23 Agustus 2019

Resep Salmon Mentaiko Rice


Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Menunggu hujan turun. Sepertinya saya dan jutaan penduduk di Jakarta dan sebagian besar wilayah di Indonesia lainnya memiliki harapan yang sama. Hujan deras segera turun membasahi bumi. Sekian bulan lamanya tak ada hujan setetespun, pohon-pohon terlihat kusam berdebu dan jet pump di rumah mulai berbunyi meraung tak mengenakkan telinga kala menarik air dari dalam tanah. Kondisi kemarau panjang ini diperparah lagi dengan polusi di Jakarta yang kian mengerikan. Setiap hari kota seakan digelayuti dengan kabut dan suasana terlihat mendung. Bukan karena hujan akan turun tetapi asap polusi yang menyelubungi.  Secara rutin media online mengeluarkan berita status polusi di Jakarta yang berkali-kali menduduki rangking nomor satu sebagai kota dengan tingkat polusi terburuk didunia. Mengalahkan beberapa kota di India dan China. 

Saya sendiri bisa melihat perbedaannya sangat jelas sejak beberapa bulan terakhir ini, jika dilihat dari lantai 21, gedung-gedung tinggi seputar kantor tampak tidak sejelas dulu. Kabut asap cukup pekat membayangi. Dulu ketika membaca kota-kota di China yang berkabut karena asap industri, bahkan hingga warganya harus menyediakan filter udara khusus dirumah masing-masing, saya membatin betapa bersyukurnya tidak mengalami hal yang sama. Tapi kini betapa inginnya saya pergi dari Jakarta demi mengisi paru-paru dengan oksigen yang bersih. 

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT
Mentaiko

Sejak Air Visual beberapa kali mengeluarkan Indeks Kualitas Udara Jakarta dikisaran 130 hingga 150 an US AQI yang artinya sangat tidak sehat bagi mereka yang sensitif, makin banyak saya menemukan 'para dokter bedah' bermasker di jalanan kota. Kondisi ini semakin diperparah dengan pelebaran pedestrian di sepanjang jalan Prof. Dr. Satrio, tempat dimana gendung kantor saya berada. Jalanan yang setiap hari sudah sangat macet dan penuh polusi asap kendaraan bermotor kini makin parah karena bercampur dengan debu material pelebaran pedestrian. Saya sendiri tentu saja sangat suka dengan pedestrian lebar nan asri seperti di Jalan Sudirman, yang menjadi masalah adalah tanpa pelebaran pedestrian saja Jalan Prof. Dr. Satrio ini sudah sangat sempit untuk kendaraan bermotor yang setiap hari berdesak-desakan, macet adalah makanan sehari-hari jalan ini mulai dari pagi saat karyawan berangkat ke kantor hingga pukul sepuluh malam. Jika jalanan tersebut diperkecil sementara jumlah kendaraan yang lewat volumenya tetap sama atau justru semakin bertambah maka tak terbayangkan betapa kacaunya.

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT
Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Siapa sih yang tidak happy berjalan di pedestrian apik seperti di Singapura, tapi dengan tingkat polusi Jakarta yang semakin mengerikan dari hari ke hari, ditambah dengan minimnya pohon penghijauan ditepian jalan yang menaungi pedestrian, apakah ada orang yang ikhlas berjalan diatasnya? Saya sendiri tidak berminat. Selain itu, pedestrian yang lebar dan rapi biasanya justru menjadi sasaran PKL untuk menangkringkan gerobaknya, menata meja dan kursi-kursi menutupi seluruh jalan dan pada akhirnya pejalan kaki kembali tersingkir ke jalan beraspal bersama mobil dan motor. Rasanya tidak mungkin jika Satpol PP akan berjaga selama 24 jam disetiap pedestrian yang ada di Jakarta untuk menggebah PKL.

Menurut pendapat pribadi saya, akan lebih baik jika kita mencontoh Ethiopia yang memecahkan rekor menanam 350 juta pohon dalam waktu 12 jam. Ketika MRT dibangun ada banyak pohon-pohon besar disepanjang jalan Sudirman yang ditebang karena dilalui jalur kereta, sudah sewajarnya jika pepohonan tersebut digantikan dengan yang baru dan justru ditambah lebih banyak lagi disepanjang jalanan dan setiap sudut kota. Pohon selain mampu meneduhkan jalanan juga mampu menjadi filter polusi. Bukankah negeri kita subur makmur, tongkat kayu dan batu jadi tanaman? Jadi mengapa kita tidak menggalakkan penghijauan kembali, kali ini lebih gencar seperti Ethiopia? Okeh mungkin anda akan berkata, mulai dari diri sendiri dulu dong, jangan hanya berharap pada pemerintah! Di depan halaman rumah yang secuplik, saya sudah menanam aneka tanaman, mulai dari jajaran kaktus imut hingga dua buah pohon mangga, sebuah pohon belimbing wuluh, sebatang pohon kelor, dan banyak aneka tanaman lainnya yang kini justru membuat saya pusing karena kudu disiram rutin sementara air dalam kondisi tiris. 😄

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT
Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Menuju ke resep. Saya bukan orang yang mengikuti trend atau suka menjajal makanan kekinian, tapi ketika Trie, teman saya, meminta resep salmon mentai rice, saya jadi penasaran juga. Beberapa kali saya membaca saus mentai pada menu di restoran, saya belum berminat hingga akhirnya harus mencobanya sendiri. Saus mentai, sebenarnya dari kata mentaiko adalah saus berbahan dasar mayonnaise yang ditambahkan telur ikan pollock bernama mentaiko. Telur ikan ini mirip dengan tobiko yang biasanya menjadi topping atau pelengkap sushi. Trie menyarankan saya mencoba menu salmon mentai rice milik Sushi Tei, tapi saya memilih browsing dan mencari ide resepnya di net. Basicnya adalah nasi bercampur nori yang diberi topping salmon dan disemprotkan saus mentaiko diatasnya. Rasanya gurih dengan saus yang creamy.

Untuk membuat saus mentaiko maka saya membutuhkan telur ikannya, Tokopedia menjualnya tapi saya pernah melihat supermarket makanan Jepang, Papaya di Melawai selalu memajang telur ikan di etalase cooler-nya. Sepulang kantor saya pun berkunjung kesana. Rencana hendak membeli telur ikan seperti biasa melenceng menjadi  berbelanja lainnya seperti okra, jamur shiitake, gari (acar jahe Jepang), kecap asin dan aneka snack Jepang lainnya. Tapi untungnya Papaya memiliki mentaiko yang bersanding dengan tobiko. 

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Harga mentaiko tobat mahalnya, satu kilogram telur ikan dibandrol lebih dari satu juta rupiah. Harga di Papaya memang lebih tinggi dibandingkan supermarket umumnya, tapi sepadan dengan produknya yang fresh dan berkualitas. Tobiko, telur ikan lainnya yang lebih umum, dibandrol lebih murah, hanya ratusan ribu per kilonya. Karena saya hanya memerlukan sedikit saja untuk campuran saus maka secuil mentaiko masuk kedalam cup kecil  dan dibandrol seharga lima puluh ribu rupiah. Demi resep salmon mentaiko yang tokcer saya tidak tertarik mengganti mentaiko dengan tobiko yang lebih murah. 

Sekilas dari tampilannya kedua telur ikan ini hampir sama, hanya saja mentaiko berwarna lebih kemerahan sementara tobiko lebih oranye. Ukuran butiran telurnya sama halusnya dan ketika saya cicipi rasanya pun hampir sama. Amis! Dari browsing akhirnya saya mendapat informasi jika kedua telur ikan ini berasal dari jenis ikan yang berbeda. Mentaiko adalah telur ikan pollock, sejenis cod, ikan yang hidup di perairan dingin, sementara tobiko berasal dari telur ikan terbang (flying fish). Sejujurnya saya tidak begitu suka dengan rasa telur ikan baik mentaiko atau tobiko. Dulu ketika sushi masih menjadi makanan favorit maka topping telur ikan adalah jenis sushi yang selalu diincar, kini mencium aromanya saja saya hampir muntah. Tapi resep harus tetap dieksekusi!

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Membuat salmon mentaiko rice sebenarnya sangat mudah. Nasi putih biasanya dicampur dengan nori berbumbu yang dihancurkan, kemudian ditambahkan kecap asin dan minyak wijen. Salmon dipanggang sebentar di pan hingga matang, dagingnya kemudian dicabik-cabik kasar, sementara saus mayo dibuat dari mayonnaise bercampur dengan mentaiko, saus sambal dan sedikit garam. Saya kemudian melakukan modifikasi dengan menambahkan tumisan bawang putih di nasi agar rasa dan aromanya lebih harum. Ngeri membayangkan harus menutup nasi dengan berton-ton saus mayonnaise yang berkalori tinggi (1 sendok makan mayo = 93 kalori) saya lantas membuat saus keju sebagai bahan dasarnya dan mayonnaise hanya sebagai tambahan saja. Saus keju yang lebih padat juga terlihat lebih bagus ketika dipanggang dioven, dibandingkan mayo yang akan mencair jika terkena panas. Saus saya buat agak pedas agar tidak terlalu eneg. 

Nasi, salmon dan saus kemudian ditata di sebuah mangkuk keramik tahan panas dan digrill sebentar di oven agar permukaannya terpanggang kecoklatan. Biasanya jika di resto mereka menggunakan blow torch untuk memanggang permukaan nasi. Ada accident cukup menggelikan saat proses pemanggangan ini, berhubung saya jarang menggunakan tombol grill di oven listrik Sico andalan, saya lantas mengeset suhu maksimal (250'C). Saya pikir akan sepanas apa sih grill di oven listrik, jika dibandingkan oven gas dimana api langsung menyembur ke permukaan makanan. Makanan yang dipanggang saya tinggal sebentar mencuci piring sekitar sepuluh menitan hingga tercium aroma gosong yang heboh. Saya ngibrit lari ke oven dan terbelalak melihat permukaan salmon mentai rice berwarna hitam legam! Untungnya lapisan gosong ini masih bisa dikelupas dan saya masih punya sisa saus untuk menutupinya kembali. 

Pendapat saya tentang makanan  ini adalah jika akan membuatnya lagi saya akan mengganti salmon dengan ikan tuna kalengan, salmon terlalu amis bagi lidah dan hidung sensitif saya. Selain itu saya akan skip mentaiko dari resep, telur ikan ini selain mahal harganya juga rasanya tidak terlalu membuat saus menjadi super spesial kecuali menyumbangkan aroma lebih amis. Nori di nasi bisa dihilangkan jika anda tidak suka dengan rasa dan aroma amisnya. Jadi intinya, makanan ini memang mengandung banyak bahan amis, jadi jika anda bukanlah petualang kuliner atau tidak masalah melahap makanan apapun maka  modif resep sesuai saran saya diatas ya.😅

Berikut resep dan prosesnya.

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Salmon Mentaiko Rice
Resep saus mentaiko diadaptasikan dari Just One Cookbook - Classic Mentaiko Pasta

Untuk 3 porsi

Tertarik dengan resep masakan Jepang lainnya? Silahkan klik link dibawah ini;

Bahan nasi:
- 1 sendok teh minyak wijen
- 1/2 sendok makan mentega
- 2 siung bawang putih cincang halus
- 800 gram nasi putih hangat
- 5 lembar crispy nori berbumbu
- 2 sendok makan kecap asin

Bahan ikan:
- 1 sendok teh minyak untuk mengoles pan
- 200 gram fillet salmon
- seujung kuku garam dan merica

Bahan saus mentaiko:
- 100 ml susu cair
- 50 gram keju cheddar parut
- 1 1/2 sendok teh tepung maizena
- 1 sendok makan mentaiko (telur ikan pollock), bisa diganti tobiko, atau skip saja
- 3 - 4 sendok makan mayonnaise
- 2 sendok makan saus sambal botolan
- 1 sendok teh bubuk cabai, optional
- 1/6 sendok teh garam
- 1 sendok makan madu

Topping:
irisan nori kering

Cara membuat:

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Membuat nasi:
Blender nori hingga hancur, sisihkan.

Siapkan wajan, panaskan minyak wijen dan mentega. Tumis bawang putih hingga harum dan matang. Angkat.

Masukkan nasi putih hangat ke mangkuk, tambahkan tumisan bawang, nori yang telah dihancurkan, dan kecap asin. Aduk hingga rata.

Menggoreng salmon:

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Siapkan fillet salmon, taburi permukaannya dengan garam dan merica, lumuri hingga rata. Sisihkan.

Siapkan pan bekas menumis bawang, oles sedikit minyak dan panaskan. Letakkan fillet salmon sisi kulit dibagian bawah, goreng hingga matang, balikkan dan goreng sisi sebelah lainnya. Goreng salmon hingga matang, angkat, biarkan agak dingin. Buang kulit salmon, cabik kasar dagingnya, sisihkan.

Membuat saus mentaiko:

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Siapkan panci kecil, masukkan susu cair, keju parut dan tepung maizena. Masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga menjadi adonan kental. Angkat, biarkan dingin. Tuangkan ke mangkuk. Tambahkan  mentaiko, mayonnaise, saus sambal, bubuk cabai, garam dan madu. Aduk hingga rata. Cicipi rasanya, sesuaikan asin dan manisnya sesuai selera. 

Resep Salmon Mentaiko Rice JTT

Siapkan wadah tahan panas, bisa pakai cup aluminium foil, resep diatas bisa untuk 3 porsi. Bagi rata nasi ke 3 buah mangkuk, tata salmon diatasnya. Masukkan saus ke plastik segitiga, sisihkan. Semprotkan saus mentaiko dipermukaan salmon. 

Grill (panggang dengan api atas) di oven suhu 200'C hingga permukaan saus mulai coklat terpanggang. Kira-kira sekitar 5 -8 menit. Atau blow torch permukaan nasi hingga agak terpanggang. Keluarkan dari oven, taburi dengan irisan nori, sajikan hangat.



4 komentar:

  1. Saya pernah buat, tapi tidak sesuai resep jauh malah.... Jadi lebih tepatnya nasi panggang salmon... ��. Tapi enak juga kok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. keknya lebih simple justru lebih enak Mba Nina, saya pengenya next time bikin nasi panggang tuna saja hehehe

      Hapus
  2. kebetulan mba dr dlu mau buat ini tp blm nemu resep yg enak...

    aku mau coba pakai resep mba endanng ah.. looks so yummyyy...
    thanks ya mba sharenya.

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...