12 November 2012

Pempek Dos: Pempek Gurih Walau Tanpa Ikan


Sabtu kemarin, saya menghadiri undangan pernikahan teman sekantor di Bekasi. Bersama beberapa teman kantor kami menumpang mobil Mba Kiki, teman kantor juga. Bekasi bukan tempat yang asing bagi saya, karena kebetulan adik saya Tedy, tinggal di kota ini juga. Tetapi mengunjungi sebuah tempat bernama Babelan, nah ini adalah kesempatan pertama saya, dan seumur-umur baru kali ini saya datang ke acara perkawinan yang perjalanannya benar-benar panjang dan lama serta harus ditempuh dalam waktu lima jam pulang-pergi. Mengarungi kemacetan panjang, dan belasan janur kuning di sepanjang perjalanan, beberapa kali kami harus berhenti untuk bertanya atau melongok papan nama di janur yang terpasang, namun sepertinya lokasi yang kami tuju tak kunjung tampak. Kami pun bersama-sama berteriak girang ketika akhirnya perjalanan pun berakhir. Bersalaman sejenak dengan sang pengantin serta mengisi perut yang keroncongan, kami pun cepat-cepat pulang karena khawatir perjalanan kembali ke Jakarta akan terhadang macet yang parah. Prediksi kami pun tak salah, perjalanan pulang sama lamanya dengan ketika berangkat. Setiba di rumah dengan kepala nyut-nyutan, badan yang lelah dan mengantuk berat membuat saya langsung terkapar di kasur dan terbang ke alam mimpi. 


Puas tidur bukan berarti semangat pun muncul, yang ada rasa malas menyerang. Rencana saya, di Minggu pagi, saya akan pergi ke pasar membeli sayuran, ayam dan ikan segar untuk mengisi kulkas yang kosong. Tapi apa daya saya justru terus merajut mimpi hingga siang hari menjelang, apalagi cuaca mendung sangat bersahabat dengan para pemalas seperti saya. Jam sudah menunjukkan pukul dua siang ketika akhirnya saya menyerah juga dengan perut yang keroncongan, mondar-mandir di dapur dan mereka-mereka masakan apa yang akan saya buat dari bahan yang terbatas ini. Tepung terigu dan telur selalu siap di dapur saya sehingga sewaktu-waktu saya ingin menyantap pancake atau roti bisa dengan cepat dibuat, tapi kali ini yang saya inginkan adalah makanan yang gurih dan pedas, seperti.... mmm, pempek misalnya. Tapi bagaimana jika tidak ada ikan? Jangan khawatir, resep pempek dos alias pempek tanpa ikan dari Ny. Liem walau tidak menggunakan cincangan ikan namun tampangnya sangat menjanjikan. 


Jadi berakhirlah saya, di hari Minggu kemarin, berkutat di dapur membuat pempek tanpa ikan yang ternyata rasanya tetap gurih dan lezat. Tidak kalah dengan versi ikannya. Karena minus protein maka saya membuat versi pempek kapal selam dengan isi telur di dalamnya. Sebenarnya membuat pempek ini sangat mudah, namun prosesnya akan menjadi lebih ringan jika anda memiliki food processor di rumah, karena adonan harus diuleni hingga lembut. Jika tidak menggunakan food processor, Ny. Liem menyarankan untuk mencampur adonan dengan mikser hingga halus dan kalis. Awalnya saya mencoba menggunakan mikser namun adonan yang liat agak sulit di kocok hingga menjadi lembut. Akhirnya saya masukkan semua bahan ke dalam food processor dan proses sebentar. Saya rasa menguleninya dengan tangan juga bisa dilakukan, asalkan bisa dipastikan adonan tercampur dengan baik dan menjadi kalis.


Adonan yang dihasilkan lembut, lentur dan mudah untuk dibentuk. Jika terasa agak lengket, celupkan ujung jari anda dengan tepung sedikit. Tantangan terbesar jika membuat pempek kapal selam dengan isi telur seperti ini adalah mengisi kocokan telur ke dalamnya. Setelah melakukan trial dan error berkali-kali membuat pempek kapal selam, saya jadi tahu tips sederhana untuk melakukannya. Anda bisa melihat petunjuk yang saya sertakan di bawah. 

Pempek dos ini rasanya gurih dan sedap dimakan dengan siraman saus cuko yang pedas,  asam dan manis.  Mantap menemani sore hari anda dikala hujan deras mengguyur. Yuk, kita tilik resepnya. 



Pempek Dos: Pempek tanpa ikan
Resep diadaptasikan dari buku 500 Resep Kue & Masakan Koleksi Kursus Masak Ny. Liem yang Paling Diminati oleh Chendawati - Pempek Dos (Tanpa Ikan)

Untuk 8 buah pempek

Bahan:
- 250 ml air
- 2 sendok teh garam
- 1 1/2 sendok teh kaldu bubuk
- 125 gram tepung terigu serba guna (saya pakai Segitiga Biru)
- 2 butir telur
- 200 gram tepung tapioka/tepung sagu/tepung kanji/tepung kentang (potato starch)

Isi:
4 butir telur, kocok lepas

Saus cuko:
- 200 gram gula merah
- 100 gram gula pasir
- 500 ml air
- 3 sendok makan cuka atau 100 ml air asam Jawa

Bumbu yang dihaluskan untuk saus:
- 8 siung bawang putih
- 5 cabai rawit merah
- 3 cabai merah keriting
- 1 1/2 sendok makan ebi kering
- 1/2 sendok makan garam

Cara membuat:


Siapkan panci kecil, masukkan air, garam, dan kaldu bubuk. Masak hingga air mendidih, aduk hingga bahan larut. Kecilkan api kompor, tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit menggunakan tangan kiri sementara tangan kanan mengaduk cepat dengan menggunakan spatula. Sebaiknya jangan menggunakan spatula balon seperti yang saya lakukan, karena adonan akan menggumpal di dalam kawat balon. 

Aduk hingga adonan kalis dan matang. Lakukan dengan cepat karena adonan cepat mengeras dan gosong. Angkat dan biarkan hingga agak hangat. 


Tuangkan adonan tepung yang telah hilang uap panasnya tetapi masih sedikit hangat ke dalam mangkuk mikser, tambahkan 1 butir telur kemudian kocok dengan kecepatan rendah hingga tercampur baik. Tambahkan lagi 1 butir telur dan teruskan mengocok hingga terbentuk adonan yang halus, bebas gumpalan seperti gambar. Anda juga bisa menguleninya manual dengan tangan.

Jika ingin cara yang lebih mudah, masukkan semua bahan ke dalam food processor dan proses hingga adonan menjadi halus. 

Note: masukan dari pembaca, sebaiknya kondisi adonan tepung agak hangat ketika diuleni agar mudah kalis dan halus. Tapi sebaiknya juga tidak terlalu panas supaya telur tidak matang saat dicampur ke dalam adonan.


Tuangkan adonan ke dalam mangkuk, tambahkan tepung tapioka/kanji sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan tidak lengket di tangan. 

Ambil segumpal adonan, kira-kira sebesar bola ping-pong, bulatkan dengan menggelindingkannya di telapak tangan.


Letakkan bola adonan di tangan kiri, tekan bagian tengah adonan dengan ibu jari tangan kanan hingga terbentuk cekungan. Lebarkan dan dalamkan cekungan dengan jari anda, tujuannya adalah kita akan membuat kantung di adonan agar bisa diisi dengan kocokan telur.

Jangan buat kantung terlalu lebar, tetapi buatlah kantung yang dalam. Mulut kantung yang lebar akan membuat kita susah untuk menutupnya ketika telah diisi telur, telur yang mengenai permukaan kantung akan membuat adonan susah lengket ketika akan ditutup.


Tekan-tekan kantung agar menipis dan mau memanjang. Jika kantung telah jadi dan cukup dalam untuk menampung kocokan telur, tuangkan kira-kira 4 sendok makan kocokan telur, hati-hati jangan sampai menetesi permukaan kantung adonan.  Tutup kantung dan jepit dengan jari anda hingga menempel dengan baik, tekuk ujung-ujungnya agar tidak terbuka saat di rebus. 

Masukkan pempek ke dalam air mendidih, rebus hingga matang. Pastikan untuk merebus pempek hingga telur benar-benar keras. Pempek yang telah mengapung bukan berarti telur telah matang, lanjutkan terus merebus hingga pempek dan telur matang. Kira-kira membutuhkan waktu 20 menit untuk membuatnya matang atau tekan dengan jari anda, jika kantung telah keras berarti telur telah matang.


Goreng pempek dalam minyak panas hingga permukaannya kecoklatan, angkat dan tiriskan.

Membuat saus cuko:
Siapkan panci kecil, masukkan air, gula, bumbu halus dan garam. Masak hingga mendidih. Matikan api dan masukkan cuka ke dalamnya. Aduk rata dan cicipi rasanya. Tambahkan cuka dan gula jika rasanya kurang pas. Saring saus dan buang ampasnya. 

Penyajian:
Potong-potong pempek yang telah digoreng, tata di mangkuk atau piring dan siram dengan saus cuko. Bisa juga dilengkapi dengan rajangan ketimun. Yummy!

Source: 
Buku 500 Resep Kue & Masakan Koleksi Kursus Masak Ny. Liem yang Paling Diminati oleh Chendawati - Pempek Dos (Tanpa Ikan)

229 comments:

  1. Wah kayaknya enak, murah dan mudah. layak dicoba mb Endang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep Mba Rina, lumayan buat selingan camilan nih kala hujan2, murah meriah dan kenyang. ^_^

      Delete
  2. ijin ngopi resepnya mb ^^ (buat kprluan sndiri ko, nda d posting ulang kmana2 :))

    trims :)

    HH

    ReplyDelete
  3. slam kenal mbak, saya sudah mencoba resep pempek ini, awalnya agak sulit krn saya tdk punya alat food processor jadi hanya menggunakan mixer biasa tp berantakan/berhamburan akhirnya saya menggunakan alat alami alias tangan ternyata tidak terlalu sulit koq memang agak butuh kesabaran pd saat menguleninya,tp hasilnya lumayan jg malah suami saya suka padahal pempek ini kan tdk menggunakan ikan,rasanya ngaak kalah nikmatnya,trima kasih ya mbak sudah berbagi resep... saya tunggu nih resep2 menarik lainnya.

    ReplyDelete
  4. slam kenal mbak, saya sudah mencoba resep pempek ini, awalnya agak sulit krn saya tdk punya alat food processor jadi hanya menggunakan mixer biasa tp berantakan/berhamburan akhirnya saya menggunakan alat alami alias tangan ternyata tidak terlalu sulit koq memang agak butuh kesabaran pd saat menguleninya,tp hasilnya lumayan jg malah suami saya suka padahal pempek ini kan tdk menggunakan ikan,rasanya ngaak kalah nikmatnya,trima kasih ya mbak sudah berbagi resep... saya tunggu nih resep2 menarik lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, salam kenal juga. Wah mantap, ternyata diuleni pakai tangan juga hasilnya oke ya, sip Mba lain kali keknya pakai tangan saja, soalnya kadang malas juga cuci2 alat2. Thanks atas sharingnya ya Mba. ^_^

      Delete
  5. Halo Mbak, salam kenal...saya tertarik untuk mengujicoba resep ini, tapi krn kendala lokasi, kayaknya tepung tapioka susah didapat.apakah mungkin untuk mengganti tepung ini dengan bahan lain.mohon infonya..terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Amanda, tepung tapioka itu sama dengan tepung kanji saya rasa di pasar banyak yang jual tepung kanji ya. Mungkin bisa diganti dengan tepung terigu hanya saja tekstur pempeknya menjadi kurang kenyal.

      Delete
    2. coba pake potato starch (pati kentang) utk mengganti tapiokanya

      Delete
    3. Atau mungkin pakai wheat starch ya Mba Heti? Tepung teng mien? Bisa mungkin ya.

      Delete
  6. salam kenal mba, terima kasih resepnya mba,kemarin saya langsung praktekin, beli bahan2.
    terus malemnya jajal resep ini...mantap mba Alhamdulillah saya bisa bikin pempek...tapi kurang asin adonan pempeknya ^_^ saat digoreng.
    Tapi pakai cuko jadi pas.

    Thanks a lot mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Mba, sip, thanks atas sharingnya ya Mba, senang mendengarnya. ^_^

      Delete
  7. Mbak endang, barusan aku bikin pempek dos tp krn ga punya blender heavy duty n food processor jd aku buatnya pake tangan, n ttp hasilnya mantapz... Makasih yaa resepnya.. Thx u so much

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Rahmah, sip thanks sharingnya ya. Iya, banyak yang coba pakai tangan nguleninya dan baik2 saja kok hasilnya, hehhee.

      Delete
  8. salam kenal Mbak ^^
    mhn ijin ya Mbak, kpn2 pengen nyoba resepnya :)

    ReplyDelete
  9. Sudah sy coba resepnya, dan Alhamdulillah ckup sukses dn enak :) trims mbk Endang ......

    Husna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Husna, sippp senang mendengarnya heheh, thanks atas komentarnya yaaaa ^_^

      Delete
  10. Mbak endang....

    Skr ӚҞƯ penggemar blognya nih ( ‾̴̴͡͡ ε •‾̴̴͡͡ʃƪ) .... Dah nyobain jg mpek2 ini... Walopun minus ikan tp anakku tetep doyan.... 1 resep ini jd 25 bh mpek2... Next time kayaknya ӚҞƯ tambahin kaldu bubuknya deh ... Krn lidahku sukanya asin :D ..
    _/__, <3•̃⌣•̃<3‎​​​​​​​=))‎​Hąą=))..Hą
    . | ..Hą:)..Hąą=)).
    .  HAº°˚˚°º HAº°˚˚°º HAº°˚˚°º =)). ....

    Thanx ya mbak... Skr mbak salah satu idolaku dlm mencari resep ♈g̶̲̥̅̊ anti gagal ( ‾̴̴͡͡ ε •‾̴̴͡͡ʃƪ)

    U'r follower
    Eka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Non Eka, wah mantep jadinya banyak juga ya pempeknya, lucu juga bikin yang imut2 gitu, saya gak telaten Mba, kalau bikin pasti jumboooo hahaha, habis yang makan juga jumboo. Thanks ya Mba Eka atas sharingnya ^_^

      Delete
  11. Hallo mba..aku ud coba resep ini n hasilnya mantep tenan..hehe..btw krn aku ga pnya sagu (disini tdk ada yg jual sagu) n tapioka sdg habis,so aku pake tepung kentang (soalnya di tmpt ku saat ini tepung kentang di jual bebas dimana mana,klo beli tapioka hrs ke asian store)..tp hasilnya tetep mantep loch..hehe..thx utk resepnya ya mba..^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Chitra, yep, Mba Heti salah satu pembaca juga menberikan saran untuk menggunakan tepung kentang. Hahaha disini malah susah tepung kentang, saya bentuknya saja belum pernah lihat wakakkak. Thanks sharingnya ya.

      Delete
  12. Halo. Aku suka banget mbak Endang yg suka share2 ilmu. Makasih bgt Mbak.
    btw Bahan apa yg bisa menggantikan kaldu blok?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai kaldu bubuk saja seperti Royco atau Masako, rasanya tetap oke. Thanks ya.

      Delete
  13. Makasih resepnya ya mbak.. temen2 pada muji nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Non Peni, sip, thanks atas sharingnya ya ^_^

      Delete
  14. Mba, td abis praktekin rsp ini. Puji tuhan, hasilnya enak. Sy nguleninnya pake tangan. Ga terlalu susah kok. Yg susah itu pas ngebentuk adonan biar telurnya bs masuk. Seringkali kena pinggir adonannya jadinya ga bs ditutuP. trus, pas sy rebus, ada beberapa kulitnya pecah/robek. Jadi telurnya pada berhamburan. Kira2 itu krn apa ya mba? Wkt ngerebus, pancinya sy tutup& Rebusnya selama 20 menit. Trims.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, kemungkinan pecah karena kulit pempek terlalu tipis, atau kulit kurang smooth saat di bentuk sehingga ada bagian yang terbuka. Sebaiknya jangan buat kulit terlalu tipis dan jangan mengisi telur terlalu banyak. Masak dalam air mendidih dan saya nggak menutupnya selama di rebus. Moga membantu ya.

      Delete
    2. mbak, tadi udah praktek resep ini u/ yg kedua kalinya :D ternyata, masalah yg kulitnya sobek, pas direbus seharusnya pancinya gak ditutup. soalnya tadi sy sengaja ga tutup pancinya dan jreeeng.. kulitnya aman2 sj. *sujudsyukur*
      thanks mbak endang :*

      Delete
    3. Yep, saya gak pernah ditutup pancinya selama perebusan Mba.

      Delete
  15. Mba Endang saya masih belum praktek kue sus nih gara2 tergoda sama pempek dos. Bahannya mudah dan saya nekat bikin karena 'bisa' diuleni dengan tangan. Lagi2 adonannya mirip dengan adonan sus ya. Susah untuk diuleni mba. Sehingga penggunaan tepung (terigu dan sagu) sudah beberapa kali saya lebihkan hingga tidak tahu lagi berapa yang saya tambahkan namun tetap sukses lengket ditangan saya. Akhirnya dalam keadaan lengket,langsung saya bentuk dan diisi keju mba. Saya rebus dan goreng, ya mirip-mirip cireng namun lebih liat.
    Apakah kalis yang dimaksud seperti kalisnya adonan roti mba? Saya nyerah untuk menguleni dengan tangan. Sudah beberapa resep yang meminta uleni s/d kalis dan tidak menempel di tangan, hasilnya tidak kalis2, adonan lengket sekali ditangan,hehe.
    Mba Endang mungkin bisa share teknik menguleni hingga kalis? Saya masih punya impian untuk membuat roti mba :). Tapi masih mikir2 nih kuat ga ya uleninya... hehe. Ada mixer di rumah dan belum pernah digunakan untuk adonan roti, bukan mixer heavy duty (mixer phillips sudah mau 10 tahun umurnya), saya gunakan mengaduk resep biasa terkadang suka panas mesinnya mba. Jadi saya prepare aja plan B kalau mesinnya ngadat, harus pakai otot bisep kan...
    Ada teman yang menyarankan penggunaan baking soda, agar pempek ketika digoreng mengeluarkan bunyi dos, dos.
    Ok mba Endang, keep up the good work ya!
    Jangan bosan membaca sharing dari pembacamu dan terus berkreasi :-)


    Salam,
    Phoenix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Phoenix, maaf telat balasnya Non. Pempek dos memang agak susah nguleninya, paling bagus pakai mikser atau food processor agar adonan lembut dan kalis. kalau diuleni dengan tangan memang adonan akan terlihat masih basah akibatnya tepung akan banyak ditambahkan, adonan jadi liat. Yang dimaksud kalis memang gak lengket lagi, adonan lemas, lembut dan mudah dibentuk.

      Delete
  16. mbak Endang..adonanku kog lengket ya..apa krn telur yg kumasukkan ku kocok dulu ya tp stlh ku tambahi tepung gk lengket dan rasanya hemm yummy lho..dlm sekejap habis dimakan anak2..ktnya suka banget...trims ilmunya ya mbk..sipp deh
    Salam hangat selalu..
    Eend

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba Eend, pakai tangan nguleninya atau pakai food processor Mba? Taburi sedikit tepung saat menguleniya supaya nggak lengket. Sudah btul kok. Thanks sharingnya ya ^_^

      Delete
  17. alhamdulillah uda jd mb.. tp kok agak lembek ya adonannya, apa mgkn krn wktu nmbh tepung tapioka msh agak hangat sdkit adonannya? jdnya 19 biji, telur isiannya cm bs 3, takut bocor. untuk rasanya sy tmbah bwg putih, ketumbar, sm grmnya dikit lg... sipp deh, makasih mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adonannya gak lembek Mba, tidak lengket. Nyaman untuk di bentuk. Gak masalah waktu nambah tepung kondisi masih hangat. Tapi kalau adonan terlalu keras, setelah direbus pempek jadi lebih keras lagi.

      Delete
    2. Ketika tepung tapioka masuk, kondisi air panas mendidih ya Mba, bukan hangat atau dingin. Kondisi ini membuat adonan menjadi mengeras dan menggumpal.

      Delete
    3. halo mba endang, "Ketika tepung tapioka masuk, kondisi air panas mendidih ya Mba, bukan hangat atau dingin. Kondisi ini membuat adonan menjadi mengeras dan menggumpal". yg dimasukkan ke air mendidih terigu apa tapioka ya?

      Delete
    4. terigu mba, ada di proses awal pembuatan ya,

      Delete
  18. Hallo mbk endang salam kenal, kbtln baru hari ini nemu blognya...
    Saya kebetulan asli palembang nih tp skrg tinggal dibanjarmasin biasa turut suami :D

    untuk cuko nya, biasanya kami dipalembang bikinnya cukup pake gula merah batok (bentuknya segede tempurung kelapa yg udah dibelah) cari yg warna nya coklat pekat + cabe kecil + cuka putih + bawang putih + garam..
    Smkin sdkit air nya smkin muantep rasa cuko nya.. Idih jdi ngences daahh.. Hihiihi

    #ngibrit liat isi kulkas mw nyoba resep bakso ayamnya. Makasih ya mb :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloow Mba Alif, salam kenal juga ya. Waduh makasih resep cukonya, yep saya suka susah cari gula kelapa batok khas palembang. Warnnaya lebih pekat dan rasanya lebih sedep ya, suka penasaran sama resep pempek Candy di Palembang, nampol. Saya jadi ngeces juga nih membaca resepnya Mba Alif hehehehe. Next saya coba resepnya, asli dari wong Palembang nih ^_^

      Delete
    2. Mb Endang, coba cuko nya diinepin dulu mba,,besoknya baru disajikan dijamin rasa nya lebih manteb dari pada yg baru matang, terus bawang nya di keprek aja,,,info dr temenq yg asli Palembang,,hehe

      Delete
    3. Halo Mba Amalia, mantepppp. Thanks tipsnya ya, akan saya coba di next trial membuat pempek wakakkak. Thanks ya!

      Delete
    4. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    5. This comment has been removed by the author.

      Delete
  19. Mba Endang, salam perkenalan yah... susah juga masukin telurnya, bocor melulu...hehe.. butuh kesabaran,akhirnya jadi juga..enak lho, senang d. Mau tanya mba..kalau resep adonan 250ml air diganti dengan santan cair 250 ml boleh tidak ya, saya pikir mungkin lebih gurih (?) Makasih banget... besok mau bikin lagi jadi nanya pakai santan boleh tdk... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga ya, saya belum pernah coba menggantinya dengan santan, tapi saya rasa bisa sih. Mungkin bisa dicoba heheheh

      Delete
  20. salam kenal mb endang, resepnya mo saya coba, terimakasiih ya

    ReplyDelete
  21. Halo mba Endang, Salam kenal dari saya Erna. Saya coba resep pempek DOSnya mba Endang dan saya bawa sebagai Potluck, wahhh banyak sekali yang suka dan antusias ingin mencoba untuk bikin sendiri. Anakku pun suka. Terima kasih atas sharing resep dan ilmunya mba. Next mau nyoba resep pempek dengan ikan tenggiri :). Terima kasih mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Erna, salam kenal juga ya. Yep, saya jg suka banget sama pempek dos, lumayan mkanan enak murah meriah wakkakka. Silahkan dicoba pempek tengirinya, moga suka yaaa ^_^

      Delete
  22. Resep-resepnya unik, menarik, praktis, & yg penting juga adalah hemat alias irit! :D like this banged...

    ReplyDelete
  23. makasih resepnya - saya suka mpek mpek tapi gak bisa terlalu banyak makan karena agak alergi sama ikan :) , mau coba resep mpek2 tanpa ikan , mudah mudahan lancar bikinnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Tessa, silahkan dicoba resepnya ya, walau tanpa ikan tetap gurih kok hehehe

      Delete
  24. pempek dos yg aku buat bikin ibu yg baru plg kerja cubit2 pipiku sambil bilang "duh..pinternya..enak lho,ntr kl ayah plg ke Cilacap dibikinin yg ada ikannya ya" hihihi jadi malu >.< pdhl ya sempet stres aja waktu bikin pempek kapal selam ahahaha XD udah gitu yg bentuk lenjer aku iris2 masukin sisa kocokan telur trs didadar, dimakan pake cuko kok ya enak hahaha....makasi bgt bgt bgt yaa mb Endang :* :* i love uuuu
    susi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Non Susi, waaahhh yang lagi hepi dapat pujian dari Ibu hehehhe. Ide dadar pempeknya bisa dicoba tuh, gud ideaaa hehehhe. Nahhh next pakai ikan ya hehehheh

      Delete
    2. hehehe iya hepi bgt sejak praktekin resep2 dari JTT nih^^ iya dulu prnh disuguhi dadar pempek gitu sm tmn,di warung mlh dadarnya pake isi tahu, mungkin berkat cukonya jd enak ya :p
      susi

      Delete
  25. Mba Endaaaang, Tintin baru aja selesai buat pempek ini :) enak ....tapi susah ngebentuknya jadi sebagian dibuat panjang aja tanpa telur hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, yep paling gampang memang buat yang lenjer saja ya. Saya juga kalau dah hopeless bikin lenjer banyak2 wakkaka

      Delete
  26. assalamu'alaykum mba...
    saya dah nyobain resep ini, karna g kalis aja akhirnya saya tambahin kanjinya lebih dari resep, tapi alhamdulillah sesuai harapan dan enak, sampe suami pesen utk dibawa k mertua :D
    dan yg bikin senengnya lagi, ternyata mpe2 ini mirip dengan mpe2 yg dijual disini :)
    jadi pengen jualan niy, soalnya resep cukonya mantap O0
    saya dah hatam liat semua judul resepnya tapi baru nyobain yg ini,ntar mo nyobain lagi resep yg lain.
    makasi y mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Asrie, hehehe, sama seperti saya, kalau bikin empek2, gak kalis2 akhirnya kanji pun masuk sebanyak2nya wkakakak.

      Sip, moga niat mulianya untuk berwirausaha terwujud ya.Silahkan dicoba resep lainnya, moga suka ^_^

      Delete
  27. Mba Endang kok aq bikin telur didalemnya jadinya warna putih? apa yg dipake kuning telurnya saja biar hasilnya warna kuning ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, nggak tuh saya pakai kocokan telur (putih+kuning). Tapi kalau mau kuning banget pakai kuningnya saja juga bisa.

      Delete
  28. Aku udah nyoba resepnya, mantapppp
    Thanks mbak endang ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep Mba Ayyu, setuju, memang mantap dan murmer hehhehe

      Delete
  29. slm kenal sy aulia....
    thanks respnya mba... sy kbtln lg hamil tringin sekali makan pempek... tp krn sy tinggal di mlysia ikut suami krn kbtln suami org asli mlysia... susah buanget carinya dsini... lalu sy cari idi intrnet sy jumpa blog mba endang lalu sy lgs coba resepnya,,,,, wwwaahhh mantap juga...hhhmmmm jd terpuaskan mkn pempeknya... suami sy suka pula tu mba... cm mmg bru smpt bikin yg gak pake ikan... dan utk brbagi pngalamn...sy membuatnya manual semuanya by hand... lbh nikmt n gurih...skli lg thnks...resep2 lain mba punya mnarik juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Aulia, salam kenal juga ya. Wah di Malaysia ikan harganya murah kan Mba? Saya kalau disana bakalan bikin empek2, bakso ikan dan otak2 mulu nehhh, sayang disini ikan, terutama tengiri mahal banget hiiks. Thanks sharingnya ya.

      Delete
  30. Hi mb Endang salam kenal,saya ellin
    Baru aja sukses mempraktekkan resep pem2 dosnya.
    Tp utk kaldu instan sya gnti dgn mggunakan air kaldu ayam plus bwang putih halus yg agak byk biar wangi. Takeran garam di.mbah 1sdt
    Saya sering bikin dgn tenggiri,namun blakangan susah nemuin.
    Dari kmren ngebet bgt pgn pempek kbtlan msh ada sisa cuko.
    Eh nemu resep ^_^ senengnya apalagi sy py baby tanpa art jd susah kl hrs lama2 didapur #curcol, td saya bkin setengah resep pas bgt sejam tmsuk ngegoreng.
    Dan taraaaa akhirnya bs jg bkin kapal selam berkat tips n gambar mb Endang,selama ini bocor trs.
    Makasih byk sharingnya mb,,suka deh tips2nya membantu bgt #bighug

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ellin, salam kenal juga ya. Wah iya, pakai kaldu asli pasti lebih mantap. Ini berhubung yang makan cuman saya wakakka, dan maunya cepat pakainya instan dah. Untuk anak2 baiknya yang alami saja ya. Sip, thanks atas sharingnya ya, sukses juga untuk Mba Ellin ya. Big hug!

      Delete
    2. Pulang kerja pempek nangkring dimeja makan,,ayah nyobain enak lgs nanya kan gada ikan bun kq bisa ahahaha tenang ayah skr kapanpun ayah mau bs dibikinin #gaya

      Delete
    3. Waaaak, ngeces.com nehhh enak bener heheh.

      Delete
  31. allow mbak endang, salam kenal ya, saya nia
    Beruntung banget terdampar di blog ini, serasa nemu harta karun hehehehehe
    resep yang ini mesti di coba nih,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Nia, salam kenal juga ya. Waak sekarang udah nggak terdampar lagi kan ya, jadi bisa sering2 mendarat hahaha. Okeh, silahkan dicoba resepnya ya, semoga suka. Thanks ya ^_^

      Delete
  32. Resep2 JTT jadi paduanku banget yg lg belajar masak. Rinci,jelas banget step2nya,salut banget deh sama mbak endang.
    Aku udah praktekin resep cheese stick,roti sosisnya. Utk roti sosisnya aku pake water roux. Hasilnya ortuku suka cheese stick+rotinya,katanya gak nyangka anak gadisnya udah bs bikin roti :D
    Nih aku lg trgoda banget buat praktekin resepnya mbak endang yg ini. Gak ribet hrus cari ikan tengiri dl.
    Sukses selalu ya mbak.
    Salam kenal,riska.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Non Riska, siipp, silahkan dicoba resep2nya ya, moga suka ya. Thanks sharingnya ya, moga makin semangat memasak hehehe. Salam buat keluarga ya ^_^

      Delete
  33. Mba Endaaaang...i luv u puuuuul..hehe...saya penggemar berat blog ini lhooo...tapi saya hanya bisa berkhayal sambil ngiler....kapan yaaa bisa nyoba resep2nya...karena saya tipe orang yg agak pemalas dan g mau ribet..heee...tapi kemaren saya bener2 lagi galau karena skripsi..akhirnya saya berniat melampiaskan kegalauan saya dgn mencoba resep ini..saya udah coba resep pempeknya dan hasilnyaaa...tadaaaa...biasanya saya berkaca2 saat baca komik naruto...tapi kali ini saya berkaca2 saat makan pempek resep dar Mba Endang*lebay ^_^
    Saya termasuk orang yang kurang suka ama pempek karena rasa saus cukonya yang ninggalin rasa bawang...dan biasanya rasa bawang itu ga ilang2 ampe sehari semalem...tapi pas nyoba resep ini...mantaaaaab...kemaren saya pake bawang putih yg ukuran gede jadi saya kurangi 1/2 resep jadi 4 biji aja..dan hasilnya nendang banget...ibu saya makan sambil manggut2..biasanya adaaaa aja yg dikomplain kalo saya masak..heee...tapi proses masukin telornya susah bgt...jadi telur g bisa sempurna kaya yg dgmbar..hiks..tapi tetep enak sih..20 biji langsung ludes...Daebaaaak!!!
    Tetep semangat buat sharing ilmunya ya Mba ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Non Dita, kok sama ya, kalau galau malah ke dapur masak, kalau nggak masak ya banting2 panci lah wakkakak. Sip, senang mendengar hasil percobaanya sukses. Mengenai tampilan kurang oke, tidak masalah, saya belajar memasukkan telur ke pempek butuh trial error buanyak banget sampai pempeknya jadi bantet, soalnya kalau bocor, adonan saya campur lagi jadi satu dan tambah tepung lagi hahaha. Lama2 juga ahli kok. Thanks sharingnya yaaaaaa, moga lancar skripsinya ya. ^_^

      Delete
  34. Halow mbak endang, kmrn saya praktek hayam masak abang n empek2 dos ini. Ayamny enak bgt bwt lauk, tp kl empek2ny tmp saya kok lumayan agak keras alias kl dgigit perlu usaha.padahal tpung n air ud saya buat sesuai takaran, apa mungkin krn saya masak tepung jam 1 siang tp berhubung nemenin anak main n tdr dl jd proses nguleni n nyampur tapiokanya jam 5 sore, apa itu ngaruh mbak?or bs dkurangi tapiokany spya lebih lembut?trimakasih..yani-jember

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Yani, nggak keras kok Mba pempeknya,empuk dan tidak alot. Mungkin berpengaruh ya kalau tepung yang sudah dimasak dibiarkan terlalu lama, jadi kurang kelembabannya. Untuk takaran tepung saya ikuti sesuai dengan resep asli Ny. Liem dan hasilnya bagus. Jadi kalau mau ngurangi atau menambahkan tepung harus trial n error juga.

      Delete
  35. Salam kenal Mba Endang, resep pempeknya baru selesai dipraktekan lo..Thanks for sharing :-)

    -Ira-

    ReplyDelete
  36. Mbak Endang, saya sudah coba resepnya. Ketika mencampur dengan telur agak kesulitan karena adonan terigu yang sudah dingin mengeras dan tidak mau hancur. Saya pakai blender yang untuk mencincang daging, tapi masih tetap tidak mampu. Akhirnya saya sendok keluar, saya pres dengan alat penghalus kentang, lalu saya blender lagi. Alhamdulillah berhasil. Mungkin kalau adonan agak hangat bisa lebih mudah dihaluskan kali ya?? Nanti akan saya coba lagi. Terimakasih sharingnya ya Mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Afifah, yep kemungkinan sebaiknya sedikit hangat ya tetapi jangan terlalu panas khawtirnya telur matang saat dicampur bersama adonan. Memang bagian menguleni jika dengan tangan agak susah karena adonan bergerindil dan sulit menjadi halus.

      Delete
  37. mba kalo kaldu bubuk nya di ganti bisa gak? pengen yg tanpa MSG :D terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skip saja kaldu bubuknya Mba, air yang digunakan diganti dengan kaldu daging asli, oke juga kok.

      Delete
  38. mbak maaf sblmnya saya ikut copast rsepnya,,cz rsep2nya oishi2 gtu...tadi udah coba rsepnya mbak yg puding roti hasilnya bgs bgt,tp rasanya blm tahu soalnya msh nungguin adzan maghrib dulu..maklum baru puasa...(tp klhatannya enak bgt,,cz aromanya itu,,hemm sedep bner..)
    JTT oishi...^^ mksh yoa mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan Mba di copas resepnya, moga suka ya. Thanks sharingnya ya ^_^

      Delete
  39. Mba...,punya resep otak-otak ikan ga?

    -Nina-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya punya banyak resep otak-otak ikan, lihat saja di daftar resep dibagian ikan. ini salah satu linknya: http://www.justtryandtaste.com/2011/04/otak-otak.html

      Delete
  40. :P hancur dah latian bikin pempek dos-nya...huhuhu....kurang canggih nih akunya...nanti kalo sudah oke aku pamer mbak endang hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah, gak papa. dulu saya belajar bikin pempek, trial error sampai gak karuan. ujung2nya lenjer lagi lenjer lagi. membuat kapal selam memang butuh latihan berulang2 agar hasilnya bagus. tetap semangat! hehhehe

      Delete
  41. Mba Endangggg....ini akan jadi resep ke sekiaaan yg saya coba, semoga berhasil seperti resep2 sebelumnya :P Mba, kami ndak ada gula merah, boleh diganti dgn gula pasir biasa kah? makasih yah Mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, untuk saus cukanya memang paling mantap pakai gula merah, tapi kalau nggak ada gula pasir pun oke kok hehehe

      Delete
  42. Halo mba... Potato strach tu fungsinya bs utk menggantikan tepung sagu ya? Soalnya dirumah tepung sagu tinggal dikit dan tepung kentang msh banyak.. Trimakasih jawabannya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Icha, setahu saya hasil baca2 sana sini, potato starch bisa dipakai buat menggantikan fungsi tepung sagu dan tapioka. walau belum pernah coba juga, disini gak ada wakakkaka.

      Delete
    2. Uda jadi mba semalem pk potato strach, enakkk btw mba punya resep pempek yg pake ikan ga?

      Delete
    3. ada banyak Mba, silahkan cek di daftar resep saja yaaaaa mau pilih yang mana ^_^

      Delete
  43. ijin shared to facebook y mbak,,hehe aq slalu berhasill nih nyoba resep2 mba,,sukses yahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan di share Mba, moga bermanfaat buat lainnya. jangan lupa lick back ya

      Delete
  44. Mba aq barusan coba buat pempek dos nya, ada kekeliruan yakni tepung d masukin semua pas air mendidih,trs baru d mikser pake telor, dan hasilnya pempeknya gak mau kalis, tp aq paksaim sebagian bikin selam walo bentuknya jelek, sebagian di sendokin utk langsung d rebus.. Bsk pagi rencana mau d goreng, mudah2an rasanya enak hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, wakakak ada accident ya, saya juga suka begitu, lupa sana sini, ingat2 pas udah jadi wakakka. Moga pempek nya tetap enak yaaaa. Sukses! ^_^

      Delete
  45. Makasih resep2nya ya Mbk.... saya sdh nyoba 2 resep: bakso ayam & nugget ayam wortel. Alhamdulillah suami & anak2 suka... langsung ludes...des...
    Insyaallah besok mo nyoba pempek dos nya. Pokoke skrg jd jujugan pertama cari resep yang praktis. Thx bgt ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipppp, moga pempek dosnya juga jos gandos mlethos2 yaaaa. Thanks sharingya ya Mba, sukses selalu juga ya!

      Delete
  46. mbak mau tanya apa tepung tapioka/kanji/sagu itu sama ya?saya pake tepung sagu sesuai resep (saya bikin setengah resepo jadi nimbang 100 gr)..tapi sudah saya uleni lama tetap lengket. Akhirnya saya beli dulu tepung tapioka, saya timbang 50 gr jadi lumayan trus tambah 30 gr lagi baru bisa bener2 ga lengket dan siap dibentuk untuk dimasukin kocokan telur. Jadinya over tepung deh. Tapi, rasanya tetep jos gandhoz mbak, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya tidak sama, tapioka/kanji terbuat dari sari pati singkong, sagu terbuat dari sari pati batang pohon sagu. Dalam penggunaanya keduanya bisa saling menggantikan karena memberi efek lengket yang sama di makanan. Yang biasa umum dijual diluaran dengan merk dagang sagu tani sebearnya adalah tapioka.

      Hmm, yep, makin banyak tepung makin keras dan liat pempeknya wakkakak. Tapi terkadang saya suka banyakin juga tepungya, supaya jadinya banyak hahahha.

      Thanks sharingnya ya Mba Diana.

      Delete
  47. Mbak ini kl uda digoreng dan dingin jd keras banget ya mbak hehehe hrs dimakan pas masih panas. Kl misal blm digoreng bs disimpan di freezer ga mbak tahan sampai kapan ya? Cukonya jg bs awet dsimpan ga mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep, karena tidak mengandung ikan murni tepung maka pempek keras kala dingin, makan panas2 Mba hehhehe.

      Bisa disimpan di freezer, tahan sampai 1 bulan. Simpan dalam wadah kedap udara ya. Cuko juga bekukan saja di freezer, tahan berbulan2 hehheheh.

      Delete
  48. Mbak ampas saus cuko nya ga ak buang diminta ibu mertua buat bikin mie goreng hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaakk, gud idea, hmmm enak keknya tuh, manis asin nano2, haduuuhhh jadi lapeeeeerrr hiiks

      Delete
  49. Halo mba..makasih resepnya yaa..udah beberapa kali dicoba dan selalu berhasil. Saya bentuk kecil-kecil, jadi hasilnya banyak :D
    Dan biasanya sebagian saya simpan di freezer setelah sebelumnya dilumuri tepung tapioka dulu. Kapanpun pengen pempek, tinggal dibersihkan tepungnya, dithawing, dan digoreng deh.. :D

    Oh iya, udah saya posting di blog http://cumapemula.blogspot.com/2012/12/pempek-dos-pempek-tanpa-ikan.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ajeng, wah mantap! Keknya enak kalau dibentuk kecil2 ya, bisa jadi camilan sore yang laziz. Wah saya jadi ngiler lihat pempek di blognya Mba, terlihat so yummy! Thanks sharingnya ya!

      Delete
  50. haloo mba...semalam saya sudah coba dan hasilnya mantap meskipun isian telurnya saya hanya sedikit sekali heheh karena takut susah dilipat...jadinya satu resep 15 pcs ukuran sedang, terima kasih ya mba resepnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Aroem, sip mba, sama2 ya, thanks sharingnya dan senang reseonya sukses dicoba ^_^

      Delete
  51. mbak ijin di prin ya, oh iya aku mau tanya kenapa kalau aku masak brownies keju pandan mbak kue nya selalu mengembung?? apakah karena kukusanku yang lobangnya gede2 ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan ya kalau mau di print. untuk brownie mungkin apinya kebesaran saat mengukus ya, atau loyang terlalu sempit dan tingg sehingga kue menjadi tebal.

      Delete
    2. akhirnya aku bikin dan jadi 9 yang lenjer, tapi menurut saya lebih enak kalau airnya diganti sama kaldu ikan

      Delete
    3. thanks sharingnya ya! lenjer juga oke kok hehhehe

      Delete
  52. mba endang..kenalkan aku secret admirer.hehe
    mba klo ditambah labu kukus..bisa jd lbh empukkah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, thanks sudah jadi admirer JTT. Wah saya belum perbah coba pakai labu kukus di pempek, tapi sepertinya bisa Mba, dan yep bisa lebih empuk ya.

      Delete
  53. Mbaa.. Sekarang aq udah bs bikin pempeknya tanpa mesti liat2 catt resep lg, karna udah bbrapa kali bikin hihi.. Idul adha kmaren jg bikin, trs d cicipi sm tetanga2 jg, sampe ada yg pengen bungkus bawa pulang hehehe.. Trs jumat malam kmaren jg ada tetangga yg minta d ajari kt nya mau dijualin gitu, langsung bikin 3 kali resep, lumayan jadi nya banyakkk bgtt. Pokoknya banyak makasi banget deh buat mba endang... Mudah2an blog ini makin banyak membawa manfaat utk yg lain.. Amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. haduuh hebat, saya setiap kali mau masak masakan yang saya posting mesti buka blog sendiri wakkakak, kacau dah. senang bisa membantu Mba, apalagi kalau bisa bermanfaat buat yang lain. thanks for sharing ya Mba., sukses selalu ya ^_^

      Delete
  54. Assalamu'alaikum WR WB. Salam kenal. aku dari Kaliamantan. Sabtu malam kmaren aku gak sengaja ketemu blog ini, baca resep pempek ini, besok hari minggunya langsung praktek bikin karna kebetulan bahan-bahannya sudah ada. Hasilnya: walaupun kapal selamnya kayak habis ketabrak batu karang gitu rada-rada penyok, tapi cukup sukseeess lah menghidangkannya sore-sore buat suami tercinta... Pake pamer pula sama tetangga sebelah rumah aku minta nyicipin... hahahaaaaa... cuko nya itu loh... alamaaakkkk... nendang punya... cucok di lidah pokoknya...
    sssttt... btw, sebenarnya pas bikin rada-rada kesulitan juga loh, mungkin aku keliru menakar bahan cairnya (air), so pas diulenin hasilnya masih lengket gitu, ya udah aku beranikan diri menambah tepung sagunya sedikit-sedkit biar lebih mudah dibentuk... eeehh... pas diisi telur, malah telurnya nyelonong-nyelonong kluar gitu... (gimana kalo isinya aku ganti sama 1 butir telur puyuh rebus aja ya dek Endang?)
    Nah hari ini, aku penasaran coba bikin lagi (ini baru aja kelar nyantap pempeknya, hehee) tapi gara-gara takut gagal mode on, hari ini aku gak bikin kapal selam gitu, tapi cuman aku bikin mirip pempek adaan gitu, terus aku tambahin irisan bawang merah gitu di adonannya (gak papa gk resepnya di modif dikit yak dek)... terima kasih lah pokoknya dek Endang, blog JTT ini bwt aku bisa jadi solusi penghematan pengeluaran buat beli jajanan dan cemilan karna resep-resepnya yang mudah dipraktekkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaikumsalam Mba Acil, salam kenal juga ya Mba. Yep, membuat kapal selam memang butuh perjuangan dan trial error, saya sudah banyak banget gagal bikin ini, tapi sekarang udah sedikit pakar lah wakkakkakka, sombong dot com. Isi dengan telur puyuh enak kok Mba ^_^

      Sip Mba Acil, senang resep2 di JTT disuka dan berhasil dipraktekkan, jangan kecil hati dengan tampilan kaya kapal ketabrak karang Mba, yang penting rasanya tetap enak heheheh.

      thanks sharingnya ya, sukses selalu! ^_^

      Delete
  55. mbak endang, hihihi saya belom brani ngasi isian telor, takut mbledos pas di rebus, jadilah pempek lenjer. pempek ini kalo dibuat lenjer ternyata rasa dan teksturnya mirip banget ma bakso gorengnya hypermart, crunchy di luar, lembut agak chewy di dalam tapi ga alot, enak lah pokoknya... makasi resepnya ya mbak, si kecil kevin pun suka walo gigi nya belom komplit, tapi dia udah bisa kunyah2 dan bilang enyaaak

    Lia, Semarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Lia, wakakka, gak mbledos kok Mba kalau buatnya hati2. Pempek lenjer juga enak kok. Thanks sharingnya ya Mba, wah Kevin buat latihan nggigit2 tuh giginya masih banyak yang mau tumbuh hihiihi

      Delete
  56. Hallo mbak, aku mau nanya :
    - mencampur bahan2nya bisa pake blender gak ya? soalnya saya gak punya food processor.
    - kalau menguleni manual, kira2 berapa tambahan sagunya ya (saya takut kebanyakan saking pengen kalisnya...he...he...he...)
    - Kalau disimpan dikulkas, biasanya pempeknya bisa tahan berapa hari mbak?
    - Ohya, takaran bahan bahan cukonya sama yang diresep pempek kapal selam ikannya agak beda mbak, kalau menurut experimen mbak enakkan resep cuko yang mana, jadi biar saya ngikut yg paling enak wakaka :p

    Maaf ya mbak banyak nanya, soalnya masih amatiran, suami saya suka bgt sama pempek, saya pengen nyoba yg gak peke ikan dulu, kalau dah sukses, baru lanjut pake ikan ( he....he.... mak-mak gak mau rugi)

    Thanks ya mbak atas jawabannya, tar kalau saya udah nyoba, saya sharing lagi hasilnya :)

    -mahirah-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Mahirah, berikut jawaban saya ya:
      - blender kayany susah gerak ya, kalau mau dicoba silahkan ya, yang lain2 sih sesuai komen diatas diuleni pakai tangan.
      - untuk berapa banyak sagu, harus dikira2 sendiri ya
      - kalau di chiler sekitar 3-4 hari, kalau freezer bisa 3 bulan
      - keduanya enak kok heheheh

      moga membantu ya.

      salam

      Delete
  57. Mbk endang .....resepnya sesuai nih dengan namanya hasilnya bener bener endaaangggg qiqiqqiiq sore tadi tiba tiba pengen bikin pempek tanpa ikan cari cari resep dpt lah resep ini langsung coba dan sukses .... makasih ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Noni, manteppp dah hhehehhe, senang membacanya. thanks sharingnya ya Mba ^_^

      Delete
  58. Hallo mbak Endang salam kenal, silent reader dari Madiun :) Baru skrg ninggalin komen krn sdah praktek, hehe. Kmrn2 dibaca2 tp g praktek2 resep :p
    Akhirnya bikin pempek dos ini, uenaak jian mbak. Kuah cukonya juga.. Nyooosss.. Hehehe.. Cuman saya mau tanya mbak, adonan kulitnya itu kok gak kalis ya pny sy kmrn, msih lengket2 dikit gt.. Apa mmg bgt ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Kiki, salam kenal juga ya. tambahkan tepung dikit supaya gak lengket Mba, cuman takutnya pempek keras ya, kalau diuleni pakai tangan memang agak susah kalis, kalau pakai food pro gak lengket sama sekali

      Delete
  59. halo mba endang, saya udah sering banget bikin resep2 dari blog ini, so far berhasil dan enak banget hasilnya, thanks mba. untuk resep pempek dos ini, saya kelupaan gak masukin tepung terigu..alhasil saya sudah menghabiskan tapioka sebanyak 500 gram mba buat nguleni tapi ttp aja lengket. pas dibaca lagi ada yg terlewat..berhubung udah tengah malem, boleh gak adonannya ditaro di kulkas, biar besok pagi saya isi pake telor puyuh aja yg gampang ga mleber. mohon jawabannya ya mba endang yang super baik :) dwi di bogor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Dwi, bisa ditaro dikulkas Mba, tutup rapat adonanya ya, jangan kena udara kulkas, besok bisa digoreng. Wah 500 gram tapioka banyak banget jadinya wakakaa

      Delete
    2. mba, akhirnya adonan pertama masuk tong sampah, hehehe..akhirnya bikin lagi dan sukses langsung habis dalam 2 hari, minta nambah pula suami dan mamaku. tapi aku belom coba yg pake kocokan telur, ada cara praktisnya gak mba? yg anti gagal n gak beleberan

      Delete
    3. Cara praktis memasukkan telur harus pakai telur rebus heheheh, cara lainnya ya harus banyak latihan ^_^

      Delete
  60. hallow mba endaang...salam kenaal....

    Aku dah cobain nih mba resepnya, dengan susah payah nguleni pake tangan, karna gak punya alatnya & wualaaa....ternyata adonannya super lengket dan gak kalis2, berkali2 aku kasih tp. terigu and sagu secara bergantian, akhirnya jadi jugaa...qiqiqiqi... saus cukonya, pempeknya, semuanya mirip banget kyk waktu beli dan aku manfaatin ikan bandeng bakar dari banten yg gak abis2 di kulkas...

    rasanya...maknyooos.... *senangnya bisa bikin makanan, enak dan murah meriah...makasih ya mba resepnya, makin jatuh cinta sama blog ini.... :)

    ReplyDelete
  61. Mba endang, salam kenaaal....

    pempek dosnya mantaab mbaa...
    tadinya takut gagal, karena gak pake alat, cuma pake alat dari tuhan aja... *naked hand* qiqiqi. Awalnya lengket,padahal komposisinya udah sama persis, akhirnya aku masukin tp terigu n sagu secara bergantian dan ternyata, nguleni adonan itu bisa membakar kalori juga kayaknya...hohohoho (. . ) !
    < >
    / \
    oh iyaa...kuah cukonya enaaak... *tapi gak cocok buat tetehku yg sakit maag, karna katanya ke aseman...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Yuli, thanks sharingnya ya Mba, senang pempeknya sukses dan disuka. Memang kalau pakai ulenan manual butuh perjuangan ya wakkakakka.

      Delete
  62. mbaaaa makasih bgt resep nya ya, kaka sama abang ku doyan bgt walaupun tanpa ikan :D
    apalagi cuko nya muantep deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Non Widya, thanks sharingnya ya, senang sekali resep JTT disuka, sukses ya ^_^

      Delete
  63. nemu resep ini serasa dapet hadiah tahun baruw.. selamat ganti kalender 2014 mba endang :D .. bikinnya lumayan susah juga buat bikin kalisnya ya.. akhirnya saya tambahkan terus terigu sampai benar2 kalis.. habis kira-kira 500gr (ditotal seluruh terigunya), berhubung tepung tapiokanya cuma ada sekitar 4 sendok makan.. (pake bahan2 yg ada), ga sempat siap2.. mudah2an jadinya enak nih.. amiiinnnnnnnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, waaah banyak banget jadinya ya, jadi 500 gram terigu wakakka. Sipp, saya harapkan moga rasanya sedap ya. Thanks sharingnya ^_^

      Delete
    2. jadinya wenaks mba.. ga keras dan lembut, mgkn karena merebusnya lama.. pas nunggu2 tahun baru.. hehe.. percobaan pertama dibawa ke rumah ortu, dan habis bis bisss.. pada suka, terutama karena pada alergi ikan, jd suka bgt pas dikasih pempeks ini.. kemarin bikin lg untuk ke ke-2, dan jadinya kerasss.. ga selembut yg pertama.. mgkn emang harus ikutin resep originalnya ya..

      Delete
    3. Hai Mba, kenapa percobaan kedua dimodifikasi kalau percobaan pertama sudah oke? Wakakaka. Saya sendiri membuat ini berusaha mengikuti resep ny. liem, takutnya gak oke kalau dimodif yaaaa

      Delete
  64. hi mba endang,,,

    kemarin ak udah bikin Banana muffinnya mba, skrg bikin pempeknya. berhibung g ada food processor, ak pake blender. hasilnya bisa kalis mba. Cuman pas bagian masukin telurnya aga susah, suka bocor mba. Tapi akhirnya berhasil juga. Oiya mba bikin sausnya itu masaknya lama atau sebentar, kq ak bikin masih ag bau bumbu ya, apa kurang lama masaknya??

    thanks for share resepnya ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka. Untuk saus cukonya, rebus sampai mendidih Mba, saya sih gak lama2 banget ya, asal mendidih dan gula larut siap di santap hehhehe

      Delete
  65. halo mba endang... mo laporan sy sdh 2x cb buat pempek ini. kt suami enaaaaak hi3.... rncna mlm ini mo bikin lg d....tq resepny mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Claudia, sip, thanks sharingnya yaaa, wah maniak pempek nehhhhh wakkakak

      Delete
  66. Semalam saya mencoba resep ini..bisa dibilang percobaan pertama gagal.. :) soalnya saya ngga memasak adonan tepungnya tp langsung saya mikser trus campurin telur..walhasil adonan tepung jd lembut dan susah dibentuk...saya tambahin tepung teruus...sampe pas direbus adonannya jd rasa tepung dan dalamnya juga jd bertepung banget :p hehehe...jd kesimpulannya, emang adonan tepungnya kudu dimasak dulu ya Mba sebelum dicampurin ke telur...? semalam saya coba-coba ga dimasak sih, seperti kebanyakan adonan pempek kalo pake ikan kan ga pake dimasak..eh tyt salah tehnik ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ayie, tepung terigu harus dimasak, ini yang membuat rasanya menjadi gurih dan gak mentah. dan memang ini kunci paling penting, beda dengan pempek ikan. Kalau diskip ya hasilnya gatot heehhe

      Delete
  67. Oya Mba, kalau mencampur adonan pake mikser roti, karna ga punya food processor, bisa kan ya? makasih:) hari ini mau saya coba lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, pakai mikser roti bisa ya, tapi kalau hand mikser nggak yaaa, saya sudah coba pakai hand mikser malah loncat kemana2 wakkaka.

      Delete
  68. mbak endang, aku sdh coba resepnya, kurang garam sedikit setelah digoreng, oh ya sblm saya rebus, adonannya tdk bocor, tp knp wkt direbus jd bocor ya mbak, dan jdnya telur rebus huhuhuuuhuuhuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, kalau bocor berati adonanya sempat terkena telur sehingga gak bisa menempel rapat. Kalau pakai saus kayanya asinnya pas ya Mba hehhehhe

      Delete
  69. Dari dulu penasaran dan ngebayanin bikin pempek itu susah (harus pake ikan),,tapi setelah baca resep ini..kayanya gampang yah....ini akan jadi resep yang pasti akan aku coba....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai, silahkan dicoba resepnya ya, moga sukses dan suka ya. thanks komentarnya disini. salam

      Delete
  70. Mbaaaaakk..... kayaknya uenak2 ya resepnya, kalo ngeliat komen2 yang masuk panjaaang banget n seru. Boleh copy dulu ga, buat arsip pribadi, ntar baru mau coba2nya. Thanks a lot

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ida, silahkan dicopy Mba resepnya, moga sukses dipraktekka juga ya, thanks sharingnya ya. salam.

      Delete
  71. Mba endang pempek ku jadinya kaya batu kerasnya :'( aku ngulenin pake tangan tp krn ga kalis2 aku tambahin terus kanjinya... trus pas udah direbus jadinya rada bau bau amis telur gitu abis itu digoreng kerasnya kaya batu...mau copot nih gigi makannya... aku salah dmana nya ya? Kesel :'( :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh, ya tentu saja keras, pasti tepung kanjinya sekarung sendiri. Kalau mau empek2 empuk ikan harus banyak, blender ikan sampai benar2 halus agar mudah kalis saat di campur tepung. komposisi ikan harus lebih banyak dr tepung, kalau masih lengket saat membentuk olesi tangan pakai minyak goreng mba.

      Delete
  72. Hai mba Endang, resepnya sudah saya praktekin, bikin 1 resep dibentuk kecil2 jadinya 20 biji lho hehe langsung ludes minta nambah males mau bikin lagi hehehe, update terus yang simple2 yaa mba, sukses terus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Liena, mantappp, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka. Sukses ya!

      Delete
  73. mbak Endang... aku dah praktekin resepnya. n horraay... berhasil. emang awalnya lengket banget, dah hampir putus asa aja. trus aku coba pas ngulenin tangan aku balur tepung sagu/kanji/tapioka n masukkin tepungnya dikit-dikit. tiap kali masukkin tepung, tangan aku kasih tepung juga. n.. tarraaa... adonannya super duper nurut alias kalis mudah dibentuk. jadi gak perlu nambahin tepung diluar ukuran resep. n pastinya kenyalnya pas dan gak keras. makasih tipsnya ya terutama foto cara buat pempek kapal selam, dah kupraktekin dan gak ada yang bocor... ntar bikin lagi ah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Ikha, yeppp caranya dah bener tuh, lumuri tangan pakai tepung baru pegang adonan, cara ini supaya gak over tepung ya dan gak bikin stress ngolahnya hahhaha. thanks ya mba sharingnya

      Delete
  74. mb endang, bagi resep tekwan atau model yang mantap donkxs... hehe

    dr Ayu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Ayu, tekwan saya pernah buat, ini linknya ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2011/03/tekwan.html

      Delete
  75. wah ini resep yg aku cari. soalnya di sini ga ada ikan tenggiri cocok bgt nih kak buat org yg tinggal jauh dr indo tp kangen makanan indo. makasih bgt udah rajin ngepost resep2 yg mudah di mengerti buat pemula. aku mau tanya donk kak, wkt proses pemasukan tepung terigu ga nyalain kompor blh ga? jd pas air msh panas panas nya. abis aku takut gosong. pemula kan suka panik. hihihi... makasih sebelumnya. lop u polll...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Nopie, silahkan dicoba resepnya dan boleh2 saja kok cara diatas. Terigu masuk saat kompor mati, baru kemudian nanti dipanaskan kembali. Moga sukses yaaaa

      Delete
  76. yuhuuu mba endang..ada pemirsa dr jepang niy mao tanya..klo mis telor nya udah di rebus duluan ( kuning nya aja ) trus tinggal di masukin ke adonan bs tak ?? parno gatot bleberan,lol..nd klo ogut pake sagu made in jepang, yg local punya, kira2 kekenyalan nya sama ?? thanks before !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, silahkan kalau telurnya mau direbus duluan Mba, menurut saya gak papa kok hehehhe. Nah sagu jepang saya belum tahu seperti apa wakkak, jadi kayanya Mba harus trial error yaaa

      Delete
  77. Mba saya gagal.. Saya ga pake timbangan utk takar tepungnya.. Jd mgkn ga sesuai takaran yg diminta.. Al hasil sampe tepung tapioka habis setengah kilo adonannya ga mau kalis.. Malah semakin menggumpal :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, waaaak kalau makin banyak tapioka akan semankin keras dan menggumpal, memang harus ditimbang ya Mba, supaya akurat hasilnya yaaa

      Delete
  78. Mbaa endaang, aku baru banget selesai buat pempek dos nya. Enak loooh. Lbh enak dr abang2 jualan di deket rumah. Tapiii krn aku ga bsa bikin kapal selem, aku malah jd bikin bentuk pastel, wkwk. Makasih ilmunya gurukuu :* hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap Mba! Ikutan senang membacanya. Auwww bukan guru Mba, jauh banget, hanya seseorang yang suka share hasil utak atik didapur wakakkaka

      Delete
  79. Kemarenan jg aku coba pizza mba tp yg ga pake di uleni itu, enaak looh :)
    Oiya, mba masih suka ke mie ayam pak wito kah? Rumah ku dkt situ looh..
    Trus ada lg mba yg enak, namanya mie ayam doyok di deket sd halimun atw smp 57.. kapan2 silahkan dicoba mba, tp penuh terus, kdang klo mw pesen harus via telp dulu. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Jannah, thanks sharingnya yaa. Wah saya sudah lama gak makan mie pak wito wakak, kangen juga. Yep Bakmi Doyok juga tenar ya, anak2 kantor suka makan disana hahahha

      Delete
  80. Heheheh.... sekedar info yach mbx...
    Kalo di Palembang pempek dos itu tidak direbus, namun langsung digoreng...
    Jadi kita bikin dengan ukuran kecil2....
    Kenapa dinamakan pempek dos, karena saat digoreng dia meledos...

    Ini pempek yg paling praktis dibuat memang, cukup gengan sagu, terigu, air panas dan garam....
    Seandainya kita ada ikan teri jg dimasukkan...
    Terimakasih.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Emi, thanks sharingnya ya Mba, pasti berguna untuk pembaca lainnya ya. sukses selalu

      Delete
  81. mba endang, sharing aja..... resep mbak yg ini dah kucoba 3-4 kali....yg pertama persis ky mba endang, yg kedua separuh di isi telur separuh lg enggak. yg ke-3 dan ke -4 tak bikin bulet2 kecil....dan kubikin saus kacang yg dimasak... jadinya ky cilok...hehehehe.....so far..jd cemilan fave suami. thanks ya resepnya.... next time mo coba yg lgsg digoreng ga direbus dulu...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo mba chie to, terima kasih sharingnya ya, wah saya kepengen bikin ciloknya juga wakkaka, thanks inspirasinya ya.

      Delete
  82. mbak, kalo udh direbus, bisa disimpan brp lama ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau di chiller bertahan 2 - 3 hari ya, kalau dalam freeezer bsa berbulan2 lamanya mba

      Delete
  83. Mba endang, thx infonya mpek2nya.. Sebelum dicoba, mau nannya dulu niih.. Kalo bikin mpek2 lenjer harus di rebus dulu ga? Mohon dijawab ya mba, terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba fathin, sama2 ya mba. yep saya biasanya rebus dulu pempek lenjernya sampai matang baru digoreng mba

      Delete
  84. Dear Mba Endang, saya sudah coba resep mpek2 dos. Buatnya mudah dan hasilnya maknyoos mba. Sebagian saya isi telur, sebagian lagi saya buat lenjer.
    Eeh waktu menggoreng yg lenjer, pas diangkat, kulit luarnya mbledhos lho mba...waaah bener2 mpek2 DOS...krn bisa mbledhos sungguhan.
    Kuah cukonya jg mantap, dan segar...
    Makasih ya mba, blognya benar2 berguna buat pemula spt saya.
    Jadi semangat utk praktek masak terus. Thank you.
    -Desy-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Desy, thanks sharingnya ya Mba, Saya pakai minyak sedikit saat menggoreng pempek, takutnya mbledos2 hahhahah. Senang sekali resepnya sukses dicoba ya!

      Delete
  85. mksh mbk endang
    ngidam sy kesampaian stlh baca resep mudah ini..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mba List, saya ikut happy resepnya disuka ^_^

      Delete
  86. Mbak Endang, ini resepnya luar biasa sekali..saya udah nyoba bikin 2x, yg pertama sesuai resepnya Mbak Endang. Yang ke 2 saya modifikasi, adonan pempek saya tambahin bawang putih 1siung..rasanya makin enak, saya bagi adonan menjadi 11 buah diisi telur semua.. yang membuat saya senang sekali, selesai goreng pempek, pempeknya tinggal 3 buah doank krn dimakan adik dan ponakan saya..yg 3 buah gak sampai setengah jam jg sudah habis dilahap kakak dan ibu. Makasih Mbak Endang untuk resepnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Tina, thanks sharingnya ya mba, senang sekali resep pempek dosnya disuka. yep tambah bawang putih saya rasa lebih maknyuss rasanya mba. ^_^

      Delete
  87. Mba Endang.. thanks for sharing. Abis anter anak sekolah langsung praktek. saya coba buat 1/2 resep tambah2 dikit krn susah nimbangnya :) pas selesai langsung abis sendiri, couldn't stop eating wkwkwkwkw.. #doyan apa rakus ya..

    Mau coba resep2 yang lainnya juga nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka. memang pempek dos ini mantappp rasanya hehhehe

      Delete
  88. Alhamdulillahhhh....bisa nemu blog mba Endang. Salam kenal ya mba....baru pertama kasli bikin pempek....dan hasilnya luar biasa dari eksekusi resep mba Endang. Makasih mba....akan dicoba resep lainnya juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Diana, salam kenal juga ya, Thanks sharingnya ya, senang sekali pempeknya sukses dicoba hehehhe. Moga2 resep lainnya juga berhasil yaaa

      Delete
  89. Mba Endang saya sudah coba resepnya, langsung bikin 2 resep sekaligus, aku modif sedikit, tambahin ebi yg dihaluskan diadonannya. makasih banyak ya mba endang pempeknya enak & laris manis di rumah. Tambah semangat mau coba resep mba yang lainnya :)

    ReplyDelete
  90. Ikut sharing ah...pertama ngerasa ini takaran air kurang, dengan tepung segitu.tapi tetap aja nurut resepnya, air, garam dan kaldu direbus sampai mendidih. Nah, ditahap inilah mulai sedikit kesulitan memasukkan tepung dan mengaduk cepat, di aduk tapi tidak bisa rata dan bau gosong. Akhirnya angkat aja, dicampur di bawah, agak hangat langsung diuleni. dipindahkan ke tempat yg lebih besar.uleni dan di tambah telur.menurut saya, menguleni itu tricky mbak,bagaimana caranya tanpa tambahan tepung tapi tetap bisa kalis.setelah adonan mengapung,saya biarkan kurleb 10 menitan. Hasilnya...tetap lembut meskipun sudah dingin, sebelum digoreng aja rasanya sudah enak.Klo soal isian, ini sedikit crazy mbak, selain telur ada di tambah kering Tempe yang gak habis2. Dan Alhamdulillah tidak ada yg meletus, sukses! Akhirnya...terimakasih sekali mbak resepnya..semoga selalu di beri kesehatan dan selalu berkreasi.
    Salam sayang selalu

    ReplyDelete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...