09 Oktober 2013

Ungkep Daging Sapi a la My Mom



Resep yang satu ini mungkin terdengar sangat simple namun daging yang dimasak dengan bumbu sederhana dan diungkep hingga empuk seperti ini merupakan cara yang diandalkan  Ibu saya untuk mengolah daging selain dengan cara di rendang tentunya. Ibu saya biasanya membuat dalam jumlah yang banyak, memasukkannya ke dalam wadah dan membekukannya di freezer. Sewaktu-waktu dibutuhkan, daging ungkep tinggal di goreng sebentar atau dipotong-potong menjadi ukuran kecil dan ditumis bersama bumbu dan cabai hijau. Bahkan adik terkecil saya, Dimas yang masih duduk di high school terkadang mempersiapkan lauknya sendiri dengan mudah.  Nah, jika waktu anda terbatas atau anda memiliki banyak stok daging beku di freezer (seperti saya, sisa Lebaran beberapa bulan yang lalu), atau tiba-tiba mendapatkan rejeki daging kurban yang melimpah ruah (Lebaran Haji sebentar lagi!) mungkin cara memasak daging a la Ibu saya ini bisa menjadi contekan resep selanjutnya yang bisa dicoba. ^_^ 


Walau mengolahnya menjadi rendang bisa juga membuat daging olahan menjadi tahan lama, namun membayangkan bumbu yang berat dan santan yang berlemak terkadang sudah membuat nafsu makan menghilang (bagi yang sedang diet seperti saya!). Nah dengan mengungkepnya seperti ini, daging sapi atau kambing yang telah memiliki kalori dan lemak yang tinggi tidak akan menjadi bertambah berat. Apalagi jika anda menyantapnya tanpa perlu melewati proses penggorengan. Tampilannya memang mirip-mirip empal, hanya saja daging ungkep ini minus santan di dalamnya dengan bumbu yang tidak seribet empal. Jika kualitas daging yang anda gunakan cukup oke maka tidak akan memakan waktu lama untuk membuatnya empuk. Hmm, sayangnya itu tidak berlaku dengan daging yang saya gunakan. Daging ini saya beli sebelum Lebaran, saat supermarket sedang sale besar, jadi anda tahu sendiri betapa alotnya daging ini. Saya memerlukan air yang banyak saat merebusnya agar daging menjadi lunak dan tidak melawan saat digigit. 

Tips untuk mengempukkan daging: anda bisa merendamnya dalam lumatan kiwi, atau parutan buah nanas, atau dibungkus dengan daun pepaya, atau merendamnya dalam lumatan biji buah pepaya, atau menggunakan getah pepaya siap pakai (biasanya dijual di supermarket dalam botol kecil bernama papain) atau menggunakan panci pressure cooker. Masih kurang tipsnya? ^_^


Nah berhubung sebentar lagi Lebaran Haji tiba dan bisa dipastikan daging kurban terkadang melimpah ruah (tentu saja bagi keluarga yang kejatuhan rejeki mendapatkan banyak daging kurban) maka mungkin resep ini bisa menjadi solusi ketika anda kehabisan ide mengolah daging. Bagi pemalas seperti saya, biasanya daging ungkep langsung saya santap bersama nasi panas tentu saja setelah saya hangatkan terlebih dahulu di microwave. Atau digoreng kering, cara yang ini favorit adik-adik dan kakak saya, atau cara lainnya bagi anda yang rajin utak atik di dapur maka daging ungkep ini sedap ditumis sebentar dengan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan jahe. Bisa juga ditambahkan potongan tempe atau tahu. Mantap!

Yuk kita lihat resep dan prosesnya yang sederhana. 




Ungkep Daging Sapi a la My Mom
Resep diadaptasikan dari Ibu saya

Tertarik resep daging lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Empal Gepuk Daging Sapi
Rendang Daging Sapi & Kentang 
Tongseng Daging Sapi   

Bahan:
1 kg daging sapi, iris setipis mungkin

Tips mengiris tipis daging: masukkan daging sebentar di freezer hingga setengah beku dan iris tipis dengan pisau yang tajam. 

Bumbu ungkep, haluskan:
- 1 sendok makan ketumbar bubuk
- 1/4 sendok teh jinten bubuk 
- 5 siung bawang putih
- 4 siung bawang merah 
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya saja
- 2 ruas jari jahe
- 2 ruas jari kunyit

Bumbu lainnya:
- 4 lembar daun salam
- 4 cm lengkuas, iris tipis dan pipihkan
- 1 sendok makan gula Jawa sisir
- 1 sendok teh garam
- 2 sendok  makan air asam Jawa 
- 500 ml air atau lebih tergantung mudah atau tidaknya daging menjadi empuk

Cara membuat:


Siapkan daging, bisa menggunakan daging sapi atau kambing. Iris setipis mungkin, irisan tipis akan membuat bumbu lebih meresap dan daging menjadi cepat empuk. Masukkan daging di wajan, tambahkan semua bumbu kecuali lengkuas dan daun salam. Aduk dan remas-remas daging dan bumbu dengan jari tangan hingga semua daging terlumuri bumbu dengan baik. Tambahkan lengkuas dan daun salam.

Masak daging dengan api sedang hingga keluar airnya dan air habis. Aduk-aduk selama daging dimasak.


Tambahkan 500 ml air, aduk rata. Tutup wajan dan masak daging hingga air habis. Jika daging belum empuk, tambahkan air kembali sebanyak 500 ml dan masak hingga air habis. Lakukan itu terus menerus hingga daging benar-benar empuk. 

Note: Jangan memasukkan air dalam jumlah banyak sekaligus, karena daging harus dimasak hingga air habis sehingga bumbu melumuri seluruh permukaan daging. Jika air terlalu banyak dan daging telah empuk, maka anda harus memasaknya hingga air habis dan kemungkinan daging akan over cooked.  

Matikan api kompor. Nah sampai tahap ini daging sudah sedap untuk disantap bersama nasi panas, sambal terasi dan lalapan. Atau jika ingin lebih kering, goreng daging sebentar di minyak panas. Daging bisa disimpan di chiller dalam wadah rapat hingga 1 minggu atau dibekukan di freezer hingga 1 bulan lamanya.  

Yummy! 
      



31 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. mba Endang.....seneng banget menemukan blog ini saat idul adha begini...stok daging bisa diolah dengan berbagai resep dr JTT...thanks ya mbak....jd bisa masak euy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Hestri, yep ada banyak cara mengolah daging heheheh. Ibu saya kemarin waktu saya telp juga membuat masakan ini karena dapat jatah daging kurban banyak wakakkak.

      Hapus
  6. Hai Endang, tahun ini saya masak ungkep daging sapi ini lho buat hidangan Natalan keluarga ...:) hasilnya enak, cara bikinnya gampang dan bahan2nya mudah didapat. Untuk cakenya saya bikin marmer cake kukus n cake pisang coklat kukus dari resep kamu juga. Tks ya Endang resepnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nathalia, waah mantep tenan kayanya natalnya meriah banget ya hahhaha. Sip, thanks sharngnya ya Mba.

      Hapus
  7. kmrn pas pertama kali temen sy minta tolong dimasakin, krna dia punya banyak stok daging sapi, saya bikinkan ini....
    dan katanya enak....
    tp kemudian jd nagih....
    besok2nya lg minta dimasakin....sampe stok dagingnya hbs....haha...
    thanks for share mbak.... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halow mba Febrina, thanks sharingnya yaa. ungkep ini dibuat banyak dan simpan di freezer bs tahan lama, ibu saya suka buat banyak dan jadi oleh2 kalau ke jakarta hehehhe

      Hapus
  8. mbak resep segitu kira-kira jadi berapa porsi ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, wah saya susah menghitung porsi ya, yang jelas ini untuk 1 kg daging sapi ya, jadi tergantung mba mau dipotong jadi berapa dagingnya ya.

      Hapus
  9. mba, air asam jawa itu dibuat nya dr asam jawa direbus pake air gt ya?
    maap ya pertanyaannya polos bgt.. hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba, saya biasanya hanya pakai air panas saja diamkan 10 menit kemudian remas2 hingga kental, ambil airnya saja ya.

      Hapus
  10. Salam Bu Endang (atau mbak)
    Saya mahasiswa semester akhir yang sedang jenuh ngerjakan skripsi, lalu ingin belajar madak, tahu blog panjenengan dari kakak saya yang sudah berumah tangga.. Resep-resepnya mudah diikuti dan sedap sekali.. Trimakasih untuk selalu mengupdate :)

    BalasHapus
  11. Mba endang mau tanya, kalau mengolah daging seperti ini, apakah daging perlu dicuci dulu? Kalo diblansir apakah merubah rasa? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daging selalu saya cuci dalam potongan besar ya mba, baru kemudian diris tipis dan tidak dicuci lagi.

      Hapus
  12. Ungkep daging ala ibu mbak Endang mantap rasanya. Pas sesuai selera suami yang ga begitu suka daging dengan cita rasa manis ala semur. Daging setengah kg saya iris tipis. Hasilnya mayan banyak, bisa buat stock beberapa kali makan. Terimakasih banyak Mbak Endang cantik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Bunda Ghania sharingnya, seleranya sama dnegan saya hahahhah, sedikit manis yaa. Ini bs masuk freezer mba, dan tahan lamaaaaa

      Hapus
  13. Mbak Endang, klo dagingnya mau dipresto, apa dipresto bareng bumbunya? Lalu untuk merebus sampe air habis bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Nisa, presto bersama bumbu kemudian dimasak sampai air habis ya

      Hapus
  14. Mba kalau mau pake kiwi ato nanas gitu step ny gmn ya? Dicuci bersih trus direndam gitu? Brp lama? Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, rendam nanas, waktu tergantung dagingnya, kalau jenis paha yang alot bs 30 menit sd 1 jam. Tapi hati2 kalau kebanyakan nanas dan kelamaan bs hancur juga dagingya

      Hapus
  15. Semangat Pagi Mba Endang, Makasiii banget resepnya yang supeer enaak dan berhasil aku recook. Kebetulan banget saya lagi jalanin program diet dr joko siswoyo yang makanannya no oil, butter dan santan. Setelah kulik2 daftar resep mba endang, resep ini paliiingg passs banget untuk diet. Jadi masak 1 kg bisa untuk beberapa hari dan kalau mau makan tinggal di panggang. Makan pake sambel terasi (aku modif yang pasti no oil juga) itu udah lezaaat nyaaa.
    Makasiii mba endang udah ngebantu saya diet kenyang dan enak dengan resep ini 😘😘😘
    Kalau ada resep yang no oil, butter, santan, boleh mbaa dishare 😊😊😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks sharingya ya, senang resepnya disuka, makan lauk ini saya bs nambah2 banyaak wakakkak, apalagi pakai sambal terasi hadoooh

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...