Showing posts with label Hidangan Berkuah. Show all posts
Showing posts with label Hidangan Berkuah. Show all posts

10 December 2014

Empal Gentong a la Just Try & Taste


Entah resep apa yang akan saya eksekusi hingga membuat saya nekat membeli potongan fillet paha kambing di supermarket. Namun yang jelas ketika melihat potongan daging yang terlihat fresh dalam jumlah yang banyak di Carrefour di sebelah kantor, saya pun langsung memasukkannya ke dalam keranjang belanja seakan takut tiba-tiba pembeli lain akan memborongnya semua. Dasar rakus dan serakah, umpat saya kepada diri sendiri di dalam hati ketika akhirnya daging-daging itu teronggok di dalam freezer selama beberapa minggu lamanya. 

Sekarang akan diapakan semua daging kambing ini? Di kepala saya, daging kambing selalu identik dengan sate dan tongseng. Terbayang dengan sate kambing kiloan di warung sate bernama PSK di jalan Pondok Indah membuat air liur menetes juga, tekstur dagingnya luar biasa empuk hingga hanya dalam beberapa kunyahan saja telah lumer di lidah. Jangan membayangkan yang tidak-tidak kala membaca PSK ya, yang ini merupakan singkatan dari Penggemar Sate Kiloan. Nah masalahnya adalah saya sendiri tidak yakin dengan daging kambing yang saya beli. Membutuhkan kambing muda yang 'kinyis-kinyis' untuk menghasilkan sate seempuk PSK, sementara daging kambing di freezer saya kemungkinan teksturnya sealot sandal jepit.  Jadi tidak ada cara lain selain memasaknya dalam waktu yang lama dan lama dan lama, untuk memastikannya benar-benar empuk. ^_^

Aneka rempah-rempah untuk empal gentong
Jahe, daun jeruk purut, kayu manis, ketumbar, kapulaga, cengkeh dan kembang lawang

08 December 2014

Seblak Basah Ceker Ayam dan Bakso a la JTT


Bandung memang surganya pecinta makanan terutama makanan yang masuk kategori 'ringan' alias tidak terlalu mengenyangkan, memiliki porsi yang kecil namun cukup memuaskan lidah dan perut sambil menunggu jam makan besar tiba. Makanan khas Bandung yang umum kita jumpai misalnya saja siomay, batagor, otak-otak, mie ayam ceker, gehu pedas atau yang belakangan ini nge-trend adalah makanan bernama seblak basah.  Sebenarnya sudah lama saya mendengar mengenai seblak di Jakarta, namun umumnya seblak yang biasa diperjual-belikan disini adalah jenis yang kering dengan tampilan seperti kerupuk yang tebal. Terus terang seblak kering bukan makanan favorit saya, karena teksturnya yang super keras membuat saya ketar-ketir juga jika tambalan di gigi menjadi rontok. Untuk jenis seblak basah saya belum pernah mencicipinya sama sekali, hanya melihat dan membaca ulasannya saja di internet. Saya akui tampilan seblak basah terlihat sangat menggoda, apalagi dengan embel-embel super pedas, membuat air liur menetes-netes membayangkannya. ^_^


25 November 2014

White Chicken Chilli


Hari itu hujan luar biasa deras mengguyur. Sebuah sungai kecil di depan rumah tampak penuh meluap hingga air keruhnya yang berwarna coklat susu tumpah ruah ke badan jalan. Sudah lebih dari satu jam lamanya saya duduk di bagian teratas tangga teras dengan pandangan nanar menatap jembatan kayu kecil yang melintang di tengah sungai. Jembatan reot yang menghubungkan rumah orang tua saya dengan rumah tetangga di depan terkadang menyembul dari balik air namun seringkali tenggelam ditelan keruhnya sungai. Rasa bosan yang menggerogoti hati karena seharian harus mendekam di dalam rumah mulai tak tertahankan. Begitu banyak hal menarik di sekitar rumah yang serasa tak habis-habisnya walau telah saya eksplorasi setiap hari. 

Penantian saya akhirnya mulai berakhir kala hembusan angin mendorong awan gelap hingga perlahan tersapu pergi dan sinar matahari pun menerobos dengan cerianya. Tetesan besar air perlahan mulai berganti menjadi rintik yang kecil dan menguap terpanggang panasnya sang surya. Semangat saya pun mulai berkobar, sehabis hujan merupakan momen yang sangat menyenangkan. Sungai kecil di depan rumah yang berhulu dan bermuara di laut selalu membawa banyak ikan-ikan kecil yang terlihat dengan jelas kala lumpur mulai mengendap. Udang kecil akan terperangkap di dalam kolam-kolam imut  di halaman rumah tetangga yang landai dan berbatu. Beberapa anak tampak mulai keluar menenteng ember kecil untuk mencari ikan. Dan seakan sayap tumbuh dari kedua pergelangan kaki, segera saja saya terbang menuju ke jembatan kecil yang walau tak tampak namun saya yakin ada disana. Beberapa kali loncatan tiba-tiba kaki ini kehilangan pijakan dan pandangan pun menjadi gelap gulita. Air masuk dengan derasnya ke dalam hidung dan mulut saya yang terbuka berusaha mencari udara. Saat itu saya pun tersadar, saya tercebur ke dalam sungai dan mulai tenggelam!


14 November 2014

Bakso Ayam Spesial


"Ma, nanti kita makan bakso juga di rumah sakit ya", pinta seorang bocah perempuan berusia sekitar sembilan tahun. Tangan kanan mungilnya mencengkeram rok coklat lusuh yang dikenakan sang Bunda sementara kedua bola mata jernihnya menatap penuh harap. "Nanti kita lihat dulu ya Nduk, uang Mama cuma sedikit. Kalau dokter nanti minta kamu dirontgen Mama harus siapkan uang itu untuk biayanya", ujar wanita yang dipanggil Mama oleh si bocah perempuan dengan nada lemah lembut. Tangan kirinya menggandeng seorang anak perempuan lainnya yang berusia sekitar tujuh tahun. Bertiga mereka berdiri di bawah terik matahari panas di sebuah terminal bis berdebu di kota kecil bernama Ngawi untuk melanjutkan perjalanan ke Maospati, dimana sebuah rumah sakit TNI Angkatan Udara berada di sana.

"Iya, makan bakso. Enak"! Celoteh bocah perempuan yang berusia tujuh tahun dengan nada ceria. Kepalanya mengangguk-angguk dengan suka cita tak sadar dengan pandangan sedih yang dilontarkan sang Bunda kepada mereka berdua. Gundah gulana hati perempuan itu memikirkan selembar uang sepuluh ribu rupiah di dompetnya. Betapa inginnya dia membahagiakan kedua putrinya yang masih kecil untuk menikmati semangkok bakso seharga seribu rupiah namun apa daya biaya pengobatan putrinya lebih penting. Matanya berkaca-kaca dan batinnya pun berdoa semoga masih ada uang tersisa setelah pengobatan hari ini berlalu. 


31 October 2014

Sup Ayam dengan Millet


Beberapa minggu belakangan ini saya dilanda demam yang aneh. Eits nanti dulu, ini bukan demam karena mabuk cinta atau demam karena mengidamkan satu makanan, melainkan benar-benar demam karena suhu badan yang naik. Saya katakan aneh karena demam ini seperti jailangkung yang datang tak diundang dan pergi pun tak diantar. Demam ini terkadang muncul namun juga menghilang begitu saja. Selain demam badan juga terasa meriang dan kondisi ini semakin diperparah dengan AC kantor yang tidak manusiawi dinginnya serta cuaca Jakarta yang mendung beberapa hari belakangan ini. Kostum musim dingin yang terdiri dari jaket tebal dan syal dileher pun menjadi pemandangan pakaian saya sehari-hari di kantor hingga Mba Vicky, seorang rekan kantor, pagi ini memberikan komentar, "Wah sudah siap-siap hendak liburan musim dingin ke luar negeri Mba Endang"? Saya hanya bisa menghela nafas berat sambil menjawab, "Bukan Mba, ini karena demam dan meriang." ^_^


15 July 2014

Tekwan a la JTT - Super duper yummy!


Entah sudah berapa lama seonggok besar ikan tengiri yang terbuntal di dalam kantung plastik mendekam di freezer rumah Pete. Mungkin sejak enam bulan yang lalu. Enam bulan?! Anda pasti menjerit mendengarnya. Tetapi yep begitulah kondisi yang sering terjadi pada saya akibat lapar mata dan seringkali membeli sesuatu bukan karena kebutuhan tetapi karena emosi dan greedy. Seingat saya, waktu itu saya membelinya karena harganya yang murah. Tidak tanggung-tanggung satu ekor ikan berpindah ke dalam kantung plastik dengan harapan aneka makanan khas Palembang bisa saya buat darinya. Tapi seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya, rasa malas mendera dan bad mood yang melanda akhir-akhir ini membuat sang ikan pun hanya tergolek pasrah di lemari pendingin.

Nah libur weekend kemarin saya bersama aneka bahan dan peralatan membuat aneka kue kering yang ter-packing di dalam koper, meluncur ke rumah adik saya, Wiwin, di Mampang Prapatan. Kami memang telah berencana untuk membuat kue kering bersama sebagai oleh-oleh Lebaran yang akan diadakan di rumah kakak saya, Wulan, di Batam. Tidak mau melewatkan kesempatan untuk berbuka bersama keluarga adik saya, maka saya pun mengosongkan isi freezer termasuk si ikan tengiri untuk saya bawa serta. Kali ini sepertinya nasib ikan beku ini akan berakhir di perut kami semua. ^_^



29 June 2014

Kalio Daging Sapi


Puasa Ramadhan telah tiba, dan bagi para ibu rumah tangga yang harus mempersiapkan lauk untuk sahur, saat ini pasti sedang mengasah otak dan kreatifitas. Hidangan apakah yang layak untuk disajikan bagi keluarga di saat pagi buta? Menu sahur memang terkadang memusingkan, karena itu biasanya dibuat sedikit istimewa agar anggota keluarga terutama anak-anak bersedia menyantapnya dengan lahap di tengah kantuk yang mendera. Hal ini tentu saja berbeda dengan saat berbuka dimana makanan apapun sepertinya rela untuk disantap. Nah bagi single seperti saya tentu saja sahur bukan merupakan kendala, biasanya saya hanya menyantap sepotong roti dan segelas susu sebagai persiapan energi esok hari.

Namun saya masih ingat biasanya saat bulan puasa seperti ini, Ibu saya akan menyiapkan makanan yang sedikit lebih enak untuk sahur, favorit kami sekeluarga apa lagi kalau bukan rendang. Lauk ini rasanya super lezat sehingga siapa pun tidak ada yang berani menolaknya. Selain itu makanan ini juga awet disimpan di kulkas hingga berhari-hari lamanya. Sayangnya rendang tidak berkuah sama sekali sehingga terkadang diperlukan sayuran berkuah sebagai pendampingnya. Karena itu seringkali Ibu saya membuat versi rendang berkuah yang disebut dengan kalio. Kuah yang kental dengan banyak potongan kentang di dalamnya membuat kalio menjadi teman makan sahur yang nendang. Nah demi bernostalgia melewatkan sahur selayaknya bersama Ibu di kampung halaman, maka awal puasa Ramadhan kali ini saya pun berkutat di dapur untuk mewujudkan sepanci kalio daging yang alamak sedap rasanya. ^_^


26 June 2014

Gulai Pakis a la My Mom


Pakis atau paku merupakan tumbuhan yang sering kita temukan di tepi jalan, di lahan kosong bahkan di dinding tembok dan batang pepohonan. Daunnya yang indah dan unik dengan bentuknya yang beraneka ragam seringkali menjadikan daun ini sebagai target koleksi bagi pecinta herbarium. Dulu ketika saya masih kecil, saya memiliki banyak koleksi tumbuhan paku dari aneka spesies. Daun-daun ini saya selipkan di dalam lembaran buku tua milik Bapak yang telah tidak terpakai. Biasanya dalam waktu satu minggu daun paku menjadi kering dan siap untuk di tempelkan di sehelai kertas putih. Waktu itu saya dan kakak saya Wulan, menggunakannya sebagai hiasan kartu Lebaran yang akan kami kirimkan kepada keluarga di Tanjung Pinang. Berhubung kondisi ekonomi keluarga kami yang sangat pas-pasan dan kartu Lebaran buatan pabrik termasuk golongan barang mewah yang tak terkangkau, maka kartu buatan sendiri yang terbuat dari sehelai kertas karton putih dengan aneka tempelan daun dan biji kering pun menjadi alternatif yang tak kalah ciamiknya. ^_^


23 June 2014

Massaman Curry - Kari a la Thai yang super lezat!


Memasak kari selalu membuat hati berat bahkan sebelum memulainya. Membayangkan banyaknya bumbu yang harus digunakan apalagi biasanya menggunakan jenis bumbu yang terdengar asing di telinga dan jarang tersedia setiap saat di dapur membuat masakan ini  jarang sekali saya buat di rumah. Beberapa waktu yang lalu seorang pembaca JTT pernah menanyakan ke saya cara membuat bumbu bubuk kari instan seperti yang sering kita jumpai di supermarket, sayangnya hingga detik ini saya belum memiliki waktu untuk mencobanya dan lebih mengandalkan pada bumbu instan kemasan siap pakai yang praktis.

Suatu hari seorang teman yang baru saja kembali dari Thailand bercerita dengan antusias lezatnya masakan kari yang disantapnya kala berlibur disana. Kari Thai tersebut terbuat dari daging ayam, terung bulat dan aneka sayuran dalam kuah bersantan dengan rempah yang segar, membuat nafsu saya untuk mewujudkannya sendiri di rumah menjadi menggebu. Keunikan kari Thai adalah bumbu kari yang lebih simple dibandingkan kari a la India dan biasanya kari Thai juga menggunakan aneka sayuran di dalamnya. Walaupun kari Massaman yang otentik biasanya hanya menggunakan ayam atau daging dan kentang namun kali ini saya memasukkan terung dan buncis. Hasilnya super duper lezat!



15 May 2014

Korean Ramyun - Mie Kuah Pedas Korea a la Just Try & Taste


Shin ramyun merupakan merk mie instan a la Korea yang sangat terkenal baik di negaranya sendiri maupun di mancanegara. Menurut Wikipedia, mie instant ini bahkan telah dijual di 80 negara dan merupakan merk mie instan dengan penjualan yang tertinggi. Nah jika anda berkunjung ke supermarket besar terutama Lotte Mart maka sempatkanlah untuk singgah sejenak di jajaran makanan dan bumbu Korea, disana anda akan menemukan mie instant ini di dalam bungkus merahnya yang khas. Harganya menurut saya cukup menguras kocek hanya untuk sebungkus mie instant dan rasanya pun tidak jauh berbeda dengan mie instant negara kita seperti Indomie. Rekan-rekan muslim di kantor saya yang maniak dengan produk Korea biasanya membeli ramyun instant vegetarian, perlu anda ketahui sangat sedikit sekali produk Korea yang dijual di Indonesia yang memiliki label halal pada kemasannya. Jadi versi vegetariannya setidaknya bisa menutupi rasa penasaran untuk mencicipi mie instant Korea.  ^_^

Gochujang/pasta cabai Korea

13 May 2014

Mun Tahu dengan Daging Cincang, Udang dan Edamame a la Fifi


Mun tahu merupakan masakan yang super simple dan sangat mudah untuk dibuat, namun tidak pernah membuat hati saya tergerak untuk mencobanya. Terus terang potongan tahu dalam masakan berkuah bukan lah favorit saya, berbeda ketika digoreng kering atau diolah dalam masakan seperti gado-gado dan rujak petis. Namun minggu lalu, tiba-tiba percakapan di area sekitar tempat duduk saya di kantor berubah menjadi seputar makanan dan salah satunya adalah mun tahu yang kali ini saya posting. Dimulai dari pertanyaan Mba Mirah yang telah menjadi vegetarian selama 20 tahun, "Sudah pernah coba mun tahu Ndang? Itu makanan favorit saya. Buatnya simple dan rasanya enak banget, paling oke kalau pakai tahu sutera atau tahu China yang halus dan lembut. Wah bisa sewajan saya habiskan sendiri." Saya sudah sering mendengar dan melihat resep plus tampilan makanan ini di internet namun mendengar rekomendasinya langsung dari yang pernah mencoba membuatnya tentu saja berbeda sensasinya.

Mba Fifi, yang kebetulan posisi cubicle duduknya berada di seberang saya ikut menimpali, "Kalau Mba Mirah pasti versi vegetariannya ya. Mun tahu lebih enak kalau dikasih daging cincang dan udang Mba, jangan lupa daun bawang yang banyak ya. Rasanya mantap"! Tidak perlu mendapatkan pasokan semangat lagi sayapun langsung membuka buku catatan dan mencatat resep mun tahu a la Fifi yang setelah dicoba di dapur JTT saya akui sangat nendang. ^_^



12 May 2014

Bakso Daging Sapi Spesial - Versi lebih mudah dan tak kalah mental!


Entah mengapa membuat bakso sapi yang kenyal dan mental selalu menjadi tantangan tersendiri. Walau beberapa waktu yang lalu saya telah berhasil membuat bakso sapi dengan tekstur dan rasa sesuai keinginan namun tatkala menemukan resep lainnya yang lebih mudah dengan hasil yang tak kalah mantap maka tangan ini pun gatal untuk segera mengeksekusinya. Weekend kemarin saat saya mengunjungi adik saya, Wiwin, saya pun mencoba resep bakso dari buku resep blender Mitzui yang saya peroleh kala mengikuti cooking demo beberapa minggu yang lalu. Terus terang saya telah memiliki blender Mitzui selama hampir dua tahun lamanya dan setiap pagi selalu membuat smoothie buah dan sayuran darinya. Namun selama ini resep baksonya tidak membuat hati saya tergerak untuk mencobanya karena berpikir resep bakso yang saya miliki toh sudah cukup sukses bagi ukuran saya.  

Namun ketika staff Mitzui memperagakan proses pembuatannya yang simple - tentu saja dengan menggunakan blender Mitzui - hati saya pun tergerak untuk mencoba resepnya. Hasilnya luar biasa saudara-saudara! Bakso terasa kenyal, keras dengan cita rasa yang lezat. Nah bagi anda yang ingin juga mencobanya di rumah, tidak perlu khawatir, saya tidak menggunakan blender Mitzui untuk membuatnya melainkan dengan chopper imut dari Phillips yang saya yakin lebih banyak dimiliki oleh pembaca JTT. Tertarik? Yuk lanjut!

Homemade Bakso Daging Sapi - Percayalah kali ini mental!
 

07 May 2014

Homemade Kaldu Daging - Sedikit repot, tapi berharga untuk dicoba!


Walau banyak merk kaldu instan bersliweran di pasaran namun membuat kaldu homemade anda sendiri ternyata pengalaman berharga untuk dilakukan. Selain rasanya jauh, jauh lebih sedap juga yang homemade tentunya bebas bahan kimia, pengawet dan fresh langsung dari panci di atas kompor anda. Nah beberapa waktu yang lalu saya begitu terobsesi untuk membuat kuah kaldu nendang yang bisa saya pakai untuk aneka hidangan berkuah seperti bakso, sup wonton, dan mie ramen. Poin penting utama agar hidangan a la Japanese dan Chinese menjadi super duper lezat adalah kuah kaldunya yang 'kudu ngaldu banget'. Biasanya, pengalaman yang lalu-lalu,  kuah cukup saya peroleh dari rebusan daging sapi plus kaldu instan bubuk. Hasilnya adalah rasa kuah yang tidak terlalu nendang dan setelah menyantapnya masih menyisakan rasa tidak puas di lidah. Minggu lalu demi resep mie ramen yang ingin dieksekusi saya pun mengubek-ubek aneka literatur mencari cara bagaimana membuat homemade kaldu yang sedap. Walau membutuhkan waktu dan kesabaran namun hasilnya mantap, dan saya pun sudah tak sabar untuk mencobanya di next resep mie ramen yang akan saya eksekusi. 


06 May 2014

Coto Makassar a la Mitzui


Jika anda sempat membaca posting-an saya kemarin maka disana saya menceritakan pengalaman mengikuti acara demo memasak produk Mitzui. Salah satu alat masak yang diperagakan dan membuat saya cukup 'ngiler' untuk memilikinya (namun berat dengan harganya!) adalah pressure cooker Mitzui. Panci bertekanan tinggi nan cantik ini mampu memasak aneka makanan salah duanya adalah bubur daging (paddas porridge) dan coto Makassar. Untuk bubur dagingnya, saya telah mencicipi rasanya yang sangat lezat namun sayangnya karena waktu yang terbatas, saya harus melewatkan untuk menyantap seporsi kecil coto Makassar. Anyway busway, saya tidak berkecil hati karena resep coto Makassar tercantum di copy resep yang dibagikan gratis saat itu. Termotivasi dengan tampilan coto yang kental, gelap dan terlihat menggiurkan maka minggu lalu saya pun membuatnya di rumah Wiwin, adik saya. Kebetulan banyak anggota keluarga saya yang sedang berkumpul disana, jadi sepanci besar coto bisa disantap beramai-ramai sebagai lauk makan siang hari itu. Mantap! ^_^ 

Tauco

05 May 2014

Sup Pare Isi Daging Cincang


Apakah anda pernah menyantap bakso yang terbuat dari urat dan daging sapi yang dicincang kasar dengan tekstur yang empuk dan seperti meleleh di mulut kala dikunyah? Nah bakso urat seperti itulah yang menjadi idaman saya kala hunting mencari warung bakso yang mantap. Sayangnya agak jarang penjual bakso menyediakan bakso urat seperti yang saya inginkan. Nah weekend kemarin saya begitu ingin  menyantap seporsi bola-bola daging ini namun sayangnya hujan deras yang mengguyur Jakarta memang di luar prediksi, dalam sekejap cuaca yang panas dengan matahari super terik berubah menjadi hujan yang sangat lebat. Keinginan menyantap bakso pun urung dilakukan namun sebagai gantinya saya pun mencoba resep sup pare isi daging cincang yang kali ini saya posting. Resep ini sudah sangat lama tersimpan di dalam kumpulan resep impian bersama ratusan resep lainnya yang entah kapan akan saya eksekusi. Sepertinya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuat semua resep tersebut terwujud menjadi makanan dan posting yang nyata. ^_^


29 April 2014

Selat Solo - Sepiring Perpaduan Barat dan Timur


Ketika mencicipi selat Solo beberapa tahun yang lalu di kota asalnya, saya nyengir sendiri dengan rasa dan tampilannya dan langsung bergumam, "Wong Solo memang kreatif." Seporsi sayuran rebus plus mayonnaise yang biasanya disebut dengan salad, dipadukan dengan bistik daging berkuah dan acar ketimun menghasilkan perpaduan barat dan timur yang rasanya mantap. Kolaborasi semua itu mencetuskan nama Selat Solo, bahasa Jawa dari Salad Solo. Tidak mudah menemukan selat Solo di Jakarta. Kakak saya, Wulan, yang pernah tinggal di Solo cukup lama kala masih kuliah masih terkenang-kenang dengan rasanya yang maknyus sehingga beberapa kali request untuk dibuatkan masakan tersebut ketika berkunjung ke rumah Pete. Banyaknya pernak-pernik yang harus dipersiapkan lah yang membuat saya enggan untuk mencobanya. Tapi hari Sabtu kemarin kebetulan Ibu saya sedang berada di Jakarta, semangat untuk membuatnya pun timbul karena saya tahu beliau belum pernah mencicipi makanan ini. Apalagi komposisi utama selat Solo adalah sayuran, jadi Ibu bisa bebas menyantapnya. Perjuangan saya berkutat untuk membuatnya sejak pagi ternyata tidak sia-sia. Rasanya sungguh super!


16 April 2014

Gulai Nangka dan Kacang Panjang a la My Mom - Super Tasty!


Berbicara mengenai gulai nangka maka selalu membuat saya teringat dengan Tanjung Pinang, Riau. Kota kelahiran Ibu saya ini memang masakannya agak dipengaruhi oleh masakan Minang, Melayu dan China. Jadi tidak heran jika nasi lemak, gulai cincang Padang dan kwetiaw menjadi makanan yang umum kami santap. Nah berbicara mengenai sayur maka kami sekeluarga merupakan penggemar berat gulai yang terbuat dari potongan nangka muda - terkadang dengan tambahan kacang panjang dan potongan daging berlemak - di dalamnya. Rasanya sangat tasty! Jika anda penggemar nasi Kapau pasti teringat dengan gulai nangka muda dengan kacang panjang atau kubis di dalamnya. Gulai di masak dalam gelimangan santan yang tidak terlalu kental dengan rasa rempah dan bumbu yang kuat. Seperti itulah gulai nangka yang sering dimasak Ibu saya di rumah. Bumbunya memang 'segambreng' namun jika anda sering kali tidak puas dengan porsi gulai nangka yang diberikan di restoran Kapau (seperti saya!) maka membuatnya sendiri tentu saja menjadi alternatif terbaik. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...