06 Maret 2011

Resep Pepes Pisang


Resep Pepes Pisang JTT

Resepnya sederhana, membuatnya mudah. Kue ini pas disantap saat musim hujan begini untuk mengganjal perut yang keruyukan. Pepes pisang ini resepnya saya peroleh dari rekan kantor saya Pak Kus, beliau berbaik hati membagi resep keluarganya ini untuk pengunjung Just Try & Taste. Untuk membuat pepes pisang ini sebaiknya menggunakan pisang ambon yang benar-benar matang tandanya kulit pisang berwarna kecoklatan. Pisang yang seperti ini mengeluarkan aroma yang sangat harum dan rasanya manis.

Resep Pepes Pisang JTT

Selain itu, gunakan kelapa parut yang benar-benar masih muda sehingga pepes pisang yang dihasilkan legit dan lembut. Bakar diatas arang atau seperti saya menggunakan pembakar kawat yang diletakkan di atas kompor. Dalam sebentar pepes matang dan siap disantap. Foto-foto adonan kuenya dengan terpaksa tidak bisa saya tampilkan, karena terhapus saat sedang saya copy dari kamera ke laptop :( . Tetapi anda tidak perlu kuatir, resep ini sangat mudah sekali sehingga bagi yang tidak pernah berkunjung ke dapurpun pasti mampu membuatnya.  Anda ingin mencobanya? Berikut ini resepnya ya.

Resep Pepes Pisang JTT

Pepes Pisang
Resep diadaptasikan dari resep keluarga Pak Kustandi - Pepes Pisang

Untuk 30 bungkus

Bahan:
- 8 buah pisang ambon yang sangat masak dan kulitnya mulai berwarna kecoklatan
- 400 gram tepung sagu
- 300 gram kelapa yang sangat muda, parut.
- 300 gram gula pasir (sesuai selera)
- 1/2 sendok teh vanili bubuk
- 1 sendok teh garam halus
- 2 butir telur ayam, kocok lepas
- 6 tetes pewarna kuning, jika suka
- Daun pisang secukupnya untuk membungkus

Cara membuat:
Siapkan mangkuk besar, masukkan pisang yang telah dikupas, haluskan menggunakan garpu. Tambahkan tepung sagu, garam, vanili dan gula, aduk rata.

Masukkan telur ayam kocok, aduk rata dan tambahkan parutan kelapa. Aduk semua bahan hingga tercampur rata, tambahkan pewarna kuning, aduk kembali. Tambahkan gula jika kurang manis.

Bungkus adonan menggunakan daun pisang, ambil dua sendok makan untuk setiap bungkusnya. Bungkus seperti anda hendak membuat pepes atau seperti bungkusan otak-otak. Semat ujungnya dengan lidi atau steples. 

Resep Pepes Pisang JTT
Resep Pepes Pisang JTT

Bakar pepes diatas bara api atau panggangan kawat yang diletakkan diatas kompor hingga daun pisang berwarna kecoklatan dan pepes matang. Angkat dan pepes siap dihidangkan. 

Source:
Pak Kustandi - Pepes Pisang



14 komentar:

  1. salam..
    mbak saya udah nyobain resep ini dan ga nyangka ternyata enak lho hihihi..
    eh tapi karena keterbatasan bahan2, jadi saya modifikasi gituh..
    saya juga sudah menyertakan link kesini mbak di body postingannya..
    ini link hasil percobaan sayah hehe...
    jangan diketawain yah..http://ayudiahrespatih.multiply.com/recipes/item/44/Pepes_Pisang_Coklat
    Terima kasih yah mbak juga buat mas..Tedy^^

    BalasHapus
  2. Hai Mba Ayu, ini pepes pisang paling sedep dimakan waktu hujan-hujan sambil ngerumpi di teras. Wuihhh, bisa habis satu keranjang gak terasa ^_^. Resep sederhana dan tradisional ternyata mantap juga ya.
    Sukses dan salam buat keluarga.

    BalasHapus
  3. salam kenal mba, duh aku tertarik ama pangggangan kompor si mba..itu kuali dan kawatnya udah satu set untuk panggang memanggang ya? lalu apakah kualinya bisa dipakai sebagai penggorengan juga? tp mungkin permukaannya udah jadi gosong kali ya? tolong info dmn belinya mba..:) lebih efisien dibanding bikin arang dulu..:) thanks. liz

    BalasHapus
  4. Halo Mba Liz, yep, udah satu paket Mba, dan bagian bawahnya gak bisa dipakai ya jadi memang khusus untuk panggang saja. Itu merknya Maxim, saya beli di Dbest Fatmawati, sayangnya dah tutup sekarang. Tapi sepertinya ada kok di supermarket2 besar atau Matahari bagian perabot rumah tangga. Saya beli harganya sekitar 150 rb.

    BalasHapus
  5. mba endang ini pepesnya bisa di kukus gak? atau pake pan fried?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pan fried Mba, kalau mau dikukus juga bisa kok.

      Hapus
  6. Hi mbak endang, ini aku lg (imel), aku sdh coba resepnya, pas dibakar adonannya jd ngembang gendut gitu akibatnya daun pisangnya kedesak n kebuka, isinya jd luber, trus pas mateng lengket banget di daun pisang hiks jd nya 4 bungkus gatot n berakhir di tpt sampah. Kenapa ya mbak?
    Jdnya yg lain aku panggang oven aja, tp klo dibandingkan rasanya memang lebih enak yg dibakar (sempat nyicip satu yg gatot heheh).
    Klo lempeng pisangnya sukses n suami suka :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah Mba Imel, mungkin terlalu banyak isi yaaa, sebaiknya isinya gak usah gede2 supaya matangnya cepat dan adonan gak melesak keluar. Supaya gak lengket, oelsi permukaan daun pisang dengan sedikit minyak goreng Mba. Moga next time sukses yaaa

      Hapus
  7. Enakkk mbk resep pepes pisangnya ;) cuma takaran gulanya aku kurangi soalnya gk suka tlalu manis hehehe.

    Yuanita

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba yuanita, thanks ya sharingnya, senang sekali resepnya disukaaa

      Hapus
  8. Mbak endang, itu adonan kalo tanpa telur bisa gak ya? menghindari bau amis mauku sih mbak hihii.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, bisa kok, kalau mau harum tambah vanili bubuk saja mba, jadi lebih oke aromanya

      Hapus
  9. Mba Endang, tepung sagu pada resep ini bisa/tidak diganti dengan tepung tapioka merk Sagu Tani itu?

    Aisyah

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...