19 August 2011

Cotton Japanese Cheesecake: Lembut dan Super Yummy!


Dua iris? Tiga iris? Atau empat iris? Seperti sedang merapal mantra saya berulang-ulang bertanya dalam hati, seberapa banyak irisan cake lezat ini yang akan saya sikat dalam satu kesempatan saja. Jam telah menunjukkan pukul delapan malam ketika si lembut ini keluar dari oven dan saya telah menelan irisan besar pertama namun air liur masih saja menetes karena mulut saya masih ingin menyantap porsi kedua. Tobat! Namun percayalah bukan hanya saya yang mengalami dilema seperti ini karena saya yakin anda pasti akan mengalami hal yang sama jika telah mencicipi irisan pertama Cotton Japanese Cheesecake ini. Karena cake ini memang super fluffy, so soft, dengan rasa manis yang pas bercampur dengan gurihnya keju dari cream cheese. Jadi, sambil menghela nafas dan memaafkan diri dengan alasan tadi seharian telah berpuasa, saya pun menyantap irisan besar kedua. Hmm....


Cheesecake versi Jepang memang berbeda dengan cheesecake umumnya, Japanese cheesecake dibuat dengan memanaskan cream cheese dan mentega hingga mengental baru kemudian dimasukkan tepung maizena dan kuning telur ke dalam adonan. Putih telurnya sendiri dikocok terpisah hingga kaku dan terbentuk soft peak baru kemudian ditambahkan ke dalam adonan tepung dan kuning telur. Sama seperti cheesecake versi panggang lainnya maka Japanese cheesecake juga dipanggang di dalam oven dengan teknik bain marie atau water bath, yaitu teknik memanggang cake dengan cara meletakkan loyang berisi adonan ke dalam loyang lainnya berisi air panas. Cara ini tujuannya untuk menghasilkan cheesecake dengan permukaan yang berwarna terang, terlihat basah, lembut dan mencegah retak pada permukaan cheesecake. Air panas membantu menambah kelembaban dalam oven dan mencegah suhu kue tidak melebihi 100'C seberapa pun besarnya suhu pada oven. Hal ini karena sifat air yang akan menguap ketika mencapai titik didihnya.  Karena itu, bagian luar dari cake tidak akan matang lebih dahulu dari bagian tengahnya dan tidak menjadi retak.


Nah, dibandingkan dengan versi cheesecake biasa, terus terang saya lebih suka dengan versi Jepangnya, karena spongy, lebih kering sehingga tidak terlalu eneg dan kadar gulanya lebih sedikit sehingga tidak terlalu manis. Secara keseluruhan cake ini sebenarnya tidak sulit untuk dibuat asalkan anda mengetahui tips dan mengikuti stepnya dengan baik dan benar.

Kuncinya adalah:
  1. Lelehkan cream cheese, mentega dan susu cair dengan cara di tim tapi jangan sampai wadah berisi cream cheese dan bahan lainnya ini menyentuh air yang terdapat dalam panci di bawahnya, teknik ini dikenal dengan nama double-boiler. Jadi gunakan panci untuk merebus air dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan wadah berisi cream cheese.
  2. Pisahkan kuning dari putih telur dengan hati-hati, jangan sampai ada satu tetespun kuning telur mengotori putih telurnya. Karena satu tetes saja kuning telur mengenai putih telur maka putih telur tidak akan pernah bisa menjadi kaku walaupun kita kocok hingga mesin mikser meledak ^_^
  3. Mangkuk untuk mengocok putih telur harus bersih, bebas lemak dan garam agar putih telur bisa kaku ketika dikocok
  4. Masukkan kuning telur ke dalam cream cheese ketika cream cheese telah terasa mulai hangat, bukan ketika masih panas dari atas kompor, agar kuning telur tidak berubah menjadi telur rebus.
  5. Campurkan kocokan putih telur ke adonan cream cheese secara bertahap, dan aduk perlahan dengan teknik aduk balik/folding/melipat. Teknik ini umum dilakukan untuk adonan-adonan yang menggunakan kocokan putih telur seperti ini. Tujuannya agar udara tetap terperangkap di dalam adonan sehingga cake mekar dan spongy. Jangan mengaduk dengan cara menggerakkan spatula searah jarum jam, atau acak atau zig-zag, atau apapun gaya anda lainnya, tapi gerakkan spatula memotong ditengah adonan, sisiri bagian dasar wadah kemudian putarkan pergelangan tangan anda keluar sehingga spatula membalik adonan. Lakukan gerakan ini sambil wadah anda putar menggunakan tangan lainnya sehingga semua bagian teraduk sempurna. 
  6. Jangan mengaduk adonan berlebihan agar udara yang terperangkap dalam kocokan putih telur tetap bertahan. Ketika putih telur telah tercampur baik maka segera hentikan proses mengaduk. Berlebihan mengaduk akan membuat cake anda menjadi kurang mengembang.
  7. Berkaitan dengan no 6, jangan juga kurang mengaduk sehingga kocokan putih telur masih bergumpal-gumpal. Bedanya dengan adonan muffin atau pancake dimana adonan memang masih menggumpal dan akan lepas ketika dipanggang, kocokan putih telur ini tidak akan mengalami hal yang sama. Jadi, jika masih ada gumpalan maka gumpalan ini akan bertahan dan permukaan cake anda akan berbenjol-benjol seperti bisul, sehingga mengurangi tampilannya. Japanese cheesecake harus tampil mulus bebas jerawat atau bisul untuk mencerminkan betapa lembut dan halusnya cake ini.
  8. Harus dipanggang dengan teknik bain marie/water bath, saya sudah jelaskan teknik ini di atas ya. Jika anda menggunakan loyang bongkar pasang, maka bungkus terlebih dahulu bagian bawah loyang dengan alumunium foil rapat-rapat, tujuannya agar air tidak masuk ke dalam loyang. Jika air masuk maka cake anda pada bagian bawah akan bantat tidak mengembang. Masukkan loyang ke dalam loyang lainnya yang lebih besar, kemudian isi loyang di bagian bawah dengan air panas, jangan sampai saat menuangkan airnya masuk ke adonan ya. Isi hingga air kira-kira mencapai 1/4 tinggi loyang, baru cake dipanggang. Usahakan jangan sampai air habis saat pemanggangan. Tanpa air panas di bawahnya cake anda akan kering, sehingga retak dan pecah. 
  9. Anda hanya bisa membayangkan kelezatan cheesecake ini saja jika tidak segera mulai membuatnya. Jadi, ayo kita langsung ke TKP!
Berikut resepnya ya.

Cotton Japanese Cheesecake
Resep diadaptasikan dari blog Hearty Bakes - Cotton Cheesecake
Untuk 1 loyang cake diameter + 20 cm

Bahan:
- 160 gram cream cheese, bisa dibeli di supermarket besar (Carefour, Giant) di bagian dairy product.
- 25 gram mentega/margarine
- 120 gram susu cair (jika hanya memiliki susu bubuk maka larutkan 2 sendok makan susu bubuk dengan 120 ml air)
- 40 gram tepung terigu protein sedang atau rendah (Mis. Kunci Biru atau Segitiga Biru Bogasari)
- 30 gram tepung maizena
- 4 kuning telur
- 4 putih telur
- 1/4 sendok teh cream of tartar
- 100 gram gula pasir
- seujung kuku garam 

Cara membuat:
Panaskan oven, set disuhu 160'C, letakkan rak pemanggang di tengah. Siapkan loyang bongkar pasang. Olesi dengan mentega dan taburkan tepung pada permukaannya. Bungkus rapat bagian luar loyang dengan menggunakan alumunium foil. Sisihkan.


Siapkan panci atau mangkuk alumunium atau wadah tahan panas lainnya. Masukkan cream cheese, mentega dan susu cair. Siapkan panci lainnya yang memiliki ukuran lebih kecil, isi dengan air kira-kira 1/2 tinggi panci. Letakkan mangkuk berisi cream cheese diatas panci berisi air ini, jangan sampai dasar mangkuk menyentuh air di panci. Panaskan di atas kompor sambil cream cheese diaduk-aduk menggunakan spatula balon hingga meleleh, tercampur rata dan kental. Jika telah tercampur baik, segera angkat dari kompor.


Masukkan tepung terigu dan tepung maizena ke dalam adonan cream cheese, aduk rata dengan cepat sehingga menjadi adonan yang smooth dan bebas gumpalan. Biarkan adonan hangat sebelum memasukkan kuning telur.

Jika adonan cream cheese telah tidak terlalu panas, masukkan kuning telur, aduk rata. Sisihkan.

Siapkan mangkuk mikser, masukkan putih telur, kocok dengan speed tinggi hingga berbusa, kira-kira 2 menit. Tambahkan cream of tartar, kocok hingga mengembang, kemudian masukkan gula pasir secara bertahap.  Bagi gula menjadi 3 tahapan dan pastikan gula tercampur baik sebelum menambahkan porsi gula berikutnya. Kocok hingga putih telur terlihat mengkilap dan kaku, ketika di sendok menggunakan spatula terbentuk puncak yang kaku dan bertahan. Matikan mikser. 


Masukkan putih telur bertahap ke dalam adonan tepung, aduk dengan teknik aduk balik, jika telah tercampur baru tambahkan porsi kocokan putih telur berikutnya. Dengan menambahkan secara bertahap maka putih telur lebih mudah tercampur di adonan dan tidak bergumpal-gumpal. Jika telah tercampur rata, tuangkan ke dalam loyang yang telah disiapkan. 


Masukkan loyang berisi adonan ke loyang lainnya yang berukuran lebih besar, tuangkan air panas dengan hati-hati di loyang bagian bawah kira-kira 1/4 tinggi loyang. Panggang cake selama 45- 50 menit atau hingga cake terlihat mengeras dan berwarna coklat keemasan. Keluarkan dari oven  dan angkat loyang cake dari air. 

Note: Jika permukaan cake terlihat kecoklatan sementara bagian dalam belum matang, tutup permukaan loyang dengan alumunium foil dan lanjutkan memaggang.

Biarkan sebentar agar cake agak mendingin kemudian sisiri tepi cake dengan pisau tajam agar cake benar-benar lepas dari loyang. Lepaskan loyang bongkar pasang.


Potong-potong cake dan siap untuk disantap. Selamat mencoba ^_^

Sources:
Blog Hearty Bakes - Cotton Cheesecake
Wikipedia Indonesia - Cheesecake
Wikipedia - Bain Marie

85 comments:

  1. wah saya juga beginner nih. terimakasih blognya bagus. ada petunjuknya ~ weekend besok saya mau coba ah. :)

    ReplyDelete
  2. Halo, salam kenal ya. Ayo silahkan dicoba dan thanks atas commentnya. ^_^

    ReplyDelete
  3. blog nya keren..cream of tar tar bisa gak diganti dgn air jeruk lemon?....mengubah struktur n rasa gk ya?...

    ReplyDelete
  4. Halo, thanks atas komennya ya. Cream of tar-tar tidak bisa digantikan dengan air jeruk ya. Fungsi cream of tar-tar adalah untuk mempertahankan putih telur kocok yang dikocok kaku agar bertahan ketika dipanggang di oven. Mba bisa baca di artikel saya mengenai cream of tartar, buka saja di bagian tips dan informasi. Air jeruk setahu saya untuk menggantikan fungsi vinegar untuk mengasamkan susu, agar susu memiliki fungsi sama seperti buttermilk. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ^_^

    ReplyDelete
  5. mbak... ijin nyontek resep

    apa loyangnya harus selalu dikasih aluminium foil, mbak? suwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, yep loyangnya harus dialasi alumunium foil karena menggunakan loyang bongkar pasang dan di panggang dengan cara water bath/bain marie, kalau nggak di alasi alumunium air di bawahnya akan masuk dan kue bagian bawah menjadi bantat. Saya udah pernah mengalaminya ^_^

      Delete
  6. Mbak, mau tanya donk, apa sih bedanya cream cheese Neufchatel dan light? Trus masing2 kegunaannya buat apa? Soalnya kalo saya baca resep yg menggunakan cream cheese jarang sekali yg menuliskan mesti pake yg Neufchatel atau light. Mohon petunjuknya hehehe.... thx yo....
    Salam Juliet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Juliet, thanks atas pertanyaannya. Haha, saya justru gak pernah cari2 info itu, setelah saya baca2, saya baru tahu bedanya. Neufchatel dan cream cheese ternayata berbeda walau memeiliki bentuk, aroma, rasa dan testur yang sama, sehingga cukup sulit untuk dibedakan. Neufchatel sebenarnya adalah sejenis keju ya dan memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dibandingkan cream cheese. Sebenarnya banyak juga yang menganggap Neufchatel adalah light cream cheese. Untuk resep diatas bisa pakai Neufchatel atau cream cheese biasa Mba, hasilnya ternyata tidak berbeda, hanya saja saya yakin rasanya akan lebih mantap jika menggunakan cream cheese karena kandungan fat nya lebih tinggi. Sorry, sudah membuat bingung ya. Saya koreksi postingan saya ^_^

      Delete
  7. Hehe... thx ya atas penjelasannya. Saya pernah beli dua2nya, sth sy perhatikan yg jenis Neufchatel lebih kental dan kering, sedangkan yg jenis light lebih lembut dan berair. Sy pernah bikin bolu keju pake cream cheese dgn percobaan masing2 pake cream cheese yg berbeda, tnyata hasilnya sama aja. Pdhal pas pake yg jenis light udah desperado takut bantet soalnya adonannya encer bgt, tp tnyata berhasil juga hehe.... Jd intinya sama aja hahaha.... Cuma kalo mau irit.com mendingan pake yg jenis light krn lebih murah sekitar 5 ribuan hihi.... Makasih ya mbak Endang....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip Mba Juliet, thanks infonya haha, sekarang saya jadi lebih tahu juga. Makasih ya.

      Delete
  8. mbak, mo tanya bisa pake kukusan nggak untuk pengganti ovennya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, wah saya belum pernah coba versi kukus cotton japanese cheesecake, tapi menurut saya nggak bisa ya. Saya belum menemukan resep japanese cheesecake kukus.

      Delete
  9. Mbak Endang, salam kenal. Saya bolak balik buka blog mbak he..he.. Saya mau tanya kalau cream cheese, mentega dan susu cair ditim pakai dandang, ditaruh di atas sarangan dan nggak ditutup, bisa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Non, salam kenal juga. Jawabnya bisa ya, tujuannya hanya untuk melelehkan cream cheese dan mentega supaya smooth. Bukan merebusnya. ^_^

      Delete
  10. Terima kasih. Saya akan coba bila waktu memungkinkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, silahkan Mba, dan yep memang harus meluangkan waktu dan dalam kondisi rileks tidak terburu2. Cake ini susah2 gampang

      Delete
  11. hai..mbak
    jgn bosen ya mo tanya lgi nich
    apa ada resep cake yg pakek cheese cream tp dioven biasa jgn
    yg water bath/bain marie,cz loyang aku pada bocor klo dpakek
    ngoven bain marie...cz terakhir bikin Japanese Cheesecake
    bawah cakenya basah cz airnya masuk keloyangnya alhasil dr atas keliatan sukses...pas aku balik bawahnya basah....
    pengen bgt bikin cake lembut yg rasa keju bgt...cz cheese cream aku msh bnyak...mksh lho mbak atas infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Reina, kalau nggak mau bocor loyangnya, bungkus bagian bawah loyang dengan alumunium foil atau masukkan loyang ke loyang lain yang lebih besar atau taruh loyang berisi air di dasar oven kemudian letakkan rak kawat diatasnya baru letakkan loyang berisi cheese cake diatas rak kawat. Jadi loyang cakenya gak nyebur ke dalam air. Saya pernah lihat blog yang mememakai cara ini hanya lupa nama blog dan linknya.

      Delete
  12. oya mbak klo untuk resep Cotton Japanese Cheesecake ini ditambahin parutan keju diadonannya biar rasa kejunya makin mantab gpp kn mbak...mksh

    ReplyDelete
  13. pagi mbak....
    alhamdullilah akhirnya kelar jg sukses bikin kue ini mbak
    dlm loyangnya aku selimutin alumunium foil bru diisi air
    klo yg buat loyang kuenya diluarnya hehehe..
    jdi nya suuukksees....super lembut..yummy enak bgt
    cz dr dulu pengen bgt bikin cheese cake tapi yg tanpa diksh air jeruk lemon
    mks bnyak mbak...sya tunggu resep2 baru laennya

    ReplyDelete
  14. salam kenal mbak....
    mau tanya aku bikin cotton cheese cake ini tp bawah kuenya selalu lembab apa memang seperti itu....klo aku alasin tissue kue dbwhnya pasti basah...apa krna kurang kering tp aku sdh oven selama 60 menit....suhu 350F krna blm matang dlmnya aku tmbah lgi 15mnt suhu 250F mksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Non Regina, cake lembab karena dasar loyang tidak terbungkus rapat.Jadi air masih merembes masuk dari bawah loyang. Bukan karena kurang lama memanggangnya. Coba alasi dasar loyang dengan alumunium foil, baru pasang tepi loyang, kemudian bungkus kembali bagian liar loyang dengan alumunium foil lagi. Gunakan alumunium foil yang lebar agar tertutup sempurna dan air gak masuk dr celah2nya. Alasi bagian dasar loyang dengan kertas baking agar foil tertutup. Moga membantu ya

      Delete
  15. Salam kenal mba, udah di praktekin resepnya... cuman punyaku kok pinggirnya ga kering ya? apa kurang lama ngovennya? ato karena aku pake loyang silikon ya?
    btw, ijin link ke page ini ya mba... tq b4

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Farida, pinggir tidak kering karena uap air yang terserap di cake, untuk hasil lebih baik sebaiknya kertas baking yang mengelilingi loyang dibuat lebih tinggi dari loyang sehingga uap nggak kena ke cake. Silahkan di link Non.

      Delete
  16. Mbak Endang, bikin kue ini susah atau tidak? Maksud saya kalau dibandingkan dengan Castella? Wkt itu saya baca Castella memang agak susah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kue ini reklatif susah ya, waakakak,saya sering coba masih sering gatot.Sory terlambat replynya ^_^

      Delete
  17. Mbak, maksudnya double boiler itu apa? Berarti air yg dipanci bawah tidak mengenai panci atas? Apa benar? Berarti pemanasannya tidak melalui air mendidih tp mengenai uap air? Tq penjelasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep, betul Mba, pemanasan hanya lewat uap saja, panci atas tidak menyentuh air dibawahnya ya.

      Delete
  18. mba,
    cream cheesenya merk apa ya? kok kl lg ke supermarket ga pernah ketemu cream cheese. kl cream kental biasa pake merk apa dan beli dmn? cream kental bisa ga diganti dgn skm? ada yg blg sm aja. maklum mba,msh pemula,msh bingung cari bahan2 untuk bikin kue :) makasih ya mba

    offin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cream cheese bisa pakai merk Yummy Mba, ini umum di pasaran dan supermarket, kalau di toko bahan kue lebih banyak jenisnya. Kalau krim kental, saya tidak terpaku sama satu merk, saya pakai yang ada di supermarket saja, bisa roshelle, elle n vire, anchor. Tergantung penggunaan krim kental ya, kalau untuk topping/lapisan kue alias dikocok kaku maka krim kental gak bisa diganti SKM. Krim kental dan SKM beda ya, krim kental biasanya kandungan gula sedikit dan lebih banyak susu (kepala susu) kalau SKM kan kandungan gula tinggi, kadar susunya tidak sebanyak krim kental.

      Delete
  19. Hahahaha... Ngakak baca tips yang kedua,mba endang ini lucu juga.. Tertarik coba resepnya,tapi selama ini masih ga tau penampakan cream cheese..

    ReplyDelete
    Replies
    1. di supermarket seperti carfur ada kok mba dijual cream cheese dalam kemasan kotak plasik, isi sekitar 200 gram ya harganya berkisar 20 rb an merk Yummy, cuma cream cheese ini tekstrunya lembek. Ada yang batangan lebih padat tapi ukurannya biasanya gedhe2, 1 kiloan hehehe. Bikin sendiri juga bisa, ini linknya: http://www.justtryandtaste.com/2013/01/homemade-cream-cheese-mudah-dan-lebih.html

      Delete
  20. Mba endaaangg.. Udah 2x aku bikin cake ini.. Dua2nya gagall.. Hikss..
    Yg pertama bagian bawahnya basah :(
    Yg kedua pas di oven cake nya naik tinggi.. Pas dikeluarin dr oven langsung kempes.. Trus permukaannya retak2... :(
    Mohon pencerahan mbaa.. Thx..

    ~heidy~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Heidy, yep cake ini memang susah2 gampang hehehhe. Cake kempes bisa banyak faktor: putih telur kurang dikocok hingga kaku, saat mencampur putih telur dan adonan lainnya mengaduknya kurang tepat (harus pakai teknik aduk balik ya) sehingga banyak gelembung udara hilang, kurang matang (bagian bawah cake masih basah) sehingga ketika keluar cake kempes, atau air di dasar loyang meresap masuk sehingga cake bagian dasar basah. Actually saya bikin ini udah berkali2, tapi yang berhasil cuman dikit, tapi ada teman saya setiap bikin selalu sukses (padahal pakai resep diatas) hiiks. Harus terus berjuang Mba dan dievaluasi setiap kali membuatnya apa yang telah dilakukan dan apa yang harus dirubah heheh. Tetap semangat ya!

      Delete
    2. Hehehehe.. Mungkin kurang matang x yahh.. Iyaa mbaa.. Aku jadi penasaran ama japanese cake inii.. Lain x pasti aku coba lagii.. Thx mba endang.. :)

      Delete
  21. Mba endang.. Aku sdh coba kue ini, enyaaaak bgt deh ^_^ tp mhn maaf mba,aku br tau tnyata cream of tartar itu hasil samping industri wine, jd diharamkn untuk umat Islam.. Utk penggantinya bisa pakai perasan lemon atau jeruk nipis dgn takaran 3x penggunaan cream of tartar.. Mohon bantuan mba endang untuk dituliskan informasi ini pada tulisan cream of tartar di atas (resep mba) terimakasih banyak sebelumnya.. Dan mohon maaf bila kurang berkenan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, yep memmang cream of tartar merupakan produk sampingan dari pembuatan wine. Saat pembuatan wine akan terbentuk tepung putih di botol penutup dan gentong wine, ini yang digunakan sebagai dasar pembuatan cream of tartar. Saya pernah posting artikelnya disini: http://www.justtryandtaste.com/2011/06/bagian-ii-mengenal-baking-powder-baking.html

      Thanks infonya ya Mba untuk versi haram, halalnya. Mohon maaf saya tidak akan cantumkan di resep mengenai hal tersebut karena saya akan kembalikan ke masing-masing pembaca sesuai dengan keyakinannya masing-masing ya.

      Salam,

      Delete
  22. Mbak, saya sdh bwt cake ini rasanya enak n lem but tp krn sayta pake otang n tak pake api kecil ky bkn cake biasa itu smp 2 jam hik2 ud berkali2 tak tusuk masih basah, waktu tak keluarin n masih hangat tak potong tengahnya basah tp kl ud dingin ga basah, tp knp cake ku ini kl dpotong lengket d pisau ya mbak? Trus permukaan artasny jg agak lengket..mohon pencerahan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cake ini memang lama manggangnya Mba, kalau pakai suhu terlalu tnggi cake pecah dan retak. Saya pakai api atas bawah di oven listrik jadi mungkin proses panggangnya jadi lebih cepat ya. Saat memotong, pakai pisau yang dibasahi dengan air hangat terlebih dahulu, untuk mencegah lengket.

      permukaan atas lengket, mungkin karena api hanya bawah saja ya. jadi bagian atas tidak kering.

      Delete
  23. halo mbak...thanks info resepnya.
    saya udah dua kali bikin, rasanya yummy, cuman dua2nya gak naik tinggi. terus permukaan atasnya tetap warna kuning, ga coklat.
    padahal udah dibake lama (sekitar 90an menit) pake bain marie 160 derajat api bawah saja.
    terus putih telurnya dikocok jg sudah smpe soft peak plus pake krim tartar.
    tapi kalo dipotong cake tetap matang.
    kira2 kenapa ya mbak.
    mohon pencerahan.

    thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba, saya selalu bake pakai api atas bawah, mungkin karena cuman pakai api bawah maka atasnya gak coklat ya. terus terang saya sering gagal bikin cake ini, rada2 susah juga ya, semua tips sudah saya berikan diatas. butuh jam terbang Mba ^_^

      Delete
  24. Mbak endang mo tanya nih Klo misalnya gak punya cream cheese bisa diganti bahan laen gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk resep ini nggak bisa diganti ya Mba, harus pakai cream cheese. Saya pernah ganti yogurt, hasilnya gak karu2an wakakkak

      Delete
  25. mba kalo krim cheese nya dibanyakin biar lebih ngeju bisa ga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum pernah coba, dengan resep standar saja saya masih sering gagal, jadi gak berani kutik2 resep ^_^

      Delete
  26. oh iya mba lupa..mau nannya juga..ini dijadikan cupcakes bisa ga?suhunya hrs dirubah?pake bain marie juga tidak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah coba ya, kudu trial error. japanese cheese cake harus bain marie.

      Delete
  27. hehe oke kmungkinan saya akan coba nanti saya lapor deh ya hasilnya :D

    ReplyDelete
  28. hai sis mau nannya nih, ini cheese suhu ruang ya?
    niki-jkt

    ReplyDelete
  29. sy suka blog ini sist,jelas dan tdk sesat resepnya....thx akan dicoba buat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, silahkan dicoba ya, moga suka dengan resep2nya. Sukses!

      Delete
  30. Hallo Mbak Endang :)
    Mbak sy ingin baking resep ini,tp sy tdk pnya loyang bundar,sy hnya punya loyang persegi ukuran 22x22x4 dan 20x20x7. Bisa digunakan ga ya? Klau bisa yg ukuran brapa baiknya. Thx ya mbak.
    *Nieken-Balikpapan*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Nieken, resep cake diatas harus menggunakan loyang bongkar pasang ya, bukan loyang biasa, karena ketika kue matang langsung dilepas dari bawah bukan dibalik. Saya belum pernah membuat dengan loyang biasa, namun rata2 resep japanese cheese cake pakai loyang bongkar pasang.

      Delete
  31. hai mba ini bsa ga diganti krim kental di bagian uht?(kayanya bisa lebih enak)hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya nggak ya, harus pakai cream cheese, rata2 resep2 japanese cheesecake pakai cream cheese belum pernah baca yang pakai krim kental. saya blm pernah coba

      Delete
    2. bukan mba mksd aku susu cair diganti krim kenta;, kalo cheesenya sih tetep make :D

      Delete
    3. soalny ada yg bkin pake krim kental bukan susu cair, ada jg yg mix susu dan rim kental, mba perna nyoba ga?hehe

      Delete
    4. mba akhirnya uda bkin cheeseccakenya hehehe enak bgd smua suka dirumah, tapi pas pencampuran putih telur dan adonan cheese kok punya ku ga mulus kayak mba ya?ada buih2 gitu, untung aja sih jadi cakenya ttep bgs tp, tpi pnasaran aja soalnya pnyaa mba endang mulus bgd adonannya :D

      Delete
    5. yep, bagian pencampuran putih telur dengan adonan memang yang paling susah. saran saya, ambil sedikit kocokan putih telur, campurkan dengan adonan aduk sampai putih tercampur baik dan adonan agak encer baru masukkan sisa putih telur dan aduk perlahan hingga rata. ini tips untuk mencampur putih telur dengan adonan ^_^

      Delete
  32. mba ini soft peak aja kan kocok putihnya?ato sampe hardpeak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. soft peaks ya: adonan berwarna putih dan membulat bentuknya, ketika kocokan di angkat akan jatuh sendiri.

      Delete
  33. mba, mau nanya nih.. kalo cream cheese nya diganti keju mascarphone bisa gak ya? thx before yaa ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba, saya rasa bisa ya, walau mungkin nggak secreamy rasanya jika pakai cream cheese ya

      Delete
  34. mba saya mau nanya, itu loyangnya bisa gak diganti loyang biasa bukan yang bongkar pasang? trus loyang yang dilapisi alumunium foil itu apakah memang terkena air di dalam loyang yang lebih besar. please rep ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba, sepertinya harus pakai bongkar pasang ya, cakenya sangat lembut dan fragile banget, jadi untuk mengeluarkanya dari loyang agak susah. Yep, loyang yang dilapisi alumunium di letakkan ke dalam loyang besar berisi air panas ya, jadi memang loyangnya direndam air ya.

      Delete
  35. aku mau nanya, kalau caranya jcc pakai variasi topping dark cooking chocolate gimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, belum pernah coba wakakka. Mungkin bisa pakai topping ini ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2011/09/cake-coklat-pisang-chocolate-banana.html

      Delete
  36. Salam kenal mba.mau tnya,cream cheese bs diganti sama spread cheese ga ya? Mksih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, saya rasa nggak bisa ya, cream cheese dan cheese spread beda ya.

      Delete
  37. Mbak, mau tanya putih telurnya dikocok sampe soft peak baru masukkan cream of tar-tar trus dikocok lagi sampe hard peak gitu y?
    kalo loyangnya pake loyang biasa tapi di alasi kertas minyak dgn ukuran lebih tinggi dari loyangnya bisa gak? jadi kalo mateng tinggal tarik kertasnya dari loyang (gak perlu dibalik) trus dilepasin kertasnya pelan2. kalo bisa, apa loyangnya masih perlu dibungkus alfoil juga?
    terima kasih banyak mbak, maaf panjang banget hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Anne, nggak ya, putih telur kocok hingga berbusa saja belum mencapai taraf soft peak, kemudian masukkan cream of tartar dan kocok sampai soft peak (bukan sampai hardpeak ya).

      Pakai loyang biasa dengan cara Mba, saya rasa bisa ya dan gak perlu pakai foil karena foil fungsinya untuk mencegah air merembes saja ya

      Delete
  38. hallo mba... saya baru nemu nih blognya mba, seneng banget rasanya... saya sering buat Japanese cheese cake tp bahan dan cara buatnya agak sedikiiiit berbeda nah JCCnya pny mba endang pemakaian cream cheese lebih sedikit dr yg biasa saya buat dan saya gk pernah pake cream of tar2 (lebih hemat biaya :D emak2) TFS ya mbaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba, thanks sharingnya ya. Saya nggak begitu ahli untuk JCC dan saya yakin banyak resep di internet yag miirp2 ya hehehhe

      Delete
  39. mbaa aku uda cobaa, enak banget mba tq resepnya ya, tpi kok ciut abis udah di ruangan ya? salah dimana ya mba?kocok putih ny kurang kali ya :( aku cuma apek jambul petruk, itu kurang ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo mba, kalau cakenya mengerut biasanya karena putih telur kurang lama kocoknya, sampai soft peak mba, ujungnya kaku ya.

      Delete
    2. jambul petruk itu belom softpeak ya mba?maaf ya abis aku paling ga ahli deh soal bagian kocok putih telur suka salah :(

      Delete
    3. harusnya sudah ya Mba wakakkak, banyak faktor memang untuk membuat cake ini. coba cari di internet saja gambarnya, kata kunci soft peak egg whites. supaya ada gambaran hehhehe

      Delete
  40. Sore kak endang, ini pertama kalinya saya komen di blog ini meskipun udah sering mondar-mandir buat nyoba resep. Karna tiap kali pengen bikin kue, meskipun udah dapet resep lain dari majalah ato hasil googling saya selalu cari refrensi disini dulu buat nyari cara gampangnya :D
    Resep2 yang saya coba Alhamdulillah ada sebagian yang jadi dan sebagiannya gatot hehehe~
    Oya kak, saya pengen nanya donk. Tiap kali ngocok putih telur kocokan saya gak pernah bisa sampe kaku. Kalo spednya kecil biasanya cuman jadi seperti krimer, kalo spednya kegedean putih telurnya malah sampai jadi cair. Kalo kak endang biasanya ngocok putih telur dengan sped berapa dan berapa menit? Semoga berkenan dijawab :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, thanks dan salam kenal ya, Saya biasa kocok dengan speed 2, pakai mikser duduk phillips. Kocok putih telur sampai kaku tandanya kalau kocokan diangkat ujung adonan lancip kaku tidak terkulai. Untuk waktunya bisa beda2 ya Mba, tergantung dengan miksernya. Terlalu lama mengocok putih telur akan pecah terpisah antara lemak dan air. Tambahkan gula pasir dikit2 dan 1/2 sendok makan air jeruk nipis/lemon untuk membuat putih telur lebih awet kakunya.

      Delete
  41. Hallo mbak endang, saya sudah coba resepnya...sekali coba langsung jadi. Meskipun saya tidak pake cream of tartar, tapi relatif sukses lho... satu hal yang belum pas adalah waktu pemanggangan lama dan permukaan atas kue basah. Mungkin karena setting oven tidak akurat, walaupun sudah dipasang 160 derajat tetapi sampai satu jam lebih juga belum matang. Terus pada resep disebutkan ada garam seujung jari, tapi pada penjelasan prosesnya tidak disebutkan kapan memasukkan garamnya. Karena takut gagal, jadi kemarin bikin juga gak pake garam..he..he anyway kuenya lezat. terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Endah, waah senang sekali membacanya, terus terang cake ini sering membuat saya deg2an saat mencobanya wakakka, walau saya bisa nulis step by step detail, kalau suruh bikin lagi belum tentu sukses wakkakak. thanks sahringnya ya, tanpa garam tetap oke kok.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...