29 Desember 2014

Fudgy Chocolate Pie



Beberapa waktu yang lalu, saya, dan seorang teman singgah sejenak untuk menikmati secangkir kopi di Tours les Jours di Pondok Indah Mall. Bakery ini selain menyediakan pilihan roti dan pastry yang jauh lebih bervariasi, harga kopi dan kue-kuenya pun juga lebih ringan di kantong jika dibandingkan dengan Starbucks atau Coffee Bean. Biasanya jika 'nongkrong' disana maka roti selalu menjadi pilihan saya untuk menemani secangkir cappuccino, dan menjauhi aneka pastry yang banyak berjajar di etalase kaca, alasannya karena roti memiliki harga yang lebih murah.  

Namun kemarin teman saya tanpa diduga memesan sebuah pie coklat yang begitu cantik tampilannya. Diameternya sekitar sepuluh sentimeter, dengan pie crust kecoklatan yang terlihat garing dan renyah. Filling coklatnya terasa padat ketika saya iris dengan sebuah garpu kecil. Dan saat suapan pertama, alis mata saya kontan terjengit dan bibir pun langsung berkomentar dengan penuh antusias, "Mantap banget"! Filling coklat yang legit dan padat langsung lumer seketika di dalam mulut menyisakan sensasi coklat yang yummy. Saat itu juga saya langsung bertanya nama pie tersebut kepada salah satu petugas bakery yang kebetulan sedang mengantarkan pesanan kopi di meja sebelah. "Rustic chocolate pie", jawabnya. Jemari saya langsung mengetikkan nama itu di browser hand-phone dan bertekad untuk membuatnya di rumah. Walau tidak sepadat pie a la Tours les Jours namun chocolate pie yang saya tampilkan kali ini benar-benar nampol sedapnya! ^_^


Kalau dilihat dari namanya rustic chocolate pie, maka pie coklat di Tours les Jours jelas bukan termasuk kategori 'rustic'. Rustic berarti kasar, sederhana, apa adanya dan mengacu kepada kehidupan a la pedesaan yang alami tanpa polesan. Biasanya rustic pie tampil sederhana. Terbuat dari selembar adonan pie crust yang telah ditipiskan dan diisi dengan adonan isi. Bagian tepi crust lantas dilipat ke tengah menutupi isinya. Bentuknya sederhana dan kasar, tidak memerlukan cetakan pie sama sekali untuk membuatnya. Ada banyak resep rustic chocolate pie di internet namun saya memilih resep filling dari BBC Goodfood untuk mengisi pie crust andalan dari Joy of Baking.

Filling coklat untuk pie jenis ini biasanya memiliki tekstur lembut, lumer dimulut, legit dan padat. Anda bisa menggunakan no bake chocolate filling seperti yang pernah saya tampilkan sebelumnya di French Silk Chocolate Tart, silahkan klik pada link di bawah, atau menggunakan adonan brownie seperti resep kali ini. Nah bagi anda yang menemukan masalah filling sulit untuk mengeras kala menggunakan resep pie coklat yang tidak dipanggang maka mungkin anda harus mencoba versi panggangnya sekarang. 

French Silk Chocolate Tart


Sebagaimana ulasan-ulasan saya sebelumnya mengenai kulit pie atau pie crust, maka poin utama untuk membuat pie renyah adalah porsi mentega/margarine yang tepat; porsi air yang tidak banyak; menggunakan mentega/margarine yang dingin dan keras; serta tidak memproses adonan secara berlebihan. Jika syarat-syarat di atas dipenuhi maka niscaya kulit pie yang anda buat akan renyah, garing dan lezat rasanya. Kulit pie renyah diperolah dari butiran mentega atau margarine yang terperangkap di dalam adonan tepung. Kala dipanggang mentega atau margarine ini akan meleleh dan menyisakan rongga di dalam adonan, rongga-rongga inilah yang akan membuat kulit pie memiliki tekstur berlapis yang renyah.

Karena bahan utama pie crust adalah lemak padat dan tepung terigu maka pastikan anda menggunakan lemak yang baik. Lemak padat disini bisa menggunakan mentega, margarine dan shortening (margarine putih). Mentega atau butter dalam bahasa Inggrisnya - terbuat dari susu hewan (sapi, kambing atau domba) -  akan memberikan rasa dan aroma yang lebih sedap. Mentega memiliki warna lebih pucat dibandingkan margarine yang berwarna kuning cerah, selain itu mentega lebih mudah meleleh jika terkena suhu panas. Karena itu mentega selalu disimpan di dalam lemari pendingin untuk mempertahankan bentuknya. Jika anda menggunakan mentega dalam proses pembuatan pastry maka pastikan suhu udara di dapur dan peralatan yang anda gunakan dalam kondisi dingin. Suhu dingin akan mencegah mentega meleleh dengan mudah sehingga memudahkan anda dalam memproses adonan sekaligus membuat adonan yang anda buat lebih maksimal hasilnya.  


Margarine, lemak padat yang satu ini sangat banyak diperjualbelikan di supermarket dan mudah anda temukan dengan harga terjangkau. Warnanya kuning cerah, tidak mudah meleleh walau diletakkan di suhu ruang, sehingga sangat ideal untuk digunakan dalam proses pembuatan pie crust. Margarine terbuat dari lemak tumbuhan seperti buah kelapa sawit, biji kacang tanah, biji bunga matahari dan biji tanaman rapseed. Kelemahan margarine adalah aroma dan rasanya yang tidak selezat mentega (butter), sehingga biasanya di dalam penggunaanya margarine dan mentega seringkali dicampurkan menjadi satu di dalam adonan. Tujuannya agar pastry yang dihasilkan memiliki aroma dan rasa lezat yang didapatkan dari mentega serta memiliki bentuk yang baik karena peran margarine di dalamnya. 

Lemak padat yang ketiga adalah shortening. Shortening biasanya kita kenal dengan nama mentega putih. Ada dua jenis shortening, terbuat dari lemak hewan biasa dikenal dengan nama lard dan terbuat dari lemak tumbuhan atau vegetable shortening. Shortening merupakan jenis lemak dengan titik leleh tertinggi jika dibandingkan dengan mentega dan margarine, artinya jika dibandingkan dengan ketiganya maka shortening paling sulit untuk meleleh jika diletakkan di suhu yang sama. Karena sulit meleleh maka lemak ini sangat tepat untuk membuat pastry atau cookies karena membantu adonan untuk mempertahankan bentuknya, alias tidak mudah melebar ketika dipanggang. Sayangnya shortening tidak memiliki rasa dan aroma sehingga kurang disukai dalam proses pembuatan pastry atau cookies. 


Untuk membuat mentega/margarine berbutir-butir maka anda harus memprosesnya dengan cara khusus. Cara termudah adalah dengan menggunakan food processor. Mentega atau margarine yang dingin dan keras (karena baru keluar dari chiller kulkas) dimasukkan bersama tepung terigu, gula dan sedikit garam ke dalam mangkuk processor, tekan pulse beberapa kali hingga terbentuk butiran yang remah. Sayangnya kelemahan menggunakan food processor adalah kecenderungan untuk memproses adonan secara berlebihan. Mesin yang berputar dengan cepat dengan kekuatan tinggi terkadang membuat kita lupa waktu dan mentega terlanjur menjadi luluh lantak, lumer dan membuat adonan menjadi lembek. So, jika anda tetap ingin menggunkan food processor maka saran saya gunakan tombol pulse saja, tekan beberapa kali hingga mentega tercacah menjadi butiran-butiran, baru kemudian masukkan air es sedikit demi sedikit. Tekan pulse beberapa kali lagi hingga adonan sedikit menggumpal, baru kemudian adonan dituangkan di mangkuk dan dikepalkan menjadi piringan adonan.


Cara dan alat yang paling saya sukai jika membuat kulit pastry adalah memproses adonan dengan pisau pastry atau pastry knife. Alat ini berbentuk setengah lingkaran dengan lempengan-lempengan besi melengkung yang disatukan dan diberi gagang sebagai pegangan tangan untuk memudahkan anda menggunakannya. Pisau pastry bisa anda dapatkan di toko bahan kue khusus karena tidak mudah ditemukan di supermarket umumnya. Alat ini membuat pekerjaan memproses mentega dan tepung menjadi sangat mudah dan hasilnya pun maksimal. Mentega/margarine akan membentuk butiran-butiran kecil dan kita pun bisa mengira-ngira dengan lebih tepat berapa lama lagi adonan harus diproses. 

Selain pisau pastry seperti yang saya gunakan, anda bisa menggunakan garpu atau pisau dapur. Prinsip kerjanya adalah mencacah adonan, membuatnya menjadi butiran. Beberapa literatur menyarankan untuk menggelindingkan mentega dan tepung dengan ujung jemari tangan. Mungkin cara ini bisa diterapkan jika anda tinggal di daerah dengan suhu yang dingin atau ruangan ber-AC dimana mentega tidak mudah meleleh walau diletakkan disuhu ruang. Tapi jika anda tinggal di Jakarta dengan suhu dapur yang tobat panasnya seperti rumah saya maka cara ini tidak saya sarankan. Selebihnya proses membuat chocolate pie ini sangat mudah dan jika anda mengikuti instruksi yang saya berikan di bawah dengan seksama maka pie renyah dengan filling coklat yang lembut nan nendang akan menjadi milik anda. 

Berikut resep dan prosesnya ya. 


Fudgy Chocolate Pie
Resep pie crust diadaptasikan dari Joy of Baking - Peach Pie
Resep filling pie diadaptasikan dari BBC Goodfood - Brownie Fudge Pie

Untuk 10 - 12 buah pie menggunakan loyang dengan diameter 10 cm atau 2 buah pie dengan loyang diameter 20 cm.

Tertarik dengan resep pie lainnya? Silahkan klik link di bawah ini: 
Sheperd's Pie a la Gordon Ramsay
Pie Susu a la Veggy
Mini Strawberry Pies  

Bahan pie crust:
- 350 gram tepung terigu protein sedang atau serbaguna
- 1/2 sendok teh garam
- 2 sendok makan gula bubuk
- 225 gram mentega/margarine, masukkan ke chiller kulkas hingga dingin dan keras, potong-potong ukuran 2 x 2 cm
- 50 - 80 ml air es

Bahan filling pie:
- 250 gram gula pasir
- 3 butir telur ukuran besar
- 2 sendok teh vanilla ekstrak atau 1/2 sendok teh vanili bubuk
- 175 gram mentega/margarine dilelehkan
- 50 gram coklat bubuk kualitas yang baik
- 50 gram tepung terigu protein sedang/serbaguna
- 50 gram coklat blok (DCC) cincang kasar atau chocolate chips

Cara membuat:


Siapkan mangkuk ukuran besar, masukkan tepung terigu, garam, gula bubuk, aduk rata dengan spatula. Kemudian masukkan mentega/margarine dingin, aduk atau tutupi permukaan mentega/margarine dengan tepung. 

Dengan menggunakan pisau pastry, cacah-cacah mentega/margarine bersama dengan tepung terigu hingga mentega dan tepung membentuk butiran-butiran kasar. Biarkan mentega/margarine dengan butiran sebesar kacang tanah. Jangan berlebihan dalam memproses adonan hingga mentega/margarine menjadi hancur tak berbentuk. Berlebihan dalam memproses adonan juga akan membuat mentega/margarine menjadi lumer, adonan menggumpal dan gluten terbentuk. Kondisi ini akan membuat adonan menjadi keras dan bantat. 

Note: selain dengan pisau pastry, anda bisa memproses adonan dengan menggunakan garpu, atau dua buah pisau dapur. Hindari memproses adonan dengan jemari tangan, suhu tangan yang hangat akan membuat mentega/margarine menjadi lumer. 


Adonan yang terbentuk memiliki tekstur kering, tercerai berai dengan butiran-butiran mentega/margarine yang diselimuti oleh tepung terigu. Nah jika kondisi ini telah tercapai segera hentikan memproses adonan, jika masih ada mentega/margarine berukuran besar, biarkan. Butiran-butiran ini akan lumer ketika pie dipanggang menyisakan ruang kosong di dalam kulit pie dan membuat pie menjadi renyah. 

Masukkan air es sedikit demi sedikit dengan sendok, sambil kepalkan adonan dengan tangan untuk membuatnya menyatu menjadi gumpalan besar. Jangan menguleni adonan, tetapi tekan adonan dan gumpalkan seperti membuat bola yang besar. Jika adonan masih terasa kering, sulit digumpalkan maka tambahkan porsi air es.  Adonan yang terbentuk cukup lembab, tidak kering, mudah digumpalkan namun tidak lengket di tangan. Terlalu banyak air akan membuat adonan menjadi basah dan terbentuk gluten.  

Tes kecukupan air dengan mengambil segumpal kecil adonan, pencet adonan dengan jemari tangan. Adonan yang baik akan menyatu namun tidak lengket di jari. 

Letakkan selembar plastik wrap di meja dapur, bagi adonan menjadi dua bagian. Tuangkan satu bagian adonan di permukaan plastik kemudian gumpalkan. 


Bentuk adonan menjadi sebuah piringan dengan diameter 15 cm dan tebal sekitar 2 cm. Bungkus dengan plastik wrap. Lakukan pada bagian adonan lainnya. Simpan adonan di chiller kulkas selama 30 menit, agar adonan menjadi rileks dan mentega/margarine mengeras. 

Siapkan oven, panaskan di suhu 170'C, letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang pie, saya menggunakan loyang pie bongkar pasang dengan diameter 10 cm. Olesi permukaan loyang dengan margarine. Sisihkan. 

Keluarkan adonan dari chiller, letakkan di permukaan meja. Buka bungkus plastiknya. Kemudian letakkan selembar plastik wrap di permukaan adonan dan gilas perlahan dengan kayu penggilas hingga tipis, ketebalan  sekitar 3 millimeter. 


Ukur lebar adonan dengan meletakkan sebuah loyang di atasnya. Jika telah cukup lebarnya, letakkan selembar adonan di permukaan loyang, perlahan tekan-tekan adonan hingga masuk dan menempel di permukaan loyang.


Buang kelebihan adonan dengan mengirisnya menggunakan pisau tajam. Untuk hasil terbaik, lebihkan sekitar 2  s/d 3 milimeter adonan keluar dari loyang, karena saat kulit pie dipanggang adonan akan menyusut dan turun. Sayangnya saya baru mengetahui hal ini setelah kulit pie matang sehingga hasil kulit pie saya sedikit turun dari loyangnya. 

Tusuk-tusuk permukaan kulit pie dengan garpu atau ujung pisau, agar uap mampu keluar dengan baik saat pie dipanggang. Lubang ini akan mencegah permukaan kulit pie menjadi menggelembung karena tekanan uap.


Letakkan sepotong kertas baking di permukaan kulit pie, dan masukkan beras mentah atau biji kedelai ke dalamnya. Beras ini berfungsi sebagai pemberat sehingga permukaan pie tetap flat kala dipanggang. Tata loyang pie di sebuah loyang datar.

Panggang kulit pie di oven yang telah dipanaskan sekitar 15 - 20 menit atau hingga bagian tepi crust terlihat mulai kecoklatan. Keluarkan dari oven, lepaskan kertas baking dan beras di permukaanya. Kemudian panggang lagi kulit pie hingga permukaannya sedikit kecoklatan, sekitar 10 menit. 

Nah selama menunggu kulit pie dipanggang, kita buat dulu adonan filling coklatnya.


Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu dan coklat bubuk, aduk rata. Siapkan mangkuk mikser, masukkan telur dan gula pasir, kocok dengan speed rendah hingga tercampur baik, kemudian naikkan kecepatan menjadi tinggi dan kocok hingga mengembang, pekat dan kental. Sekitar 4 menit dengan mikser tangan.


Masukkan campuran tepung terigu dan coklat bubuk dengan cara di ayak, aduk adonan dengan menggunakan spatula secara perlahan dengan teknik aduk balik. Jika adonan sudah tercampur dengan baik, masukkan sekitar 1/4 adonan ke dalam mangkuk berisi mentega/margarine cair, aduk cepat hingga tercampur baik. 

Tuangkan campuran adonan dengan mentega/margarine kembali ke dalam mangkuk berisi adonan lainnya. Aduk rata dengan spatula hingga tercampur dengan baik, sisihkan. 


Jika kulit pie telah mulai kecoklatan permukaannya, keluarkan dari oven. Tuangkan adonan filling menggunakan sendok sayur hingga hampir penuh. Taburi permukaannya dengan potongan coklat blok atau choco chips. Panggang selama 20 - 30 menit atau hingga permukaan filling terlihat mengeras namun masih sedikit bergoyang ketika loyang diguncangkan.

Keluarkan dari oven dan biarkan hingga dingin.



Jika pie telah dingin, lepaskan pie dari loyangnya dengan menekan dasar pie keatas. Lepaskan perlahan dan pie siap disantap. Super yummy!

Sources:
BBC GoodFood - Brownie Fudge Pie
Joy of Baking - Peach Pie
Wikipedia - Shortening
Livestrong.com - Baking Cookies: Butter vs Shortening vs Margarine 


TESTIMONI PEMBACA

Sitiborna Veranice
Fudgy Chocolate Pie.. Nanti kalau bikin lagi mau nyemplungin bongkahan DCC, choco chip dan raisin. Tetap sekedar saran, jangan bikin saat terjadi kumpul bocah di rumah.. Belum keluar oven aja, para bocah dah ikutan sauna depan oven.
www.justtryandtaste.com/2014/12/fudgy-chocolate-pie.html?m=1

  



87 komentar:

  1. wah mantap mbak,, pengen buru2 bikin juga,,, oiya klo ini pake api atas bawah y? trs manggangnya di tray tengah y? saya selalu bingung tiap manggang roti, cake, atau kue2 kering, manggangnya di tray bawah atau tengah ya mbak? trs apinya atas bawah atau ngk? mohon petunjuknya hehehehe,, thanks _NIA_

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, saya pakai api atas bawah ya, karena oven saya pendek maka saya taruh tray di bagian dasar oven. Loyang pie saya letakkan di loyang lainnya yang tebal sehingga panas api bawah gak cepat membuat dasar kue gosong.

      umumnya cake, brownies, muffin, roti saya pakai api atas bawah. Untuk kulit pie diatas, bisa pakai api bawah dulu supaya kecoklatan, kemudian lepaskan beras dan lanjutkan panggang dengan api atas supaya permukaan kulit matang.

      kalau dasar cake cepat gosong, double saja loyangnya mba, letakkan loyang cake di selembar loyang untuk kue kering yang ukurannya lebih besar.

      Hapus
    2. Mba endang, mau tanya dong...saya punya loyang kaca gt, saya mo buat pie besar. Gpp kan ya mba klo pakai loyang kaca, biasanya saya pakai itu untuk macaroni schtl. Terus kalau bubuk coklat diganti dengan coklat cair bisa ga? Makasi :)

      Hapus
    3. Mba endang, mau tanya dong...saya punya loyang kaca gt, saya mo buat pie besar. Gpp kan ya mba klo pakai loyang kaca, biasanya saya pakai itu untuk macaroni schtl. Terus kalau bubuk coklat diganti dengan coklat cair bisa ga? Makasi :)

      Hapus
  2. waaww ada resep pie baru, pengen coba ah >< saya udah nunggu2 mbak Endang ngepost resep pie coklat, akhirnya penantian berakhir dan perjuangan menunggu hehehe, oiia mbak Endang klo udah cobain resep cheese tart blueberry di post yaa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, waah iya cheese tart blue berry yaa, wkakakak, keknya rada2 berat neh wkakakak.

      Hapus
    2. udah nyoba bikin mba yg ini, tpi coklatnya pake delfi, enaaaak, habis 4 potong ^^ hihihi, saya beli mba buku home cooking ama masakan rumahan, nyarinya muter ke gramedia ini trus ke gramedia yg itu, akhirnya ketemu juga :') ibu senenngnya mpe jejingkrakan, wkwkwkwk

      Hapus
    3. Halo Mba, wah thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka dan sukses dicoba. Thanks juga sudah bersedia mmebeli bukunya yaaa, kasihan banget sampai muter2, tapi untung bs ketemu yaaa. thanks yaaa

      Hapus
  3. resep baruu lagi... bikin ngiler deh mbaa.. sukses trus yoo...

    BalasHapus
  4. waaah... Gambarnya makin ber-style nich mba endang...
    Makin kereeennn...
    Bokehnya haluuus...

    *ngerayu biar dikasih pie...
    Heheheh...
    :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lina, thanks ya mba, wakkaka masih amatir mba, jauuuhhh sama blog2 lain yang mantap2 gambarnya hehhehe. Sukses selalu ya mba.

      Hapus
  5. asikk...bikin aah...tapi kulitnya pake kulit pie mangga aja deh..xixixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Arel, wakak, ini kulit pie mangga kok, sama resepnya, mantap itu kulitnya yaaaa

      Hapus
  6. Masya Allah... pas banget ni. Anakku skrg lagi keranjingan yg namanya pie susu, sekali hap langsung 3. Wah kalo beli terus bisa2 isi kantong ludes juga. Lha mbak endang pas posting resep pie yang nampol ini... Mupeng banget.... Pengen segera eksekusi ni. Cetakannya beli dimana mbak? Disini ga ada... :((
    Ummu Hana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ummu Hana, pie susu sudah ada resepnya juga ya, kalau gak mau kulitnya terlalu remah/rapuh pakai kulit pie diatas saja. Isinya ganti sama resep pie susu.

      kunci pie diatas, jangan panggang berlebihan ya, supaya bagian tengah pie masih moist basah, itu yang bikin enakkkk. kalau over baked jadi gak spesial hehhehe.

      loyang beli di titan mba hehehhe

      Hapus
    2. ini link resep pie susu a la mba veggy ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2014/05/resep-pembaca-jtt-pie-susu-la-veggy.html

      Hapus
  7. Salam kenal mb endang...hobby banget liatin blognya..sangat menginspirasi..pingin coba nih pie

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, salam kenal ya, thanks yaa, senang sekali JTT disuka, moga suka dengan resepnya yaa

      Hapus
  8. Mba endang cetakan pienya beli dmn seehhhh,prnh liat anna olson pk cetakan itu,dr dl naksir berat eeh taunya mba endang punya..saya tggl dipekanbaru mba...udh prnh jg liat di ace hardware tp gak ada yg bongpas gt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Jeani, saya beli di titan Mba. Awalnya pengen yang bulat saja gak pakai gerigi2 ditepiannya, udah cari kemana2 gak nemu, ya sudah akhirnya ada di titan yang ini, sikat dah, soalnya dah lama pengen bikin pie coklat wakkakak

      Hapus
    2. Mbak jeany, slm kenal. Saya aishah dr pku juga. Cetakan pie bongpas ada dijual ditoko bahan kue juita yg dibelakang ramayana sudirman.

      Hapus
    3. thanks ya mba atas bantuannya, pasti informasi ini sangat berguna buat mba jeany.

      Hapus
  9. Mbak Endang, boleh tau choco chips yang digunakan itu merek apakah... pingin banget nemu yang bentuknya begitu... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ayie, saya beli di titan, gak ada merk mba, kemasan kotak plastik. Tapi yang ini milknya banyak, jadinya meleleh kala dipangang, kepengen nemu yang kadar susunya dikit, yang dark choco, jadi kelihatan cantik kalau dipanggang.

      Hapus
  10. mba aku adanya microwave kira2 bisa di pakai kan ya? ... aku aga bingung soalnya baru tau kalo oven dan microwave itu beda pas liat di bungkus puff pastry..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, wah sayangnya saya belum pernah coba bikin cake atau pie pakai micro. Saya rasa untuk pie crust/kulitnya gak bs pakai micro ya, harus pakai oven untuk membuatnya matang dan coklat

      Hapus
  11. Salam kenal mbak Endang, sebelumnya sy minta maaf soalnya sdh byk resep mbak sy coba tp tdk minta izin apalagi resep kue kukus tape singkong n chocochips (sdh berulamgkali) soalnya enaaak. Kemarin baru buat linzer torte n saking semangatnya lupa masukkan kulit jeruk hhh...tp rasanya tetap lezat n kacangnya sy sangrai. Sukses deh mbak Endang bikin sy penasaran dgn resep ini, takut buatnya tp teringat terus jd bikin dengam dag dig dug tapi jadi akhirnya. Maaf ya mbak komentarnya puanjaaang��


    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal mba Waty, thanks sharingnya yaah. Wah linzer torte itu rada2 ribet ya buatnya, terutama bagian ayam menganyam permukaan pie wakakak. Saya ikutan senang resepnya sukses dicoba mba, silahkan dipraktekkan resep2 JTT, sukses selalu yaaaa

      Hapus
  12. pagi bu endang...salam kenal...saya pingin tny apa maksudnya api atas bawah bu?trus oven saya tdk ada pengatur suhunya,bagaimana saya untuk mengetahui suhu ruangan oven trsebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, biasanya oven listrik atau gas ada pengapian atas dan bawah, jadi panasnya datag dari 2 sumber ya bukan hanya bawah saja, Oven yang seperti ini lebih maksimal dalam memanggang. tidak ada pengatur suhu berarti harus mengira2 sendiri mba, jadi saat memanggang harus selalu dicek dan dilihat kue yang sedang dipanggang

      Hapus
  13. Siang mbak endang, saya senang baca resep-resep mbak. kemarin saya mencoba pie coklat ini enak, kata kakak saya sih kulitnya agak keras mungkin saya terlalu lama menguleninya dengan tangan dan untuk fillingnya kemarin saya coba untuk buat lagi tanpa kulit pie ternyata enak juga. mbak endang saya penasaran nih dengan resep chiffon pandan kemarin udah coba 2 kali dua-duanya gagal, entah kenapa kalo resep mbak endang saya punya keyakinan selalu berhasil

    BalasHapus
    Balasan
    1. siang mba julia, thanks ya sudah menyukai jtt dan meluangkan waktu mampir kesini. kulit pie ini menurut saya super renyah dan mudah dipermak, nggak terlalu rapuh juga jadi gak kuatir pie akan hancur saat dilepaskan dari loyang, memang terlalu banyak menguleni akan membuat pie keras ya.

      pandan chiffon resepnya baru hari ini saya posting yaa, jadi silahkan di cek saja hehheheh

      Hapus
  14. Wah ngiler sama resep ini mba, udh lama cari resep pie cokat ini. izin copast y mba..oh y mba mau nanya mba chiller kulkas apa y mba? bedakah sama kulkas? klau gak punya dan mentega nya di masukkan k frezer aja gmn mba, bakalan sama gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba uni, silahkan dicoba ya mba, moga sukses ya.

      kulkas umumnya terbagi dua ya: chiller bagian bawah untuk menyimpan sayur mayur, minuman dan makanan; dan freezer bagian atas untuk membekukan makanan. Jadi chiller dan freezer itu jadi satu dlam 1 kulkas ya. Jangan masuk freezer ya mba menteganya.

      Hapus
  15. mbak, ini bisa dipake buat isi pastry ga? kalo iya, apakah kudu dibake dulu atau langsung adonannya diisiin ke pastry lalu dipanggang? thanks !

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba maria saya agak bingung sama pertanyaanya ya, pastry jenis apa ya? karena pastry itu macam2 jenisnya: puff pastry (danish, cronut, croissant), flaky pastry (pie), donat juga termasuk pastry.

      Hapus
  16. Mbak endang... mau tanya donk.. waktu mbak endang coba resep ini.. mbak menggunakan mentega Atau margarine ya... thanks ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba andien, saya pakai mixed margarine dan mentega ya mba. 1 : 1 ya.

      Hapus
  17. Mbak Endang, kalo ini pake cetakan pie diameter 16cm, satu resep bisa jadi 2 g ya mbak kulit pienya? Soalnya g punya yg size 10, nyari g dapet2 yg bongkar pasang. Paling kecil 16cm.
    Makasih mbak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba lia, kayanya bisa jadi dua ya mba. saya juga punya loyang 16 cm.

      Hapus
  18. Oke makasih mbak endang...muach...muach...

    BalasHapus
  19. Bedanya apa ya mb pie crust yg pake telur dan pake telur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau pakai telur biasanya lebih moist, lembut, mirip adonan nastar
      kalau nggak pakai telur, teksturnya garing, flaky dan berlapis2 ya

      Hapus
  20. mbak, kl fungsi roombutter apa ya? saya suka pake ke kue kering semata mata biar wangi aja dan ukurannya pun asal...hehehe
    galuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, roombutter dan butter itu sama ya, keduanya adalah mentega. namun biasanya roombutter memiliki aroma harum dibandingkan butter biasa, dan dikemas didalam kaleng serta harganya lebih mahal. saya sendiri biasanya pakai butter biasa saja dan menambahkan vanilla extract supaya harum. kecuali untuk nastar saya pakai wysman yang sepertinya masuk ketgori room butter

      Hapus
  21. hai mba endang, saya penggemar berat resep
    -resep mba. Saya mau tanya mba, kenapa ya setiap adonan pie yg saya buat pake air es adonannya begitu digilas awal-awal bisa melebar tapi lama kelamaan jd makin elastis susah melebar jd begitu di cetakan kulit pie nya jd turun. Tapi kalo ga pake air es kulitnya ga bisa digilas karna masi berupa remah2. Ada tips ga mba biar adonan kulit pie bisa
    tetep digilas, tapi ga turun, hasilnya tetep renyah. Mohon pencerahannya mba :<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Isna, kulit pie harus dihandle dengan lembut, tidak boleh terlalu banyak dipermak karena akan keras dan elastis serta tidak empuk dan remah lagi. Kuncinya adalah mentega dingin yang banyak dan yep tetap harus pakai air es, tpi dalam porsi sedikit saja, saya biasanya hanya diciprat2kan saja sampai bisa digumpalkan. memang terlihat remah tapi ketika disatukan akan menggumpal dan akan rileks kala didiamkan di chiller

      Hapus
  22. Halo mba endang.. mba, itu loyang pie mininya yg bongkar pasang yaa..?? Belinya dimana, mba? Naksir berat nii.. kebanyakan penjual menjual loyang pie mini yg bawahnya nyatu dng pinggirannya..
    -rizi-

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Rizi, yep bongkar pasang ya mba, saya lupa beli dimana wakkakak, soalnya saya kalau jalan2 lihat ada yang lucu langsung sikat. Kyanya mungkin di Titan ada ya.

      Hapus
    2. Waahh.. hrs rajin2 cuci mata niih.. mba, ternyata bikin pie mini lumayan makan waktu dan bikin kaki pegel2 yaa.. aku baru aja selesai buat pie daging jamurnya jtt. Kakikuuuu.. jd pegel n ngilu2 heheee.. dah gitu nyucinya lumayan bikin heboh jg.. hrs disikat satu2.. ada siih keinginan untuk buat di loyang besar aja.. tp kok ya sepertinya ga pas pie asin diloyang besar... hawatir waktu dipotong berantakan ��
      waaduuhh jd curcol begini ��
      Rizi

      Hapus
    3. Iyaaa, emang gempor kalau bikin pie mini, saya suka gak sanggup berdiri lama2 di dapur. Saya sering bikin gede saja, potong2, berantakan dikit gak papa, dimakan sendiri wakakkakak.

      Hapus
  23. Mba Endaang, mau tanyaa.. maksudnya masukan beras agar adonan tetap flat saat dipanggang tu gimana ya mba? Aku pernah bikin pie susu, prasaan adonannya udah aku gilas rata trs aku pasang ke loyangnya jg udh rata, tp pas mateng ada adonan yg lebih tebel ada yg tipis gitu.. apa maksud si beras biar bs rata gitu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. beras hanya sebagai pemberat ya mba, jadi ketika kulit pie dipanggang tetap rata tidak bergelembung. kalau adonan ada yang tebal tipis itu karena memang tidak rata ketebalan adonan yang dibuat ketika dicetak di loyang

      Hapus
  24. Halo mba Endang, salam kenal :) blognya keren banget deh, hehehe...
    MBak ENdang, pie ini tahan berapa hari ya? penyimpanan di kulkas gimana apa dibungkus pake plastic wrap ato masuk aja ke wadah kedap udara. btw, apa kulit pie-nya bisa bertahan kerenyahannya klo masuk kulkas? Makasih Mbak Endang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba sandra, salam kenal dan thanks sudah menyukai JTT.

      pie ini tahan 1 minggu lamanya di chiller, tidak akan serenyah ketika baru keluar oven, jadi mungkin bs dipanaskan sebentar di oven supaya tetap renyah mba. simpan di dalam wadah dan tidak terkena udara kulkas saja.

      Hapus
  25. Halo mbak,, ak mau tanya, beras yang sudah dipakai atau di panggang apakah bisa dipakai kembali untuk masak nasi? atau setelah dipakai untuk pie sudah tidak bisa dipakai lagi? Adakah pengganti selain beras dan kedelai? Terima kasihhh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba renny, saya belum pernah coba mba, mungkin bs ya, penggantinya adalah pemberat lainya yang aman untuk makanan ya, kalau ada batu2 kerikil kecil yang sudah dicuci bersih boleh kok.

      Hapus
  26. hai mba Endang, mau nannya dong hehe resep isian pie ini sama yang isian french silk chocolate tart enak mana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. enak ini ya, frech silk isiannya tidak dimasak dan cenderung agak berlemak menurut sya hehehe

      Hapus
  27. ini kayak brownies gitu ya mba?padat? :D eh iy mba mau nnya lagi, aku mw bikin di loyang besar yang kira2 20cm an brti kan stengah resep ya, gula nya bener cuma segitu gak kurang manis ya mba? di pie mu yang lain gulanya agak banyak soalnya hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, yep ini isinya kaya brownies ya. Untuk pie crust karena browniesnya sudah manis maka gula di crustnya saya gak terlalu banyak, kalau pie lain isiannya biasanya asam.

      Hapus
  28. Mbak, mau tanya. Kalau pie crust 1/2 matang, bisa disimpan dulu di kulkas sebelum diisi? Tahan berapa lama?
    Resep custard filling di resep Dadar Gulung Pandan & Vanila, bisa dijadikan filling di pie nggak?
    Oh ya, saya pernah lihat di acara masak-masak, ada pie yg setelah kulitnya dipanggang (saya nggak ngeh itu matang atau setengah matang), setelah fillingnya diisi nggak dioven lagi, tapi didinginkan di kulkas. Itu bedanya dimananya ya mbak? Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, pie crust bs dipangang 1/2 matang dan simpan dikulkas. Kalau chiller sekitar 3 hari ya dalam kondisi tertutup rapat tidak boleh kena udara kulkas.

      custard vanilla bs dipakai untuk isi, tapi sebaiknya pie tidak dipanggang lagi, jadi pakai kulit pie yang sudah dipanggang hingga matang. Kalau custard jenis ini dipangang akan retak.

      pie dengan filling seperti custard yang sudah dimasak tdk perlu dipanggang lagi

      Hapus
  29. mbk endang,aku sudah buat.tp fillngnya waktu di oven kenapa meluber ya? wkwkwkwkwkw.. kenapa ya mbk? gak secantik pei nya mbk endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. filing tidak boleh terlalu banyak isi mba, dan jangan panggang terlalu lama, jika sudah terlihat mengeras keluarkan sj dari oven ya

      Hapus
  30. Mbak mau tanya apakah unt pie susu dgn menggunakan kulit pie diatas untuk pemanggangan hrs kulit pie dlu baru kemudian toping susunya ataukah bisa bersamaan?
    Terimakasihjavascript:;

    BalasHapus
  31. Mbaaa baru pertama nyoba udh enak bgt asal sesuai petunjuk hihihi dibagiin ke tetangga langsung disuruh jualan pd mau beli ktnya pdhl selama ini tiap bikin kue adaaa aja slhnya, mksh bnyk ya mba resepnya enak bgt diikutin buat pemula ky saya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Ayu sharingnya ya, senang resepnya disuka, wah bs mulai usaha jualan kue tuh mba ^_^

      sukses yaa

      Hapus
  32. Salam mba endang.. setiap hari pasti liat blognya mbak, keren2 resepnya anti gagal makasi ya mba :D
    Beda resep pie tanpa air dan dengan air apa ya mba? Trus kalo kayak pie susu bali itu yg lumer di mulut tapi ttap padat, apa tipsnya ya mba? Makasi ya mbaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mb Izzy, saya biasanya hanya pakai air sedikit saja hnya untuk supaya adonan kulit tidak remah dan mau meggumpal. Biasanya kalau air banyak kulitnya lebih keras.

      Hapus
  33. Gitu ya mbaa waduh pantes tadi malam buat kebanyakan air jadi keras bgt mba. Mba kalo ini isinya dibuat brownies ubi ungu resepnya gmana ya? Trus yg resep pie labu kuningnya mbak, tahan brapa lama ga mba di suhu ruang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mb Izzy, saya kurang tahu mengenai brownies ubi ungu ya. Pie labu tahan 1 hari sj di suhu ruang

      Hapus
  34. Mba saya tanya, itu saya udah bikin hasilnya enak tapi kok setelah agak lama jadi keras sekali ya? Saya yang salah dimananya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini yang keras apanya ya? cakenya atau kulitnya. Kalau cake, teksturnya seperti brownies. Kalau kulit pie keras berarti terlalu banyak dipermak.

      Hapus
  35. Halo Mba Endang..
    Aku nyoba resep ini udah beberapa kali, daaaaann yaaampun di-idola-i banyak orang rumah, sampe tetangga mesen segala buat dia kalo meeting kantor.

    Crustnya enaak, rasanya pas, isiannya duh jangan ditanya.
    Makasiiii sekali resep-resep kecenya, next mau bikin roti dari ubi ungu itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Adelina, thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka, sukses ya

      Hapus
  36. salaam... makasih banyak untuk tips2 nya berguna banget. Saya mau tanya, klo mau buat pie susu dgn resep pie crust yg ini bisakah klo dbuat crust nya terlebih dl (disimpan d kulkas) baru saat dibutuhkan filling nya qta buat kemudian?
    klo bisa, crust nya dibuat setengah matang dl? bagaimana cara memanggangnya lagi?
    trim's
    - ika -

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ika, adonan pie crust mentah bs disimpan di chiler selama 3 hari atau freeer hingga 1 bulan lamanya, yang penting harus dibungkus rapat. Hendak dipanggang setengah matang juga bs mba.

      Hapus
  37. Mba Endang, resep ini cetar bangett.. Udah 2x buat dan hasilnya sukses semua, tapi yg kedua sy kurangi jd 200 g karena terlalu manis buat saya.. Makasih ya mba, sukses selalu

    BalasHapus
  38. Hi, mbak Endang kalau bareng manggangnya gak dipisah satu-satu adonan crust sama fillingnya boleh gak mbak? Tetap matang merata gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ida, bisa Mba, cuman kulit pienya kurang garing ya

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...