Pages

19 Mei 2015

Pie Labu Kuning dengan Biscuit Crust


Sabtu pagi bersama sebuah buku catatan dan pulpen di tangan,  saya pun menuliskan daftar rencana belanja hari itu. Biasanya jika weekend tiba maka saya dan Heni akan berkunjung ke pasar Blok A di dekat rumah untuk berbelanja aneka sayuran, atau keperluan dapur lainnya yang sudah habis. Sayur mayur, tempe-tahu, ikan dan seafood, daging sapi atau ayam terlihat lebih segar tampilannya di pasar tradisional dibandingkan dengan supermarket, selain itu harganya pun lebih murah dengan jenis yang sangat banyak. Kami memiliki beberapa penjual yang menjadi langganan tetap, dan biasanya saya memilihnya karena si Bapak atau Ibu penjual yang ramah dan tidak terlalu antri. Untuk kualitas bahan makanan yang dijual menurut saya satu dengan penjual lainnya hampir sama. 


Bapak penjual tempe dengan guratan lelah di wajah namun bibirnya selalu bersenandung riang menyanyikan lagu-lagu Jawa tempo dulu,  telah menjadi tempat saya berlabuh jika hendak membeli tempe. Saya kagum dengan semangat dan keceriaannya menghadapi hidup, seakan beban berat bukan untuk disesali tetapi untuk dinikmati bersama waktu yang mengalir. Ibu penjual aneka bumbu dapur yang memiliki warung berhadapan dengan si bapak penjual tempe juga menjadi warung langganan. Si Ibu yang mungil ramping, cekatan serta jago berhitung di luar kepala, dengan pakaian adat Jawa yang rapi terlihat kontras dibandingkan warung kecilnya dan kondisi pasar di sekelilingnya yang 'amburadul'. 

Tentu saja masih ada beberapa penjual lainnya yang sering saya kunjungi jika ke pasar. Walau pasar Blok A bukanlah pasar tradisional dengan tampilan yang sangat nyaman, namun saya akui variasi bahan makanan atau kebutuhan rumah tangga lainnya yang dijual cukup banyak sehingga terkadang membuat saya surprised sendiri. Berbelanja di pasar tradisional selain membantu menghidupkan perekonomian masyarakat banyak, juga menjadi ajang cuci mata yang menyenangkan (bagi saya tentunya), kala weekend tiba. ^_^


Walau telah menuliskan daftar belanjaan dengan detail dan berjanji ke diri sendiri tidak akan membeli di luar rencana, tetap saja ketika berputar-putar di pasar dan melihat bahan makanan yang terlihat menarik maka tangan ini gatal juga untuk membeli. "Pokoknya kita hanya akan belanja sesuai daftar saja Hen, jangan lebih dari itu," kata saya kepada Heni yang hanya tersenyum-senyum saja mendengarnya. Mungkin di dalam hatinya dia membatin, "Ya terserah Ibu lah, kan Ibu yang keluarin uangnya juga"! Namun ketika singgah ke penjual ubi-ubian dan labu yang terjadi justru sebaliknya. Tumpukan ubi jalar ungu dan jingga baru saja tiba, sehingga terlihat masih fresh dengan kondisi mulus. Sejak menjalankan pola makan sehat dan diet, maka saya memang menggantikan nasi dengan ubi jalar ungu dan jingga. Sekitar 200 gram ubi kukus setiap hari saya santap untuk makan pagi dan makan siang bersama telur atau protein hewani lainnya.


Segunung ubi jalar ungu dan jingga pun masuk ke dalam mangkuk timbangan, sekilonya hanya enam ribu rupiah saja. Jadi berkilo-kilo ubi pun meluncur sukses ke plastik. Heni akan mencucinya hingga bersih, mengukusnya hingga empuk dan ubi jalar kukus ini awet berhari-hari di dalam tupperware di chiller kulkas. "Labu kuningnya ngga Mba? Ini manis dan warnanya kuning banget lho karena sudah tua," tawar si Ibu sambil mengambil sebuah labu dan menyodorkannya ke saya. Ah, saya paling tidak bisa menolak labu kuning yang tua dan berwarna super jingga, jadi sebuah labu pun ikut di dalam tentengan. Labu kuning kaya akan beta-carotene, dan kandungan gizi lainnya, saya pernah menampilkan artikel sup labu kuning beserta manfaatnya, silahkan klik link disini jika anda berminat untuk mengetahuinya.  

Ketika acara belanja pagi itu usai kami pun dibuat kewalahan dengan beratnya tas belanja yang ditenteng, dan saat Heni dengan jail menggoda, "Katanya Ibu hanya mau belanja sesuai daftar saja"? Saya hanya bisa meringis pasrah sambil berjalan terbungkuk-bungkuk ke bajaj yang berjajar di mulut jalan. Apakah anda sering mengalami kejadian seperti saya, kalap belanja di luar daftar yang sudah direncanakan? Well hingga kini saya masih berusaha keras untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini. ^_^


Kembali ke pie labu kuning yang akan saya bagikan kali ini. Walau Heni telah mengatakan bahwa labu kuning utuh seperti ini tahan berbulan-bulan lamanya, tetap saja ketika tiba di rumah saya mengambil sebuah pisau dan menyembelihnya, semata-mata untuk membuktikan bahwa daging di dalamnya sejingga propaganda si ibu penjual. Labu kuning ini kemudian saya kupas dan kukus hingga empuk. Dalam kondisi telah matang seperti ini maka labu kuning tahan di freezer hingga berbulan-bulan lamanya. Namun biasanya labu kuning di kulkas  tidak pernah bertahan lama karena saya selalu berusaha menemukan resep unik untuk mempermaknya menjadi makanan yang lezat. 

Pie labu kuning sudah lama berada di dalam daftar resep yang ingin saya eksekusi namun puding labu kuning juga pilihan yang menarik untuk dicoba. Jadi bagaimana jika kita gabungkan saja keduanya? Malas membuat kulit pie dari tepung dan mentega dingin, maka saya pun membuka sebungkus biskuit kelapa yang lama 'nangkring' di meja makan. Kulit pie alias pie crust yang terbuat dari biskuit yang dihancurkan merupakan alternatif super mudah dan cepat untuk membuat pie. Alasan lainnya adalah rasa biskuit yang digunakan akan mengeluarkan aroma sedap yang membuat pie yang kita buat menjadi lebih nendang rasanya.  Selain itu, isi pie yang lembut dan creamy tampaknya sangat sesuai dengan crust yang remah dan ringan sehingga memberikan rasa yang kontras.  


Tekstur kulit pie ini sendiri ternyata juga sebaik rasanya. Karena terbuat dari biskuit yang telah dipanggang sebelumnya maka membuat crust tidak mudah lembek dan lembab, dan ini bagus terutama untuk isian pie yang terbuat dari cream atau custard. Crust ini akan mempertahankan keremahannya lebih lama. Lantas jenis biskuit atau kue kering seperti apa yang tepat sebagai crust? Biskuit dan kue kering dengan tekstur yang garing dan renyah merupakan pilihan yang paling tepat. Kita bisa menggunakan rasa coklat atau vanila, dan hindari biskuit yang memiliki cream gula di tengahnya atau kue kering yang memiliki tekstur yang lembut, lembab, dan chewy.  

Proses pembuatannya sendiri cukup simple, biskuit cukup dihancurkan hingga remah, cara paling mudah adalah dengan menggunakan food processor atau memasukkan biskuit ke dalam kantung plastik, memukul dan menggilasnya hingga remuk dengan sebuah kayu penggilas. Sebagai perekat kita memerlukan mentega atau margarine yang dicairkan dan diaduk bersama remahan biskuit. Namun jika biskuit atau kue kering yang anda gunakan sudah cukup mengandung mentega di dalamnya maka tidak perlu menambahkan porsi mentega lagi. Hancurkan biskuit hingga remah, namun jangan sampai menjadi terlalu halus. Sebaiknya masih ada sedikit remah-remah yang cukup besar di dalamnya.


Satu hal yang penting kala kita hendak membuat pie crust/kulit pie dari biskuit seperti ini adalah kala menempelkan remah biskuit dengan loyang. Remahan biskuit harus ditekan dengan kuat hingga kompak dan sangat padat. Gunakan jemari dan telapak tangan untuk memadatkannya. Semakin padat semakin baik karena akan membuat pie tidak hancur ketika dipotong saat telah matang. Apakah pie crust perlu dipanggang lebih dulu? Beberapa resep pie crust dari biskuit atau kue kering seperti ini menuntut kita untuk memanggangnya sebentar di oven, sementara resep lainnya mengatakan tidak perlu. Namun menurut saya, proses pemanggangan membuat tekstur kulit pie menjadi lebih keras dan padat, sehingga tidak mudah hancur kala pie di potong.

Untuk loyangnya saya hanya menggunakan loyang bulat diameter 20 cm yang terbuat dari keramik. Kita juga bisa menggunakan loyang kaca tahan panas, atau loyang lainnya yang berbentuk bulat dan tidak perlu menggunakan jenis loyang bongkar pasang. 


Sekarang mengenai isi pie. Mempersiapkan isi pie merupakan pekerjaan yang sangat simple, dan seperti yang saya sebutkan diatas bahwa pie ini juga mirip dengan puding karena saya memasukkan satu bungkus serbuk agar-agar ke dalam adonannya. Agar-agar akan membuat isi pie menjadi padat dan tidak mudah hancur kala dipotong. Untuk membuatnya anda hanya memerlukan labu kuning yang telah dikukus hingga matang, dan diblender hingga smooth bersama bahan lainnya. Sementara agar-agar harus direbus terpisah terlebih dahulu agar berubah menjadi jelly yang kental, baru kemudian adonan labu kuning dimasukkan dan diaduk hingga halus dan matang. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam kulit pie yang telah dipersiapkan dan didiamkan hingga mengeras. Malas mempersiapkan kulit pie-nya? Tuangkan saja isi pie ke dalam cetakan puding dan dinginkan di kulkas, puding labu kuning sedap disantap di cuaca yang panas ini. Sehat, lezat dan mengenyangkan!

Secara keseluruhan membuat pie labu kuning ini super mudah, jadi ayo buruan memanfaatkan labu kuning yang murah di pasar. Berikut resep dan prosesnya ya!



Pie Labu Kuning dengan Biscuit Crust
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 1 loyang pie ukuran diameter 20 cm

Tertarik dengan resep pie lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
- 300 gram biskuit (saya menggunakan biskuit kelapa Roma, bisa juga menggunakan biskuit atau kue kering lainnya yang memiliki tekstur garing dan renyah)
- 100 gram mentega dilelehkan 

Bahan isi pie
Bahan A:
- 450 gram labu kuning yang sudah dikukus hingga lunak (450 gram adalah berat setelah dikukus)
- 350 ml susu cair
- 70 gram gula pasir
- 1 sendok teh vanilla  exctract atau 1/4 sendok teh vanili bubuk
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok teh bubuk kayu manis (optional)

Bahan B:
- 1 bungkus agar-agar plain tanpa warna
- 150 ml air

Cara membuat:
Membuat pie crust


Siapkan biskuit atau kue kering, masukkan ke dalam food processor dan proses hingga hancur. Atau masukkan ke kantung plastik seperti gambar di atas, hancurkan biskuit dengan kayu penggilas hingga remah. 

Note: Jangan menghaluskan biskuit sampai benar-benar halus, teksturnya harus tampak seperti campuran bread crumbs dengan sedikit butiran yang agak besar di dalamnya.  

Tuangkan biskuit ke dalam mangkuk, masukkan mentega/margarine cair, aduk hingga rata. 



Siapkan loyang, saya menggunakan loyang keramik diameter 20 cm, tidak perlu diolesi dengan margarine. 

Tuangkan sebagian remahan biskuit ke dalam loyang, tekan-tekan dengan ujung jemari atau dengan sendok nasi seperti yang saya lakukan. Tekan hingga benar-benar padat dan kompak, jika kurang padat maka crust akan rapuh ketika pie dipotong. 

Tutup dasar loyang dengan remahan biskuit, hingga semua permukaannya tertutup dengan baik. Satu pack biskuit kelapa seberat 300 gram cukup untuk menutup sebuah loyang bulat diameter 20 cm dengan hanya menyisakan sedikit remahan saja. Jadi bagi remahan biskuit dengan merata dan jangan buat terlalu tebal.


Lapisi sisi loyang dengan menekan remah biskuit menggunakan ujung jari di bagian sisi-sisi loyang hingga padat. Lakukan hingga seluruh permukaan loyang tertutupi dengan remah biskuit, kemudian panggang di oven yang telah dipanaskan sebelumnya pada suhu 170'C selama 10 s/d 15 menit hingga crust tampak kering permukaannya. Keluarkan dari oven. Sisihkan.

Membuat isi pie


Siapkan blender, masukkan semua bahan isi pie A, dan proses hingga halus dan lembut. Sisihkan. 

Siapkan panci, masukkan serbuk agar-agar dan sekitar 50 ml air biasa (suhu ruang), aduk dengan spatula hingga agar-agar larut dan tidak ada yang menggumpal. Tambahkan sisa air, dan aduk hingga rata. Masak larutan agar-agar dengan menggunakan api sangat kecil sambil diaduk-aduk hingga mendidih.


Tuangkan adonan labu kuning ke dalam panci berisi larutan agar-agar yang mendidih, aduk cepat dan kuat hingga halus dan smooth. 

Note: awalnya ketika adonan labu kuning baru dimasukkan maka adonan tampak menggumpal, aduk dengan kuat dan cepat secara terus menerus sambil adonan dimasak dengan api kecil, lambat laun adonan akan menjadi smooth dan halus.

Masak hingga adonan mengeluarkan satu atau dua letupan gelembung udara, dan teksturnya pun terlihat licin. Jangan memasaknya terlalu lama atau adonan akan pecah dan terpisah antara labu kuning dan air.


Tuangkan adonan labu kuning ke kulit pie yang telah disiapkan. Diamkan hingga uap panasnya hilang, kemudian masukkan pie ke dalam chiller kulkas dan diamkan hingga benar-benar dingin dan keras. 

Untuk memotongnya, karena tidak menggunakan loyang bongkar pasang maka iris terlebih dahulu pie menjadi beberapa bagian potongan dengan besar sesuai selera. Keluarkan satu buah potongan pie dengan menggunakan pisau tajam. Kemungkinan anda harus mengorbankan sebuah potongan pie agar bisa mengeluarkan potongan lainnya dengan mulus. Karena biasanya potongan pertama ini akan sedikit rusak, namun jika anda melakukannya dengan hati-hati maka semua potongan pie akan berakhir mulus. ^_^

Pie siap disantap! Super yummy!

61 komentar:

  1. Maaf mbak mau nanya, kalo pake cetakan pie mini gimana ya mbak caranya?trims jtt selalu jd acuan saya dalam memasak mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Puji, bisa ya mba, caranya sama, kulit pie harus ditekan hingga padat di cetakan ya.

      Hapus
  2. Seneng banget lihat blog ini. Hampir tiap hari saya buka blog ini, berharap ada postingan baru. Dan ternyata... adakadabra.... ada new entry... Banyak yg sdh tak cobain. Soto lamongan, churos, bakpao isi daging pedas, pizza ala reinhart... sukses berat. Enak. Emmuaahh... love you mbak. Berkat mbak, saya jadi selalu semangat di dapur, jadi tahu cara memasak dengan lebih efisien.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloow Mba Devy, thanks ya mba sharingnya, senang sekali resep JTT disuka. Sukses dan sehat selalu untuk mba dan kelurga ya!

      Hapus
  3. Saya koq kalau beli labu kuning jarang dpt yg manis yaa mbak hikssss....padahal neng kecilqu suka maem labu kuning...bisakah share tips2 memilih labu kuning yg manis mbak??thank you :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba lely, saya biasanya beli yang sudah potongan jadi bisa lihat warnanya, tapi kemarin saya beli yang utuh. Saya sih lihat dari warna kulitnya yang sudah coklat merata, batangnya juga berwrarna coklat kekeringan. Kalau di pukul suaranya nyaring.

      Hapus
  4. halo mbak Endang,,,,bener2 labu dicinta resep-pun tiba deh. aku baru pulang dari Trenggalek mbak, bawa labu segede gaban kata anak2. Disana lagi musim panen labu, jadi tidak usah beli sudah banyak yang nganterin ke rumah. heheee....terimakasih resepnya mbak, harus dicoba weekend ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Mukaromah, waaakk saya iri banget bacanya, dimana bs dapat kiriman labu di jakarta yaaa. nggak ada yang nanam wakakkak.

      wah itu bisa dibuat aneka makanan yang enak! sukses yaaa

      Hapus
  5. Halo, Mbak....

    Kalau pie crust-nya enggak dipanggang bisa nggak ya, Mbak? Didinginkan di kulkas gitu? Saya pernah lihat resep yang seperti itu. Terima kasih.

    Yenni

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa ya mba yenni, tidak harus dipnggang ya, hanya saja supaya lebih firm dan keras teksurnya saya suka dipanggang ya

      Hapus
  6. ini resep yg saya cari, pie labu kuning.. pengen banget ngolah labu kuning ini jd sesuatu yg sedap, karena saya sangat tidak doyan labu kuning yg dijaddin sayur.

    tapi berhubung kandungan vitamin dan beta karotennya yg tinggi, berniatlah hati ini meliriknya hahaha..

    mb ending, makasih buat resepnya.
    akan saya eksekusi secepatnya.

    btw, ada ide ga gimana jadiin labu kuning ini minuman milkshake?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba christin, thanks ya mba, yep sayang banget kalau si labu kuning nggak dimanfaatkan karena bnyak manfaatnya ya.

      bs jadi milkshake kok mba, caranya mudah, labu kuning kukus, susu cair, gula, vanili, dan es batu, blender sampai smooth, ingin tidak terlalu kental tinggal tambah susu cairnya.

      Hapus
  7. Uhuuy asik ada resep labu lagi.... Pas banget kemarin waktu nyobain sup labu masih ada sisa labu yg belum diproses... Makasi mbaa

    BalasHapus
  8. Mba kl isi pie nya gak diksh agar2 trus di panggang ntar kira2 hasilnya bakal sukses gak yah mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba jeani, beda resepnya ya mba, kalau tanpa agar2 sebaiknya pakai telur sekitar 2 atau 3 butir, takutnya gak bs keras ya.

      Hapus
  9. haa.. dapat lagi.
    makasih ide buat milksahenya mb..

    BalasHapus
  10. mb endang.. saya nongol lagi haahaha..

    minta saran ya..
    dikantor saya setiap hari kerja pasti dapat 1 kaleng susu bearbrand
    berhubung saya tidak doyan susu ini, jadinya setiap bulan selalu menumpuk hingga berkaleng-kaleng.

    susu ini apakah cocok untuk menggantikan susu cair dalam resep2 kue?
    saya pernah bbrp kali bikin pudding cokelat dengan susu ini.. enak sih, tapi rasa susunya masih kebayang.

    matursuwun sangat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba christin, waaah saya suka banget sama susu itu, hahhaha, suka diminum begitu saja. Bisa dipakai menggantikan susu cair di cake, puding atau roti ya, tambahkan vanilla extract atau bubuk untuk mengurangi aroma susunya mba.

      Hapus
  11. selamat siang mba Endang, saya mau minta saran, boleh yahhhhhhhhh, pliiiiiss
    soalnya cuma mba yg bisa dipercaya sarannya di dunia perkulineran ini
    heheheh
    mba, saya mau buat pie crust kayak mba gini, tapi saya isiannya pake puding jagung custard (yg biasa didinginkan ke kulkas ituloh mba)
    nah yg saya mau tanyakan itu, kira-kira adonan pudingnya itu bisa dipanggang juga ga yah kayak egg tart gitu?tapi kalau saya panggang lagi bisa gosong ga yah kulit crust'nya?
    atau saya tuangin adonan custardnya ke crust ini, terus dinginin di kulkas, setelah keras baru saya pangang lagi di oven sebentar, biar agak krenyes2 gitu, bisa ga yah mba ide saya gini, kalau menurut mba?
    maaf yah mba,pertanyaan saya melenceng dari isian labu ini
    makasih yah mba Endang,dah dibaca pertanyaan aku yg aneh ini
    lebih terimakasih lagi kalau dijawab
    ahahahaahah
    sukses terus mba Endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Yuvi, saya belum pernah buat puding custard jagung ya, kalau adonan custard biasa setahu saya asalkan mengandung telur maka akan bs mengeras kala dipanggang, hanya saja umumnya kalau custard pakai teknik au bain marie supaya gak crack di permukaanya atau berlubang2.

      pie crust ini bs kok dipakai untuk pie isi custard, letakkan loyang pipih lainnya di bawah loyang pie spya gak terlalu panas dan pakai api atas bawah ya.

      Hapus
  12. Salam kenal mba Endang...mba itu mentega lelehnya dicampur dgn biskuitny, didinginkan dulu baru dicampur atw langsung dituang kebiskuit panas2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, mentega agak dididingkan dulu ya, jadi kondisi hangat, baru dicampurkan ke biskuit.

      Hapus
  13. Coba eksekusi resep ini, tp biscuit crust nya blm cakep mba. Masih hancur kalo dipotong. Apa perlu ditambah mentega cair ya mba? Krn kmrn waktu bikin, sptnya menteganya tidak bisa rata kena remukan biscuitnya, jd masih kempyar biscuitnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba De Novie, crustnya harus ditekan sangat kuat ya, memang teksturnya agak kepyar tapi ketika ditekan akan mau menggumpal, kalau masih buyar ketika dikepalkan tambahkan sedikit mentega cair lagi ya mba

      Hapus
  14. Mbak endang pai nya cantik banget, saya pengen buat tp sayangnya saya ga suka labu. Kalau labunya saya ganti sama ubi jalar kuning bisa ga?yang penting sama2 kuning.hehehehehe.... Makasih mbak.

    Fitri

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Fitri, bisa kok pakai ubi jalar kuning, saran saya pakai yang cilembu karena tekstrunya lembut, manis jadi mirip2 sama labu ya.

      Hapus
  15. Salam kenal mbak Endang... timingnya pas nih memanfaatkan kukis lebaran yang sisa banyak. :( mbak, bisa tidak ya kalau isian painya diganti dengan cokelat pisang? lagi2 manfaatin DCC dan pisang raja ndalu sisa bahan bikin muffin pisang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, isi pie bisa apa saja ya, karena fleksible untuk diganti2. jadi saya rasa akan tetap enak dengan filling lainnya ya

      Hapus
  16. mba endang hallo apakabar?salam kenal ya mba.. aku boleh tanya mba, mba pakai oven apa yaaa?makasih mbaa sukses terus mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba mega, salam kenal ya. saya pakai oven listrik merk Sico ya mba

      Hapus
    2. Mbk kira2 tahan brp lama ya,..klo ditaruh.dikulkas...barusan sdh nyoba enak mbk resepx, jdx banyak sekali...kan tdk mgkn dmakan lgsng sehari..hehehe

      Hapus
    3. bisa tahan sampai 4 hari di chiller mba, tutup rapat.

      Hapus
  17. Mbak endang, sy ga ada oven nih d rmh. Klo sy cetak crustnya di atas teflon bs ndak ya?
    Trs klo ga pake agar2, isiannya ditambah 2-3telur ya. Pakai kuning telurnya aja ato semua dipakai? Bs matang ga ya mbak kira2 dipanasin diteflon sekalian?
    Thx be4

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ardelia, saya nggak yakin bs sukses kalau hanya pakai teflon ya mba. Crust yang saya pakai resep yang harus dipanggang, mba harus cari resep crust tidak dipanggang ya. Untuk isiannya saran saya agar2 supaya mau padat ya

      Hapus
  18. Mba endang pakai timbangan digital atau manual? Boleh tau gak merk nya apa :D. Butuh ulasan nih buat beli timbangan, karna tiap baking saya selalu menggunakan measuring cup. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba, saya pakai timbangan digital merk Tanita KD 810 warna hitam, kapasitas smpai 5 kg, ada bnyak di online shop ya.

      Hapus
    2. Terima kasih banyak mba. Sehat selalu.

      Hapus
  19. Mbak Endang, aku lagi nyari2 resep yang "memberdayakan" biskuit kaleng. Konghuan di rumah masih sisa banyak. Google kesana kesini g nemu resep yang oke. Iseng googling gambar kok liat foto yang "Mbak Endang" banget. ternyata pas tak liat ada watermarknya @justtryandtaste. Perpaduan antara biskuit dan labu yg emang kesukaan orang rumah. Besok waktu ke tukang sayur kalo ada labu bakal nyoba bikin resep ini. Ditunggu laporannya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi mb Tika, yep pie labu diatas bs pakai crust dr biskuit apapu ya, pakai rasa coklat juga enak hehheh. thanks yaa, sukses dengan pie labunya yaa

      Hapus
  20. Mba Endang, pie Labu nya tahan berapa lama ya?
    Resep dr Mba Endang udah banyak yg saya coba, dan hasilnya memuaskan..
    Terus berkarya ya Mba End.. Krn sering mampir tiap hari k blog Mba Endang, sy jd rajin masak..
    Tambah cinta deh sm Mba Endang :)

    Aya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Aya, harus masuk kulkas ya mba, bs tahan sampai 3 hari di chiller ya. Thanks ya sharingnya, senang resep2 JTT disuka, sukses yaaa

      Hapus
  21. assalamu'alaikum mbak endang, saya salah satu pennggemar resep-resep mbak nih. dulu udah coba in yang brownies fudge, pancake sayur a la korea, sama resep lainnya (lupa hahaha) dan selalu berhasil mbak :D
    soal resep ini saya mau nanya mbak, kalau misalnya di adonan filling nya saya tambahkan telur gitu terus dipanggang apa tidak ngaruh sama crustnya? soalnya lagi pengeen banget bikin pie dari labu atau enggak ubi jalar ungu tapi bingung mau pake resep yang gimana soalnya saya pribadi ga terlalu suka kalau filling pie ga creamy terus belum pernah buat crust pie karena peralatan kurang mumpuni. kok curhat saya maaf mbak.

    makasih banyak mbak dan semoga sukses selalu :D salam dari sulawesi selatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Theresa, thanks ya sudah meyukai JTT. Filling pie dibawah sangat creamy walau gak pakai telur, menurut saya rasa creamy itu dari susu atau krim kental ya mba, telur akan membuat rasa menjadi sedikit amis.

      Hapus
  22. Siang mbak Endang, saya mau tanya, sabtu kemarin saya ada buat pie labunya, cuma memang agar agar yang saya pakai cuma 1/2 bungkus. Terus pas hari minggu sorenya koq pie nya jadi menciut gitu ya mbak Endang ? Salah dimana ya ? Apakah karena agar" yang saya pakai kurang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa jadi terlalu lama dipanggang atau kering mb, sehigga mengecil. Mungkin porsi agar2 juga mempengruhi, saya sendiri terus terang kurang tahu kenapa mengecil ya

      Hapus
  23. Assalamualaikum.. mb gmn rasa kue ini,apakah renyah (tdk mlempem) mengingat filllingnya kan basah gt mb? Trus kalau crust'nya ga pake biscuit (pake resep yg margarin sm tepung dan air es) itu bs kan mb? Maturnuwun infonya mb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Dhonna, crustnya empuk bukan jenis garing ya. Bisa pakai crust dari adonan pie biasa mba.

      Hapus
  24. Assalamu'alaikum. Mb endang klo pakai cetakan pie yg kecil nanti pas ngeluarin dr cetakan hancur gk ya? atau ad teknik khusus buat ngeluarin biar gk hancur? makasih mb sebelumnya

    salam
    Fara

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Fara, pakai cetakan pie bongkar pasang, saya khawatir hancur kalau pakai cetakan biasa.

      Hapus
  25. Halo mba endang. Sy mau eksekusi resep ini. Tapi ndak punya loyang keramik. Kalau pakai mangkok keramik bisakah? Atau piring keramik yg tebal. Atau bisa pakai loyang aluminium biasa? Terimakasih sebelumnya mhn dijawab ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba, pakai loyang biasa saja ya, tidak semua mangkuk keramik itu bisa dipangang dioven, jadi memang khusus jenis loyang keramik yang tahan panas. Pakai loyang alumunium juga ok kok

      Hapus
  26. Mbak Endang..saya ga punya timbangan..labu kuningnya kira2 brp gram ya klo blm dikukus, masih dgn kulitnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh saya gak bs ngira2 Mba, secara labu kan kulitnya berat

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^