22 November 2012

Puding Roti Coklat



Musim hujan tiba, dan hari demi hari Jakarta pun terguyur dengan hujan yang lebat. Bisa ditebak setiap pulang kantor yang terjadi adalah kemacetan yang luar biasa parah, apalagi lokasi kantor saya merupakan titik rawan kemacetan yang cukup terkenal di Ibukota yaitu jalan di depan Mall Ambassador, jalan Sudirman arah ke Blok M dan sekitarnya. Senin kemarin hujan mengguyur deras sejak pukul tiga siang, dan hingga pukul enam sore belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Saya pun menghabiskan waktu di kantor menunggu hujan reda, teorinya semakin malam maka jalanan akan semakin sepi. Tapi ternyata, olala! Ribuan buruh kantoran di Jakarta memiliki pikiran yang sama dengan saya. Saat pukul tujuh saya menjejakkan kaki di jalan di depan kantor, saya telah disapa dengan kemacetan parah yang luar biasa. Di jalan Sudirman, bahkan metromini pun berani menolak penumpang! Baru kali ini saya ditolak oleh metromini, pengalaman baru yang sangat mengesalkan ^_^. Akhir cerita, malam itu saya tiba di rumah pukul setengah sepuluh malam dalam kondisi lemah lunglai, perut lapar dan pakaian yang terkena cipratan air hujan. Ahh, siapa suruh datang ke Jakarta? Hiks!



Walau badan letih namun malam ini saya harus tetap nyebur ke dapur, saya telah berjanji dengan teman-teman kantor untuk membawakan mereka camilan. Dingin-dingin begini memang membuat perut menjadi mudah lapar. Hmm, lantas makanan apa yang mudah, cepat dan rasanya tetap lezat? Nah, puding roti ini telah lama menjadi incaran saya untuk dicoba, bahannya mudah dan harganya terjangkau, selain itu proses pembuatannya pun cukup diaduk-aduk saja. Jadilah malam itu ketika berjalan menuju rumah saya pun singgah sebentar di Indomart dan membeli sebungkus roti tawar. Bahan lainnya saya telah memilikinya di rumah. Membuat puding roti sebenarnya terbilang mudah, namun terus terang hingga saat ini saya belum berhasil membuat puding roti yang lembut dan kaya akan rasa.


Puding roti, merupakan hidangan pencuci mulut dengan bahan dasar roti yang cukup terkenal di beberapa negara. Tidak ada resep yang pasti untuk pembuatan makanan ini, tapi biasanya menggunakan roti yang telah lama disimpan atau roti sisa dan ditambah dengan bahan-bahan lainnya seperti susu, telur, lemak, gula atau sirup, buah kering dan rempah-rempah seperti bubuk kayu manis, pala, kembang lawang atau vanila umum digunakan sebagai penambah rasa dan aroma. Roti terlebih dahulu direndam dengan cairan (umumnya susu namun santan pun bisa anda gunakan), dicampur dengan bahan lainnya dan dipanggang. Puding roti bisa disajikan dengan saus yang terasa manis, seperti saus rum atau karamel, namun umumnya hanya dihindangkan dengan taburan gula pasir dan disantap dikala masih hangat. Selain dengan aneka saus, puding ini juga lezat dengan siraman sirup, madu, atau dengan topping es krim vanila. Yummy! 


Untuk jenis rotinya, anda bisa menggunakan roti sisa yang ada di rumah, tidak harus jenis roti tawar. Sobek-sobek roti menjadi ukuran yang kecil dan mudah dimasukkan ke dalam loyang. Idealnya menggunakan loyang bentuk bulat sehingga mudah untuk di potong-potong dan dikeluarkan saat akan disantap, walau jenis loyang lain seperti persegi empat atau loyang tulban dengan lubang di tengah oke untuk digunakan.  Olesi loyang dengan margarine agar puding tidak lengket di loyang. Untuk coklatnya, anda bisa menggunakan chocolate chips, chocolate messes atau chocolate block yang dipotong kecil-kecil dan ditaburkan di sela-sela potongan roti. Bisa juga ditambahkan kismis atau buah kering lainnya agar rasa puding tidak membosankan. Jika anda menggunakan kismis sebagai taburan di atas permukaan puding, sebaiknya tutup permukaan puding dengan alumunium foil agar kismis tidak cepat gosong dan membuat rasanya menjadi pahit. Ini berdasarkan pengalaman saya, ketika puding matang kismis di permukaan puding terpaksa saya buang karena hangus terpanggang, mungkin ini juga karena oven saya terlalu pendek ^_^. Nah, saat puding dipanggang, adonan akan membumbung tinggi dan kemudian mengempis kala telah mendingin. Puding roti memang seperti itu jadi jangan mengira bahwa puding anda bantat.

Bagaimana dengan rasanya? Lezat dan lembut! Bagaimana tanggapan tester di kantor? Okeh, saya akui untuk urusan cicip mencicip makanan mereka memang hanya memiliki dua rasa: enak dan enak sekali, jadi ketika mereka semua berkomentar "Enak banget Mba! Tapi akan jauh lebih enak lagi kalau besok bawa lagi ya", dalam satu paduan suara yang merdu, saya pun hanya nyengir kuda.  Okeh, yuk kita lihat resep dan proses pembuatannya di bawah ya. 



Puding Roti Coklat Kismis
Resep diadaptasikan dari blog Cahaya Cintaku - Puding Roti  

Untuk 1 loyang ukuran 20 x 20 x 10 cm

Bahan:
- 1 bungkus roti tawar isi 12 buah, jangan buang kulitnya
- 600 ml susu cair full cream
- 3 butir telur
- 150 gram gula pasir
- 3 sendok makan coklat bubuk + 100 ml air panas, larutkan
- 1 sendok makan tepung maizena
- 1 sendok teh bubuk vanili
- 3 sendok makan margarine/mentega, cairkan

Cara membuat:


Panaskan oven pada suhu 180'C, api atas dan bawah. Letakkan rak pemanggang di tengah. Siapkan loyang berbentuk bulat (loyang bulat lebih baik dibandingkan dengan loyang segi empat yang saya gunakan, karena puding mudah untuk dilepaskan ketika telah matang). Olesi dengan margarine pada permukaannya.


Potong-potong roti menjadi berbentuk segitiga, tata potongan roti di dalam loyang secara merata. Taburkan choco chips dan kismis di lapisan-lapisan roti. Bisa juga menggunakan coklat meses seperti yang saya lakukan. 


Tuangkan susu cair ke roti sambil permukaan roti ditekan-tekan dengan spatula, lakukan perlahan hingga susu terserap semua oleh roti. Sisihkan. 

Jika anda terheran-heran dengan loyang saya yang berganti-ganti, ini karena loyang pertama ternyata tidak bisa memuat semua roti dan adonan yang saya gunakan, akhirnya saya menggantinya dengan loyang yang lebih besar. Amatir! ^_^


Siapkan mangkuk, masukkan telur dan gula pasir, kocok hingga berbusa. Saya mengocoknya menggunakan spatula balon. Tambahkan larutan coklat bubuk dan bubuk vanili, kocok rata. Masukkan tepung maizena dan margarine cair. Aduk rata menggunakan spatula balon hingga menjadi adonan yang smooth, jika adonan bergerindil saring dengan saringan kawat hingga adonan halus.


Tuangkan adonan ke loyang berisi roti, taburkan choco chips di permukaannya. Panggang selama 40 - 45 menit. Puding akan mengembang dan naik tinggi saat dipanggang dan akan kempis ketika telah dingin. Keluarkan dan dinginkan. 


Potong-potong puding jika benar-benar telah dingin karena puding akan mengeras dan padat. Santap dengan ice cream atau dengan siraman coklat leleh di atasnya. Yummy!

Sources:
Blog Cahaya Cintaku - Puding Roti  
Wikipedia - Bread Pudding
 





93 komentar:

  1. salam kenal mbak Endang,

    kemaren-kemaren saya sering buat puding roti (tapi dikukus) untuk anak saya (1th), tapi versi mbk Endang terlihat lebih lezat, nanti saya coba ya (tapi tetep dikukus karena belum punya oven, hehe).

    terimakasih sudah sharing mbak Endang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, salam kenal juga. Hmm dikukus juga pastinya yummy, jadi lebih lembut. Cium sayang buat si kecil ya ^_^

      Hapus
    2. Sempet coba resep ini di kukus dan oven rasanya sama2. Yummy. Mau bikin lg akh

      Hapus
    3. sip, thanks Mba Dessy sharingnya ya, senag resepnya disuka.

      Hapus
  2. Haloo mba endangg.. Klo di variasi ditambah keju enak ga ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Jeng, yep pakai keju parut pastinya lebih yummy hehhehe

      Hapus
  3. mbak request savory bread puding dong, kemaren nonton masterchef US ada yg bikin savory bread pudding jadi kepengen hehehe makasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okeh sip, ntar dicari resepnya ya, thanks atas idenya hahaha ^_^

      Hapus
  4. Mba boleh tau pke oven listrik atau gas? Merk apa mba? Sy kepingin beli oven jg klo utk pemula lbh baik oven apa ya? Ada saran mba? Trims :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, saya pakai oven listrik merk sico, oven ini sangat besar sekali watt-nya sehingga boros listrik, memang mantap dan bisa diandalkan hanya saja berat ongkos listrik. Terus terang saya kurang pengalaman disini, tapi kebanyakan teman suka pakai oven gas, biasanya ukuran ovennya agak besar ya, tapi lebih hemat dibanding listrik. Oven tangkring sebenarnya oke2 saja asalkan tahu bagaimana memakainya. Setiap oven punya kelebihan dan kekurangan jadi kembali ke pemakainya, makin banyak mencoba makin tahu dengan sifat oven masing2.

      Hapus
    2. Mbak endang.. Klo oven gas kan g bisa atas bawah, timer buat pindahin Dr bawah kpn y

      Hapus
    3. kalau oven gas saya pakai api bawah saja mba, tidak pernah pakai api atas karena terlalu panas.

      nah untuk tombolnya saya kurang tahu ya

      Hapus
  5. olaa mba.. another comments..mudah2an gk bosan nanggapin komen n pertanyaanku hehehe.. Klo misalnya aq mau buat dengan bahan 1/3 dari resep (berhubung stock roti cm tinggal 4), lama pemanggangannya apakah tetap sama dgn diresep? trus kira2 gmn kita bisa tau dah matang atau blom, klo diliat dr tampak luarnya? mohon petunjuk utk newbie ^_^

    - Rosiva -

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rosi, bisa dibuat sepertiga, kalau masih pakai loyang dengan ukuran yang sama seperti yang saya pakai maka waktu memanggang dikurangi Mba. Tapi kalau pakai loyang lebh kecil sehingga puding lebih tebal tentunya lama memanggang akan lebih lama. Lama memanggang tergantung dari tebal tipisnya loyang ya Mba Rosi. Test saja pakai tusuk gigi agar yakin puding telah matang.

      Hapus
  6. tes tususk gigi gmn mb?sama kaya cake gt, klo ada yg masih nemperl berarti blm mateng?

    BalasHapus
  7. hi mba endang,
    tertarik nih dgn resep puding coklatnya,anak2 seneng kl ada coklatnya.tp diresep tdk ditulis brp byk mesis/kismis/choco chipnya. byknya selera aja ya?utk isi loyangnya ga blh terlalu penuh ya? kl mau tambah keju parut,kpn ditambahinnya mba? wah. . . byk yg ditanya ^_^ . . . btw makasih sblmnya :)

    offin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Offin, yep, untuk choco chips sesuai selera saja, mau bnayak boleh2 saja. Sebaiknya pakai loyang yang besar, jangan kekecilan, karena puding akan mengembang naik kala dipanggang. Keju parut masukin saja sbelum puding dipanggang Mba.

      Hapus
    2. mba endang,sy sdh cb puding rotinya dgn cara dikukus. . . enak mba ^_^ . .tp kmrn sy trlalu cpt ingin pindahin pudingnya ke piring,jd atasnya lepas dan spertiga bagian msh tinggal diloyang :( harusnya kl sdh bnr2 dingin bs lepas dr loyang ya mba?mhn petunjuknya mba.makasih

      Hapus
    3. Halo Mba, harus sampai benar2 dingin sebelum keluar loyang. masukkan ke kulkas saja. Ketika dingin puding akan mnegeras. Potong2 langsung diloyang, jangan di balikkan ke piring.

      Hapus
  8. allo lam kenal mbak,aq arrey dr blitar
    wah resepny ok nih,mo buat ah unt 2 buah hatiku

    BalasHapus
  9. hi mba endang,kalo mau buat puding roti ini pake cup alumuniumfoil bs ga? wkt memanggangnya berkurang ga mba?
    makasih sebelumnya

    nana

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Nana, yep bisa kok. Waktu memanggangnya dikurangi saja, cuman paling pas pakai test tusuk lidi saja ya.

      Hapus
  10. hi mba endang..
    keliatannya yummy banget deh puding roti nya ><
    mba aku kalo bikin puding roti walaupun sudah di panggang lama tapi dalemnya tetep lembek, kaya masih berbentuk bubur gitu padahal atasnya udah kecoklatan. apa memang seperti itu ya mba atau aku nya yang salah bikin ?
    makasih sebelumnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, mungkin kurang telur dan maizena ya? Karena harusnya nggak berbentuk bubur, melainkan padat ya Mba.

      Hapus
  11. Mbak endang slamat menjalankan ibadah puasa, sekalian tanya:untuk susu cair apa bisa dengan susu bubuk yg saya beli d toko bahan kue(susuny ud dbungkus ons2 gitu n ga ad merkny) or harus susu cair kenasan?trimakasih.yani-jember.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Yani, selamat menunaikan ibadah puasa juga ya Mba. Thanks ya. Susu cair bisa diganti dengan susu bubuk dicairkan atau susu kental manis kalengan dicairkan Mba, jadi sebenarnya gampang kok ^_^. Kalau pakai susu kental manis, takaran gula dikurangi ya.

      Hapus
  12. salam kenal mba...
    ijin praktek resep2nya ya...liatnya yummy banget. Meski cowok, selain utak atik mesin aku juga suka masak mbak. Cuma harus liat resep dulu xixixi...thanks yah...yudhi-bekasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mas Yudhi, silahkan dicoba resepnya, moga suka ya. Wah, sekarang cowok jago2 masak loh heheheh

      Hapus
  13. Mba, kalau puding ini dikukus perlu ditambahin gak ya susunya? Rencana mau aku tambahin pisang, kebetulan ada stok pisang, gimana dengan komposisi bahan lain? O ya, rotinya cuma 10 lbr ini. Mudah2an cpet di respon soalnya udah pengin bgt nyobain he he he. --Rina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rina, saya belum pernah coba versi kukus ya, kemungkinan permukaannya akan lembek/lembab bukan kering. Tapi menurut saya bisa. Komposisi menurut saya sama saja dan bisa tambah pisang kok.

      Hapus
  14. salam kenal mba...
    browsing di web mba bikin saya menghayal...
    tapi liat resep puding roti coklat, rasanya saya harus coba.
    doakan berhasil ya mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Non Nia, salam kenal ya. wah jangan menghayal saja, ayo ayo buruan dieksekusi, harus berani nyebur untuk tahu sendiri prakteknya gimana. Kuncinya untuk bisa memang kudu nekat wakkakak

      Hapus
  15. Mba endang lam kenal yaah.., beruntungnya saya nemu blognya mba ini :)
    resep2nya itu loh bener2 untuk pemula seperti saya
    mba ukuran loyang yg dipake itu berapa yaa??
    thanks y mb atas jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, salam kenal juga ya. Untuk resep diaats ukuran loyang sudah saya sertakan di bawah judul resep. pakai loyang diameter 20 cm ya Mba.

      Hapus
  16. Aslm Mba Endang.. Kalo rotinya saya ganti dgn biskuit gabin bisa gak yaa? Tekstur gabinnya padat bgt mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Neva, puding biasanya teksturnya lembut dan empuk ya, jadi kalau diganti biskuit saya kurang yakin hasilnya akan maksimal hehhehe. Tapiiii kalau mau dicoba silahkan ya ^_^

      Hapus
  17. Baiklah mbaa.. Dr pd berujung gagal, gabunnya buat olahan lain aja. Puding rotinya dibikin dgn baguette bs kali yaa? Msh dlm rangka menghabiskan stock makanan ϑi kulkas mba . Prinsip emak2, tetep gak mau rugi. Hehee....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha, setuju Mba. Pakai baguette bisa kok. Yep saya juga suka berusaha berkarya menghabiskan stock kulkas wakakka

      Hapus
  18. Mba endaang, coba bikin versi kukusnya doong. Ngukusnya brapa laa? Derita g punya oven nih. Uhuhuhuh.. kalo rotinya cm setengah, 6 lembar, coklat bubuknya kan jdi 1,5 sendok tuh. Xampur air panasnya ttp 100ml kah? Aiih smoga mudeng yaa pertanyaanku. Makasih mba endang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dikukus kayanya ya, kukus 30 menitan cukup kok. kalau bikin setengah resep maka semua bahan 1/2 resep juga ya.

      Hapus
  19. mbak,ak bikin yg versi kukus,dalemnya gak kering2 pdhal udh stgh jam lbh,udah ngembang atasny, tp dlemnya basah..gmn ya?? info dong slh dmn??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, saya belum pernah buat versi kukus ya, tapi seharunya bisa dikukus, sepertinya butuh waktu lebih lama ya, tidak 30 menit tapi 45 menit - 1 jam. Kalau mau cepat bikin tipis saja.

      Hapus
  20. Mbak, salam kenal ya. Kl pake microwave bs gak? Aturannya gmn? Brp lama n brp suhunya? Makasih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, kayanya bisa ya, cuman saya sendiri belum pernah coba, tapi yang jelas dikukus bisa loh yaa

      Hapus
    2. Kemaren dah di coba, dan hasilnya gosong diatas, bawahnya lembek huhuhuhu..... Kl dikukus brp lama mbak?

      Hapus
    3. Tutup permukaanya pakai foil kalau sudah kecoklatan tapi bawah masih basah Mba. kalau dikukus sekitar 45 - 50 menit ya

      Hapus
  21. Halo mbak endang, resepnya sdh dieksekusi, rasanya? MUANTEP TENAN! bener enak lho. Aku pake coklat meses, kismis, n keju sisa bikin muffin keju kemaren, muffin kejunya jg TOP.
    Cuma mbak keluhanku satu: aku jd pengen masak n makan melulu hiks hiks (jiaahhh) secara resepnya mbak endang simple, anti gagal, n pastinya rasanya ok bangets. Gimana mau mempertahankan berat badan nih, krn sy terkena penyakit baru: endang recipes syndrom. Heheheee..... Imel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Imel, thanks sharingnya yaaa, wah kalau masalah makan terus saya juga sama hahahhaha, susah banget menurunkan berat badan kalau makanan selalu ada di dapur, memang hobi masak dan program penurunan berat badan gak bs sejalan hiiksss

      Hapus
  22. salam kenal mbak..
    kalau misal saya mau pake roti isi coklat yang udah manis, gulanya perlu dikurangin gak mbak? kalau dikurangin, jadi berapa gram?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, bisa pakai roti coklat, kurangi saja gulanya, nah berapanya itu tergantung selera yaaa, karena saya sendiri kurang tahu tingkat kemanisan roti coklat yang mau dipakai

      Hapus
  23. mbak kl di panggang pake happy call, bisa gak? trus gmn caranya? (lgs di taroh di happy call nya ato di wadah tertentu ato bgmn?)

    - thx, Vita -

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Vita, sayang sekali saya belum pernah pakai happy call ya jadi gak bisa kasih jawaban.

      Hapus
  24. Halo mbak Endang.. kalo apinya bukan api atas bawah bisa nggak? saya masih pake otang.. bisanya api bawah aja. Makasih ya mbak :)

    BalasHapus
  25. mba kalau di kukus bisa ga ya? sayaa gaada oven soalnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Vivi, bisa dikukus kok Mba, hanya saja permukaanya akan basah ya

      Hapus
  26. mba, makasih resepnya yaaa...laris maniiiiiisss..enak banget mba..biasanya puding roti di rumah suka ga disentuh, tp yg ini tandass...aku sedikit modif krn rotinya tinggal separo bungkus, sama kutambahin keju slice yg nganggur di kulkas..hasilnya mantappp..sekali lagi makasih ya mba, semoga ilmunya berkah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba zulfah, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka. sukses selalu yaa.

      Hapus
  27. aaah sangat menggoda sekaleee, tapi belum punya oven. mudah2an berhasil seperti komen para sista di atas kalau pkai kukusan
    oiya, mba endang. Roti tawar yang sar*rot* kan isinya cuman 10 biasanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Addini, silahkan kalau mau dikukus Mba, setahu saya oke juga hasilnya. Roti tawar yang 10 lembar juga bs ya.

      Hapus
  28. Sis kalau dikukus itu
    apa harus dilapisi kertas ya atau tidak
    cetakannya kalau dikukus bisa pakai yg bahannya kaca atau plastik

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba irma, boleh dilapisi kertas, boleh ngak ya. bisa pakai loyang kaca dan plastik tahan panas ya

      Hapus
  29. Mba endang.. Mau tnya.. Kl coklat bubukny saya ganti dengan coklat blok yg di tim dengan margarine ato mentega bs mba?? Mksh ya mbaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Indri, bisa ya Mba, hanya saja takarannya saya gak punya ya mba, jadi mba harus kira2 sendiri ya

      Hapus
  30. hai mba..kalo pake resep ini tapi dikukus bisa gak mba? kira2 berapa lama waktu kukusnya? makasih sebelumnya

    BalasHapus
  31. kenapa namanya puding ya mbak, kirain aku ada agar2/jelynya gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Ferli, puding itu maknan yang teksturnya lembek dan lunak ya, tidak harus menggunaka agar2/jelly didalamnya

      Hapus
  32. Mba endang, saya belum punya pengaduj balon. Kalau pake mixer bisa? Atau sebaiknya pakaibapa ya? Neneng-bengkulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai garpu, atau spatula biasa bisa mba. Pakai mikser low speed sebentar saja agar nyampur juga gak papa ya

      Hapus
  33. hai mb endang, mudah2an dlm keadaan sehat ya, aku liat fotonya diatas,, yg mangkok berisi mentega cair , ada kayak cream putih itu apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah saya sehat2 saja ya mba, thanks ya

      bukan mentega cair mba, itu kocokan telur, dan putih itu gula pasir ya

      Hapus
  34. mb endang.. saia mau minta prtnggung jwbnnya.. sy dah bkin ni resep.. dan habis setengah loyang sndrian.. hikss.. mn kmrn bkin cake kelapa pandan jg gt lg.. mski tiap minggu bikin tp gak ada bosennya.. n aku jg uda bnyk mengeksekusi resep2 dr blog mb endang ini.. alhasil ini bb meroket naik.. tolong mb endang.. blog mu bikin diriku doyan makan ama jago masak(mski hrs lirik resep jtt dlu) hahahaaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakkkak, saya pernah makan 1 loyang sendiri mba, gila memang habis enaaak, dan lembut dan susu banget yaaaa. thanks sharingnnya yaaa

      Hapus
  35. Kalo lelehan coklatnya mba Endang pake apa ya? Coklat blok yg dilelehkan? Dgn atau tanpa margarin? Mohon petunjuknya ya mba Endang.. makasih.. Agnes-Bogor

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya hanya pakai susu kental manis coklat mba Agnes, hehehhe praktis ^_^

      Hapus
  36. Hi mb Endang! :)

    Ini sy penasaran dgn puding roti.
    1. Kira2 brp gram yah mb 12 roti iku. Sy suka bikin roti sendiri yg biasanya jg sy pake utk bikin puding roti.
    2. Sy jg penasaran dgn the real taste and texture of the bread puddingnya mb, memang teksturnya lembut padet gt yah mb.?? Itu tu bukan krn blom mateng yah?
    3. Kira2 klo bahan cairnya kurang konsekuesinya apa mb? Klo lebih konsekuensinya jg apa mb?

    Last but not least, I'm loving it!!! Yuumm~~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Dwi,

      wah saya bingung berapa gram yaa, wakkaka, yang jelas roti harus terendam cairan ya, harus basah. Kalau tidak terendam maka ketika dipnggang akan keras.

      tesktur lembut, padat. mematangkan puding ini super cepat kok, ketika mendidih maka sebenarnya sudah matang, ketika mendingin akan padat.

      bahan cair kurang roti akan keras ya.

      coba cek puding roti kukus pandan JTTm itu juga yummy hanya saja dikukus

      Hapus
  37. wah.. sepertinya enak sekali mba puding rotinya.. jadi pingin nyoba, semoga cepat di respon ya mba.. hihihi...
    yang aku mau tanyakan kalau buat resepya 1/2 nya dari resep ini telur yang digunakan 1 atau 2 ya mba? semoga cepat ya mba respon nya :-)


    oiya baru sekali liat resep dari jtt langsung pengennya liat di sini terus, hehhe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Venny, untuk 1/2 resep pakai 2 telur saja mba. moga suka resepnya ya

      Hapus
  38. Mba Endang, makasih banyak resepnya. tadi malam sy eksekusi widihhhh sereeemmmm coklatnya nampol pol pol pol ueeenaaakkk tenan. dan ternyata saya tidak memasukan maizena dan margarin, kurang teliti baca resep. alhasil enak banget, hehehe. saya bawa ke kantor pagi ini tmn2 komen "kamu bikin sendiri ??" (mereka ga percaya) "rasanya kok kayak bikinan toko enak banget" xixixi...
    aku mau coba resep lainnya, sukses JTT, sukses Mba Endang.
    salam kenal, ani

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Andiyani, thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka. Sukses untuk Mba juga yaa.

      Hapus
  39. Mbak ini manggangnya ga pake teknik au bain marie kah?? Soalnya aq browsing2 resep bread pudding ini kebanyakan mangganya pake teknik itu. Emangnya beda hasilnya gimana ya mbak klo manggangnya biasa sama manggang pake au bain marie?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak ya, saya panggang biasa dan menurut saya sih oke2 saja, belum pernah coba pakai au bain marie mba

      Hapus
  40. Kali ini giliran eksekusi resep ini buat bekal anak. Maaf resepnya saya modif dikit mbak krn keterbatasan alat & bahan. Susunya saya pake SKM putih yg tinggal 1/2 sachet dicampur santan instan skitar 100ml + garam sekitar 1/2sdt lalu saya tambahkan air smp volumenya 400ml (krn loyang pyrex yg saya punya ukuran kecil) hehe yummy bgt ini mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Eka sharingnya ya, senang resep pudingnya disuka, sukses ya

      Hapus
  41. Mbak Endang saya coba resep ini dengan banyak modifikasi. Berhubung sisa roti nyaris kadaluarsa hanya 4 buah, saya tambahkan sisa wafer coklat yang sudah lama tidak laku. Wafernya dihaluskan dengan food processor. Kismis tidak digunakan karena memang tidak punya dan saya tidak suka. Malas pake oven akhirnya adonan saya kukus. Hasilnya lembut banget. Saat hangat enak, saat dingin makin mantap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Bunda Ghania, wah itu modifikasi memanfaatkan bahan makanan sisa yang makyus wakakak. Saya yakin pasti lembut hasilnya, dimakan dingin sedapppp. thanks sharingnya yaa

      Hapus
  42. Mba endang,untuk bread pudingnya tahan brp lama ya kalo di simpan d chiller?
    Makasih sebelumnya

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...