03 April 2011

Mengenal Daun Gedi, Sayuran Khas Manado


Mengenal Daun Gedi, Sayuran Khas Manado JTT

Bagi anda yang bukan orang Manado, seperti saya, mungkin jarang melihat dan mengkonsumsi jenis sayuran ini, karena daun gedi memang sulit ditemukan di daerah Jawa dan sekitarnya serta jarang diperjual belikan di pasar tradisional maupun supermarket. Saya sendiri mengetahui mengenai daun ini dari informasi teman saya yang kebetulan asli Manado. Ibu-nya memiliki tanaman ini di pekarangan rumahnya beserta dengan pohon leilem, yang daunnya juga menjadi salah satu sayuran khas dari Manado.

Mengenal Daun Gedi, Sayuran Khas Manado JTT
Bubur Manado dengan daun gedi

Daun Gedi (Abelmoschus manihot) biasanya dimasak menjadi sayur berkuah santan dan dicampur dengan rebung dan talas. Selain itu daun gedi juga merupakan sayuran penting dalam pembuatan bubur Manado atau Tinotuan. Bagi masyarakat Manado, bukan bubur tinotuan namanya jika tidak menggunakan daun ini sebagai salah satu campurannya. Di bubur Manado, daun ini memiliki fungsi menambah rasa gurih dan mengentalkan. Resep bubur Manado dengan daun gedi pernah saya posting sebelumnya, anda bisa klik di link disini. Bagian tanaman yang umum dikonsumsi adalah daunnya yang berbentuk menjari ini, walaupun ada literatur asing yang menyebutkan bahwa petal bunganya pun bisa juga menjadi campuran sayuran dalam salad.  

Mengenal Daun Gedi, Sayuran Khas Manado JTT
Pohon gedi

Tanaman dari suku kapas-kapasan (Malvaceae) ini masih satu keluarga dan genus dengan okra (Abelmoschus esculentus) karena itu memiliki bentuk pohon dan daun yang hampir mirip. Masih satu keluarga juga dengan kembang sepatu (Hisbiscus rosa sinensis L.) hanya saja berbeda genus. Ciri-ciri tanaman dari keluarga Malvaceae adalah jika daun atau bagian tanaman kita remas atau potong maka akan keluar getah seperti lendir yang kental. Jika anda pernah memasak okra pasti bisa membayangkannya karena seperti itulah lendir kental yang keluar dari daun gedi. Di dalam masakan, seperti halnya okra, maka daun gedi memiliki fungsi untuk mengentalkan kuah masakan atau sup.

Tinggi tanaman bisa mencapai dua meter dengan daun berbentuk 5 jari seperti daun singkong,  bunganya selayaknya suku kapas-kapasan umumnya berwarna kuning cerah dan cantik. Sayang pohon gedi di pekarangan rumah saya tidak pernah mengeluarkan bunga, bagaimana mau mengeluarkan bunga kalau daunnya seringkali saya panen untuk campuran bubur Manado. Tetapi saya pernah melihat tanaman ini tumbuh subur di depan salah satu rumah di Jogya dengan ujung-ujung tanaman dihiasi bunga berwarna kuning cerah. 

Mengenal Daun Gedi, Sayuran Khas Manado JTT

Menurut Wikipedia, daun gedi kaya akan vitamin A, zat besi dan serat yang baik untuk pencernaan. Kolagen yang terkandung di dalam daun ini juga bermanfaat sebagai antioksidan dan kesehatan kulit. Sayang sekali artikel di Wikipedia Indonesia itu kurang didukung dengan data riset yang akurat dan literatur pendukung mengenai tanaman ini kurang banyak mengulas mengenai kandungan vitamin dan zat gizi lainnya. 

Untuk perbanyakannya, tanaman ini mudah sekali ditanam menggunakan stek batangnya. Caranya, potong batang yang tidak terlalu tua, tancapkan pada tanah yang gembur dan subur, rawat tanaman seperti umumnya. Tanaman ini tidak rewel dan sangat mudah tumbuh subur asal mendapatkan cukup sinar matahari dan air. Jika semua itu terpenuhi maka sekejap saja tanaman gedi anda akan menghadiahkan daun-daun segar yang melimpah. 

Sources:
Wikipedia Indonesia - Daun Gedi
Hibiscus.org - Abelmoschus manihot
Wikipedia - Abelmoschus manihot



14 komentar:

  1. Hehehe,, akhirnya dapat jg nama latin sayur gedi... Secara sbg org Manado yg hampir tiap hari liat sayur gedi tp baru sadar aq gak tau bhs Indonesianya stelah ada tmn yg blg kalo di daerah lain sayur gedi itu gak dijual krn gak ada ktanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, makasih ya atas komentarnya. Wah senangnya di Manado mudah mencari daun ini, di Jakarta susah bener kudu minta atau separuh nyolong ke tetangga kalau mau bikin bubur Manado wakakakka

      Hapus
  2. kaatanya daun okra bisa dibuat sebagai pengganti.. aku coba kapan2. http://en.wikipedia.org/wiki/Lady%27s_fingers

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Tjan, sepertinya bisa karena okra sendiri bisa untuk mengentalkan masakan ya.

      Hapus
  3. Kayaknya di serpong, saya banyak liat tanaman ini mba. Tapi di kampungnya. Bukan di komplek BSD hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. di jakarta juga sekarang makin banyak yang tanam, sepertinya sdh banyak yang tahu manfaatnya hehhehe. Thanks ya mba

      Hapus
    2. Iya di Serpong banyak mbak. Ini disayur bening, ditumis dan dimasak macem2 enak. Cara tanamnya mudah, patahkan batang yang tua kemudian tancapkan saja ke tanah pasti tumbuh. Mrk tdk tahu namanya jadi disebutnya daun pepaya kecil.

      Hapus
    3. Thanks mba sharingnya ya, yep enak diolah macam2 sayuran ya

      Hapus
  4. Mba,daun gedi ini sama ga sih sama daun pepaya jepang? Soalnya hampir mirip daunnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dr yang saya baca2 dr wiki beda ya, beda keluarga tanamannya. Pepaya jepang di luar namanya Chaya atau tree spinach. Coba cari2 infonya di internet

      Hapus
  5. Mbak Endang, saya fans berat resep2 mbak. Boleh tanya beli bibit atau batang stek daun gedi dimana ya? Ngeces lihat resep bubur manado di jtt. Sama di ln,dan pas cari2 bibit atau pohon Abelmoschus manihot, penampakannya di sini beda sama daun gedi. Ibu saya di jakarta, Mau minta tolong beliau bawa kalau berkunjung. Kalau boleh saya beli stek batang daun gedi dari mbak Endang. Makasih banyak resep2nya, ya, mbak! Sukses selalu. Dari: Dian

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba, di jakarta banyak yang nanam dipinggir jalan, mungkin beliau kudu sering eksplore saja ke tetangga hehhehe. saya dapat dr tetangga tapi sudah lama tanamannya dibabat habis karena tumbuh cepat dan rimbun

      Hapus
  6. Daun gedi sama gak ya dg daun pepaya jepang yg banyak dijual di pasar tradisional? Soalnya bentuk daunnya sama persis

    BalasHapus
    Balasan
    1. beda mba, daun gedi Abelmoschus manihot, tekstur berlendir, keluarga kembang sepatu. Pepaya jepang/chaya tree Cnidoscolus aconitifolius keluarga Euphorbia (sejenis jarak2an).

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...