11 March 2011

Donat Pisang


Minggu kemarin Tante saya yang tinggal di Depok datang berkunjung untuk melihat perkembangan renovasi rumah Pete (yang.... sekali lagi saya tuliskan belum ada tanda-tanda selesai) sambil membawa segunung pisang Ambon yang berukuran jumbo. Entah sudah berapa banyak saya melakukan kreasi menggunakan buah ini, bahkan saya telah lupa dengan resep-resep berbahan pisang yang pernah saya posting sebelumnya, dan kali ini pun saya harus menyuguhkan ke anda resep pisang lagi. Kali ini diolah menjadi donat :)

Asyiknya memasak dan membuat makanan sendiri adalah anda bisa melakukan kreasi apapun sesuai dengan bahan-bahan yang tersedia di dapur dan juga sesuai dengan selera dan kreatifitas anda. Anda bahkan mungkin tidak akan menjumpai masakan tersebut di jual di luaran. Donat pisang yang saya buat ini, salah satu contohnya. Donat yang diberi aneka topping dengan aneka rasa sudah biasa, donat dengan campuran kentang juga umum dijumpai, tetapi donat dengan pisang sebagai bahan campurannya? Mungkin diantara anda ada yang pernah menjumpainya, tetapi terus terang saya belum pernah. 

Saya yakin anda pasti berpikir, "Semangat banget seh bikin donat!". Yup, adonan donat menurut saya sangat flexible untuk dimodifikasi, mulai dari ubi jalar, kentang, labu kuning (yang ini saya belum coba, maybe soon...), dan pisang. Selain itu donat juga mudah membuatnya, rasanya lezat dan banyak penggemarnya. Terutama para tukang di rumah yang selama empat bulan ini menjadi tester aneka masakan yang saya buat mulai dari yang berhasil, gagal hingga super gagal. 


Untuk adonan donat yang terbuat dari pisang - sebagai salah satu bahannya- memang sedikit lebih sulit karena adonan yang agak lengket dan lembek. Karena itu saat menguleninya, pastikan tangan anda selalu terlumuri oleh tepung dan taburkan tepung pada alas talenan atau meja tempat anda menguleninya. Biarkan adonan benar-benar mengembang sebelum anda mencetaknya, sentuh adonan seperlunya saja dengan ujung-ujung jari tangan anda. Pada dasarnya tidak sulit untuk membuatnya asalkan anda sabar untuk sebentar-sebentar mengikis adonan yang lengket di tangan dan permukaan talenan. Hasilnya? Sedap! Saya tidak akan menjelaskannya panjang lebar lagi karena satu kata itu telah cukup mewakilinya.

Yuk kita intip prosesnya.



Donat Pisang
Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan:
- 350 gram pisang ambon, haluskan dengan garpu agar lumat saja
- 500 gram tepung terigu protein tinggi (saya pakai Cakra Kembar) + 100 gram untuk taburan ketika menguleni dan mencetaknya.
- 200 gram gula pasir (tambahkan jika menurut anda kurang manis)
- 50 gram mentega
- 1 butir telur
- 2 sendok teh ragi instant (saya pakai Fermipan), pastikan ragi masih fresh agar bekerja dengan baik
- 50 gram gula halus untuk taburan (haluskan gula pasir dengan blender)
- 1/2 sendok teh garam halus
- 1/2 sendok teh vanili bubuk
- Minyak yang banyak untuk menggoreng donat

Cara membuat:
Siapkan mangkuk besar, masukkan terigu, gula pasir, vanili dan ragi instant Aduk hingga benar-benar tercampur rata. Tambahkan garam, aduk rata.


Masukkan pisang yang telah dilumatkan dan telur, dengan menggunakan spatula aduk adonan hingga pisang, telur dan terigu tercampur baik. Tambahkan mentega, aduk rata. 


Lumuri tangan anda dengan tepung yang banyak, kemudian mulailah untuk menguleni adonan. Anda bisa menguleninya di dalam mangkuk atau meletakkannya pada permukaan meja datar/talenan. Pastikan tangan anda bersih dari adonan dan kering, kemudian gunakan ujung-ujung jari untuk menguleninya dengan melipat adonan dari kiri ke kanan dan atas ke bawah. Lakukan ini sambil memutar-mutar mangkuk agar setiap sudut adonan terproses dengan baik.  Jika ada adonan yang menempel di dasar mangkuk atau meja, kikis dengan spatula plastik. 


Uleni adonan + 10 menit, tidak memakan waktu lama dan tenaga ekstra karena adonan juga tidak terlalu padat. Adonan tidak akan benar-benar kalis (masih lengket), jangan khawatir setelah kita istirahatkan maka adonan akan melembut dan lebih mudah diatur. Sekarang kita istirahatkan adonan, tutup permukaan mangkuk dengan kain bersih dan biarkan adonan di tempat hangat hingga adonan mengembang minimal dua kali lipat. Karena saya membuatnya malam hari maka saya biarkan adonan mengembang di meja dapur,  kemudian saya masukkan ke dalam kulkas untuk dicetak dan digoreng esok paginya.  Masuk ke dalam kulkas dalam kondisi mangkuk tertutup kain ya agar permukaan adonan tidak kering.


Mencetak donat.
Buka kain penutup mangkuk, lumuri tangan anda dengan tepung dan keluarkan adonan dari dalam mangkuk. Siapkan loyang plastik datar/talenan atau meja dapur, taburi permukaan loyang dengan tepung, letakkan adonan ke atas loyang. Saat ini kondisi adonan lembut dan mulai mudah untuk diatur. Uleni sekali lagi dengan ujung-ujung jari, sebentar dan ringan saja. Tidak perlu terlalu bersemangat menguleninya. Teknik saya dengan membalik-balik dan melipat adonan, tidak menekannya dengan telapak tangan. Pastikan dasar loyang/talenan selalu ditaburi dengan tepung. 


Adonan akan menjadi smooth dan kalis seperti gambar diatas. Kemudian bagi adonan masing-masing seberat 70 gram. Bulatkan adonan, tata di atas loyang dan tutup adonan dengan kain selama anda memproses semua adonan. Biarkan mengembang 2 kali lipat, kemudian cetak dengan menggunakan cetakan donat. Lumuri bagian dalam cetakan dengan minyak agar tidak lengket. 


Panaskan minyak yang banyak di wajan dengan api yang kecil. Goreng donat hingga semua permukaannya tertutup minyak. Goreng dengan menggunakan api yang kecil saja agar donat mengembang dengan baik dan tidak cepat gosong. Jika telah berwarna kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan. 


Taburi donat dengan gula halus jika suka. Donat siap disantap. Nyam!



10 comments:

  1. mba endang maksudnya donat ini tidak di uleni sampai kalis elastis ya?
    agak2 ga percaya nih,biasanya kan menguleni sampai elastis itu yang bikin frustasi,hehehe

    ReplyDelete
  2. Halo Mba Ummi,
    Donat pisang, karena adonannya lembek jadi agak sulit untuk menguleninya hingga elastis, yang ada adonan malah nempel semua di tangan. Supaya adonan menjadi lentur dan sedikit menurut, setelah bahan tercampur, istirahatkan kira-kira 1 jam agar ragi bekerja dan adonan mengembang. Dengan cara ini membuat adonan menjadi lemas dan elastis. Baru uleni adonan seperlunya saja dengan cara membalik-balikkannya di meja kerja atau mangkuk bertabur tepung hingga menjadi bola yang smooth dan siap untuk dicetak.
    Adonannya memang lembek Mba, tapi itu yang membuat donat ini menjadi empuk dan lembut, jadi jangan terpancing untuk menambahkan tepung ya. Raginya pakai yang instant saja (saya pakai Fermipan), jika menggunakan gist (ragi non instant) harus membuat biangnya dulu untuk membuktikan ragi bekerja. Untuk yang baru memulai membuat roti dan jenis donat seperti ini saya tidak menyarankan untuk menggunakan ragi non instan.
    Semoga jawaban saya membantu ya Mba Ummi, sukses dengan donat pisangnya.
    Salam untuk si kecil yang lucu.

    ReplyDelete
  3. Halo mbak, aku mahirah lagi (pelanggan setia blogmu:))
    Aku mau coba resep ini, tapi sebelumnya mau tanya dulu :
    1. Telurnya yang dipakai utuh, atau kuningnya saja? Diaduknya pada tahapan yg mana ya? soalnya aku baca kok diprosesnya gak ada pake telornya ya.
    2. 2sdt ragi itu kira2 brp gram ya mbak?
    3. Oh ya, kalau mau disimpan dikulas, bisa gak di taruh diwadah tertutup (tidak pakai kain maksudnya), ditaruh dibagian kulkas mana, dan bisa gak tahan 1 hari (kadang pengennya goreng seperlunya aja). Makasih ya jawabannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, sorry Mba kelupaan, masukkan saja telur bersama pisang. Sudah saya koreksi. Telurnya utuh ya bukan kuningnya saja. Adonan akan sangat lembek, tambahkan terigu sedikit sedikit jika terlalu lengket banget tapi jangan berlebihan, adonan lembek membuat donat empuk dan lembut. Istirahatkan saja adonan jika susah untuk di uleni. Jangan dipaksa untuk menguleni adonan.

      Adonan bisa disimpan di kulkas, tapi mangkuk berisi adonan harus ditutup dengan plastik atau penutup rapat lainnya. Masukkan tupperware lebih baik. Adonan tidak boleh terkena udara kulkas secara langsung, karena akan keras dan kering. Simpan maksimal 1 malam aja, besoknya harus digoreng.

      Delete
  4. Mbak aku udah coba resepnya, rasa manisnya pas, uenak deh. Tapi kendalanya donat yang aku buat kadang suka retak2, kenapa ya mbak? apa aku pas menguleni kebanyakan dikasih tepung (soalnya lengket banget), atau aku gak pake cetakan kayak mbak ya (manual gitu). Tadi aku mengistirahatkan adonan sampai 1,5 jam karena kelupaan ngasuh anak he..he...he... jadi karena penampilannya begitu aku hias aja deh pake coklat dan meses biar gak ketahuan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, hehehe saya juga sama kalau membuat donat pisang suka retak-retak, mungkin minyak yang terlalu panas ya. Atau adonan saat dicetak kurang mulus permukaannya. Hmm, bisa banyak kemungkinan hahaha

      Delete
  5. halo mba.. adonan nya emang ga pake air atau susu cair ya mba?
    trus bisa ga adonan nya dimikser pake mata spiral??
    heheheh biasanya saya kalau buat donat males nguleni jadinya dimikser dehh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, yep adonannya ngggak pakai air ya karena sudah sangat lembek. Pisang membuat adonan lengket dan lembek.Akan lebih mudah jika diuleni pakai mikser Mba. Bisa pakai mata spiral, pakai kecepatan yang paling rendah saja ya.

      Delete
  6. Mba... mohon pencerahnnya.. adonan donatnya ga perlu pake tbm ya mba? Kalau setelah digoreng donatnya nginap tetep lembut ga mba? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak perlu pakai TBM Mba, cukup pakai ragi saja. Adonannya agakk basah dan lengket ya tapi setelah didiamkan mengembang baru luwes diuleninya. Besoknya masih tetap enak kok ^_^

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...