Pages

02 Juni 2014

Khoresh Fesenjaan - Uniknya Masakan Ayam a la Persia dengan Kacang Walnut dan Puree Buah Delima


Sebagai warga negara yang baik selayaknya jutaan penduduk Indonesia lainnya, maka saya mencintai tanah air ini. Bumi yang subur dengan alam yang indah, seni dan budaya yang unik dan beraneka ragam, serta tentu saja cita rasa masakan masing-masing daerah yang tidak bisa dibandingkan satu sama lainnya karena semua memiliki ciri khas tersendiri. Uniknya, masing-masing masakan tersebut bisa sangat berbeda dalam hal rasa dan tampilan mengikuti daerah dan kebudayaan masyarakat setempat. Sebagai orang Indonesia lahir-batin maka saya berpendapat masakan Indonesia merupakan masakan terlezat di dunia. Tidak ada yang bisa mengalahkan cita rasanya. Selezat apapun pasta a la Italia atau bulgogi a la Korea maka menurut saya masih jauh lebih sedap mie goreng Jawa dan rendang Padang. 

Lantas mengapa masakan Indonesia tidak terlalu populer di mancanegara selayaknya masakan Thailand, Korea, India atau Persia? Menurut saya banyak faktor yang terlibat disana, salah satunya mungkin karena promosi keluar yang kurang gencar dan salah lainnya adalah masakan Indonesia menggunakan banyak rempah dan bumbu yang terkadang membuat gentar para pemula yang hendak mencoba belajar membuatnya. Bahkan bagi orang Indonesia sekalipun. ^_^

Puree buah delima (pomegranate paste)
Kacang Walnut

Jika anda cukup rajin mengikuti JTT dari waktu ke waktu maka anda mungkin masih ingat dengan teman Persia saya Said yang mengajarkan saya beberapa resep a la Persia. Beberapa resepnya bahkan pernah saya posting di JTT seperti Chicken Saffron dan Ghormeh Sabzi. Walau hampir separuh hidupnya dihabiskan di Swedia namun jiwa Persianya begitu kuat melekat termasuk dalam hal makanan. Menurut Said masakan tanah kelahirannya merupakan makanan terlezat di dunia. Nah beberapa waktu yang lalu demi sedikit merubah pendapatnya dan menunjukkan bahwa masakan Indonesia pun tak kalah sedapnya maka saya pun menjamu Said dengan santapan makan siang berupa rendang daging a la Padang, gulai nangka komplit dan pepes ikan. Dengan penuh rasa puas saya menyaksikan teman saya ini tak henti-hentinya menambahkan nasi di piringnya seakan terhipnotis dan kecanduan berat dengan rasa rendang yang lezat. Berulangkali dia mendesah, "This is very tasty!" atau "This is the most delicious food I have ever tasted in Indonesia."  

Cerita selanjutnya bisa ditebak, si jago masak ini pun meminta resep rendang yang saya gunakan. Dengan penuh rasa bangga saya pun mulai menyebutkan satu persatu, "Cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar, kayu manis, kapulaga, cengkeh, kembang lawang, jahe, kunyit, lengkuas, daun jeruk, daun salam, daun kunyit...." Dan semakin panjang daftar bumbu yang saya sebutkan maka semakin besar pula mata Said melotot membuat saya tersadar betapa banyaknya bahan rempah yang harus digunakan untuk memasak rendang. "God! I think I can not make it Endang," adalah komentar singkat yang dia ucapkan ketika akhirnya saya berhasil menyelesaikan penjelasan memasak rendang yang membuat saya menggaruk-garuk kepala sendiri. ^_^



Tentu saja tidak semua masakan Indonesia serumit rendang dalam hal bumbu dan proses membuatnya, namun saya harus akui dibandingkan dengan masakan Persia maka masakan tanah air kita memang terkesan sulit untuk dibuat. Persia selain terkenal dengan kebudayaannya yang termasyhur juga dengan kulinernya yang sedap. Menurut Said tidak sulit untuk menemukan restoran Persia di Eropa, termasuk juga bumbu masakan khas Persia di supermarket disana. Sayangnya di Indonesia cukup sulit untuk menemukan restoran yang menyajikan masakan Persia.  

Nah salah satu makanan Persia yang cukup terkenal dan biasanya disajikan di setiap restoran a la Persia adalah khoresh fesenjaan yang kali ini saya hadirkan. Masakan ini sudah sangat lama dijanjikan Said untuk dibagikan ke saya namun terkendala pada dua bahan yang sulit ditemukan di Indonesia yaitu puree buah delima atau pomegranate paste dan kacang walnut. Untuk kacang walnut sebenarnya beberapa supermarket besar juga menjualnya hanya saja kualitasnya tentu saja tidak sebaik yang diharapkan Said. Jadi ketika beberapa bulan lalu dia kembali dari berlibur di Swedia maka kedua bahan tersebut dibawanya serta dan minggu lalu khoresh fesenjaan pun berhasil kami eksekusi. 


Khoresh fesenjaan merupakan masakan a la Persia yang terbuat dari unggas (ayam, bebek, kalkun) yang dimasak bersama kacang walnut yang dihaluskan dan pasta buah delima. Jangan terkecoh dengan tampilannya yang coklat gelap dan kental seperti rendang karena rasanya sama sekali tidak seperti rendang. Khoresh fesenjaan terasa asam dan sedikit manis berkolaborasi dengan gurihnya walnut. Sulit untuk mengungkapkan rasanya dengan kata-kata yang tepat namun yang jelas saya menyukai cita rasanya terutama kala disantap dengan nasi putih hangat. Kali ini di bawah tatapan mata Said yang penuh rasa bangga karena berhasil menyajikan masakan khas negaranya, saya pun dengan penuh semangat berulangkali menyendokkan nasi ke piring yang dalam sekejap menjadi kosong. 

Harus saya akui masakan ini mungkin akan sulit untuk anda praktekkan di rumah mengingat bahan yang mustahil untuk ditemukan terutama pasta buah delima. Puree buah delima nan kental yang dikemas dalam botol ini belum pernah saya lihat dijual di Jakarta. Warnanya ungu gelap dengan konsistensi yang pekat, ketika saya cicipi rasanya sangat asam dan mirip dengan puree asam Jawa. Terpikir oleh saya mungkin jika saya ingin membuatnya lagi saya akan mengganti puree delima ini dengan air asam Jawa, walau tentunya warna khoresh fesenjaan akan menjadi tidak terlalu gelap. Sebagaimana masakan  Iran  lainnya maka tidak ada yang sulit dalam membuatnya, bumbu yang digunakan cukup minimalis hanya mengandalkan pada bawang bombay dan sedikit rempah bubuk lainnya. 

Walau saya akui khoresh fesenjaan sangat lezat, namun tentu saja lidah saya tetap mengatakan rendang jauh lebih sedap. Tentunya saya tidak mengungkapkan pendapat itu di depan Said. ^_^

Tertarik dengan resep dan prosesnya? Silahkan cek proses di bawah ini ya.   


Khoresh Fesenjaan
Resep diadaptasikan dari keluarga Said Z. 

Untuk 4 porsi

Tertarik dengan masakan Persia lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Ghormeh Sabzi (Rebusan Daging Kambing, Sayuran dan Kacang Merah a la Persia)
Ayam Saffron a la Iran
Tumis Daging Sapi dengan Seledri  

Bahan:
- 200 gram kacang walnut
- 1 buah bawang bombay, parut kasar
- 2 sendok makan minyak
- 200 ml air 
- 1 sendok teh pasta/puree tomat
- 200 ml puree buah delima (pomegranate puree)
- 1 butir jeruk nipis, peras airnya
- 2 sendok makan minyak sayur untuk menumis ayam
- 400 gram daging ayam, potong-potong sesuai selera + 1/2 sendok teh garam + 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh kunyit bubuk
- 1/2 sendok teh kayu manis bubuk
- 1 siung bawang putih (optional)
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh cabai bubuk
- 1 sendok makan gula pasir
- 1 1/2 sendok teh garam

Cara membuat:


Siapkan kacang walnut, jika kacang yang anda gunakan masih mentah, letakkan kacang di loyang datar untuk memanggang kue kering. Kemudian panggang kacang sebentar di dalam oven bersuhu 170'C hingga matang. 

Membutuhkan sekitar 5 - 10 menit, atau sangrai sebentar kacang di wajan menggunakan api sedang hingga kacang berbau harum dan matang. Jangan memanggang terlalu lama karena kacang mudah menjadi gosong. Angkat kacang dan haluskan menggunakan blender/food processor hingga menjadi bubuk walnut. 

Masukkan kacang ke dalam panci bersama bawang bombay, tambahkan 2 sendok makan minyak, tumis dengan api sedang hingga harum dan tampak kecoklatan. Sekitar 15 menit. Aduk-aduk selama proses penumisan supaya tidak gosong.


Tuangkan 200 ml air ke tumisan kacang walnut. Tutup panci dan masak dengan api kecil hingga mendidih. Masukkan puree tomat, puree buah delima, dan air jeruk nipis, aduk rata dan masak dengan api kecil. Selama kacang dimasak kita akan menumis ayamnya.


Siapkan ayam, lumuri permukaannya dengan 1 sendok teh garam dan 1/2 sendok teh merica bubuk. Siapkan wajan atau panci lainnya, beri 2 sendok makan minyak. Masukkan ayam, tumis hingga permukaannya kecoklatan. 

Tambahkan kunyit bubuk, bawang putih, kayu manis bubuk, merica bubuk dan cabai bubuk. Aduk rata dan tumis hingga harum. Aduk-aduk ayam selama ditumis untuk mencegah permukaan ayam menjadi gosong


Masukkan ayam ke dalam rebusan kacang walnut, aduk rata. Tambahkan garam dan gula pasir. Aduk dan masak dengan api kecil hingga air menyusut dan masakan menjadi kental. Ketika air menyusut masakan akan berubah menjadi coklat gelap. Cicipi rasanya, masakan akan terasa sedikit manis dan asam.

Angkat dan sajikan dengan nasi hangat. Super yummy!


Sources:
Wikipedia - Khoresh

Wikipedia - Fesenjaan

12 komentar:

  1. Bener banget mbak, gak ada yg bisa mengalahkan yang namanya masakan Indonesia, walaupun baru bisa keliling Asia Tenggara, setidaknya masakan Indonesia yang nomor satu, bahkan untuk Tom Yam/laksa Singapore, bagi saya sayur asem dan opor ayam tetap lebih lezat...hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakkakak, setuju mba fetry, masakan indonesia memang paling top markotop yaaa

      Hapus
  2. Mba, kasih liat foto Said juga donk *kepo*
    Xixixixixixixixixixixi
    Sugi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Sugi ada2 saja hahhahh, dia cuman mau difoto tangannya saja, dan itu gak oke buat ditampilkan hehhehhe

      Hapus
  3. Mungkin ini mirip gulai ala arab ya mba endang ya.. Yg menambahkan kelapa yg uda dikongseng trz di uleg sampe keluar minyak2nya...mungkin bisa jd pengganti walnutnya itu,trz pasta pome nya bisa diganti air asam jawa hahahha ^o^ agak sotoi nih..soalnya bumbuh2nya mirip gulai tinggal tambah cabe merah aja..hehehehe

    -Firda-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Firda, saya sendiri belum tahu gulai Arab Mba, tapi masakan middle east saya rasa mirip2 ya hehhehhe. Idenya bagus juga buat ganti walnut yaa wakkaka

      Hapus
  4. Ya mirip sama gulai biasa cuman gak pake santan mba endang,trz rempahnya lebih berasa + nendang bgt..... Oiya trz ada tambahan kelapa goreng itu td mba endang yg bikin nendang gulindang...aplg pas idul qurban,bisa sampe nolake tuh soale kebanyakan menu kambingnya.....wakaakakkakak..... ^o^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Firda, waduuuh keknya enak bangettt ya, saya kudu cari itu resepnya hahhahah. Mantap tuh!

      Hapus
  5. salam kenal mba,
    wah hebat mba ini, sudah cantik baik hati pula.....
    seneng banget baca cerita mba dan cerita masakannya..........
    terlihat enak dan yummy
    daku seneng bacanya tapi belum kesampaian buat praktek-nya
    males buat cari2 bumbu yg ribet,

    karena masakanku yg gak lepas dari bombay,bawang putih, lada, garem, gula, paprika powder, tomate pure/pasta tomat
    itu dah bisa jadi masakan macem2 :)
    seperti sos ala italia, masakan turkie seperti burek, sarma, bahkan gulash hungaria pakenya ya bumbu itu
    oh ya
    untuk rendang aku suka ganti kemiri dengan walnut dan santan dengan duble cream/susu
    nasi uduk ya cuma ku kasih garam, gula, b.putih....minyak dan sedikit cream...
    itu dah cukup istimewa dan mewah buat anak2ku :)

    rasanya daku dulu pernah buat blog tapi lupa dimana dan apalagi pasword-nya :(
    dan postingan prdana dan terakhir ya itu "SAMBAL TUMPANG ALA BOKAP"

    doain mbak bisa main ke jakarta dan insya allah bisa nyempetin merapat ke pete....
    maklum kelamaan di kampung jadi boring juga
    aku banyak stok walnut nih mba jadi ya itu, mungkin kalau bisa ke jakarta bisa buat oleh2 mba endang dan bisa di buat baklava lho mba
    oh ya aku juga berkebun kacang merah, buat sendiri konsumsi sih, dan aku keringin juga
    wah sorry ya mba kepanjangan

    salam walnut ( love it so much )
    :)



    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, salam kenal juga. Thanks atas sharingnya ya Mba. Wah walnut dan aneka kacang2an seperti almond, pistachio atau hazelnut disini harganya selangt dan makanan yang jarang dilirik karena gak kuat belinya wakkaka. Thanks offeringnya ya Mba, moga2 bisa merapat ke Pete wakakkak

      sudah lama kepengen membuat baklava, tapi kendalanya phylo pastry sheet disini susah ditemukan, saya sudah muter2 kesupermarket tapi belum menemukannya.

      Wah senangnya bisa berkebun kacang merah sendiri ya, pekarangan rumah pete terlalu kecil untuk saya tanami macam2 sayuran, kadang pengen juga bisa panen hasil kebun sendiri.

      sukses selalu ya!

      Hapus
  6. Wah.. saya pernah liat resep ini. Tapi pake daging bebek.
    Di jakarta gak ada kah yang jual puree delima itu?? Walnut beli dimana yah mbak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, bisa pakai bebek, atau ayam ya. Di jakarta saya belum pernah lihat yang jual puree buah delima wakakakk. Walnut di carfur banyak kok ^_^

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^