03 Agustus 2011

Resep Bubur Sumsum dengan Kuah Pisang dan Nangka


Resep Bubur Sumsum dengan Kuah Pisang dan Nangka

Hari pertama buka puasa memang benar-benar 'bencana' - bagi saya tentunya - jam kantor yang berakhir di pukul setengah lima selama di bulan Ramadhan ternyata tidak membuat saya tiba di rumah lebih cepat. Walaupun sehari-hari di depan Mall Ambasador memang macet terutama saat jam 5 ketika semua karyawan baik kantor maupun mall bersamaan bubar dari tempat kerjanya masing-masing dan antri dengan manis di tepi jalan mencari angkutan umum, ternyata kemacetan itu belum apa-apa dibandingkan dengan sekarang. Parah! Kendaraan umum begitu susah dan selalu full, ujung-ujungnya saya pun berjalan hingga ke Jalan Sudirman berfikir disana pasti lebih banyak kesempatan dan ternyata saudara-saudara, hasilnya sama saja. Nihil. 

Sayapun berbuka puasa dengan mengguyur tenggorokan dengan sebotol aqua dan ketika sedang berdiri di tepi jalan terguyur debu dan asap knalpot, saya melihat pedagang bubur sumsum yang laris manis dikerubuti pembelinya. Hmm, ide bubur sumsum dengan kuah pisang dan nangka ini pun saya contek dari sana. Rasanya lezat. 

Resep Bubur Sumsum dengan Kuah Pisang dan Nangka

Umumnya bubur sumsum ditemani dengan bubur candil yang terbuat dari bola-bola ketan, bubur ketan hitam dan disiram dengan kuah santan dan gula Jawa. Itu biasanya yang umum saya temui di Paron, kampung halaman tercinta. Di Jakarta ternyata pernak-pernik pendamping si bubur sangat multiwarna dan rasa. Selain candil, disertai juga dengan pisang dan nangka berkuah kental yang mirip-mirip seperti kolak, bubur mutiara, dan beberapa jenis bubur lainnya yang saya lupa saking banyaknya. Walaupun bubur sumsum yang saya buat tidak selengkap dengan yang dijual oleh si abang bubur namun rasanya tetap sedap dan makanan ini memang pas untuk mengawali buka puasa anda, karena lembut, manis dan hangat. 

Berikut resepnya ya.

Resep Bubur Sumsum dengan Kuah Pisang dan Nangka

Bubur Sumsum dengan Kuah Pisang & Nangka
Resep hasil modifikasi sendiri


Untuk 2 porsi

Bahan bubur:
- 50 gram tepung beras
- 500 ml susu cair atau santan dengan kekentalan sedang
- 1/2 sendok teh garam

Bahan kuah pisang & nangka:
- 2 buah pisang kepok/tanduk, iris serong tipis
- 2 biji nangka masak, potong dadu
- 1/2 sendok makan tepung sagu larutkan dengan 50 ml air
- 200 ml santan kental
- 100 gram gula Jawa
- 50 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh vanili bubuk

Cara membuat:

Resep Bubur Sumsum dengan Kuah Pisang dan Nangka

Siapkan mangkuk, masukkan tepung beras dan 100 ml susu/santan, aduk rata hingga tepung larut. 

Masukkan sisa susu/santan di panci, tambahkan garam, vanili dan masak hingga mendidih. Menggunakan api kecil, tuangkan larutan tepung ke santan, aduk-aduk menggunakan spatula dan masak hingga kental dan pekat. Selama dimasak bubur harus selalu diaduk agar tidak menggumpal di bawah dan merata halusnya. Angkat dan dinginkan. 

Resep Bubur Sumsum dengan Kuah Pisang dan Nangka

Siapkan panci kecil yang lain, masukkan santan, gula, garam dan vanili bubuk, masak hingga santan mendidih dan gula larut. Tambahkan pisang dan nangka masak hingga kuah mendidih. Masukkan larutan tepung sagu, aduk-aduk hingga kuah mengental. Angkat.  

Siapkan mangkuk atau gelas saji, sendokkan bubur sumsum ke dalam mangkuk, siram permukaannya dengan kuah pisang dan nangka. Bisa ditambah es batu jika suka. Yummy! 

Selamat berbuka puasa ya ^_^



24 komentar:

  1. Terima kasih atas resepnya :) sangat cocok untuk meu berbuka nanti ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, makasih ya. Wah, berbuka nanti saya berarti kudu mampir ke rumah dong ya Mba supaya bisa makan bubur sumsum hahaha

      Hapus
  2. Mbaaa.. Barusan bikin ini. Tapi dasar pemalas, santannya aku timbang aja, bukan diukur pake gelas ukur. Akibatnya keenceran, jadi aku tambahin larutan tepung beras lagi. Kuahnya enaakk. Pas banget ada nangka juga di rumah.
    Makasi yaaa. Love your blog so much ​‎​​ƗƗɐƗƗɐˆ⌣ˆ

    Marieska

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Marieska, thanks sharingnya ya, heheheh gak papa salah dikit yang penting rasaya tetap enak kan ya. sukses yaa ^_^

      Hapus
  3. ᵗʰᵃᶰᵏᵧₒᵤ ⌣̈ sangat2 membantu x ᵗʰᵃᶰᵏᵧₒᵤ ⌣̈

    BalasHapus
  4. Mbak endang... Makasih buat referensi resep bubur sumsumnya ( ‾̴̴͡͡ ε •‾̴̴͡͡ʃƪ) ... Hr ini sukses diserbu ma temen2 arisan n ludes walopun santannya kurang n berimprovisasi dicampur dgn susu cair... Enakkkkk °\(^▿^)/° ... Tp jujur aja gak pake takaran sama sekali... Cuma bahan2 diresep aja n takarannya pake feeling doank... Secara nyesuain pake bahan2 ♈g̶̲̥̅̊ ada didapur... Nangka tetep pake n pisang kepok pakenya... Makasih ya mbak... Semua resep dr blog mbak endang ♈g̶̲̥̅̊ masuk percobaan dapurku pasti berhasil... Termasuk ayam kodok ♈g̶̲̥̅̊ katanya susah Ĭƭй.... Thanx ya mbak ( ‾̴̴͡͡ ε •‾̴̴͡͡ʃƪ)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mb, thanks sharingnya yaa, senang sekali resep2nya banyak disuka. Wah sepertinya acara arisannya sukses ya, ikutan happy dengarnya hahhaha. Sukses ya

      Hapus
  5. Mba klo di ganti tepung hunkwee bisa ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba, kayanya bs ya, hanya saja saya belum pernah coba ya.

      Hapus
  6. hallo, Mbak Endang..

    Resep bubur sumsumnya maknyuss.. Sekali coba langsung sukses!! Hohoho.. Terima kasih ya atas semua postingannya. Saya sudah lama mempraktekkan resep-resepnya tapi baru kali ini posting (maafkeeuunn.. :P). Saya sebelumnya sama sekali tidak bisa memasak, tapi karena kali ini terpaksa ikut suami tugas belajar ke luar akhirnya kudu wajib bisa masak, kalau tdk masak bisa dedel suwel, ihihihi..

    Ohya, Mbak. Apa bisa besok-besok ada postingan jenang grendul? (Ini bahasa Malangan kayaknya, apa yah bahasa sehari-harinya?) Rasanya sudah bertahun-tahun tidak memakan jenang ini :(

    Terimakasih, Mbak Endaaanng.. xoxo. Keken

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Keken, thanks sharingnya ya, senang sekali bubur sumsumnya sukses dicoba, wah kalau stay di luar jadi kangen dengan masakan negeri sendiri yaaa, hehehe.

      untuk resep bubur candil silahkan klik link disini mba, bikin yang plain saja alias gak usah pakai pewarna ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2011/03/bubur-candil-pelangi.html

      sukses yaaa!

      Hapus
    2. Terima kasih, Mbak.. Sama-sama ya..
      Barakalloh websitenya :)

      Keken

      Hapus
  7. Mbak bubur sumsumnya ennakkk buangett gurih2 gt.truz dpt pujian dr suami deh.hee. Aq udah mempraktikan sebagian rrsep mbak endang n smuanyaa enaak gak gagal. Thanks mbak resep2nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Pitri, thanks sharngnya yaa, senang sekali resepnya disuka. Saya jadi ngiler pengen bubur sumsum nihhhh huaaa

      Hapus
  8. Mbak,

    Untuk masak sisa susu, ditunggu sampai mendidih dulu baru dimasukin larutan tepung.., atau langsung masukin pas kompor dinyalakan ?

    Thanks anyway :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masak sampai mendidih baru masuk larutan tepung ya Mba.

      Hapus
  9. Sebeeeel sama menu ini. . .
    Biasanya kalo ditulis 2 porsi itu, bisa nyampe buat 6 porsian. . .
    Ternyata 2 porsi yang ini itu cuma buat seporsi aja. . .
    Enaak walaupun skip nangka soalnya susah nyari nangkanya hehehe
    Makasi yaa mba uda share resepnya. . .

    Oh yaa mba, maaf OOT, kalo simpan jagung dan kacang polong beku di freezer setelah dibuka itu dibiarkan saja di plastiknya??? Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, iya ya, saya sendiri lupa ini porsinya seberapa. Ternyata kecil ya.

      yep, dibiarkan saja diplastiknya mba, tutup rapat saja ya

      Hapus
  10. Lagi cari resep bubur sumsum utk kegiatan posyandu langsung search di Google "bubur sumsum just try and taste"... Dan hasilnya... Luarrr biasa. Anak2 doyan banget krn lembut. Makasih resepnya ya mba... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks sharingnya ya Mba ade, senang resepnya disuka ^_^

      Hapus
  11. Hello mbak endang..resepnya berguna banget nih..beberapa hari lg saya dikasih tugas bikin bubur sumsum untuk 70 porsi, kira2 brp banyak tepung dan santan ya yg harus sy gunakan? makasih banyak mbak endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, sepertinya harus dkalikan sendiri masing2 bahannya ya Mba. Yang jelas porsi diatas bisa maksimal hanya 4 porsi saja, atau tergantung mau seberapa banyak ya per orang diberikan.

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...