26 June 2011

Obsesi Roti 3: Hokkaido Milky Loaf - Roti Lembut ala Jepang


I did it! Itu yang pertama kali saya teriakkan di dalam kepala saya ketika roti lembut ini saya sobek dan masukkan ke mulut. Akhirnya berhasil juga saya membuat roti yang lembut, halus dan lezat selayaknya roti yang dijual di bakery dan membuatnya pun sama sekali tidak sulit. Karena di rumah kebetulan sedang banyak penghuninya, maka sayapun dengan sombongnya membandingkannya dengan roti dari Eaton yang tadi malam dibawa adik ipar saya, Azy, ke rumah Pete. Sama lembutnya, bedanya roti yang saya buat tidak memakai isi di dalamnya. Namun point yang paling penting, Hokkaido Milky Loaf ini tidak menggunakan bahan pelembut roti selayaknya roti yang memiliki tekstur halus seperti ini, cukup dengan merubah teknik pembuatannya yang menurut saya cukup unik. Anda penasaran ingin tahu bagaimana? Yuk, terus ikuti artikel ini ^_^.

Taizhong starter

Bermula dari penasaran ingin mencoba membuat bakpau (Baozi) yang lembut dan berwarna putih bagaikan kertas, perjalanan saya menelusuri internet membuat saya terdampar di blog Christine's Recipes yang menggiring saya ke metode pembuatan roti menggunakan adonan tepung yang disebut water roux atau taizhong starter yang dijelaskan di resep sumbernya yaitu Angie's Recipes. Taizhong adalah adonan yang terbuat dari air dan tepung terigu dengan perbandingan berat: 1 bagian tepung dicampur dengan 5 bagian air.  Adonan ini kemudian dipanaskan diatas api kompor hingga mengental atau berbentuk seperti gelatin. Gelatin inilah yang membedakan Hokkaido Milky Loaf dengan roti yang lain, dengan cara ini lebih banyak air yang diserap atau digunakan di dalam adonan, membuat roti ini memiliki karaktersistik lebih lembut, lebih elastis dan yang paling penting adalah memiliki kesegaran yang lebih tahan lama dibandingkan roti dengan metode biasa, meskipun dibiarkan di suhu ruang selama lebih dari dua hari.  


Adonan  taizhong yang terdapat dalam resep cukup untuk satu resep roti yang menghasilkan dua loyang loaf, jika anda hanya ingin membuat separuhnya maka cukup dengan membuat separuh takaran adonan taizhong atau simpan taizhong di wadah tertutup di kulkas untuk digunakan di lain kesempatan. Roti ini sangat fleksibel, anda bisa mengisinya dengan daging cincang, keju, sosis, kacang hijau yang dihaluskan, kacang-kacangan atau buah kering. Saya menganggapnya sebagai adonan dasar yang bisa dimodifikasi menjadi roti lainnya. Hokkaido Milky Loaf ini menurut saya mirip seperti roti sobek yang banyak dijual di pasaran. 

Nah, bagaimana? Apakah anda siap membuat roti sendiri untuk keluarga? Yang jelas dengan membuatnya sendiri: Anda tahu dengan pasti bahan-bahan apa saja yang dimasukkan ke dalamnya; Anda tahu kualitas bahan yang digunakan; Roti yang anda buat bebas dengan bahan tambahan pangan lainnya seperti pengempuk roti; Bahannya bisa dimodifikasi sesuai dengan kondisi kita saat ini, misalnya di roti ini resepnya seharusnya menggunakan telur tapi saya skip bahan tersebut dan hasilnya sama sekali tidak mengecewakan yaitu roti tetap lembut dan halus; Alasan terakhir adalah anda bisa refreshing sejenak melupakan dunia saat menguleninya sambil tentu saja berolah raga ^_^. 

Anda ingin tahu resepnya? Yuk, kita menuju ke TKP saja.


Hokkaido Milky Toast
Resep diadaptasikan dari Christine's Recipes - Hokkaido Milk Toast yang diadaptasikan dari resep asalnya di blog Angie's Recipes - Hokkaido Milky Loaf & Water Roux - Taizhong Starter

Untuk 2 buah roti menggunakan loyang loaf ukuran 21 x 7 x 8

Bahan water roux - taizhong starter:
- 50 gram tepung terigu protein tinggi (saya menggunakan Cakra Kembar)
- 250 ml air

Bahan roti:
- 540 gram tepung terigu protein tinggi (saya pakai Cakra Kembar)
- 86 gram gula pasir halus
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok makan susu full cream
- 11 gram ragi instant (saya pakai Fermipan)
- 1 butir telur ayam, kocok lepas (saya tidak pakai)
- 59 gram krim kental (whipping cream) (jika tidak ada ganti saja dengan susu cair dengan berat yang sama)
- 55 ml susu cair
- 185 gram adonan taizhong (saya menggunakan semua adonan taizhong diatas)
- 50 gram mentega cair (saya menggunakan minyak zaitun)

Glaze (untuk mengolesi roti):
- 1/2 sendok makan susu bubuk
- 1 sendok makan air
atau: 1 butir telur kocok lepas

Cara membuat:
Taizhong Starter


Siapkan panci kecil (panci anti lengket lebih baik), masukkan tepung dan setengah air ke dalam panci. Aduk menggunakan spatula hingga tepung larut dan tidak berbutir-butir. Baru kemudian masukkan sisa air dan aduk rata. Jika kita langsung memasukkan semua air maka tepung terigu akan bergumpal dan sulit untuk dilarutkan. 

Panaskan panci di kompor dan masak menggunakan api kecil, aduk-aduk selama taizhong dimasak agar tidak gosong hingga menjadi adonan yang licin dan kental. Angkat dan dinginkan. Jika anda tidak langsung menggunakannya untuk membuat roti maka tutupi wadah dengan plastik dan masukkan ke kulkas.

Membuat roti:


Siapkan mangkuk besar, masukkan bahan-bahan kering: tepung terigu, ragi, garam, gula pasir halus, susu bubuk, aduk hingga benar-benar rata ya agar ragi tidak bertemu langsung dengan garam. Sisihkan.

Siapkan mangkuk besar, masukkan bahan-bahan basah: adonan taizhong, telur, susu cair, whipped cream, aduk menggunakan spatula hingga rata. Masukkan bahan kering, aduk menggunakan spatula kayu, jika terlalu sulit maka aduklah menggunakan jari-jari tangan. Jika bahan basah dan kering telah menyatu, tuangkan mentega cair ke dalam adonan dan aduk kembali. Jika telah menjadi gumpalan maka sekarang kita akan menguleninya.

Siapkan meja datar, taburi tepung terigu, tuangkan adonan ke atasnya. Uleni adonan dengan menekannya menggunakan puncak telapak tangan dan mendorongnya menjauhi badan anda. Putar adonan selama menguleni sehingga semua sisi adonan terproses dengan baik. Uleni selama + 30 menit hingga menjadi adonan yang smooth dan halus. Bentuk adonan menjadi bola bulat yang padat. Masukkan adonan ke dalam mangkuk yang telah diolesi dengan sedikit minyak. Tutup dengan kain bersih dan biarkan selama 40 menit hingga 1 jam, sampai adonan membengkak menjadi minimal 2 kali lipat.


Kempiskan adonan, bagi menjadi dua bagian (jika anda menggunakan loyang seperti saya). Jika anda menggunakan loyang loaf yang lebih besar maka tidak perlu membagi adonan menjadi dua bagian. Kemudian bagi masing-masing bagian menjadi 3 potongan yang sama besarnya. Bulatkan masing-masing potongan, tutupi dengan kain/plastik dan diamkan kembali selama 15 menit. 


Setelah 15 menit, gilas masing-masing potongan dengan ketebalan kira-kira 1 cm, lipat sisi kiri dan kanan ke tengah, kemudian gilas kembali adonan hanya agar lipatan menjadi tertutup rapat dan gulung adonan. Lakukan pada semua bagian adonan, tata gulungan adonan ke dalam loyang loaf dengan bagian ujung lipatan berada di bawah. Tutupi loyang dengan kain dan biarkan beristirahat selama 1 jam atau hingga mengembang menjadi 2 kali lipat. Olesi permukaannya dengan susu cair atau telur kocok. 


Panggang roti ke dalam oven yang telah dipanaskan 1/2 jam sebelumnya, di suhu 180'C, selama 30 - 40 menit atau hingga permukaannya kecoklatan. Keluarkan dari oven, lepaskan roti dari loyang dan dinginkan di rak kawat. 


Roti siap disantap dengan selai atau dicelupkan ke kopi, susu coklat atau teh anda. Enjoy! 


Sources:
Christine's Recipes - Hokkaido Milk Toast
Angie's Recipes - Hokkaido Milky Loaf
Angie's Recipes - Water Roux - Taizhong Starter 
Happy Home Baking - Hokkaido Milky Loaf

88 comments:

  1. hmmmmmmme enyak enyak sepertinya kue kue nya,,,,,,salam kenal mbak,,(Mc.Ga Brownies Surabaya)

    ReplyDelete
  2. Hai, hai, thanks ya. Salam kenal juga ^_^

    ReplyDelete
  3. mantaaapp rasanya, gak perlu pake pelembut roti. Tq mb. endang atas ulasannya yang begituu jelas.

    ReplyDelete
  4. Hai Jeng Chanti, nyobain Hokaido Milky Loaf ya? Lebih enak kalau bagian dalamnya diisi dengan selai, keju atau sosis Mba hehehe

    ReplyDelete
  5. mbak klo roti ini atasnya dikasih cream kopi kayak roti boy gitu bisa kan?....saya suka resep roti jepang ini cos gkpake pelembut roti....thx resepnya ya mbak.....

    ReplyDelete
  6. Hai, salam kenal ya. Betul sekali, resep roti ini bisa dijadikan untuk membuat melon bun atau yang seperti roti boy dengan toping kopi. Topingnya menggunakan resep pound cake saja, masukkan adonan ke dalam plastik segitiga dan semprotkan ke atas roti. Rotinya dibentuk bulat seperti roti burger ya. Saya belum sempat mencobanya, belum ada waktu, padahal pengen sekali membuatnya. Thanks ya ^_^

    ReplyDelete
  7. resep ke dua yang pengen dicoba ini ah... hari sabtu besok...

    ReplyDelete
  8. Halo Mba Mima, selamat mencoba dan semoga sukses ya hehhehe ^_^

    ReplyDelete
  9. sudah dipraktekin hari ini, kalo aku blg kurang susu mbak. hehehhee. tapi emang lembut banget ni rotinya... besok kalo bikin lagi akan aku kurangi tepung nya 3 sdm utk diganti sm susu bubuk hahahahaha.... selera emang beda2, tapi resep ini pasti akan aku coba lagi lain waktu... berasa di hokaido ya (asli lebay) hahahha.

    ReplyDelete
  10. Halo Mba Mima, wah good idea, keknya ntar saya coba juga, hehehe. Sesama penggemar susu memang susah ^_^

    ReplyDelete
  11. bismillah..
    are you sure..klo toppingnya roti boy bisa pake resepnya pound cake??..heheh..penasaran.com..solanya saya sering buat roti boy pake resep yg pada umumnya bertebaran di internet..mba pernah nyoba nih???..sharing dong mba..oiya mba..resep diatas ga pake telur..apakah mempengaruhi pada hasil akhir??..rencana nti sore mw nyoba resep roti diatas...

    Lia Wahyu

    ReplyDelete
  12. Halo Mba Lia, yup saya pernah baca di salah satu web mengenai resep melon bun yang mirip2 dengan roti boy. Terus terang saya belum pernah mencobanya tetapi saya sangat penasaran ingin membuatnya. Nanti, saya luangkan waktu dulu ya untuk membuat, dan semoga hasilnya sesuai harapan. Pasti akan saya posting dan update hasilnya ^_^

    ReplyDelete
  13. wah mantab mbak resepnya oke2 smua anak2ku pasti suka nih salam kenal ya thanx udah sharing resep yg bermanfaat

    Hilda

    ReplyDelete
  14. Hai Mba Hilda, makasih juga ya Mba atas komentarnya. Semoga keluarga suka juga dengan resepnya. Hokaido milky loaf ini enak juga kalau diisi dengan keju parut, selai coklat, pasta kacang hijau atau selai lainnya. Sukses selalu buat Mba Hilda. ^_^

    ReplyDelete
  15. Hai mbak, kemarin resep roti berikut tekniknya dah aq buat.Kalo menurut saya sih dari texturenya lebih cocok buat roti tawar or yg dicetak di loaf gitu. kalo diaplikasikan kebentuk roti manis lainnya kayaknya kurang pas buat aq. mbk lani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Lani, salam kenal. Yup memang roti ini lebih cocok untuk roti tawar, jika mau langsung dicetak di loaf dan di slice selayaknya roti tawar maka adonan tidak perlu dibagi menjadi beberapa bagian tetapi langsung dalam satu gelondongan besar masuk ke dalam loyang. Atau bisa juga sebenarnya dengan bentuk di atas tetapi diisi dengan aneka selai di dalamnya. Thanks atas komennya ya.

      Delete
  16. hallo mbk endang.
    Saya bsok rencanya mw buat roti ini. saya bingung di bahan roti ditulis gunakan 59 gram whipped cream atau bs diganti susu cair dngn jumlah yg sama, tp dibawahnya sudah ada 55 ml susu cair.
    apa susu cairnya ditambahkan menjadi 114 gram?ini yg saya bingungkan.
    Atau whipped bisa diskip tnpa perlu menggantinya?apakah tdk brpengaruh trhdp hasil?
    Trus jika telur diskip apakah tidak mempengaruhi kelembutan roti?jika tetap digunakn tidak apa2 kn mbk?
    Ma'af lutfi crewet n bnyk tnya,soalnya masih pemula.
    Makasih mbk endang.

    Lutfi rahayu di banyuwangi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Lutfi, yep memang kalau tidak ada whipped cream bisa ganti dengan susu cair berarti susu cairnya total jadi 114 ml. Nggak perlu bingung, tepung yang digunakan lumayan banyak, 540 gram jadi butuh cairan yang banyak juga. Telur jika mau ditambahkan nggak papa, masukkan saja. Selama ini saya jarang membuat roti menggunakan telur, kecuali di Panettone, telurnya banyak banget dan hasilnya juga gak lembut2 banget ^_^. Roti lembut itu karena cairan yang cukup, sehingga adonannya lembek. Semoga membantu dan sukses dengan rotinya ya ^_^

      Delete
  17. hallo mbk endang,mw tny jika toizhongnya 2x lipat boleh tidak?pengaruhi tingkat kberhasiln tdk?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Fina, bisa Mba, hanya saja adonanya cenderung lebih lembek karena lebih banyak mengandung air. AKibatnya proses menguleni menjadi agak susah. Tidak berpengaruh dengan kemampuan roti mengembang kok.

      Delete
  18. mksd saya,apakah roti dngn thoizong lebih bnyk akan lebih lembut?ato malah sama saja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Fina, poin membuat roti begini Mba, asalkan air cukup maka roti akan empuk. Tangzhong disini sebenarnya adalah untuk meningkatkan kadar air dalam adonan sehingga roti menjadi lebih empuk. Tetapi terlalu banyak air/tangzhong maka akan membuat adonan menjadi lembek, roti sulit dibentuk yang akhirnya justru tidak bisa diuleni dan menyusahkan kita sendiri. Kalau mau ditambahkan boleh saya, saya yakin roti menjadi lebih lembut, hanya saja saat menguleninya sebaiknya selalu taburi tepung di meja dan lumuri tangan dengan tepung agar tidak lengket.

      Delete
  19. oh gtu.
    Mksh mbk endang.
    Jngn bosen2 ya dngn prtnyaan2 saya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip Mba Fina, nggaklah hehe kalau ada pertanyaan silahkan diajukan saja ya.

      Delete
  20. Hi mba Endang, mananggapi diskusi diatas meng tangzhong, jk mau ditambahkan, tentunya hrs memodif lg jmlh cairan & tepungnya, bukankah begitu mba? Krn dlm taizhong sdh ad tpg & airnya. Bgmnkah patokan utk modif nya? Begitu jg kalo telurnya di skip, apkh jml cairannya tdk perlu ditambah? Lalu air dlm taizhong bs ga yach diganti susu? Hehehe, maaf ya mba, bnyk pertanyaan. Makasih bnyk mba. Salam, Pris (^_^)

    ReplyDelete
  21. salam kenal mb, wah resepnya hebat2 , sy dah coba pizza peperoni & miliky ini, smua bisa ngembang & jadi, indah deh bentuknya... tapi knapa roti milky sy kl dimakan rasanya nggumpal gitu, lengket d gigi ,g bisa halus, sy sudah uleni k.l30 menit sesuai resep,panggangnya pakai api apa y? karna oven sy pk kompor, kmaren sy pk kompor api besar jadi 2o menit roti dah kcoklatan. tlg y mb pencerahannya, tq...tq...mama kezia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mama Kezia, thanks atas sharingnya ya Mba. Hmm, saya juga bingung nih kenapa rotinya terasa menggumpal kala dimakan dan dikunyah, mungkin karena menggunakan taizhong ya jadinya kandungan air di roti lebih tinggi. Tapi ini hanya perkiraan saya saja. Hmm, coba resep roti lainnya Mba, banyak kok yang sedap-sedap hehehe

      Delete
  22. hi... saya sudah coba buat nih.. gara2 awalnya bikin, jadinya malah seperti batu bata.. keras banget :p coba googling. dapet sih di youtube pake adonan roux juga... cuma sedikit gak percaya masa sih pake tambahan roux bisa lembut.. penasaran coba googling lagi.. eh dapat situs ini, dan menggunakan metode yang sama.. akhirnya saya coba.. wew... berhasilll.. lembut banget... cuma belum coba kalo pake isian.. tanya ya, kalo pake isian coklat yang dilelehin gitu, apakah gak masalah ya kalo masih hangat2 coklatnya dimasukin ke adonan. atau ada tehniknya buat bikin isian gitu? maklum masih pemula sekali.. biasa megang semen dan batu bata :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke makasih ya,
      bakal saya cobain nih resepnya.. simple dan penjelasannya gak ribet :)

      Delete
  23. Halo mbak,
    Sedikit sharing nih, saya sudah menggunakan resep taizhong ini sekitar setengah tahun. Dulu pernah googling di website kitchen snippets. Cuma saya variasikan dengan 50:50 tepung cakra dgn tepung segtiga biru. Sedangkan dengan cairannya saya menggunakan susu Ultramilk tanpa menggunakan air sama sekali. Hasilnya memang sangat lembut. Saya sudah coba dengan roti tawar, roti isi dan pizza yang saya bikin tipis sekali. Oh ya, kalo roti lengket di gigi kayaknya mungkin penggunaan tepung yang salah. Soalnya saya pernah experimen pake tepung segitiga biru semua.. hasilnya memang lengket di gigi ^-^
    Awal pertama lagi semangat '45 bikin roti pake tangan.. sampe kebas-kebas... terakhir saya beli Breadmaker nya Ace hardware, saya pakai function Doughnya aja utk menguleni adonan. Hasilnya lebih lembut dari saat saya uleni sendiri. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Linda, wah makasih sharingnya ya, memang kalau pakai taizhong hasil roti lebih oke dan lembut. Tapi memang paling mantap kalau diuleni pakai mikser heavy duty, tekstur adonanya lembut banget, jauh berbeda dengan ulenan pakai tangan. Saya suka pinjam mikser adik kalau saya lagi main kerumahnya buat praktek roti, habis sampai sekarang mikser idaman belum kebeli wakkakakak

      Delete
    2. Aku pernah liat pake food processor mbak e. Mungkin bisa dicoba.
      Semoga cepat kebeli...Bosch apa KA?
      Tipsnya beli dari amazon+semua pajaknya masih lebih murah.

      Delete
    3. Udah pernah pakai food proces, memang bisa tapi kalau adonan banyak berat dan merepotkan lebih gampang uleni manual hehheh. pengennya Bosch hahhahah. thanks tips dan sharingnya ya! ^_%

      Delete
  24. Mba Endang... ini resepnya endang :p aku dah coba loh. Thanks a lot buat keterangan en penjelasannya yang banyak yaaa...
    aku taruh linkku disini gpp kah? disana reviewku en plus sedikit cerita di balik pembuatannya.

    Btw, aku jadi nge fans loh. blogwalking disini bikin aku mupeng en penasaran bikin2 yang laennya. *kasih jempol buat blognya*

    http://rirhikyu.wordpress.com/2013/01/07/peter-en-roti-tawar/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Febbie, makasih ya atas sharingnya. Waaakkk saya dah lihat hokaidonya di blog mantep banget, hahhaha, jauh lebih keren dari yang saya buat, hiiks. Thanks ya Mba dan sukses selalu ya. ^_^

      Delete
  25. mbak, sisa starter-nya d'simpan di kulkas ato freezer, makasiy^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Simpan di kulkas ya Mba, bukan freezer. Masukin wadah rapat ya.

      Delete
  26. mba...disini kan ga da whippedcream yg instan ya.maklum daerah kecil,kalo diganti butter cream,yg saya buat sendiri dr mentega putih bisa ga mba?kebetulan ak msh ada sisa buttercream sisa bikin tart anakku,hehe drpd mubadzir.eh tp sbenernya whipcream itu sama ga sih sama butter cream,makasih ya mba....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ermalia, jangan diganti dengan buttercream ya, ganti saja dengan susu cair seperti instruksi saya di resep. Whipped cream itu krim kental, mirip susu cair hanya lebih kental, kalau butter cream kan mentega kocok ya jadi sebenarnya sama dengan minyak.

      Delete
    2. iya mba 30 menit lagi mateng nih,krna tdi ga da whipped cream jd pake susu yg kaya mba endang instruksikan cuma jd encer dan agak susah nguleninnya,hmmm tp kyaknya bakal sukses jadi nih,doakan ya mba.

      Delete
  27. mba endang.... kemarin aq sudah buat roti ini, memang empuuukkkk sekali, tetapi kenapa esok harinya ny roti nya keras ya mba? kenapa ya mba? maklum aq beginner banget....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Roti tanpa pengempuk sintetis memang seperti ini Mba, apalagi kalau tidak disimpan dalam plastik rapat, akan cepat kering. Masukkan freezer saja mba, cuman kalau akan disantap harus didiamkan sampai lemas atau masukkan micrwave ya.

      Delete
    2. oo... begitu ya mba.... thanks ya mba jawabanny.... jadi semakin bersemangat buat roti untuk keluarga....cemunguuddd....

      Delete
  28. Halo mba endang.. Saya lagi nunggu adonan saya mengembang nih.. Cuma kok tadi nguleninya susah banget ya mba?adonannya padat kayak kurang air,adonan saya yang salah apa memang seperti itu ya?saya bikin 1/2 resep,thanks.. Dyna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Dyna, adonanya lembut dan gak keras ya.

      Delete
  29. Mbak..ada ga ya roti yg ngadoninnya ga bkin mpe lemes n bkunang2.hihi masi blm mudeng ma cara ngulenin sampe kalis elastis ni. Suka makan roti lembut tp tobat2 kl suruh ngulenin :D adakah adonan roti lembut buat pemalas spt saya? Thx :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya menguleni roti tidak perlu ngoyo kalau adonan mengandung air cukup, jadi teksturnya gak keras. Kenapa gak pilih salah satu resep dan dicoba? Membuat roti perlu trial dan error, tapi kalau tidak dicoba tidak akan bisa membedakan adonan kalis seperti apa. ^_^

      Delete
  30. haii mba.. maaf pertanyaan oon nih, klo pke mixer heavyduty, semua bahan2 nya langsung dicampur di mixer kan??
    pengen banget bikin roti sendiri.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, yep benar, langsung masuk semua saja dan proses dah sampai kalis hehehe

      Delete
  31. Mba, did you say it was easy? Gampang kayanya kalo pake Kitchen Aid atau Bosch, tapi kalo pake tangan, alamaakkk... Ampun dah. Semaleman sekujur lengan ampe pergelangan sakit puegel gara2 proses ngulenin (ketahuan ga pernah olahraga :p).

    Tapi hasilnya cantik mbak, rotinya lembut. Saya bikin Sabtu, sampai hari ini (Senin) masih lembut. Saya bikin sekaligus dua loyang, pake semua resep.

    Tapi kok rasanya gak manis ya (menurut ukuran saya), malah cenderung hambar dan agak ada jejak rasa dikit pahit apa gitu *apa kelamaan nguleni ya, ampe sejam diulenin.* Kalo dimakan gitu aja emang kurang nendang, kemarin saya coba dioles pakai selai coklat hasilnya enak. Paginya saya potong2, kasi saus bolognaise + keju trus dipanggang ala bruschetta, lebih enyakk lagi. Cuman kalau dimakan plain aja yang kurang nendang.

    Sippp mbak, jadi nafsu beli Kitchen Aid/Bosch, tapi mengkerut lihat harganya :D Ada mikser heavyduty yang di bawah sejuta ngga si? *ngarep*

    Udah coba beberapa resep dari Just Try and Taste, they work perfectly. Obsesi berikutnya: Roti Gandum Utuh! Tapi apakah nguleninya lebih menyiksa diri daripada si Hokkaido ini? Biar nyiapin stamina dulu.

    Btw makasi ya mba buat resepnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaakkk Mba Asuti, iya easy kok wakakkakka. Kalau pakai mikser memang cepet dan lembuttttt.

      Hambar dan pahit? kalau menurut saya terlalu lama menguleni dan terlalu lama fermentasi. Proses fermentasi ragi adalah proses ragi memakan gula sederhana dan merubahnya menjadi karbondioksida (gas yang akan membuat roti kembang) dan ethanol. Ethanol akan menguap ketika dipanggang. Jika terlalu lama difermentasikan maka gula di adonan akan habis, akibatnya ragi bunuh diri dan melepaskan gas yang rasanya pahit. Roti akan kehilangan rasa juga. Jadi sebaiknya jangan lama2 menguleninya 10 - 15 menit just fine. Kalau belum mau kalis diamkan saja sambil ditutup kain serbet selama 20 menit, adonan akan lemas, baru diuleni kembali. Gak usah ngoyo2 juga nguleninya, santai saja, yang penting adonan diaduk dengan baik, menguleni itu berarti mencampur adonan.

      Kalau kurang manis, next time tambahkan gula saja, roti ini memang rasanya gak semanis roti manis umumnya ya.

      Thanks sharingnya ya! ^_^

      Delete
  32. Waaa ya jelas berarti karena kelamaan nguleninnya. Oke akan saya coba lagi nanti, dengan proses nguleni yang tidak terlalu "napsu". Trimikisiiii...

    ReplyDelete
  33. Salam kenal mba endang..
    Saya udah lumayan lama wara wiri di halaman JTT ini sambil celingak celinguk bingung resep mana yang mau saya coba duluan hehee.. Sampe akhirnya nemuin resep mba endang yang ini dan kayanya anti gagal buanget, soalnya saya trauma mba kalo bikin roti pada ga ngembang atau jatohnya teksturnya keras sekali. Tapi tadi bermodalkan nekat.com akhirnya nyoba resep yang ini dan yippiiiie yeeeeyyy berhasil mekar dengan indahnya hehehe (lebaaayy)..keluarga pada suka tapi agak kurang manis padahal sdh saya tambahin gulanya.. Resep ini saya modif sedikit dengan nambahin isian selai strawberry, keju, coklat dan ayam... Maknyuuuusss mba, habis ini dengan lebih PD lagi bakalan nyobain resep yg lainnya...tengkiu tomat mba hehee..
    Pipiet-banjarmasin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Pipiet, wah makasih atas sharingnya ya. Berhasil juga bikin roti ya, gampang sebenarnya asalkan ragi yang dipakai bener hehheh. memang akan lebih enak kalau diisi dengan selai atau tumisan ayam yummy! silahkan dicoba resep lainnya mba, moga suka ya. sukses selalu! ^_^

      Delete
  34. Hai mba. Td aku buat resep ini. Tp kok udah domixer 1jam tetep ga mau kalis ya. Kira2 kenapa ya bisa begitu?

    apa krn adonan water roux kurang dingin?
    putus asa saya. Akhirnya saya buang aja. Udah ga gitu lengket ditangab sih. Cuma ga mau kalis. Sampe dimixer 1jam lebih. Aku pakai bosch speed 2-3.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak faktor Mba, apakah ragi aktif? pastikan ragi dicek dulu, karena itu faktor penting. kenapa nggakd didiamkan saja dulu adonanya? beri waktu adonanya untuk fermentasoi walau belum kalis.

      Delete
  35. Saya suka bikin roti Krn blog jtt yg menyemangati saya untk coba bikin roti. Pertama kali bikin sukses kerasnya kayak batu. Setelah ketemu jtt saya jd ngerti dasar2 pembuatan roti Dan percobaan kedua berhasil bikin roti yg lembuut tp dibentuk bulat2 diisi macem2 dr daging sampe butter ama gula pasir hehehehehe. Mba Endang terima kasih ya utk sharing Resep Dan pengetahuannya :) skrg saya mau nanya Mba, klo mo bikin roti pake loyang loaf 26cmx15cmx8cm itu adonannya menggunakan brp bnyk tepung terigunya ya? Makasih Mba.
    Nona

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Nona, hehheheh saya pernah buatkan adik saya roti sehat, kerasnya bisa bikin gigi retak wakakkak. pengalaman saya berjibaku membuat roti tak terhitung banyaknya sampai akhirnya saya tahu sendiri membuat roti yang benar itu seperti apa hehehhe.

      mungkin separuh adonan di atas ya Mba, saya kurang oke juga untuk urusan ini ^_^, nebak2 buah manggis wakakk

      Delete
  36. haluuu mbaaa... waah saya bahagia banget kalo buka resep2nya mba endang niih, banyak banget resep yang udah saya coba..

    resep hokkaido ini juga udah saya coba 2 hari lalu mba, tepatnya jam 9 malem, harusnya kan 2x di diemin sampe mengembang tuh ya adonannya, berhubung mata sisa 10watt yaudah deh cuma 1x di dieminnya selama 1jam, terus kan saya pake otang jadi harus di tungguin sampe mateng daripada nanti gosong.. beresnya jam setengah 12an..

    nah pe-er nya adalah pada saat nguleninnya itu ya mbaaa... tapiii pas ngeliat hasil matengnya, wuiih..jadi ilang tuh rasa pegel, cuma kerasa agak nyut-nyutan doang pas lagi tidur...

    hasilnya empuuk, enak pas manisnya, oh iya kalo saya di tambah keju dalemnya mba.. enyak... enyakkk... hari minggu besok saya mau bikin dobel resepnya, biar adik saya aja yang ngulenin, biar tambak keker otot tangannya... wakkk...

    ai lop yu pul deh mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Marico, thanks sharingnya ya. senang sekali resep di JTT sukses dicoba dan disuka. Saya dulu waktu masih maniak bikin roti juga sampai jam 2 malam, besoknya ngantuk banget wkakakak. niat yaaa

      wah project rotinya keknya mantep nih wakakkaka

      Delete
  37. Rotinya enak mbak.. anak2 suka. Salam kenal ya mbak..

    ReplyDelete
  38. Mbaaaa,mau laporan.aq udah 2x eksekusi bikin si hokkaido ini,uenakkkk polll yaa :)) cuman,krn basicnya roti ini kurang manis jd aq modif tambah gula pasir dan susu bubuknya :)
    Tq sangat ya mba. Roti ini jd andalan drmh. Bye bye tukang roti deh pokoknya,hihihii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Manda, wah senang sekali membacanya, thanks sharingnya ya, next time gak usah beli roti di bakery lagi hehheheh. yep roti ini bisa diisi macem2 kok

      Delete
  39. mbak... nanya donk.. aku masih ada stock tepung komachi.. bisa kah di aplikasikan ke hokaido ini...? rencananya minggu ini mau praktek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ria, saya belum pernah pakai komachi, tapi banyak yang pakai di donat dan hasilnya katanya oke, jadi saya rasa untuk roti oke juga ya

      Delete
  40. Mb, maaf basic bgt pertanyaannya. Loyangnya diolesin mentega juga ga? Maklum msh belajar mulai bikin roti. Makasi yaa :) Wiwied

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Wiwied, boleh diolesi mentega/margarine ya supaya gampang lepasin rotinya.

      Delete
  41. mba..aku besok pengen coba lagi deh buat roti ini. dulu sempat gagal. hihihi.

    mau tanya dong mba. kalo pake tangzhong tetep harus uleni kalis elastis ya.? karena kok sudah sekitar 30menitan ulen masih blom elastis ya.

    oy mba. kalo aku pakai loyang 27x12x12cm kira2 pakai 1resep ini cukup ato lebih ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Febry, tangzhong membuat adonan lembek, tapi tetap sama ya adonan roti sebaiknya diuleni hingga kalis. Kalau susah diuleni dibiarkan dulu saja sampai lemas, atau tambahkan sedikit tepung. untuk loyang gak harus terpaku resep diatas, adonan bisa dibulat2kan saja kok.

      Delete
  42. mba endang.. roti ini bisa di kukus gak? penasaran nih ama kelembutannya mau bikin juga tapi dirumah hanya ada otang, malas gila ngeluarinnya dari penyimpanan.. jadinya aku mau kukus boleh gak mba? balas secepatnya yaa mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Nhoviie, roti2 yang saya panggang jarang saya kukus ya, jadi sebenarnya saya tidak bisa memberikan jawaban pasti apakah hasilnya akan maksimal setelah dikukus. Tapi kalau mau dicoba silahkan ya hehhehe

      Delete
  43. mba endang aku mau tanya, heavy cream, whipped cream, sama krim kental itu beda ya? tolong dijelaskanya perbedaanya yaa.. terus kalau sama, apa bisa saya peroleh dengan mencampur 75 gram mentega dan 180 ml susu seperti yang pernah mba tulis di postingan mba"Fettuccine With Mushroom, Smoked Beef & White Sauce"? dan krimnya bisa saya pakai buat kue atau yang lain sebagai pengganti krim kental gak? mohon pencerahannnya ya mba endng yang baik hati.... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba, semuanya sama saja, termasuk golongan krim kental atau heavy cream hanya saja ada yang bisa dikocok hingga kembang atau whipping cream ada yang nggak hanya sebagai cooking cream. nah yang saya kasih resep tips itu dipakai buat cooking cream artinya gak bsa dikocok sampai kembang menjadi whipping cream.

      whipping cream biasanya dipakai untuk topping kue, isi sus, atau es krim karena bisa dikocok sampai kembang dan kaku. kalau resep gak minta krim dikocok sampai kaku maka resep yang saya berikan bisa digunakan sebagai pengganti ya.

      Delete
  44. mba endang, kalo pake metode taizhong tapi buat roti kukus, kira2 bisa ga mba?

    ReplyDelete
  45. Mbakk mau tanya ni..sy mw nyoba resep mbak ni..kalo susu ultra dganti dgn air putih biasa bsa gak ya??mksi ya mba...
    Leli..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Leli, bisa diganti air putih kok, gak masalah, takaran sama ya.

      Delete
  46. Beberapa resep roti telah sukses berkat mba endang.. ^_^
    Aku suka bikin roti dgn ukuran yg mini2 gitu, biar sekali hap langsung masuk semua ke dlm mulut. Hehe
    klo pake resep ini untuk roti unyil bisa gak mba? Lembutan mana sama resep roti unyil yang asli, sblumnya udah sy coba. Makasih ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai MBa Yara, resep diatas bisa untuk roti unyil kok, menurut saya masih lembut dan enak roti unyil yaaa, karena roti unyil kandungan menteganya banyak.

      Delete
  47. berhasil dengan resep roti ini... yuhuuuuuu, keren, mba. adonan nya lengket banget, tapi berhasil di bikin kalis dengan bantuan suami *edisi mengkaryakan suami. enyak...enyak.. enyak.. :D -ade-


    ReplyDelete
    Replies
    1. sipp, mantep, memang butuh tenaga ekstra untuk menguleni yaaa hehhehe. thanks sharingnya.

      Delete
  48. Makasih banyak mba endang buat resepnya..hasilnya lembut banget..sy buat dengan isinya ayam cincang wortel karena sekalian buat cemilan balita saya..sy tdk pernah menyangka bisa membuat roti sendiri berkat blog mba endang..skrg tdk perlu membeli lagi..lebih sehat dan rasa roti panas itu enak bangett..makasih ya mba endang semoga bernilai pahala karena membagi ilmu..

    Sy laporkan hasil roti saya,heheh :

    http://Instagram.com/p/mhppE5iNHA/


    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba widhie, thanks sharingnya ya, senang sekali resep rotinya disuka. saya yakin pakai isian ayam cincang dan sayuran akan membuat roti ini lebih lezat.

      Delete
  49. Mba mau komen jadi gak enak nih di mana2 beberapa resep)komen trus ni roti kaya roti sobek gitu yah yg kaya sari roti dan kalo menurut saya memang roti sobek tu kurang manis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep mirip roti sobek ya, hanya saja kan roti sobek biasanya dikasih isian, nah roti ini juga bisa dikasih isi keju, coklat, selai sesuai selera.

      Delete
  50. mbak saya boleh share link resep2 nya
    Ke fb saya?

    Nona.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Nona, silahkan dishare di FB, asalkan mencantumkan sumber dan link oke2 saja kok. Thanks ya! ^_^

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...