Showing posts with label Hidangan Berkuah. Show all posts
Showing posts with label Hidangan Berkuah. Show all posts

26 April 2013

Sup Ikan Tongkol


Bagi anda yang mengikuti perjalanan Just Try & Taste pasti akan mengerti betapa maniaknya saya dengan ikan dan segala macam olahan darinya. Tak terhitung banyaknya resep ikan yang saya tampilkan dan memang dari sekian banyaknya resep tersebut maka hidangan berkuah lebih banyak mendominasi, contohnya seperti sup ikan yang kali ini saya posting. Nah untuk resep kali ini saya menggunakan ikan tongkol sebagai bahan utamanya. Berbeda dengan jenis ikan laut lainnya dan bahkan tuna maka ikan tongkol memiliki daging yang lebih keras dan akan semakin keras jika diolah dengan cara digoreng. Karena itu resep favorit saya untuk mengolah hasil laut yang satu ini adalah dengan cara membuatnya menjadi abon seperti resep di sini, atau pampis, anda bisa klik resepnya di sini

Terus terang saya belum pernah tertarik untuk menceburkan potongan daging ikan tongkol ke dalam kuah yang asam dan pedas. Hingga beberapa minggu lalu, ketika keinginan untuk menyantap semangkuk sup ikan kumat sementara isi freezer menipis, maka ikan tongkol pun akhirnya menjadi sasaran. Namun ternyata keputusan saya tidak terlalu salah, sup ikan tongkol ini lezat rasanya. ^_^ 


23 April 2013

Opor Ayam a la My Mom: The Best Ever Opor Ayam ^_^


Jika berbicara mengenai opor maka saya pasti langsung teringat dengan Lebaran di kampung halaman dan Ibu saya tentunya! Beliau adalah tokoh utama dibalik pembuatan opor ayam yang sampai sekarang menurut saya merupakan opor terlezat yang pernah saya santap. Kuahnya kental dengan cita rasa rempah-rempah yang kaya membuat saya mampu menyantapnya berulangkali dalam satu kali kesempatan saja. Untuk menemani nasi hangat mantap, untuk dikudap bersama lontong dan ketupat pun nendang. Ahh, air liur saya kontan menetes membayangkannya. Selain rasanya yang kaya, Ibu saya juga selalu menggunakan ayam kampung untuk membuat opor, tentu saja faktor bahan baku utama ini mampu membuat rasanya semakin gurih. 

Walau bumbu opor ayam a la Ibu saya tergolong ribet karena banyaknya pernak-pernik rempah yang digunakan namun semua kerepotan itu akan terbayar saat anda menyantapnya. Terutama jika anda ingin menyajikan hidangan yang istimewa kala Lebaran tiba atau ketika ada acara spesial di rumah, seperti yang dilakukan adik saya Wiwin, beberapa waktu yang lalu saat menjamu Ibu-Ibu teman sekelas keponakan saya Fatih. Lontong ayam opor yang dihidangkan di meja habis diserbu dan dibungkus untuk dibawa pulang. 


20 March 2013

Garang Asem Ikan Salmon


Garang asem ikan salmon, hmm terdengar keren dan mahal. Ikan salmon yang sekilonya dihargai lebih dari dua ratus ribu rupiah memang membuat saya harus berpikir keras jika akan membelinya. Tapi untungnya ada bagian-bagian ikan ini yang dijual cukup murah di supermarket, yaitu bagian kepala dan 'tetelan' ikan yang berisikan tulang tengah dan bagian perut yang berlemak. Jadi bukan hanya daging sapi saja yang ada tetelannya. Satu pack potongan ikan seperti yang saya tampilkan di gambar cukup ditebus dengan harga dua puluh ribu rupiah saja, tentu saja jauh lebih nyaman bagi kantong saya. Jadi jika demam makan salmon tiba maka biasanya bagian-bagian inilah yang akan saya buru untuk dimasak menjadi sup ikan yang laziz. Nah untuk resep sup ikan salmon, saya pernah posting sebelumnya, silahkan klik disini ya. Jadi jika anda bertanya-tanya mengapa gambar potongan-potongan daging ikan salmon yang saya tampilkan nyaris tidak berbentuk seperti ikan salmon, percayalah ini benar-benar salmon namun hanya 'tetelannya' saja. ^_^


05 March 2013

Kimchi Jjigae - Sup Kimchi dengan Daging Sapi


Banyak cara menuju Roma, banyak cara pula untuk memanfaatkan kimchi yang telah berhasil kita buat selain dengan menyantapnya begitu saja yaitu dengan mengolahnya menjadi aneka masakan lainnya. Beberapa waktu yang lalu saya membuat satu wadah besar kimchi sawi putih - untuk resep kimchi anda bisa klik di postingan saya sebelumnya disini dan disini - kini rasa kimchi yang saya buat mulai terasa asam akibat proses fermentasi yang terjadi dan sepertinya waktu yang tepat untuk membuat sup kimchi yang lezat ini. Nama jjigae mengacu pada masakan sejenis sup dengan kuah yang banyak dimana berbagai jenis bahan bisa dimasukkan ke dalamnya, jika menggunakan kimchi maka namanya menjadi kimchi jjigae. Bahan lainnya yang umum ditambahkan ke dalam sup ini adalah daun bawang, bawang bombay, tahu, daging dan seafood. Umumnya, daging dan seafood dimasak dalam sup terpisah. Untuk membuat kimchi jjigae ini dibutuhkan kimchi yang telah memiliki umur simpan yang lama karena selain memiliki rasa dan aroma yang lebih kuah juga memiliki kandungan bakteri baik yang lebih banyak. 


19 February 2013

Homemade Mie Beras dan Ayam Kuah Jahe


Musim hujan di Jakarta sepertinya akan panjang dan lama, memasuki minggu ketiga di bulan Februari ini pun sepertinya hujan deras masih saja terus mengguyur. Hujan-hujan seperti ini membuat saya enggan pergi keluar rumah. Contohnya seperti week-end kemarin, selama dua hari menjelang pukul dua siang dipastikan cuaca mulai mendung dan kemudian hujan super deras mengguyur dari langit. Terperangkap di dalam rumah selama dua hari membuat saya akhirnya mengisi waktu dengan membersihkan rumah dan mencuci setumpuk pakaian. Ketika lapar melanda yang saya inginkan hanyalah hidangan berkuah yang gurih dan sedap. Hmm, bagaimana jika mie rebus dengan cabai yang banyak? Tapi mie instan merupakan bahan yang langka di rumah Pete, dan sebagai informasi sudah lebih dari dua tahun saya tidak pernah menjamah mie ini karena setiap kali menyantapnya maka maag akut saya pasti kumat. Ide pun terlintas untuk membuat mie sendiri saja? Karena tidak ada sebutir telur pun di kulkas sebagai bahan utama membuat homemade mie telur, saya pun lantas bereksperimen membuat mie dari tepung beras. Yeah, hasilnya memang tidak terlalu maksimal namun setidaknya rasanya cukup lezat dan mengenyangkan. ^_^


07 February 2013

Homemade Bakso Daging Sapi: Percayalah, kali ini mental!


Bakso daging sapi yang kenyal, elastis, empuk, springy, bouncy, tanpa bahan kimia berbahaya, tanpa obat bakso, tanpa pengawet dan seterusnya, dan seterusnya adalah impian semua penggila bakso seperti saya. Tapi cukup sulit rasanya kita bisa menemukan bakso impian seperti itu di jual di luaran, meskipun mengklaim tidak menggunakan bahan tambahan yang dikenal dengan nama 'obat bakso' namun sudah menjadi rahasia umum bahwa bakso yang kenyal, elastis dan renyah umumnya dihasilkan dengan menambahkan food additive. Nah food additive ini yang terkadang kita tidak tahu terbuat dari apa, beberapa menyebutkan dengan nama boraks, ada yang menyebutkan STP, yang lainnya lagi amoniak. Semuanya merupakan bahan kimia yang jarang kita pergunakan sehingga pengetahuan kita pun minim mengenainya. Umumnya bahan tambahan pangan pengenyal untuk bakso selalu disebut sebagai 'obat bakso'. Walaupun tidak jelas bahan seperti apa yang disebut dengan 'obat bakso', dan tentunya tidak semua bakso di luaran menggunakannya, namun tidak ada salahnya jika kita sedikit waspada. 


08 January 2013

Sup Seafood dan Sayuran: Lezat, segar, bergizi!


Mengapa ya saya suka sekali menimbun bahan makanan? Berulang kali pertanyaan itu berkecamuk di dalam kepala saya dan saya tahu pasti betapa jeleknya kebiasaan ini. Tak peduli kulkas di rumah kadang sulit ditutup pintunya tetap saja ketika berkunjung ke supermarket pasti ada saja yang saya tenteng saat pulang. Beruntungnya atau sialnya, kantor saya dijepit oleh dua buah mall besar yang keduanya memiliki supermarket besar juga, Carrefour dan Lotte Mart. Bisa ditebak, acara jalan-jalan kami penghuni kantor di daerah ini saat makan siang adalah berkeliaran di mall dan belanja. Kami menyebut istilah jalan-jalan ini dengan sebutan glamor. Tanggal tua tidak menghambat kami untuk ber-glamor ria, bukan untuk berbelanja tetapi untuk cek harga dan diskon, serta membandingkan harga mana yang lebih murah antara kedua supermarket yang saya sebut di atas. Memang kurang kerjaan, tapi kami semua sangat, sangat menikmatinya. ^_^ 


27 December 2012

Pedesan Entog a la Indramayu


Dari namanya saja anda pasti sudah bisa membayangkan rasanya, makanan ini memang pedas! Asalnya dari daerah Indramayu dan walaupun beberapa kali saya berkunjung kesana saya belum mendapatkan kesempatan untuk mencicipinya secara langsung. Membaca literatur tentangnya sana dan sini membuat air liur saya pun menjadi menetes dan keputusan pun dibuat, pedesan entog harus bisa diwujudkan. Yenih, rekan kantor saya, yang ayahnya juragan bebek dan entog menjadi pemasok handal unggas ini. Sabtu pagi, minggu lalu, dua ekor entog/itik muda diantarkan langsung dalam kondisi telah bersih dan siap masak, satu ekor saya sulap menjadi nasu palekko yang mantap sedangkan entog lainnya menjadi pedesan a la Indramayu ini.  Bagi anda yang tertarik dengan nasu palekko dari daerah Sidrap, Sulawesi Selatan, silahkan klik di link disini. Kedua masakan berbahan dasar entog ini sedap, membuat nafsu makan  menggila dan perut anda mengamuk. Hati-hati! ^_^

21 December 2012

Sup Asparagus dengan Bola-Bola Daging


Jika anda tinggal di sekitar Blok M, Panglima Polim dan sekitarnya, maka anda mungkin mengenal supermarket Papaya di jalan Melawai. Supermarket ini menjual bahan makanan khas negeri ginseng Korea dan Jepang. Sayuran, buah, ayam, daging dan seafood di sini sangat fresh, dan menurut saya lebih fresh dibandingkan supermarket besar lainnya. Bahkan untuk sayuran lokal selain lebih fresh harganya pun juga lebih murah. Papaya bukan merupakan supermarket besar, namun jika anda menyukai bumbu dan saus khas Jepang dan Korea maka disinilah tempat untuk mencarinya. Menurut beberapa informasi, lantai atas supermarket ini berisi peralatan dapur dan pernak-pernik bento khas Jepang yang dibandrol dengan harga seragam, sayangnya setiap kali kesana saya selalu lupa untuk naik ke lantai atas dan mengeceknya. Hmm, terus terang saya penasaran juga karena mungkin ada satu atau dua peralatan dapur yang lucu yang bisa saya bawa pulang untuk melengkapi koleksi di rumah.

 

17 December 2012

Chicken Pot Pie: Sup Ayam dalam Kulit Pie nan Renyah


Hujan deras, suhu dingin, rumah yang lengang dan sepi, lantai kinclong, perabotan rumah bebas debu, cucian harum yang tergantung rapi di jemuran dan dapur yang bersih. Benar-benar weekend impian buat saya. Bagi kebanyakan orang weekend berarti jalan-jalan keluar rumah menikmati keramaian mall, tempat wisata atau nongkrong di cafe yang cozy, bagi saya weekend yang nyaman adalah jika semua urusan tetek-bengek rumah dan segala kerepotannya ini telah selesai dan saya bisa duduk manis menikmatinya sambil browsing di depan laptop dengan ditemani segelas hot chocolate kegemaran. Atau, seperti kali ini sambil ditemani dengan semangkuk chicken pot pie panas yang baru saja keluar dari oven. Kemewahan sederhana untuk menikmati hari Minggu yang bergulir sangat cepat menuju ke keesokan harinya, dan saya ingin menikmatinya menit demi menit, detik demi detik, tak rela jika momen weekend yang indah ini segera berlalu. Yah, beginilah nasib kuli kantoran. ^_^



02 December 2012

Sup Ayam dengan Jagung Manis, Wortel, Kacang Polong dan Jamur Merang


Sudah lebih dari dua minggu ini setiap kali pulang kantor selalu disambut dengan hujan, jalanan becek dan macet yang sangat parah. Perjuangan berat untuk tiba di rumah membuat kondisi tubuh menjadi kurang fit. Jika sudah seperti ini maka makanan hangat berkuah yang menyehatkan selalu menjadi alternatif yang paling saya suka. Sup ayam selalu menjadi pilihan, aneka sayuran bisa saya tambahkan kesana, dan kalau malas lagi menyerang seperti ini maka sayuran dalam kaleng menjadi penyelamat. ^_^

Sup ayam mungkin merupakan makanan yang paling universal, hampir semua negara memilikinya. Walaupun teknik dan bumbunya bisa berbeda-beda namun memiliki benang merah yang sama yaitu ayam direbus dalam cairan, bisa susu atau air biasa. Makanan ini memiliki reputasi sebagai makanan yang membantu penyembuhan penyakit flu dan sering dianggap sebagai comfort food, yaitu jenis makanan yang membuat badan terasa nyaman. Kelebihan lainnya adalah selain membuat perut menjadi kenyang, sup ayam juga juga memiliki kalori yang relatif rendah. 


19 November 2012

Chili dengan Daging Sapi, Buncis, Jagung dan Kacang Merah


Chili con carne (chili yang mengandung daging) atau biasa dikenal dengan sebutan 'chili' saja merupakan sejenis stew (sup dengan takaran air yang sedikit) yang mengandung bubuk cabai, daging, tomat, dan seringkali juga kacang merah. Versi tradisional makanan ini terbuat dari bubuk cabai, bawang putih, bawang bombay, dan cumin (jinten), bersama dengan potongan atau cincangan daging sapi. Variasi dari sisi daerah maupun individu yang membuatnya, memungkinkan terjadinya perbedaan dari jenis daging  ataupun bahan-bahan lain yang digunakan. Resep yang bervariasi ini mendorong timbulnya argumentasi di antara para penggemar chili, yang menyebabkan chili seringkali dijadikan masakan yang sering diperlombakan. Chili juga umum digunakan sebagai salah satu bahan di beberapa makanan lainnya seperti chili dog, chili burger, atau chili dengan keju dan kentang goreng.


03 November 2012

Soto Ayam Lamongan Nan Simple


Saya akui, semua anggota keluarga kami maniak dengan masakan bernama soto, entah soto daging atau ayam. Terutama soto dengan kuah tanpa santan seperti soto Lamongan yang kali ini saya posting. Bukan saja para dewasa yang tergila-gila dengan soto, bahkan krucil kecil para keponakan saya pun penggemar beratnya. Bagi Fatih, keponakan saya yang berumur tujuh tahun, soto adalah makanan terlezat yang tak akan bosan-bosannya dia santap walau dihidangkan setiap hari. Porsi makannya pun semakin menggila jika masakan ini terhidang. Bahkan walaupun si kecil ini menyukai rasa sop konro yang pernah dicicipinya beberapa waktu yang lalu, tetap saja menurutnya: "Enak sih, tapi tak seenak soto. Adik paling suka soto", celotehnya. Tak bisa disalahkan, soto memang masakan yang sangat lezat, segar dan mudah ditemui dihampir setiap penjuru terutama di pulau Jawa, tentunya. Apalagi kala mulai memasuki musim penghujan seperti ini, ketika suhu dingin karena kucuran air hujan yang tumpah dari langit, memang sedap menikmati hari sambil ditemani dengan semangkuk soto panas dengan sambal rawit super pedas dan kucuran air jeruk nipis. Huah, air liurpun menetes. ^_^

16 October 2012

Membuat Sup Konro


Weekend kemarin iseng-iseng saya pergi ke rumah adik saya di Mampang Prapatan, ternyata pilihan saya untuk berkunjung di malam Minggu itu sangat tepat karena adik saya beserta keluarga berencana untuk makan malam di salah satu restoran sate padang yang terletak di dekat jalan Tendean. "Loh lantas apa hubungannya antara sate padang dengan judul membuat sup konro di atas?". Eits banyak hubungannya. Nah, si penjual sate padang yang laris manis ini membuka bisnisnya di depan sebuah warung sup konro Makassar Daeng Naba. Saya yang sudah terlanjur ngiler dengan iga besar dalam rendaman kuah sup yang gurih langsung memesan sup konro. Ketika pesanan tiba, kami pun serempak menceburkan sendok masing-masing di mangkuk berisi sup untuk mencicipinya beramai-ramai. ^_^


Kami akui rasa kuah supnya cukup gurih dan sedap, hingga Fatih, keponakan saya, langsung menghampiri si Yuk Kati, asisten rumah adik saya dan bertanya "Yuk, bisa bikin ini kan? Besok bikin ya". Yuk Kati langsung menatap saya dengan tatapan berisi pesan SOS singkat, "Bumbunya apa Mbak?".  Wokeh, jadilah keesokan harinya kami mempraktekkan membuat sup konro ala Makassar yang direquest Fatih. Resepnya diambil dari buku Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa.

Kluwek

15 October 2012

Pindang Ikan Patin


Satu hal utama yang membuat saya enggan memasak ikan patin adalah bau amis plus bau lumpurnya yang kuat (bagi indra penciuman saya tentunya). Bahkan menurut saya, baunya jauh lebih kuat dibandingkan dengan ikan bandeng yang bagi sebagian orang juga dianggap sebagai ikan berbau lumpur. Namun demikian harus saya akui, ikan patin memiliki daging yang super lembut dan berlemak, yang jika bau lumpurnya lenyap merupakan salah satu ikan yang cukup saya gemari. Beberapa kali saya memasak ikan patin, terus terang saya belum merasa puas dengan hasilnya, bukan dengan bumbu dan rasa masakannya tetapi dengan bau ikan yang tetap kuat terasa walau telah di luberi dengan aneka bumbu yang berlimpah. Salah satu masakan ikan patin yang pernah saya posting sebelumnya yaitu Sup Ikan Patin ala Sragen, anda bisa klik di link ini jika berminat dengan resepnya, memasukkan buah nanas ke dalam kuahnya, dimana cara ini cukup membantu membuat sup ikan ini menjadi segar dan menutup rasa si lumpur.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...