masalah dengan bentuk dan rasa tapi saya heran aja kok bisa begitu ya mbak padahal resep sama. saya akan tetap buat lagi dan juga cookies2 lainnya sebagai cemilan anak2ku. terima kasih banyak ya mbak. luv u.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Titi, waak harusnya di resep aslinya kue ini gak meleber lebar Mba, tapi bulat2 cantik. Nah saya justru bingung kenapa kue saya meleber begini wakakkak.

      Hapus
  18. Makasih banyak infonya mba. Aq jd bsa sharing ke ortu murid utk cemilan yg bsa mrka buat dirumah utk anaknya yg berkbthn khusus. Saya terapis abk&slalu menganjurkan ortu utk memberi diet gluten free buat anak2nya kr mmg itu slh 1 tindakan utama dlm treatmen abk. Hanya saja saya kesulitan membantu ortu dlm info mkanan/pun toko kue khusus gluten free. Ijin sharing utk ortu abk ya mba. Terima kasih banyak :) sukses trs mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Rie, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka. moga bisa membantu pekerjaan dan ibu2 lainnya yang memiliki anak abk ya. sukses ya. ^_^

      Hapus
  19. salam mba endang, kue ini dari penampakannya mirip dengan kue telor yg ada di bakery Oen, benar tdk ya? apa rasanya sama? saya sukka banget kue telornya Oen :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ayie, waduuuh sayangnya saya gak pernah lihat kue telor di bakery oen wakakka

      Hapus
  20. Mbak endang setelah ubekubek web JTT ternyata biar nggak lebar seperti ufo itu pakenya margarin bukan mentega tapi kalo pake margarin tidak melt in mouth gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, yeppp saya rasa mentega akan membuat rasanya lebih nendang ya. Cuman ada yang suka meleber ada yang suka bulat2 wakkakka

      Hapus
  21. Mbak Endang, aku lagi ini ! Udah aku eksekusi. Cookiesku gak mbleber & persis kaya' yang di resep aslinya. Happy banget dech, coz ini kali pertama aku bikin kue kering.
    Cuma, tadi ada insiden kecil. Ibu gak percaya kalo hasil cookies ini emang putih. Trus ibu bilang manggangnya tambah 5 menit lagi aja. Karena aku pake' otang, yang bawah jadi sedikit gosong, wkwkwk. Puas dech, pagi ini bisa eksekusi resep ini. Tadi aku juga bikin chocolate satin puding ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Chris, wah mantap yaa, saya belum nyoba lagi cookies ini hahhaha, thanks sharingnya yaaa, dan yep cookies ini memang putih ya

      Hapus
  22. Ntar aku mo coba bikin lagi buat kue lebaran ah, mbak ! Kalo misal mo ditambah coklat, kira2 berapa banyak ya, mbak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba chris, trial error keknya yaa, 1 sendok makan saya rasa cukup ya, tapi saya juga belum coba

      Hapus
  23. Halo Mba Endang,,,

    Aku juga udah coba bikin ini tapi tetep ga meleber,, heheheh tetep bulet rasanya itu enaaak kayak kue sagu gitu mba,, persis banget.. Umi suka banget dan dia seneng banget bisa nemu resep pengganti untuk bikin kue sagu,, lebih praktis ini ternyata,,, hehehehe,, berarti adonanya bisa kali ya mba kalo dicetak pake cetakan semprit gitu :D.. makasih loh mba resep2nya,,, aku seneng banget bisa belajar bikin kue dari sini,,, tipsnya bermanfaat bagi pemula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks sharingnya ya. Wah yang bener memang bulet bukan meleber hehehheh. saya sampai sekarang masih gak ngerti kenapa biskuit saya meleber.. Mungkin bisa dicetak ya mba, saya belum pernah coba ya

      Hapus
  24. Mba, mau nanya... kalo emang resepnya kemanisan, gulanya enaknya dikasih brp gr ya? Trs, utk telur apakah dipakai semuanya mksnya putih dan kuning atau kuningnya aja soalnya setau saya kalo kue kering biasanya hy dipakai yg kuningnya aja... mohon klarifikasinya dong mba.., terima kasih sebelumnya ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, 100 gram kalau lidah saya sih cukup ya, gak manis banget dan gak kurang juga hehhehhe. Tergantung selera juga, Untuk kue ini telur dipakai semua ya mba baik kuning atau putihnya

      Hapus
  25. Menarik sekali resep ini,sampai ada dua hasil ya mbak hahaha,aku juga udah bikin hasilnya cantik kayak aslinya, mungkin tdk boleh terlalu lama ngaduk, lili lipo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lili, yepppp hehehhe, hasil saya gepeng2 hehhehe

      Hapus
  26. Mba, sy baru baca... nanti pingin coba bikin... sptnya yummy.. oia apa ada resep lain yg non gluten and non casein ya.. thanks..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halow Mba, silahkan cek saja di daftar resep gluten free ya, sayangnya tidak banyak koleksi saya.

      Hapus
  27. saya dah cb resepnya.... enak lho n buat saya manisnya dah pas... saya gak pakai BP n krn mbak gak bilang ukuran bulatan adonannya, jadi sy bkin 2 versi. yg pertama sebesar kue nastar dan hasilnya oke.. sebesar cookies good time,gak meleber banget. yg ke 2 lbh bsr sikit dr itu, dan hasilnya.... mleber banget.. sy tmbahkan wijen di atasnya jd mkn siip. anyway... stlh dicicipi rasa kue ini gak asing buat sy, sprtinya sy prnah makan kue ini wkt kcl dl... tp gak tau apa... sperti de javu aya.. ha..ha..ha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks sharingnya yaa, yep ada yang mencoba jadi bulat2 ada juga yang meleber seperti yang saya buat, masih bingung kenapa hehehhehe

      Hapus
  28. Salam kenal, Mbak Endang....
    Senang sekali saya bisa mendapatkan resep ini.
    Dalam resep ini ada bahan gula pasir. Maaf, dari informasi yang saya dapat, anak autis tidak disarankan untuk mengkonsumsi gula pasir.
    Apakah ada alternatif dari gula pasir ini, Mbak?
    Terima kasih atas perhatiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba, bisa pakai gula pengganti ya. Saya rasa ada jenis gula pengganti untuk anak autis, dan itu bisa digunakan di resep ini ya.

      Hapus
  29. Mba endang, makasih bnyk resep biskuit maizenanya, cihuy bingitz.. bahannya mudah, cara buatnya jg mudah dan cepat. Sy coba bikin pas lg di rmh mertua, utk anak sy yg msh 1,5 thn. Sy emg biasa bikin kukis utk anak sy, tp pas nginep di mertua kmrn, perbekalan kukis ludes. Stlh cek bhn2 yg tersedia, alhamdulillah bs dibuat kukis enak ini. Sy buat tanpa gula, sy ganti dg kurma yg dihaluskan. Tanpa garam krn udh pake margarin yg rada asin. Tanpa vanili krn emg ga ada. Smua sy aduk dg tangan aja. Dan hasilnya, sukses! Enakkkkk... sy buat rada tebel biar ga keras. Hasilnya ga meleber dan lumer di mulut. Makasih bgt mba buat resepnya, sy puas bgt dg hasilnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Bunga, thanks ya sharingnya, senang sekali resepnya disuka dan sukses dicoba.lah semua pada nyoba gak meleber, saya sendiri yang gagal keknya ya hahahhah

      Hapus
  30. ini bisa diulenin pake tangan aja gak ya mba?

    BalasHapus
  31. Kalau gula pasir diganti dg gula palem. Bisakah mba? Saya lagi mau coba buat berbagai macam cookies dan cake free gluten. Makasih sdh mau share...😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi Mba Selvia, bisa ya mba, hanya saja nanti warnanya agak kecoklatan ya.

      Hapus
  32. Salam mba..
    salam kenal, aku tia, mau tanya.. pada artikel ini kan disebutkan gluten free adalah tepung yang tidak terdapat protein dari tepung gandum. Lalu pada resep brownies kacang merah, salah satu bahannya adalah oatmeal/rolled oat. apakah oat dan rolled oat bukan gandum? mohon info.. :) terima kasih mba:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba salam kenal ya,

      tepung gandum yang dimaksud disini adalah jenis wheat ya, wheat inilah yang biasanya diolah menjadi tepung terigu, gandum utuh dan sejenisnya.

      Oat sendiri walau masih sekeluarga dengan gandum (tapi dari genus yang berbeda) tidak mengandung gluten, jika kondisinya pure ya alias tidak dicampur dengan wheat, barley atau rye yang mengandung gluten. Sehingga aman bagi mereka yang alergi dengan gluten.

      Sayangnya oat yang saat ini umum dijual biasanya sudah terkontaminasi atau dicampur dengan bahan lain (wheat, barley atau rye) yang mengandung gluten, karena itu pastikan untuk membeli oat yang murni dari merk yang terpercaya misal Bob's red mill supaya bebas gluten.

      Hapus
  33. Hallo mbak. Makasih banget resepnya sangatt membantu. Ini gak gluten free aja tapi juga casein free (produk yg mengandung susu sapi). Hehe.. ak udah coba dan enak banget. Tp pertanyaanku kok adonan ku padat banget ya? Kayak nya liat punya mbak lbh lembek gt . Punya saya padat dan kering jadinya saya giling dan cetak pakai cookie cutter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Claudya, thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka. Resep ini memang bs beda2 hasilnya ketika dicoba ya, tapi untuk rasanya sama ya.

      Hapus
  34. Yee sukses ga ngluber mbak,warnanya putih bersih. Pas makan kayak ga asing..kayak kue sagu ga ya? Lumayan buat cemilan diet :D, adonannya aku kurangin gulanya trus di tambah oatmeal jadi agak krenyes2 gitu..trus ak tambah kismis,jadi dapet sensasi manis pas gigit kismis :). Owh ya mbak, mungkin punya mbak ngluber karna kelamaan pas giling d food processor,jadi menteganya cair *sotoyy.hehe. btw thank ya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Imaz, thanks ya sharingnya yaa, wakakak selamat ya bentuknya gak meleber, saya belum coba lagi resep ini tapi mungkin memang saya kelamaan proses hehehe. sukses ya

      Hapus
  35. Mbak, tepungnya bisa diganti tepung beras ngga? Atau dicampur tepung beras dan tepung maizena? Pengen coba resepnya buat anak umur 2 tahun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepung beras belum pernah coba mba,tapi kemungkinan tekstur kuenya akan menjadi keras ya

      Hapus
  36. Mba, ini udah dieksekusi. . .
    Tapi rasanya aneh yaa hehe, mungkin karena lidahnya terbiasa dengan terigu hehehe
    Kadang beruntung juga jadi saya, mau makan sebanyak apapun, badannya gini-gini aja. . .
    Tapi, pengen si naikin berat badan, cuma susahnya minta ampun :( Andai ada aplikasi transfer berat badan yaa wkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Risa, rasanya meleleh di mulut mba hehheh. Biskuit non gluten ini bagus untuk mereka yang alergi gluten di tepung terigu Mba.

      Hapus
  37. Hai mbak endang,Sore ini aku cobain bikin biskuitnya,. Aku ga ngeluber mbaak cm agak sedikit renyah,karna aku pake otang buatnya. Pas udah 20mnit ko kaya belum mateng eh lanjut manggang malah jadi kegaringan, tapi rasanya tetep ok,gulanya aku kurangin karna g terlalu suka manis. Makasih mbak endang respnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lily, thanks sharingnya ya, justru saya suka yang renyah, kalau kurang panggang agak2 sedikit melempem teksturnya ya.

      Hapus
  38. pake cetakan silikon bisa apa nggak ya mbak? kan jadinya agak tebel kan tuh, ga renyah kali ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa sih mba, bikin jangan terlalu tebal supaya bs garing ya, atau ketika sudah matang keluarkan dari loyang dan panggang lagi sampai garing

      Hapus
  39. saya coba resepnya mba pagi ini..tapi karna buat baby saya skip vanily dan gulanya cuman 4 sdm..hihi
    Alhamdulillah panggangan pertama yg 20biji tinggal separo setelah keluar oven..makasih mba endang resepnya.. :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Eny sharingnya, senang resepnya disuka, sukses yaa ^_^

      Hapus
  40. Mbak Endang, salam kenal.. saya coba resepnya dgn gula 50gr, saya tambahkan kacang almond di-drymill 50gr dan chocochips. bentuknya saya buat 2 versi bentuk dalam 1 adonan, versi pertama : yg bulat tanpa dipipihkan masuk oven duluan (panggang 15 menit), hasilnya rada gosong (tidak meleber, bentuk tetap)..versi kedua saya pipihkan pake garpu (di-oven selama 10menit), hasilnya lebih enak dan tdk gosong (anak saya suka)..

    Mungkin selanjutnya saya akan buat yg versi dipipihkan dgn garpu.


    Yang jadi pertanyaan saya : kenapa saat saya mixer semua bahannya, tidak menyatu y ? Jadi saya terpaksa, pake usaha tambahan dgn menyatukan adonannya pake tangan (dgn harap2 cemas, semoga tidak bantat)..he3x...makasih atas respon dan resepnya mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam keal ya mba. tepung almond membuat adonan susah menyatu karena remah mba, coba tambahkan beberapa sendok susu cair supaya mudah dibentuk. Thanks sharingnya ya.

      Hapus
  41. Hai mba.. ini kalau untuk baby under 1 year yg belum boleh konsumsi gula terlalu banyak, bisa disolusikan dengan pisang / apel / kabocha ngga ya? Sebagai pemanis alami maksudnya..

    BalasHapus
  42. Dear mba endang, mba resep gluten freenya ngebantu banget buat saya karna anak saya yg ke 2 autis,baru nemu resepnya langsung saya eksekusi,cuma di rumah sayangnya stok tepung maizena saya tinggal 100 grm lbih dikiiit, ahirnya saya akalin pakai tepung ketan sama tepung sorghum, hasilnya jadi beda ga ya?? 😢😢😢 nanti kalau dah jadi saya infoin lagi ya mba..
    Makasiih mba endang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Narendra, thanks sharingnya ya, moga hasilnya gak beda bnget yaa, sukses!

      Hapus
  43. Hi mba. Saya coba resepx di tambahin kenari cincang. Saya buat beberapa bentuk bulat dan hasilx tetap bulat saat di panggang, beberapa di pipihkan pakai garpu. Hasilx sama2 nendang dan renyah banget langsung lumer di mulut. Gula saya pakai 50gr saja. Pertama sya mixer kemudian sya adon pakai tangan karena saat di mixer kurang menyatu. Langsung dibentuk dan masuk oven. Di dinginkan 10 menit dan 10 menit kemudian langsung ludeeesss hahaha. Thanks a lot mba udh mau share resep cookie simple but enyaakk ini. Sehat dan sukses s3lalu ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks sharingnya ya, yep harusnya bentuknya bulat, tapi saya juga bingung jadi meleber gini hehehhe. senang resepnya disuka ya, sukses selalu!

      Hapus
  44. halo mb endang.. semalam aq coba bikin ini. 1 loyang aq bikin ori, satu lg aq kasih keju edam atasnya. yg ori enaaaak, renyahnya awet. kalo yg aq ksh keju edam jdnya lbh empuk, tp kaya rasa. tapi kok punyaku semua bulat2 ya mb. aq pengen yg mbleber kyk punya mb endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resep aslinya, kue kering ini justru bulat2 wakakka, saya malah bingung kenapa punya saya meleber

      Hapus
  45. Halo mb endang, saya Elva. Thx for sharing resep super mudah ini ❤. Saya kemarin coba bikin ini dengan modal peralatan seadanya. Karena nggak ada mixer dan food processornya lagi rusak �� akhirnya adonannya saya campur pake spatula dan tangan. Pas saya panggang enggak meluber sih mbak tapi kok masih berasa tepungnya ya? Apa karena nggak pake mixer? Akhirnya saya akali dengan dicampur keju parut dan dikasih toping meses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, karena kue tidak melebar maka rasa tepung karena kue kurang matang. next time digepengkan saja bulatannya dengan garpu, jadi agak pipih sehingga kue bs matang. bukan karena mikser

      Hapus
  46. mba endang, adakah resep yang gulten free dan casein free? anak saya sedang diet gluten dan casein, aga susah juga cari makanan yg free 2 bahan itu, makasih banyak mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, ada beberapa gak banyak mba, saya sendiri lupa hehehe

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^