Showing posts with label Menu Idul Adha. Show all posts
Showing posts with label Menu Idul Adha. Show all posts

08 October 2014

Kebab Koobideh - Kebab daging kambing dan sapi cincang a la Persia


Bagi anda yang Muslim dan merayakan hari raya Idul Adha yang jatuh pada hari Minggu kemarin, maka saat ini pasti sedang sibuk mengolah daging kurban yang diperoleh. Kenapa saya bisa begitu yakinnya? Alasannya karena banyaknya pembaca JTT yang memberikan testimoni hasil trial mereka pada minggu ini dan rata-rata tidak jauh-jauh dari olahan daging, entah kambing atau sapi. Mulai dari sate tusuk, sate goreng, tongseng, kalio atau sate daging cincang merupakan resep-resep berbahan daging kambing atau sapi yang terdapat di dalam daftar resep JTT yang banyak dicoba pembaca. Hal yang menggembirakan bagi saya adalah mereka menyukai rasanya!

Nah satu lagi olahan daging kambing dan sapi yang sebenarnya sudah lama saya eksekusi namun baru sempat untuk menampilkannya sekarang adalah kebab koobideh yang saat ini saya hadirkan. Resepnya terilhami dari kebab koobideh a la Middle East yang pernah saya santap di Koln, Jerman dan Gothenberg, Swedia. Tidak terlalu sukses tetapi tetap mantap rasanya. ^_^



14 October 2013

Daging Sapi Tumis Bawang Bombay


Bagi anda yang bingung mau diapakan lagi daging kambing atau sapi yang melimpah saat hari raya Kurban tiba, nah mungkin resep praktis yang satu ini bisa anda coba di rumah. Daging sapi yang direndam dalam bumbu perendam yang nendang, ditumis bersama bawang bombay dan cabai merah terasa sangat lezat disantap bersama nasi hangat. Tampilannya memang mirip sate goreng hanya saja disini saya menggunakan banyak bawang bombay. Bawang bombay yang ditumis dengan sedikit minyak akan mengeluarkan rasa manis karamel yang lezat, dan jika anda 'ngeri' melihat cabai merah keriting utuh yang saya masukkan ke dalam tumisan maka anda bisa mengirisnya menjadi ukuran yang lebih kecil. Namun yang jelas masakan simple ini akan membuat program diet anda menjadi porak poranda. ^_^


09 October 2013

Ungkep Daging Sapi a la My Mom


Resep yang satu ini mungkin terdengar sangat simple namun daging yang dimasak dengan bumbu sederhana dan diungkep hingga empuk seperti ini merupakan cara yang diandalkan  Ibu saya untuk mengolah daging selain dengan cara di rendang tentunya. Ibu saya biasanya membuat dalam jumlah yang banyak, memasukkannya ke dalam wadah dan membekukannya di freezer. Sewaktu-waktu dibutuhkan, daging ungkep tinggal di goreng sebentar atau dipotong-potong menjadi ukuran kecil dan ditumis bersama bumbu dan cabai hijau. Bahkan adik terkecil saya, Dimas yang masih duduk di high school terkadang mempersiapkan lauknya sendiri dengan mudah.  Nah, jika waktu anda terbatas atau anda memiliki banyak stok daging beku di freezer (seperti saya, sisa Lebaran beberapa bulan yang lalu), atau tiba-tiba mendapatkan rejeki daging kurban yang melimpah ruah (Lebaran Haji sebentar lagi!) mungkin cara memasak daging a la Ibu saya ini bisa menjadi contekan resep selanjutnya yang bisa dicoba. ^_^ 


21 January 2013

Nasi Biryani Daging Sapi



Sudah lama sekali saya mengincar beras basmati, beras terkenal  dari India ini memiliki bulir yang panjang dengan aroma pandan yang harum. Satu hal yang membedakan basmati dengan jenis beras lainnya adalah beras ini tidak lengket sama sekali kala telah menjadi nasi, alias tercerai berai satu sama lain namun tetap mempertahankan kepulenan dan kelegitannya. Umumnya beras basmati digunakan untuk membuat nasi biryani a la India atau nasi kebuli a la Indonesia, nasi pilaf (pilau) atau kheer (puding nasi a la India). Sayangnya beras ini alamak mahalnya sehingga saya tidak pernah tertarik untuk membelinya. Beras lainnya yang memiliki tampilan dan rasa yang mirip dengan basmati adalah jasmine dari Thailand, hanya saja buliran jasmine berukuran lebih kecil dibandingkan basmati yang panjang langsing. 


Said, teman Iran saya, sebagaimana dengan masyarakat Iran dan Timur Tengah lainnya sangat tergila-gila dengan beras basmati. Baginya beras a la Indonesia terlalu lengket, kurang pulen dan kurang pas menemani aneka gravy a la Persia yang kental. Sempat shock melihat harga beras basmati yang super mahal di supermarket dan akhirnya girang alang kepalang ketika menemukan jasmine Thailand yang menurutnya mirip-mirip dengan basmati namun dengan harga yang lebih murah, Said memborong dua karung beras dan memasukkannya ke dalam troli belanja. Saya yang tidak terlalu maniak dengan nasi dan tidak pernah sibuk membedakan rasa berbagai macam beras hanya melongo bengong, dan hampir terjungkal ketika Said berkata dengan menggebu-gebu, "Lain kali kalau ke supermarket lagi, dimanapun berada, tolong cek harga beras jasmine dan beli lagi, di sini hanya ada 2 karung." Tobat butuh berapa karung lagi? ^_^



05 January 2012

Sate Daging Cincang


Awalnya sebenarnya saya bermaksud membuat sate buntel, sate yang terbuat dari daging kambing cincang dan dibungkus lemak ini memang sangat terkenal di Solo dan sekitarnya. Tapi apalah daya jika kemampuan dan teknik yang dimiliki sangat pas-pasan sedangkan tingkat kesulitan membuat sate buntel tergolong tinggi (menurut saya), yang terjadi bukanlah sate buntel seperti dalam impian tetapi seonggok daging cincang terbakar yang porak-poranda lepas dari tusukan dan tentu saja dari buntelannya (bungkusnya). Tobat!


22 November 2011

Gulai Daging Kambing


Salah satu hidangan dari Lebaran Haji kemarin yang baru kali ini sempat saya sajikan. Walau lebarannya sendiri telah lewat sekian lamanya namun resep gulai tak lekang oleh waktu, dan tentu saja untuk menikmati gulai lezat anda tak harus menunggu saat Lebaran tiba bukan? Membuat gulai memang terkadang menjadikan anda yang menginginkan masakan simple dan praktis enggan untuk memulainya. "Bumbunya banyak dan ribet", begitulah komentar yang seringkali diucapkan oleh teman saya, Meta. Memang bagi yang tak terbiasa dengan pernak-pernik  bumbu seperti jintan, kembang lawang/pekak, kayu manis, kapulaga atau bahkan klabet, sering mengernyitkan kening tatkala membaca resep yang menggunakan bahan tersebut. Boro-boro menggunakannya dalam masakan, mungkin melihat bentuknya pun belum pernah. Hmm, bagi saya tak ada salahnya kita sedikit tahu mengenai rempah-rempah yang unik ini dan mencoba memasukkannya ke dalam masakan. Saya yakin anda akan surprise dengan taste yang dihasilkan. Masakan menjadi terasa berbeda. ^_^

07 November 2011

Sate Goreng dengan Bawang Bombay


Melanjutkan aneka masakan dari daging kambing seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya di Sate Kambing Bumbu Ketumbar, kali ini saya mengajak anda untuk mengolahnya menjadi sate goreng. Tidak jelas mengapa makanan ini bernama sate karena jelas-jelas tampilan dan proses pembuatannya sama sekali tidak mencerminkan deskripsi sate yang umum kita kenal. Sate menurut Wikipedia adalah makanan  yang terbuat dari potongan daging (ayam, kambing, domba, sapi) yang dipotong kecil-kecil dan ditusuk dengan tusukan sate yang umumnya terbuat dari bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu. Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu/saus tergantung pada variasi jenis satenya. Nah, makanan bernama sate goreng ini proses pembuatannya berbeda dengan sate umumnya, daging yang telah dipotong kecil-kecil lantas dibumbui dan ditumis/digoreng dengan sedikit minyak dan disantap dengan pelengkap dan bumbu selayaknya sate umumnya. 


06 November 2011

Sate Kambing Bumbu Ketumbar


Pagi ini, sebagaimana lebaran Idul Adha sebelumnya, tidak ada yang spesial di rumah Pete. Seperti biasa, saya dan Tedy sholat Ied di masjid terdekat, pulang dan kemudian menjalankan hari Minggu ini sama seperti hari-hari Minggu lainnya. Beristirahat. Bedanya tahun ini, saya tidak menelpon Ibu saya di Paron karena beliau sedang di tanah suci menunaikan ibadah haji bersama Bulik saya yang tinggal di Depok. Biasanya melalui telepon kami akan berlebaran ria mengucapkan selamat dan salam, dan disusul dengan pertanyaan, "Masak apa Ma?". Walaupun seandainya Ibu saya tidak menjawabnya, saya sudah menebak menu yang dimasak beliau: soto dan rendang. Dua makanan favorit yang tidak pernah absen saat hari lebaran di rumah Paron. Berbeda dengan keluarga lainnya yang mungkin telah mempersiapkan aneka hidangan lebaran seperti ketupat & lontong sayur, rendang, opor dan segala pernak-perniknya, saya justru di dapur membuat semangkuk besar salad buah-sayur yang segar, dan sepanci kecil kwetiaw ikan yang resepnya menyusul akan saya tampilkan di JTT. Menyedihkan? Mungkin. Tapi bagi kami Lebaran Idul Adha memang tidak semeriah Idul Fitri, sehingga tidak ada masakan spesial yang kudu saya hidangkan. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...