Showing posts with label Masakan Iran. Show all posts
Showing posts with label Masakan Iran. Show all posts

09 September 2014

Khoresh Bademjan & Chicken - Langsung disajikan dari dapur Ibunda Said!


Jika anda mulai kehabisan ide dengan menu makanan yang itu-itu saja untuk santapan sehari-hari maka mungkin kini saatnya bagi anda untuk merambah ke menu dari mancanegara. Nah masakan kali ini mungkin bisa menjadi selingan yang lezat. Chicken khoresh bademjan namanya. Okeh, yep, tebakan anda sangat tepat! Masakan ini berasal dari Iran. Dan yep sekali lagi anda benar! Masakan ini diperkenalkan oleh teman Iran saya - yang namanya sudah sangat sering bersliweran di JTT - yaitu Said. Saya mengenal masakan ini sebenarnya sudah sejak lama dan bahkan beberapa kali mencoba membuatnya sendiri di rumah, namun resep yang saya tampilkan kali ini berbeda dengan chicken khoresh bademjan yang  biasa saya ekeskusi sendiri. 

Apa sih bedanya? Nah ketika bulan lalu saya ke Jerman, maka saya pun menyempatkan diri untuk singgah di rumah keluarga besar Said di Dortmund. Sudah lama saya mendengar bahwa sang Bunda sangat jago memasak makanan Persia. Jadi betapa beruntungnya saya kala Ibu Said (yang hendak mempersiapkan makan siang), menawarkan saya untuk bergabung di dapurnya dan berbagi satu resep masakan yang cukup terkenal di Iran. Tidak membuang kesempatan emas ini saya pun menenteng kamera pocket yang tak pernah lepas dari saku dan berdiri di samping wanita Iran yang masih sangat cantik di usianya yang telah lanjut. Well kapan lagi saya bisa menyaksikan masakan Persia dibuat langsung oleh Master-nya bukan? ^_^


02 June 2014

Khoresh Fesenjaan - Uniknya Masakan Ayam a la Persia dengan Kacang Walnut dan Puree Buah Delima


Sebagai warga negara yang baik selayaknya jutaan penduduk Indonesia lainnya, maka saya mencintai tanah air ini. Bumi yang subur dengan alam yang indah, seni dan budaya yang unik dan beraneka ragam, serta tentu saja cita rasa masakan masing-masing daerah yang tidak bisa dibandingkan satu sama lainnya karena semua memiliki ciri khas tersendiri. Uniknya, masing-masing masakan tersebut bisa sangat berbeda dalam hal rasa dan tampilan mengikuti daerah dan kebudayaan masyarakat setempat. Sebagai orang Indonesia lahir-batin maka saya berpendapat masakan Indonesia merupakan masakan terlezat di dunia. Tidak ada yang bisa mengalahkan cita rasanya. Selezat apapun pasta a la Italia atau bulgogi a la Korea maka menurut saya masih jauh lebih sedap mie goreng Jawa dan rendang Padang. 

Lantas mengapa masakan Indonesia tidak terlalu populer di mancanegara selayaknya masakan Thailand, Korea, India atau Persia? Menurut saya banyak faktor yang terlibat disana, salah satunya mungkin karena promosi keluar yang kurang gencar dan salah lainnya adalah masakan Indonesia menggunakan banyak rempah dan bumbu yang terkadang membuat gentar para pemula yang hendak mencoba belajar membuatnya. Bahkan bagi orang Indonesia sekalipun. ^_^

Puree buah delima (pomegranate paste)
Kacang Walnut

20 January 2014

Sholeh-Zard - Puding Nasi Saffron a la Persia


Jika anda merupakan pembaca setia JTT dan sering mengikuti artikel saya sejak awal, maka anda tentu pernah beberapa kali membaca postingan saya tentang masakan Persia. Beberapa resep seperti ghormeh sabzi alias rebusan daging kambing dengan kacang merah dan sayuran; ayam saffron - ayam yang dimasak dengan saffron, bumbu khas Timur Tengah - pernah saya tampilkan disini. Semua resep masakan Persia yang saya bagikan ke anda merupakan sumbangan dari teman Iran saya, Said. Beliau mengajarkan saya beberapa resep masakan Persia sementara saya pun dengan antusias mengenalkan masakan Indonesia kepadanya. Satu hal yang saya pelajari selama sesi tukar menukar ilmu kuliner ini adalah masakan Persia sangat mudah di buat. Jika dibandingkan dengan masakan tanah air yang kaya bumbu dan rempah maka masakan a la Iran jauh, jauh lebih sederhana. 


04 April 2013

Ghormeh Sabzi (Rebusan Daging Kambing, Sayuran dan Kacang Merah a la Persia)


Ghormeh sabzi merupakan masakan yang sangat terkenal di Iran, bahkan sering disebut sebagai masakan nasional negara tersebut. Ghormeh dalam bahasa Persia berarti rebusan daging (stewed) dan sabzi berarti sayuran (herbs). Dari namanya sudah bisa ditebak ghormeh sabzi adalah rebusan daging dengan sayur-sayuran. Daging yang digunakan umumnya domba (lamb) dan daging sapi sementara dedaunan hijau yang sering dipakai adalah parsley (masih satu keluarga dengan seledri), daun bawang, cilantro (daun ketumbar) dan bayam. Selain kedua bahan tersebut ghormeh sabzi juga menggunakan kacang merah sebagai bahan utamanya. 

Walau memiliki bumbu yang terbilang sederhana namun ghormeh sabzi mampu menghasilkan cita rasa yang kaya dan unik, kemungkinan karena proses perebusan secara perlahan dengan menggunakan api yang sangat kecil hingga daging menjadi sangat lunak dan bumbu meresap,  serta pengaruh kuat dari beberapa bumbu rempah yang khas. Ini semua mampu menghasilkan cita rasa masakan yang spektakuler. Poin pentingnya, sejak Said, teman Iran saya mengundang saya untuk mencicipi masakan nasional khas negaranya ini maka saya pun menjadi tergila-gila dengan rebusan daging plus sayuran dan kacang merah yang simple but delicious ini! ^_^

Sayuran kering (dried herbs/sabzi)

07 January 2013

Ayam Saffron a la Iran


Masakan ini sangat sederhana dalam proses pembuatannya, yang membuatnya menjadi tidak sederhana adalah salah satu bumbu yang digunakannya melibatkan bumbu yang sulit ditemukan dan jika pun ada harganya mahal yaitu saffron. Terus terang jika bukan karena kebaikan hati teman saya, Said yang memberikan rempah khas negaranya ini maka mungkin saya tidak akan pernah merasakan uniknya bumbu masakan bernama saffron. Untuk mengetahui lebih jauh tentang saffron silahkan klik di postingan saya sebelumnya tentang saffron di sini.

Indra pengecap saya cukup sensitif jika berurusan dengan ayam potong, baunya yang aneh sering membuat perut saya memberontak mual. Karena itu biasanya ayam selalu saya proses dengan rempah dan cabai yang banyak dengan harapan bau ayam tidak terdeteksi. Dengan saffron, walau ayam di masak hanya dengan bawang bombay dan bawang putih namun rasanya sangat lezat, aroma dan rasa yang unik dari saffron membuat nafsu makan menjadi bertambah. Saya curiga saat ini saya sudah mengalami kecanduan rempah mahal yang satu ini karena membayangkan rasanya saja sudah membuat air liur saya menetes. Bahaya! ^_^

Saffron kering
Saffron yang direndam dengan air panas

17 October 2012

Yuk Memasak Masakan Iran: Tumis Daging Sapi dengan Daun Seledri


Pertama kali saat teman saya, Said, yang asli Iran namun berkebangsaan Swedia menyatakan hendak mempraktekkan salah satu masakan khas dari negara Ibunya, saya bersorak riang. Kapan lagi saya bisa mendapatkan kesempatan melihat dan mencicipi langsung masakan ala Persia bukan? Jadi, beberapa waktu yang lalu dengan antusias saya pun menemaninya berbelanja bahan-bahan di Carefour. Namun ketika teman saya ini meraih segepok besar batang seledri, sayapun mengerutkan kening, dan tatkala dia meraih segepok daun seledri berikutnya maka kerutan di kening saya pun semakin dalam

Cukup dengan menatap mimik muka saya yang penuh tanda tanya besar dan luber dengan keraguan telah membuat Said tahu apa yang bergejolak di kepala saya. "Tenang, masakan ini umum dihidangkan oleh keluarga di Iran, tumis daging dengan seledri". Hmm, penjelasannya sama sekali tidak meyakinkan saya. Di Indonesia, daun seledri umumnya dipakai hanya sebagai pengharum masakan, itupun dalam porsi yang sedikit, namun melihat Said memasukkan dua ikat besar seledri ke dalam keranjang belanja membuat saya yakin kali ini si seledri akan menjadi salah satu bahan utama mendampingi sang daging sapi.  Anda penasaran? Yuk lanjut... ^_^


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...