02 Juli 2011

Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah


Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Update 15 Maret 2016

Halo, saya tahu resep Pizza ini banyak penggemarnya dan mungkin banyak hal yang ingin anda tanyakan seputarnya. Namun sayang sekali kapasitas komentar di artikel ini sudah maksimal sehingga komentar baru tidak bisa lagi saya publish. Untuk pertanyaan seputar Pizza Pepperoni, anda bisa email langsung ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com atau melalui FB Just Try & Taste atau Twitter @justtryandtaste.com. Terima kasih.


Mungkin judul di atas terlalu provokatif bagi anda, walaupun menurut saya sama sekali tidak. Jika anda mengikuti step by step membuat pizza yang pernah saya posting sebelumnya di Mudahnya Membuat Pizza: Pizza Sosis dan Daging Asap atau yang kembali lagi saya tampilkan kali ini, maka tidak ada lagi uang yang terhambur untuk membeli satu loyang pizza di resto. Sekali anda berhasil membuat adonannya maka tidak ada lagi yang bisa menghalangi anda untuk menciptakan puluhan jenis topping pizza yang sedap. Bahkan, bahan apapun di kulkas bisa anda kreasikan menjadi pizza. Selain itu, adonan pizza ini bisa anda simpan di dalam freezer untuk penggunaan di lain kesempatan. Adonan beku ini tahan hingga 3 bulan dalam plastik tertutup rapat. Ketika akan anda gunakan, letakkan adonan beku di chiller/rak kulkas dan biarkan hingga adonan menjadi lembut kembali. 

Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT
Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Pada awalnya, saya beranggapan membuat adonan pizza pasti sangat sulit dan memakan banyak biaya. Gara-garanya, dulu, dulu sekali, saya pernah melihat dalam satu tayangan televisi proses pembuatan pizza di sebuah resto di Italia. Di benak saya lantas tercetak bayangan seorang chef Italia yang membanting-banting adonan pizza di meja stainless steel berkilau dan kemudian melemparkannya tinggi-tinggi ke udara. Hebatnya, adonan pizza pun menjadi melebar seukuran nampan besar. Sayapun lantas mengira jika membuat adonan pizza harus melewati proses akrobatik tersebut, jika tidak maka adonan akan berakhir gagal. Padahal membuat adonan pizza sama halnya seperti ketika kita membuat adonan roti umumnya, bahan dasarnya adalah tepung terigu, ragi, air dan garam dengan sedikit minyak. Adonan kemudian diuleni hingga kalis dan selebihnya ragi yang bekerja untuk anda, merubah adonan menjadi lembut, elastis, lentur, mengembang dan mudah dibentuk.

Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Kembali ke masa kegelapan dimana saya memandang membuat pizza adalah suatu kegiatan yang ekslusif, hambatan berikutnya dalam membuat makanan ini adalah saus dan bahan topping-nya. Bagi saya yang pemula dalam urusan ini, resep sausnya cukup ribet dan bahan untuk topping-nya pun tergolong mahal bagi dompet. Padahal jika saja kita mau sedikit kreatif maka bahan-bahan topping bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan kemampuan, tanpa terlalu banyak merubah rasanya. Contohnya penggunaan keju mozzarella di resep, saya sering melotot melihat harga mozzarella seukuran kotak kecil 5 x 5 cm yang mencapai puluhan ribu rupiah, karena itu saya lantas menggantinya dengan keju merk Kraft mudah meleleh dan keju cheddar parut yang harganya jauh lebih terjangkau. Sausnya pun  ternyata juga sangat mudah untuk dibuat, ciri khas saus ini terletak pada penggunaan daun rempah khas masakan Italia yaitu Italian seasoning. Daun-daun kering ini menciptakan taste unik pada saus pizza, spaghetti atau lasagna. Anda bisa mendapatkannya di supermarket besar dalam botol plastik kecil. Cukup gunakan seujung kuku saja untuk memberi aroma khas herba Italia pada saus pizza anda. Satu botol daun rempah dengan harga yang sangat terjangkau ini bisa anda gunakan untuk berpuluh-puluh masakan.

Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Jika anda tertarik untuk memulainya, ada banyak sekali resep adonan pizza yang bisa anda temukan di internet atau buku masakan. Saya sendiri memilih untuk menggunakan resep di bawah ini. Sejak menemukan resep adonan pizza ini saya tidak pernah lagi melirik resep lainnya apalagi melirik pizza di resto. Menurut saya, adonan pizza dari Peter Reinhart ini sangat lezat, mudah dibuat dan pas dengan selera saya dan Tedy. Selain itu, kami berdua dan anggota keluarga lainnya memang lebih suka dengan roti pizza yang tipis dan crispy ketika digigit, karena pizza terasa lebih ringan dan tidak cepat eneg meskipun dengan aneka topping berat diatasnya. Jika anda mencoba resep adonan yang saya posting ini, anda akan menemukan adonannya sangat lembek dan tidak sekenyal adonan roti umumnya. Namun justru itu menjadi keunggulannya, selain membuat anda tidak memerlukan banyak tenaga untuk menguleninya,  roti yang dihasilkan pun menjadi lebih empuk dan crispy. 

Berikut resep dan cara pembuatannya ya. 

Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Pizza Pepperoni
Resep adonan pizza diadaptasikan dari buku The Bread Baker's Apprentice by Peter Reinhart - Napoletana Pizza Dough 
Saus pizza hasil modifikasi sendiri
  
Untuk 2 loyang pizza dengan diameter + 25 cm

Bahan adonan pizza:
- 500 gram tepung terigu protein tinggi (saya menggunakan Cakra Kembar)
- 1 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok teh (7 gram) ragi instant, pastikan fresh dan tidak kedaluarsa (saya pakai Fermipan)
- 50 ml minyak sayur  atau minyak goreng biasa (saya menggunakan minyak zaitun)
- 400 ml air es 
- sedikit tambahan terigu untuk taburan di meja

Bahan saus:
- 1 buah bawang bombay ukuran kecil, cincang halus
- 2 butir bawang putih, cincang halus
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 1/4 sendok teh pala bubuk
- seujung kuku Italian seasoning
- 70 gram saus tomat botolan
- 20 gram saus sambal botolan (ganti dengan saus tomat jika tidak ingin pedas)
- 1 1/2 sendok teh gula pasir
- 1/4 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh kaldu bubuk
- 50 ml air

Bahan topping:
- 6 butir jamur kancing, iris tipis
- 1 butir bawang bombay ukuran kecil, belah menjadi empat bagian dan lepaskan lapisan-lapisannya.
- Beef pepperoni secukupnya (kira-kira 30 - 40 lembar)
- 1/2 batang keju Kraft mudah meleleh, potong bentuk kubus ukuran 1 x 1 cm
- 50 gram keju cheddar parut untuk taburan, tambahkan jika kurang

Cara membuat:
Membuat adonan pizza

1 hari sebelumnya....

 Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung terigu dan ragi, aduk rata. Tambahkan  garam aduk hingga rata. Masukkan air es dan minyak sayur, biarkan hingga air dan minyak meresap. Dengan menggunakan spatula plastik, aduk hingga tercampur rata dan menjadi adonan yang basah. 

Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Pastikan tangan anda bersih, celupkan tangan dengan sedikit minyak sayur, bentuk jari-jari anda melengkung seperti sendok dan mulai menguleni adonan. Caranya dengan menarik adonan dari bagian tepi mangkuk dan melipatnya ke atas. Putar-putar mangkuk selama menguleni adonan agar semua sudut adonan teruleni dengan baik, jika adonan dirasa terlalu basah dan lengket di mangkuk, taburi sedikit demi sedikit dengan tepung terigu dan terus uleni hingga adonan tidak menempel di dinding mangkuk. Jangan berlebihan dalam menaburi tepung, adonan yang terbentuk lembek, lembut dan sangat elastis. Adonan dianggap jadi jika tidak menempel lagi pada dinding mangkuk namun masih melekat di dasar. 


Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Siapkan meja yang telah ditaburi dengan tepung terigu, tuangkan adonan ke atasnya, bagi adonan menjadi 4 bagian. Taburi bagian atas adonan dengan tepung dan bentuk masing-masing bagian menjadi bola yang halus dan lembut. 

Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Lumuri masing-masing bola adonan dengan minyak yang agak banyak, masukkan ke dalam kantung plastik, keluarkan udara yang terdapat dalam kantung dan ikat ujung plastik rapat-rapat. Masukkan plastik berisi adonan ke dalam kulkas, diamkan selama semalam. 

Note: cara di atas merupakan cara yang saya ambil dari resep asli pizza Peter Reinhart, anda bisa memperpendek waktu dengan mendiamkannya sampai adonan mengembang, tanpa perlu memasukkannya ke dalam kulkas semalaman. Untuk rasa, adonan yang didiamkan semalam di kulkas memiliki rasa lebih lezat. 

Membuat saus:
Siapkan wajan, panaskan 1 sendok makan minyak. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan berwarna sedikit kecoklatan. Kecilkan api, masukkan saus tomat, saus sambal, merica, pala, Italian seasoning, garam, kaldu bubuk dan gula pasir. Aduk rata, tambahkan 50 ml air dan masak hingga saus mengental. Cicipi rasanya dan angkat. 

Menata pizza:
Panaskan oven, set disuhu 175'C. Letakkan rak di tengah oven. Siapkan loyang bulat diameter 25 cm, bisa menggunakan loyang untuk memanggang kue kering. Karena semua adonan saya panggang menjadi dua loyang pizza maka satu bagian saya  menggunakan loyang besi dan satu bagian menggunakan loyang alumunium biasa (gambar di bawah).

Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Keluarkan adonan pizza dari dalam kulkas dan plastik, letakkan adonan di atas loyang. Tekan-tekan adonan dengan menggunakan ujung-ujung jari hingga adonan melebar dan memenuhi seluruh permukaan loyang. Adonan sangat lentur dan elastis sehingga tidak sulit untuk mengaturnya, jika adonan terasa lengket, celupkan ujung jari ke minyak.

Oleskan permukaan adonan dengan saus, tata irisan pepperoni, jamur dan bawang bombay diatasnya, sebarkan potongan keju Kraft mudah meleleh kemudian terakhir taburi dengan keju cheddar parut. Panggang  pizza selama 30 menit, atau hingga pizza tampak mulai berwarna kuning kecoklatan. Jika pada saat memanggang permukaan pizza tampak kecoklatan sementara roti belum matang, tutup permukaan pizza dengan alumunium foil dan panggang hingga pizza matang.

Note: waktu memanggang bisa berbeda-beda tergantung oven yang anda gunakan. Pastikan tepian roti telah berwarna kuning kecokalatan, tanda pizza telah matang. Terlalu lama memanggang akan membuat pizza keras. Agar roti pizza  lebih lembut dan empuk, buatlah pizza agak lebih tebal. Terlalu tipis akan membuat pizza lebih keras.

Pizza Pepperoni: Stop Membeli Pizza, Buatlah Sendiri di Rumah JTT

Keluarkan pizza dan potong-potong sesuai selera, sajikan selagi hangat. Yummy!




269 komentar:

  1. Resep roti untuk pizzanya pas banget deh.. empyuk n bikin ketagihan. aku dah coba loh.. boleh yah aku copy resepnya n aku share ke temen-temen ku..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Lina, silahkan jika mau di copy dan share ke temen-temennya. Thanks atas komentarnyta ya. Salam ^_^

      Hapus
  2. Hallo mbak, blognya sangat bermanfaat sekali bagi pemula seperti saya.
    Ohya, saya mau bertanya
    1. Apakah adonan pizzanya wajib di simpan seharian(maksud sy apakah tidak bs langsung digunakan)
    2. Disimpannya di freezer atau dibawah? jk ingin memakainya, dipakai dalam keadaan dingin atau dibiarkan dulu dalam suhu ruang?
    3. Kebetulan saya tidak pny oven, apakah sy bs menggunakan teflon (maaf menyebut merek seperti happy call).
    Terimakasih ya atas infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, salam kenal dan thanks atas pertanyaanya.
      1. Tidak wajib disimpan 1 malam, diamkan saja 1 jam hingga kembang dan bisa langsung digunakan.
      2. Jika ingin digunakan keesokan harinya maka bisa simpan di kulkas rak bawah ya bukan freezer dalam plastik tertutup rapat. Jangan terkena udara kulkas langsung karena adonan akan mengeras.
      3. Saya belum pernah menggunakan happy call, tapi saya telah mencoba pizza versi goreng, Bisa lihat di link ini: http://justtryandtaste.blogspot.com/2012/04/amatir-cooking-class-dengan-ririn-pizza.html

      Semoga membantu dan selamat mencoba ya ^_^

      Hapus
    2. mau tanya soal nomer 1, diamkan hingga mengembang ituu di suhu ruang atau gimana mba?

      perlu ditutup serbet basah atao semacamnya?

      makasiie ^.^

      Hapus
    3. diamkan di suhu ruang saja, pakai serbet basah atau kering keduanya bisa ya

      Hapus
    4. Mba mau tanya adonannya sehabis dari chiller pad mau dpakai ap lgsg dmasukkan dlm keadaan dingin ke loyang atau didiamkan dl disuhu ruang?

      Hapus
    5. Diamkan dulu di suhu ruang bentar ya supaya kembang, baru di tata di loyang

      Hapus
  3. Hallo mbak, aku dah nyoba pizza gorengnya. Dan mereka bilang uenak bener :) apalagi kalo makannya lagi hangat2. Saya akhirnya pake happycall, tapi adonannya gak terlalu tebel biar bs matang. Ohya mau tanya lagi, ada 2 potong yang masih blm termakan, tapi kalau saya goreng lagi sebentar malah jadi keras. Gimana ya menyiasati sisa pizza agar bs garing lagi? (soalnya saya tipe orang yg makannya dikit2).ohya, kalau adonannya saya simpan dikulkas, bisa tahan brp lama ya, harian atau jam-an?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya pizza tersisa saya masukkan ke freezer dalam tupperware atau plastik rapat dan microwave saat akan disantap. Kalau dimasukkan ke kulkas rak bawah suka kering dan gak empuk lagi kalau dipanaskan.

      Demikian juga dengan adonan pizza, kalau banyak biasanya saya masukkan plastik, ikat rapat dan bekukan di freezer. Kalau mau dipanggang, malamnya saya taruh di kulkas bawah agar lembut kembali dan panggang keesokan harinya. Yang terpenting jangan sampai adonan terkena udara langsung saat disimpan di kulkas. Thanks ya.

      Hapus
  4. mbak didaerahku ada pizza mozzarella harganya 75k perkg merknya margo utomo, itu bisa pakai itu gak ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keju mozarella maksudnya Mba? Saya rasa merk apa saja asalkan mozarella bisa dipakai. Disini mozarella mahal benerrrrr, hehheh, saya ganti pakai cheddar.

      Hapus
  5. iya2 salah ketik, di daerah mbak berapaan ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. mozarella disini berat sekitar 150 gram harganya 60 rb Mba ^_^

      Hapus
  6. mbak, ngulen pake mikser boleh ga ya?

    BalasHapus
  7. mbak nanya dooonk...
    saya baca beberapa resep adonan pizza disini..yang paling enak yg mana sih?kalo yang paling gampang sih yang ga pake diulenin itu ya...hehe
    trus ada yang pake air hangat ada yang pake air es?bedanya apa ya mbak?lebih mantep yang mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, saya paling suka dengan adonan pizza dari Peter Rainhart, walau sebenarnya sama saja sih heheheh. Ini linknya: http://www.justtryandtaste.com/2011/07/pizza-pepperoni-stop-membeli-pizza.html

      Hapus
  8. raginya kalo langsung masuk ke lemari es gak mati ya mbak> masih bs ngembang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Umie, nggak mati kok Mba. saya justru selalu simpan ragi yang sudah terbuka bungkusnya di kulkas supaya gak rusak. Ragi yang sudah terbuka bungkusnya gampang hilang keaktifannya.

      Hapus
  9. Hi mba...Gk pernah nyangka akhirnya bs bikin pizza sendiri. Dulu tuh mikirnya pasti susah bgt, krn prnh ngeliat di tv cara membuat dough-nya kyknya ribet bgt. Tp ternyata pas weekend kmrn cb buat, dan SUKSES hehehe.... Walopun ada 1loyang yg gagal (aq sebut gagal krn hasilnya kering dn agak keras, krn manggangnya kelamaan), tp 3 loyang lg hasilnya memuaskan. Rotinya empuk, plus aq modif dgn tambahan cheese stuffed di pinggiran crust-nya, yummy bgt.. Gk kalah enaknya dgn pizza yg terkenal tuh hehehe.. Dgn ngeluarin duit seharga 1large pan pizza utk beli bahan, udh bs dapat 4 medium pan homemade pizza.. Thanks bgt mbaa :)

    - Rosiva -

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rosi, thanks sharngnya ya, senang sekali membacanya. Yep, membuat pizza sendiri jauh, jauh lebih guampang, enak dan murah heheh.

      Hapus
  10. Mbk makasih byk resep2nya, saya suka bgt! Step2nya jelas dan detail. Oia, klo adonan pizza yg ini tahan brp lama klo disimpen di kulkas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Devina, tahan 1 malam saja di chiller ya dalam wadah tertutup rapat. Di freezer bisa sampai 1 bulan.

      Hapus
  11. mbak endang, akhirnya sabtu kemarin aku bikin pizzanya. msh belum berhasil dengan adonan rotinya eh mbak. waktu dimasukkan kulkas, adonan ngembang buanget trus meletus, jadinya aku masukkin ke plastik lagi. gak lama aku panggang malah bantat. tadi malam nyoba bikin lagi, di plastik ndak terlalu ngembang tapi tetap empuk, jadinya sih masih kurang krius2, meski sudah lumayan sih rasanya. kria2 salahnya dimana ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Umie, coba kurangi takaran raginya, sepertinya terlalu banyak ragi. Skip saja proses memasukkan ke kulkas, setelah dikembangkan adonan bisa langsung di taruh di loyang. kalau mau kering dan renyah harus pakai pizza stone atau loyang besi, panas tinggi membuatnya renyah. Pizza harus dipanggang di pven dengan suhu sangat tinggi.

      Hapus
  12. Salam kenal, mbak endang. saya baru tahu kalo adonan pizza sebelum dipanggang harus masuk kulkas dulu semaleman. patut coba deh. thanks infonya ya mbak...boleh dicopy, ya...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Yuni, resep Peter Reinhart ini memang mengharuskan begitu, banyak resep pizza lainnya yang gak perlu masuk kulkas kok Mba hehehe.

      Hapus
  13. Top dech mbak resepnya,
    Udah saya cobain pagi ini, walopun cuma sejam masukin ke kulkasnya, sambil nunggu adonan roti disambi belanja buat isian toping..
    Alhasil dapat pujian dari suami juga putri saya.
    Makasih ya mbak udah berbagi ilmunya,
    Salam kenal dari saya di jogja!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, salam kenal juga ya. Thanks sharingnya ya Mba, gampang bikin pizza sendiri ya, dan anak2 juga suka. Sukes selalu ya! ^_^

      Hapus
  14. mba endang kalo ga masuk kulkas, didiemin di suhu ruang semaleman bisa ga?
    belum punya kulkas soalnya.. hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Wina, saran saya jangan ya. Terlalu lama fermentasi (suhu ruang mempercepat ragi bekerja) akan membuat ragi kehabisan makanan dan mati. Akibatnya roti akan terasa getir, asam dan terasa seperti alkohol.

      Hapus
    2. oh,,, paling banter 1 jam-an mungkin ya mba? mksh advice nya
      belum nyoba soalnya nunggu jawaban dulu :)

      Hapus
    3. Hai Mba Wina, yep, paling banter 1 -2 jam saja ya. Di luar itu sebaiknya masuk kulkas ya.

      Hapus
  15. Mbak endang wah resepny bikin ngiler, palagui kami doyan pizza..mau tanya mbak, kt mbak endang pizza hrs dpanggang dlm suhu yg sangat tinggi kan..Nah berhubung saya cuma punya otang apa bisa? Dan apa berarti apa yang digunakan hrs besar? Soalny kl b kn cake saya pake api kecil supaya tidak gosong..terimakasih penjelasanny..yani-jember.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Yani, yep basicnya pizza memang dipanggang dalam oven dengan suhu sangat tinggi. Tapi bukan berarti gak bisa dipanggang di otang, panaskan saja dulu otangnya hingga panas ya. Hasilnya memang berbeda dengan oven dengan api atas bawah, kalau pakai otang kemungkinan permukaan pizza kurang garing dan warnanya kurang kecoklatan. Supaya nggak gosong bagian bawah dan atas kering, di double saja loyangnya ya.

      Hapus
  16. Mba, aq sedih bgt , masak bikin doughnya aja gagal ya... Jd nya cair bgt, trus aq tambahin tepung terus jadinya, ehh malah ga elastis2. udah 30 menit ngadon di mixerku (kitchen aid heavy duty). Hiks hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Dita, wah pastikan raginya masih berfungsi ya, dan takarannya benar. karena kalau sudah pakai kitchen aid pastinya berhasil tuh hehehhe. Coba baca link ini: http://www.justtryandtaste.com/2012/06/buatlah-roti-anda-sekarang-i-roti.html

      Dengan mikser heavy duty mungkin hanya butuh waktu 5 menit sja sudah kalis dan smooth.

      Hapus
    2. raginya masih oke mbak, krn malam2nya dia ngembang banget, apa airnya kebanyakan ya? padahal aku 300ml aja ga sampe :(.

      pertama aku ngadonnya di bosch yg katanya oke buat roti, trus krn dia lengket banget padahal udah 5-7menit ngadon, aku pindahin ke kitchen aid, akhirnya aku tambah2in tepung ampe total habis ada kali 600gr tepung jadinya.. huaaa huaaa... aku gagal terus mbak bikin roti pake kitchen aid, hahaha.. yg salah orangnya berati ya... hahaha.

      trus pagi2nya aku paksain panggang, hasilnya bantat tentu saja.hahaha, tapi pizza sauce nya enakk banget, itu resep pizza sauce dr mbak juga.. hahaayy, kata mamah n adikku rasanya lebih enak dr pizza hut, sayangnya bantet, hahaha. malah anakku yg ga doyan pizza hut ngambilin pizza bantet buatanku terus, hahahaha...

      makasih yaaa mbakk... yg pasti aku bakalan komen setiap aku bikin. ini komen ketiga ku setelah nastar, trus roti ulat bulu, dan terakhir ini. hehehe

      thank youuuu soo muchhh ^^

      Hapus
    3. Hai Mba Dita, adonan pizza ini nguleninya gak perlu ngoyo, santai saja. Diamkan dulu sebentar sampai ngembang kalau terlalu lengket saat diuleni. 30 menit saja cukup, adonan akan lemas. Jangan menambahkan tepung banyak. Tahan diri. Tepung banyak berarti bantat wakkakakka.

      Hapus
  17. Hallo mbak endang.. Mau nanya, apabila dough nya selesai di ulenin langsung dimasukan ke chiller? Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, masukkan ke plastik, ikat rapat, masuk chiller Mba.

      Hapus
  18. Mbak Endang, kalo gak dimasukkan ke kulkas pake dilumuri minyak gak? Salam kenal, Linda Pontianak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba LInda, salam kenal juga. kalau gak dilmurui minyak adonan akan lengket di plastik Mba. Kalau bisa memastikan adonan gak lengket di wadah silahkan skip minyaknya ya.

      Hapus
  19. malam mba, saya Priska .. mau tanya mbak, kalo di daerah nya susah buat cari Italian seasoning.. kira2 bisa diganti pake apa ya bumbunya mba ?? terima ksih mbak ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Priska, tapi disupermarket ada saus sphaghetti botolan kan ya? Yang merk Pre**go atau del m***nte? Nah pakai itu saja, saus ini sudah mengandung italian seasoning, jadi aromanya sudah khas, tinggal tambah gula dan garam dikit, untuk rasanya.

      Hapus
  20. mba endang,hasil pizzanya enak (4 jempol). Syg bikin cm 1/2 resep jd cm 2 loyang. Jd aja rebutan sm suami,ibu,bpk sm adik. Lain x bikin yg byk,masing2 1 loyang xixixi... Bner slogan mba,stop bli pizza mending bikin. Dgn modal sdkt dpt yg puas,lbh dr bli di resto pizza. Makasih y mba atas smua resepnya yg keren2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Novi, syukurlah pizzanya disuka hehhehe. Mudah dan enak ya, beli di luar mahal banget, padahal bahan2nya gak terlalu mahal ya. Sip! thanks sharingnya ya Mba.

      Hapus
  21. mbak Endang, saya senang ketemu web ini... banyak resep yang bisa saya coba. Saya sudah coba resep pizzanya, mantap... pas cocok untuk anak saya yang suka makan pizza. Percobaan pertama sukses, percobaan kedua menghasilkan adonan yang kurang sip rupanya karena fermipannya... benar ya, fermipan jadi kuncinya, juga tepungnya..
    Ijin share resep dan link web-nya ya... ilmu memasaknya bermanfaat banget..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rini, thanks sharingnya ya. Yep, keponakan saya juga suka banget sama pizza buatan sendiri ini, gak kalah sama produk restonya heheheh. Fermipan penting ya Mba, cari yang masih aktif dan tanggal kedaluarsanya masih lama, kalau tepung saya suka pakai tepung terigu kemasan supermarket, pakai yang protein tinggi atau serba guna oke kok.

      Hapus
  22. Halo mbak Endang, blog mbak sgt bagus dan sgt bermanfaat, benar2 salut deh dg blog ini.
    oh ya mbak, sy mw tnya ni..
    mbak berapa suhu yg digunakan?api atas bwahkah n berapa menit lma nya mbak,soal ny sy pakai loyang cake diameter 26cm n tinggi 4/5cm gt? lalu, ktka andai kata..pizza nya blm mateng bnar. dan didiamkan d suhu ruangan yg keesokkan hr ni nya baru d lanjutkan memanggang nya, bsa kah itu n bgmn yah mbak?
    Thx a lot mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hali Mba, thanks komentarnya ya. Untuk pizza sebaiknya pakai suhu tinggi (180 - 200'C) dan api atas dan bawah. Kalau bagian atas mudah gosong sedang roti belum matang, tutup permukaan pizza pakai alumunium foil agar gak gosong. Saran saya bikin dengan roti tipis saja, jadi cepat matangnya.

      Saya tidak menyerankan memanggang pizza setengah matang. Lebih baik, mba panggang rotinya dulu sampai matang. olesan dan toppingnya baru dibuat besoknya. setelah topping ditata baru panggang lgi sebentar untuk membuat topping matang.

      moga sukses yaa!

      Hapus
  23. Yup mbak, uda berhasil ni..
    keren bgt mbak blognya, sy uda praktekkan bbrp macem roti, n hasilnya benar2 enak..aplg donat tanpa kentang, benar2 enak tanpa pengempuk roti n tanpa byk menggunakan kuning telur.smp2 org rumah tnya keheranan.
    mbak, share buat roti boy dong, hbs klu beli t harga roti jg nggak murah. Bsakah adonan roti disimpan jg d freezer mbak(tanpa mengurangi keempukan n kualitas roti)?

    Lalu mbak tahu nggak ya, mayonaise(atau campuran mayonaise ny) yg d gnakan oleh tko roti bras****ie, mnrt sy lbh enak d bndgkan dg bread***k..

    salam kenal mbak, yanti-palembang ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yanti, salam kenal juga ya. Untuk adonan roti bisa disimpan di freezer, nggak mempengaruhi kelembutannya kok. asalkan disimpan diwadah tertutup rapat gak boleh kena udara kulkas.

      wah itu rsep mayo nya gimana yaaa, penasaran wakak, thanks sharingnya ya Mba ^_^

      Hapus
  24. blognya bermanfaat banget buat pemula seperti saya. step- stepnya sangat memudahkan. selalu mampir kesini tiap mau bikin kue atau apapun, termasuk pizza ini. izin bookmark blog ini ya mbak. love it, nom..nom.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Riski, sip silahkan dibookmark, senang resepnya disuka. Sukses dan thanks ya! ^_^

      Hapus
  25. mbak,,klo pake mixer gpp nguleninya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai mikser lebih cepat ya Mba, masukkan saja semua bahan adonan dan proses seperti biasa.

      Hapus
  26. salam kenal mba Endang,,mau nanya, klo pake air es, apa raginya gak akan bekerja?
    di resep2 pizza yang lain,,selalu pake air hangat,,apa ada beda di hasil rotinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Vita, pakai air es atau hangat, ragi bisa bekerja. Dengan air es, ragi lebih lambat bekerjanya dengan harapan proses fermentasi yang perlahan sehingga rasa dan aroma roti lebih maksimal karena ragi memiliki kesempatan bekerja maksimal tanpa kehabisan makanan. Untuk resep pizza Peter Reinhart diatas pakai air es ya dan fermenatsi semalam di kulkas, rasa roti lbih enak. mau versi cepat? ganti saja airnya pakai air hangat dan fermentasi 1 jam, bisa juga kok.

      Hapus
  27. Halo Mbak Endang....mau laporan nih, tadi siang aku sdh praktekin resep pizzanya pake toppingnya smoked beef & sosis...adonan disiapkn dari malemnya. Karena terlalu bersemangat loyang pertama pas sdh dipanggang 5 mnt..baru nyadar jamur & bawang bombaynya ketinggalan..jadilah pizza pertamaku keluar masuk oven krn ditambah bhn yg ketinggalan...hahaha. Selama ini blm pernah buat krn ga punya loyang pizza, tp td nekad pake loyang kue kering persegi..jd pizzanya dibikin bundar sendiri. Loyang kedua keju cheddar parut diganti keju lembaran yg dicabik2... Komentar anakku pizzanya enak *hidung kembang kempis...
    Berasa jd chef dyeeh.. Makasih bngt mb resepnya amat sangat bermanfaat, moga pahalanya terus mengalir ya mbak...sehat selalu..

    ~sri han~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, sama kaya saya kalau masak suka banyak yang ketinggalan hehhehe. wah hati2 ntar anak2 sering2 order pizza tuh wakkaka. thanks ya.

      Hapus
  28. Mbak, saya baca di tulisan di atas. kalo adonannya tahan sampak 3 bulan. Apa tidak ada perubahan pada tekstur adonannya selama di freezer? Lalu apa tidak basi ya mbak??

    Terima kasih ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ayu, yep bisa sampai 3 bulan dalam kondisi beku di dalam wadah rapat di freezer ya, tidak boleh kena udara freezer. Saya pernah sekali mencoba pada adonan pizza, hasilnya oke walau tidak sekembang adonan fresh.

      Hapus
  29. Mbak Endang, pls help donk.....:
    1) jika saya membuat adonan ini untuk dipakai kira2 2-3 hari lagi ( maklum mbak, jalanan di sore hari macet gila2an, bikin saya susah atur jadwal ....heheh ). apakah adonanan lsg masuk freezer atau ke chiller dulu stlh min 7 jam br masuk ke freezer ?
    2) saya udah coba 2x mbak , kenapa ya adonan tetap aja lembek,sehingga boro2 bisa dibentuk bulat spt punya mbak Endang. Jd adonan saya tetap di wadah, tp saya tutup rapat atasnya , masuk deh ke chiller. Apa karena air es yg sy pakai terlalu dingin ( sy pakai air dr cairan es batu ). Takaran sich persis spt yg mbak tuliskan diatas. Lama waktu menguleni sekitar 10 menit. Salah saya dimana ya mbak?
    Thanks mbak, Lyta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Lyta,
      1. kalau untuk 2/3 hari sebaiknya masuk ke freezer, jadi harus dibekukan. Kalau cuman semalam bisa masuk ke chiller biasa. Kalau mau di freezer, setelah fermentasi langung bungkus rapat dan masukkkan ke freezer, gak perlu melalui chiller lagi.

      2. adonan memang lembek, karena itu yang membuat roti mengembang dan garing dengan baik. kalau susah diadonin dan dibentuk tambahkan tepung saja Mba,sedikit2 sampai agak keras. Air es gak masalah, memang harus pakai air es ya untuk resep ini.

      Hapus
  30. Minyak zaitun diganti dengan minyak goreng bisa gak ya mbak?

    BalasHapus
  31. Wah.. pas bgt mba.. sy lagi cari2 resep pizza yang gampang dan enak :)
    Ga sabar nyoba nih..
    Oia, klo adonan dibungkus pake cling warp bisa kan mba? Pake diolesi minyak jg?
    Oia, kalo hasil pizzanya mau dibawa, di mana ya bisa dapat kardus pizza? Saya cari di TBK ga ketemu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, ditaruh dimangkuk saja juga bisa kok, asalkan mangkuk ditutup rapat. Kardus pizza belum pernah lihat dijual di TBK heheheh.

      Hapus
  32. mba kalo dah dingin ato sampe besoknya rotinya jadi keras ga mba?

    BalasHapus
  33. dear mba endang..

    satu pertanyaan yang mengusik benak saya (halah bahasanya.. :p )

    adonan selesai diuleni, masukkan plastik,keluarkan udaranya,trus masuk chiller. bener gini kan mba stepnya?

    lah trus si adonan gimana ngembangnya? kan disimpen di plastik..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, adonan tetap kembang, nggak masalah kalau terjepit plastik, adonan tetap akan mengalami fermentasi

      Hapus
    2. udah nyoba..krispi kranci uenaakkk..dipuji suami. gak perlu ke Pizz*H*t lagi katanya..yippiyy :D

      kalo udah dingin rotinya jadi agak keras ya mba.. kalo mau buat adonan yang gak terlalu krispi bedanya apa ya? soale suami request bikin pizza lagi buat bekel mudik. heheheee

      Hapus
    3. coba resep pizza lainnya di JTT yang bukan dari resep peter reinhart Mba, saya pernah posting juga. yang ini memang krispy ya

      Hapus
  34. blognya ampir komplit dan mantap, banyak infonya, trims ya...
    jgn ampe ilang ini blog, hehe

    BalasHapus
  35. Bagaimana kalau kita mau langsung pakai adonan pizza/roti yang dari kulkas? Apakah bisa pakai Microwave untuk defrost?

    Atau sebaiknya pakai air temp biasa saja, dan tunggu sampai meleleh dan adonannya lembut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya tidak pernah defrost adonan beku di micro Mba, takutnya bukan defrost malah ragi mati dan rusak. jadi saya hanya biarkan saja di meja dapur suhu ruang (tidak direndam air). tipsnya, kalau besok mau dipanggang, malamnya letakkan di chiller supaya cair sendiri, besok siap digunakan.

      Hapus
  36. adonan pizza di dalam kulkas bawah (bukan freezer) agar fermentasi dengan ragi semalaman ini, harus dalam keadaan tertutup plastik ya? kenapa? dan kalau gak tertutup plastik resikonya kenapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. udara kulkas membuat adonan kering, keras dan roti tidak mengembang, karena itu adonan harus selalu ditutup supaya tetap lembab, walaupun fermentasi di suhu ruang adonan tetap harus ditutup.

      Hapus
  37. untuk mengulen adonan, itu kira-kira berapa lama ya? dan sampai dengan kondisi apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba baca artikel ini ya Mba, moga mendapat sedikit pencerahan:
      http://www.justtryandtaste.com/2012/06/buatlah-roti-anda-sekarang-i-roti.html

      Hapus
  38. mba, italian seasoning sama mix herbs sama ga sih mba?

    BalasHapus
  39. Mbak mau tanya kalau nguleni pake food processor perlu berapa lama? Trs setelah jadi kan di masukan plastik dan di taruh kulkas, itu plastiknya di karetin atau cuma di lipat aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai kalis Mba, gak nempel di alat lagi. waktunya dikira2 ya. Plastik diikat ya ujungnya, beri ruang di plastik agar adonan bisa mengembang.

      Hapus
  40. mbbaak mau nanya dong. loyang saya nggak datar. loyang buat cake. tapi bulat. bisa dipake nggak mbak? terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa Mba, yang penting adonan bisa ditipskan dan dipanggang

      Hapus
  41. tengkiu mbak, pasti saya coba buat ulangtahun ananda yg paling doyan pizza tipis italia...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, saya juga maniak sama pizza tipis yang kriuk2 hahahha

      Hapus
  42. Mbak kalau untuk di pakai minggu depan setelah diuleni dan di masukkan plastik langsung masuk frezer atau masuk chiller dulu semalaman lalu di masukkan frezer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung masuk freezer saja ya Mba, gak perlu ke chiller. Chiller kalau mau dipanggang esoknya ya

      Hapus
  43. Mbak mau nanya lagi itu setelah dikeluarkan dari kulkas langsung di tata di loyang ? Atau di biarin dulu di suhu ruang sampai suhu ruang ? Trs loyangnya di olesin mentega dulu atau gak usah?. Oh ya mbak pake oven merk apa ya? Lagi pengen beli soalnya cari yg harga murah dan watt kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biarkan dulu disuhu ruang sampai agak lemas dan kembang. Loyang boleh diolesi mentega atau ditaburkan tepung tipis2 juga bisa. saya pakai oven listrik merk sico, wattnya besar ya jadi cukup berat buat rumah tangga.

      Hapus
  44. Mbak aku da coba resepnya saus nya enak cuma rotinya keras aku yg gak bisa atau emang gitu ya.ada resep yg rotinya empuk gak mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Dina, memang rotinya seperiti itu, pizza yang baik umumnya memiliki crust yang agak keras agar tidak lembek saat terkena topping dan saus yang berair.

      Hapus
  45. Mbak, suami saya udh coba loh. Hahaha...bukan saya ;-)
    Tapi pas menguleni, dia pakai tepung gandum krn kehabisan terigu. Eh, jadinya kayak pizza gandum! Enak & seolah-olah sehat. Huahahaha....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Novia, wah mantep banget suaminya wakkakak, memang paling enak itu kalau cuman jadi pencicip saja ya. Yep pakai tepung gandum lebih oke dan sehat, thanks sharingnya ya.

      Hapus
  46. Oooo gitu ya mbak tapi kok terlalu keras ya gak kek pizza hut apa Aku terlalu lama ngovennya ya mbak? Berapa lama seh mbak waktu ngovennya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Dina, menurut saya gak keras banget ya, pastikan takaran tepung tdk ditambah dr resep, air cukup, dan oven sampai tepian roti terlihat kuning kecoklatan.Terlalu lama mengoven memang akan keras. Lama mengoven bisa beda2 tergantung jenis ovennya, karena itu jalan terbaik lihat kondisi roti, roti tidak butuh waktu lama untuk matang.

      Hapus
  47. Kalau mbak endang ngovennya berapa menit mbak? Biar tak pakai buat perkiraan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekitar 30 menitan ya, buat rotinya agak tebal mba, jangan terlalu tipis. terlalu tipis akan membuat pizza keras ya

      Hapus
  48. Ok deh mbak makasih infonya entar tak coba lagi

    BalasHapus
  49. Resepnya recomended bgt, udh nyoba. Begitu matang langsung lenyap, suami ma anakku suka bgt, malah mereka bilang ga usah beli malah enakan bikin sendiri. Thxy mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba, yep gak usah beli pizza mahal2 Mba, buat sendiri lebih memuaskan dan proses membuatnya juga seru wakakkak

      Hapus
    2. Mba.. endang,makasih banyak for resepnya.. saya sudah berkali2 pakai resep ini,untuk toppingnya saya suka pakai resep isian roti kukus ayam pedas bawang bombaynya yg mantap abiss.. tadi pagi saya bikin ini lagi buat sarapan,bikin doughnya kemarin sore.. mau nanya mba,itu pinggirannya agak keras ya setelah dipanggang.. kenapa ya?udah lama pingin nanya, baru sempat sekarang..

      Hapus
    3. Halo Mba, thanks sharingnya ya. Untuk pinggiran agak keras mungkin karena memanggang terlalu lama, coba kurangi waktu panggangnya ya.

      Hapus
  50. Wah mba.. aku mo coba nih resepnya.. kemaren bikin pake resep dibuku.. hasilnya keras doughnya.. aku coba resep mba endang.. mg2 sukses...

    BalasHapus
  51. Mbak... aku udah coba pizzanya...... enak... puasssss bangett.sebentar aja ludes diserbu anakku yg doyan pizza.... satu lagi yg dia mau... steak ala abuba.... bisa minta resep sausnya mbak... thank you so much..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba Ida, sipp thanks sahringnya ya, wah ini bakalan gak pernah beli pizza dirumah lagi nehhh wakkakak.

      steak a la abuba yaa, ditunggu saja yaaa hehhehe

      Hapus
  52. Hai mba, setelah coba coba dirumah resep mba yang lain akupun penasaran dengan resep pizza ini. Tapi masalahnya ovenku harus bergantian pasang apinya, gak bisa sekaligus api atas dan bawah. Ada saran mba untuk proses panggangnya? Dan disuhu berapa ya untuk oven seperti modelku ini? Thank you mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, wah sayangnya beda oven bisa beda waktu dan lama memanggang, jadi saya rasa harus trial error sendiri ya. Pakai api bawah dulu buat mematangkan roti baru ganti api atas buat mengeringkan topping ya.

      Hapus
  53. hai mbak,salam kenal ..
    aku salah satu fans nya mb endang
    oh ya mbak pny resep roti boy gak ya?pengen coba bikin hehheeh
    btw thxs ya atas resep soto betawi nya...eunaaak nya poll matep deh
    thanks ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Linda, thanks ya, wah sayang roti boy belum punya, pernah bikin hasilnya kacau su kacau dan belum berani buat lagi wakkakkaka. Ntar kalau sudah di trial pasti saya sharing ya Mba.

      Hapus
  54. Mba Endang, saya baru saja slesai membuat dough pizza-nya dan sekarang sedang disimpan di tupperware di taruh di kulkas diinapkan. pertanyaannya tupperware sebagai pengganti plastik bisa jugakan ya menggantikan? Hehe maaf ini nekad dulu baru nanya sama ahlinya :) coba-coba Mba cuz udh ngiler dr semalam sampai ga bisa tidur... Terima kasih sebelumnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ayie, yep masukin wadah apa saja, asal tertutup gak harus plastik ya.

      Hapus
  55. Saya sudah berhasil Mbak....Terima kasih resep dan tips-nya yg telah ditulis... sekali nyoba langsung berhasil..empuk bangett roti pizzanya ^^ Now I get it..meski pd saat menguleni adonan dengan byk air tyt hasilnya empuk yah! Besok mo bikin lagi dengan topping berbeda. Suami suka, anak-anak suka semua suka! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Ayie, yep justru kalau airnya banyak maka rotinya akan empuk dan rongga2 udaranya juga besar dan bagus. jangan takut kasih air, agak lengket memang tapi kalau dah fermentasi biasanya jadi lembut, thanks sharingnya yaaa

      Hapus
  56. halo mba endang...ini juna lagi...
    hari ini saya sudah coba praktekkan pizza ini,,, niat bikin pizza itu uda ada sejak awal minggu ini ketika saya punya sisa stock mozarella di kulkas dan ngiler ketika liat brosur Dominos Pizza..hahaha akhirnya saya terpikir utk coba bikin sendiri aja...
    stelah saya liat beberapa resep pizza mba endang..maka saya coba utk resep yang satu ini...
    adonan saya mulai buat jam 10 tadi pagi.. 3 adonan saya simpan di freezer dan 1 adonan di chiller utk saya olah jam 4 sore...
    jadilah tadi sore saya mengeksekusi adonan tersebut dengan topping ayam cincang, sosis ayam, bombay jagung dan tomat (karena tidak ada paprika)..
    oh ya mba saya pakai loyang kue bundar diameter 20cm..karena adonan berlebih..utk menghindari adonan terlalu tebal..pinggirannya saya selipkan potongan mozarella lalu ditutup lagi..dan ketika pizza jadi...hmmm..yummy..jadi kaya stuffed crust pizza hehehe... dan rasanya enaaaakkk banget...ini aja saya sudah makan 3 slices hehee...klo bukan krn kenyang rasanya pgn saya makan lagi...XD
    oh ya mba saya mau tanya...topping pizza saya pada saat matang agak basah..itu kenapa ya? apa krn penggunan mozarella yg terlalu banyak? karena bagian atas sudah mengeras tetapi ketika dipotong dalamnya masih basah (bukan rotinya ya mba..klo rotinya jadi mulusssss)
    apa karena saya menggunakan loyang kue biasa ya mba jadi panasnya ga merata?
    selain itu pada saat saya menguleni...saya tambahkan juga bbrp tepung karena adonan masih lengket sekali ditangan..tapi syukurnya adonan tetap jadi dan tidak bantat...

    tks

    Juna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Juna, thanks sharingya ya. Topping basah biasanya kalau memggunakan banyak sayur2an seperti wortel, bawang bombay,paprika, nanas. Kalau menggunakan sayuran sebaiknya iris setipis mungkin atau buat potongan yang kecil2 saja supaya gak berair kala dipanggang. Keju tidak membuat topping basah.

      Loyang memang berpengaruh membuat roti pizza lebih crispy dan matang lebih baik. Loyang besi yang tebal memberikan panas lebih stabil dibandingkan alumunium yang tipis.

      Kalau adonan lengket lumuri tangan dengan tepung kala menyentuh adonan atau tambahkan sedikit tepung ke adonan Mba.

      Hapus
  57. aku bilang ini pizza tersukses yg aku buat!
    makasih mbak endang...
    bermacam2 resep pizza yg aku dpt dari majalah, buletin, ato catetan teman, ga ada yg sukses!
    ga punya loyang pizza, loyang kue kering bentuk kotak pun jadi.
    hasilnya mirip banget ma pizza h** (yg terkenal itu) hmm.. hemaaaatttt...
    ^,^
    tapi 30 menit membuat pizzaku susah dipotong krn terlalu kering mbak endang... gimana dong caranya biar ga kering2 amat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlalu lama memangggang Mba Farida, kurangi saja waktu memanggangnya supaya roti nggak kering dan keras ya. Thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka.

      Hapus
  58. Ya Allah... bener2 mirip 100% mbak rasa Pizza ku. walaupun aku ga pake minyak zaitun* krn mahil (ku ganti minyak bimoli ). tapi rasanyaa...humm.. seloyang langsung habis sekejap. Bulbul ku (panggilan sayank utk anakku) enjoy bgt makannya .... Thx ya Mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ya Mba atas sharingnya, senang resepnya disuka ya! ^_^

      Hapus
  59. Mbak endaaang... saya msh bingung cara ngulenin itu ky gmn. Apa dipukul2 di atas meja. Atau gmn.. help me

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba dian, coba buka link ini:

      http://www.justtryandtaste.com/2012/06/buatlah-roti-anda-sekarang-i-roti.html

      moga sedikit tercerahkan ya.

      Hapus
  60. salam kenal mbak.... saya sdh coba resep pizza nya... enak sih.... tp kenapa ya bawah nya ndak mau coklat, jadi nya setengah bantat... oven nya sdh 200 C, atau pakai api atas bawah ya....kalo kelamaan di oven jadi kering dan keras

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya selalu pakai api atas bawah. dan tidak boleh dipaggang terlalu lama karena adonan roti itu sebenanya sangat cepat matangnya ketika dipanggang. terlalu over baked akan membuat teksturnya kering dan keras.

      Hapus
  61. mbak...1 resep ni jadi 4 atau 2 loyang y?
    saya dah coba 2x, tapi sama dengan resep2 crust lainnya yg sy coba, tiap bikin pizza crust selalu kering dan dalamnya ga mateng, padahal dah ampe 45 menit uhu 200.kaya ga mau ngembang gitu lo mbak, tipis dan kering, pinggirnya yg tebal luarnya kering dalamnya mentah...padahal toppingnya dah enakkk....ga bener dimananya y mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi 2 loyang untuk loyang diameter 25 cm, kalau loyang lebih kecil saya jadikan 4 mba karena saya gak suka crust terlalu tebal.

      1. crust kering karena loyang terlalu tipis, sehingga bagian dasar matang tapi atas masih mentah. Coba kurangi suhu oven jadi 170'C saja,
      2. alasi dasar loyang dengan kertas baking (pastikan kertas jenis yang gak nempel di adonan ya).
      3. Gunakan double loyang kala memangang spaya suhu di dasar gak terlalu tinggi.
      4. jangan buat terlalu tebal
      5. jangan panggang terlalu lama, crust cepat sekali matang. walau warnaya gak sampai kecokalatan sebenarnya pizza sudah matang
      6. jangan pakai topping terlalu tebal, akan membuat permukaan basah dan pizza terkesan gak matang
      7. iris toping seperti tomat atau bawang bombay tipis2 saja, supaya gak basah dan cepat kering saat dipanggang

      Hapus
  62. Mba endang td aku eksekusi,, hasilnya sediiihhhh
    1. Adonan lembekk bgt udh d tambahin dikit tp msh lembek, akhirnya aku diemin aja d tutup, eh dia ngembang
    2. Adonan ngembang tp ttp lembek susa di bentuk.
    3. Aku pake loyang bulat buat kue tp susah sekali di tipisinnya. Udh d lebarin tetep aja mengkeret lg. Nekat aku panggang aja.
    4. Hasilnya laamaaaa bgt matengnya (krn mengkeret gt jd tebal) rotinya jd kering d bwh d dlmnya msh mentah.

    Salah dmana ya mba adonanku? *nangis dipojokan*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba soraya, tidak ada yang salah dengan adonannya ya. memang resep pizza dari peter reinhart ini lembek, karena itu yang membuat pizza menjadi empuk.

      masukkan adonan dalam plastik dan simpan dikulkas semalam. jangan kena udara kulkas. ini akan membuat adonan besoknya lebih mudah diatur ketika ditata di loyang. lumuri tangan dengan minyak kala membentuk pizza supaya gak lengket.

      atau taburi meja dengan tepung, gilas adonan hingga tipis, baru pindah ke loyang. mnenurut saya ini resep adonan pizza terbaik, termudah dan terenak heheheh.

      Hapus
  63. Mbak endaaaang...lapor.. kemaren aku coba bikin pizza nya.... enaaakkk bgt... aku kirain, aku Gagal bikinnya mbak.. soalnya adonannya lembek bgt... ternyata baca2 komen di atas memang lembek ya mbak... hihiii tapi tetep enaak kok... empuk bgt ya mbak.... makasih ya mbaak...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Retha, yeppp adonan pizzanya memang lembek banget ya, tapi itu yang membuat rasanya nendang dan teksturnya pas banget hehhehe

      Hapus
  64. Waah banget banget bangeet mbaak... enak banget... ohya mbak kalau lembek banget gitu kalau kita kasih terigu lagi pas mau di tata di loyang, boleh kan ya?... gak bikin hasilnya jd keras kan?...

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh mba, tambah terigu sedikit gak masalah kok.

      Hapus
  65. mba endang, semalam aku bikin dua adonan dan aku simpan di kulkas. karena nggak punya plastik jadi aku masukkin tuperware.

    1 kulkas bawah. 1 chiller.

    ternyata yg di chiler, agak sedikit kurang kencang dan kurang semengembang yang tuperware pertama

    itu gimana ya mba? gagal atau masih bisa dipakai lagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba restu, masih bisa dipakai kok Mba, tidak masalah ya. Akan tetap mengembang kalau dipanggang

      Hapus
  66. Mba Endang.. saya udah bikin pizza yang ini.. Enak deh.. karna dirumah cuma berdua Suami tadi adonan yang saya panggang cuma setengahnya.. setengahnya lagi ahirnya saya simpen freezer.. apakah adonan masih oke ya Mba untuk di panggang nanti sewaktu waktu kepingin lagi? Mengingat adonan sudah saya fermentasi semaleman.. (bikin kemarin sore diinepin semalem di chiller dan saya panggang setengah adonan pagi ini) Makasi buat penjelasan dan jawabannya ya Mb.. Lili

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba lili, kalau adonan sudah di fermentasi di suhu ruang kemudian masuk chiller biasanya adona akan terasa asam. Karena di chiller, ragi tetap melakukan proses fermentasi. kalau freezer karena kondisi beku maka ragi tidak bekerja maka kemungkinan masih bisa dipakai ya.

      tambahan info saja, adonan yang akan disimpan di chiller adalah adonan yang belum difermentasi ya.

      Hapus
  67. Ooooo begitu.. sip.. sip Mba Ndang Makasi banget penjelasannya.. ^^

    BalasHapus
  68. salam kenal mbak Endang. sungguh senang rasanya menemukan blog mbak ini. sangat membantu saya yg lg suka belajar membuat roti sendiri. walau hasilnya msh 1/2 berhasil mbak. kadang bagus kadang gatot, walau dari resep yg sama. nah saya sudah lama membaca resep pizza mbak. baca terus, tp belum berani membuatnya. dulu pernah gatot membuat pizza. keras n gosong. untung aja ada adik yg menghabiskannya. nah subuh tadi akhirnya saya membulatkan tekat membuat pizza ini. subuh saya buat adonannya. 1/2 resep, n saya bagi 2. yg 1 sudah saya eksekusi sore harinya setelah saya letak dichiller selama 10 jam (sepulang kerja baru dieksekusi) n yg satunya msh di freezer. saya panggang 20 menit pake api bawah, 5 menit pake api atas. oven saya menggunakan gas yg terdiri dr 2 rak. posisi api ada ditengah. biasanya dipake untuk manggang lapis legit. hasil pizza kali ini sungguh memuaskan hati saya mbak. bayangan kegagalan jaman dulu akhirnya sirna. rotinya keras renyah di luar n lembut didalam. bagian bawah juga matangnya rata. waktu adonan diletakkan di loyang, juga mudah mengaturnya. benar2 puas deh mbak. thanks atas sharing nya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Santi, salam kenal juga ya Mba. Wah senang sekali pizzanya akhirnya sukses ya, thanks sharingnya. Untuk adonan pizza, sama seperti roti, makin lembek karena mengandung banyak air maka hasilnya akan semakin empuk. Sukses untuk percobaan2 lainnya yaaa hehhhee

      Hapus
  69. mbak endang...ak dah cobain pizza doughnya..enak empuk...oh iya ak ada info mozzarella chesse lokal di fb trie masterchesse 1kg 110rb...tks ya mbak endang blog yg sangat informatif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rosika, thanks shairngnya yaa, waah senang sekali info mozarellanya, saya pernah kontak pak trienya sayang gak dijawab wakakak.

      Hapus
    2. Mbak endang....ak kemaren jd beli mozarellanya pak trie..65rb 500gr dah ongkir...mantab loh mbak mulurrr...

      Hapus
    3. hai mba rosika, thanks infonya ya, kapan2 saya akan coba ke Pak Trie Mba hehehhe

      Hapus
  70. Mbak endang...saya udah bikin pizza nya...mo tanya kok bagian bawah pizzanya gak mau kuning ya? Warnanya putih n lembut seperti roti. Apa memang seperti itu? Saya oven dgn suhu 180 selama 30 mnt mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, pizza membutuhkan suhu tinggi kala dipanggang, agar garing di luar. Saya pakai api atas bawah, dan saya menggunakan loyang besi yang sangat panas kala dipanggang sehingga dasar pizza bisa kering dengan baik.

      Hapus
  71. Kalau memangganya pakai microwave, suhunya berapa dan waktunya berapa menit Bu..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Maureen, untuk pizza ini saya belum pernah pakai micro ya karena pizza membutuhkan api atas bawah untuk membuat permukaan kering dan dalam tetap empuk.

      Hapus
  72. Mba mw tanya dough saya sudah ngembang ,, tp setelah diratakan/dipipihkan di lotang trus di oven adonan nya ga ngembang alhasil pizaa saya flat gitu ga kya roti,, itu knp y mba,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, banyak faktor, bisa jadi adonan ketipisan saat diletakkan diloyang atau topping terlalu basah dan tebal sehingga adonan ogah mekar ya

      Hapus
  73. Hai,hai...mbak Endang.hihihi..karena hati senang sukses bikin pizza ini walaupun di oven dengan panci Serba guna yg jadul, karena tagihan listrik bulan ini bikin ngap2(halah bahasa apa ini). Teksturnya crispy diluar,lembut di dalam, dough mengembang cantik. Makasih ya mbak resepnya.sukses dan terus berkarya, semoga selalu sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ina, thanks sharingnya yaa, yepp banyak yang pakai panci serba guna untuk memanggang dan hasilnya oke. sukses juga utuk mba yaa

      Hapus
  74. Mbak Endanggg..tengkyuuu berrymuachh..muachhh..buat resepnya..pizza baru aza matang..fresh from oven, enak, lembut, renyah..anak2 semua suka termasuk sus nya juga kebagian hahahaha...pokonya tiada hari tanpa buka blognya Mbak Endang (meski gak setiap hari nyoba,,baca aza udah happy banget) :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba cynthia, sama2 yaa, senang sekali resepnya disuka. yang terpenting anak2 doyan ya hehhehhe

      Hapus
  75. Mb endang,mau tny. Adonan yg disimpan di freezer itu difermentasikan dulu atau gmn mba? Atau fermentasinya setelah dari freezer,lalu mlmnya dimasukkan chiller,pagi diamkan suhu ruang dipanggang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. adonan tidak perlu difermentasikan mba, setelah kalis langsung masuk plastik dan chiller, akan fermentasi sendiri di dalam kulkas.

      Hapus
  76. Dear Mba Endang

    ngiler euy baca resep ini... tapi sayang diriku belom [unya oven...
    bisa pakai magic com kah? hehehe maksa banget yah...
    please give me advise..

    Rizky di Bogor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, wah saya belum tahu apakah bs pakai magic com ya, belum pernah coba hehehe.

      Hapus
  77. Terima kasih mba endang jwbannya. Sedang dicobaa

    BalasHapus
  78. Mba endangg.,makasiii.. Sukses empuuk. Yummooo.. sisa adonannya saya simpan utk 2 hari lg. You're awesome!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sisa adonan simpan di freezer ya mba, kalau nggak ntar asam ya. thanks sharngnya

      Hapus
  79. Mba Endang, apakah resep pizza ini bisa digoreng? kebetulan masih sisa adonan di freezer. Thank ya Mba Endang., salam Lyta

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba lyta, yep bisa ya mba, cairkan dulu saja disuhu ruag dan siap dibentuk

      Hapus
  80. Beli pepperoni dimana ya mbak? Mahal nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. di supermarket besar banyak mba, ada di dekat sosis biasanya, harganya gak mahal kok, masih mirip2 sosis lah

      Hapus
  81. Mba Endang..aku mau laporan nih.. kemarin aku bikin pizza ini untuk adekku pas dia datang ke rumah.. komentarnya: enaaak! Ahh aku jadi senaang, hihi. Di rumah cuma punya loyang diameter 23cm, ga ada yang 25cm, jadi rotinya agak sedikit lebih tebal deh jadinya ;p Thanks untuk resepnya ya mba.. aku ijin copy buat di blog aku ya. Oya, sekalian nanya mba:
    1. Di resep adonan pizza diatas katanya untuk 2 loyang diameter 25cm, tapi kenapa pas bulatin adonan jadinya dibagi 4 ya mba?
    2. Roti pizzaku bagian tengahnya masih lembab gitu tapi pinggirannya udah kecoklatan dan topingnya udah mateng, itu kenapa ya mba? Apa sausnya kebanyakan minyak jadi dia rembes di rotinya? Atau memang gitu karakterstik rotinya? Tapi tetep lembut koq rotinya, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba thanks sharingnya ya, berikut penjelasan saya:
      1. idealnya untuk 2 loyang diameter 25 cm, saya sendiri suka bikin yang kecil2, jadi saya bagi 4
      2. terlalu banyak topping (saus dan aneka bahan topping yang basah dan tebal) memang akan membuat permukaan pizza ogah kering, jadi sebaiknya jangan terlalu banyak tumpukan topping dan saus.

      Hapus
  82. mbak aku mau tanya, itu adonan yang buat disimpen di frezer. setelah diuleni langsung dimasukan ke frezer atau tunggu mengembang dulu baru dimasukan ke frezer? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. dikembangkan dulu ya mba, baru dimasukkan ke freezer ya

      Hapus
    2. mb endang, ak mau tanya:

      berarti setelah dikembangkan, kempiskan, bagi2 kemudian masukkan plastik, kemudian baru masuk freezer? begitu kah step nya mb?


      Trims, Gadis (Tanjung - Tabalong)

      Hapus
    3. Halo Mba Gadis, yep betul sekali ya mba, nanti kalau mau dipakai, malamnya taruh di chiller saja, besok akan lembut ya.

      Hapus
  83. mb Endang, uda kucoba resepnya, jadi mb, enak adonan kulitnya jg ga trl keras empuk, pdhl kmrn prnh ak buat tp pk resep dr blog lain aduh kerasnya mnt ampun, tp ulenin nya agak susah ya mb lengket ditgn n lembut, tp kutambahin tepung lagi bbrp sendok, akhrnya jadi, thx a lot mb atas resepnya. (Lena-Ptk)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba lena, thanks sharingnya ya mba. Iya, adonannya memang agak lembek ya mba, tapi memag seperti itu teksturnya supaya ketika dipanggang empuk dan permukaannya garing.

      Hapus
  84. kalo adonan pizza nya didiamkan terlalu lama apakah akan merusak kualitas bentuk dan rasa nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, adonan yang sudah difermantasikan dan mengembang sebaiknya segera dipanggang atau disimpan di kulkas (chiller selama semalam saja, freezer selama 1 bulan). kalau didiamkan terlalu lama maka akan over fermentasi, rasanya akan pahit, beralkohol, dan asam.

      Hapus
  85. mba.. mau minta info .. dimana sih beli beef pepperoninya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. di supermerket besar manapun ada ya mba, cek di bagian sosis, atau smoked beef

      Hapus
  86. enak.. mudah... recommended.. terutama untuk adaonan kulitnya.. yang buat anak saya usia 12 thn... yang sedang belajar cooking n baking... langsung berhasil plus resep bakpau isi ayam... komentar anak sy.. terpingkal2 dgn gaya bahasa mba endang tang lebay.. dibagian ditelungkupkan tangan sprt sendok... dikira anak sy gaya apa... oooh tnyt gini ya maksudnya... aduh gaya tulisaannya .. bikin orang mesem2... sukses ya mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Lia, thanks sharingnya yaa, senang sekali resepnya berhasil dicoba bahkan oleh juniornya yang masih umur 12 tahun hehehehe.

      wakkakak, yep memang saya akui saya terkadang suka super lebay ya wakakka. sukses selalu juga buat mba lia dan keluarga ya! ^_^

      Hapus
  87. Mba Endang.. makasih banget buat resep2 nya yg oke. Saya udah nyoba banyak resep dari blog ini dan rata2 selalu berhasil sukses. Mba.. request resep beef pepperoni nya dong, pengen yg homemade, saya jg udah berhasil bikin homemade yoghurt sama mayonaise, makasih Mba... semoga Mba Endang sehat selalu Aamiin....

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Teti, thanks sharingnya ya mba, senang sekali resep2nya disuka. hehehhe, sosis dan pepperoni saya belum pernah buat mba, masih terkendala sama alatnya ^_^.

      sukses dan sehat juga untuk mba dan keluarga ya

      Hapus
  88. Hai mba endang aku mau nanya kalau adonan pizza ini bisa dibuat pizza kecil kecil tidak mb? Trimakasih ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa ya mba safira, adonan pizza itu fleksible untuk berbagai ukuran dan bentuk ya

      Hapus
    2. Senang rasanya komentar saya dibalas sama idola ^_^ mbak rencananya saya mau jadikan ini salah satu menu jualan saya. Memanggangbpagi jam5an dan dijual sampai jam 10an, apakah rotinya akan keras mba? Jika keras mensiasatinya bagaimna ya mba agar ttap lembut. Skali lagi trimakasih

      Hapus
    3. hai mba, asalkan air di adonan cukup maka roti tidak akan keras sampai siang ya. dan jangan membiarkan roti terbuka dan langsung bersentuhan dengan udara karena akan membutnya cepat kering

      Hapus
    4. Mbak kalau dbuat versi kecil dan disimpan dalam plastik rapat tahan brapa hari ya? Trimakasih

      Hapus
    5. pizza disuhu ruang tahan 2 harian ya mba.

      Hapus
  89. Mbak udah coba bikin ini,tpi pas selesai dimasak masa bawahnya keras banget,tpi pas udah dingin ga keras,trus kayaknya blom mateng deh,tengahnya msh keliatan beda hahhaha
    Mbak,itu peperoni sama ga sih ama daging burger?ga nemu disini,trus klo pake daging burger,digoreng dulu ato gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Novi, coba loyangnya di double Mba, sebaiknya pakai api atas bawah supaya permukaan pizza garing. Memang keras ketika masih panas tetapi ketika dingin akan lembut ya.

      peperoni beda dengan daging burger ya, lebih mirip smoked beef/daging asap. Bs diganti sosis yang diris tipis ya. Pakai daging burger jg bs ya, kalau mau agak garing bs digoreng dulu ya.

      Hapus
  90. Mbak, saya baru praktek resepnya. Paling menantang bikin dough-nya ya. Ngikutin resep dan step dan step yg Mbak kasih. Voila sukses! Makasih ya.

    Ternyata emang bener, ada beda yg didiamkan dulu di kulkas dan cuma dikembangin dua jam. Rotinya kayak lebih kenyal aja.

    Oya Mbak, dough-nya bisa tahan berapa lama ya di kulkas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Meiftia,thanks sharingnya yaa. Yep setuju memang adonan yang diinapkan di chiller lebih enak rasa dan teksturnya. Lebih liat dan crustnya garing permukaannya.

      Hapus
    2. dough sebaiknya di bekukan di freezer kalau mau lebih dari semalam Mba, kalau cuman di chiller suka asam ya kalau terlalu lama.

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...