27 Maret 2011

Resep Bubur Manado - Si Campur Aduk yang Nikmat


Resep Bubur Manado JTT

Hari ini ketika saya melongok rice cooker, saya baru tersadar jika nasi di cooker masih setengah penuh dan yang bikin tambah 'puyeng' adalah saya memasak nasi sedikit lembek. Hmm, putar otak ke kanan dan ke kiri hanya satu masakan yang saya kira cukup layak untuk dimodifikasi dari si nasi lembek: bubur. Next question-nya adalah bubur apa ya? Bubur ayam? Waduh, mengingat aneka pernak-perniknya yang kompleks membuat semangat saya menjadi terbang. Bubur Manado? Yup, sepertinya itu pilihan tepat apalagi akhir-akhir ini konsumsi saya akan sayuran agak berkurang, jadi tanpa berfikir ulang lagi saya segera mempersiapkan bahan-bahannya.

Resep Bubur Manado JTT
Daun Gedi

Bubur Manado atau Tinotuan sangat mudah membuatnya, bubur yang terbuat dari beras ini biasanya ditambahkan aneka sayuran seperti bayam, kemangi, kacang panjang, kangkung dan jagung manis serta dilengkapi juga dengan labu kuning dan ubi rambat. Rasa-rasanya apapun aneka jenis sayuran bisa dimasukkan ke dalam bubur ini dan rasanya saya yakin masih tetap lezat. Untuk lauknya biasanya bubur disajikan dengan sambal cakalang atau ikan asin bulu yang renyah. Saya tidak punya keduanya tetapi saya punya tongkol yang mirip-mirip dengan ikan cakalang. Nah, kali ini saya menikmati bubur Manado dengan rica-rica tongkol pedas sebagai pelengkapnya. Hmm, mantap!

Resep Bubur Manado JTT

Ada satu daun lagi yang juga menjadi ciri khas bubur Manado, yaitu daun gedi. Kebetulan saya memiliki tanaman ini di pekarangan rumah. Daun gedi yang masih satu keluarga dengan kembang sepatu ini mempunyai daun yang berbentuk seperti daun singkong dan biasanya berfungsi sebagai pengental di bubur Manado. Bahkan bagi masyarakat Manado, bukan bubur tinotuan namanya jika belum menggunakan daun gedi sebagai salah satu campurannya. Informasi mengenai daun gedi ini akan saya tuliskan di posting khusus tersendiri. 

Resep Bubur Manado JTT

Bagi yang tidak terbiasa dengan gaya campur aduk si bubur sehat ini, karena teringat dengan makanan bayi, mungkin menjadi sedikit bergidik melihatnya. Namun saya rasa semua itu tidak ada artinya jika melihat gizi yang dikandungnya serta rasanya yang lezat. Bubur ini paling nikmat dimakan selagi panas. Taburi dengan ikan teri atau asin goreng plus sambal yang pedas untuk menghilangkan rasa eneg bagi yang tidak suka dengan bubur. Bagi keluarga yang sedang sakit menu ini juga bisa anda berikan untuk menambah stamina tetapi tentu saja minus sambalnya ya :) 

Berikut ini resep bubur Manado yang saya buat dengan memanfaatkan nasi yang kebetulan masih banyak tersisa. 

Resep Bubur Manado JTT

Bubur Tinotuan/Bubur Manado
Resep hasil modifikasi sendiri 

Bahan:
- 500 gram nasi
- 1 1/2 liter air
- 200 gram labu kuning potong dadu, ukuran 2 x 2 cm
- 100 gram ubi rambat kalau bisa yang berwarna kuning, potong dadu ukuran 1 x 1 cm
- 3 batang kacang panjang, potong ukuran 1 cm
- 2 genggam daun kangkung, rajang kasar
- 2 genggam daun bayam, rajang kasar
- 1 ikat kemangi, ambil pucuknya
- 5 lembar daun gedi, rajang kasar
- 1 buah jagung manis, iris untuk memisahkan dari tongkolnya

Bumbu:
1 sendok makan garam

Pelengkap (pilih salah satu):
- Rica-rica ikan tongkol
- ikan asin/teri goreng
- kecap asin
- sambal dabu-dabu

Cara membuat:
Masukkan nasi putih ke dalam panci beri air dan rebus hingga mendidih dan nasi berubah menjadi bubur. Masukkan ubi, labu kuning dan kacang panjang, masak hingga empuk. 

Resep Bubur Manado JTT
Resep Bubur Manado JTT

Tambahkan garam dan jagung manis, masak sebentar. Kemudian masukkan daun kangkung dan bayam. Aduk-aduk hingga layu. Terakhir masukkan daun gedi dan kemangi, aduk sebentar hingga bubur mengental. Angkat. 

Resep Bubur Manado JTT
Resep Bubur Manado JTT
Resep Bubur Manado JTT

Siapkan mangkuk, tuangkan bubur ke dalam mangkuk, taburi dengan tongkol rica-rica atau ikan teri/ikan asin goreng. Bubur siap disantap. Selamat mencoba ya.



42 komentar:

  1. Saya suka sekali masakan Manado walaupun bukan asli Manado. Bubur ini enak sekali dimakan untuk sarapan pagi, juga kalau mau diet; enak dimakan sore-sore. Ibu saya rutin membuat bubur ini seminggu 2 kali dan kami tidak pernah bosan. Terima kasih info tentang daun gedi itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ann, waduh komentarnya membuat saya menjadi terbayang2 dengan bubur manado yang sedap, hangat, gurih dengan ikan asin garing dan sambal pedas. Ngilerrrr.com, sayang saya harus memasaknya sendiri hiiikkksss. Thanks ya! Sukses selalu dan salam untuk Ibu Mba Ann ya. ^_^

      Hapus
    2. hai, artikelnya sangat berguna dan menarik ...
      saya berada di pulau jawa, kebetulan teman saya (asal manado) sering membuat bubur ini, dan rasanya enak sekali, setelah tau banyak kegunaannya daun ini saya memutuskan untuk meminta daun gedi di pekarangan rumahnya.

      Masih banyak masakan manado yang saya senangi salah satunya bubur manado ini.

      mungkin saya merekomendasikan bubur manado ini untuk di cicipi.. ^^

      thx

      Hapus
    3. Halo Mba, salam kenal juga. Yep, saya juga suka banget dengan bubur manado, yummy dan helthy, kalau pakai daun gedi jadi lebih kental tapi sedeppp hahhah, jadi ngiler dot com. Moga suka dengan resepnya ya. Sukses selalu ^_^

      Hapus
  2. mba Endang, daun gedi itu belinya di mana ya? baru denger soalnya, kalau daun Gedi di skip ga papa mba? ada penggantinya ga yang lebih mudah di dapat. makasiiiihhh...^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, saya belum pernah lihat daun gedi dijual di pasar.Biasanya ditanam di pekarangan2 rumah ya. Skip saja kalau nggak ada Mba, gakk papa kok ^_^

      Hapus
  3. mbak endang, ada juga loh makanan khas sulawesi selatan tepatnya dari enrekang yang mirip2 dengan bubur manado, tp lebih enak lagi karena pake herbs namanya Barobbo.. sygnya saya jg ga tau resepnya, kalau mbak tahu dishare dong..hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nurul, thanks infonya ya. yepp, pernah baca sekilas mengenai Barobbo, cuman resepnya saya juga gak punya wakkaka. Saya juga doyan banget sama bubur apalagi yang pakai sayur. Ntar deh coba dikulik2 dulu hehhehe.

      Hapus
  4. Mba kl nasi sisanya ga lembek bs ga sih dibuat bubur????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, bisa kok, rebus dengan air, bisa lembek dan jadi bubur.

      Hapus
  5. wah,, mantap nih... saya lagi belajar bikin bubur manado nih... :) mba,, mau tanya nih. itu kira-kira bisa buat berapa porsi ya??? soalnya saya mau jualan bubur manadao mba. Terima kasih sebelumnya mba. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, kira-kira bisa untuk 3 porsi ya. Bubur Manado paling enak dibuat langsung habis, atau bikin buburnya yang banyak, sayuran masuknya belakangan saat akan disantap.

      Hapus
    2. wah,, harus bikin banyak nih... hehehe... maksudnya sayuran masuk belakangan itu gimana mba?? kalau ada pesanan kita panasin lagi buburnya trus masukkin sayurnya, gitu ya mba?? maaf banyak nanya... :)

      Hapus
    3. Yep, sayurnya nanti saja waktu akan dihidangkan, jadi buburnya dipanaskan di panci lainnya secukupnya, masukkan sayuran dipanaskan hingga sayur matang. Soalnya kalau di sayur masuk semua ke bubur lama2 sayurnya hancur dan gak bagus lagi bentuk dan warnanya kalau dimasak terus2an.

      Hapus
  6. Mba bikinya kebnykn nih...bs diangetin gak ya bwt bsk???:s

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sari, masukkan kulkas saja, saat mau makan baru dihangatkan, ini untuk menghindari mengahangatkan sayuran hijau berulang kali.

      Hapus
  7. Dulu waktu tinggal dijakarta Mama mertua yg asli menado sering membuatkan bubur ini rasanya nikmatt sekali, setelah pindah pengen buat sendiri tapi blom PD, thx untuk resepnya ya mba, saya percaya pasti mantepp deh soalnya sudah beberapa resepnya mba saya coba dan hasilnya sangat memuaskan heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Angel, silahkan dicoba resepnya Mba, saya yakin Mba pasti bisa membuatnya sendiri dengan rasa gak kalah dari bubur Mama Mertua hehehhe. Thanks sharingnya ya

      Hapus
  8. Mba endang,kapan2 posting kokole dong mba
    Itu lho,puding jagung khas manado,enyakkkk,cuma aq ndak tau resepnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sya, iyaa, saya langsung cari info kokole, waah jadi ngiler, ditunggu saja yaaa

      Hapus
  9. Lho mbak Endang, bumbunya cukup garam aja yak.... ga pake bawang putih atau kaldu blok gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, yep resep asli sih memang cuman garam ya, monggo kalau mau ditambah bumbu laimya ya Mba

      Hapus
  10. halo mbak, pernah nyobain bubur paddas khas sambas Kalimantan Barat belum, banyak koq resepnya di inet, cuma belum pernah nemu resep aslinya di inet ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, wah saya juga belum pernah dengar bubur yang satu ini, semoga ada pembaca JTT yang asli Kalbar bersedia sharing yaaa hehhehe, thanks infonya Mba

      Hapus
  11. mba Endang, mau tanya kalo nasi diganti sama rolled oat itu bisa ga ya?
    soalnya suami saya hobi banget sarapan bubur oat, biar tambah variasi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rena, bisa ganti pakai oatmeal ya, versi yang lebih sehat dan tetap enak kok

      Hapus
  12. Mba Endang thank you so much sudah mau meluangkan waktu, tenaga, pikiran de el el menshare banyak resep yang yumm di blog keren ini. Terimakasih sudah membuatku berani bereksperimen di dapur. Terimakasih untuk resep nastarnya yang sudah saya coba dan berhasil menuai pujian dan pesanan saat lebaran kemarin, dan terimakasih untuk resep bubur manadonya yang rencananya akan menjadi salah satu menu jualan pagi hariku mulai beberapa hari ke depan melengkapi nasi kuning yang 2 minggu ini saya lakoni, dan terimakasih juga untuk resep cakenya yang Insya Allah besok akan saya praktekkan, melengkapi rencanaku membuat cake yang simpel, murah buat titipkan di warung warung dan satu lagi untuk resep sambal bakwan secara mulai lusa Insya Allah m3nu sarabba dan gorengan melengkapi lapak sederhanaku di sore hingga malam hari. "Jangan enek dengan kata terimakasihku ya mbak�� soale setelah lama menyusuri nih blog dan praktekkan beberapa resepnya nih kali pertama haturnuhun ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ani, salam kenal ya dan thanks sharingnya, Senang sekali JTT bisa bermanfaat ya mba, dan sukses untuk lapaknya yaaa

      Hapus
  13. Wah favoritku ini, Mbak Endang
    Sebulan bisa 3 - 4 kali buat
    Tapi belum pernah pakai daun gedi
    Sayangnya belum tahu nemu di mana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba astri, yep daun gedi memang agak2 susah ya, kebetulan kalau dijakarta banyak juga yang nanam, jadi kadang suka saya sikat wakakkakak

      Hapus
  14. Hai mba endang, bubur manado ini enak banget kalau pake sambal roa yg pedeessss, salam kenal dan makasi banyak resep resepnya ya mba :)


    Siti di papua

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba siti, wah iya mantap itu mba, saya maniak banget sama bubur ini wakakka

      Hapus
  15. Haloo mbak endang, sambal dabu dabu itu yg gmn ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba cek disini resepnya ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2012/10/ikan-kembung-panggang-rica-rica-siram.html

      Hapus
  16. Hello Mbak Endang
    Wah jadi ingat kampung halaman nih ^^
    Sayur gedi bagus banget memang untuk melancarkan pencernaan, ada gedi putih dan ada gedi merah. Yang mbak Endang gunakan gedi putih. Kalau gedi merah lebih langka tapi khasiatnya juga bagus.
    Kalo di Manado, Tinutuan juga bisa dimakan dengan sambal terasi ulek dan pelengkapnya tahu goreng, perkedel jagung atau perkedel nike (sejenis ikan kecil kecil). Wah yummy banget deh Mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ivana. kayanya saya salah banget nih membalas komentar di tengah puasa lagi berat2nya alias siang menjelang sore wakakkak. Ngiler2 saya membayangkan deskripsi dari Mba hahhahahh, secara saya maniak bubur!

      Saya belum pernah lihat gedi merah, jadi penasaran. Kalau gedi hijau saya suka lihat dihalaman tetangga hehehhe.

      thanks sharingnya ya mba, senang sekali mendapt info yang maknyus dari expertnya ^_^

      Hapus
  17. sore mbk endang..
    sy juga maniak bubur ini..kl lebaran idul fitri pasti bikin ini dan dibagikan ke tetangga sekampung..mereka pada ngantri mbk..krn di tempat saya tinggal ( kendal, jawa tengah ) ga ada bubur ini..katanya buburnya nikmat..
    oiya mbk..kl aku buat pake sere agak banyak..buburnya jadi harum mbk..trus tambahin kuah dr tumisan bawang putih dan merica..dijamin maknyuss mbk..
    trims sdh menghadirkan resep kampung halamanku mbk.. :) --Nova--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Nova, thanks sharingnya yaaa, iya saya baru saja dapat resep baru bubur manado, pakai serai banyak. Nah saya pengen coba lagi tapi belum berhasil menemukan daun gedi, keknya kalau gak pakai kok gak puas ya heheheh.

      saya pakai tips Mba Nova, secara yang punya kampung halaman asal si bubur, psti mantep tipsnya hehehhe. Thanks yaa

      Hapus
    2. Hehehe..ada lagi nih mbk..
      biar tambah mantap dan gurih, labu kuningnya dihaluskan aja, jadi rupa bubur berwarna kuning.
      Wah saya kl gak ada labu kuning, mending batal aja deh bikin buburnya :)

      Hapus
    3. Iya mba, sama seperti resep yang baru saja saya dapat, labu kuningnya dihaluskan. Waduh pengen banget buat lagi saya hehehe

      Hapus
  18. Mbak makasiiii banget resep tinutuannya. Oiya kl mau tanem daun gedi, bibitnya gimana ya? Haha pengenz bgt buburnya sempurna kaya resepnya mbak endang. Jadi ga penasaran gara2 kurang daun gedi haha maap ya mbak nanyanya banyak =)))
    Blog mu membantu banget utk aku, aku 1 tahun nikah baru belajar masakan indonesia. Ngeri2 sedap sih awalnya hahahha bumbunya banyak bgt ya, tp ternyata garis besarnya bw.merah, bw putih, cabe merah ya. Your blog definitely makes all indonesian recipe looks easier to learn. God bless your kind heart, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, saya kurang tahu mengenai bibit gedi ya, di jakarta banyak yang tanam sebagai tanaman pagar. Mungkin kudu cek di toko online ya. Hmm, tanpa gedi tetap enak kok wakakka

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...