Showing posts with label Nasi dan Lontong. Show all posts
Showing posts with label Nasi dan Lontong. Show all posts

06 March 2013

Ayam Percik & Nasi Lemak


Sudah lama sekali saya mengidam-idamkan untuk membuat masakan ini. Hmm, kalimat pembukaan klasik yang sepertinya selalu nongol di awal postingan setiap blog seputar resep masakan. Tapi memang ini kenyataan yang sebenarnya, sudah sejak lama saya memang menginginkan memasak ayam percik, hanya saja selalu teralihkan oleh resep lainnya tergantung dengan mood saya pada waktu  itu. Hingga pada hari Jumat minggu lalu, saya menyaksikan tayangan masak-memasak dari chef Adrian Richardson di Asian Food Channel. Sang chef menampilkan hidangan ini - air liur sayapun menjadi menetes, mata menatap layar tanpa kedip dan resolusi pun dicetuskan. Hari Sabtu saya harus membuat ayam percik a la saya tentunya. ^_^


Bumbu dapur

21 January 2013

Nasi Biryani Daging Sapi



Sudah lama sekali saya mengincar beras basmati, beras terkenal  dari India ini memiliki bulir yang panjang dengan aroma pandan yang harum. Satu hal yang membedakan basmati dengan jenis beras lainnya adalah beras ini tidak lengket sama sekali kala telah menjadi nasi, alias tercerai berai satu sama lain namun tetap mempertahankan kepulenan dan kelegitannya. Umumnya beras basmati digunakan untuk membuat nasi biryani a la India atau nasi kebuli a la Indonesia, nasi pilaf (pilau) atau kheer (puding nasi a la India). Sayangnya beras ini alamak mahalnya sehingga saya tidak pernah tertarik untuk membelinya. Beras lainnya yang memiliki tampilan dan rasa yang mirip dengan basmati adalah jasmine dari Thailand, hanya saja buliran jasmine berukuran lebih kecil dibandingkan basmati yang panjang langsing. 


Said, teman Iran saya, sebagaimana dengan masyarakat Iran dan Timur Tengah lainnya sangat tergila-gila dengan beras basmati. Baginya beras a la Indonesia terlalu lengket, kurang pulen dan kurang pas menemani aneka gravy a la Persia yang kental. Sempat shock melihat harga beras basmati yang super mahal di supermarket dan akhirnya girang alang kepalang ketika menemukan jasmine Thailand yang menurutnya mirip-mirip dengan basmati namun dengan harga yang lebih murah, Said memborong dua karung beras dan memasukkannya ke dalam troli belanja. Saya yang tidak terlalu maniak dengan nasi dan tidak pernah sibuk membedakan rasa berbagai macam beras hanya melongo bengong, dan hampir terjungkal ketika Said berkata dengan menggebu-gebu, "Lain kali kalau ke supermarket lagi, dimanapun berada, tolong cek harga beras jasmine dan beli lagi, di sini hanya ada 2 karung." Tobat butuh berapa karung lagi? ^_^



28 July 2012

Nasi Kebuli Ayam Goreng Versi Rice Cooker


Gara-gara YM dari teman saya Tyas beberapa hari yang lalu saat saya sedang disibukkan dengan pekerjaan di kantor, membuat kepala saya terus terbayang-bayang dengan nasi lezat yang satu ini. Nasi kebuli. Pesan pendek Tyas hanya menanyakan apakah saya pernah membuat nasi kebuli. Sepertinya, teman saya ini akan mengadakan acara berbuka puasa di rumahnya dan nasi kebuli tampaknya menjadi menu andalan yang hendak dipamerkan. Terlepas dari request Tyas, nasi kebuli memang salah satu jenis masakan yang belum pernah saya coba dan salah satu makanan yang memang saya tertarik untuk membuatnya. Jadilah kemarin sore sepulang kantor saya pun mampir ke supermarket membeli bahan-bahan nasi kebuli. Umumnya nasi ini menggunakan daging kambing sebagai salah satu bahannya namun kali ini saya menggunakan daging ayam yang lebih murah meriah. Resepnya saya contek dari majalah Femina yang saya baca kala  ber-creambath ria di salon langganan beberapa bulan yang lalu. Lho masih ingat? Ehem, resepnya saya catat di handphone saya. ^_^


17 June 2012

Nasi Tim Ayam: Seriously Delicious!


Siapa bilang nasi tim ayam hanya untuk yang sedang sakit? Hmm, bagi yang sedang sehat pun sah-sah saja menyantap nasi tim seperti yang saya lakukan weekend ini. Proses pembuatannya sebenarnya terbilang mudah hanya saja saran saya, persiapkan terlebih dahulu semua bahan yang anda perlukan, perhatikan setiap tahapannya sehingga saat anda beraksi memproses semua bahan di atas kompor, semua berjalan smooth dan cepat. Selain itu jangan langsung menyerah membaca resep dan proses pembuatannya yang saya tuliskan di bawah, walau terlihat banyak namun sebenarnya bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana. 


Sebagaimana masakan yang dipengaruhi oleh kuliner China maka jangan lupa untuk menyediakan kecap asin (soy sauce) dan minyak wijen (sesame oil) di dapur anda. Kedua bahan ini walau tidak mutlak namun akan memberikan rasa yang spesial pada nasi tim yang anda buat. Selebihnya, saya yakin bahan-bahannya pasti tersedia di dapur anda. Jika anda menyukai aroma berbeda boleh tambahkan 2 helai daun pandan saat menumis nasi, membuat nasi tim menjadi lebih harum aromanya. Namun yang jelas, nasi tim ini super lezat, lembut, dengan sari ayam dan bumbu yang meresap hingga ke dalam setiap butiran nasi. Benar-benar serius sedapnya. ^_^


21 October 2011

Nasi Panggang Isi Tuna, Kacang Polong, Jamur, dan Keju


Mungkin makanan ini mengingatkan anda dengan schotel atau casserole atau entah apa pun itu namanya, namun yang jelas makanan ini benar-benar hasil modifikasi desperate yang saya lakukan pekan lalu di dapur. Ahh, terkadang saya memang terlalu kurang kerjaan (saya tidak pede menyebutnya dengan kreatif), ketika orang lain mengambil jalan praktis untuk memberdayakan suatu bahan maka saya justru akan mencari jalan yang menyusahkan hanya karena tiba-tiba sekerlip ide muncul di salah satu sisi otak saya dan semangat sayapun menyala untuk mewujudkannya. Walaupun badan letih, walaupun pikiran stress, walaupun bau keringat dan belum mandi karena baru pulang dari kantor, dan mungkin... walaupun tiba-tiba ada bom meletus di depan rumah Pete, ide tersebut tetap harus terwujud. Terkadang saya senang dengan semangat ngoyo ini namun seringkali saya sebal sendiri, karena so exhausting!


07 August 2011

Nasi Pindang


Jika dilihat dari tampilannya mungkin anda akan terkecoh dan mengira masakan ini adalah rawon. Warnanya yang kehitaman memang dikarenakan menggunakan salah satu bumbu yang sama dengan rawon yaitu kluwek. Perbedaannya dengan rawon adalah kuah nasi pindang menggunakan santan dan saat disajikan dilengkapi dengan daun melinjo dan bukan tauge. Untuk resep rawon yang lezat, anda bisa klik diresep yang pernah saya tampilkan sebelumnya di Rawon Ngawi Nendang' ala My Mom dan jika anda belum pernah menggunakan kluwek dalam masakan mungkin sebaiknya anda baca dulu tips dari saya untuk memilih kluwek yang baik, anda bisa klik tipsnya di postingan saya sebelumnya di Kluwek: Tentang, Tips Memilih dan Menggunakannya.

27 June 2011

Nasi Goreng Pelangi


Berganti pola makan dengan menyantap beras merah memang berat, walau maksud hati ingin mengikuti gaya hidup sehat tapi dasarnya lidah saya yang maniak sekali dengan nasi putih, tetap saja rasanya makan tidak berasa puas tanpanya. Tapi bukan berarti saya lantas menyerah, nasi goreng pelangi dengan aneka warna sayuran ini saya buat untuk makan malam Dimas, adik saya, yang sedang berkunjung ke Jakarta dalam rangka liburan. Sungguh, saya hanya mencicipinya sebanyak dua sendok! Ehem, dua sendok sayur tepatnya ^_^. Ini karena nasi goreng berwarna-warni ini sangat lezat sehingga saya tak kuasa menolaknya.


23 June 2011

Sapo Sayur & Nasi Beras Merah


Sapo salah satu jenis hidangan berkuah yang lezat, kaya akan bumbu dan rasa serta sangat mudah dibuat. Keunikan makanan ini adalah cara menghidangkannya yang menggunakan mangkuk hotplate yang dipanaskan terlebih dahulu di atas api kemudian aneka bahan makanan dan masakan dituangkan ke dalamnya hingga berdesis dan uap mengepul keluar. Hmm, sedap! Mangkuk tahan panas yang umumnya terbuat dari clay atau tanah liat ini mampu menahan panas cukup lama sehingga masakan tetap hangat selama disantap.


15 May 2011

Mudahnya Membuat Sushi Sendiri Di Rumah: Sushi Isi Telur Goreng, Daging Asap, Ketimun, Wortel & Jamur


Kuliner Jepang sering kali membuat saya takjub dan kagum, bukan akan bumbu dan tastenya - karena terus terang kurang sesuai dengan lidah saya - kekaguman saya lebih pada bagaimana makanan tersebut ditampilkan dengan sangat menarik hati dan rapi. Bukan rahasia lagi jika menyajikan makanan dengan baik sangat penting di Jepang. 

Sebagai contohnya adalah bento. Bento merupakan bekal makan siang yang dipersiapkan dengan hati-hati oleh para ibu atau wanita di rumah untuk suami, putra-putri atau diri mereka sendiri. Umumnya bento berisi nasi, ikan/daging, acar dan sayuran masak yang dikemas dalam sebuah kotak. Bahkan di Jepang, diselenggarakan kontes menata bento, dimana biasanya aneka ragam style bento ditampilkan seperti kyaraben atau karakter bento, bento yang didekorasi mengikuti tokoh animasi terkenal di Jepang atau oekakiben, picture bento, yang ini bento didekorasi sehingga mirip seperti manusia, binatang atau tumbuhan.

01 May 2011

Nasi Ayam Hainan Dengan Jamur Shiitake


Saya memang sudah berniat untuk membuat nasi ayam hainan, minggu ini. Awalnya saya begitu yakin resepnya pasti ada di buku Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa, jadi dengan penuh percaya diri saya tidak berusaha mencari tahu lebih jauh ke website. Tetapi ternyata setelah bahan-bahan ready di dapur dan waktu setengah jam telah saya habiskan menelusuri resep demi resep di buku setebal batako ini, tidak ada satu pun kata hainan atau mirip-mirip hainan saya temukan. 


04 April 2011

Kubis Gulung Isi Tumis Nasi & Daging Sapi


Makanan yang digulung kemudian diisi dengan aneka isian yang lezat memang menarik, tak terhitung berapa banyak model makanan yang seperti ini. Mulai dari lauk pauk, kue dan aneka camilan yang populer banyak melibatkan teknik seperti ini. Selain membuat tampilannya lebih cantik juga membuat kita yang akan menyantapnya sedikit penasaran karena harus menebak-nebak isinya. Contoh makanan versi ini misalnya saja rolade, entah terbuat dari daging sapi, ayam atau sayuran, kemudian sushi, risoles, lumpia, semar mendem, dadar gulung, dan tentu saja masih banyak segudang jenis lainnya yang bisa diciptakan tergantung selera, kemampuan dan kemauan. 

27 March 2011

Bubur Manado: Si Campur Aduk yang Nikmat


Hari ini ketika saya melongok rice cooker, saya baru tersadar jika nasi di cooker masih setengah penuh dan yang bikin tambah 'puyeng' adalah saya memasak nasi sedikit lembek. Hmm, putar otak ke kanan dan ke kiri hanya satu masakan yang saya kira cukup layak untuk dimodifikasi dari si nasi lembek: bubur. Next question-nya adalah bubur apa ya? Bubur ayam? Waduh, mengingat aneka pernak-perniknya yang kompleks membuat semangat saya menjadi terbang. Bubur Manado? Yup, sepertinya itu pilihan tepat apalagi akhir-akhir ini konsumsi saya akan sayuran agak berkurang, jadi tanpa berfikir ulang lagi saya segera mempersiapkan bahan-bahannya.

Daun Gedi


24 February 2011

Nasi Abon Bungkus Nori


Pagi hari memang menjadi saat yang paling hectic, saat harus bergegas mempersiapkan diri ke kantor bagi kuli seperti saya. Bagi yang memiliki putra-putri yang masih bersekolah tentu saja bebannya menjadi berlipat, karena ditambah harus mempersiapkan makan pagi dan bekal makan siang buat keluarga. Menu mudah, cepat dan mengenyangkan sudah pasti menjadi pilihan utama. Bahkan menu satu minggu mungkin telah dipersiapkan sejak awal sehingga tidak perlu pusing memikirkan apa yang harus dimasak setiap hari. Kalau perlu, menu ditempel pada papan/dart dan setiap pagi untuk menentukan menu, anda lempar anak panah kecil kearah papan sambil membayangkan diri menjadi Robin Hood. Okay, mungkin itu terlalu desperate, tapi ide itu pernah singgah di kepala saya.


Nah, postingan resep kali ini barangkali bisa sedikit memecahkan persoalan diatas: Nasi Abon Bungkus Nori. Menu ini mungkin bisa menjadi salah satu daftar yang anda tempel di dart, karena bergizi, praktis, mudah, lezat dan unik. Nori adalah nama dalam bahasa Jepang untuk bahan makanan berupa lembaran rumput laut yang dikeringkan. Nori biasanya dipergunakan sebagai hiasan, penyedap berbagai masakan Jepang, lauk untuk dimakan bersama nasi atau sebagai bahan makanan ringan seperti senbei. Makanan yang paling terkenal yang menggunakan nori adalah sushi dan onigiri (nasi kepal). Nah, nori yang umum dipakai untuk membungkus nasi atau sushi adalah nori yang plain alias tidak dibumbui, ukurannya biasanya lebih lebar. Sedangkan nori berbumbu, berbentuk lembaran kecil-kecil yang dibungkus plastik, rasanya gurih dan renyah.

Makisu & Nori
Bahan baku nori adalah spesies ganggang merah Porphyra, yang termasuk di dalamnya adalah P. yezoenis dan P. tenera. Kandungan gizi utamanya adalah 1/3 protein dan 1/3 serat makanan. Selain itu nori  juga memiliki kandungan yang tinggi akan iodine, carotene, Vit. A, B, C1 dan sejumlah kalsium dan zat besi. Dengan gizi seperti ini sangat disayangkan jika anda melewatkan untuk mencoba menggunakannya sebagai salah satu bahan makanan untuk keluarga. Apalagi rasa nasi yang dibungkus dengan nori memiliki taste yang unik dan lezat.  

Untuk memperolehnya, anda bisa membelinya di supermarket  di bagian yang menyediakan bahan makanan Jepang atau Korea dengan harga yang tidak mahal, biasanya 1 paket plastik berisi + 10 lembar nori. Untuk menggulung nori berisi nasi anda bisa menggunakan anyaman bambu (makisu) seperti yang saya pergunakan yang memang khusus untuk menggulung sushi, atau jika tidak memilikinya anda bisa menggunakan sehelai serbet kain yang bersih. Anda bisa klik di link disini untuk melihat step by step menggulung nasi tanpa menggunakan anyaman bambu dari blog Just Hungry.


Berikut resepnya.


02 February 2011

Omelete Nasi Bumbu Kari (Curry Rice Omelette)


Waktu jaman kuliah dulu - kala masih menjadi anak kos-kosan di Jogya - mie instan menjadi makanan alternatif utama ketika: lapar berat dan perlu makanan yang mengenyangkan dalam waktu yang cepat; kala bokek berat (tanggal tua) dan uang saku kiriman dari orang tua tak kunjung datang; atau kala bosan berat dengan warteg di sebelah kos-kosan. Hmm, yang terakhir jarang terjadi sih, karena kebetulan warteg di Jogya masakannya lezat-lezat dan sesuai dengan lidah Jawa saya yang kental dan 'medhok'.

Mulai dari mie goreng, mie rebus tanpa telur, mie rebus pakai telur, mie nyemek atau martabak mie pernah dicoba, kreatifitas memang meningkat dikala situasi terjepit dan kondisi yang memaksa untuk menjadi kreatif. Nah, martabak mie yang terbuat dari mie instan bumbu kari (biasanya Indomie rasa kari ayam), paling saya sukai. Anda yang penggemar mie pasti tahukan cara membuat martabak mie? Itu lho, mie rebus yang dimasukkan ke dalam kocokan telur dan digoreng. Enak buat santapan berat, mantap juga dijadikan snack sambil menonton televisi. Makanan yang sangat praktis, cocok dengan anak kos-kosan yang sakunya cekak dan skill memasak yang pas-pasan :).


Postingan kali ini bukan tentang resep martabak mie, walaupun idenya berasal dari sana. Berawal dari pulang kantor kemarin malam, saya melihat di meja makan masih tersisa semangkuk nasi putih, kira-kira 200 gram, dan minus lauk. Mau dijadikan nasi goreng kok ya nanggung banget alias kurang banyak, dibiarkan begitu saja sayang juga. Nah, karena dari kemarin-kemarin kepingin makan omelete, akhirnya nasi nanggung ini saya olah menjadi omelete. Teringat dengan martabak mie kari yang mirip-mirip omelete juga, saya tambahkan bumbu kari di omelete nasi saya. Sedikit sayuran, sosis dan smoked beef, apapun yang ada di kulkas yang bisa dimanfaatkan untuk menambah kelezatannya. Jadi deh omelete nasi bumbu kari yang lezat.

Memasaknya sangat mudah dan anda bisa memanfaatkan bahan makanan  yang tersedia di kulkas anda. Mau isi sayuran seperti wortel, brokoli, kacang polong, jamur, atau ditambahkan bakso, ayam dan daging cincang juga oke. Tips dari saya, gunakan api kecil kala memasaknya agar bagian dasar omelete tidak cepat gosong dan telur matang dengan sempurna. Tutup pan datar teflon anda selama memasak agar bagian atas dan tengah telur cepat matang.

Berikut resepnya.

02 January 2011

Nasi Tumis Broccoli (Sauted Rice with Broccoli)


Siapa bilang menyiapkan makanan sehat, lezat dan cepat itu sulit? Makanan cepat saji tidak harus junk food dan makanan sehat tidak harus ribet dan memakan waktu dalam menyajikannya. Nasi tumis broccoli ini adalah salah satu contohnya, makanan sehat ini sangat lezat dan praktis.

Awalnya saya tidak percaya  jika nasi dan broccoli setelah ditumis menjadi pasangan yang serasi, tetapi saya penasaran sejak Sari, teman baik saya, mencetuskannya ketika kami sedang di vegetable counter sebuah supermarket sambil memandangi bongkahan - bongkahan broccoli  yang menggiurkan. Ide bagus, pikir saya. Bisa menjadi alternatif menu ketika sedang lapar berat dan malas memasak tapi maunya makan makanan yang bergizi.

Paduan nasi, broccoli dan bumbu sederhana sangat menggugah selera. Memasaknyapun tidak perlu lama-lama. Iris-iris dan sreng-sreng sebentar, dalam 10 menit jadi deh. Bahan tambahan lainnya untuk nasi tumis ini saya masukkan setengah batang sosis sapi dan kacang polong beku. Anda bisa menambahkan wortel yang dipotong dadu, smoked beef, bakso atau dada ayam rebus. Semua lezat. 



Broccoli (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu sayuran favorit saya, sayuran hijau ini kaya akan vitamin, mineral, serat, kalsium dan salah satu sayuran penyumbang antioksidan yang tinggi. Jika anda bisa mendapatkan broccoli versi organiknya, itu lebih baik karena bebas pestisida dan bahan kimia lainnya. Broccoli merupakan salah satu keluarga Brassicaceae atau suku kubis-kubisan yang rentan sekali akan serangan hama sehingga kemungkinan besar pada saat penanamannya dilakukan penyemprotan pestisida yang cukup intensif. 


Cuci bersih broccoli di air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan pestisida yang melekat, amati seksama jika ada ulat kecil yang suka sekali bersarang di sela-sela batang dan rimbunnya kuntum broccoli. Paling bagus setelah dicuci, siram  dengan air panas dan langsung tiriskan. Pada saat memasak, jangan memasak broccoli terlalu lama selain supaya vitaminnya tidak hilang juga broccoli paling enak disantap saat masih setengah matang sehingga masih crunchy.




Ada teman saya yang bilang, malas beli broccoli. Batangnya yang segede kingkong itu pasti terbuang. Eits, siapa bilang harus dibuang? Saya selalu menyertakannya untuk dimasak. Jangan nyengir dulu, batangnya lezat juga lho. Caranya, kupas kulitnya menggunakan pisau, kemudian iris tipis-tipis. Pisahkan batang dengan kuntumnya karena batang broccoli lebih keras jadi kita masak lebih dahulu bersama bumbu. Mamamia lezatto!

Mari kita masak yuk.

23 December 2010

Nasi Goreng Serai ala Just Try & Taste



Terus terang saya bukan penggemar nasi goreng, pernah 'trauma' gara-gara makan nasi goreng campur telur orak-arik. Rasa amis telur yang menyengat membuat isi perut langsung naik ke atas. Setelah itu saya berusaha menjauhi si nasi goreng.

Tapi apa daya, nasi goreng merupakan alternatif tercepat memanfaatkan nasi yang tersisa. Memang sih ada menu lainnya yang bisa di kreasikan misalnya nasi pepes. Hanya saja bagaimana kalau di pagi hari dengan waktu terbatas dan terburu-buru untuk menyiapkan sarapan dan tidak memiliki daun pisang? Nasi pepes hanya tinggal khayalan saja.


Nasi goreng serai ini hasil mengutak-atik di dapur supaya taste-nya pas dengan selera saya. Aroma segar serai menurut saya sangat menggugah selera dan membuat tidak 'eneg'. Tidak heran minyak atsiri serai yang nama kerennya lemon grass banyak kita jumpai di penjual-penjual minyak aromatherapy. Serai sering juga dimanfaatkan di dalam masakan Thailand. Kuah TomYam tidak akan terasa segar dan harum tanpa lemon grass.


Hasil utak-atik saya ternyata tidak mengecewakan, nasi goreng menjadi harum dan menghilangkan rasa 'eneg' yang suka timbul. Saya tambahkan sedikit teri, terasi dan irisan daun jeruk purut untuk mempersedap rasanya serta kunyit agar warnanya lebih cantik. Hmm, laziz!


14 November 2010

Tepo Kecap


Yuhuu, pagi ini asisten kami Mba Jum memasak Tepo Kecap untuk menu sarapan pagi. Nyumm!!

Di kampung halaman saya, Ngawi - Jawa Timur tepatnya di desa Paron. Tepo Kecap  atau biasa kita kenal dengan lontong kecap adalah makanan yang sangat populer dan biasa dijual oleh mbok-mbok di pasar bersaing dengan penjual nasi pecel dan bubur sumsum. Kami biasanya menyantapnya sebagai menu sarapan di pagi hari.

Sebagaimana lontong kecap lainnya, maka tepo didominasi oleh irisan tepo/lontong, potongan tahu goreng, rajangan halus kol, tauge dan siraman kuah yang manis asam segar ditaburi dengan kacang tanah yang digoreng. Irisan tomat merah dan sedikit cuka di kuahnya memberikan rasa asem-asem segar yang berpadu dengan manisnya kecap dan gurihnya kacang. Plus aroma seledri menggugah selera. Hmm, jadi kangen dengan tepo kecap di Paron.


13 November 2010

Nasi Pepes Bakar


Pernah memasak nasi terlalu banyak sehingga tidak habis? Atau karena ada acara di rumah kemudian nasi tersisa segunung di cooker sedangkan lauk pauknya sudah amblas tak bersisa?

Saya sering mengalaminya dan sudah dalam taraf bosan mengolahnya menjadi aneka nasi goreng. Sebut saja nasi goreng pedas, nasi goreng ijo karena pakai cabai rawit hijau, nasi goreng pete, nasi goreng kornet, nasi goreng gila, nasi goreng teri, nasi goreng balado ikan, kalau yang ini ikan balado sisa saya suwir-suwir dan campur ke dalam nasi goreng. Yup, saya yakin masih ada seribu modifikasi nasi goreng yang bisa saya kriyakan, tapi tetap saja:  nasi goreng!

Pada suatu hari, ehem, ada acara di kantor saya dan menu utamanya adalah nasi pepes bakar. Wah, saya langsung jatuh hati. Paduan ikan tongkol, ayam, ikan teri goreng, aneka rempah dan kemangi terasa meresap ke dalam nasi yang pulen, ditambah dengan aroma daun pisang yang harum terbakar. Satu bungkus rasanya kurang! Apesnya pas mau nambah ternyata gunungan nasi pepes bakar telah amblas tak bersisa.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...