Ketika kebanyakan anda mungkin menghabiskan buka puasa hari pertama di rumah bersama keluarga, maka saya berdua teman saya, Sintya, justru sibuk keluyuran di Plaza Semanggi. Hari Sabtu, malam Minggu, jalanan yang biasanya macet kini berubah lengang. Plaza Semanggi yang selalu ramai dengan pengunjungnya kini terlihat lebih sepi dibandingkan hari biasa. Awalnya kami berniat untuk berbuka puasa di roof top Plaza, salah satu restoran andalan, Ratja Ketjil, tiba-tiba selama Ramadan menerapkan sistem paket per orang minimal harus makan setara dengan delapan puluh ribu rupiah. Wah, sayangnya saya dan Sintya tidak begitu bernafsu untuk makan hingga segitu banyaknya, di kepala saya justru sejak siang telah membayangkan bergalon-galon Thai tea ala Hanamasa yang alamak laziz-nya. Rasanya terlalu berat di tanggal tua begini makan berdua harus menghabiskan seratus enam puluh ribu rupiah. Alhasil, buku menu pun kami kembalikan dan kami melenggang keluar dari restoran dengan senyum manis. ^_^
Showing posts with label Bubur. Show all posts
Showing posts with label Bubur. Show all posts
22 July 2012
Bubur Mutiara & Talas: Berbukalah dengan yang manis ^_^
Label:
Bubur,
Hidangan Berkuah,
Ramadhan,
Talas
07 August 2011
Es Pisang Ijo
Siapa yang tak kenal dengan es pisang ijo? Makanan khas Makassar yang lezat ini memang banyak penggemarnya dan di Jakarta umum dijumpai karena banyak yang menjualnya, entah sebagai salah satu menu di resto khas Makassar atau dijual dalam bentuk bungkusan plastik mika yang praktis. Sesuai namanya, es pisang ijo merupakan makanan yang berwarna hijau terbuat dari pisang yang terbalut adonan tepung beras yang disajikan bersama dengan saus semacam bubur sumsum, potongan es batu dan siraman sirup merah coco pandan. Ketika es batu mencair maka akan tercipta kuah yang gurih karena kandungan santan di adonan pisang ijo dan saus buburnya.
03 August 2011
Bubur Sumsum dengan Kuah Pisang dan Nangka
Hari pertama buka puasa memang benar-benar 'bencana' - bagi saya tentunya - jam kantor yang berakhir di pukul setengah lima selama di bulan Ramadhan ternyata tidak membuat saya tiba di rumah lebih cepat. Walaupun sehari-hari di depan Mall Ambasador memang macet terutama saat jam 5 ketika semua karyawan baik kantor maupun mall bersamaan bubar dari tempat kerjanya masing-masing dan antri dengan manis di tepi jalan mencari angkutan umum, ternyata kemacetan itu belum apa-apa dibandingkan dengan sekarang. Parah! Kendaraan umum begitu susah dan selalu full, ujung-ujungnya saya pun berjalan hingga ke Jalan Sudirman berfikir disana pasti lebih banyak kesempatan dan ternyata saudara-saudara, hasilnya sama saja. Nihil. Sayapun berbuka puasa dengan mengguyur tenggorokan dengan sebotol aqua dan ketika sedang berdiri di tepi jalan terguyur debu dan asap knalpot, saya melihat pedagang bubur sumsum yang laris manis dikerubuti pembelinya. Hmm, ide bubur sumsum dengan kuah pisang dan nangka ini pun saya contek dari sana. Rasanya lezat.
27 March 2011
Bubur Manado: Si Campur Aduk yang Nikmat
Hari ini ketika saya melongok rice cooker, saya baru tersadar jika nasi di cooker masih setengah penuh dan yang bikin tambah 'puyeng' adalah saya memasak nasi sedikit lembek. Hmm, putar otak ke kanan dan ke kiri hanya satu masakan yang saya kira cukup layak untuk dimodifikasi dari si nasi lembek: bubur. Next question-nya adalah bubur apa ya? Bubur ayam? Waduh, mengingat aneka pernak-perniknya yang kompleks membuat semangat saya menjadi terbang. Bubur Manado? Yup, sepertinya itu pilihan tepat apalagi akhir-akhir ini konsumsi saya akan sayuran agak berkurang, jadi tanpa berfikir ulang lagi saya segera mempersiapkan bahan-bahannya.
![]() |
| Daun Gedi |
Label:
Bubur,
Nasi dan Lontong,
Sayuran
22 March 2011
Bubur Candil Pelangi
Sebagai orang Jawa yang juga lahir dan dibesarkan di Jawa, maka penganan bernama bubur sudah tidak asing lagi bagi saya dan Tedy. Apalagi keluarga dari Bapak yang Jawa tulen, kebetulan memang penggemar berat bubur. Mulai dari bubur beras, bubur ketan, bubur dari pati ganyong, bubur gaplek, bubur sumsum, bubur candil, merupakan sekian dari jenis bubur yang sering sekali dikonsumsi. Sarapan dengan menu bubur sumsum dan bubur candil dengan siraman santan kental menjadi pemandangan biasa sehari-hari.
Pengalaman masa kecil itupun ternyata terus berlanjut hingga sekarang, mencari bubur candil dan bubur sumsum di Jakarta jelas tidak mudah kecuali ketika bulan Ramadhan tiba, maka sebagai penggantinya bubur ayam menjadi sarapan pilihan utama di kantor saat ini. Namun terkadang jika teringat pada kampung halaman dengan bubur candilnya maka cara termudah dan tercepat adalah dengan membuatnya sendiri di rumah. Membuat bubur candil bukan pekerjaan susah, bahkan termasuk kategori masakan yang sangat mudah dibuat serta tidak memakan waktu yang lama.
Label:
Bubur
Subscribe to:
Posts (Atom)












