26 Juni 2011

Obsesi Roti 3: Hokkaido Milky Loaf - Roti Lembut ala Jepang



I did it! Itu yang pertama kali saya teriakkan di dalam kepala saya ketika roti lembut ini saya sobek dan masukkan ke mulut. Akhirnya berhasil juga saya membuat roti yang lembut, halus dan lezat selayaknya roti yang dijual di bakery dan membuatnya pun sama sekali tidak sulit. Karena di rumah kebetulan sedang banyak penghuninya, maka sayapun dengan sombongnya membandingkannya dengan roti dari Eaton yang tadi malam dibawa adik ipar saya, Azy, ke rumah Pete. Sama lembutnya, bedanya roti yang saya buat tidak memakai isi di dalamnya. Namun point yang paling penting, Hokkaido Milky Loaf ini tidak menggunakan bahan pelembut roti selayaknya roti yang memiliki tekstur halus seperti ini, cukup dengan merubah teknik pembuatannya yang menurut saya cukup unik. Anda penasaran ingin tahu bagaimana? Yuk, terus ikuti artikel ini ^_^.

Taizhong starter

Bermula dari penasaran ingin mencoba membuat bakpau (Baozi) yang lembut dan berwarna putih bagaikan kertas, perjalanan saya menelusuri internet membuat saya terdampar di blog Christine's Recipes yang menggiring saya ke metode pembuatan roti menggunakan adonan tepung yang disebut water roux atau taizhong starter yang dijelaskan di resep sumbernya yaitu Angie's Recipes. Taizhong adalah adonan yang terbuat dari air dan tepung terigu dengan perbandingan berat: 1 bagian tepung dicampur dengan 5 bagian air.  Adonan ini kemudian dipanaskan diatas api kompor hingga mengental atau berbentuk seperti gelatin. Gelatin inilah yang membedakan Hokkaido Milky Loaf dengan roti yang lain, dengan cara ini lebih banyak air yang diserap atau digunakan di dalam adonan, membuat roti ini memiliki karaktersistik lebih lembut, lebih elastis dan yang paling penting adalah memiliki kesegaran yang lebih tahan lama dibandingkan roti dengan metode biasa, meskipun dibiarkan di suhu ruang selama lebih dari dua hari.  


Adonan  taizhong yang terdapat dalam resep cukup untuk satu resep roti yang menghasilkan dua loyang loaf, jika anda hanya ingin membuat separuhnya maka cukup dengan membuat separuh takaran adonan taizhong atau simpan taizhong di wadah tertutup di kulkas untuk digunakan di lain kesempatan. Roti ini sangat fleksibel, anda bisa mengisinya dengan daging cincang, keju, sosis, kacang hijau yang dihaluskan, kacang-kacangan atau buah kering. Saya menganggapnya sebagai adonan dasar yang bisa dimodifikasi menjadi roti lainnya. Hokkaido Milky Loaf ini menurut saya mirip seperti roti sobek yang banyak dijual di pasaran. 

Nah, bagaimana? Apakah anda siap membuat roti sendiri untuk keluarga? Yang jelas dengan membuatnya sendiri: Anda tahu dengan pasti bahan-bahan apa saja yang dimasukkan ke dalamnya; Anda tahu kualitas bahan yang digunakan; Roti yang anda buat bebas dengan bahan tambahan pangan lainnya seperti pengempuk roti; Bahannya bisa dimodifikasi sesuai dengan kondisi kita saat ini, misalnya di roti ini resepnya seharusnya menggunakan telur tapi saya skip bahan tersebut dan hasilnya sama sekali tidak mengecewakan yaitu roti tetap lembut dan halus; Alasan terakhir adalah anda bisa refreshing sejenak melupakan dunia saat menguleninya sambil tentu saja berolah raga ^_^. 

Anda ingin tahu resepnya? Yuk, kita menuju ke TKP saja.


Hokkaido Milky Toast
Resep diadaptasikan dari Christine's Recipes - Hokkaido Milk Toast yang diadaptasikan dari resep asalnya di blog Angie's Recipes - Hokkaido Milky Loaf & Water Roux - Taizhong Starter

Untuk 2 buah roti menggunakan loyang loaf ukuran 21 x 7 x 8

Bahan water roux - taizhong starter:
- 50 gram tepung terigu protein tinggi (saya menggunakan Cakra Kembar)
- 250 ml air

Bahan roti:
- 540 gram tepung terigu protein tinggi (saya pakai Cakra Kembar)
- 86 gram gula pasir halus
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok makan susu full cream
- 11 gram ragi instant (saya pakai Fermipan)
- 1 butir telur ayam, kocok lepas (saya tidak pakai)
- 59 gram krim kental (whipping cream) (jika tidak ada ganti saja dengan susu cair dengan berat yang sama)
- 55 ml susu cair
- 185 gram adonan taizhong (saya menggunakan semua adonan taizhong diatas)
- 50 gram mentega cair (saya menggunakan minyak zaitun)

Glaze (untuk mengolesi roti):
- 1/2 sendok makan susu bubuk
- 1 sendok makan air
atau: 1 butir telur kocok lepas

Cara membuat:
Taizhong Starter


Siapkan panci kecil (panci anti lengket lebih baik), masukkan tepung dan setengah air ke dalam panci. Aduk menggunakan spatula hingga tepung larut dan tidak berbutir-butir. Baru kemudian masukkan sisa air dan aduk rata. Jika kita langsung memasukkan semua air maka tepung terigu akan bergumpal dan sulit untuk dilarutkan. 

Panaskan panci di kompor dan masak menggunakan api kecil, aduk-aduk selama taizhong dimasak agar tidak gosong hingga menjadi adonan yang licin dan kental. Angkat dan dinginkan. Jika anda tidak langsung menggunakannya untuk membuat roti maka tutupi wadah dengan plastik dan masukkan ke kulkas.

Membuat roti:


Siapkan mangkuk besar, masukkan bahan-bahan kering: tepung terigu, ragi, garam, gula pasir halus, susu bubuk, aduk hingga benar-benar rata ya agar ragi tidak bertemu langsung dengan garam. Sisihkan.

Siapkan mangkuk besar, masukkan bahan-bahan basah: adonan taizhong, telur, susu cair, whipped cream, aduk menggunakan spatula hingga rata. Masukkan bahan kering, aduk menggunakan spatula kayu, jika terlalu sulit maka aduklah menggunakan jari-jari tangan. Jika bahan basah dan kering telah menyatu, tuangkan mentega cair ke dalam adonan dan aduk kembali. Jika telah menjadi gumpalan maka sekarang kita akan menguleninya.

Siapkan meja datar, taburi tepung terigu, tuangkan adonan ke atasnya. Uleni adonan dengan menekannya menggunakan puncak telapak tangan dan mendorongnya menjauhi badan anda. Putar adonan selama menguleni sehingga semua sisi adonan terproses dengan baik. Uleni selama + 30 menit hingga menjadi adonan yang smooth dan halus. Bentuk adonan menjadi bola bulat yang padat. Masukkan adonan ke dalam mangkuk yang telah diolesi dengan sedikit minyak. Tutup dengan kain bersih dan biarkan selama 40 menit hingga 1 jam, sampai adonan membengkak menjadi minimal 2 kali lipat.


Kempiskan adonan, bagi menjadi dua bagian (jika anda menggunakan loyang seperti saya). Jika anda menggunakan loyang loaf yang lebih besar maka tidak perlu membagi adonan menjadi dua bagian. Kemudian bagi masing-masing bagian menjadi 3 potongan yang sama besarnya. Bulatkan masing-masing potongan, tutupi dengan kain/plastik dan diamkan kembali selama 15 menit. 


Setelah 15 menit, gilas masing-masing potongan dengan ketebalan kira-kira 1 cm, lipat sisi kiri dan kanan ke tengah, kemudian gilas kembali adonan hanya agar lipatan menjadi tertutup rapat dan gulung adonan. Lakukan pada semua bagian adonan, tata gulungan adonan ke dalam loyang loaf dengan bagian ujung lipatan berada di bawah. Tutupi loyang dengan kain dan biarkan beristirahat selama 1 jam atau hingga mengembang menjadi 2 kali lipat. Olesi permukaannya dengan susu cair atau telur kocok. 


Panggang roti ke dalam oven yang telah dipanaskan 1/2 jam sebelumnya, di suhu 180'C, selama 30 - 40 menit atau hingga permukaannya kecoklatan. Keluarkan dari oven, lepaskan roti dari loyang dan dinginkan di rak kawat. 


Roti siap disantap dengan selai atau dicelupkan ke kopi, susu coklat atau teh anda. Enjoy! 


Sources:
Christine's Recipes - Hokkaido Milk Toast
Angie's Recipes - Hokkaido Milky Loaf
Angie's Recipes - Water Roux - Taizhong Starter 
Happy Home Baking - Hokkaido Milky Loaf



150 komentar:

  1. hmmmmmmme enyak enyak sepertinya kue kue nya,,,,,,salam kenal mbak,,(Mc.Ga Brownies Surabaya)

    BalasHapus
  2. Hai, hai, thanks ya. Salam kenal juga ^_^

    BalasHapus
  3. mantaaapp rasanya, gak perlu pake pelembut roti. Tq mb. endang atas ulasannya yang begituu jelas.

    BalasHapus
  4. Hai Jeng Chanti, nyobain Hokaido Milky Loaf ya? Lebih enak kalau bagian dalamnya diisi dengan selai, keju atau sosis Mba hehehe

    BalasHapus
  5. mbak klo roti ini atasnya dikasih cream kopi kayak roti boy gitu bisa kan?....saya suka resep roti jepang ini cos gkpake pelembut roti....thx resepnya ya mbak.....

    BalasHapus
  6. Hai, salam kenal ya. Betul sekali, resep roti ini bisa dijadikan untuk membuat melon bun atau yang seperti roti boy dengan toping kopi. Topingnya menggunakan resep pound cake saja, masukkan adonan ke dalam plastik segitiga dan semprotkan ke atas roti. Rotinya dibentuk bulat seperti roti burger ya. Saya belum sempat mencobanya, belum ada waktu, padahal pengen sekali membuatnya. Thanks ya ^_^

    BalasHapus
  7. resep ke dua yang pengen dicoba ini ah... hari sabtu besok...

    BalasHapus
  8. Halo Mba Mima, selamat mencoba dan semoga sukses ya hehhehe ^_^

    BalasHapus
  9. sudah dipraktekin hari ini, kalo aku blg kurang susu mbak. hehehhee. tapi emang lembut banget ni rotinya... besok kalo bikin lagi akan aku kurangi tepung nya 3 sdm utk diganti sm susu bubuk hahahahaha.... selera emang beda2, tapi resep ini pasti akan aku coba lagi lain waktu... berasa di hokaido ya (asli lebay) hahahha.

    BalasHapus
  10. Halo Mba Mima, wah good idea, keknya ntar saya coba juga, hehehe. Sesama penggemar susu memang susah ^_^

    BalasHapus
  11. bismillah..
    are you sure..klo toppingnya roti boy bisa pake resepnya pound cake??..heheh..penasaran.com..solanya saya sering buat roti boy pake resep yg pada umumnya bertebaran di internet..mba pernah nyoba nih???..sharing dong mba..oiya mba..resep diatas ga pake telur..apakah mempengaruhi pada hasil akhir??..rencana nti sore mw nyoba resep roti diatas...

    Lia Wahyu

    BalasHapus
  12. Halo Mba Lia, yup saya pernah baca di salah satu web mengenai resep melon bun yang mirip2 dengan roti boy. Terus terang saya belum pernah mencobanya tetapi saya sangat penasaran ingin membuatnya. Nanti, saya luangkan waktu dulu ya untuk membuat, dan semoga hasilnya sesuai harapan. Pasti akan saya posting dan update hasilnya ^_^

    BalasHapus
  13. wah mantab mbak resepnya oke2 smua anak2ku pasti suka nih salam kenal ya thanx udah sharing resep yg bermanfaat

    Hilda

    BalasHapus
  14. Hai Mba Hilda, makasih juga ya Mba atas komentarnya. Semoga keluarga suka juga dengan resepnya. Hokaido milky loaf ini enak juga kalau diisi dengan keju parut, selai coklat, pasta kacang hijau atau selai lainnya. Sukses selalu buat Mba Hilda. ^_^

    BalasHapus
  15. Hai mbak, kemarin resep roti berikut tekniknya dah aq buat.Kalo menurut saya sih dari texturenya lebih cocok buat roti tawar or yg dicetak di loaf gitu. kalo diaplikasikan kebentuk roti manis lainnya kayaknya kurang pas buat aq. mbk lani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Lani, salam kenal. Yup memang roti ini lebih cocok untuk roti tawar, jika mau langsung dicetak di loaf dan di slice selayaknya roti tawar maka adonan tidak perlu dibagi menjadi beberapa bagian tetapi langsung dalam satu gelondongan besar masuk ke dalam loyang. Atau bisa juga sebenarnya dengan bentuk di atas tetapi diisi dengan aneka selai di dalamnya. Thanks atas komennya ya.

      Hapus
  16. hallo mbk endang.
    Saya bsok rencanya mw buat roti ini. saya bingung di bahan roti ditulis gunakan 59 gram whipped cream atau bs diganti susu cair dngn jumlah yg sama, tp dibawahnya sudah ada 55 ml susu cair.
    apa susu cairnya ditambahkan menjadi 114 gram?ini yg saya bingungkan.
    Atau whipped bisa diskip tnpa perlu menggantinya?apakah tdk brpengaruh trhdp hasil?
    Trus jika telur diskip apakah tidak mempengaruhi kelembutan roti?jika tetap digunakn tidak apa2 kn mbk?
    Ma'af lutfi crewet n bnyk tnya,soalnya masih pemula.
    Makasih mbk endang.

    Lutfi rahayu di banyuwangi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Lutfi, yep memang kalau tidak ada whipped cream bisa ganti dengan susu cair berarti susu cairnya total jadi 114 ml. Nggak perlu bingung, tepung yang digunakan lumayan banyak, 540 gram jadi butuh cairan yang banyak juga. Telur jika mau ditambahkan nggak papa, masukkan saja. Selama ini saya jarang membuat roti menggunakan telur, kecuali di Panettone, telurnya banyak banget dan hasilnya juga gak lembut2 banget ^_^. Roti lembut itu karena cairan yang cukup, sehingga adonannya lembek. Semoga membantu dan sukses dengan rotinya ya ^_^

      Hapus
  17. hallo mbk endang,mw tny jika toizhongnya 2x lipat boleh tidak?pengaruhi tingkat kberhasiln tdk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Fina, bisa Mba, hanya saja adonanya cenderung lebih lembek karena lebih banyak mengandung air. AKibatnya proses menguleni menjadi agak susah. Tidak berpengaruh dengan kemampuan roti mengembang kok.

      Hapus
  18. mksd saya,apakah roti dngn thoizong lebih bnyk akan lebih lembut?ato malah sama saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Fina, poin membuat roti begini Mba, asalkan air cukup maka roti akan empuk. Tangzhong disini sebenarnya adalah untuk meningkatkan kadar air dalam adonan sehingga roti menjadi lebih empuk. Tetapi terlalu banyak air/tangzhong maka akan membuat adonan menjadi lembek, roti sulit dibentuk yang akhirnya justru tidak bisa diuleni dan menyusahkan kita sendiri. Kalau mau ditambahkan boleh saya, saya yakin roti menjadi lebih lembut, hanya saja saat menguleninya sebaiknya selalu taburi tepung di meja dan lumuri tangan dengan tepung agar tidak lengket.

      Hapus
  19. oh gtu.
    Mksh mbk endang.
    Jngn bosen2 ya dngn prtnyaan2 saya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip Mba Fina, nggaklah hehe kalau ada pertanyaan silahkan diajukan saja ya.

      Hapus
  20. Hi mba Endang, mananggapi diskusi diatas meng tangzhong, jk mau ditambahkan, tentunya hrs memodif lg jmlh cairan & tepungnya, bukankah begitu mba? Krn dlm taizhong sdh ad tpg & airnya. Bgmnkah patokan utk modif nya? Begitu jg kalo telurnya di skip, apkh jml cairannya tdk perlu ditambah? Lalu air dlm taizhong bs ga yach diganti susu? Hehehe, maaf ya mba, bnyk pertanyaan. Makasih bnyk mba. Salam, Pris (^_^)

    BalasHapus
  21. salam kenal mb, wah resepnya hebat2 , sy dah coba pizza peperoni & miliky ini, smua bisa ngembang & jadi, indah deh bentuknya... tapi knapa roti milky sy kl dimakan rasanya nggumpal gitu, lengket d gigi ,g bisa halus, sy sudah uleni k.l30 menit sesuai resep,panggangnya pakai api apa y? karna oven sy pk kompor, kmaren sy pk kompor api besar jadi 2o menit roti dah kcoklatan. tlg y mb pencerahannya, tq...tq...mama kezia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mama Kezia, thanks atas sharingnya ya Mba. Hmm, saya juga bingung nih kenapa rotinya terasa menggumpal kala dimakan dan dikunyah, mungkin karena menggunakan taizhong ya jadinya kandungan air di roti lebih tinggi. Tapi ini hanya perkiraan saya saja. Hmm, coba resep roti lainnya Mba, banyak kok yang sedap-sedap hehehe

      Hapus
  22. hi... saya sudah coba buat nih.. gara2 awalnya bikin, jadinya malah seperti batu bata.. keras banget :p coba googling. dapet sih di youtube pake adonan roux juga... cuma sedikit gak percaya masa sih pake tambahan roux bisa lembut.. penasaran coba googling lagi.. eh dapat situs ini, dan menggunakan metode yang sama.. akhirnya saya coba.. wew... berhasilll.. lembut banget... cuma belum coba kalo pake isian.. tanya ya, kalo pake isian coklat yang dilelehin gitu, apakah gak masalah ya kalo masih hangat2 coklatnya dimasukin ke adonan. atau ada tehniknya buat bikin isian gitu? maklum masih pemula sekali.. biasa megang semen dan batu bata :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke makasih ya,
      bakal saya cobain nih resepnya.. simple dan penjelasannya gak ribet :)

      Hapus
  23. Halo mbak,
    Sedikit sharing nih, saya sudah menggunakan resep taizhong ini sekitar setengah tahun. Dulu pernah googling di website kitchen snippets. Cuma saya variasikan dengan 50:50 tepung cakra dgn tepung segtiga biru. Sedangkan dengan cairannya saya menggunakan susu Ultramilk tanpa menggunakan air sama sekali. Hasilnya memang sangat lembut. Saya sudah coba dengan roti tawar, roti isi dan pizza yang saya bikin tipis sekali. Oh ya, kalo roti lengket di gigi kayaknya mungkin penggunaan tepung yang salah. Soalnya saya pernah experimen pake tepung segitiga biru semua.. hasilnya memang lengket di gigi ^-^
    Awal pertama lagi semangat '45 bikin roti pake tangan.. sampe kebas-kebas... terakhir saya beli Breadmaker nya Ace hardware, saya pakai function Doughnya aja utk menguleni adonan. Hasilnya lebih lembut dari saat saya uleni sendiri. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Linda, wah makasih sharingnya ya, memang kalau pakai taizhong hasil roti lebih oke dan lembut. Tapi memang paling mantap kalau diuleni pakai mikser heavy duty, tekstur adonanya lembut banget, jauh berbeda dengan ulenan pakai tangan. Saya suka pinjam mikser adik kalau saya lagi main kerumahnya buat praktek roti, habis sampai sekarang mikser idaman belum kebeli wakkakakak

      Hapus
    2. Aku pernah liat pake food processor mbak e. Mungkin bisa dicoba.
      Semoga cepat kebeli...Bosch apa KA?
      Tipsnya beli dari amazon+semua pajaknya masih lebih murah.

      Hapus
    3. Udah pernah pakai food proces, memang bisa tapi kalau adonan banyak berat dan merepotkan lebih gampang uleni manual hehheh. pengennya Bosch hahhahah. thanks tips dan sharingnya ya! ^_%

      Hapus
  24. Mba Endang... ini resepnya endang :p aku dah coba loh. Thanks a lot buat keterangan en penjelasannya yang banyak yaaa...
    aku taruh linkku disini gpp kah? disana reviewku en plus sedikit cerita di balik pembuatannya.

    Btw, aku jadi nge fans loh. blogwalking disini bikin aku mupeng en penasaran bikin2 yang laennya. *kasih jempol buat blognya*

    http://rirhikyu.wordpress.com/2013/01/07/peter-en-roti-tawar/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Febbie, makasih ya atas sharingnya. Waaakkk saya dah lihat hokaidonya di blog mantep banget, hahhaha, jauh lebih keren dari yang saya buat, hiiks. Thanks ya Mba dan sukses selalu ya. ^_^

      Hapus
  25. mbak, sisa starter-nya d'simpan di kulkas ato freezer, makasiy^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Simpan di kulkas ya Mba, bukan freezer. Masukin wadah rapat ya.

      Hapus
  26. mba...disini kan ga da whippedcream yg instan ya.maklum daerah kecil,kalo diganti butter cream,yg saya buat sendiri dr mentega putih bisa ga mba?kebetulan ak msh ada sisa buttercream sisa bikin tart anakku,hehe drpd mubadzir.eh tp sbenernya whipcream itu sama ga sih sama butter cream,makasih ya mba....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ermalia, jangan diganti dengan buttercream ya, ganti saja dengan susu cair seperti instruksi saya di resep. Whipped cream itu krim kental, mirip susu cair hanya lebih kental, kalau butter cream kan mentega kocok ya jadi sebenarnya sama dengan minyak.

      Hapus
    2. iya mba 30 menit lagi mateng nih,krna tdi ga da whipped cream jd pake susu yg kaya mba endang instruksikan cuma jd encer dan agak susah nguleninnya,hmmm tp kyaknya bakal sukses jadi nih,doakan ya mba.

      Hapus
  27. mba endang.... kemarin aq sudah buat roti ini, memang empuuukkkk sekali, tetapi kenapa esok harinya ny roti nya keras ya mba? kenapa ya mba? maklum aq beginner banget....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Roti tanpa pengempuk sintetis memang seperti ini Mba, apalagi kalau tidak disimpan dalam plastik rapat, akan cepat kering. Masukkan freezer saja mba, cuman kalau akan disantap harus didiamkan sampai lemas atau masukkan micrwave ya.

      Hapus
    2. oo... begitu ya mba.... thanks ya mba jawabanny.... jadi semakin bersemangat buat roti untuk keluarga....cemunguuddd....

      Hapus
  28. Halo mba endang.. Saya lagi nunggu adonan saya mengembang nih.. Cuma kok tadi nguleninya susah banget ya mba?adonannya padat kayak kurang air,adonan saya yang salah apa memang seperti itu ya?saya bikin 1/2 resep,thanks.. Dyna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Dyna, adonanya lembut dan gak keras ya.

      Hapus
  29. Mbak..ada ga ya roti yg ngadoninnya ga bkin mpe lemes n bkunang2.hihi masi blm mudeng ma cara ngulenin sampe kalis elastis ni. Suka makan roti lembut tp tobat2 kl suruh ngulenin :D adakah adonan roti lembut buat pemalas spt saya? Thx :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya menguleni roti tidak perlu ngoyo kalau adonan mengandung air cukup, jadi teksturnya gak keras. Kenapa gak pilih salah satu resep dan dicoba? Membuat roti perlu trial dan error, tapi kalau tidak dicoba tidak akan bisa membedakan adonan kalis seperti apa. ^_^

      Hapus
  30. haii mba.. maaf pertanyaan oon nih, klo pke mixer heavyduty, semua bahan2 nya langsung dicampur di mixer kan??
    pengen banget bikin roti sendiri.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, yep benar, langsung masuk semua saja dan proses dah sampai kalis hehehe

      Hapus
  31. Mba, did you say it was easy? Gampang kayanya kalo pake Kitchen Aid atau Bosch, tapi kalo pake tangan, alamaakkk... Ampun dah. Semaleman sekujur lengan ampe pergelangan sakit puegel gara2 proses ngulenin (ketahuan ga pernah olahraga :p).

    Tapi hasilnya cantik mbak, rotinya lembut. Saya bikin Sabtu, sampai hari ini (Senin) masih lembut. Saya bikin sekaligus dua loyang, pake semua resep.

    Tapi kok rasanya gak manis ya (menurut ukuran saya), malah cenderung hambar dan agak ada jejak rasa dikit pahit apa gitu *apa kelamaan nguleni ya, ampe sejam diulenin.* Kalo dimakan gitu aja emang kurang nendang, kemarin saya coba dioles pakai selai coklat hasilnya enak. Paginya saya potong2, kasi saus bolognaise + keju trus dipanggang ala bruschetta, lebih enyakk lagi. Cuman kalau dimakan plain aja yang kurang nendang.

    Sippp mbak, jadi nafsu beli Kitchen Aid/Bosch, tapi mengkerut lihat harganya :D Ada mikser heavyduty yang di bawah sejuta ngga si? *ngarep*

    Udah coba beberapa resep dari Just Try and Taste, they work perfectly. Obsesi berikutnya: Roti Gandum Utuh! Tapi apakah nguleninya lebih menyiksa diri daripada si Hokkaido ini? Biar nyiapin stamina dulu.

    Btw makasi ya mba buat resepnya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaakkk Mba Asuti, iya easy kok wakakkakka. Kalau pakai mikser memang cepet dan lembuttttt.

      Hambar dan pahit? kalau menurut saya terlalu lama menguleni dan terlalu lama fermentasi. Proses fermentasi ragi adalah proses ragi memakan gula sederhana dan merubahnya menjadi karbondioksida (gas yang akan membuat roti kembang) dan ethanol. Ethanol akan menguap ketika dipanggang. Jika terlalu lama difermentasikan maka gula di adonan akan habis, akibatnya ragi bunuh diri dan melepaskan gas yang rasanya pahit. Roti akan kehilangan rasa juga. Jadi sebaiknya jangan lama2 menguleninya 10 - 15 menit just fine. Kalau belum mau kalis diamkan saja sambil ditutup kain serbet selama 20 menit, adonan akan lemas, baru diuleni kembali. Gak usah ngoyo2 juga nguleninya, santai saja, yang penting adonan diaduk dengan baik, menguleni itu berarti mencampur adonan.

      Kalau kurang manis, next time tambahkan gula saja, roti ini memang rasanya gak semanis roti manis umumnya ya.

      Thanks sharingnya ya! ^_^

      Hapus
  32. Waaa ya jelas berarti karena kelamaan nguleninnya. Oke akan saya coba lagi nanti, dengan proses nguleni yang tidak terlalu "napsu". Trimikisiiii...

    BalasHapus
  33. Salam kenal mba endang..
    Saya udah lumayan lama wara wiri di halaman JTT ini sambil celingak celinguk bingung resep mana yang mau saya coba duluan hehee.. Sampe akhirnya nemuin resep mba endang yang ini dan kayanya anti gagal buanget, soalnya saya trauma mba kalo bikin roti pada ga ngembang atau jatohnya teksturnya keras sekali. Tapi tadi bermodalkan nekat.com akhirnya nyoba resep yang ini dan yippiiiie yeeeeyyy berhasil mekar dengan indahnya hehehe (lebaaayy)..keluarga pada suka tapi agak kurang manis padahal sdh saya tambahin gulanya.. Resep ini saya modif sedikit dengan nambahin isian selai strawberry, keju, coklat dan ayam... Maknyuuuusss mba, habis ini dengan lebih PD lagi bakalan nyobain resep yg lainnya...tengkiu tomat mba hehee..
    Pipiet-banjarmasin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Pipiet, wah makasih atas sharingnya ya. Berhasil juga bikin roti ya, gampang sebenarnya asalkan ragi yang dipakai bener hehheh. memang akan lebih enak kalau diisi dengan selai atau tumisan ayam yummy! silahkan dicoba resep lainnya mba, moga suka ya. sukses selalu! ^_^

      Hapus
  34. Hai mba. Td aku buat resep ini. Tp kok udah domixer 1jam tetep ga mau kalis ya. Kira2 kenapa ya bisa begitu?

    apa krn adonan water roux kurang dingin?
    putus asa saya. Akhirnya saya buang aja. Udah ga gitu lengket ditangab sih. Cuma ga mau kalis. Sampe dimixer 1jam lebih. Aku pakai bosch speed 2-3.

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak faktor Mba, apakah ragi aktif? pastikan ragi dicek dulu, karena itu faktor penting. kenapa nggakd didiamkan saja dulu adonanya? beri waktu adonanya untuk fermentasoi walau belum kalis.

      Hapus
  35. Saya suka bikin roti Krn blog jtt yg menyemangati saya untk coba bikin roti. Pertama kali bikin sukses kerasnya kayak batu. Setelah ketemu jtt saya jd ngerti dasar2 pembuatan roti Dan percobaan kedua berhasil bikin roti yg lembuut tp dibentuk bulat2 diisi macem2 dr daging sampe butter ama gula pasir hehehehehe. Mba Endang terima kasih ya utk sharing Resep Dan pengetahuannya :) skrg saya mau nanya Mba, klo mo bikin roti pake loyang loaf 26cmx15cmx8cm itu adonannya menggunakan brp bnyk tepung terigunya ya? Makasih Mba.
    Nona

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Nona, hehheheh saya pernah buatkan adik saya roti sehat, kerasnya bisa bikin gigi retak wakakkak. pengalaman saya berjibaku membuat roti tak terhitung banyaknya sampai akhirnya saya tahu sendiri membuat roti yang benar itu seperti apa hehehhe.

      mungkin separuh adonan di atas ya Mba, saya kurang oke juga untuk urusan ini ^_^, nebak2 buah manggis wakakk

      Hapus
  36. haluuu mbaaa... waah saya bahagia banget kalo buka resep2nya mba endang niih, banyak banget resep yang udah saya coba..

    resep hokkaido ini juga udah saya coba 2 hari lalu mba, tepatnya jam 9 malem, harusnya kan 2x di diemin sampe mengembang tuh ya adonannya, berhubung mata sisa 10watt yaudah deh cuma 1x di dieminnya selama 1jam, terus kan saya pake otang jadi harus di tungguin sampe mateng daripada nanti gosong.. beresnya jam setengah 12an..

    nah pe-er nya adalah pada saat nguleninnya itu ya mbaaa... tapiii pas ngeliat hasil matengnya, wuiih..jadi ilang tuh rasa pegel, cuma kerasa agak nyut-nyutan doang pas lagi tidur...

    hasilnya empuuk, enak pas manisnya, oh iya kalo saya di tambah keju dalemnya mba.. enyak... enyakkk... hari minggu besok saya mau bikin dobel resepnya, biar adik saya aja yang ngulenin, biar tambak keker otot tangannya... wakkk...

    ai lop yu pul deh mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Marico, thanks sharingnya ya. senang sekali resep di JTT sukses dicoba dan disuka. Saya dulu waktu masih maniak bikin roti juga sampai jam 2 malam, besoknya ngantuk banget wkakakak. niat yaaa

      wah project rotinya keknya mantep nih wakakkaka

      Hapus
  37. Rotinya enak mbak.. anak2 suka. Salam kenal ya mbak..

    BalasHapus
  38. Mbaaaa,mau laporan.aq udah 2x eksekusi bikin si hokkaido ini,uenakkkk polll yaa :)) cuman,krn basicnya roti ini kurang manis jd aq modif tambah gula pasir dan susu bubuknya :)
    Tq sangat ya mba. Roti ini jd andalan drmh. Bye bye tukang roti deh pokoknya,hihihii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Manda, wah senang sekali membacanya, thanks sharingnya ya, next time gak usah beli roti di bakery lagi hehheheh. yep roti ini bisa diisi macem2 kok

      Hapus
  39. mbak... nanya donk.. aku masih ada stock tepung komachi.. bisa kah di aplikasikan ke hokaido ini...? rencananya minggu ini mau praktek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ria, saya belum pernah pakai komachi, tapi banyak yang pakai di donat dan hasilnya katanya oke, jadi saya rasa untuk roti oke juga ya

      Hapus
  40. Mb, maaf basic bgt pertanyaannya. Loyangnya diolesin mentega juga ga? Maklum msh belajar mulai bikin roti. Makasi yaa :) Wiwied

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Wiwied, boleh diolesi mentega/margarine ya supaya gampang lepasin rotinya.

      Hapus
  41. mba..aku besok pengen coba lagi deh buat roti ini. dulu sempat gagal. hihihi.

    mau tanya dong mba. kalo pake tangzhong tetep harus uleni kalis elastis ya.? karena kok sudah sekitar 30menitan ulen masih blom elastis ya.

    oy mba. kalo aku pakai loyang 27x12x12cm kira2 pakai 1resep ini cukup ato lebih ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Febry, tangzhong membuat adonan lembek, tapi tetap sama ya adonan roti sebaiknya diuleni hingga kalis. Kalau susah diuleni dibiarkan dulu saja sampai lemas, atau tambahkan sedikit tepung. untuk loyang gak harus terpaku resep diatas, adonan bisa dibulat2kan saja kok.

      Hapus
  42. mba endang.. roti ini bisa di kukus gak? penasaran nih ama kelembutannya mau bikin juga tapi dirumah hanya ada otang, malas gila ngeluarinnya dari penyimpanan.. jadinya aku mau kukus boleh gak mba? balas secepatnya yaa mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Nhoviie, roti2 yang saya panggang jarang saya kukus ya, jadi sebenarnya saya tidak bisa memberikan jawaban pasti apakah hasilnya akan maksimal setelah dikukus. Tapi kalau mau dicoba silahkan ya hehhehe

      Hapus
  43. mba endang aku mau tanya, heavy cream, whipped cream, sama krim kental itu beda ya? tolong dijelaskanya perbedaanya yaa.. terus kalau sama, apa bisa saya peroleh dengan mencampur 75 gram mentega dan 180 ml susu seperti yang pernah mba tulis di postingan mba"Fettuccine With Mushroom, Smoked Beef & White Sauce"? dan krimnya bisa saya pakai buat kue atau yang lain sebagai pengganti krim kental gak? mohon pencerahannnya ya mba endng yang baik hati.... ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, semuanya sama saja, termasuk golongan krim kental atau heavy cream hanya saja ada yang bisa dikocok hingga kembang atau whipping cream ada yang nggak hanya sebagai cooking cream. nah yang saya kasih resep tips itu dipakai buat cooking cream artinya gak bsa dikocok sampai kembang menjadi whipping cream.

      whipping cream biasanya dipakai untuk topping kue, isi sus, atau es krim karena bisa dikocok sampai kembang dan kaku. kalau resep gak minta krim dikocok sampai kaku maka resep yang saya berikan bisa digunakan sebagai pengganti ya.

      Hapus
  44. mba endang, kalo pake metode taizhong tapi buat roti kukus, kira2 bisa ga mba?

    BalasHapus
  45. Mbakk mau tanya ni..sy mw nyoba resep mbak ni..kalo susu ultra dganti dgn air putih biasa bsa gak ya??mksi ya mba...
    Leli..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Leli, bisa diganti air putih kok, gak masalah, takaran sama ya.

      Hapus
  46. Beberapa resep roti telah sukses berkat mba endang.. ^_^
    Aku suka bikin roti dgn ukuran yg mini2 gitu, biar sekali hap langsung masuk semua ke dlm mulut. Hehe
    klo pake resep ini untuk roti unyil bisa gak mba? Lembutan mana sama resep roti unyil yang asli, sblumnya udah sy coba. Makasih ya mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai MBa Yara, resep diatas bisa untuk roti unyil kok, menurut saya masih lembut dan enak roti unyil yaaa, karena roti unyil kandungan menteganya banyak.

      Hapus
  47. berhasil dengan resep roti ini... yuhuuuuuu, keren, mba. adonan nya lengket banget, tapi berhasil di bikin kalis dengan bantuan suami *edisi mengkaryakan suami. enyak...enyak.. enyak.. :D -ade-


    BalasHapus
    Balasan
    1. sipp, mantep, memang butuh tenaga ekstra untuk menguleni yaaa hehhehe. thanks sharingnya.

      Hapus
  48. Makasih banyak mba endang buat resepnya..hasilnya lembut banget..sy buat dengan isinya ayam cincang wortel karena sekalian buat cemilan balita saya..sy tdk pernah menyangka bisa membuat roti sendiri berkat blog mba endang..skrg tdk perlu membeli lagi..lebih sehat dan rasa roti panas itu enak bangett..makasih ya mba endang semoga bernilai pahala karena membagi ilmu..

    Sy laporkan hasil roti saya,heheh :

    http://Instagram.com/p/mhppE5iNHA/


    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba widhie, thanks sharingnya ya, senang sekali resep rotinya disuka. saya yakin pakai isian ayam cincang dan sayuran akan membuat roti ini lebih lezat.

      Hapus
  49. Mba mau komen jadi gak enak nih di mana2 beberapa resep)komen trus ni roti kaya roti sobek gitu yah yg kaya sari roti dan kalo menurut saya memang roti sobek tu kurang manis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep mirip roti sobek ya, hanya saja kan roti sobek biasanya dikasih isian, nah roti ini juga bisa dikasih isi keju, coklat, selai sesuai selera.

      Hapus
  50. mbak saya boleh share link resep2 nya
    Ke fb saya?

    Nona.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nona, silahkan dishare di FB, asalkan mencantumkan sumber dan link oke2 saja kok. Thanks ya! ^_^

      Hapus
  51. Mba Endang thanks resepnya yaa. Saya dah coba, lembut. Sebagian sya buat loaf bread, sebahagian lgi sya buat roti boy..enyak. Untuk roti boy, buat yg suka manis bisa ditambah gulanya jadi 100 gr boleh ya mba?.. Izin juga ya mbak sya copas resepnya d blog saya, nanti akan sya buat linknya ya mba Endang..��

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba yetti, thanks sharingya ya mba. senag resep rotinya disuka. silahkan di sharing ke blognya asalkan mencntumkan sumber dan link ya. thanks ya

      Hapus
  52. Mbak Endang,
    Hope all is well with you :)
    Baru jumat lalu bumped into your blog, hasilnya sudah coba 3 resep masakan ikan laut and resep roti ini. Semuanya hasilnya memuaskan.
    Seperti mbak Endang, saya juga penggemar ikan laut dan OCD dengan roti2an. Waktu akhirnya hokkaido milk loaf keluar dari loyangnya, rasanya seperti dapat olympic gold medal. Walaupun saya juga belum pernah menang olympic gold medal ^^
    Walaupun di hari berikutnya tidak seempuk hari sebelumnya, tinggal panaskan di oven sebentar, kembali fluffy and as delicious. Dan yang penting, it's a homemade.

    Karena saya dapat kiriman ikan kue yang kebangetan besarnya, saya akan fillet dan coba bikin siomay ala abang siomay buat anak-anak di rumah sepulang kantor nanti :)
    I hope it will turn out as beautiful. Cheers! ^^ -Fara-

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Fara, thanks yaa, saya baik dan sehat hehhe. moga Mba dan keluarga juga demikian ya.

      Thanks sharingnya ya Mba Fara, senang sekali resep JTT disuka. OCD saya sekarang berantakan wakakk, pagi merupakan cobaan berat OCD. Sukses selalu ya Mba!

      Hapus
  53. Mba endang, aku mau tny dong, itu whipped creamnya 59grm itu yg kental ato yg bubuk?
    Aku kebetulan pny stock yg bubuk, itu gmn mba? Lsg d mskin bntuk bubuk ato di cairin dulu?
    oiya klo d ganti susu itu ukurannya 59 gram ato 59ml?
    makasii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Soraya, kalau susah pakai krim kental/whip cream, skip saja, ganti susu cair, tetap enak dan lembut rotinya yaaaa, saya sudah coba hehehhe

      Hapus
  54. hi mbk endang sy yanti, sy seneng bgt sama blognya mbk apalagi resep masakan indonesianya, udah sy coba bbrp dan hasilnya mantapppp :)

    hari ini sy coba buat roti milky loafnya mbk endang tpi kenapa ya roti yg sy buat warnany ttp putih setelah dioven dan tekstur luarnya keras? Trs mentega di resep ini = butter bkn?
    mohon pencerahannya m(_ _)m

    makasih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, untuk roti jika mba menggunakan oven dengan api hanya dibawah saja maka permukaan roti sulit untuk berwarna kecokalatan. Walau sudah matang roti akan berwarna putih bagian atasnya. Kalau semakin lama dipanggang roti akan keras. karena itu jangan memanggang roti terlalu lama.

      yep mentega = butter ya, bisa diganti dengan margarine

      Hapus
  55. hahaha pantesan roti saya keras...ras...ras...ras

    mksh ya mbk udah jwb pertanyaanku :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iy iy terlalu lama dipanggang hahahaha

      Hapus
  56. Tante endanggggg...ini roti ke 2 yang aku eksekusi dannnn suksesssss!
    Meskipun aku gak kalis2 banget nguleninnya, masih agak lengket sedikit dan adonan lembek, tapi pas keluar dari oven aku bisa teriak "ini luar biasa" mirip sama S**i Roti, horeeee...
    Aku tambahin isian selai stroberi sebagian dan selai kacang sebagian...
    Resepnya Tante Endang endesss anti gagal deh pokoknya, makasih tante *kecup

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Ayu, waaah thanks sharingnya yaa, senangnya berhasil membuat roti sendiri. Saya ikutan teriak happy saat membacanya ehehehhehe

      Hapus
  57. Aqu baru aja selesai bikin nih.. sukses besar mba.endang... makasi yah resep mudahnya.. *cintaamablogmu. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Shintia, thanks yaa, senang sekali membacanya. Thanks sharingnya yaaa

      Hapus
  58. Salam kenal mba endang...
    Wah udah 3 X aku buat resep ini, divariasikan dengan isian jadi kaya roti kombinasi. Rasanya enak kaya dari toko, cuman ga lembut bgt . Apa karna saya tergoda untuk menguleni dengan terigunya ,tambah lagi ,tambah lagi. Karna adonannya lengket, pertanyaanya : susu cair nya susu apa? Aku pakai susu kental manis bendera.enak tapi kayanya punyakujadinya bukan milky l .
    terus pas ngadon kan lengket, apa boleh di taburi terigu yerus terusan sampai kalis?
    Pas pengovenan, shunya harus terus tinggigak? Kalo tinggi terus aku takut hangus, 5 menit juga langsung kaya bau gitu gmana kali 30 menit takunya gosong... hehe. Pakai oven hook kompor gas makanya aku turunin,enak tapiga terlalu ngembang. Bingunng,mohon pencerahannya... terimakasih.
    Salam wina-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Wina, salam kenal juga ya, berikut jawaban saya ya:
      1. saya pakai susu cair indomilk atau susu bubuk yang saya cairkan
      2. adonan yang lembek karena banyak air membuat roti empuk, jadi jangan tergoda menambah air
      3. suhu oven berkiasr 150-170 kalau terlalu panas turunkan saja, suhu terlalu tinggi membuat roti cepat kering dan menjadi keras
      4. jangan panggang lama2, terlalu lama membuat roti kering dan kurang empuk

      moga sukses yaa

      Hapus
  59. salam kenal Mbak Endang..saya dpt berkat banyak banget lho lwt resep2nya Mbak Endang, kmrn udah coba Hokkaido nya..sukses mbak...lembut..enak sekali ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Cynthia, salam kenal juga ya. Thanks ya sudah menyukai resep2 JTT, senang sekali resepnya bisa bermanfaat.

      Hapus
  60. mba aku mw bkin roti manis yg gampang dibentuk2 tp g tetep empuk, rekomen resep yg mana y mba?mw ngebentuk jd santa claus dan biasa ny adonan roti kan suka susah kalo dibentuk suka balik lagi gitu hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, kalau mau pakai bahan sedikit lebih neko2, resep roti unyil oke ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2013/04/obsesi-roti-28-roti-unyil.html

      atau resep ini, lebin simple:
      http://www.justtryandtaste.com/2013/06/obsesi-roti-29-amatir-cooking-class.html

      Hapus
  61. hai mbak..., jumpa lagi. dah lama nih g bikin roti. nha kebetulan kmrn anakku agak demam trus g doyan makan. hri ni,dia minta dibuatin rotiboy (kalo ttg roti dia cm mau mkn yg buatan ibunya atau rotiboy aj). krn emaknya jg mls ke mall, coba2 deh pake resep di atas, tapi dimodif dikit. terigu dikurangi krn ragi yg tersedia g ada sesachet, trs taizongnya pake susu cair, krn butter tinggal secuil jd diganti margarin, butternya cm bwt isian. g pake heavy cream, cm susu cair sj 100ml. gula ttp, trs cream kopinya ngintip pny mas steve di youtube. hasilnya: meskipun bentuknya kacau(soalnya yg bentuk2in anakku yg msh 6th), tp rasa dan teksturnya bener2 nyaris sama(kalo bilang sama tar dibilg kepedean, hehehe..) dg rotiboy punya. padahal uleni dan proofingnya g tllu lama,soalnya disambi grp kerjaan. terimakasih byk dg resepnya ya..... wah anakku makin g doyan roti di luaran nih... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, waah thanks sharingnya ya, bisa jadi ide asyik buat next kalau mau trial roti boy. Sampai sekarang belum berani buat karena pernah buat sekali, lapisan kopi diaatsnya anchoor banget jadinya wkakakka

      Hapus
  62. Mba endang,saya uda coba resep ini,saya uleni pake tangan,waktu menguleni aja uda terasa lembut,trus saya bentuk rotinya pake model catterpilar bread.. trus saya oles telur +susu cair diatasnya(maksudnya biar warnanya coklat,karena oven kompor ngak ada api atas) memang sih bagus warnanya,tp permukaan jd agak keras,dalamnya lembut walau ndak pake bread improver.. pertama kali buat roti,pake resep catterpillar,diolesi susu dipermukaan roti,lembut mba(tdk berkulit gitu)..setelah buat 2kali roti dgn resep berbeda,memang metode tangzhong lebih lembut.. thanks mba endang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba fina, thanks sharingnya ya, kunci utama roti lembut adalah adonan yang cukup air dan jangan panggang terlalu lama, terlalu lama akan membuat roti kering dan keras.

      sukses selalu ya mba.

      Hapus
  63. Mba, resep roti ini buat besokannya keras ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. berdasarkan pengalaman dan testimoni pembaca yang coba di komentar di atas sih nggak keras ya mba. tapi kalau manggangnya terlalu lama akan keras ya

      Hapus
  64. Salam kenal mba endang,saya penggemar baru blognya mba endang
    Mba klo taizhong starter ini digunakan untuk membuat kulit pizza bisakah?
    Apakah nanti kulit pizzanya terlalu lembut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, salam kenal ya, dan thanks sudah menjadi penggemar jtt ya mba

      bisa pakai tangzhong di pizza crust, hanya saja menurut saya kulit pizza yang enak yang rada chewy ya bukan lembut empuk seperti roti manis. lagi pula roti pizza memang didesign sedemikan rupa supaya tidak basah kala terkena topping.

      Hapus
  65. Mbak Endang, kemarin coba resep ini dan sukses! Saya bikin 1/2 resep dan pas di cetakan loaf saya. Saya tetap pake telur spt resep aslinya tapi menteganya putih, habisin stok tinggal 25g, spy gak terlalu banyak bungkusan kecil2 di kulkas. Lain kali saya pakai mentega sesuai resep. U/ olesan saya pakai opsi pertama. Hasil baking pas, bagian atas maupun bawah. Penampilan cantik (padahal pakai otang), tekstur lembut! Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba sisca, thanks sharingnya ya mba, senang resepnya sukses dicoba ya.

      Hapus
  66. mbk endang yg top bingits.....resep resepnya ok punya. juwara....ijin copas dan praktek mbk ya. tks dewi samarinda

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba dewi, thanks ya mba dan silahkan dicoba resepnya ya.

      Hapus
  67. kaka, resepnya sudah saya coba dan berhasil. trm kash.
    namun ketika adonan yang sudah kalis saya masukin freezer kenapa ya raginya masih aktif dan mengembang. bukankan harusnya raginya pause dulu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba deana, thanks ya. Masuk freezer kan gak langsung beku ya mba, perlu waktu adonan untuk beku, ketika belum beku itu ragi aktif dan mengembangkan adonan.

      Hapus
  68. Hai mba endang... mba kenapa ya, aku kl bikin roti yg raginya langsung dicampur dgn tepung selalu gagal. Alias ga ngembang. Tp kl bikin roti atau pao raginya dikembangkan dgn air hangat/susu cair + gula pasti berhasil. Barusan coba dgn ragi langsung dicampur terigu hasilnya ga ngembang lagi he hee.. ini dah dibantu sm mixer jagoan kitchenaid artisan biar nguleninya ga bikin keringetan ��
    Rizi - Bekasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba rizi, mungkin raginya kecampur sama garam ya? coba ragi tepung masuk dulu, aduk, baru garam ditambahkan dan aduk. Mba pakai ragi instan biasa kan ya?bukan jenis ragi yang memang harus dibuat biang dulu baru bekerja? Kalau ragi instan seharusnya oke2 saja langsung nyampur sama tepung.

      Hapus
    2. pakai ragi instan biasa yg merk fermipan.. kmrn memang garamnya masuk tepung duluan. baru raginya. o iya, harus ada jeda waktu ga antara ragi dengan garam ketika masuk dlm tepung?

      Hapus
    3. biasanya sih baik2 saja ya mba, saya sih cuman aduk cepat saja dan masukkan ragi.Bisa jadi mungkin tangzhongnya masih panas waktu masuk ya sehingga ragi mati

      Hapus
    4. Tangzhongnya udah dingin mba, soalnya saya kelaperan. jadi sambil nunggu dingin, saya makan dulu deh he he he..
      Akhirnya, krn penasaran saya bikin hokkaido milky loaf lagi dengan ragi yang dikembangkan dulu. berhasil mengembang dan lembuut sekali
      Mba, nanya lagi boleh yaa.. ada beberapa resep roti yang saya baca di beberapa tabloid menggunakan air es/es batu. saya kok ga pede ya coba resepnya. ragi kena air dingin apa ga mati? mba endang sudah pernah coba yang versi pakai air dingin?

      Hapus
    5. halo mba, waah kayanya memang harus pakai step ragi dikembangkan terpisah yaa wkakakka

      yep, pakai air dingin juga bisa ya, gak ada masalah dengan ragi kalau suhunya rendah, bahkan saya menyimpan ragi yang sudah dibuka di freezer. Air dingin membuat ragi bekerja perlahan, gak secepat jika pakai air hangat. karena fermentasi perlahan ini maka rasa roti lebih enak ya.

      Hapus
  69. Bismillah,,
    Mba..mau nanya..kalo bikin adonannya malam hari trus taruh di chiller untuk dipanggng keesokan harinya bisakah? Soalnya kalo buatnya pagi2 suka ga sempet.. Oya.. Kalo mau dibikin ky roti tawar tetep harus digulung juga ga mba? Tp digulung jd 1 gulungan yg besar gitu ato gimana? Makasi mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba aiie, berikut jawaban saya ya:
      1. yep bs, masukkan ke kantung plastik, ikat rapat dan simpan di chiller, besok pagi diamkan sejenak di suhu ruang hingga lemas, bentuk dan panggang
      2. yep, tetap digulung menjadi 1 gulungan besar ya

      Hapus
  70. Halo mbak Endang. Rotinya menggugah selera banget, jadi pengen bikin \o/

    Tapi ada beberapa yg mau saya tanyakan mbak..

    1. Jika pembuatan tangzhong ada patokan resepnya 1 : 5, ada gk sih mbak, patokan perbandingan penggunaan tangzhong : resep roti? Misalkan saya mau buat roti menggunakan tangzhong tapi untuk resep roti lain mbak, misalnya di roti gulung sosis..

    2. Ragi bisa diaktifkan dengan campuran susu hangat + gula atau harus air hangat + gula mbak?

    3. Jika... Pakai metode yg pengaktifan ragi dengan air/susu hangat.. Takaran airnya brp yah mbak? Apa bisa diambil sedikit dari ukuran air/susu yg ada di resep atau harus terpisah?

    4. Jika.... Menggunakan metode ragi yg diaktifkan di air/susu hangat. Untuk air/susu yg di resep haruskah mengikuti jadi air/susu hangat atau bisa menggunakan air/susu dingin atau suhu normal?

    5. Kalau adonan lembek, boleh ditambahin terigu gk mbak supaya kalis? Cara nambahinnya gimana mbak? Langsung banyak apa diawur2 di meja dan tangan? Pernah coba bikin roti, adonan jadi lembek dan gk ngembang :( tambahin tepung cakra, hasilnya padet banget :(

    Maaf yaa mbak, banyak tanya... Ingin belajar terus bikin roti yg enak, lembut dan halal :) -Arenda-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Arenda, berikut jawaban saya ya:
      1. Ini komposisi tangzhong yang bs dipakai disemua resep roti, gunakan 11-12 % tepung di resep dan tambahkan air dengan perbandingan 1 : 5 (1 tepung dan 5 porsi air). Starter ini bs disimpan di kulkas selama 3 hari

      2. air hangat+gula+tepung bisa mengaktifkan ragi, saya biasanya pakai 1 sdt ragi+1 sdm gula dan 1 sdm tepung + 3 sdm air hangat. Susu bs untuk menggantikan air

      3. yep bisa diambil sedikit 2 s/d 3 sdm air di resep untuk membuat biang

      4. bisa pakai suhu hangat/dingin/ruang. air hangat hanya untuk membuat ragi lebih cepat bekerja. tapi air dingin membuat rasa roti lebih enak karena ragi bekerja perlahan mendevelop rasa.

      5. bisa, caranya ditaburkan di meja kerja saat menguleni, jangan ditaburkan langsung diadonan. taburkan sedikit2 saja, yang jelas jangan terlalu jauh melenceng dr resep, karena memang ada jenis roti yang adonannya lembek. Air yang cukup pada adonan akan membuat ragi bekerja dengan baik, roti menjadi berpori2 dan teksturnya empuk

      coba baca artikel saya disini:
      http://www.justtryandtaste.com/2012/06/buatlah-roti-anda-sekarang-i-roti.html

      moga bermanfaat ya

      Hapus
  71. hallo mba, mau tanya nih..
    kalau gula pasirnya tidak dihaluskan dulu, apakah hasil rotinya juga bisa sama lembut nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, yep bisa ya, tidak masalah kok

      Hapus
    2. mba, mau tanya lg, seandainya mau sy tambahkan susu cair nya menjadi 150 ml (whip cream hilang), utk terigu cakra n mentega sebaiknya jadi berapa ya mba? Elize

      Hapus
    3. hai mba elize, sama saja ya mba, terigunya sesuai resep saja. kalau terlalu lembek saat menguleni tambahkan sekitar 50 gram terigu, masukkan sedikit2 saja ya

      Hapus
  72. mba, mau tanya seandainya susu cair dan whip cream sy ganti dengan air tp takaran sy rubah sedikit menjadi 150 ml, berapa baiknya
    penggunaan utk terigu cakra dan mentega nya ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. takaran krim dan susu cair sekitar 100 ml di resep ya mba, jadi menurut saya pakai takaran itu saja dan terigu dan mentega tidak dirubah ya. kalau mau tambah air maka terigu harus tambah, saya nggak bs mengira2nya ya mba karena adonan pakai tangzhong yang juga sudah banyak mengandung air

      Hapus
  73. Mbak endang haloooo....aku uda coba mbak roti ini, enak dan teksturdlm lembut, tp aku suhu oven kpanasan mbak roti jd keras, baru baca komen disini kl suhu oven ga blh terlalu tinggi, aku pake oven gas, blm lama beli jd msh bl tau persis mainin apinya gmn, tp skrg jd tau, next time aku kecilin apinya kl bikin roti, aku suka bgt sm blog ini mbak, jgn pernh bosen posting resep baru trs ya mbak, makasi byk mbak endang.
    ango -palembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mas Ango, thanks shairngnya yaa, senang sekali resep2 JTT disuka. Untuk oven gas memang suhunya lebih tinggi karena api langsung berada di dalam oven, pakai api kecil saja, saya juga sering pakai oven gas yang nyambung dengan kompor 4 tungku dan harus sering dicek, gak boleh terlalu besar api dan jangan terlalu lama dipanggang ya.

      Hapus
  74. Assalamualaikum mba endang, kemaren baru nyoba bikin rotinya, pake setengah resep, hasilnya rotinya lembut tapi kenapa rasa rotinya masih seperti rasa adonan ya mba? apa saya diemin adonannya setelah digulung dan dimasukin ke loyang kurang lama ya mba? ngga nyampe 40 menit trus saya panggang, soalnya udah ngembang, tolong pencerahannya ya mba, terimakasih-ina-

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ina, kemungkina kurang mengembang maksimal ya, minimal fermentasi 1 jam, maksimal sampai 3 jam. Atau pemanggangan kurang maksimal, atau roti masih mentah ya/.

      Hapus
    2. maaf nanya lagi mba, tandanya roti sudah matang apa ya mba? soalnya saya takut kalo kelamaan manggang malah keras. Kalo pengen bikin roti bwt sarapan pagi, kalo bikin adonannya malem sebaiknya di simpen dimana ya mba? maaf banyak nanya mba, terima kasih sebelumnya ya mba Endang.

      Hapus
    3. bisanya kalau bagian tepiannya sudah tmpak kecoklatan, roti mekar dengan baik maka itu sudah matang mba. Kalau pakai otang yang hanya api bawah maka jangan tunggu sampai roti kecoklatan, karena api bawah saja akan susah membuat permukaan roti coklat. Selebihnya mb kudu pakai feeling yaaaa heheh.

      Kalau mau dibuat malam adonannya, maka adonan harus disimpan dalam wadah rapat di chiller, jangan terkena udara kulkas. Hanya semalam saja mba, lebih dr itu akan asam.

      Hapus
  75. Mbak Endang makasih resepnya, udah dicoba hehee
    ijin masukin link ke blogku ya mbak
    makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mba Ita sharingnya, silahkan di share di blognya dengan sumber dan link back ya. thanks

      Hapus
  76. cocok buat sarapan ni....
    mksh resepnya...

    BalasHapus

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try andTaste. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...