31 Oktober 2019

Berburu Kuliner Lokal di Bali (Part 1)


Berburu Kuliner Lokal di Bali (Part 1) JTT
Pantai Sanur

Mencicipi makanan dan masakan lokal khas Bali menjadi tujuan utama saya saat berwisata kesana Minggu lalu. Masakan Bali memiliki cita rasa unik, dan walaupun memiliki benang merah yang sama dengan  kuliner Jawa, tetap memiliki ciri khas tersendiri. Bumbu genep atau bumbu lengkap adalah salah satu bumbu wajib masakan Bali, bahkan mungkin hampir semua jenis masakannya menggunakan bumbu ini. Bumbu genep terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, ketumbar, merica, kencur dan terasi. Dua rempah yang saya sebutkan terakhir sering disebut-sebut menjadi ciri khas masakan Bali yang membedakannya dengan masakan Jawa pada umumnya. 

Perburuan makanan lokal Bali dimulai dari Warung Mak Beng yang terletak di Jalan Hang Tuah no. 45, Sanur. Resto ini memiliki banyak cabang yang tersebar di beberapa tempat di Pulau Dewata, hanya saja yang dijalan Hang Tuah jaraknya cukup dekat dengan hotel. Hari itu saya berjalan sendiri ke resto, kalau dilihat di Waze jaraknya hanya sekitar 1,5 km dari Pantai Sindhu. Hotel kami menginap berada di jalan Pasar Sindhu, dan karena sudah diwanti-wanti Lily, host sekaligus teman yang menenami saya selama berlibur di Bali, jika resto ini selalu ramai dan antriannya super panjang, saya berjalan kesana sejak jam 9 pagi! Seperti biasa, begitu keluar hotel wajah sudah digampar dengan hembusan angin panas dan teriknya sinar matahari. Di Bali, jika menghitamkan diri bukanlah yang anda cari maka kudu wajib menggunakan sun block dengan SPF yang agak tinggi, cukup beberapa hari disana kulit wajah menghitam signifikan. Apesnya cuaca panas yang melanda bagian Indonesia beberapa waktu belakangan ini seakan mencapai puncaknya kala saya berlibur di Bali minggu lalu.


Berburu Kuliner Lokal di Bali (Part 1) JTT
Sepanjang jalan di Pantai Sanur


30 Oktober 2019

Berburu Oleh-Oleh di Bali (Part 2)


Berburu Oleh-Oleh di Bali  JTT
Sindhu Beach, Sanur, Bali

Melanjutkan cerita tentang saya berburu oleh-oleh khas Bali, bagian pertamanya bisa di lihat pada link postingan disini. Di Pasar Badung yang modern, rapi dan bersih ini saya membeli kacang tanah goreng, kacang koro, kacang tanah kulit panggang dan sebuah mangkok kayu kecil. Saya dan teman saya, Lily, kemudian berjalan menuju Pasar Kumbasari yang terletak di sebelah Pasar Badung. Pasar Kumbasari hanya terdiri dari dua lantai. Begitu masuk kami langsung naik ke lantai satu, lantai dasar dipenuhi dengan pedagang makanan dan kios-kios yang kurang menarik. Begitu tiba dilantai pertama, mata saya langsung dimanjakan dengan sebuah toko keramik dan kerajinan tangan kayu dan anyaman. Toko ini terdiri dari dua bagian, sisi kiri dan kanan yang dipisahkan oleh gang kecil. Sisi sebelah kanan didominasi dengan rak peralatan makan dari keramik seperti piring, mug, teko, tapi terdapat pula mangkuk dari batok kelapa yang cantik.


Berburu Oleh-Oleh di Bali  JTT
Kumbasari Market, Denpasar, Bali


Resep Sup Ikan Bali


Resep Sup Ikan Bali JTT

Ketika tiba  di Sanur, Bali, saat berlibur minggu lalu, benak saya hanya berisi list restoran atau warung yang harus dikunjungi. Otak foodie saya memang parah, bukan hanya didorong oleh kesukaan akan makanan tetapi juga rasa penasaran akan cita rasa masakan lokal Bali. Terus terang, sudah banyak  copycat masakan a la Bali yang saya trial dan posting di blog, tetapi rasanya lebih mengandalkan pada feeling, kecuali ayam betutu dan sate lilit yang pernah saya cicipi ketika berkunjung ke Bali sekian tahun nan lampau yang rasa sebenarnya pun saya lupa. Apesnya, Lily, teman saya sekaligus host selama di Bali tidak begitu suka dengan makanan. Porsi makannya sangat sedikit, dan seringkali tidak dihabiskan jika tastenya tidak sesuai dengan lidahnya. Berbeda dengan saya, apapun dihajar, enak tidak enak tetap ditelan. Saya masih menggunakan  prinsip kuno, sayang makanan jika dibuang ke tempat sampah lebih baik dimasukkan ke perut. Tidak heran, teman saya ini bobot tubuhnya tetap terjaga, sementara saya semakin melar. 😄

Resep Sup Ikan Bali JTT
Resep Sup Ikan Bali JTT


29 Oktober 2019

Resep Mango Lassi


Resep Mango Lassi JTT

Saat sedang menunggu antrian pijat di spa di Ubud kala berlibur ke Bali minggu lalu, saya dan teman saya, Lily, menggunakan waktu satu setengah jam itu untuk mencari minuman segar. Target kami adalah jajaran kafe yang banyak berderet di jalan Monkey Forest Ubud. Ada satu kafe yang cukup terkenal dan direkomendasikan oleh Trip Advisor, yaitu Kopi Bali House Ubud. Kafenya kecil dan tidak terlalu jauh dari obyek wisata Monkey Forest. Untungnya tepat didepan kafe ada sedikit spot untuk memarkirkan motor. Banyaknya pengendara motor di daerah ini membuat parkir pun menjadi satu masalah serius. Kami lantas duduk di meja yang diletakkan di samping kafe, melepaskan helm dan mulai mengecek menu. Karena tujuan saat itu adalah hendak melepaskan dahaga maka saya tidak terlalu peduli dengan makanan yang disediakan dan fokus langsung menuju ke jus, kopi dan sejenisnya. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, tapi perut yang tadi pagi telah diisi dengan kopi tidak terasa terlalu lapar. 

Resep Mango Lassi JTT
Resep Mango Lassi JTT

Berburu Oleh-Oleh di Bali (Part 1)


Berburu Oleh-Oleh di Bali JTT
Sindhu Beach, Bali

Melanjutkan cerita jalan-jalan saya ke Bali yang bisa dilihat di postingan pertama pada link disini. Malam pertama di Sanur, saya manfaatkan untuk berjalan-jalan di seputar pantai. Di tepian pantai Sindhu banyak sekali penjual jagung menjajakan jagung bakar dengan kursi-kursi kecil disediakan diseputaran alat pemanggang. Jajaran turis domestik serta warga lokal duduk menikmati manisnya jagung hangat. Saya enggan mengotori gigi, jadi cukup melihat-lihat seputaran pantai dan mengambil foto. Sejak medsos meraja, fotografi sepertinya menjadi kegiatan yang mendominasi turis kala berkunjung ke suatu negara atau daerah. Saya biasanya akan meminta ijin sebelum menjepretkan kamera, tidak semua orang suka difoto, dan tidak semua orang suka foto mereka dishare di internet. Kian hari semakin banyak negara dan kota yang melarang turis mengambil gambar karena warga lokal yang semakin merasa tidak nyaman. Bagaimanapun, foto yang kita ambil adalah kehidupan sehari-hari mereka yang kemudian diekspose ke media sosial.

Hari kedua, di pagi hari saya berjalan ke tepian pantai Sindhu. Saya dan Lily kemudian duduk di Kafe Luhtu's yang memiliki lokasi strategis di sudut jalan didekat pantai. Kafe ini menyediakan produk bakery seperti cake, muffin, roti, serta hidangan breakfast baik internasional maupun lokal. Harganya berkisar dari 30 ribu hingga 100 ribu rupiah, tergantung jenis makanannya. Favorit saya disini adalah blended iced coffee dengan es krim vanilla sebagai toppingnya. Terkadang kami nongkrong hanya ditemani es kopi saja dan duduk berjam-jam disana menikmati suasana adem dan deburan ombak dipantai. Nyaman dan tidak bikin kantong jebol. 😅

Berburu Oleh-Oleh di Bali JTT
Sindhu Beach Bali

28 Oktober 2019

Pantai Sindhu dan Pasar Sindhu, Bali


Pasar Sindhu, Sanur

Sejujurnya, selama ini saya beranggapan jika blog Just Try & Taste hanya untuk sekedar berbagi hobi dan menyalurkan minat menulis (itupun jika mood sedang baik). Bahkan, sejak pengajuan adsense saya ditolak Google, saya beranggapan blog ini benar-benar tidak bisa dimonetize, yang artinya tidak menghasilkan apapun. Tapi kini pendapat tersebut berangsur menghilang. Bukan karena kemudian blog mulai menghasilkan pundi-pundi rupiah, tapi karena blog memberikan saya benefit lainnya, yaitu membuka jendela persahabatan dari seluruh dunia yang begitu lebarnya.  Walau tidak saling mengenal satu sama lain di dunia nyata, namun blog menjembatani saya dengan pembaca di dunia maya, chemistry terjalin dan kami merasa dekat. Blog juga mengantarkan saya bertemu langsung dengan pembaca yang kemudian berubah menjadi persahabatan yang berkesan. 

Salah satu pembaca Just Try & Taste adalah Lily, awalnya dia sering memberikan komentar dan bertanya satu atau dua hal di blog. Kemudian membeli buku Home Cooking, dan berakhir dengan datang ke kantor meminta saya membubuhkan tanda tangan di buku tersebut. Lily tinggal di Jerman, dan sejak pertama kami bertemu di kantor, setiap kali dia datang ke Indonesia,  kami akan menyempatkan diri untuk kongkow di warung kopi di sebelah.  Kesan saya tentang Lily adalah dia sosok yang sangat friendly, care, easygoing, ramah dan terbuka. Setelah lebih lama mengenalnya saya juga tahu Lily juga seorang pekerja keras, tidak banyak cingcong dan tidak jaga image. Kami pun cocok.

Kamboja dengan 10 kelopak


18 Oktober 2019

Resep Ikan Nila Palumara


Resep Ikan Nila Palumara JTT

Di kantor tempat saya bekerja, karyawannya hanya sekitar 40 an orang, kami saling mengenal satu sama lain dengan baik. Semua divisi bekerja dalam satu ruang dilantai yang sama, kecuali divisi sales yang berada didalam ruangan terpisah, itupun disekat dengan kaca tembus pandang sehingga kami bisa tetap memantau aktifitas satu sama lain. Kami cukup tahu mana karyawan yang pendiam dan jarang berinteraksi, mana karyawan yang rajin dan fokus dengan pekerjaannya masing-masing, mana karyawan yang hobi mengobrol dari pagi hingga malam, mana karyawan yang arogan dan bossy,  mana yang tukang complain, atau mana karyawan yang hobinya marah-marah dan memaki jika menemukan satu kesalahan divisi lain. Semua sifat dan kebiasaan tersebut terlihat jelas.

Pendapat saya, hampir semua karyawan cukup menyenangkan, tidak ada yang bersikap aneh atau menyebalkan, kecuali dua atau tiga karyawan di  divisi sales yang sepertinya menjadi momok kebanyakan orang yang bekerja. Sebagaimana perusahaan lainnya dimana tenaga pemasaran menjadi backbone perusahaan, maka di kantor saya pun begitu. Sales atau trader yang menjembatani nasabah melakukan transaksi beli dan jual saham di Bursa Efek melalui perusahaan broker adalah divisi yang mendatangkan pemasukan. Makin banyak mereka melakukan transaksi beli/jual saham, maka makin besar fee yang diterima oleh perusahaan. Tak heran jika sales dengan transaksi tertinggi dan mampu menghasilkan income besar cenderung arogan, 'belagu' dan bossy. Sejak saya bekerja di perusahaan jasa seperti ini entah itu asuransi atau sekuritas maka sales terbaik biasanya memang menyebalkan, walau tentu saja tidak semuanya seperti itu.

Resep Ikan Nila Palumara JTT
Resep Ikan Nila Palumara JTT


17 Oktober 2019

Resep Honey Mustard Salad Dressing


Resep Honey Mustard Salad Dressing JTT

Saya suka salad, bahkan menjurus ke arah maniak saking gemarnya. Tapi ada masa-masa dimana lidah saya enggan tersentuh dinginnya sayuran dan asamnya saus. Kepengennya makan yang hangat-hangat, creamy atau bertepung seperti nasi, pasta dan roti. Padahal bahan salad selalu tersedia di kulkas di rumah, bahkan saya punya stoknya juga di kulkas di kantor. Lettuce, ketimun, wortel, paprika merah dan kuning, serta tomat cherry adalah bahan salad yang menurut saya mudah ditemukan, tak mudah layu walau disimpan dalam jangka panjang di dalam kulkas, serta mudah dipersiapkan. 

Tapi jika mood makan salad sedang jeblok seperti akhir-akhir ini, maka semua itu tak tersentuh. Saya bahkan mulai worried dengan nasib 3 pohon selada keriting didalam kantung kertas di chiller. Daun selada keriting ini saya beli hanya demi memuaskan nafsu memborong sayuran si Bapak tukang sayur yang pernah saya ceritakan pada postingan disini. Kebetulan malam itu kala pulang kantor, saya melihat selada keritingnya masih banyak diatas sehelai tampah di meja. Padahal biasanya untuk bahan salad, saya memilih lettuce head yang bahkan hingga dua minggu masih baik-baik saja di dalam chiller dibandingkan daun hijau dengan tekstur lemas seperti daun selada keriting.

Resep Honey Mustard Salad Dressing JTT

16 Oktober 2019

Resep Pampis Jambu Monyet


Resep Pampis Jambu Monyet JTT

"Buat apa jambu monyet segitu banyak Mbak Ade?" Tanya saya heran melihat rekan kantor saya ini membawa satu kantung plastik besar jambu. Beratnya kira-kira lebih dari dua kilogram dan aroma khasnya semerbak memenuhi ruang kantor. Jambu monyet alias jambu mete yang biasanya hanya diambil kacangnya ini seringkali dibuang dan jarang dimanfaatkan. Rasanya yang sepat dan membuat tenggorokan gatal ini tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak, paling banter hanya sebagai campuran rujak atau terkadang dicocol bersama sedikit garam. "Ini ada teman yang nitip, katanya enak buat ditumis," jawabannya membuat saya melongo. Baru kali ini saya mendengar jambu monyet dipakai didalam masakan, bagaimana caranya menghilangkan rasa sepat dan aroma anehnya yang saya yakin akan merusak cita rasa masakan. "Caranya gimana?" Tanya saya penasaran. "Ntar aku tanya temenku ya caranya, dia sih sering banget masak jambu monyet. Katanya enak kek daging ayam," saya makin bersemangat mendengar penjelasan Mbak Ade. Terus terang, saya selalu tertarik dengan makanan aneh atau memanfaatkan bahan makanan yang jarang dipergunakan orang secara umum. Memasak jambu monyet sebagai lauk tentu saja ide cemerlang yang saya bersemangat untuk mencobanya.

Resep Pampis Jambu Monyet JTT


15 Oktober 2019

Resep Lasagna Bolognese


Resep Lasagna Bolognese JTT

Hari Minggu kemarin, adik bungsu saya, Dimas, diwisuda. Acaranya diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) dari pukul 7.30 pagi. Hari Sabtu, kami semua, kecuali kakak saya, Mbak Wulan, yang tinggal di Batam, berkumpul di rumah adik saya, Wiwin, di Mampang. Seperti biasa, di keluarga kami, setiap kali ada acara keluarga maka selalu identik dengan makanan. Jika keluarga lainnya mungkin melewatkan waktu berkumpul dengan jalan-jalan ke obyek wisata, menonton film bersama atau mungkin sekedar mengobrol saja, maka kami heboh dengan menu apa yang harus disiapkan? Akan makan dimana? Di rumah atau pergi ke restoran? Jenis masakan apa, Chinese food, Jawa, Manado, Padang, seafood dan barbecue, Timur Tengah, atau Western? Memutuskan hendak bersantap di satu resto saja menjadi hal yang seru dibahas. 

"Eh kita mau makan dimana nih?" Tanya adik saya, Wiwin, yang biasanya menjadi sponsor utama sekaligus koordinator acara makan-makan. "Bikin soto ayam kampung saja," cetus Ibu saya yang memang jika ada acara apapun tak pernah jauh dari soto. Diantara keluarga lainnya, maka Ibu saya ini paling rewel jika berurusan dengan menu makanan. Berbeda dengan kami semua yang bisa menelan masakan apapun, maka beliau memiliki preferensi tersendiri yang terkadang sangat terbatas pilihannya. Tidak suka Chinese food atau makanan berbau Western, tapi menggemari  masakan Padang yang biasanya kami eliminir dari daftar. 

Resep Lasagna Bolognese JTT
Resep Lasagna Bolognese JTT

11 Oktober 2019

Resep Balado Terung Petai Kemangi


Resep Balado Terung Petai Kemangi JTT

Betapa senangnya kalau pasar tradisional didekat rumah tetap aktif hingga malam atau justru dini hari sebagaimana pasar-pasar seperti pasar Jatinegara, pasar Minggu atau pasar di Ciputat. Seringkali saya iri jika mendengar rekan kantor yang berbelanja kala pulang kantor di pukul tujuh atau delapan malam, dan menurut pengalaman mereka, saat itu sayuran baru saja tiba dari truk-truk besar sehingga kondisinya sangat segar. Daging sapi dan ayam masih terasa hangat karena baru saja keluar dari rumah jagal. Ikan dan seafood juga fresh kondisinya. Harga bahan segar di pasar-pasar yang beroperasi di malam hari ini sangat miring, bahkan terbilang murah dan variannya juga lebih banyak. Jika datang pada jam yang tepat sebelum habis diborong para tengkulak maka kita bisa menemukan jenis ikan atau sayur unik yang di pagi hari biasanya sudah habis terbeli orang.

Sayangnya pasar Blok A didekat rumah adalah jenis pasar yang beroperasi pada pagi hingga siang hari, bukan jenis pasar grosir besar dimana tengkulak dan penjual-penjual kecil datang membeli dalam partai besar untuk dijual kembali. Sedangkan saya adalah manusia yang baru aktif berbelanja kala sore hari saat pulang kantor, dan hanya bisa meluangkan waktu ke pasar kala weekend yang akhir-akhir ini jarang saya lakukan. Berjalan ke pasar yang walau bisa ditempuh berjalan kaki dalam waktu 10 menit terasa berat dilakukan. Di pagi weekend, paling afdol jika dinikmati diatas kasur, tidur hingga siang menjelang.😄


Resep Balado Terung Petai Kemangi JTT


09 Oktober 2019

Resep Soto Daging Kuah Santan


Resep Soto Daging Kuah Santan JTT

Pulang kantor kemarin, didalam angkutan umum nomor 44, tiba-tiba rintik hujan turun menerpa kaca mobil. Saya yang duduk didepan, disamping Pak Supir, kontan berkomentar girang, "Wah hujan turun!" Pak Supir disebelah saya langsung menyambar, "Alhamdulillah, baru hari ini turun hujan." Sepertinya penantian akan hujan bukan hanya milik saya, tapi jutaan penduduk di Indonesia lainnya yang belum menerima hujan turut mengharapkannya. Jakarta setahu saya termasuk area yang curah hujannya tinggi, tapi tahun ini hingga minggu kedua Oktober, baru tersirami dengan curahan air dari Ilahi. Musim kemarau kali ini memang luar biasa gahar dan panjang. Hampir semua mengeluh dengan cuaca panas dan suhu yang terasa gerah. 

Keluar dari angkutan, rintik hujan menerpa wajah. Berbeda dengan biasanya, saya akan kalang kabut berlari menyelamatkan diri, kini justru berjalan pelan menikmati tetesan hujan pertama ini. Hingga stasiun MRT hujan masih rintik-rintik, namun ketika telah berada didalam kereta, hujan turun dengan derasnya, suara gemuruhnya yang menerpa atap kereta terdengar cukup kencang. Ketika tiba di stasiun Blok M, mendadak terdengar pengumuman petugas, kereta tertunda karena mengalami gangguan sinyal. Seumur-umur naik MRT, saya belum pernah mengalami delay jadi kejadian ini saya anggap hal yang luar biasa. Mungkin hujan yang turun deras beperan di gangguan sinyal itu. Tidak sampai 10 menit, kereta sudah berjalan kembali.

Resep Soto Daging Kuah Santan JTT

Resep Soto Daging Kuah Santan JTT
Mi Shirataki

03 Oktober 2019

Resep Mie Goreng Shirataki


Resep Mie Goreng Shirataki JTT

Membaca berita sekarang menjadi kegiatan yang malas saya lakukan. Dulu setiap pagi, membuka website berita menjadi hal yang pertama dilakukan sebelum melakukan pekerjaan lainnya. Ini perlu agar lebih melek informasi seputar hari itu. Tapi kini, saya memilih membaca hal lain yang berhubungan dengan hobi dan minat. Gara-garanya, kian hari berita yang ditampilkan semakin membuat kepala pusing dan hati kesal. Berita korupsi, kriminalitas, demo, sara, dan tingkah polah artis yang nyeleneh mendominasi, dan justru semakin merajalela. Hidup yang sudah terasa susah menjadi semakin pesimis selesai membaca berita seputar negeri.

Manusia kian hari kian aneh tingkahnya. Nyawa begitu murah harganya, hanya dengan uang ratusan ribu rupiah saja tega menghabisi nyawa orang lain. Atau korupsi yang semakin marak seakan-akan dosa dan moralitas bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan lagi. Artis yang nyeleneh dengan tingkah tidak mendidik justru mendapatkan perhatian lebih dan ditayangkan beritanya setiap hari. Kadang saya hanya bisa garuk-garuk kepala sendiri mengamatinya. Jaman medsos memang jaman edan, seakan-akan jika tidak ikutan gila maka tidak akan terkenal. Tapi apakah harus seperti itu agar bisa eksis di dunia yang fana ini? Seakan mati tidak akan pernah menghampiri padahal kematian adalah satu hal yang pasti terjadi pada semua makhluk bernyawa. Tobat!

Resep Mie Goreng Shirataki JTT
Resep Mie Goreng Shirataki JTT


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...