Showing posts with label Hidangan Berkuah. Show all posts
Showing posts with label Hidangan Berkuah. Show all posts

16 April 2014

Gulai Nangka dan Kacang Panjang a la My Mom - Super Tasty!


Berbicara mengenai gulai nangka maka selalu membuat saya teringat dengan Tanjung Pinang, Riau. Kota kelahiran Ibu saya ini memang masakannya agak dipengaruhi oleh masakan Minang, Melayu dan China. Jadi tidak heran jika nasi lemak, gulai cincang Padang dan kwetiaw menjadi makanan yang umum kami santap. Nah berbicara mengenai sayur maka kami sekeluarga merupakan penggemar berat gulai yang terbuat dari potongan nangka muda - terkadang dengan tambahan kacang panjang dan potongan daging berlemak - di dalamnya. Rasanya sangat tasty! Jika anda penggemar nasi Kapau pasti teringat dengan gulai nangka muda dengan kacang panjang atau kubis di dalamnya. Gulai di masak dalam gelimangan santan yang tidak terlalu kental dengan rasa rempah dan bumbu yang kuat. Seperti itulah gulai nangka yang sering dimasak Ibu saya di rumah. Bumbunya memang 'segambreng' namun jika anda sering kali tidak puas dengan porsi gulai nangka yang diberikan di restoran Kapau (seperti saya!) maka membuatnya sendiri tentu saja menjadi alternatif terbaik. 


12 March 2014

Gulai Daun Singkong - Menu Kegemaran Abang


'Ngobrol' dengan si kecil Fatih, putra bungsu adik saya Wiwin yang baru berusia 8 tahun memang penuh dengan momen yang menggelikan dan acapkali membuat saya ngakak, saya pun tak tahan untuk membaginya dengan anda di sini.  Si kecil ini benar-benar seorang entertainer sejati yang dengan gayanya yang polos dan cara berpikirnya yang smart terkadang membuat saya terheran-heran sendiri. Contohnya kemarin saat saya cuti selama dua hari dan tingggal di rumah Wiwin dimana sebagian besar waktu tersebut saya gunakan untuk memasak beberapa resep yang rencananya akan di tampilkan di ehem.... Buku perdana saya yang bertema Home Cooking. Demi hasil foto yang bagus di setiap resepnya maka saya pun meminjam kamera DLSR adik saya, Tedy. Hasilnya memang mengesankan membuat saya berulangkali meratap andai kamera ini milik saya sendiri. 


07 March 2014

Cumi-Cumi Masak Hitam a la My Mom: Super Pedas, Super Tasty!


Tidak semua orang suka dengan cumi-cumi yang dimasak dengan warna hitam seperti ini, terlihat mengerikan bagi yang tidak pernah mencicipinya. Namun tahukah anda bahwa tinta cumi-cumi ternyata memberikan rasa gurih yang sedap pada masakan? Nah untuk tahu mengenai rasanya maka anda harus mencoba cumi-cumi masak hitam yang menjadi andalan Ibu saya kala ide masak sudah mentok hingga ke ubun-ubun, dijamin semua anggota keluarga suka. Dulu ketika kami semua masih tinggal di Tanjung Pinang, Riau, cumi-cumi merupakan seafood yang murah harganya sehingga dalam satu minggu menu masakan yang terbuat dari hewan laut ini pasti hadir di meja makan. Untungnya kami semua menggemarinya dan Ibu saya juga memiliki banyak koleksi resep cumi-cumi laziz, beberapa telah saya posting di JTT misalnya saja cumi-cumi asam garam dan cumi-cumi sambal merah. Semuanya saya pastikan akan membuat nafsu makan anda bertambah! ^_^


18 February 2014

Sup Ayam Asam Pedas - Chinese Hot and Sour Chicken Soup


Ada ratusan cara mengolah sup ayam, aneka resep sup pun beredar baik di internet maupun di buku-buku masakan. Mulai gaya Western atau Asia, semua tentu saja memiliki ciri khas masing-masing. Saya sendiri sudah sering menampilkan resep sup ayam di JTT karena hidangan berkuah praktis dengan rasa segar ini merupakan makanan kegemaran saya. Biasanya saya membuatnya dalam jumlah banyak, menggunakan satu ekor ayam utuh dengan tambahan aneka sayuran seperti wortel, jamur, jagung manis, buncis, kubis atau kapri manis dengan banyak rajangan daun bawang di dalamnya. 

Sup lantas saya masukkan ke kulkas dan disantap untuk beberapa hari dengan memanaskannya sebentar di microwave, walau biasanya sih hanya dalam dua hari saja sepanci sup habis saya sikat sendiri. Jadi bisa anda bayangkan hari-hari saya mulai dari makan pagi dan makan malam penuh dengannya. Untungnya saya bukan tipe yang rewel dan cerewet soal makanan, anda mungkin bergidik jika harus menyantap makanan yang sama secara estafet seperti ini, namun bagi saya nyaman-nyaman saja di lidah. Nah buat anda yang malas jika harus memasak sayur dan lauk secara terpisah mungkin varian sup gaya Chinese ini bisa menjadi pilihan. Rasanya pedas, sedikit asam dan segar. Supaya lebih kenyang anda bisa juga menambahkan beberapa butir kentang di dalamnya. Mudah dan super praktis. ^_^


11 February 2014

Bolhar : Ngebul di dahar ^_^


Beberapa waktu yang lalu ketika teman saya Ani merayakan ultahnya di kantor, kami cukup surprised kala sepanci besar hidangan daging berkuah mirip sup digotong oleh dua orang office boy masuk ke dalam kantor. Di belakang mereka berdua tampak teman saya ini menenteng se-tas plastik besar lontong dan kerupuk yang terlihat cukup berat. Wajahnya yang memerah dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan membuat kami semua tahu perjalanan membawa aneka makanan ini bukan pekerjaan enteng. Sejak pagi, kami semua - para kuli kantoran yang selalu kelaparan dan mendambakan makanan gratisan - telah siap sedia berjajar rapi di lorong arah masuk kantor menyambut Ani.  

Sejujurnya kami telah siap sedia sejak dua hari sebelumnya kala Asep berteriak mengingatkan, "Hoi, jangan lupa ya teman-teman, Ani dua hari lagi ulang tahun"! Teriakan itu langsung disambut cepat karena radar kami langsung tanggap menangkap makanan gratis yang akan tiba. "Bawa makanan yang enak ya, nggak usah repot-repot masuk kalau nggak enak", atau "Jangan bawa tumis oncom leunca pakai nasi, mending pulang saja kalau bawa itu." Ani hanya tersenyum-senyum antara stress dan pusing memikirkan menu apa yang akan disajikan. Ketika bolhar terhidang di depan mata dan mulai diserbu maka kami pun bersama-sama mengucapkan, "Selamat ultah ya Ni, by the way bolharnya enak bener! Besok ultah lagi ya"! ^_^


28 January 2014

Soto Kudus: Hujan-hujan kita nyoto yuk!


Bagi sebagian orang membuat soto sendiri di rumah terkesan ribet dan melelahkan. Begitu banyak bumbu yang harus di persiapkan menjadikannya makanan yang lebih gampang di beli saja di luar dibandingkan harus melewatkan waktu berjibaku di dapur. Padahal makanan lezat berkuah khas Indonesia ini sangat mudah dibuat dan percayalah tidak memakan waktu yang terlalu lama. Dengan bantuan blender dan panci tekanan tinggi bahkan waktunya bisa lebih dipersingkat lagi. Semua bumbu cukup anda masukkan ke gelas blender dan proses hingga halus, jika anda menggunakan ayam kampung yang terkadang super alot atau daging sapi yang membutuhkan waktu lama untuk direbus maka panci tekanan tinggi menjadi penyelamat.  

Variasi soto memang tak terhitung banyaknya di Indonesia, apakah terbuat dari daging sapi atau ayam, berkuah bening atau santan. Namun kunci utama untuk menghasilkan kuah soto lezat adalah kaldu kental yang menjadi kuahnya. Untuk soto ayam, saya memilih menggunakan ayam kampung karena rasa dagingnya yang gurih  akan menghasilkan rasa kuah yang mantap. Pilih ayam yang masih muda sehingga tidak memakan waktu terlalu lama walau anda rebus dengan panci biasa.  Bersama kucuran air jeruk nipis dan sambal rawit hijau menyeruput makanan ini saat musim hujan seperti ini memang terasa luar biasa! ^_^


06 December 2013

Sup Tuna dengan Wortel, Buncis dan Kentang


Beberapa minggu yang lalu saat kaki saya hampir memasuki gerbang rumah, tiba-tiba sebuah Pajero berhenti tepat di samping saya. Pemiliknya yang masih duduk di belakang kemudi kemudian menyapa saya dari jendela yang terbuka, "Baru pulang ya Mba"? Ah saya mengenalinya sebagai tetangga sebelah yang baru saja menempati rumah tersebut sekitar tiga bulan yang lalu. Tidak ingin berbasa-basi lebih lanjut saya hanya mengangguk, menebar sedikit senyum dan langsung masuk ke dalam rumah. Di lingkungan ini para tetangga jarang sekali saling mengenal, apalagi para pendatang seperti saya yang sehari-harinya bekerja di kantor.  Baru saja sekitar lima menit saya di dalam rumah terdengar gerbang di depan digedor dan suara teriakan memanggil, "Mba! Mba"! tatkala saya longok dari jendela, saya melihat samar bayangan tetangga sebelah berdiri di depan gerbang. Aduh! Mau apalagi sih cowok ini! Gerutu saya sedikit kesal. Terus terang tetangga sebelah ini terlalu ramah untuk ukuran orang asing bagi saya, beberapa kali ketika saya sedang menyapu halaman, pria ini sering kali menongolkan kepalanya dari pagar di samping rumah dan menyapa lebay membuat saya merasa tidak nyaman. 



24 October 2013

Kacang Panjang & Ebi dengan Kuah Santan


Ketika saya masih kecil, saya paling suka duduk di samping Ibu saya yang sedang meracik aneka sayur dan bahan makanan untuk diolah menjadi lauk hari itu. Terasa menenangkan dan membuat pikiran menjadi rileks melihat tangan Ibu yang cekatan menyiangi bermacam-ragam sayuran di atas meja. Nah salah satu sayuran yang saya masih ingat betapa lama proses menyiapkannya adalah kacang panjang yang dimasak santan seperti postingan kali ini. Sayur ini merupakan menu favorit keluarga Ibu saya di Tanjung Pinang, sehingga sering sekali saya temukan di meja makan rumah tante-tante saya yang kebetulan  jaraknya berdekatan dengan kami. Mungkin karena bumbunya yang simple dan rasanya yang lezat sehingga menyantapnya dengan lauk sederhana pun sudah terasa super yummy! 

Sayangnya setelah saya dewasa,  saya tidak pernah membuatnya sendiri di rumah. Membayangkan betapa laparnya perut saya menunggu makanan ini matang karena proses meraciknya yang lama telah membuat saya rela untuk tidak pernah menyantap masakan ini lagi. Hingga minggu kemarin ketika si Ibu penjual sayur di pasar memaksa saya untuk membeli kacang panjang dagangannya. Tak tega melihat gunungan sayuran yang masih banyak dan hari yang telah menjelang siang, akhirnya seikat besar kacang panjang pun masuk ke kantung belanja. Kali ini saya akan bernostalgia dengan masakan Ibu yang sudah berpuluh tahun tidak pernah saya nikmati, sayur kacang panjang dengan kuah santan yang lezat. ^_^


20 September 2013

Sup Ayam Asam Pedas a la Thai (Tom Yum Gai)


Memang tidak afdol rasanya jika menyantap masakan Thailand tanpa aroma daun rempah seperti serai, daun jeruk purut dan daun ketumbar yang kuat. Untuk dua rempah di depan yang saya sebutkan memang tidak pernah saya lupakan jika membuat tom yum atau kari Thai di rumah, namun daun ketumbar sering saya skip karena enggan membelinya. Harga daun ketumbar menurut saya tidak murah dan seringkali ikatan yang dijual di supermarket sangat jumbo sehingga akan banyak yang terbuang jika saya nekat membelinya. Namun kemarin ketika iseng melihat-lihat sayuran segar di sebuah supermarket, saya melihat untaian daun ketumbar dengan ikatan yang lebih kecil, harganya pun nyaman bagi kantung saya. Jadi tanpa pikir panjang saya masukkan dua ikat daun ke dalam kantung belanja. Perkara masakan apa yang akan saya bubuhkan dengan daun yang beraroma unik ini akan saya pikirkan nanti. Namun ada dua resep yang sebenarnya telah lama menari-nari di dalam benak saya untuk dicoba, sup ayam asam pedas dan kari merah a la Thai. Hmm, sepertinya akan menjadi petualangan kuliner berikutnya yang menakjubkan. Lebay dot com! ^_^ 


10 September 2013

Asam Keueng Aceh


Asam keueng, masakan ini sudah lama sekali saya idam-idamkan sejak melihat tampilannya di salah satu website. Anda pasti tahu kan kalau sudah berurusan dengan masakan ikan atau seafood yang berkuah dengan rasa pedas dan asam segar, saya pasti tidak bisa lagi membendung keinginan untuk mencobanya. Entah sudah berapa banyak resep masakan dengan karakter seperti ini yang saya posting, dan semakin banyak saya menemukan varian barunya maka kekaguman saya dengan kayanya kuliner tanah air pun semakin menjadi. Seandainya saja kita bisa seperti Thailand atau Korea yang makanannya banyak melegenda di mancanegara maka tak terhitung banyaknya jenis masakan Indonesia yang bisa bersaing dengan kedua negara tersebut

Walau sudah lama saya idamkan namun kesempatan untuk mencobanya baru terlaksana saat weekend kemarin. Ini karena salah satu bumbu khasnya yaitu asam sunti baru saja selesai saya buat minggu lalu. Jika anda penasaran dengan asam sunti, anda bisa membaca informasi dan proses pembuatannya diposting-an saya sebelumnya di sini. Bumbu unik ini merupakan rempah wajib pada masakan Aceh dan sejak saya menampilkannya di blog, saya menerima beberapa komentar yang sangat membantu untuk memanfaatkan si asam sunti menjadi lebih maksimal. Ah, inilah indahnya berbagi! ^_^

Daun kari, asam sunti dan belimbing wuluh segar

11 July 2013

Sayur (Sambal) Godog Betawi


Beberapa hari ini, tepatnya sejak minggu lalu, saya begitu ingin menyantap lontong dengan siraman kuah sayuran bersantan yang pedas dan nendang. Gara-garanya saya masih memiliki sisa beberapa buah lontong di kulkas dan setiap kali saya membukanya, lontong-lontong ini seakan memanggil-manggil untuk disantap. Selain membuatnya menjadi lontong tahu kecap, ada satu lagi hidangan yang selalu erat dikaitkan dengan lontong, yaitu lontong sayur. Dan sayur yang paling sedap untuk menemaninya apalagi kalau bukan sayur godog a la Betawi yang dibuat super pedas, dengan potongan daging sapi nan empuk dan cabai rawit merah yang dibiarkan utuh. Dijamin nafsu makan anda akan menggila, nafsu makan saya tepatnya, karena belum tentu anda penggemar berat lontong sayur seperti saya. ^_^ 


27 June 2013

Asem-Asem Buncis a la My Mom


Asem-asem buncis yang super mudah dibuat dengan rasa yang segar ini merupakan sayur kegemaran Ibu saya. Beberapa hari dalam satu minggu, masakan ini pasti hadir di rumah Paron, kediaman Ibu saya. Rasanya yang asam segar dengan sayuran yang crunchy memang membuat nafsu makan bertambah, bahkan hanya dengan ditemani lauk tempe, tahu dan ikan asin goreng saja. Ibu saya biasanya suka menambahkan potongan tahu atau tempe goreng ke dalam asem-asem, membuatnya lebih kaya dan padat gizi. Kalau sudah seperti itu maka cukup disantap dengan nasi panas saja sudah sedap, mudah dan irit. Nah itu moto Ibu saya, untungnya kami anak-anaknya termasuk pemakan segala, artinya disodorin dengan lauk apa saja tidak pernah ada penolakan. Walaupun saat ini, saya akui menjadi pemakan segala ternyata tidak untung juga, karena apapun terasa sedap di lidah, membuat susah untuk menjalankan program diet. Bagaimana mau mengerem nafsu makan, kalau nasi dengan sambal bawang saja sudah terasa seperti pesta? ^_^


17 June 2013

Sup Wonton dengan Jamur Shiitake


Pagi-pagi telah disambut dengan hujan deras yang mengguyur seakan enggan berhenti. Kalau tidak ingat betapa banyak pekerjaan yang akan menanti di hari Senin mau rasanya saya balik badan dan kembali pulang ke rumah. Untungnya atau apesnya, setelah sempat terkena guyuran hujan selama lima menit di pinggir jalan di depan pasar Blok A, taksi pun akhirnya saya dapatkan. Bisa ditebak, jalanan macet dan tersendat membuat saya memerlukan waktu satu jam lamanya untuk bisa mencapai kantor. Cuaca semakin aneh akhir-akhir ini, musim hujan seakan betah berlama-lama bahkan saat ini turunnya hujan mulai bergeser ke pagi hari. 

Nah kalau sudah seperti ini memang paling sedap membayangkan makanan yang berkuah panas dan segar, wonton sup alias pangsit kuah dan bakso menjadi alternatif yang paling dicari. Ditemani dengan segelas wedhang jahe yang manis dan legit, badan pun menjadi hangat. Membuat pangsit kuah sendiri sebenarnya sangat mudah, untuk kulit pangsitnya gunakan saja kulit pangsit siap pakai yang banyak dijual di pasar. Tentu saja, jika anda memiliki waktu panjang, maka anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Untuk isi pangsit paling mudah dan murah adalah dengan menggunakan daging ayam cincang. Nah, supaya si pangsit kuah lebih sehat tambahkan potongan sawi segar dan jamur shiitake seperti yang saya posting kali ini. Hmm, mantap dan mengenyangkan!


12 June 2013

Nasi Bakmoy


Nasi bakmoy, dari namanya kita sudah bisa menebak makanan ini mendapatkan pengaruh kuliner Chinese. Menurut Wikipedia, asal makanan ini dari Jawa Tengah. Tidak banyak literatur yang meyebutkan mengenai kuliner yang satu ini, hanya disebutkan masakan ini terdiri atas nasi yang ditaburi dengan potongan tahu goreng, ayam dan telur rebus yang disiram dengan kuah kaldu ayam yang dibumbui dengan kecap manis. Walaupun penampilannya terlihat ribet, ternyata membuat nasi bakmoy sangat mudah. Jadi jangan terburu-buru untuk enggan mencobanya. Memang cukup banyak pernak-pernik yang harus anda persiapkan, seperti nasi, tumisan ayam dan tahu, gorengan udang (saya ganti dengan ayam), dan kuah. Tapi semua perlengkapan nasi bakmoy tersebut tidak memerlukan bumbu yang sulit dan mudah untuk dipersiapkan. Untuk rasanya, hmm.... segar dan mantap! ^_^


10 June 2013

Sup Krim Ayam Jagung


Makanan apa yang mengenyangkan, lezat, segar, sangat mudah dibuat dengan kalori yang cukup redah? Bagi saya deskripsi tersebut mengacu ke sup, makanan sejuta umat yang siapapun pasti mengenalnya. Begitu mudahnya dibuat sehingga seringkali  menjadikannya pilihan pertama bagi mereka yang ingin mulai belajar memasak. Setidaknya itu yang saya lakukan dulu, ketika pertama kali belajar membuatnya. Hmm, kira-kira ketika saya masih berusia sebelas tahun, masih duduk di SD dan sangat bersemangat bermain masak-masakan yang bukan hanya sekedar iris-iris dan rajang-rajang aneka dedaunan yang jelas-jelas tidak bisa dimakan, tetapi benar-benar memasak di atas api dengan aneka bumbu dan bahan.


Kala bosan bermain 'pasaran' yang itu-itu saja, bersama teman masa kecil kami akhirnya mencoba membuat tungku kecil-kecilan dari batu bata, menggunakan panci terjelek yang dimiliki Ibu saya dan mulai mencoba memasak sayur betulan. Percobaan pertama adalah sup kubis, kemudian dilanjutkan dengan sayur asem. Seru juga menyantap masakan hasil buatan sendiri yang di masak di alam bebas - tepatnya di kerimbunan kebun pisang nenek saya di belakang rumah - cekikian ketika masakan terasa luar biasa asin atau luar biasa pedas karena segunung merica yang dimasukkan. Namun apapun bentuknya, saat itu semua terasa lezat rasanya. ^_^

26 April 2013

Sup Ikan Tongkol


Bagi anda yang mengikuti perjalanan Just Try & Taste pasti akan mengerti betapa maniaknya saya dengan ikan dan segala macam olahan darinya. Tak terhitung banyaknya resep ikan yang saya tampilkan dan memang dari sekian banyaknya resep tersebut maka hidangan berkuah lebih banyak mendominasi, contohnya seperti sup ikan yang kali ini saya posting. Nah untuk resep kali ini saya menggunakan ikan tongkol sebagai bahan utamanya. Berbeda dengan jenis ikan laut lainnya dan bahkan tuna maka ikan tongkol memiliki daging yang lebih keras dan akan semakin keras jika diolah dengan cara digoreng. Karena itu resep favorit saya untuk mengolah hasil laut yang satu ini adalah dengan cara membuatnya menjadi abon seperti resep di sini, atau pampis, anda bisa klik resepnya di sini

Terus terang saya belum pernah tertarik untuk menceburkan potongan daging ikan tongkol ke dalam kuah yang asam dan pedas. Hingga beberapa minggu lalu, ketika keinginan untuk menyantap semangkuk sup ikan kumat sementara isi freezer menipis, maka ikan tongkol pun akhirnya menjadi sasaran. Namun ternyata keputusan saya tidak terlalu salah, sup ikan tongkol ini lezat rasanya. ^_^ 


23 April 2013

Opor Ayam a la My Mom: The Best Ever Opor Ayam ^_^


Jika berbicara mengenai opor maka saya pasti langsung teringat dengan Lebaran di kampung halaman dan Ibu saya tentunya! Beliau adalah tokoh utama dibalik pembuatan opor ayam yang sampai sekarang menurut saya merupakan opor terlezat yang pernah saya santap. Kuahnya kental dengan cita rasa rempah-rempah yang kaya membuat saya mampu menyantapnya berulangkali dalam satu kali kesempatan saja. Untuk menemani nasi hangat mantap, untuk dikudap bersama lontong dan ketupat pun nendang. Ahh, air liur saya kontan menetes membayangkannya. Selain rasanya yang kaya, Ibu saya juga selalu menggunakan ayam kampung untuk membuat opor, tentu saja faktor bahan baku utama ini mampu membuat rasanya semakin gurih. 

Walau bumbu opor ayam a la Ibu saya tergolong ribet karena banyaknya pernak-pernik rempah yang digunakan namun semua kerepotan itu akan terbayar saat anda menyantapnya. Terutama jika anda ingin menyajikan hidangan yang istimewa kala Lebaran tiba atau ketika ada acara spesial di rumah, seperti yang dilakukan adik saya Wiwin, beberapa waktu yang lalu saat menjamu Ibu-Ibu teman sekelas keponakan saya Fatih. Lontong ayam opor yang dihidangkan di meja habis diserbu dan dibungkus untuk dibawa pulang. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...