Showing posts with label Ikan Air Tawar. Show all posts
Showing posts with label Ikan Air Tawar. Show all posts

03 April 2014

Balado Ikan Asin dan Petai: Nampol enaknya!


Ikan asin dan petai dalam gelimangan sambal balado yang merah membara ini memang luar biasa sedapnya. Tips agar sambal tahan lama dan terasa sedap adalah menumis bumbunya hingga benar-benar matang dalam minyak yang banyak.

 
Memilih petai bukanlah salah satu keahlian saya, ini karena sayuran beraroma unik ini jarang saya konsumsi. Nah Sabtu kemarin kala kantor saya mengadakan acara jalan-jalan bersama ke Anyer kami pun terdampar di Pantai Carita yang penuh sesak dengan pedagang makanan. Sebenarnya kondisi ini sedikit mengesalkan dan mengganggu privasi. Bagaimana tidak? Mulai sejak kaki ini menginjakkan diri di pasir yang berwarna hitam hingga kembali ke dalam bis untuk pulang, ibu-ibu penjual ikan asin, petai atau jasa pijat sibuk menawarkan dagangannya. Bahkan saat kami menggelar tikar di hamparan pasir dan mulai membuka ransum makan siang, para pedagang ini dengan santainya berdiri mengelilingi tikar yang kami duduki, tak peduli saat itu kami sedang sibuk membagikan nasi dan aneka lauk serta bersiap hendak bersantap siang. Awalnya memang terasa risi namun lama-lama akhirnya kami kebal juga. ^_^


09 January 2014

Sambal Seruit dan Ikan Bakar a la Mas Moko - Siapkan nasi segunung untuk menyantapnya!


Tidak ada yang lebih lezat selain masakan yang simple dibuat. Menurut saya begitu, karena banyak sekali makanan sedap yang mengundang kita untuk menyantap bergunung-gunung nasi di piring terbuat dari bahan yang mudah didapat dan sederhana untuk dibuat. Contohnya resep seruit yang kali ini saya tampilkan. Resep ini dipraktekkan langsung oleh kakak ipar saya, Mas Moko,  kala saya berlibur ke Batam minggu lalu. Seruit yang merupakan sambal khas Lampung ini mungkin berbeda dengan yang akan anda temukan pada ratusan resep di internet. Rata-rata sambal seruit yang beredar disana menggunakan cabai merah dan terasi di dalam bahannya, namun percayalah versi yang ini super nendang rasanya. 


Dimulai dari cerita kakak saya, Wulan, tentang sambal seruit dan ikan mas bakar yang selalu disajikan di rumah mertuanya kala mereka berkunjung ke Lampung, daerah asal kakak ipar saya. Dan promosi panas dari Rup, asisten rumah Wulan yang menggambarkan sambal seruit buatan Mas Moko sebagai makanan tersedap yang pernah dia cicipi (ehem, terkadang Rup memang agak lebay). Otak foodie saya yang selalu  bergairah dengan segala macam makanan dan resep tentu saja langsung 'on' dengan cepat. "Ayo kita buat"! Teriak saya antusias. Jadilah di suatu sore yang cerah, sepulang kerja Wulan dan suaminya dari rumah sakit, kami menuju ke lantai tiga tempat di mana sebuah pemanggang gas bercokol disana. Sedikit aksi bakar-membakar dan ulek-mengulek, tiga puluh menit kemudian bibir kami semua mendesah kepedasan dan mulut pun mengeluarkan teriakan, "Mantap!" ^_^


07 January 2014

Arsik Ikan Mas - Rasanya Juara! ^___^


"Waktu Mama di Batam, si Rup masak arsik ikan mas,"cerita Ibu saya sebulan yang lalu setelah kunjungannya selama satu minggu di rumah kakak saya, Wulan, di Batam. "Wah mantap! Enak"? Tanya saya penasaran. "Masaknya sampai empat jam, bumbunya banyak tapi rasanya biasa saja." Penjelasan Ibu saya itu membuat saya tertawa. Saya bisa membayangkan Rup, asisten kakak saya yang disela-sela kesibukannya mengurus Ellan, putra semata wayang Wulan, harus juga berjibaku di dapur membuat masakan istimewa bernama arsik. Dari sisi Wulan, saya tahu dia pasti bermaksud memberikan pelayanan terbaik kepada Ibunda dan dari sisi Rup, saya seratus persen percaya misi terselubungnya adalah memamerkan satu  lagi keahliannya memasak masakan dari daerah lain selain Jawa. ^_^


11 December 2013

Tod Man Pla - Spicy Fish Cake a la Thai


Hasil bersih-bersih freezer yang saya lakukan semalam membuat saya takjub sendiri, tanpa terduga saya menemukan segepok fillet ikan gindara yang membeku disana.  Saking seringnya saya menumpuk bahan makanan di freezer membuat saya terkadang terlupa, benda apa sajakah gerangan yang mendekam disana. Seingat saya, fillet ini diberikan oleh adik saya Wiwin sekitar sebulan yang lalu. Potongan daging ikan berwarna putih ini sedap untuk diolah menjadi aneka makanan tapi kali ini saya akan mewujudkan satu resep yang sudah lama saya idam-idamkan untuk dicoba, tod man pla. Makanan a la Thai ini terbuat dari daging ikan yang digiling hingga halus dan dicampurkan dengan aneka bumbu dan digoreng hingga matang. Sebenarnya mirip-mirip dengan otak-otak khas Tanjung Pinang yang pernah saya posting sebelumnya disini, yang membuatnya berbeda otak-otak dibungkus dengan daun kelapa atau daun pisang dan dipanggang sedangkan tod man pla proses memasaknya seperti perkedel. Namun untuk rasanya, kedua makanan ini super gurih, spicy dan sangat lezat.

25 September 2013

Nila Kukus Siram Bumbu Pedas - Lebih Sehat Dengan Kukus!


Mencoba membuat makanan yang 'lebih sehat' dari biasanya memang kadang perlu memutar otak sedikit. Makanan sehat identik dengan rasa yang tidak selezat umumnya, dan itu yang tidak saya inginkan. Saya suka makan dan suka bereksperimen dengan resep dan masakan, jadi kalau saya bisa membuat makanan yang sehat dengan cita rasa lezat, mengapa itu tidak diwujudkan? Untuk menunjang itu maka pemilihan bahan makanan yang digunakan dan proses memasak memegang peranan yang penting disini. Saya ingin bahan yang segar, low fat, minimalis dalam bumbu, tidak melalui proses penggorengan, mudah, cepat dan mudah dan cepat. Dua kata terakhir muncul beberapa kali bukan karena salah pengetikan tetapi karena mudah dan cepat sangat diperlukan jika anda pekerja kantoran seperti saya yang hanya memiliki waktu yang sempit di pagi hari. 

Kukus dan rebus selalu menjadi alternatif pilihan terbaik karena prosesnya yang cepat, dibandingkan misalnya anda harus memanggang atau memepesnya. Tetapi betapa hambarnya hidup ketika kotak makan siang dibuka yang ada hanya sepotong dada ayam rebus, tempe tahu kukus dan sayuran rebus. Bisa dipastikan setelah satu minggu menyantap menu ini, maka di hari ke-8 saya akan nangkring di Burger King dan memesan semua burger yang terpampang disana. Plus tentu saja bersama segentong minuman soda. Jadi apakah ada masakan enak, sehat dan mudah untuk disiapkan? Jawabannya tentu saja banyak, salah satunya adalah yang saya posting kali ini. ^_^


17 September 2013

Pepes Ikan Mas & Info Penting Seputar Ikan yang Perlu Anda Ketahui

Pepes Ikan Mas Duri Lunak

Melihat ikan mas yang sedang berenang-renang di akuarium besar di supermarket selalu membuat saya teringat dengan pepes. Jika bagi banyak orang memandang ikan yang berenang bisa membuat pikiran menjadi rileks dan tenang, saya justru ngiler membayangkan sebungkus pepes ikan yang pedas, penuh rempah dan super, super tasty. Bayangkan! Oke memang susah berurusan dengan otak foodie seperti saya, apapun bisa saya asosiasikan dengan makanan. Nah berbicara tentang ikan, anda yang sering membaca postingan saya pasti akan tahu betapa cintanya saya dengan makanan yang terbuat dari ikan dan teman-teman seafood-nya. Selama ini ikan laut selalu menjadi pilihan utama dibandingkan ikan air tawar karena rasanya yang lebih gurih, tasty dan aromanya yang tidak seamis ikan air tawar. Hanya beberapa jenis ikan air tawar saja yang saya gemari seperti gurami, nila atau mujair, itupun selalu saya masak dalam kondisi tergoreng kering.  

Ikan memang menyehatkan, merupakan sumber protein yang tinggi dengan kalori yang rendah. Namun dibalik itu semua ada hal-hal yang harus anda waspadai saat mengkonsumsinya. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk ikuti terus postingan kali ini.



18 July 2013

Ikan Bawal Kuah Pecak


Beberapa waktu yang lalu, ketika adik saya Wiwin hendak merayakan ultahnya, maka kami berencana untuk mengumpulkan anggota keluarga yang ada di Jakarta untuk bersantap siang bersama di luar. Biasanya kalau dalam situasi seperti ini tiba-tiba saja tidak ada satupun restoran oke yang terekam di kepala. Saya dan Wiwin pun akhirnya sibuk googling sana-sini mencari restoran dengan kapasitas meja yang cukup besar, ber-AC dengan makanan yang enak dan terjangkau harganya. Pencarian saya justru membuat saya terdampar ke sebuah warung makan Betawi yang letaknya tidak jauh dari rumah adik saya. Namanya rumah makan Betawi H. Muhayar. Dari banyaknya rekomendasi menarik yang diberikan di internet membuat kami pun menjadi penasaran dengan rasa pecak ikan gurame yang menjadi favorit restoran tersebut. 


"Yuk kita cek dulu saja sebentar tempatnya. Kalau oke kita makan disana saja", usul Wiwin dan lima menit kemudian meluncurlah kami kesana. Walau jam masih menujukkan pukul sebelas siang namun warung telah cukup ramai dengan banyaknya pengunjung yang bersantap. Melihat tampilan makanan yang tersaji di masing-masing meja membuat kami menelan air liur, sepertinya menu pecak memang menjadi menu andalan disini, terbukti dari banyaknya pengunjung yang memesan makanan tersebut. Jenis ikannya bisa bervariasi, mulai dari gurame, lele, atau gabus yang digoreng namun guyuran kuah sambal di atasnya sama, kuah pecak. Sayangnya, warung makan tersebut tidak ber-AC dan kurang representatif untuk acara kami - mengingat keponakan-keponakan saya yang masih rata-rata berusia tiga bulan hingga 9 tahun - sehingga kami pun batal untuk santap siang di restoran itu. Tapi tunggu dulu, dua bungkus pecak gurame tetap saya pesan untuk dibawa pulang. Mana mungkin kan saya menyia-nyiakan kesempatan menikmati pecak H. Muhayar yang terkenal ini? ^_^


10 April 2013

Mujair Garing Siram Saus Rica-rica


Entah kenapa walau ikan mujair selalu banyak tersedia di pasar dengan harga yang murah, saya tidak tertarik untuk membelinya. Membayangkan daging ikan yang tipis dan lebih sedikit porsinya dibandingkan dengan bagian duri, sirip dan kepala yang membuat saya malas mengolahnya. Ikan seperti ini hanya mantap jika digoreng kering dalam rendaman minyak panas yang banyak. Nah, menggoreng ikan hingga kering merupakan salah satu metode memasak ikan yang saya hindari karena membuat asam lemak omega 3 yang terkandung di ikan menjadi berkurang. Tetapi ketika terakhir kali saya mengunjungi Mba Yayuk, penjual ikan langganan, setumpuk mujair baru saja tiba dalam kondisi masih sangat fresh. Kali ini saya pun menyerah, tanpa pikir panjang lima ekor ikan masuk ke dalam timbangan. Si asisten Mba Yayuk dengan cekatan lantas menyiangi dan membelahnya memanjang hingga ikan menjadi pipih, terbelah sampai ke bagian kepalanya. Cara ini membuat ikan mudah kering kala di goreng. 

Menyantap ikan mujair begitu saja dalam kondisi tergoreng kering sebenarnya sudah cukup lezat, namun dengan siraman sambal rica-rica yang merah membara dan pedas pasti akan lebih afdol. Apalagi jika ditambah dengan daun kemangi dan kucuran air jeruk nipis yang asem segar. Hmm, gebetan lewat pun tak terlihat, yang jadi masalah gebetan  siapa yang lewat? Hiks. ^_^


11 March 2013

Homemade Bandeng Presto


Di pasar Blok A, dekat dengan rumah Pete, ada seorang ibu penjual ikan yang menjadi langganan favorit saya kala belanja ikan dan seafood di pasar. Koleksi ikannya sangat fresh, terjamin baik dan bervariasi. Kalau urusan seafood memang kondisi yang fresh menjadi syarat utama, dan koleksi dagangan si Ibu Yayuk ini memang terlihat jauh berbeda dengan pedagang ikan lainnya bahkan dibandingkan dengan supermarket sekalipun. Tak heran walau harganya sedikit lebih mahal namun peminatnya luar biasa banyak. Saya harus berangkat pagi-pagi sekali jika ingin mendapatkan aneka ikan yang lengkap sebelum diborong oleh yang lainnya. 

Selain ikan segar, si Ibu juga menjual bandeng presto bikinannya sendiri. Nah, bandeng prestonya ini laris manis sehingga datang di pukul tujuh pagi pun alamat pasti terlambat, semua bandeng presto sudah habis terjual. Tidak heran karena bandeng presto buatan Bu Yayuk mantap dan rasanya lezat. Rempah-rempah dan bumbunya  kuat terasa, menggunakan bahan-bahan yang fresh sehingga rasa ikan yang dihasilkan jauh berbeda dengan bandeng presto yang umum dijual. Kelebihan lainnya adalah bebas pengawet dan jika anda beruntung memperolehnya, ikan terkadang masih dalam kondisi yang hangat. Mantap!


15 February 2013

Homemade Sarden Ikan Bandeng dengan Panci Pressure Cooker


Sarden kalengan memang sedap. Rasanya yang khas berpadu dengan daging dan tulang ikan yang lembut, memang menjadikan sarden kalengan sebagai teman nasi panas yang sangat pas.  Selain itu makanan ini super cepat untuk disiapkan, hanya dengan menambahkan rajangan bawang merah, bawang putih, cabai rawit dan jahe yang ditumis sebentar, dijamin semua penghuni rumah pasti doyan. Tidak heran waktu saya kecil, Ibu saya paling suka menyajikan makanan ini. Bagi kami penggemar ikan yang tadinya tinggal di Tanjung Pinang, Riau dan tiba-tiba harus pindah dan menetap di Paron, Ngawi, Jawa Timur, dimana ikan laut segar sangat sulit ditemukan, maka sarden kalengan menjadi pelepas rindu yang sempurna. 


15 October 2012

Pindang Ikan Patin


Satu hal utama yang membuat saya enggan memasak ikan patin adalah bau amis plus bau lumpurnya yang kuat (bagi indra penciuman saya tentunya). Bahkan menurut saya, baunya jauh lebih kuat dibandingkan dengan ikan bandeng yang bagi sebagian orang juga dianggap sebagai ikan berbau lumpur. Namun demikian harus saya akui, ikan patin memiliki daging yang super lembut dan berlemak, yang jika bau lumpurnya lenyap merupakan salah satu ikan yang cukup saya gemari. Beberapa kali saya memasak ikan patin, terus terang saya belum merasa puas dengan hasilnya, bukan dengan bumbu dan rasa masakannya tetapi dengan bau ikan yang tetap kuat terasa walau telah di luberi dengan aneka bumbu yang berlimpah. Salah satu masakan ikan patin yang pernah saya posting sebelumnya yaitu Sup Ikan Patin ala Sragen, anda bisa klik di link ini jika berminat dengan resepnya, memasukkan buah nanas ke dalam kuahnya, dimana cara ini cukup membantu membuat sup ikan ini menjadi segar dan menutup rasa si lumpur.


26 February 2012

Bandeng Presto Masak Tauco dengan Cabai Merah Kering


Minggu yang luar biasa sibuk, dan semua seakan berjalan begitu cepat membuat saya sedikit terengah mengejarnya. Akibatnya blog menjadi jarang ter-update. Namun saya tetap dan akan tetap berusaha untuk melakukan regular posting dan menyisihkan waktu mencoba aneka masakan di dapur rumah Pete yang kondisinya saat ini seperti kandang pecah karena saya tak punya waktu dan tenaga untuk membersihkannya. Hmm, alasan yang dicari-cari sebenarnya, karena ketika waktu sedang agak luang saya justru memanfaatkannya hanya dengan berbaring di pulau kapuk sambil browsing tak tentu arah dan cekikikan chatting dengan beberapa teman. Benar-benar cara membunuh waktu yang sangat, sangat tidak bermanfaat dan please don't try this at home. ^_^


22 January 2012

Mujair Masak Woku Daun


Berniat untuk hidup sehat dan bugar di tahun 2012, di hari Sabtu pagi yang kelabu dan mendung saya telah siap dengan sepatu kets, celana pendek sedengkul dan kaus oblong di depan rumah. Pukul setengah enam kurang, jalanan di depan ruman Pete terlihat lengang dan temaram. Baguslah! Karena hari ini saya akan jogging berkeliling kompleks, mencari udara segar, keringat dan tentu saja tujuannya untuk membakar kalori. Sebelum berangkat sebenarnya saya telah menggedor pintu kamar Tedy, kamar adik saya ini terdengar hening pertanda penghuninya masih lelap tertidur. 

Tiga kali gedoran dan satu kali teriakan memanggil namanya, Tedy keluar dari kamar dengan mata menyipit dan rambut awut-awutan. "Lari pagi yuk!" ajak saya antusias berusaha mencari teman. Tedy mendelik seakan tak percaya mendengar ajakan saya, "Apa? Nggak lihat di luar masih gelap begini"? ujarnya. Saya tahu di luar memang masih setengah gelap tapi seakan dihipnotis saya menoleh juga keluar jendela. "Udah terang ah, habis lari mampir ke pasar Blok A sekalian belanja". Motivasi belanja rupanya tidak nendang juga di kepala adik saya ini. "Nggak ah, aku mau cuci mobil". Saya pun keluar rumah sambil bersungut-sungut dan tak habis pikir sendiri, apa hubungannya cuci mobil dengan lari pagi ya? Sementara si pemilik mobilnya saja kembali molor di atas kasur. 


01 December 2011

Bandeng Masak Tauco


Ikan goreng yang dimasak tauco seperti ini merupakan salah satu lauk favorit di keluarga kami. Tidak pernah membuat bosan walaupun berulang kali dimasak dan sering kali menjadi alternatif lauk penyelamat kala kehabisan ide menu masakan di rumah. Rasa dan aroma tauco yang khas memang jarang gagal untuk membangkitkan nafsu makan. Tidak perlu bersusah payah menggunakan aneka bumbu yang sulit, cukup dimasak dengan bumbu tumisan yang simple seperti yang saya tampilkan kali ini telah cukup membuat anda menambah nasi di piring hingga berulang kali. Untuk ikannya sendiri bisa disesuaikan dengan selera anda, jenis ikan apapun oke, namun biasanya saya menggunakan ikan bandeng, selar, kembung atau tongkol yang digoreng terlebih dahulu hingga matang kecoklatan. Tak perlu ditanyakan, rasa bandeng masak tauco ini sungguh luar biasa. ^_^

24 August 2011

Sup Segar Ikan Gurame dan Sawi Asin


Buka puasa weekend kemarin memang luar biasa, luar biasa kenyang maksud saya ^_^. Walaupun saya dan Tedy telah berbuka puasa dengan menyantap iga bakar dan sup konro di resto Haji Mamink, Tebet, namun sampai di rumah ketika memasak untuk sahur saya masih menyikat satu mangkuk sup ikan gurame dan sawi asin yang segar dan lezat ini. Rencananya si sup akan dimakan pada saat sahur karena kebetulan saya masih punya separuh ikan gurame beku di freezer. Tetapi ketika masakan telah matang, baunya harum menguar, rasa kuah yang gurih dan potongan sawi asin yang menggoda membuat saya benar-benar tidak bisa menahan diri. Awalnya hanya semangkuk kecil sup ikan yang saya santap, namun kala trip kedua kali ke dapur saya pun mengambil porsi kedua menggunakan piring besar. Alhasil, perut saya benar-benar membengkak kekenyangan, hati didera rasa berdosa serta tentu saja penyesalan, karena saya harus memasak lauk untuk sahur... lagi ^_^


20 August 2011

Balado Ikan Bandeng & Kentang


Sambal balado, menu desperate yang selalu digemari semua orang, kecuali tentu saja bagi mereka yang tidak suka dengan cita rasanya yang pedas. Dan minggu kemarin saya benar-benar desperate, bingung mau membuat lauk apa untuk sahur bersama Tedy yang minggu lalu menginap di rumah Pete. Freezer saya sudah bisa ditebak isinya: ikan selar, ikan ekor kuning, ikan tuna, ikan dori fillet, ikan bandeng, ikan bandeng dan ikan bandeng. Fuiih, saya baru sadar ternyata saya memiliki bejibun ikan bandeng dalam kantong-kantong plastik berisi 4 - 5 potong ikan. Selama ini memang saya selalu menyimpan ikan, daging atau ayam dengan cara seperti ini. Jika baru saja pulang berbelanja mingguan dalam rangka mengisi freezer maka bahan makanan seperti ikan, seafood, daging atau ayam langsung saya siangi dan cuci bersih untuk kemudian saya masukkan dalam plastik terikat rapat berisi 4-5 potong yang pas untuk satu kali memasak. 


12 June 2011

Otak-Otak Tahu & Ikan Bandeng dengan Saus Kacang


Ide otak-otak tahu dan ikan bandeng ini tercetus ketika saya melongok kulkas dan menemukan 5 buah tahu kuning yang telah menginap beberapa hari di kulkas. Saya sedang tidak bernafsu makan tahu goreng jadi dengan sedikit modifikasi bersama ikan bandeng di freezer, saya pun memutuskan untuk bereksperimen sedikit sambil memanfaatkan kulit kembang tahu yang masih ada. Semua bahan saya haluskan dengan food processor beserta bumbu-bumbu racikan, kemudian saya bungkus dengan kulit kembang tahu dan dikukus. Trala, jadilah otak-otak tahu ikan bandeng yang lezat. Untuk saus kacangnya saya memanfaatkan sambal pecel yang dibawa oleh Ibu saya dari Ngawi. Hmm, sambal pecel Ngawi terkenal lezatnya lho, next saya berencana untuk membagi resep sambal pecel  ala Ibu saya di sini.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...