Showing posts with label Ikan Air Tawar. Show all posts
Showing posts with label Ikan Air Tawar. Show all posts

10 April 2013

Mujair Garing Siram Saus Rica-rica



Entah kenapa walau ikan mujair selalu banyak tersedia di pasar dengan harga yang murah, saya tidak tertarik untuk membelinya. Membayangkan daging ikan yang tipis dan lebih sedikit porsinya dibandingkan dengan bagian duri, sirip dan kepala yang membuat saya malas mengolahnya. Ikan seperti ini hanya mantap jika digoreng kering dalam rendaman minyak panas yang banyak. Nah, menggoreng ikan hingga kering merupakan salah satu metode memasak ikan yang saya hindari karena membuat asam lemak omega 3 yang terkandung di ikan menjadi berkurang. Tetapi ketika terakhir kali saya mengunjungi Mba Yayuk, penjual ikan langganan, setumpuk mujair baru saja tiba dalam kondisi masih sangat fresh. Kali ini saya pun menyerah, tanpa pikir panjang lima ekor ikan masuk ke dalam timbangan. Si asisten Mba Yayuk dengan cekatan lantas menyiangi dan membelahnya memanjang hingga ikan menjadi pipih, terbelah sampai ke bagian kepalanya. Cara ini membuat ikan mudah kering kala di goreng. 

Menyantap ikan mujair begitu saja dalam kondisi tergoreng kering sebenarnya sudah cukup lezat, namun dengan siraman sambal rica-rica yang merah membara dan pedas pasti akan lebih afdol. Apalagi jika ditambah dengan daun kemangi dan kucuran air jeruk nipis yang asem segar. Hmm, gebetan lewat pun tak terlihat, yang jadi masalah gebetan  siapa yang lewat? Hiks. ^_^ 



11 March 2013

Homemade Bandeng Presto


Di pasar Blok A, dekat dengan rumah Pete, ada seorang ibu penjual ikan yang menjadi langganan favorit saya kala belanja ikan dan seafood di pasar. Koleksi ikannya sangat fresh, terjamin baik dan bervariasi. Kalau urusan seafood memang kondisi yang fresh menjadi syarat utama, dan koleksi dagangan si Ibu Yayuk ini memang terlihat jauh berbeda dengan pedagang ikan lainnya bahkan dibandingkan dengan supermarket sekalipun. Tak heran walau harganya sedikit lebih mahal namun peminatnya luar biasa banyak. Saya harus berangkat pagi-pagi sekali jika ingin mendapatkan aneka ikan yang lengkap sebelum diborong oleh yang lainnya. 

Selain ikan segar, si Ibu juga menjual bandeng presto bikinannya sendiri. Nah, bandeng prestonya ini laris manis sehingga datang di pukul tujuh pagi pun alamat pasti terlambat, semua bandeng presto sudah habis terjual. Tidak heran karena bandeng presto buatan Bu Yayuk mantap dan rasanya lezat. Rempah-rempah dan bumbunya  kuat terasa, menggunakan bahan-bahan yang fresh sehingga rasa ikan yang dihasilkan jauh berbeda dengan bandeng presto yang umum dijual. Kelebihan lainnya adalah bebas pengawet dan jika anda beruntung memperolehnya, ikan terkadang masih dalam kondisi yang hangat. Mantap!


15 February 2013

Homemade Sarden Ikan Bandeng dengan Panci Pressure Cooker


Sarden kalengan memang sedap. Rasanya yang khas berpadu dengan daging dan tulang ikan yang lembut, memang menjadikan sarden kalengan sebagai teman nasi panas yang sangat pas.  Selain itu makanan ini super cepat untuk disiapkan, hanya dengan menambahkan rajangan bawang merah, bawang putih, cabai rawit dan jahe yang ditumis sebentar, dijamin semua penghuni rumah pasti doyan. Tidak heran waktu saya kecil, Ibu saya paling suka menyajikan makanan ini. Bagi kami penggemar ikan yang tadinya tinggal di Tanjung Pinang, Riau dan tiba-tiba harus pindah dan menetap di Paron, Ngawi, Jawa Timur, dimana ikan laut segar sangat sulit ditemukan, maka sarden kalengan menjadi pelepas rindu yang sempurna. 


15 October 2012

Pindang Ikan Patin


Satu hal utama yang membuat saya enggan memasak ikan patin adalah bau amis plus bau lumpurnya yang kuat (bagi indra penciuman saya tentunya). Bahkan menurut saya, baunya jauh lebih kuat dibandingkan dengan ikan bandeng yang bagi sebagian orang juga dianggap sebagai ikan berbau lumpur. Namun demikian harus saya akui, ikan patin memiliki daging yang super lembut dan berlemak, yang jika bau lumpurnya lenyap merupakan salah satu ikan yang cukup saya gemari. Beberapa kali saya memasak ikan patin, terus terang saya belum merasa puas dengan hasilnya, bukan dengan bumbu dan rasa masakannya tetapi dengan bau ikan yang tetap kuat terasa walau telah di luberi dengan aneka bumbu yang berlimpah. Salah satu masakan ikan patin yang pernah saya posting sebelumnya yaitu Sup Ikan Patin ala Sragen, anda bisa klik di link ini jika berminat dengan resepnya, memasukkan buah nanas ke dalam kuahnya, dimana cara ini cukup membantu membuat sup ikan ini menjadi segar dan menutup rasa si lumpur.


26 February 2012

Bandeng Presto Masak Tauco dengan Cabai Merah Kering


Minggu yang luar biasa sibuk, dan semua seakan berjalan begitu cepat membuat saya sedikit terengah mengejarnya. Akibatnya blog menjadi jarang ter-update. Namun saya tetap dan akan tetap berusaha untuk melakukan regular posting dan menyisihkan waktu mencoba aneka masakan di dapur rumah Pete yang kondisinya saat ini seperti kandang pecah karena saya tak punya waktu dan tenaga untuk membersihkannya. Hmm, alasan yang dicari-cari sebenarnya, karena ketika waktu sedang agak luang saya justru memanfaatkannya hanya dengan berbaring di pulau kapuk sambil browsing tak tentu arah dan cekikikan chatting dengan beberapa teman. Benar-benar cara membunuh waktu yang sangat, sangat tidak bermanfaat dan please don't try this at home. ^_^


22 January 2012

Mujair Masak Woku Daun


Berniat untuk hidup sehat dan bugar di tahun 2012, di hari Sabtu pagi yang kelabu dan mendung saya telah siap dengan sepatu kets, celana pendek sedengkul dan kaus oblong di depan rumah. Pukul setengah enam kurang, jalanan di depan ruman Pete terlihat lengang dan temaram. Baguslah! Karena hari ini saya akan jogging berkeliling kompleks, mencari udara segar, keringat dan tentu saja tujuannya untuk membakar kalori. Sebelum berangkat sebenarnya saya telah menggedor pintu kamar Tedy, kamar adik saya ini terdengar hening pertanda penghuninya masih lelap tertidur. 

Tiga kali gedoran dan satu kali teriakan memanggil namanya, Tedy keluar dari kamar dengan mata menyipit dan rambut awut-awutan. "Lari pagi yuk!" ajak saya antusias berusaha mencari teman. Tedy mendelik seakan tak percaya mendengar ajakan saya, "Apa? Nggak lihat di luar masih gelap begini"? ujarnya. Saya tahu di luar memang masih setengah gelap tapi seakan dihipnotis saya menoleh juga keluar jendela. "Udah terang ah, habis lari mampir ke pasar Blok A sekalian belanja". Motivasi belanja rupanya tidak nendang juga di kepala adik saya ini. "Nggak ah, aku mau cuci mobil". Saya pun keluar rumah sambil bersungut-sungut dan tak habis pikir sendiri, apa hubungannya cuci mobil dengan lari pagi ya? Sementara si pemilik mobilnya saja kembali molor di atas kasur. 


01 December 2011

Bandeng Masak Tauco


Ikan goreng yang dimasak tauco seperti ini merupakan salah satu lauk favorit di keluarga kami. Tidak pernah membuat bosan walaupun berulang kali dimasak dan sering kali menjadi alternatif lauk penyelamat kala kehabisan ide menu masakan di rumah. Rasa dan aroma tauco yang khas memang jarang gagal untuk membangkitkan nafsu makan. Tidak perlu bersusah payah menggunakan aneka bumbu yang sulit, cukup dimasak dengan bumbu tumisan yang simple seperti yang saya tampilkan kali ini telah cukup membuat anda menambah nasi di piring hingga berulang kali. Untuk ikannya sendiri bisa disesuaikan dengan selera anda, jenis ikan apapun oke, namun biasanya saya menggunakan ikan bandeng, selar, kembung atau tongkol yang digoreng terlebih dahulu hingga matang kecoklatan. Tak perlu ditanyakan, rasa bandeng masak tauco ini sungguh luar biasa. ^_^

24 August 2011

Sup Segar Ikan Gurame dan Sawi Asin


Buka puasa weekend kemarin memang luar biasa, luar biasa kenyang maksud saya ^_^. Walaupun saya dan Tedy telah berbuka puasa dengan menyantap iga bakar dan sup konro di resto Haji Mamink, Tebet, namun sampai di rumah ketika memasak untuk sahur saya masih menyikat satu mangkuk sup ikan gurame dan sawi asin yang segar dan lezat ini. Rencananya si sup akan dimakan pada saat sahur karena kebetulan saya masih punya separuh ikan gurame beku di freezer. Tetapi ketika masakan telah matang, baunya harum menguar, rasa kuah yang gurih dan potongan sawi asin yang menggoda membuat saya benar-benar tidak bisa menahan diri. Awalnya hanya semangkuk kecil sup ikan yang saya santap, namun kala trip kedua kali ke dapur saya pun mengambil porsi kedua menggunakan piring besar. Alhasil, perut saya benar-benar membengkak kekenyangan, hati didera rasa berdosa serta tentu saja penyesalan, karena saya harus memasak lauk untuk sahur... lagi ^_^


20 August 2011

Balado Ikan Bandeng & Kentang


Sambal balado, menu desperate yang selalu digemari semua orang, kecuali tentu saja bagi mereka yang tidak suka dengan cita rasanya yang pedas. Dan minggu kemarin saya benar-benar desperate, bingung mau membuat lauk apa untuk sahur bersama Tedy yang minggu lalu menginap di rumah Pete. Freezer saya sudah bisa ditebak isinya: ikan selar, ikan ekor kuning, ikan tuna, ikan dori fillet, ikan bandeng, ikan bandeng dan ikan bandeng. Fuiih, saya baru sadar ternyata saya memiliki bejibun ikan bandeng dalam kantong-kantong plastik berisi 4 - 5 potong ikan. Selama ini memang saya selalu menyimpan ikan, daging atau ayam dengan cara seperti ini. Jika baru saja pulang berbelanja mingguan dalam rangka mengisi freezer maka bahan makanan seperti ikan, seafood, daging atau ayam langsung saya siangi dan cuci bersih untuk kemudian saya masukkan dalam plastik terikat rapat berisi 4-5 potong yang pas untuk satu kali memasak. 


12 June 2011

Otak-Otak Tahu & Ikan Bandeng dengan Saus Kacang


Ide otak-otak tahu dan ikan bandeng ini tercetus ketika saya melongok kulkas dan menemukan 5 buah tahu kuning yang telah menginap beberapa hari di kulkas. Saya sedang tidak bernafsu makan tahu goreng jadi dengan sedikit modifikasi bersama ikan bandeng di freezer, saya pun memutuskan untuk bereksperimen sedikit sambil memanfaatkan kulit kembang tahu yang masih ada. Semua bahan saya haluskan dengan food processor beserta bumbu-bumbu racikan, kemudian saya bungkus dengan kulit kembang tahu dan dikukus. Trala, jadilah otak-otak tahu ikan bandeng yang lezat. Untuk saus kacangnya saya memanfaatkan sambal pecel yang dibawa oleh Ibu saya dari Ngawi. Hmm, sambal pecel Ngawi terkenal lezatnya lho, next saya berencana untuk membagi resep sambal pecel  ala Ibu saya di sini.


29 May 2011

Gurami Goreng Siram Saus Mangga Asam Manis


Resep ini hasil mencontek kantin di kantor saya yang minggu lalu menyediakan menu ini dan laris manis diserbu oleh karyawan kantor. Gurami memang ikan yang mudah diolah menjadi aneka jenis lauk yang lezat, dagingnya yang gurih dan tidak amis selayaknya ikan air tawar lainnya menjadikan jenis ikan ini sebagai rajanya ikan air tawar. Tidak heran harganya pun tinggi di pasaran. Paling mantap memang gurami di goreng kering dengan minyak yang banyak sehingga garing dan crispy hingga tulang, sirip dan kepalanya yang besar itu bisa habis disantap. 

Mangga muda

17 April 2011

Sate Ikan


Bosan dengan ikan yang hanya di goreng, dipepes atau di sop? Nah, mungkin resep sate ikan yang saya posting kali ini bisa menjadi variasi menu lauk di rumah. Membuatnya tidak sulit walaupun harus melalui proses lipat-melipat dan bungkus-membungkus dengan daun pisang. Saya justru menganggapnya seperti sedang membuat prakarya ;). Ikan bandeng yang terkenal dengan durinya yang banyak biasanya diolah menjadi bandeng presto, tetapi dengan mengolahnya menjadi sate ikan maka duri yang mengganggu ini bukan lagi menjadi masalah besar. Karena untuk mambuat sate ikan ini, daging bandeng beserta duri-duri halusnya di blender hingga halus.

30 March 2011

Bandeng Bakar Sambal Dabu-Dabu


Di dekat kantor saya yang lama, juga di bilangan Kuningan, ada sebuah warung makan yang menyajikan bandeng presto bakar yang super lezat. Begitu lezatnya hingga pengunjung yang datang bukan hanya dari pekerja kantoran di sekitar daerah tersebut saja tetapi bahkan dari kantor-kantor yang cukup jauh jaraknya. Keunikan bandeng bakar atau goreng di warung tersebut adalah sambal bawangnya yang pedas. Jika umumnya ayam atau ikan bakar selalu disajikan dengan sambal terasi maka warung ini menggunakan sambal bawang yang terbuat dari cabai rawit merah dan bawang putih yang dihaluskan kemudian disiram dengan minyak panas bekas menggoreng bandeng. Memang sedap sih, tetapi setelah menyantapnya, anda harus segera menggosok gigi karena bau bawang yang seakan tidak hilang di seantero mulut :).

27 January 2011

Bandeng Masak Pindang Serani



Siapa sih yang tidak suka memasak masakan yang praktis, mudah dan cepat tetapi juga lezat? Saya termasuk salah satu pendukungnya, jika browsing di internet atau membaca buku/majalah mengenai resep masakan maka saya berusaha untuk mencari yang mudah dan cepat. Ternyata di kantor pun teman-teman saya rata-rata mempunyai pemikiran yang sama. Bagi pekerja kantoran seperti saya yang waktu untuk memasak sangat terbatas kecuali di hari libur maka resep dengan pengolahan yang ribet selalu dihindari. 

Saya punya tips memasak yang mungkin bisa anda coba di rumah:
  1. Untuk menghaluskan bahan-bahan bumbu seperti ketumbar, bawang merah, bawang putih dan bumbu lainnya saya menggunakan blender.
  2. Cabai merah keriting biasanya saya beli dalam jumlah yang agak banyak, saya haluskan menggunakan blender dengan speed yang paling rendah agar biji cabai tidak halus tergiling. Kemudian saya masukkan ke dalam plastik-plastik kecil cukup kira-kira untuk 1 porsi masakan. Masukkan deh ke dalam freezer, cabai beku ini tahan hingga  1 bulan. Cara ini selain menghemat waktu ketika memasak juga membuat cabai awet, apalagi saat harga cabai mahal seperti sekarang, menyimpannya di kulkas begitu saja tidak akan membuatnya tahan lama. 
  3. Ketumbar dan kemiri saya sangrai terlebih dahulu, selain supaya lebih harum dan awet (kemiri suka sekali dimakan sejenis serangga bubuk) juga membuat ketumbar lebih mudah dihaluskan karena renyah. Untuk kemiri, cara ini mengurangi bau langunya. 
  4. Saya suka sekali menggunakan daun bawang pada masakan, hanya sayangnya daun bawang ini mudah sekali rusak walaupun di kulkas. Nah, biasanya supaya awet, daun bawang saya bersihkan, iris-iris kemudian masukkan plastik dan bekukan di freezer. Kalau butuh saya tinggal ambil secukupnya di freezer. Cara ini membuat daun bawang awet tetapi tidak mengurangi keharumannya.
  5. Daun jeruk yang harum, sedap untuk bumbu ikan kuah asam dan aneka masakan manado dan padang. Biasanya jika cuma dibiarkan di begitu saja di suhu kamar maka daun jeruk akan mudah kering dan warnanya menjadi kecoklatan, baunya juga tidak harum lagi. Supaya awet dan tidak cepat kering, biasanya saya bungkus dengan kertas kemudian dimasukkan ke kulkas bagian bawah (bukan freezer ya). Cara ini membuat daun jeruk walaupun kering, warnanya tetap hijau dan baunya tetap harum.
  6. Untuk masakan, saya suka masakan berkuah dimana didalamnya saya bisa memasukkan sayuran dan lauk sekaligus di dalamnya. Contohnya sup ayam atau sup bakso, sayur bayam dengan tahu atau sup ikan dengan sawi putih. 
Resep bandeng pindang serani di bawah ini salah satu contohnya, walaupun resep aslinya tidak menambahkan sayuran tetapi biasanya saya masukkan sawi putih, jamur, atau wortel kedalamnya supaya lebih lengkap. Untuk menyantapnya bisa dimakan begitu saja atau dengan menambahkan nasi putih. Hmm, segar, sedap dan praktis. 

Bagaimana dengan tips memasak anda di rumah? Mungkin anda bisa membaginya disini juga. 

31 December 2010

Pecak Ikan Gurame


Ketika saya sedang memposting artikel resep ini saya baru saja menikmati sepiring nasi panas dengan pecak ikan gurame sambil bertanya-tanya, apakah ada makanan yang lebih laziz dibandingkan ini serta dalam hati mengucap syukur atas kuliner Betawi yang mantap habis. 

Pecak ikan gurame ini hanya satu dari sekian banyak masakan Betawi yang saya sukai kecuali tentu saja, semur jengkol :). Memang enak ketika sedang menyantap semur atau rendang jengkol tetapi setelahnya... Eng ing eng, tobat! Aroma kamar mandi dan BB mulut membuat setengah pingsan (lebay dot com).


Resep pecak ikan gurame ini hasil browsing beberapa web kuliner dan buku masakan kemudian saya mencobanya untuk melakukan modifikasi sendiri dengan menambahkan beberapa bahan di bumbunya. Hasilnya adalah kuah pecak yang kental, sarat bumbu dan nutty karena saya menambahkan kacang tanah dan mete goreng yang dihaluskan. Untuk ikannya anda bisa menggunakan ikan air tawar lainnya selain gurame, misalnya ikan mas, ikan mujair atau lele.  Perciki kuah pecak dengan air jeruk nipis, rasa asam segar jeruk cocok sekali berpadu dengan kuah pecak yang kental membuat nafsu makan semakin bertambah.

Pecak gurame ini layak anda coba untuk memperkaya variasi lauk di rumah anda. Berikut resepnya.  


15 December 2010

Gurame Acar Kuning ala My Mother


Gurame merupakan ikan air tawar yang paling saya gandrungi. Yah, siapa sih yang tidak suka dengan ikan yang satu ini? Dagingnya lembut dan tidak bau lumpur serta jika digoreng garing semua bagian ikan hingga kepalanya bisa dilahap, hingga membuat si Meong 'kesel' minta ampun. Ikan ini juga flexible alias diolah menjadi aneka masakan juga oke. Mau di masak utuh atau di fillet cocok-cocok saja. 

Kali ini saya akan membuat gurame acar kuning, resep ini dari Ibu saya yang suka memasaknya untuk keluarga. Biasanya Ibu saya menggunakan ikan laut seperti kembung, selar, tongkol, atau kakap. Semuanya enak. Saya juga memasukkan wortel dan ketimun sehingga hidangan ini lebih lengkap jika anda malas untuk memasak sayur.

Anda bisa menggunakan gurame utuh dan menggorengnya dalam minyak yang banyak hingga ikan garing ketulang dan siripnya. Atau minta ke abang penjual ikan untuk mem-fillet-nya, supaya keluarga anda  mudah menyantapnya.

07 December 2010

Mangut Ikan Pe (Pari) Asap



Hari Sabtu kemarin, pagi-pagi saya sempatkan untuk pergi ke pasar Blok A di dekat rumah untuk berbelanja mengisi kulkas yang semakin melompong. Jalan kesana kemari berkeliling di pedagang sayur-sayuran dan bumbu, saya tertarik melihat si Mbak penjual pindang ikan tongkol dan ikan pari (pe) asap. Baik pindang tongkol maupun ikan pe asapnya terlihat masih segar. 

Ikan Pe Asap

Lirak-lirik, si Mbak nawarin. "Ikan pari asapnya segar lho Mba dan murah", tawarnya. Murah? Berapa? Dua ribu rupiah sepotong ukuran separuh telapak tangan saya. "Enaknya dimasak apa ya Mbak?" tanya saya. Beberapa kali saya makan ikan pari paling banter hanya di bakar saja. "Mangut Mba,  sedep. Buatnya juga gampang, yang penting pakai kencur". 

Hmm, membayangkan ikan pari asap bergelimang bumbu mangut dan santan kental sepertinya lezat sekali. Berbekal resep mangut dari si Mbak penjual ikan sayapun bereksperimen di dapur. Hasilnya memang laziz. 

28 November 2010

Bandeng Isi = Bandeng Bebas Duri


Waktu saya dulu tinggal di Malang selama 3 bulan dalam rangka mengikuti bimbingan belajar selepas lulus SMA, ibu kos saya di Malang sering membuat masakan bandeng isi. Saya biasanya menyebutnya dengan otak-otak bandeng. Membuatnya memang sedikit memakan waktu tapi hasilnya adalah bandeng yang bisa dimakan dengan nyaman dan rasanya juga lezat.

Untuk membuatnya diperlukan ikan bandeng yang berukuran cukup besar agar mudah mengeluarkan duri dan dagingnya. Dagingnya kemudian kita pisahkan dengan duri dan dicampur dengan bumbu sebelum dimasukkan kembali ke dalam kulit bandeng. Hasilnya bandeng yang bebas duri. 


27 November 2010

Sop Ikan Patin ala Sragen



Nah, menu yang ini juga hasil iseng-iseng melihat video di Okefood.com selain Bothok Ikan Patin yang pernah saya posting sebelumnya. Resto yang menyajikannya juga sama-sama berada di Sragen. Rupanya ikan patin melimpah ruah disana sehingga variasi masakan berbahan ikan ini banyak ragamnya.

Saya tertarik mencobanya karena bumbunya yang berbeda dari sop ikan lainnya yang pernah saya coba plus irisan nanas membuat sop ikan patin yang satu ini menjadi spesial dengan rasa yang sangat segar. 

Di video diperlihatkan si Bapak pemilik resto merebus dulu ikan patin sebentar di air mendidih mungkin untuk menghilangkan bau tanah ikan yang membuat saya malas mengolah ikan satu ini.

Hasilnya memang mantap!

Bothok Ikan Patin Sragen ala Just Try & Taste


Iseng-iseng melihat video di Okefood.com, eh ketemu dengan masakan bothok ikan patin. Bothok ini dijual oleh sebuah warung makan di Sragen, sebuah kota di Jawa Tengah yang dekat sekali jaraknya dengan kampung halaman saya, Ngawi. 

Beberapa kali singgah di Sragen, saya belum pernah mampir ke warung makan tersebut untuk mencicipi bothok patin-nya yang terkenal. Melihat videonya, air liur saya mengalir. Tapi apalah daya? Kalau saja si warung masih ada di seputaran Jakarta, saya mungkin masih nekat mengunjunginya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...