Showing posts with label Sate. Show all posts
Showing posts with label Sate. Show all posts

05 January 2012

Sate Daging Cincang


Awalnya sebenarnya saya bermaksud membuat sate buntel, sate yang terbuat dari daging kambing cincang dan dibungkus lemak ini memang sangat terkenal di Solo dan sekitarnya. Tapi apalah daya jika kemampuan dan teknik yang dimiliki sangat pas-pasan sedangkan tingkat kesulitan membuat sate buntel tergolong tinggi (menurut saya), yang terjadi bukanlah sate buntel seperti dalam impian tetapi seonggok daging cincang terbakar yang porak-poranda lepas dari tusukan dan tentu saja dari buntelannya (bungkusnya). Tobat!


16 November 2011

Sate Pepes Tuna Panggang ala Just Try & Taste


Jika judul di atas membuat anda sedikit terbingung-bingung, maka mohon maafkanlah, karena saya sebenarnya telah berusaha memeras otak membuat judul posting yang menarik untuk makanan yang biasa-biasa saja. Resep yang ini sebenarnya hanyalah pepes tuna biasa, yang membuatnya menjadi berbeda karena saya menusuk potongan-potongan daging tuna dengan tusukan sate. Tusukan sate ini bukan hanya sebagai hiasan dan tanpa maksud melainkan untuk memudahkan saya membalik-balikkan si pepes saat lauk ini dibakar di atas pemanggang. Pepes ikan merupakan salah satu makanan favorit saya, yang membuat saya jarang membuatnya hanya karena daun pisang yang harus dibeli terlebih dahulu di pasar Blok A. Inilah susahnya tinggal di Jakarta dimana jarang sekali halaman rumah di tanam dengan pepohonan yang berukuran besar. Bagaimana mungkin hendak menanam pisang? Halaman rumah saja jarang yang memiliki lahan terbuka, kebanyakan tertutup dengan ubin dan semen. Di rumah Ibu saya di Paron, halaman belakang penuh dengan aneka jenis pisang, daunnya lebar-lebar sehingga mantap untuk digunakan sebagai pembungkus lontong, bothok atau pepes. Sewaktu-waktu, ketika ngidam pepes mode on kami tinggal jalan ke belakang rumah dan memilih daun terbaik yang ada. Hidup memang tidak selalu sesuai dengan keinginan. ^_^




07 November 2011

Sate Goreng dengan Bawang Bombay


Melanjutkan aneka masakan dari daging kambing seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya di Sate Kambing Bumbu Ketumbar, kali ini saya mengajak anda untuk mengolahnya menjadi sate goreng. Tidak jelas mengapa makanan ini bernama sate karena jelas-jelas tampilan dan proses pembuatannya sama sekali tidak mencerminkan deskripsi sate yang umum kita kenal. Sate menurut Wikipedia adalah makanan  yang terbuat dari potongan daging (ayam, kambing, domba, sapi) yang dipotong kecil-kecil dan ditusuk dengan tusukan sate yang umumnya terbuat dari bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu. Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu/saus tergantung pada variasi jenis satenya. Nah, makanan bernama sate goreng ini proses pembuatannya berbeda dengan sate umumnya, daging yang telah dipotong kecil-kecil lantas dibumbui dan ditumis/digoreng dengan sedikit minyak dan disantap dengan pelengkap dan bumbu selayaknya sate umumnya. 


06 November 2011

Sate Kambing Bumbu Ketumbar


Pagi ini, sebagaimana lebaran Idul Adha sebelumnya, tidak ada yang spesial di rumah Pete. Seperti biasa, saya dan Tedy sholat Ied di masjid terdekat, pulang dan kemudian menjalankan hari Minggu ini sama seperti hari-hari Minggu lainnya. Beristirahat. Bedanya tahun ini, saya tidak menelpon Ibu saya di Paron karena beliau sedang di tanah suci menunaikan ibadah haji bersama Bulik saya yang tinggal di Depok. Biasanya melalui telepon kami akan berlebaran ria mengucapkan selamat dan salam, dan disusul dengan pertanyaan, "Masak apa Ma?". Walaupun seandainya Ibu saya tidak menjawabnya, saya sudah menebak menu yang dimasak beliau: soto dan rendang. Dua makanan favorit yang tidak pernah absen saat hari lebaran di rumah Paron. Berbeda dengan keluarga lainnya yang mungkin telah mempersiapkan aneka hidangan lebaran seperti ketupat & lontong sayur, rendang, opor dan segala pernak-perniknya, saya justru di dapur membuat semangkuk besar salad buah-sayur yang segar, dan sepanci kecil kwetiaw ikan yang resepnya menyusul akan saya tampilkan di JTT. Menyedihkan? Mungkin. Tapi bagi kami Lebaran Idul Adha memang tidak semeriah Idul Fitri, sehingga tidak ada masakan spesial yang kudu saya hidangkan. ^_^

17 April 2011

Sate Ikan


Bosan dengan ikan yang hanya di goreng, dipepes atau di sop? Nah, mungkin resep sate ikan yang saya posting kali ini bisa menjadi variasi menu lauk di rumah. Membuatnya tidak sulit walaupun harus melalui proses lipat-melipat dan bungkus-membungkus dengan daun pisang. Saya justru menganggapnya seperti sedang membuat prakarya ;). Ikan bandeng yang terkenal dengan durinya yang banyak biasanya diolah menjadi bandeng presto, tetapi dengan mengolahnya menjadi sate ikan maka duri yang mengganggu ini bukan lagi menjadi masalah besar. Karena untuk mambuat sate ikan ini, daging bandeng beserta duri-duri halusnya di blender hingga halus.

07 January 2011

Sate Hati Ampela Ayam Bumbu Serundeng


Serundeng daging atau serundeng ayam? Oo, itu sudah biasa. Bagaimana jika kita modifikasi sedikit? Hati dan ampela ayam diberi bumbu kemudian ditusuk dengan tusukan sate dan bakar sebentar terus gulingkan di serundeng kelapa berbumbu yang pedas. Trala, jadi  deh sate hati ampela ayam bumbu serundeng. Lezat!

Menu ini tercetus saat saya melihat kelapa parut sangrai di kulkas yang terbungkus plastik rapat. Hmm, melongok di freezer ternyata saya masih punya hati ampela ayam beku. Berhubung saya lagi jatuh cinta dengan pan datar lapis teflon yang belum pernah membuat saya kecewa ketika dipakai untuk memanggang sate, maka saya kreasikan saja hati ampela-nya menjadi sate. Bumbunya sederhana, yang membuat agak lama prosesnya mungkin adalah membuat kelapa serundengnya.  

Jika anda tertarik dengan resepnya berikut ini saya bagikan.

26 December 2010

Sate Sapi Bumbu Dendeng


Dulu waktu masih suka jalan ke Bandung dan mengunjungi factory outlet, ada satu FO yang suka saya datangi, Rumah Mode. Barangnya banyak dan lengkap, koleksinya juga bagus-bagus dan up to date.  Selain itu FO ini juga memiliki restoran yang menjual masakan khas Sunda yang lezat. Nasi timbel dan aneka lauk-pauk yang digoreng. Di depan restoran, berjajar gerobak-gerobak mini penjual aneka makanan lainnya, salah satunya adalah sate sapi. Daging sapinya dipotong ukuran besar dengan bumbu mirip dendeng, manis asin gurih. Ditemani dengan lontong dan siraman sambel kacang yang lezat. Wuihh, sedap! Tidak heran antrian pembelinya juga panjang dan lama.


22 December 2010

Sate Lilit Ikan


Kalau pergi ke Bali, hidangan bernama sate lilit ini biasa disajikan disana. Dihidangkan di rumah makan tradisional dan hotel berbintang atau  dijajakan berkeliling oleh pedagang sate dengan menggunakan pikulan. Sate lilit Bali terbuat dari ikan laut  berukuran besar seperti ikan tuna yang diberi kelapa parut yang disangrai ditambah rempah-rempah kemudian dililitkan ke batang bambu yang pipih dan lebar ataupun ke batang serai. Unik dan lezat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...