18 Oktober 2019

Resep Ikan Nila Palumara


Resep Ikan Nila Palumara JTT

Di kantor tempat saya bekerja, karyawannya hanya sekitar 40 an orang, kami saling mengenal satu sama lain dengan baik. Semua divisi bekerja dalam satu ruang dilantai yang sama, kecuali divisi sales yang berada didalam ruangan terpisah, itupun disekat dengan kaca tembus pandang sehingga kami bisa tetap memantau aktifitas satu sama lain. Kami cukup tahu mana karyawan yang pendiam dan jarang berinteraksi, mana karyawan yang rajin dan fokus dengan pekerjaannya masing-masing, mana karyawan yang hobi mengobrol dari pagi hingga malam, mana karyawan yang arogan dan bossy,  mana yang tukang complain, atau mana karyawan yang hobinya marah-marah dan memaki jika menemukan satu kesalahan divisi lain. Semua sifat dan kebiasaan tersebut terlihat jelas.

Pendapat saya, hampir semua karyawan cukup menyenangkan, tidak ada yang bersikap aneh atau menyebalkan, kecuali dua atau tiga karyawan di  divisi sales yang sepertinya menjadi momok kebanyakan orang yang bekerja. Sebagaimana perusahaan lainnya dimana tenaga pemasaran menjadi backbone perusahaan, maka di kantor saya pun begitu. Sales atau trader yang menjembatani nasabah melakukan transaksi beli dan jual saham di Bursa Efek melalui perusahaan broker adalah divisi yang mendatangkan pemasukan. Makin banyak mereka melakukan transaksi beli/jual saham, maka makin besar fee yang diterima oleh perusahaan. Tak heran jika sales dengan transaksi tertinggi dan mampu menghasilkan income besar cenderung arogan, 'belagu' dan bossy. Sejak saya bekerja di perusahaan jasa seperti ini entah itu asuransi atau sekuritas maka sales terbaik biasanya memang menyebalkan, walau tentu saja tidak semuanya seperti itu.

Resep Ikan Nila Palumara JTT
Resep Ikan Nila Palumara JTT


17 Oktober 2019

Resep Honey Mustard Salad Dressing


Resep Honey Mustard Salad Dressing JTT

Saya suka salad, bahkan menjurus ke arah maniak saking gemarnya. Tapi ada masa-masa dimana lidah saya enggan tersentuh dinginnya sayuran dan asamnya saus. Kepengennya makan yang hangat-hangat, creamy atau bertepung seperti nasi, pasta dan roti. Padahal bahan salad selalu tersedia di kulkas di rumah, bahkan saya punya stoknya juga di kulkas di kantor. Lettuce, ketimun, wortel, paprika merah dan kuning, serta tomat cherry adalah bahan salad yang menurut saya mudah ditemukan, tak mudah layu walau disimpan dalam jangka panjang di dalam kulkas, serta mudah dipersiapkan. 

Tapi jika mood makan salad sedang jeblok seperti akhir-akhir ini, maka semua itu tak tersentuh. Saya bahkan mulai worried dengan nasib 3 pohon selada keriting didalam kantung kertas di chiller. Daun selada keriting ini saya beli hanya demi memuaskan nafsu memborong sayuran si Bapak tukang sayur yang pernah saya ceritakan pada postingan disini. Kebetulan malam itu kala pulang kantor, saya melihat selada keritingnya masih banyak diatas sehelai tampah di meja. Padahal biasanya untuk bahan salad, saya memilih lettuce head yang bahkan hingga dua minggu masih baik-baik saja di dalam chiller dibandingkan daun hijau dengan tekstur lemas seperti daun selada keriting.

Resep Honey Mustard Salad Dressing JTT

16 Oktober 2019

Resep Pampis Jambu Monyet


Resep Pampis Jambu Monyet JTT

"Buat apa jambu monyet segitu banyak Mbak Ade?" Tanya saya heran melihat rekan kantor saya ini membawa satu kantung plastik besar jambu. Beratnya kira-kira lebih dari dua kilogram dan aroma khasnya semerbak memenuhi ruang kantor. Jambu monyet alias jambu mete yang biasanya hanya diambil kacangnya ini seringkali dibuang dan jarang dimanfaatkan. Rasanya yang sepat dan membuat tenggorokan gatal ini tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak, paling banter hanya sebagai campuran rujak atau terkadang dicocol bersama sedikit garam. "Ini ada teman yang nitip, katanya enak buat ditumis," jawabannya membuat saya melongo. Baru kali ini saya mendengar jambu monyet dipakai didalam masakan, bagaimana caranya menghilangkan rasa sepat dan aroma anehnya yang saya yakin akan merusak cita rasa masakan. "Caranya gimana?" Tanya saya penasaran. "Ntar aku tanya temenku ya caranya, dia sih sering banget masak jambu monyet. Katanya enak kek daging ayam," saya makin bersemangat mendengar penjelasan Mbak Ade. Terus terang, saya selalu tertarik dengan makanan aneh atau memanfaatkan bahan makanan yang jarang dipergunakan orang secara umum. Memasak jambu monyet sebagai lauk tentu saja ide cemerlang yang saya bersemangat untuk mencobanya.

Resep Pampis Jambu Monyet JTT


15 Oktober 2019

Resep Lasagna Bolognese


Resep Lasagna Bolognese JTT

Hari Minggu kemarin, adik bungsu saya, Dimas, diwisuda. Acaranya diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) dari pukul 7.30 pagi. Hari Sabtu, kami semua, kecuali kakak saya, Mbak Wulan, yang tinggal di Batam, berkumpul di rumah adik saya, Wiwin, di Mampang. Seperti biasa, di keluarga kami, setiap kali ada acara keluarga maka selalu identik dengan makanan. Jika keluarga lainnya mungkin melewatkan waktu berkumpul dengan jalan-jalan ke obyek wisata, menonton film bersama atau mungkin sekedar mengobrol saja, maka kami heboh dengan menu apa yang harus disiapkan? Akan makan dimana? Di rumah atau pergi ke restoran? Jenis masakan apa, Chinese food, Jawa, Manado, Padang, seafood dan barbecue, Timur Tengah, atau Western? Memutuskan hendak bersantap di satu resto saja menjadi hal yang seru dibahas. 

"Eh kita mau makan dimana nih?" Tanya adik saya, Wiwin, yang biasanya menjadi sponsor utama sekaligus koordinator acara makan-makan. "Bikin soto ayam kampung saja," cetus Ibu saya yang memang jika ada acara apapun tak pernah jauh dari soto. Diantara keluarga lainnya, maka Ibu saya ini paling rewel jika berurusan dengan menu makanan. Berbeda dengan kami semua yang bisa menelan masakan apapun, maka beliau memiliki preferensi tersendiri yang terkadang sangat terbatas pilihannya. Tidak suka Chinese food atau makanan berbau Western, tapi menggemari  masakan Padang yang biasanya kami eliminir dari daftar. 

Resep Lasagna Bolognese JTT
Resep Lasagna Bolognese JTT

11 Oktober 2019

Resep Balado Terung Petai Kemangi


Resep Balado Terung Petai Kemangi JTT

Betapa senangnya kalau pasar tradisional didekat rumah tetap aktif hingga malam atau justru dini hari sebagaimana pasar-pasar seperti pasar Jatinegara, pasar Minggu atau pasar di Ciputat. Seringkali saya iri jika mendengar rekan kantor yang berbelanja kala pulang kantor di pukul tujuh atau delapan malam, dan menurut pengalaman mereka, saat itu sayuran baru saja tiba dari truk-truk besar sehingga kondisinya sangat segar. Daging sapi dan ayam masih terasa hangat karena baru saja keluar dari rumah jagal. Ikan dan seafood juga fresh kondisinya. Harga bahan segar di pasar-pasar yang beroperasi di malam hari ini sangat miring, bahkan terbilang murah dan variannya juga lebih banyak. Jika datang pada jam yang tepat sebelum habis diborong para tengkulak maka kita bisa menemukan jenis ikan atau sayur unik yang di pagi hari biasanya sudah habis terbeli orang.

Sayangnya pasar Blok A didekat rumah adalah jenis pasar yang beroperasi pada pagi hingga siang hari, bukan jenis pasar grosir besar dimana tengkulak dan penjual-penjual kecil datang membeli dalam partai besar untuk dijual kembali. Sedangkan saya adalah manusia yang baru aktif berbelanja kala sore hari saat pulang kantor, dan hanya bisa meluangkan waktu ke pasar kala weekend yang akhir-akhir ini jarang saya lakukan. Berjalan ke pasar yang walau bisa ditempuh berjalan kaki dalam waktu 10 menit terasa berat dilakukan. Di pagi weekend, paling afdol jika dinikmati diatas kasur, tidur hingga siang menjelang.😄


Resep Balado Terung Petai Kemangi JTT


09 Oktober 2019

Resep Soto Daging Kuah Santan


Resep Soto Daging Kuah Santan JTT

Pulang kantor kemarin, didalam angkutan umum nomor 44, tiba-tiba rintik hujan turun menerpa kaca mobil. Saya yang duduk didepan, disamping Pak Supir, kontan berkomentar girang, "Wah hujan turun!" Pak Supir disebelah saya langsung menyambar, "Alhamdulillah, baru hari ini turun hujan." Sepertinya penantian akan hujan bukan hanya milik saya, tapi jutaan penduduk di Indonesia lainnya yang belum menerima hujan turut mengharapkannya. Jakarta setahu saya termasuk area yang curah hujannya tinggi, tapi tahun ini hingga minggu kedua Oktober, baru tersirami dengan curahan air dari Ilahi. Musim kemarau kali ini memang luar biasa gahar dan panjang. Hampir semua mengeluh dengan cuaca panas dan suhu yang terasa gerah. 

Keluar dari angkutan, rintik hujan menerpa wajah. Berbeda dengan biasanya, saya akan kalang kabut berlari menyelamatkan diri, kini justru berjalan pelan menikmati tetesan hujan pertama ini. Hingga stasiun MRT hujan masih rintik-rintik, namun ketika telah berada didalam kereta, hujan turun dengan derasnya, suara gemuruhnya yang menerpa atap kereta terdengar cukup kencang. Ketika tiba di stasiun Blok M, mendadak terdengar pengumuman petugas, kereta tertunda karena mengalami gangguan sinyal. Seumur-umur naik MRT, saya belum pernah mengalami delay jadi kejadian ini saya anggap hal yang luar biasa. Mungkin hujan yang turun deras beperan di gangguan sinyal itu. Tidak sampai 10 menit, kereta sudah berjalan kembali.

Resep Soto Daging Kuah Santan JTT

Resep Soto Daging Kuah Santan JTT
Mi Shirataki

03 Oktober 2019

Resep Mie Goreng Shirataki


Resep Mie Goreng Shirataki JTT

Membaca berita sekarang menjadi kegiatan yang malas saya lakukan. Dulu setiap pagi, membuka website berita menjadi hal yang pertama dilakukan sebelum melakukan pekerjaan lainnya. Ini perlu agar lebih melek informasi seputar hari itu. Tapi kini, saya memilih membaca hal lain yang berhubungan dengan hobi dan minat. Gara-garanya, kian hari berita yang ditampilkan semakin membuat kepala pusing dan hati kesal. Berita korupsi, kriminalitas, demo, sara, dan tingkah polah artis yang nyeleneh mendominasi, dan justru semakin merajalela. Hidup yang sudah terasa susah menjadi semakin pesimis selesai membaca berita seputar negeri.

Manusia kian hari kian aneh tingkahnya. Nyawa begitu murah harganya, hanya dengan uang ratusan ribu rupiah saja tega menghabisi nyawa orang lain. Atau korupsi yang semakin marak seakan-akan dosa dan moralitas bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan lagi. Artis yang nyeleneh dengan tingkah tidak mendidik justru mendapatkan perhatian lebih dan ditayangkan beritanya setiap hari. Kadang saya hanya bisa garuk-garuk kepala sendiri mengamatinya. Jaman medsos memang jaman edan, seakan-akan jika tidak ikutan gila maka tidak akan terkenal. Tapi apakah harus seperti itu agar bisa eksis di dunia yang fana ini? Seakan mati tidak akan pernah menghampiri padahal kematian adalah satu hal yang pasti terjadi pada semua makhluk bernyawa. Tobat!

Resep Mie Goreng Shirataki JTT
Resep Mie Goreng Shirataki JTT


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...