10 January 2012

Membuat Kimchi: Asinan Sayuran ala Korea


Anda penggemar berat sinetron ala Korea? Atau sering nongkrong di resto Korea yang sekarang makin banyak bertebaran di mana-mana? Nah, jika anda termasuk salah satu di atas pasti kenal dan pernah tahu dengan makanan bernama kimchi. Makanan ini terasa nano-nano antara asam, asin, pedas dan sedikit manis. Dibandingkan dengan asinan maka kimchi tidak semanis salad buah sayuran ala Indonesia tersebut. Kimchi merupakan makanan fermentasi tradisional ala Korea yang terbuat dari sayur-mayur yang diolah dengan menggunakan aneka ragam bumbu. Ada ratusan jenis kimchi dengan sayuran utama yang terbuat dari sawi putih (napa cabbage), lobak, daun bawang dan ketimun. Kimchi termasuk jenis lauk (banchan) yang paling dikenal dan umum di Korea. Dari kimchi lantas terciptalah aneka ragam jenis masakan lainnya seperti kimchi rebus (kimchi jjigae), sup kimchi (kimchiguk), dadar telur kimchi/kimchi pancake (kimchijeon), nasi goreng kimchi dan masih banyak lagi. Penasaran dengan artikel mengenai kimchi? Yuk lanjut... ^_^



Tahukah anda bahwa kimchi termasuk di dalam 5 besar 'Makanan Tersehat di Dunia' versi majalah Health? Ini dikarenakan kimchi yang terbuat dari berbagai macam sayuran kaya akan serat makanan dan rendah akan kalori. Satu porsi kimchi menyumbang lebih dari 50% kebutuhan tubuh harian akan vitamin C dan karotin. Hampir semua jenis kimchi mengandung bawang bombay, bawang putih dan cabai bubuk dimana semuanya merupakan bahan makanan yang sangat baik bagi kesehatan. Selain itu sayuran yang digunakan di dalam kimchi juga memberikan kontribusi terhadap nilai nutrisi secara keseluruhan. Kimchi juga kaya akan vitamin A, thiamine (B1), riboflavin (B2), kalsium dan besi, serta mengandung sejumlah bakteri asam laktat dari species Lactobacillus kimchii. 


Kalori pada kimchi juga sangat rendah, dalam satu porsi kimchi seberat 750 gram hanya terkandung 200 kalori! Kalori sebanyak itu bisa anda bakar dengan 18 menit melakukan jogging atau 38 menit bersepeda. 200 kalori setara dengan setengah porsi cheeseburger seberat 73 gram yang jika disantap pastinya masih akan membuat anda kelaparan. Kalori yang rendah ini dikarenakan kimchi sangat rendah akan kandungan lemak dan kolesterol. Selain vitamin dan mineral, kimchi juga mengandung sedikit protein dan karbohidrat. Ini menjadikan kimchi sebagai pilihan tepat bagi anda yang sedang menjalankan diet atau program penurunan berat badan. 


Selain kandungan gizinya yang kaya, ada hal lainnya yang juga harus anda perhatikan saat mengkonsumsi kimchi. Menurut beberapa literatur yang saya baca antara lain di web Oprah Winfrey, beberapa dokter menemukan bukti jika kimchi juga bisa memicu timbulnya kanker lambung (karsinogen). Beberapa ahli menemukan zat pemicu kanker di makanan ini namun tidak dalam level yang berbahaya, asal tentu saja tidak dikonsumsi secara berlebihan. Jadi bukan berarti kita harus melenyapkan makanan ini sama sekali dari meja makan, karena sebenarnya banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadinya kanker lambung seperti misalnya faktor keturunan, terkontaminasi dengan bakteri Helicobacter pylori dan gaya hidup.  Karena itu para dokter menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan ini dalam batas yang wajar bersama dengan makanan sehari-hari lainnya seperti buah dan sayuran segar. Kombinasi makanan yang tidak melulu hanya makanan yang diawetkan, olah raga dan menjaga berat badan akan menurunkan resiko kita terkena kanker lambung dan tentu saja mungkin penyakit lainnya. 


Kembali ke proses pembuatan kimchi yang akan saya sharing di sini, resep yang saya sertakan di bawah menurut saya merupakan resep terbaik yang bisa saya temukan di web. Selain mudah diikuti dan dimengerti resep ini juga menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah di peroleh di Jakarta (khususnya). Dengan resep ini saya telah beberapa kali membuat kimchi di rumah dan berakhir dengan sukses. Bahan utama yang anda perlukan adalah bubuk cabai, sebaiknya menggunakan bubuk cabai Korea seperti gambar yang saya sertakan di atas. Bubuk cabai Korea memiliki butiran kasar, berwarna merah menyala dan rasanya tidak terlalu pedas. Dulu, sebelum saya menemukan bubuk cabai Korea di supermarket Korea yang buka di dekat rumah, saya menggunakan bubuk cabai lokal. Kimchi yang saya hasilkan tetap oke dan terasa sedap hanya saja pedasnya luar biasa dan warnanya tidak semerah dan semenarik jika menggunakan bubuk cabai versi Korea-nya. Satu pak bubuk cabai seberat setengah kilogram ini saya tukar dengan uang sebanyak empat puluh ribu rupiah. Not bad, karena dengannya saya bisa membuat banyak sekali kimchi.


Resep aslinya menggunakan tiram beku atau bisa diganti juga dengan cumi-cumi segar yang diasinkan selama tiga hari. Saya skip bahan ini karena sedikit membuat kimchi terasa amis. Bahan lainnya seperti kecap/saus ikan, tepung beras, bawang bombay, bawang putih, daun bawang, jahe dan aneka sayuran lainnya seperti wortel dan lobak, mudah anda temukan di pasar ataupun supermarket. Perangkat yang anda butuhkan untuk membuat kimchi adalah wadah stoples besar untuk menyimpan kimchi yang telah anda buat dan membiarkannya mengalami proses fermentasi di suhu ruang selama dua hari baru kemudian anda pindahkan ke kulkas untuk penyimpanan selanjutnya. Kimchi sebaiknya disantap dan habis dalam waktu yang tidak terlalu lama karena semakin lama waktunya maka rasanya akan semakin asam. Sebenarnya tanpa melalui proses fermentasi pun kimchi bisa langsung dikonsumsi dan rasanya sangat sedap dan segar, mirip dengan asinan hanya tidak semanis dan seasam asinan.  

Tertarik untuk mencobanya? Berikut resep dan cara pembuatannya ya.


Kimchi
Resep diadaptasikan dari web Cooking Korean Food With Maangchi - Kimchi & Kaktugi

Bahan:
- 3 buah sawi putih
- 3 buah wortel, potong korek api
- 1 buah lobak, kupas dan potong korek api
- 7 batang daun bawang, potong korek api 
- garam yang banyak, kira-kira 250 gram untuk menggarami sawi

Bahan & bumbu pasta kimchi:
- 65 gram tepung beras
- 750 ml air
- 300 gram cabai bubuk Korea
- 250 ml saus/kecap ikan
- 125 gram gula pasir
- 1 butir bawang bombay ukuran besar, cincang
- 70 gram bawang putih, dihaluskan
- 1 sendok makan jahe cincang halus

Cara membuat:


Siapkan potongan lobak di baskom, beri 2 sendok makan garam, remas-remas dan biarkan selama 4 jam hingga layu. Cuci bersih lobak selama 3 kali untuk menghilangkan garam yang menempel. Sisihkan.   


Siapkan sawi putih yang akan anda olah, belah bagian pangkal batangnya dengan menggunakan pisau tajam dan dengan menggunakan kedua tangan tarik masing-masing bagian pangkal batang yang terbelah sehingga sawi terbagi menjadi dua bagian yang sama besarnya. Bagi lagi masing-masing bagian menjadi dua. 

Resep aslinya sawi hanya di bagi menjadi dua bagian, namun menurut saya potongannya terlalu besar karena itu saya membelahnya menjadi empat bagian.


Siram sawi dengan air hingga basah seluruh bagian dan sela-sela daunnya. Ambil segenggam garam dapur, buka lembaran daun sawi putih dan taburkan garam diantara sela-sela sawi.  Semua lembaran batang sawi harus terkena garam dan bagian pangkal batang yang keras mendapatkan porsi garam yang lebih banyak dibandingkan dengan bagian daunnya.

Siapkan wadah besar, baskom plastik yang besar bisa digunakan atau panci alumunium yang tidak bereaksi dengan garam seperti yang saya pakai juga bisa anda manfaatkan. Tata sawi yang telah anda garami ke dalamnya. Biarkan selama 2 jam.

Selama 2 jam sawi akan terlihat menyusut bobotnya karena terjadi proses osmosis dari sel-sel sawi akibat penggunaan garam.  Di dasar wadah akan terbentuk genangan air yang banyak. 


Setelah dua jam, keluarkan sawi dari wadah dan balikkan posisinya, sawi yang terletak di bagian paling atas sekarang diletakkan di bagian paling bawah. Jangan buang air yang terdapat di dalam wadah. Biarkan sawi kembali selama 2 jam. Jadi proses penggaraman membutuhkan waktu selama 4 jam. Saat proses ini selesai, sawi akan terlihat kehilangan setengah dari bobotnya, lemas dan layu.


Sekarang saatnya kita mencucinya. Cuci bersih masing-masing sawi di bawah air mengalir hingga garam benar-benar hilang, lakukan pekerjaan mencuci ini sebanyak tiga kali untuk memastikan sawi bersih dari garam. Jika anda kurang bersih mencucinya maka kimchi yang dihasilkan akan sangat asin sekali. Letakkan sawi di wadah yang berlubang agar air bisa terbuang.  

Membuat pasta kimchi
Kunci kelezatan kimchi adalah pada pasta yang digunakan. Membuat pasta kimchi sangatlah mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.


Siapkan panci, masukkan tepung beras dan air, aduk-aduk hingga tepung beras larut. Masak diatas api sedang sambil diaduk-aduk hingga adonan mengental. Ketika muncul letupan pertama segera matikan kompor, tambahkan gula pasir dan aduk hingga gula larut. Biarkan bubur tepung mendingin.  

Membumbui pasta 



Siapkan baskom besar, tuangkan bubur tepung beras ke dalamnya, tambahkan cabai bubuk, aduk hingga rata menggunakan spatula. Tambahkan kecap ikan, jahe, bawang bombay, bawang putih, aduk rata.


Masukkan daun bawang, lobak dan wortel, aduk hingga rata. Aslinya resep ini tidak menggunakan rajangan lobak, melainkan lobak dipotong dadu dan dibumbui terpisah dengan sawi. Nama kimchi lobak ini adalah kaktugi. Namun saya lebih suka langsung memasukkannya ke dalam kimchi sawi yang saya buat dan rasanya tetap lezat. 


Selubungi kedua tangan anda dengan sarung tangan plastik atau karet yang bersih agar terhindar dari iritasi saat membumbui sawi dengan pastanya yang pedas. Ambil sebuah sawi, pegang dengan tangan kiri, letakkan di atas mangkuk berisi pasta, dengan tangan kanan buka lembaran-lembaran sawi dan olesi pasta di setiap lembarannya. Semua helaian harus terkena pasta, namun pastikan tidak berlebihan agar semua sawi mendapatkan porsi pasta yang sama. 


Tekuk batang sawi yang telah terlumur pasta sehingga memiliki bentuk yang bagus, tata di stoples besar. Lakukan hingga semua sawi dan pasta habis. Saat ini kimchi sudah bisa anda santap langsung begitu saja atau menjadi teman nasi. Jika pasta masih tersisa, anda bisa memasukkan potongan ketimun ke dalamnya, nama makanan ini adalah oisobagi. Langsung dimakan saat itu juga dan rasanya sangat sedap. 

Jangan mengisi stoples terlalu penuh karena kimchi akan mengeluarkan air yang banyak, terlalu penuh akan membuat isi stoples meluap dan airnya luber kemana-mana. Tutup stoples rapat-rapat dan biarkan di suhu ruang selama 2 hari agar terjadi proses fermentasi. Setelah itu simpan kimchi di kulkas untuk jangka panjang.


Tanda fermentasi yang berhasil adalah munculnya gelembung-gelembung udara/gas yang sangat banyak di dalam kimchi, tampak terlihat jika anda menggunakan stoples yang tembus pandang.  

Oh ya, satu hal lagi, karena pembuatan kimchi melibatkan proses fermentasi maka jangan heran jika aromanya pun tercium kuat dan asam. Untuk mencegah rumah dan dapur anda terlalu menguarkan bau-bauan asam ini maka tutup rapat-rapat stoples sehingga tidak ada gas yang lolos keluar.

Selamat mencoba ya! ^_^  

Sources:
Web Cooking Korean Food With Maangchi - Kimchi & Kaktugi  
Wikipedia - Kimchi
Web Calorie Gallery - Calories in Kimchi
Web Fitday - The Nutrition of Kimchi
Web Oprah - Does Kimchi Cause Cancer

102 comments:

  1. Wah...liat gambarnya jadi ngiler.
    Saya suka mampir di blog ini, soalnya resep-resepnya mudah disertai foto-foto cara membuatnya, terima kasih sudah share resepnya ya mbak...berkarya terus n sukses slalu ya Mbak Endang & Teddy :)

    ReplyDelete
  2. Hai Melani, thanks atas komennya ya Non. Sukses selalu juga ya ^_^

    ReplyDelete
  3. Mbak..saya juga suka mampir di blog ini. Resep-resepnya Oke dan yang paling suka adalah blog ini menyajikan step by step proses pembuatannya dan juga ada sharing info seputar makanan yang akan diolah. Makasih ya mbak... :)

    ReplyDelete
  4. Dear Mba Evidha, makasih ya atas komentarnya. Wah saya jadi semakin semangat berkarya. Sukses untuk semuanya juga ya ^_^

    ReplyDelete
  5. duh ngiler gilaaaaaaaaaaa........mo nyoba tongseng sapi ahhhhh...thanks ya jenk

    ReplyDelete
  6. Mbak Endang resep-resepnya memang TOOPE, aku selalu ngadirin resep-resep mbak endang kalau lagi siaran radio (salah satu sesinya Kuliner of the week#tetap bilangin sumbernya just try and taste blog. Mungkin ke depan bisa kerja sama dengan Just Try and Taste, heheheh :)

    ReplyDelete
  7. Hai Non Neyna, thanks ya atas komentarnya, saya senang jika artikel yang diposting di blog ini bermanfaat buat yang lainnya. Sukses selalu untuk Mba dan siaran radionya ya. ^_^

    ReplyDelete
  8. thanks resepnya... bisa ga cabai bubuknya diganti dengan cabai merah segar?dan kecap ikan diganti minyak ikan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Irma, saya tidak yakin apakah cabai merah segar bisa menggantikan cabai bubuk. Cabai bubuk tidak sepedas cabai merah dan memberikan warna yang sangat menarik. Memerlukan banyak cabai merah segar untuk menghasilkan warna kimchi yang 'jreng' dan tentunya rasanya juga akan menjadi sangat pedas. Saya belum pernah membaca mengenai penggunaan cabai segar di kimchi. Kecap ikan atau fish sauce bisa di cari di supermarker besar (Giant/Carrefour) di bagian counter saus, saus ini banyak digunakan pada masakan china dan thailand, jangan menggantinya dengan minyak ikan.

      Delete
    2. pengen nyoba jg ni resepnya. tapi kalo cabai ikan dihilangkan bisa jadi ga ya mba?

      Delete
    3. wah pengen nyoba juga ni bikin kimchi, tapi kalo saus ikan dihilangkan bisa jadi ga ya mba?

      Delete
    4. Kalau cabai harus pakai ya, kalau nggak ada yang cabai korea pakai cabai bubuk biasa juga bisa, bahkan ada yang coba pakai cabai merah keriting di haluskan juga oke hehe. Untuk kecap ikan, skip saja Mba kalau nggak mau pakai, gpp kok.

      Delete
  9. Dear tante yg baik dan cantik, saya suka loh dgn resep kimchi nya. Saya excited klo hrs nunjukkin resep dari blog ini ke mama, biar mama lebih pintar masaknya, hehehee
    Oia tante, cabai bubuk korea nggak nemu d supermarket, bisa nggak ya klo bkin sndiri, cabai dikeringin trus d jdikan bubuk tapi tanpa biji, biar nggak pedas bgt. Soalnya saya nggak bgtu bs makan trllu pedas. Thanks a bunch tante... (^>^)
    #regard
    ennomarino

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Non Enno, coba pakai cabai bubuk biasa punya lokal saja yang sudah jadi. Banyak di jumpai di supermarket. Takaran cabainya gak perlu banyak2, karena cabai bubuk lokal rasanya lebih pedas ya. Selain itu warnanya nggak semerah Korea punya sehingga warnanya cenderung kurang menarik. Dari segi hasil dan rasa nggak berbeda ya kecuali lebih pedas. Saya sudah pernah menggunakan yang lokal, kimchi tetap berhasil kok hehehe

      Delete
  10. ihh makasih banget resepnya, nyobain ahhhh

    ReplyDelete
  11. Wahhh aku sepertinya mau coba neh..makasih ya Mba untk resep resep Nya..sukses dan trs berkarya..gbu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, sipp Jeng silahkan dicoba ya heheh. Bisa pakai cabai bubuk lokal kok hanya kurangi takaranya saja, karena lokal lebih pedas ^o^

      Delete
  12. Trima kasih resep nya.. pengen sgera coba, kalau misal udah 2 hari d fermentasi, kmudian d buka untuk d konsumsi, dan tidak d masukkan ke kulkas, alias suhu ruang. kira2 kimchi nya bisa awet brapa lama ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Wulan, bisa tahan sampai 5 hari tapi kembali ke kadar garam di kimchi juga, semakin asin maka semakin awet kimchi disuhu ruang. Kalau kimchi terlalu asin, masukkan potongan lobak kedalamnya, lobak akan menyerap garam di kimchi.

      Delete
  13. waktu hamil gara2 keseringan nonton film korea saya pernah tergila2 pengen bikin kimchi, tapi belum terlaksana sampai sekarang. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya tergila-gila karena mirip asinan wakakak, asal asin kecut pedas saya pasti maniak berat Mba ^_^

      Delete
  14. Replies
    1. Kimchi dong, kan pakai proses fermentasi. Sudah baca lengkap atau cuman lihat gambar?

      Delete
    2. just asking ^^

      saya bahkan sudah mencobanya hehe

      kimchi mengingatkan saya pada lotek.

      By the way, harga bubuk cabai-nya itu cukup mahal ya x)

      70rb/bungkus, sayang gak ada yang kemasannya lebih kecil :/

      Delete
    3. Halo, hahhah, saya gak pernah kepikiran untuk menyambungkan kimchi dan lotek. Yep, harga bubuk cabainya lumayan mahal dan harus disimpan di kulkas agar awet, karena sisa bubuk cabe saya berjamur saat saya simpan di suhu ruang. Hiiks!

      Delete
    4. Wah, sayang bgt kl gitu cabe-nya, premium lagi x) hehehe

      btw, kenapa ya kimchi buatan saya, lobak dan sawi-nya jadi pahit bgt, padahal saya sudah benar-benar membersihkan keduanya dari garam =/

      Delete
    5. Sepertinya lobaknya yang pahit ya, karena memang ada lobak yang rasanya agak pahit. Mungkin skip saja lobaknya kalau mau buat kimchi lagi atau rendam air garamnya agak lamaan, supaya pahitnya berkurang. Hmm, jadi pengen bikin kimchi lagi, cuman harus cari cabe bubuknya dulu niiihh hiiks ^_^

      Delete
    6. Mb, saya udh bbrp kali nyoba, dari resep maangchi....,tp masih penasaran sama rasa aslinya, sampai sy punya kesempatan berkunjung ke korea nov 2013, daan...rasanya samaa.. :))
      dan sy dapat oleh2 cabe bubuk dari temen korea saya, mereka memang punya stock cabe kering di rumahnya, bentuknya lebih besar dari cabe lokal kita, dan rasanya jg lebih pedas

      Delete
    7. Halo Mba Wenni, thanks sharingnya yaaa. Wah jadi gak penasaran lagi sekarang ternyata rasanya sama hahahha.Jadi yakin sama resepnya sekarang. Untung banget dapat oleh2 cabai Korea, soalnya susah juga carinya disini.

      Delete
  15. Saya br nyobain kimchi hari ini mbak.. malah jdnya kaya org kecanduan hbs enak bgt.. mau coba bikin.. soalnya kalo beli terus mahal... eh taunya hbs googling sana sini ketemu blognya mbak.. smakin antusias cobain krn kliatannya mdh.. thx mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, makasih atas sharingnya ya Mba. Kimchi memang sedap, saya maniak banget makanan ini, sayang harga cabe bubuknya mahallll hehehe.

      Delete
  16. Penasaran dengan kimchi yang sangat terkenal, Akhirnya aku dapat juga cara, membuat kimchi dari orang Indonesia..terima kasih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ruth, dulu juga penasaran, sampai akhirnya nekat bikin sendiri hehehe, setelah itu gak penasaran lagi wakkaka.

      Delete
  17. mba, klo saus ikan dgnti saus tiram bisa gk? blm smpt n ad wkt k sprmrkt raksasa, tp udh kpingin bngt nyobain bikin kimchi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ummi, skip saja kecap ikannya, tidak perlu diganti dengan saus tiram karena dua saus ini beda ya. Memang aroma kimchinya menjadi tidak segurih kalau pakai kecap ikan tapi gpp kok.

      Delete
  18. asli bikin ngiler... baru liat foto doang ngiler :)~
    pengen nyoba bikinnnnn....

    ReplyDelete
  19. asli pingin banget bikin, tapi gak berani banyak2 dulu, takut gagal say... kalau aku bikin untuk 1 buah sawi putih berukuran sedang saja (tanpa wortel & lobak), mungkin takaran bumbu2nya cukup setengah dr yg tertera di atas ya??... dan...beneran nih, klo pake bubuk cabai yg ada di pasaran (semisal cap kupu2) juga tetep oke rasanya?. thanks buat jawabannya ya mba Endang.. kiss muacchh... (Shanty)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Shanty, coba porsi sedikit dulu saja Mba, pakai 1 buah sawi putih cukup kok, takaran bumbunya 1/4 saja dr diatas. Bisa pakai bubuk cabai lokal biasa, hanya lebih pedas dan warna kurang merah, cuman saya pernah lihat cabai bubuk lokal yang bagus warnanya. Pasto berhasil kok, gak susah hehehe

      Delete
  20. Terima kasih resepnya mba, hari ini saya coba pake bubuk cabe lokal (moga ga kepedesan)

    ReplyDelete
  21. mba,makasih yah resep nya,aq udah nyobain bikin kimchi hari ini,emang sih pake bubuk cabe lokal gitu dan betul2 pedas,tapi enak,share juga resep lain yah!! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, yep, saya pernah pakai cabai bubuk lokal, karena pengen merah saya pakai banyak2. Waduh pedesnya gak tahan hahhaha. Tapi untuk rasa tidak banyak berbeda.

      Delete
  22. makasih resepnya ya cantik.. muach!!
    langsung saya coba sekarang masih proses fermentasi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, semoga setelah proses fermentasi makin suka ya ^_^

      Delete
  23. Liat resep kimchi nya jadi ngiler pengen bikin sama nyobain :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. hari ini lagi nyobain mbak 1 biji hihi semoga berhasil :3

      Delete
    2. Turut mendoakan dari jauh yaaaa. moga berhasil! wakakaka

      Delete
    3. Setelah 4jam ngediemin sawinya baru sadar kalo lobak sama wortel nya ketinggalan, bawang putih & bombay nya ga ada hiks! *gagal* padahal tekstur sawinya udah enak banget T_T

      Delete
    4. wakakkak, sebelum memulai semua bahan kudu disiapkan dulu didepan mata, jadi nggak kelupaan ketika aksi cemplung2 dimulai. Nah bawang bombay + bawang putih itu kudu wajib harus ada ya. gak boleh diskip wakaakaak. Btw, sawinya masukkan kulkas dulu saja dalam wadah tertutup, bahan lainnya disiapkan dulu, masih bisa dipakai kok sawinya.

      Delete
  24. chingu, kalo bubuk cabe korea nya diganti bubuk cabe biasa gapapa kan? tlg dibalas ne? gamsa ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kok, pakai cabai segar diulek juga bisa loh, coba baca komentar diatas dan komentar di resep kimchi yang ini: http://www.justtryandtaste.com/2013/02/membuat-kim-chi-versi-2-versi-yang.html

      Tapi, rasanya jauh lebih pedas ya, jadi takaran cabainya disesuaikan saja.

      Delete
  25. Mba, sy rencana mau coba buat, tp utk menyimpan saat masa fermentasi, sebaiknya di toples kaca, atau cukup toples plastik?
    Terima kasih informasinya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, toples kaca tentu saja lebih baik. Saya sendiri pakai toples besar dari Tupperware karena bikinnya banyak banget. Alhasil tupperware jadi bau kimchi hiiks

      Delete
  26. Haduh.. selalu bikin ngeces nih resepnya...
    Ikutan master chef aja mba, hehe...

    ReplyDelete
  27. Mba wortelnya tidak usah direndam garam kan ya?
    jika sisa pasta masih ada, bisa pakai ketimun. maksudnya terpisah? kalau dimasukkan bersama sawi putih dan teman2ny bagaimana?
    trims...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep, wortelnya segar ya jangan direndam garam. Sisa pasta bisa dibuat kaktugi, ini kimchi ketimun. Tapi dibuat terpisah ya, dan dimakan langsung tidak difermentasikan. Ketimun jika difermentasikan akan lembek dan nggak crunchy lagi rasanya, kalau dicamour dengan sawi akan merusak sawi dan teman2nya hehhehe

      Delete
  28. mau nyobain resep kimchi mba endang nih hari ini...sawi putih 5kg udah siap di kulkas....hehe...pede sekali bakalan jadi....padahal belom pernah bikin sekalipun...tapi kayaknya jadi nih kalo resep mba endang... cuma lobaknya rencananya gak saya campur sama sawi mbak... udah sering ngolah lobak memang agak pahit...kalo bikin asinan lobak aja saya rendam garam dulu sampe airnya kluar baru saya cuci...maklum lagi hamil mbak..jadinya sering banget ngolah lobak... nih beruntung daoet resep baru lagi ngolah lobak... ngiler dah saya... makasih resepnya mba endang...!!!

    -ine raffie-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ine, gimana hasil percobaannya? Sukseskah? untuk rasanya disesuaikan saja, gula dan garamnya ya, hanya saja kalau sudah lama, rasanya kayanya cuman satu: asam! heheheh

      Saya malah belum pernah bikin asinan lobak Mba, gampang ya? saya suka banget tuh tapi sukanya beli wakakka.

      Thanks sharingnya ya ^_^

      Delete
  29. mbak klo kecap ikannya boleh ga d ganti ma bahan lain, kalo ada ganti apa mbak?? soalnya disini susah nyari kecap ikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, skip saja kecap ikannya. Atau bisa diganti dengan cumi asin yang direndam di dalam air hingga lemas, air rendaman beserta cumi yang dipotong2 dimasukkan ke dalam bumbu kimchi. atau ganti dengan kecap asin juga bisa.

      Delete
  30. mb kalo fermentasinya cuma 1 hari aja kira2 rasanya aneh ga?
    makasi^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, kimchi sebenarnya bisa dimakan segar langsung atau melalui fermentasi. 1 hari fermenatasi menurut saya oke2 saja kok, mau lebih asam tambahkan waktunya.

      Delete
  31. baru liat gambarx udah ngileeerrrr,mau banget bikinx tp syg bubuk cabe koreax ga ada dijual disini!;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Laily, ada yang coba pakai cabai segar dan cabai lokal lho, hasilnnya oke juga, hehehe

      Delete
  32. hai mba endang salam kenal...
    awalnya ketemu blog mba mau liat cara bikin tiramisu yang simple eh ketemu blog mba , ternyata buanyak banget resep2 yang simple termasuk bikin kimchi ini..
    aku pernah bikin kimchi dengan resep mba ini , googling juga , tapiii kimchiku ko rasanya pedassss bgtt dan kecuutttt bgt mungkin karena pake bubuk cabe lokal ,tapi ko engga ada rasa manis , gurih dll ya mba , apa karena aku belum pernah makan kimchi ya jadinya menurut aku rasanya rada2 aneh , memang nekat bin nekat sih belum pernah makan tapi sudah coba bikin sendiri hehe...
    habisnya bikinya simple dan bahanya tersedia semua dirumah jadinya iseng2 bikin hehe..
    oh iya aku izin copas resep2 mba yak...ths ria)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba Ria, salam kenal juga ya. Yep, kalau pakai cabai lokal hasilnya pedes banget, cabe korea lebih merah menyala tapi nggak terlalu pedas. Kalau masalah kecut, mungkin karena frementasi terlalu lama, sebaiknya kimchi disantap 2 - 5 hari setelah diinapkan, atau dimakan langsung saat itu juga enak kok. Lebih lama lagi makin asam. Kalau rasanya, kimchi itu campuran asin, manis, asam, gurih sih nggak terlalu. Takaran gulanya disesuaikan saja dengan taste, bisa ditambah kok dari resep. Pakai parutan apel/pir juga enak.

      Silahkan di copas resepnya Mba, moga suka dengan resep lainnya ya. Salam, ^_^

      Delete
  33. lengkap banget, makasih ya postingan nya.. :D (y)

    ReplyDelete
  34. Mbak aku udah nyobain bikin,.. cuma satu sawi kira2 500 gram sama mentimun satu,..eehhhh belum sempet di inepin semalam atau jadi asam udah bablassss sama tahu rebus.. hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Laily, yeppp dimakan langsung memang enak kok, gak usah nunggu asam wakkakak. Jadi kek asinan ya, sip,, thanks sharingnya ya

      Delete
  35. hai..mbak endang..a mau coba bikin kimchi nih..yummy yummy..tapi..a mau tanya kalo seandaix ngak pake tepung beras gimana?terus kalo pake tepung beras gunax untuk apa?trus kalo pake toples plastik nyimpannya ngak apa@ yach?
    thanks resepnya...semangaaatt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, gak pakai tepung beras gak papa kok, tetap bisa terjadi fermentasi, tepung beras gunanya untuk membuat rasa kimchi lebih kuat dan saus lebih kental. Sebagai pengganti tepung beras bisa pakai air rebusan beras.

      pakai toples plastik baik2 saja kok ^_^

      Delete
  36. Permisi mba, saya sedang mencoba membuat kimchi dengan resep mba, tapi waktu mencuci sawi saya lupa hanya satu kali, alhasil kimchi yg saya buat asinnnya minta ampun. Apakah kimchi saya masih bisa diselamatkan apakah harus saya relakan untuk dibuang. Mohon pencerahannya. Terimakasih banyak Mba. (Dylan)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Dylan, yep, sawi harus dicuci hingga berkali2 sampai ketika sawi dirasa tidak asin lagi. Kalau sudah terlanjur, menurut saya tergantung Dylan ya, rasa asinnya gak akan hilang walau sudah fermentasi, kalau kuat asin ya silahkan disantap, kalau nggak terpaksa dibuang ya ^_^

      Delete
  37. halo..thanks untuk resepnya mbak endang .a udah nyobain buat kimchi..tapii..teryata a ngak suka..bauunyaaa minta ampunn..bikin mual..jadi sebelum makan a u dah rasa mau mual n pusink..hikss..baunya terlalu tajammmm..

    tapi a tetap semangat kok mau nyobain resep2 mbak endang yang lainnya.thanks
    semangaaat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh iya, kimchi memang baunya ampunn, dapur bisa berbau kimchi semua, memang kalau yang gak tahan bisa sampai pusing2 dengan baunya hahahhah.

      Delete
  38. hi mba, aku baca komen diatas disuhu ruangan kimchi bisa tahan sampai 5 hari. nah untuk penyimpanan dikulkas kira2 bisa tahan berapa lama ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa sampai berbulan2, paling nanti yang berubah adalah rasanya ya Mba, kimchi yang dismpan lama rasanya akan sangat, sangat asam jadi kurang enak dimakan segar, biasanya kimchi asam seperti ini dipakai buat sup kimchi atau kimchi jigae.

      Delete
  39. haii mba.. aku mau tanya nih.. kalau wortelnya itu diapain ya? sama kaya lobak yg direndem 4 jam atau gmn?! makasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wortel gak usah diapa2in Mba, gak perlu direndam dengan garam, karena mudah lembek ya, Kalau lobak direndam garam untuk mengurangi bau pesingnya.

      Delete
  40. Halo mbak, mau nanya, itu tepung berasnya yang biasa atau tepung beras ketan? Makasih.

    ReplyDelete
  41. Halo mbak, mau nanya, itu tep
    berasnya yang biasa atau tepu
    ketan? Makasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, saya pakai tepung beras biasa ya, bukan ketan

      Delete
  42. Mksh resepnya,kbtln ada tugas ttg kimchi utk anak.mksh byk j&t

    ReplyDelete
  43. makasih resepny,step by stepny jelas bgt,nti mo coba.kl berhasil n enak qkabari mba..makasih..감사..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, monggo silahkan dicoba. Moga sukses ya! ^_^

      Delete
  44. saya pernah coba, tapi aromanya kurang enak buat saya. dan setelah nyampe mulut seperti berlendir :D. saya baru pertama kali nyoba. dan tidak bisa ditelan. :D. yang tidak suka daun bawang sebaiknya tidak usah pakai. semangat terus mencoba ^^

    ReplyDelete
  45. Kalo beli bubuk cabe korea dmna tokonya???

    ReplyDelete
    Replies
    1. supermarket khusus makanan korea dan jepang, di jakarta namanya papaya, browsing sj lokasinya ya

      Delete
  46. selamat siang mbak, saya jd ngiler pengen buat jg mbak, di komentar sebelumnya bwt pengganti tepung beras bisa pakai air rebusan beras, itu takarannya brp mbak? nnti air rebusan tsb jd ganti bubur tepungnya atw gmn? makasih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, sayangnya saya belum pernah pakai air rebusan beras ya, paling mudah pakai tepung beras Mba. Fungsinya tepung beras agar kimchi bisa berfermentasi dengan baik.

      Delete
  47. Hai... saya mau nanya, klo bikin kimchinya pake sawi putih aja gimana? Maksudnya gausah pake lobak sama wortel, soalnya disini nyari lobak agak susah. thanks before ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo, bisa ya, tidak harus dicampur dengan sayuran lainnya ya. Lagian lobak terkadang membuat bau kimchi jadi memabukkan hehehheh

      Delete
  48. Mba Endang.. perbandingan bawang bombay n bwg putihnya segimana ya? Trs kl udah didiemin 2 hari kimchinya jd berair, airnya itu dibuang kah? Ato dibiarin aja baru ditaro di kulkas? Thx b4..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, wah saya hanya ngikuti resep aslinya mba. Kalau gak mau terlalu bawang putih banget dikurangi saja mba, karena resep ini memang bawangnya banyak ya.

      memang akan keluar air, air jangan dibuang karena bisa dibuat campuran sup kimchi. Masukkan saja ke dalam kulkas kimchi beserta airnya.

      Delete
  49. Mba Endang, makasih resepnya.. looks so yummy!
    Klo gula pasir diganti gula aren gitu kira2 gimana ya mbak? Hehe.. kebetulan saya nggak stok gula pasir dan mmg menghindari.. makasih sblmnya ^^ Patty

    ReplyDelete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...