19 April 2011

Brownies Kukus


Brownies kukus yang satu ini memang benar-benar lembut dan lezat, rasa coklatnya yang nendang membuatnya tidak kalah dengan versi yang dipanggang. Tidak heran, kue ini menjadi oleh-oleh yang disasar jika kita pergi ke Bandung. Beberapa merk terkenal seperti Amanda, biasanya yang menjadi andalan pengunjung. Padahal membuatnya sendiri di rumah tidak sulit, bahkan masuk ke dalam kategori jenis cake yang mudah dibuat. Saya katakan cake, karena menurut saya brownies kukus ini tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori brownie karena teksturnya yang lembut dan mengembang sebagaimana tekstur cake umumnya.



Menurut Wikipedia, brownie merupakan sejenis kue yang berbentuk segi-empat atau batangan yang diperkenalkan pertama kali di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan merupakan jenis kue yang sangat populer di US maupun Kanada hingga pertengahan abad ke-20. Brownie merupakan kue yang kaya akan coklat, dimana teksturnya merupakan perpaduan antara cake dan cookies. Tampil dengan aneka bentuk dan kandungan bahan, membuat brownie kadang-kadang memiliki tekstur kearah cake (cakey) atau liat dan legit dengan rasa yang sangat manis (fudgy). Biasanya brownie juga berisi cincangan kacang, chocolate chips dan dihiasi dengan frosting atau whipped cream.  
 

Karena komposisi coklat bubuknya yang tinggi, usahakan untuk menggunakan coklat bubuk dengan kualitas yang baik untuk menghasilkan cake yang lezat, kaya akan coklat namun tidak pahit. Minyak sayurnya bisa anda ganti dengan mentega cair jika menginginkan brownies yang lebih lembut dan berminyak. Atau gunakan minyak canola/zaitun agar brownies kukus anda menjadi lebih sehat. Cake ini dikukus secara berlapis untuk menghasilkan aksen garis gelap di tengah. Walaupun harus saya akui, garis yang saya buat cukup amburadul bentuknya :). Jika tidak mau ribet, anda bisa skip bagian tersebut dan langsung saja mengukusnya secara sekaligus. 

Resepnya saya ambil dari buku 500 Resep Kue & Masakan Koleksi Kursus Masak Ny. Liem yang Paling Diminati, yang banyak menyajikan resep-resep cake lezat baik yang dipanggang maupun kukus. Berikut resepnya ya.  



Brownies Kukus
Resep diadaptasikan dari buku 500 Resep Kue & Masakan Koleksi Kursus Masak Ny. Liem yang Paling Diminati by Chendawati - Brownies Kukus

Untuk 1 loyang loaf: Saya menggunakan 1/3 resep di bawah

Bahan-bahan:

Bahan I :
- 12 butir telur suhu kamar (saya pakai 4 butir)
- 450 gram gula pasir (saya pakai 150 gr)
- 20 gram ovalet (saya pakai 7 gr)
- 1 sendok teh vanili ekstrak atau 1/4 sendok teh vanili bubuk

Bahan II: Campur & Ayak
- 250 gram tepung terigu serba guna, saya menggunakan merk Segitiga Biru. (saya pakai 85 gram)
- 100 gram coklat bubuk, cari yang kualitasnya baik (saya pakai 35 gram)
- 1 sendok teh baking powder, pastikan fresh (saya pakai 1/2 sendok teh)

Bahan III: Lelehkan dengan cara di tim
- 350 ml minyak sayur (saya pakai 120 ml)
- 200 gram coklat masak blok (saya pakai 70 gram)

Bahan IV:
- 150 ml susu kental manis (saya pakai 60 ml)

Cara membuat:
Siapkan loyang, saya menggunakan loyang loaf untuk roti, olesi dengan mentega dan taburi tepung terigu, atau kertas roti pada permukaannya. Sisihkan.

Lelehkan bahan III dengan cara di tim, gunakan api kecil saja dan jika air telah panas matikan kompor, yang kita perlukan hanya agar coklat meleleh saja bukan mendidih. Aduk-aduk hingga menjadi adonan yang tercampur rata dan biarkan hingga agak mendingin sebelum digunakan untuk dicampurkan dengan adonan.


Siapkan mangkuk mixer, masukkan bahan I, kocok dengan speed rendah hingga bahan tercampur kemudian ganti dengan kecepatan tinggi dan kocok hingga adonan mengembang, kental dan berwarna putih. 


Kurangi kecepatan mixer menjadi paling rendah, masukkan bahan II, sedikit demi sedikit hingga tercampur rata. Masukkan bahan III, dan kocok hingga rata. Matikan mixer. Anda juga bisa mengaduknya dengan spatula secara perlahan. Perhatikan bagian dasar mangkuk mixer, biasanya minyak suka mengendap di dasar, karena itu pastikan tercampur tetapi tidak berlebihan dalam mengaduk adonan agar cake tidak bantat. 


Sisihkan kira-kira 200 gram adonan, masukkan ke mangkuk kecil dan campur dengan susu kental manis, aduk rata. 


Masukkan 1/2 adonan cake ke dalam loyang yang telah disiapkan. Letakkan dandang kukusan yang telah diisi dengan air yang agak banyak. Panaskan hingga mendidih menggunakan api sedang. Masukkan loyang beisi adonan ke dalam kukusan, tutup permukaan kukusan dengan kain serbet yang mampu menyerap air. Tutup rapat dengan penutup kukusan. Kukus selama 10 menit.


Buka kukusan, tuangkan adonan susu kental manis ke atas cake, ratakan dengan spatula. Tutup dan kukus kembali selama 10 menit. Kemudian tuangkan sisa adonan cake ke loyang, kukus kembali selama 30 menit, hingga cake matang. Tes dengan tusuk gigi/lidi untuk memastikan cake benar-benar telah matang. Angkat, biarkan sejenak + 5 menit. Balikkan cake ke piring datar dan dinginkan. 


Potong-potong brownies jika benar-benar telah dingin dan cake siap disajikan. Nyamm!

Source:
Buku - 500 Resep Kue & Masakan Koleksi Kursus Masak Ny. Liem yang Paling Diminati by Chendawati - Brownies Kukus
Wikipedia - Chocolate brownie

99 comments:

  1. mbak aku udah nyabain ini..ih enak bangeeeeeeeeeeeettt..
    thank u yah resepnyah hehe..
    [ga di aplod di multiply, soalnya temen2 suka protes, kalo aplot makanan pas bulan puasa hihihi...]

    ReplyDelete
  2. Hai Mba Ayu, sama-sama Mba. Seneng kalo denger ada temen yang sukses membuatnya dan suka. Tetap semangat walau puasa ya ^_^

    ReplyDelete
  3. mbak....coklat bubuknya pake merk apa? kalo aku pake merk van houten...tapi warnanya kurang pekat.

    ReplyDelete
  4. Halo, Van Houten oke juga kok, kadang-kadang aku pakai merk itu kalau stock habis. Cuman yang seringkali aku pakai adalah Dutch process cocoa merk Bensdorp, beli yang kiloan di toko bahan kue Titan. Warnanya memang sangat pekat dan rasa coklatnya juga nendang dan tidak asam.

    ReplyDelete
  5. saya nyobain bikin hari ini lo. iya, emang van houten kurang nendang. ato bisa disubtitude dgn collata EXTRA DARK, bukan yang dark biasa. overall enak banget, biasanya saya ogah bikin cake kukus, soalnya ribet dan uapnya kena kacamata mulu... ternyata sama aja sm kue panggang yang lain kesulitannya, hanya lebih moist aja. lirak lirik cake kukus yang lain ah, selain bolu kukus saya masih trauma. gagal selalu.com

    ReplyDelete
  6. Halo Mba Mima, thanks untuk tips coklatnya ya, memang kalau Van Houten kurang nendang. Btw, saya juga trauma sama bolu kukus, gak pernah mekar dengan sukses. Makanya gak punya resep bolu kukus disini, soale gagal selalu.com juga. Sampai berpikir salah apa saya ya kok sampai ciong banget sama bolu kukus wkwkwkw.

    ReplyDelete
  7. sy uda coba resepnya mba sukses.. mantap deh rasanya.. anak sy suka bgt.. emg mirip cake ya.. thx y resepnya..

    ReplyDelete
  8. Halo Mba Mia, kayanya kita kudu terima kasih sama Ny Liem atas resep brownies kukusnya yang mantap heeheh. Saya juga suka banget Mba. Nah kalo bikin yang ini pasti ludes dalam sekejap. Thanks komennya ya.

    ReplyDelete
  9. ludes bgt mba, malah mlmnya sy bikin lg.. kata adik sy kurg..hee
    hasilnya brownies kukusnya sy post ke fb,hee

    ReplyDelete
  10. Waduh, saya jadi kepengen buat lagi neh. Bener, suerrr saya lagi mati2an berusaha menghindar cake cuman kok ya susah ya...

    ReplyDelete
  11. karna di kukus, jd lebih gampang buat anak kost (krna gag ada oven di kost..)
    thanks banget yah mba..

    ReplyDelete
  12. Yup Non Wini, karena itu saya berusaha mengumpulkan resep cake kukus sebanyak2nya hehehe. Thanks ya.

    ReplyDelete
  13. Sore mbak, apa kabar? mbak minta info donk, kalau minyak dalam resep ini mau diganti dengan mentega, kira2 menteganya butuh berapa gram ya? sama tolong carikan juga resep kue kukus yang berasa kopi2 gitu donk mbak...makasih banyak ya mbak..Tuhan berkati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, wah kalau minyak sepertinya mesti dikira-kira sendiri ya. Patokan saja untuk air --> 100 ml air = 100 gram, hanya saja ini tidak berlaku untuk minyak atau lainnya. Semoga membantu ya.

      Delete
    2. kalau saran saya sih, misalnya mentega cairnya kurang, tambahin aja minyak sedikit, boleh kan Mbak? btw fungsi ovalet apa ya Mbak? kalo gak pake apa efek sampingnya? saya males beli bahan yg pakenya cuma sedikit n lama2 busuk. Saya gak mau sering2 bikin kue, takut gendut/kolestrol. Coklatnya boleh ganti yg pasta gak? kalo boleh, takarannya gimana? so gak perlu beli baking chocolate or coklat bubuk (ngirit.com),dgn yg satu mana yg bisa disubstitute? hehehe...thanks ya Mbak.

      Delete
    3. Yep, saya biasanya untuk konsumsi sendiri pakai minyak zaitun hehhe, lebih mahal tapi lebih sehat walau tetap saja gendut. Ovalet bisa skip saja, fungsinya untuk melembutkan cake dan mengembangkan cake, tapi karena ini cake kukus saya rasa sudah lembab dan moist Mba Lisa. Baking powder tambahkan lagi 1/2 sendok teh jika ovalet di skip.

      Boleh pakai coklat pasta, tapi tambahkan takaran gula ya, karena coklat blok kan manis jadi kalau diskip gulanya keknya mesti tambah 50 gram lagi. Nah takaran coklat pasta ini saya bingung, keknya mesti dikira2 hahahha, mulai dari 1 sendok teh dulu, kurang coklat? tambah lagi saja. Hehehe

      Delete
  14. mbak mantap nich brokusnya, bisa didagangin lagi..hhehe...cari duit..

    ReplyDelete
  15. Halo, yup yang ini layak dijual kok. Hehehe, ayo menjadi entrepreneur sejati. ^_^

    ReplyDelete
  16. iya, ini resepnya enak bgt mbak. suer sesuernya. tapi, saya masih penasaran mbak, gimana caranya biar atasnya itu mulus, brownies yg saya bikin berdasarkan resep ini enak bgt tapi atasya gelombang2 gitu, gak sedap dipandang... ada tips kah mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, coba pakai cara setelah adonan masuk loyang, angkat loyang setinggi kira-kira 5 cm dr atas meja dan jatuhkan perlahan. Jangan keras-keras ya. Ulangi 2 kali jika belum smoth. Cara ini untuk membuat permukaan cake mulus. Jangan lakukan kalau membuat cake sponge atau sifon, karena adonan harus sangat ringan dengan teknik menjatuhkan begini akan menjadikan adonan memadat.

      Delete
    2. oh, iya, insya Alloh saya coba.. soalnya selama ini saya bikinnya pake kertas roti, trus, pas matang kertasnya tinggal diangkat aja.. hehe.. jadinya gak pake diratain dulu atasnya.. terima kasih bgt mbak... selanjutnya saya mau coba resep brownies kukus pisangnya..

      Delete
    3. Sama-sama. Dan brownies kukus pisangnya harus, kudu, dicoba karena enaaaakkkk buanget hahahha

      Delete
  17. Dear Mbak Endang,
    saya suka sekali dengan blog anda, yg gak sengaja ketemu waktu nyari resep kani roll (yg udah saya praktekkan hari ini n sukses), tapi saya jadi jatuh hati dengan cake kukus2annya n yang ini so pasti kudu dicoba. Saya suka banget brownies kukus Amanda, cuma kan jauh banget hiks...thank you yach...ini bakal jadi proyek saya yg ke-3 setelah cake pisang coklat keju n siomay.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Lisa, senang sekali dengan komentarnya Mba. Ayo dicoba cake kukusnya, tidak perlu beli lagi sekarang, yang ini sama enaknya kok heheheh.Thanks ya

      Delete
  18. ih banyak kali resep cake kukusnya *girang ga perlu beli oven*
    TFS ya mbak :) pengen nyobain bikin biar berbakti sama mertua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiipppp! Moga sukses dan mertua makin sayang ya....hahhaha. Thanks a lot!

      Delete
    2. Mba, sori komennya di shrimp ball soup ke hapus karena masuk ke spam. Akhirnya saya jawab disini hehee, yup bisa disimpan di freezer dan saat dibutuhkan tinggal dipanaskan saja ya. Praktis dan irit waktu, saya juga suka melakukan itu hehe. ^_^

      Delete
    3. Kemarin saya cobain resep brownisnya. Endeeeuuusss... hahahaa.. kalo kata suami, cocoklah dikasi nama brownis amandel. beneran menghemat uang jajan snack ^___^
      tenkiu ya mbak, wiken ini mo nyoba bikin shrimp ball ah :D

      Delete
    4. Halo, hahhaha saya baru tahu julukan itu 'brownies amandel' tapi saya setuju memang menghemat uang jajan. Nggak usah beli lagi Mba, bikin saja sendiri, gampang dan eunaaakk. Mba, coba brownies kukus pisangnya deh, itu gampang banget dan maknyuusss. thanks ya dan gud luck sama shrimp ballnya ya.

      Delete
  19. Mbak *ngerecokin lagi nih*.. barusan saya liat2 resep pastanya *ngeces sebaskom*
    btw, ada resep saos bolognaise ga mbak, yg bisa dibikin banyak dan dibekukan? matur tenkyu mbak ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba resep yang ini: http://justtryandtaste.blogspot.com/2011/05/apa-yang-bisa-anda-ciptakan-dari_24.html

      Saus bolognaisenya bisa di bekukan ke freezer dan panaskan saat diperlukan. Cara saya biasanya, saya bungkus dalam plastik2 kecil cukup untuk porsi sekali makan. Jadi kala diperlukan saya hanya panaskan seporsi saja. Makanan yang telah dibekukan kemudian dicairkan dan dibekukan kembali selain rawan bakteri juga menjadi tidak segar dan sehat lagi. Selamat mencoba ya.

      Delete
  20. Dear Mbak Endang,
    saya udah siapin bahan2 buat bikin brownies kukus ini. Masalahnya serbet saya semuanya berwarna warni dan pernah saya pake sbg penutup yg alhasil memberi warna tambahan pada permukaan kue. Bisa gak ya kain ini diganti dengan plastic wrap atau aluminium foil, yang dibungkuskan ke permukaan loyang so kuenya masih tetap terlindung dari tetesan ex uap air? Thanks atas jawabannya ya Mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Lisa, hmm, saya tidak menyearankan plastic wrap karena akan meleleh terkena panas, serta tidak menyerap air. Alumunium foil, tahan panas tetapi tidak menyerap air juga jadi akan sama kondisinya jika langsung menggunakan penutup kukusan. Gunanya kain adalah untuk menyerap kelebihan uap air sehingga tidak jatuh di permukaan cake dan menyebabkan cake menjadi basah pada permukaannya. Saran saya tetap menggunakan kain Mba, dan karena ini cake berwarna coklat saya rasa menggunakan kain berwarna nggak masalah karena tidak akan terlihat totolannya kala menetes. Tapi mungkin dari segi kesehatan berbahaya karena pewarna kain yang tercampur ke manakan. Gunakan kain yang nggak luntur Mba, berwarna tidak apa2.

      Delete
  21. Mbak,
    kuenya dah saya bikin. Coklat bubuk saya ganti pake pasta coklat. Enak sih tapi gak sama persis sama punya amanda or fotonya mbak. Berhubung loyang panjang saya gak muat dgn adonannya, saya pake aja loyang bundar berlubang hehehe... kuenya jadi pendek (3 cm aja). Anyway thanks for the recipe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Lisa heheheh, mungkin next time kudu coba sesuai resep aslinya ya Mba, supaya rasanya lebih mantap ^_^

      Delete
    2. Kayaknya dalam waktu dekat ini saya gak bikin2 apa dulu deh, lagi kejar omzet nih Mbak hehehe...

      Delete
    3. Hahahah, kalo saya kadang gak mood masak cuman tetep kudu kejar target posting blog hehhe. Sukses dengan omsetnya ya.

      Delete
  22. Mbak, kemarin kali ke-3 saya bikin bronis kukus. Ada yg saya ganti nih, gulanya naik jd 200 gram. coklat bubuknya diganti dr merk VH jadi merk JAVA. trus nge-mixernya cuma 3 menit all-in. hasilnya tekstur dan warna si brokus jauh lebih bagus drpd percobaan 1 dan 2. cumaaa... kok nyusut ya ? yg awalnya diameter adonan sekitar 20 cm, pas udah jadi, nyusut jadi skitar 18 cm, dan meleyot gitu :( kenapa ya itu.. *penampilan ga cantik tapi rasanya, Amandel banget :D*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, saya rasa bukan karena faktor gula dan coklat bubuk ya. mungkin karena proses mengocoknya kurang lama sehingga telur belum mengembang sempurna. Struktur adonan menjadi kurang kuat. Kocok hingga tercapai tahapan 'ribbon stage' adonan kental, kembang, putih dan ketika diangkat tetesan yang jatuh pekat dan lama menetesnya. Ini hanya perkiraan saya saja ya heheh

      Delete
  23. yg percobaan kedua, durasi nge-mixernya lebih lama. mekar banget sih cake-nya, sampe nempel ke kain penyerap uap. tapi teksturnya ringan bgt, ga ky makan bronis, hehehe.. ohya, itu di foto proses, mbak pake 1 stick mixer ya? saya pakai 2 stick, ngefek banyak ga ya ke hasilnya?
    emm.. coba deh minggu depan nge-mixernya jadi 4.5 menit, ehehehe.. anyway thanks mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wess, mantep banget. Tetap semangat ya hahahha. Okeh coba tambahkan dikit lagi mikserannya ya supaya lebih kembang. Memang struktur brownies itu semi bantat, kenyal dan padat, hmmmm, saya suka banget dengan tekstur yang seperti itu lebih kerasa nggigitnya hahaha. Thanks ya Mba atas sharingnya. Sukses!

      Delete
  24. mbak, saya seneng banget ketemu blog ini. kemarin sudah coba cake coklatnya dan stick keju tempenya. cakenya sih berhasil, cuma stick keju tempenya kok enggak mau kalis ya? tetep aja lengket smpai saya pesimis, akhirnya saya potong lebih besar dengan alas plastik dan enggak begitu renyah. dan rasanya kurang apa ya? kok enggak enak? padahal udah ikuti resep banget. oya untuk santan saya blender kelapanya. ada pengaruh enggak?

    untuk brownisnya, baru mau saya coba. kalau di mau saya taburi keju (setelah matang), sebelum ditaburi keju itu, permukaan brownisnya diolesi apa ya? coklat ditim apa krim yg putih itu? kalau krim putih, gimana cara buatnya mbak?
    ditunggu ya mbak balesannya, udah ngiler banget nih lihat resepnya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ayu, thanks atas komennya. Stik tempe memang rada2 susah dan lengket, coba tambahkan tepung sedikit2 jika adonan masih terasa lengket. Santan saya rasa nggak masalah asalkan takaran sesuai.

      Untuk topping brownies bisa pakai buttercream: 100 gr mentega + 100 gram gula bubuk + 1/4 sdt vanili bubuk dimikser hingga putih. Atau coklat putih lelehkan dengan cara di tim, siram ke permukaan brownies. Semoga membantu ya.^_^

      Delete
  25. mbak, kemarin sudah coba browniesnya tapi rasanya kok kurang legit ya? kurang mantep gitu ngegigitnya. kayak makan bolu :-) lapisan tengahnya sudah oke. permukaan juga ok, tp warnanya kurang hitem mbak. saya pake coklat bubuk yg ada gambar kincir angin belanda itu. (lupa merknya).
    oya mbak, kalau mau saya tambahkan kenaro atau choco chip, kapan ya masukinnya?
    makasi ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Ayu, hmm tekstur brownies ini memang seperti cake ya tidak seperti brownies yang fudgy dan legit. Mungkin karena telur dikocok hingga kembang. Kalau Ayu ingin brownies yang lebih legit bisa coba resep brownies yang semua bahan cukup diaduk tanpa menggunakan mikser.

      Bisa ditambahkan kacang kenari atau choco chips, masukin dibagian akhir setelah semua bahan tercampur ya. Sukses dan thanks atas komennya. ^_^

      Delete
  26. Mbak, kemarin udah buat browniesnya, tapi koq bagian atasnya agak basah dikit padahal bgn dalamnya udah matang, salahnya dimana yaaa....
    Thanks atas jawabannya ya Mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Indah, kenapa bisa begitu? Kain penutup kukusannya menyerap air kan? Karena kalau tidak menyerap air, air menetes ke permukaan kue, kue menjadi basah. ^_^

      Delete
  27. Hallo mbak, aku udah nyoba browniesnya, enak bgt lho.
    Aku mau tanya,aku pengen bikin brownies dengan ukuran loyang yang kecil kecil. Tapi dandang buat ngukusnya terbatas muatannya(tapi keatasnya tinggi lho), Kalo aku tumpuk loyangnya, misalnya jadi jadi 2 loyang diatas, 2 loyang dibawah, bisa gak sih?Bisa gak ya browniesnya jadi dan matang sempurna sampai loyang diatasnya, abis kalo salah jadi sayang kan kuenya. Makasih ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Jeng, yep senang mendengar brokus-nya sukses ^_^. Hmm, saya nggak menyarankan loyangnya ditumpuk ya, karena takutnya air tetesan loyang diatas turun ke yang bawah, kecuali permukaan loyang ditutup kain baru loyang ditumpuk diatasnya. Secara teknis tetap bisa matang.

      Delete
  28. mbak endang ini oke banget resepnya,,,,,sukses sukses sukses.....dan enak enak enak...... aku ganti susu kental manisnya sama dark coklat yang dilelehkan,,,,wuaaaaaahhhhhhhhhhhh makin mantap ternyata.makasih mbak......terus update resepnya ya.... hehehehe.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Isnaini, hahaha thanks atas sharingnya. Senang sekali mendengar uji cobanya berhasil. Sip, next time pengen coba juga tuh pakai coklat leleh, yummy keknya ^_^

      Delete
  29. makasih resepnya y mb', mau nyoba buat nih !

    ReplyDelete
  30. haloo mba Endang :)) aku Zulfiana.. mau nanya nih, waktu adonan dikukus, pake api sedang yaa?? sama kayak yang brownies pisang kan??
    sebelumnya, terimakasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, pakai api sedang saja ya ngukusnya. :)

      Delete
  31. Hallo Mbak, slm kenal ya .....
    Aq sdh bbrp kali bikin browkus ini, n sdh ada yg pesan juga. Mo nanya nich Mbak untuk memasukkan adonan berikutnya boleh nggak sih loyangnya dibawa keluar?, ada bbrp saran yg sy baca dibbrp blog katanya unt memasukkan adonan yg berikutnya loyang HARUS tetap didalam kukusan n api tetap menyala, betulkah?
    Thanks Mbak seblmnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Yetty, pengalaman selama ini membuat kue kukus, seperti rainbow cake kukus, bisa kok loyang dibawa keluar dari dandang baru dituang adonan baru. Karena toh lapisan sebelumnya telah matang. Gunakan api kecil saja saat mengukus.

      Delete
  32. Hallo M'Endang, aq Yetty,
    Ini ada yang ketinggalan pertanyaannya, kenapa ya ketika saya memasukkan adonan berikutnya, adoan yg pertama(yg sdh matang), koq merenggang ya, jadi adonan yang berikutnya tsb masuk ke yg merenggang tsb kenapa ya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, saran saya dan beberapa pembaca di blog yang berkirim komentar, sebaiknya mengukus cake menggunakan api kecil saja, sehingga permukaan cake tidak bergelombang dan sisinya tidak renggang. Sebenarnya sisi renggang karena proses mengukus yang terlalu lama, coba kurangi waktu mengukusnya. Kalau renggang dan adonan atas masuk dr samping, ketika cake telah matang iris saja sisi2 yang jelek dengan pisau tajam sedikit sehingga cake tetap terlihat cantik. Moga membantu ya.

      Delete
  33. thank u yah mba' saya suka sekali brownisnya,, mantappp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okeh, sama-sama, thanks atas komen nya juga. ^_^

      Delete
  34. Hallo mbak endang, mau nanya nih misal gak di bikin berlapis langsng di kukus tetep enak gak ya...??? N kira2 ngukusnya brp lama? Hbsny mls ribet mbak ampe 3x gt hee...
    Tri
    Bangka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Non Tri, kalau gak mau berlapis boleh2 saja kok Jeng, langsung saja dikukus semuanya selama 45 menit ya, jangan buka penutup kukusan selama kue dimasak. Memang bikin lapisan itu bikin ribet hehehhe, itu yang bikin saya males bikin kue berlapis2.

      Delete
  35. hula mba endang,kmren aku bikin brokusny pk toping keju straberry utk ultah adik ipar,alhamdulilah enak mba,berhasil sukses mba cm lapisan yg ke-3 itu kok ada lapisan yg bolongny sprt rongga gitu mba,knp yach mba? makasih mba endang resep2ny

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Diana, hmm, kenmungkinan mengaduk baking powder dan adonan kurang merata sehingga masih ada gumpalan yang terperangkap atau api terlalu besar saat mengukus. Moga membantu ya Mba.

      Delete
  36. Hai mbak, akhirnya ak bikin bronkus ini....rasany enak bgt mbak tp menurutku terlalu ngembang deh mbak....jd kaya bukan brownies....gmn ya mbak biar gak ngembang bgt...
    Tri Bangka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba Tri, brokus Ny. Liem memang seperti cake coklat, mengembang dan tidak sepadat brokus umumnya, karena adonan di mikser. Kalau mau jenis yang padat, gunakan resep brokus yang adonannya tidak di mikser Mba. Jadi hanya diaduk2 saja.

      Delete
    2. Kl misal resep ini diaduk2 aja kira2 bantet gak ya mbak? Apa baking powder di skip aja biar gak terlalu ngembang tp tetep di mikser? Saya pingny ngembng tp gak yg kaya kmrn hmpir 2x lipatny mbak....lembut dan enak sih tp kaya bukan brownies hee....
      Tri

      Delete
    3. iyach mba ikut nimbrung yach dsni, wkt aku bikin jg agak kembang gt,apa gara2 dimikser n baking powder yach mba? klo ga dipk baking powder bs ga yach mba? pgn bikin lg tp nunggu ada wkt

      Delete
    4. Halo Mba Tri & Mba Diana, mungkin bisa dicoba skip saja baking powdernya, adonan tetap dmikser sesuai resep. Sepertinya ovalet dan kocokan telur telah cukup membuat cake mengembang. Kalau pakai ovalet memang harus dikocok sampai kembang Mba. atau skip ovalet dan mikser, pakai BP, aduk2 saja, hanya saja mungkin teksturnya jadi mirip cake coklat kukus ya heheheh

      Delete
    5. Next time ak skip baking powderny aja deh mbak...kl cake kukus sih ak uda 2x bikin mbak enak tp agak pahit hee...
      Brownies pisang jg uda, pancake, donat pisang, kue bawang bnyk yg ak cb dr resep2 mbak, hslny untuk rasa memuaskan tp tampilny gak secntik punya mbak endang secr ak amatir mbak soal kue2...tp sejak ktm blog ini jd semngt bikin2 kue apalagi yg kukus2 karna ak gak punya oven heee...mksh loh mbak buat resep2ny..
      Tri bangka

      Delete
    6. Halo mba Tri, yep sepertinya skip saja BP nya ya. Untuk cake coklat kukus, gunakan coklat bubuk kualitas yang bagus supaya rasanya nggak pahit.

      Untuk masalah tampilan, wakakkak, sama Mba, saya juga anchur banget, gak pernah bisa bikin kue yang cantik2, di keluarga suka diolok2, untuk rasa oke untuk penampilan tidak layak jual, wakakkaka. Saya juga amatir kok hahhaha

      Delete
  37. mbak, saya sudah tiga kali coba browkus ini. Enaak mbaa. dua kali pertama saya pakai loyang tulban, tampilannya oke. yang ketiga saya pakai loyang bundar, tapi kok hasil browkusnya merekah gitu ya mbak, jadi tampilannya pecah gitu. Kira2 kenapa ya mbak?
    btw, makasih mbak resep2nya, saya jadi ketagihan baking deh nemu situs ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, thanks ya atas sharingnya, cake merekah kemungkinan karena suhu terlalu tinggi saat memanggang atau mengukus. Coba pakai api yang tidak terlalu besar ya dan jangan sampai terlalu lama mengukus.

      Delete
  38. salam kenal mba endang, mau share aja buat yg mau sehat bronisnya, ovalet /emulsifier dan BP bisa diskip kok, tambahin kuning telur aja buat emulsi alaminya. ^_^
    happy baking all.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mba Mia, sip, thanks tips nya ya Mba, pasti sangat berguna untuk lainya yang ingin brownies sehat. Sukses selalu ya. ^_^

      Delete
  39. Halo mbak......wah sip tenan resepnya.tp percobaan pertama agak gagal,krn bersemangat biar cepat matang saya tuang adonan keloyang agak banyakan,alhasil bagian tengah lamaaaa banget matengnya.memang hrs selapis demi selapis yo mbak..dikit2.btw kalau susu coklat digantu susu putih bisa ga ya,trus dikombinasi dengan keju? Thank you mbak.semoga semakin banyak ide masakan di jtt.sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Diana, sebenarnya bisa dikukus dalam satu kesempatan sekaligus, cuman memang agak lama hehehhe. Susu coklat bisa ganti susu putih biasa dan plus keju lebih enak. Sukses juga untuk Mba Diana ya ^_^

      Delete
  40. mbak , aku dah coba resepnya, enak banget deh, cuma mau nanya, klo di panggang bisa ga yah ?

    ReplyDelete
  41. Mba ovalet itu apa mba? Sama seperti tbm ya? Hehehe saya pemulaaaa jadi kurang ngerti...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, ovalet itu emulsifier ya, ini merk dagang. Merk lainnya TBM dan starkis. Untuk lebih jelas bisa baca link ini Mba: http://www.justtryandtaste.com/2011/06/mengenal-baking-powder-baking-soda.html

      Delete
  42. Hi mba...kemarin dah nyoba brokusnya, ENAK bgt... berhubung lupa beli minyak sayur, jdnya ganti pake mentega cair. Sekarang nyobain resep2 JTT jadi weekend project-ku.. Thanks alot mba :)

    -Rosiva-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Rosi, yep saya juga suka saling menggantikan kalau bahan nggak ada, oke2 juga kok hehehe. Memang paling sedap kalau weekend bikin kueeee ^_^. Thanks sharingnya ya.

      Delete
  43. Mba aq tadi bikin brokusnya rasanya lezaaaaaat n manisnya pas banget cm knapa ya mba kl menurut suamiku masih agak bikin seret mba alias kurang moist gitu mbak...enaknya ditambahin apa ya mba biar lebih moist lg, makasih mba sebelumnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, coba tambahkan 2 kuning telur ya, mungkin akan membuat teksturnya lebih moist.

      Delete
  44. hallo mba endang,sehubungan aku sering upload foto brownies difb.akhirnya adeku yg diciputat ngejaar terus minta dibikinin.kebetulan adek iparku pulang kejawa.dan besok pagi harus balik lg keciputat,dg pertimbangan bahan yg minim,dan ga sempet belanja,notabene dah jam 9 malem.aku ubek2 lgi blog browniesnya mba endang cr yg tergampang dan termudah.eehhh nemu yg ini mba,thanks god semua bahan msh ada wlopun sisa2 hehe.finnaly jam 23.15 menit browniesnya mateng,and besok tinggal nunggu diambil adek iparku.tengkyu banget ya mba

    ReplyDelete
  45. halo mba,mau tanya dark coklatnya pake merk apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pakai bensdorp, ini coklat bubuk kiloan berkualitas baik ya, nggak asem dan gak pahit. Sayangnya tidak dijual diluar, hanya di toko bahan kue.

      Delete
  46. Halo Mba,
    Saya udah nyoba resep ini, rasanya mantapp. Tapi lapisan yg kedua ada yg nyelusup ke bawah kertas minyak :) apa ini karena apinya kegedean waktu ngukus ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pakai kertas minyak, coba olesi permukaan loyang dengan mentega dulu mba, baru kertas ditempel. Ini membuat kertas melekat dengan baik. Cake kukus sebaiknya tidak dikukus dengan api besar ya, biasanya cake menjadi bergelombang.

      Delete
  47. assalamualaikum Bu, blog ini sangat membantu bagi pemula seperti saya. hehehe. resep ini akan saya coba lagi bu. terima kasih . . . . dan salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga dan silahkan dicoba resepnya ya, moga suka.

      Delete
  48. halo mb Endang n semua, saya mau sharing kegembiraan saya membuat resep brokus yang kesekian kalinya. resepnya mb Endang yang ini tidak saya aduk pake mixer (karena belum punya), tapi beberapa kali nyoba permukaannya bergelombang dan berlekuk-lekuk mirip permukaan otak manusia (hadeuh geleh)tapi rasanya emang maknyus. pernah juga berongga di lapisan atasnya. padahal dulu saya pernah nyoba resep yang lain g begitu.
    diresep yg dulu pakenya soda kue, jadilah resepnya mb endang saya ganti BPnya ke Soda kue 1/2 sendok teh (ga pake ovalet karena ga dimixer). tara....hasilnya permukaan mulus, hanya saja karena panasnya ga merata permukaannya jadi tinggi sebelah. dan teksturnya juga lembut sekali.jadilah aku dipuji ibu-ibu pengajian.
    setelah ini mau coba resep red velved versi kukus
    trims mb endang sudah memberi inspirasi untuk tidak pernah menyerah. (luluk)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba Luluk, permukaan bergelombang karena api saat mengukus terlalu besar, kecilkan api saat mengukus. Thanks sharingnya ya Mba, saya ikut gembira juga hahahaha

      Delete
  49. Mbak ovalet bs di gnt sm SP gak? 7gr itu brp sdt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa diganti SP, sekitar 1 1/2 - 2 sendok teh ya.

      Delete
  50. Thank you banget untuk postingan nya.. saya suka banget brownies kukus n resep ini bikin my first attempt berhasil ^^
    Anyways, saya pake fermipan instant yg bubuk itu. cuma kira2 aja siy pake skitar 3/4 isi sachet (1 sachet 11gr). Saya jg ga pake mixer cm di whisk sampe gempor (ga sampe telur nya busa), untung nya tetep ngembang hehehee..
    Sekali lagi, thanks yah mbaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Aurel, untuk resep diatas tidak menggunakan fermipan Mba, tapi pakai baking powder sebagai pengembang. Tapi kalau bisa berhasil juga pakai fermipan saya surprised juga, bisa dicoba juga tuh. Thanks sharingnya ya. Salam.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...