Pages

31 Oktober 2014

Sup Ayam dengan Millet


Beberapa minggu belakangan ini saya dilanda demam yang aneh. Eits nanti dulu, ini bukan demam karena mabuk cinta atau demam karena mengidamkan satu makanan, melainkan benar-benar demam karena suhu badan yang naik. Saya katakan aneh karena demam ini seperti jailangkung yang datang tak diundang dan pergi pun tak diantar. Demam ini terkadang muncul namun juga menghilang begitu saja. Selain demam badan juga terasa meriang dan kondisi ini semakin diperparah dengan AC kantor yang tidak manusiawi dinginnya serta cuaca Jakarta yang mendung beberapa hari belakangan ini. Kostum musim dingin yang terdiri dari jaket tebal dan syal dileher pun menjadi pemandangan pakaian saya sehari-hari di kantor hingga Mba Vicky, seorang rekan kantor, pagi ini memberikan komentar, "Wah sudah siap-siap hendak liburan musim dingin ke luar negeri Mba Endang"? Saya hanya bisa menghela nafas berat sambil menjawab, "Bukan Mba, ini karena demam dan meriang." ^_^


30 Oktober 2014

Resep Pembaca JTT - Roti Pau Empuk a la Tobias Lee


Beberapa bulan yang lalu, Tobias Lee, seorang pembaca JTT melalui fanpage di Facebook mengirimkan saya resep pau yang diklaimnya mantap dan mudah dibuat. Roti pau ini menurutnya tidak pernah gagal untuk dieksekusi dan hasilnya sangat memuaskan, teksturnya lembut dan empuk. Sebagaimana resep-resep lainnya yang sering membuat saya lapar mata namun terkendala dengan tenaga dan waktu yang terbatas maka resep pau a la Tobias terpaksa mendekam sekian lamanya di draft blog menunggu waktu yang pas untuk dicoba. Nah weekend kemarin merupakan waktu yang tepat ketika Jakarta terguyur hujan deras dan suhu yang sejuk membuat perut pun menjadi lapar. Kondisi seperti ini memang membuat isi kepala selalu lari ke makanan dan makan. Teringat dengan resep pau di arsip blog, saya pun membuka laptop sejenak, mengubek-ubek di antara sekian ribu file dan nyengir girang kala berhasil menemukannya. Tanpa membuang waktu lagi saya pun langsung menyiapkan peralatan perang di dapur. ^_^ 


28 Oktober 2014

Puding Nasi - Dessert dingin, yummy dan mudah dibuat!


Anda masih ingat dengan novel anak-anak Lima Sekawan karangan Enid Blyton? Novel ini menjadi buku wajib dan kesayangan saya kala masih SD hingga membuat saya terobesesi untuk mengoleksi hampir semua serinya waktu itu. Terus terang serial Lima Sekawan atau The Famous Five ini lah yang menjadi awal saya mengenal aneka makanan a la Western seperti sandwich, pie, aneka selai buah-buahan, ginger ale, homemade lemonade, ham, bacon, dan masih banyak jenis makanan lainnya yang sering disantap oleh Julian, Dick, George, Anne dan tentu saja Timmy dalam piknik mereka. Tentu saja pada saat itu, yang bisa saya lakukan hanyalah menebak dan mengira-ngira sendiri  bentuk dan rasa makanan tersebut sambil menelan air liur kala membaca baris demi baris kalimat di novel. Sialnya Lima Sekawan sangat hobi makan terbukti dengan banyaknya cerita tentang piknik dan makanan disetiap serialnya, dan Enid Blyton sangat jago merangkai bait demi bait kata untuk menggambarkan betapa menggiurkannya santapan yang terhidang di meja. 


22 Oktober 2014

Baguette Sandwich Isi Smoked Beef, Sayuran dengan Saus Yogurt


Ketika saya travelling ke Eropa beberapa bulan yang lalu - ehem dengan modal pas-pasan dan kantong cekak - maka sandwich merupakan makanan mudah, relatif murah dan halal yang bisa dengan mudah saya dapatkan. Salah satu toko penjual sandwich yang menjadi andalan saya adalah Subway. Walau banyak restoran yang menyajikan menu serupa namun membelinya di Subway dengan harga yang sama - waktu itu sekitar tiga hingga empat Euro - maka saya bisa mendapatkan sepotong sandwich dengan aneka isi yang banyak digelar di etalase. Sandwich di Subway selain terasa lezat, fresh dan berukuran super jumbo, saya juga bisa memilih menu halal seperti isi tuna yang menjadi kegemaran dan meminta versi pedas dengan menambahkan banyak acar cabai di dalamnya.

Nah selain Subway, sebuah kedai kecil di stasiun kereta di Copenhagen juga menyajikan sandwich siap saji yang sudah diracik dan dipajang di lemari kacanya. Sandwich yang terbuat dari roti baguette ini berukuran cukup jumbo dengan isi sayuran dan irisan daging sapi panggang. Rasanya super yummy dan satu hal yang paling membuat saya terkesan dengannya adalah rasa saus yang terasa istimewa. Saus berwarna kuning kecoklatan dengan rasa asam manis itu dihiasi dengan butiran biji mustard yang terasa sangat lezat hingga membuat saya penasaran untuk menemukan formula resepnya. ^_^


21 Oktober 2014

Obsesi Roti 36 - Homemade Naan Bread


Salah satu kendala jika hendak membuat roti sendiri di rumah adalah ketersediaan oven yang memadai. Seakan-akan membuat roti selalu identik dengan oven dan inipun bukan sembarang oven melainkan oven dengan kemampuan yang baik dengan suhu yang tinggi. Padahal kalau ditilik dari sejarahnya, makanan bernama bread atau roti ini yang ditemukan sejak 30 ribu tahun yang lampau awal mulanya hanya terbuat dari pasta campuran tepung biji-bijan plus air yang kemudian ditipiskan dan dimasak diatas batu yang dipanaskan.

Varian roti tipis yang dikenal dengan nama flatbread ini hingga saat ini masih umum ditemukan di berbagai belahan dunia seperti roti lavashs dan sangaks dari Iran, tortilla dari Meksiko, atau roti a la India seperti chapati, roti, dan naan, oatcakes a la Scottish, johnnycake dari Amerika Utara, atau pita dari Timur Tengah. Umumnya roti-roti tersebut cukup mudah dibuat dengan bahan sederhana dan bisa dimasak dengan cara dipanggang di permukaan pan panas yang terbuat dari metal bernama griddle atau skillet. Jadi jangan khawatir jika oven belum menjadi salah satu peralatan memasak di dapur anda, karena dengan sebuah pan datar anti lengket roti hangat nan lezat bisa tersaji dengan mudah.


19 Oktober 2014

Sayap Ayam Panggang Bumbu Daun Ketumbar dan Bawang


Bosan dengan olahan chicken wings yang itu-itu saja? Maksud saya olahan chicken wings a la Fiesta yang sepertinya menjadi ide utama yang terlintas ketika anda hendak mengolah sayap ayam. Well siapa sih yang tidak doyan dengan sayap ayam berbumbu manis, pedas, asin yang membuat kita seakan tak bisa berhenti menggasaknya setelah gigitan pertama? Bahkan sepiring besar olahan sayap ayam ini mampu saya sikat sendiri dan enggan berbagi dengan lainnya. Nah kali ini ketika melihat sayap ayam segar di supermarket saya pun tergoda untuk memasukkannya ke dalam keranjang belanja, namun eits nanti dulu, sayap-sayap ini tidak akan berakhir menjadi chicken wings a la Fiesta atau chicken wings a la Pizza Hut karena satu resep yang sudah sangat lama ingin saya coba telah menanti. Sayap ayam yang dibalur dengan bumbu marinade terbuat dari daun ketumbar dan bawang putih serta dipanggang hingga matang kecoklatan ternyata menjadi alternatif maknyus lainnya yang layak dicoba. ^_^


15 Oktober 2014

Vegetarian Lumpia dengan Saus Pedas a la Thai


Tanpa saya sadari ternyata saya memiliki banyak sekali kulit spring roll dalam berbagai ukuran di freezer. Kulit spring roll super tipis dengan berbagai merk ini sangat saya sukai karena garing dan renyah serta sangat fleksibel untuk diolah menjadi aneka makanan. Sebut saja egg roll, samosa, lumpia atau untuk versi manisnya anda juga bisa mengisinya dengan potongan apel dan nanas yang dimasak dengan gula, atau mungkin pisang dengan coklat dan keju. Gulung dan goreng. Super praktis dan semua anggota keluarga pasti menyukainya. Nah berhubung minggu lalu hasil kerja keras memasak berbagai menu untuk buku kedua saya menyisakan banyak sekali sisa-sisa sayuran, tauge dan bihun rebus, kepala saya pun langsung terpikir untuk menyulapnya menjadi makanan lainya. Apalagi jika bukan menumisnya sebentar bersama bawang putih, merica dan saus tiram dan menjadikannya lumpia yang super tasty. Supaya rasa asin-gurihnya lebih balance saya pun menyajikannya dengan saus a la Thai yang terasa asam, asin dan manis. Mantap!

13 Oktober 2014

Galantine Daging Sapi & Ayam dengan Sayuran Rebus dan Kentang Goreng


Buku kedua saya dengan tema tumis, goreng dan kuah saat ini sedang dalam proses pembuatan. Beberapa minggu ini saya pun dibuat luar biasa sibuk dengan aktifitas memasak dan foto yang semua saya lakukan sendiri. Buku ini berisi 30 resep masakan yang digoreng, ditumis dan berkuah yang sebagian besar belum pernah saya posting di blog. Walau aktifitas memasak estafet alias tanpa henti seperti ini memang amat sangat melelahkan namun semua itu sedikit terhibur dengan proses memotret makanan yang memang saya sukai. Terus terang akhir-akhir ini saya memang sedang mengasah kemampuan food photography yang pas-pasan untuk menjadi lebih baik. Perlu anda tahu bahwa selain saya 'gaptek' menggunakan kamera, kemampuan food styling pun juga parah. Rata-rata tampilan foto masakan di JTT selalu apa adanya, tanpa garnish tanpa gaya, plus selalu dengan style memotret jarak dekat yang tujuannya untuk menutupi background di dapur yang acak adul

Selama ini saya tidak pernah tertarik untuk mengutak-atik kamera DSLR milik Tedy, adik saya, yang saya pinjam sejak err.... Setahun yang lalu? Hmm, sampai detik ini saya masih berharap Tedy lupa dengan kamera tersebut! Karena sejak si Canon Powershot G11 milik saya menjadi benar-benar rusak total membuat saya harus belajar bagaimana mengoperasikan DSLR tanpa mengandalkan pada tombol 'auto'. Proses belajar memang membutuhkan waktu, walau tidak bisa dibilang hasil foto saya 'looks professional' tetapi setidaknya (menurut saya) lebih baik dibandingkan waktu yang lalu. ^_^




08 Oktober 2014

Kebab Koobideh - Kebab daging kambing dan sapi cincang a la Persia


Bagi anda yang Muslim dan merayakan hari raya Idul Adha yang jatuh pada hari Minggu kemarin, maka saat ini pasti sedang sibuk mengolah daging kurban yang diperoleh. Kenapa saya bisa begitu yakinnya? Alasannya karena banyaknya pembaca JTT yang memberikan testimoni hasil trial mereka pada minggu ini dan rata-rata tidak jauh-jauh dari olahan daging, entah kambing atau sapi. Mulai dari sate tusuk, sate goreng, tongseng, kalio atau sate daging cincang merupakan resep-resep berbahan daging kambing atau sapi yang terdapat di dalam daftar resep JTT yang banyak dicoba pembaca. Hal yang menggembirakan bagi saya adalah mereka menyukai rasanya!

Nah satu lagi olahan daging kambing dan sapi yang sebenarnya sudah lama saya eksekusi namun baru sempat untuk menampilkannya sekarang adalah kebab koobideh yang saat ini saya hadirkan. Resepnya terilhami dari kebab koobideh a la Middle East yang pernah saya santap di Koln, Jerman dan Gothenberg, Swedia. Tidak terlalu sukses tetapi tetap mantap rasanya. ^_^



07 Oktober 2014

Green Smoothie - Dengan Daun Mint & Parsley


Beberapa waktu yang lalu seorang pembaca JTT mengirimkan email ke saya menanyakan resep green smoothie yang nyaman untuk diminum. Resep andalan green smoothie-nya adalah bayam dengan campuran beberapa buah-buahan. Nah yang menjadi kendala adalah rasa bayam yang 'langu' membuatnya harus bersusah payah kala meminumnya setiap hari. Berbicara mengenai smoothie buah dan sayuran maka minuman ini merupakan santapan saya di pagi hari, terutama kala sedang menjalankan program menurunkan lima kilogram berat badan seperti yang sedang saya usahakan saat ini. Tak terhitung entah sudah berapa banyak modifikasi resep smoothie yang saya buat, dan semua ramuannya tergantung dari isi kulkas saat itu. Walau tergantung dengan persedian buah dan sayur yang dimiliki, namun semua resep green smoothie saya memiliki benang merah yang sama yaitu campuran buah-buahan (yang bisa memberikan efek creamy) dan jenis sayuran hijau yang sedap jika disantap dalam kondisi mentah. Nah salah satu andalan saya adalah resep yang saat ini saya bagikan ke anda.


02 Oktober 2014

Caesar Salad dengan Ayam Goreng


Akhir-akhir ini makanan yang saya makan sehari-hari memang tidak terkontrol, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Sejak sebulan ini setiap pulang dari kantor, hanya dua menu makan malam yang memenuhi benak saya: paket Burger King Whoopers dan mie goreng instan dengan chicken wings. Okeh saya tahu, bukan dua menu tapi banyak menu! Nah porsi makanan yang saya sebutkan di atas memang termasuk luar biasa. Whoopers merupakan paket di Burger King yang ukurannya lumayan jumbo, plus kentang goreng extra large, segelas besar Coca Cola dan satu cup ice cream sundae dengan topping strawberry maka sesudah menyantapnya perut pun terasa hampir meledak hingga bernafas pun menjadi susah. Perasaan menyesal pun tiba ketika semua makanan telah habis tandas tak bersisa. Namun susahnya, dua atau tiga hari kemudian saya pun mengulangi story yang sama. Nangkring di Burger King menyantap Whoopers!

Selain burger, makanan lain versi rumahan yang bisa saya santap dengan cepat setiba di rumah adalah dua bungkus mie goreng instan plus 'segambreng' cabai, telur mata sapi dan sepiring besar chicken wings. Porsinya saya yakin akan membuat anda membatin Masya Allah! Piring biasa bahkan sudah tidak muat menampungnya sehingga saya menggunakan mangkok besar yang biasa digunakan untuk mengaduk adonan cake sebagai tempat makan. Saat menyantap makanan memang sebaiknya tidak dibarengi dengan kegiatan menonton TV atau browsing internet, namun itulah yang saya lakukan. Ketika yang tersisa dari chicken wings di piring hanyalah remah-remah dan  saus yang belepotan,  perut saya pun masih tetap menjerit lapar. Tobat!