20 August 2011

Balado Ikan Bandeng & Kentang


Sambal balado, menu desperate yang selalu digemari semua orang, kecuali tentu saja bagi mereka yang tidak suka dengan cita rasanya yang pedas. Dan minggu kemarin saya benar-benar desperate, bingung mau membuat lauk apa untuk sahur bersama Tedy yang minggu lalu menginap di rumah Pete. Freezer saya sudah bisa ditebak isinya: ikan selar, ikan ekor kuning, ikan tuna, ikan dori fillet, ikan bandeng, ikan bandeng dan ikan bandeng. Fuiih, saya baru sadar ternyata saya memiliki bejibun ikan bandeng dalam kantong-kantong plastik berisi 4 - 5 potong ikan. Selama ini memang saya selalu menyimpan ikan, daging atau ayam dengan cara seperti ini. Jika baru saja pulang berbelanja mingguan dalam rangka mengisi freezer maka bahan makanan seperti ikan, seafood, daging atau ayam langsung saya siangi dan cuci bersih untuk kemudian saya masukkan dalam plastik terikat rapat berisi 4-5 potong yang pas untuk satu kali memasak. 



Selain rasanya yang lezat dan jarang kehilangan penggemarnya, sambal balado juga mudah dibuat dan banyak bahan makanan yang bisa diolah menjadi masakan ini. Ikan, udang, cumi-cumi, kerang, terung, daging dan ayam adalah contoh umumnya. Kali ini saya memilih ikan bandeng, ikan dengan duri yang banyak ini memang favorit keluarga saya, bahkan kami telah bersahabat dengan duri-durinya sehingga selama ini aman-aman saja mengkonsumsinya. Jika banyak orang hanya bisa menikmati ikan bandeng saat telah dipresto maka kami justru suka ketika ikan ini dimasak menjadi pindang serani yang pedas dan segar, atau pepes bandeng berempah atau tumis bandeng dengan cabe dan tomat hijau yang mantap. Hmm, nasi berpiring-piring pun bisa lincin tandas disikat.

Sebelum diolah menjadi balado, ikan dicuci bersih dan dibumbui terlebih dahulu untuk kemudian digoreng hingga kering dalam minyak yang banyak. Baru kemudian ikan dibumbui dengan sambal balado yang telah ditumis hingga matang. Cara ini membuat ikan terasa lebih gurih dan durinya menjadi tidak terlalu mengganggu karena telah digoreng hingga garing. Bumbu balado wajib ditumis dengan minyak agak banyak hingga harum dan matang, tandanya adalah warna bumbu tidak pucat, terlihat lebih gelap, bumbu yang seperti ini membuat rasa balado lebih mantap dan tidak cemplang. Jika kurang minyak saat menumis maka bumbu matangnya tidak akan maksimal, terlihat basah dan rasanya pun cemplang. Terlalu banyak minyak juga akan membuat makanan anda menjadi tidak sehat dan tampilannya kurang menarik karena ikan dan bumbu seperti sedang berenang-renang dalam kolam minyak. Tambahkan sedikit kecap manis agar warna sambal balado yang anda buat lebih menantang dan menggugah selera. 

Yuk kita buat saja.


Sambal Balado Ikan Bandeng & Kentang
Resep dari Ibu saya 

Bahan:
- 1 ekor ikan bandeng ukuran besar, siangi, buang isi perut dan insang, potong melintang menjadi  4 bagian
- 1 butir kentang ukuran besar, kupas dan potong dadu
- Minyak untuk menggoreng ikan dan kentang 

Bumbu untuk menggoreng ikan, haluskan:
- 1 ruas kunyit
- 1 butir bawang putih
- 1 sendok teh ketumbar
- 1/2 sendok makan garam
- 1 sendok makan air asam Jawa

Bumbu balado, haluskan:
- 15 butir cabai merah keriting
- 5 butir cabai rawit (jika kurang pedas)
- 6 butir bawang merah
- 3 butir bawang putih
- 1 ruas jahe

Bumbu lainnya:
- 2 sendok makan kecap manis
- 1 sendok makan gula pasir
- 1/4 sendok makan garam
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk
- Minyak untuk menumis bumbu
- 3 lembar daun salam
- 2 ruas lengkuas, pipihkan

Cara membuat:
Lumuri potongan ikan dengan bumbu untuk menggoreng ikan hingga merata, diamkan selama 15 menit. Goreng dalam minyak panas hingga matang dan kering, angkat dan tiriskan. Masukkan potongan kentang mentah dalam bumbu bekas merendam ikan, aduk hingga bumbu melumuri kentang, kemudian goreng kentang di minyak bekas menggoreng ikan hingga kentang kering, kecoklatan dan matang. Angkat dan tiriskan.




Sisihkan minyak bekas menggoreng ikan di wajan ke wadah lainnya, menggunakan wajan bekas menggoreng ikan, tuangkan kira-kira 3 sendok makan minyak panas. Tumis bumbu balado, lengkuas dan daun salam, hingga harum, warnanya tidak merah cerah lagi tetapi menjadi merah tua dan terlihat sedikit kering. Masukkan kecap manis, garam, gula dan kaldu bubuk. Aduk rata. Matikan api kompor.

Masukkan ikan dan kentang goreng, aduk menggunakan spatula hingga bumbu merata melumuri ikan dan kentang. Kemudian hidupkan kembali api kompor dan masak sebentar hanya agar semua bahan menyatu baik dan meresap. Cicipi rasanya, angkat.

Balado siap disajikan untuk menemani nasi hangat. Enjoy!

6 comments:

  1. bikin ah,mumpung ada semua bahannya..tx sudah share :)

    ReplyDelete
  2. Wah, lauk ini bikin nafsu makan meningkat Mba, dicampur pakai tempe yang dipotong dadu dan digoreng kering juga enak lho ^_^

    ReplyDelete
  3. balado ikan bandeng nya bikin ketagihan, aku kalau makan pakai lauk ini makan ku pasti nambah terus hehe, maklum saking enak nya , rasa sambal balado nya itu bener-bener maknyuss banget...

    ReplyDelete
  4. Salam Kenal mbak endang...
    Sy nyaris tiap hari baca blognya mbak endang loh... Setelah liat blog mbak endang rasanya langsung pengen masak walaupun sebelumnya malas Bener. Sy uda nyoba beberapa resep mbak endang, rasanya mantap. Apalagi sambal godog betawinya. Cuma dagingnya sy ganti ceker. Suami sampe nambah 3 Kali. He he he... Untuk resep ini kayaknya resep baladonya beda dg masakan padang ya mbak... Ibu sy kebetulan orang padang, pariaman tepatnya. Sy seneng bgt kalo ibu masak balado kentang Dan tongkol. Bumbunya sederhana. Hanya cabe merah besar, cabe rawit dan bawang merah melimpah serta sedikit garam. Bumbu ditumis dg minyak agak banyak agar tetap basah sampai terpisah Dari minyaknya baru ikan dimasukkan dan diberi sedikit kucuran jeruk nipis. Rasanya yummy... ;) BTW tengkyu ya mbak sdh menginspirasi dg resep2 yg ciamik. #Fitri

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal mba fitri, waah mantep sekali resep Ibunya mba, saya jadi ngiler, saya yakin a la Padang pasti maknyus banget wakkaka.

      resep ini beda ya, ini resep dari Ibu saya kalau masak balado apapun bumbunya ya seperti ini hahha. thanks sharingnya ya mba.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...