17 January 2012

Adonan Pizza Empuk, Garing & Renyah Tanpa Ulenan: yang ini khusus untuk si malas ^_^


Ingin membuat pizza lezat, tapi malas menguleni adonannya? Lama, ribet dan tak punya waktu adalah alasan umum yang menjadikan kita enggan membuat adonan pizza sendiri. Membayangkan kuku-kuku jari yang baru dimanicure rapi dan berkuteks cantik menjadi kusam dan buram karena tersentuh adonan mungkin telah cukup membuat kita terkadang bergidik. Atau karena kurang pengalaman sehingga belum apa-apa telah terbayang bahwa menguleni adonan adalah pekerjaan yang paling menyengsarakan sedunia. Nah, resep pizza yang saya posting kali ini mungkin bisa menjadi jalan keluar bagi anda. Kala Jakarta dan kawasan Indonesia lainnya terguyur hujan deras, delivery pizza mungkin bisa menjadi pilihan saat perut keruyukan dan krucil-krucil kecil yang imut di rumah merengek ingin mengudap sesuatu. Tetapi membuatnya sendiri selain rasanya tak kalah sedapnya juga memberikan anda beratus-ratus kepuasan yang tak bisa digantikan oleh delivery pizza se-top apapun. ^_^


Sebenarnya anda bisa membuat quick and easy pizza dengan mengakalinya menggunakan roti tawar seperti resep pizza yang pernah saya posting sebelumnya, anda bisa klik di Pizza Bagi Si Pemalas - Lazy Pizza. Namun walau bagaimanapun juga roti tawar tidak bisa menggantikan roti pizza yang sesungguhnya, selezat apapun topping yang anda gunakan. Namun kebalikannya, entah topping apapun yang anda gunakan asalkan roti pizzanya lezat maka pizza anda pasti akan mencetak hit. Jadi mulai sekarang, bye-bye adonan pizza ribet. Bye-bye saus pizza yang merepotkan. Masalah klasik di atas hanya menjadi kenangan karena anda bisa membuat roti pizza yang lezat dengan cara yang sangat mudah, dan yang terpenting adalah bebas ulenan! Tidak percaya? Yuk lanjut.... ^_^


Walaupun memang saya akui adonan pizza ala Peter Reinhart yang seringkali saya gunakan saat membuat pizza di rumah dari segi rasa tidak ada yang mengalahkan. Anda bisa klik disini dan disini dan disini untuk melihat resep pizza lainnya. Namun sisi praktis resep pizza yang satu ini memang tidak ada duanya. Semua bahan cukup anda cemplungkan jadi satu dalam mangkuk, aduk-aduk dan diamkan beberapa waktu. Trala! Jadilah adonan pizza yang siap anda tata di loyang, beri topping dan panggang. Tekstur rotinya memang tidak selembut resep Peter Reinhart namun cukup empuk dan memiliki rasa yang cukup lezat. Jika anda penggemar pizza dengan roti yang tipis maka resep adonan pizza ini layak menjadi pengalaman selanjutnya untuk dicoba. 



Untuk sausnya, tidak perlu merepotkan diri dengan membuatnya dari aneka  bahan yang diracik dan ditumis. Anda bisa memanfaatkan saus spaghetti botolan, atau saus tomat dan sambal botolan, tambahkan sedikit gula pasir dan rempah daun/Italian seasoning, aduk rata dan oleskan di permukaan pizza. Rasanya? Hmm, mantap! Sedangkan topping-nya, saran saya manfaatkan apapun bahan makanan yang ada di kulkas anda. Bisa sayur-mayur dan buah-buahan seperti paprika, tomat dan nanas, atau yang berdaging-daging seperti cincangan ayam rebus, suwiran tuna, irisan tipis sosis, atau rajangan smoked beef yang di goreng garing seperti yang saya gunakan kali ini. Tatkala semuanya berkolaborasi dan matang di oven, akan menciptakan rasa dan aroma yang mampu membuat tetangga lewat langsung mampir dengan sukarela. Ya iyalah! ^_^

Nah, daripada saya mengoceh-ngoceh tidak karuan, sebaiknya kita langsung ke dapur saja dan membuatnya yuk? Berikut resepnya ya. 


Adonan Pizza Tanpa Diuleni
Resep diadaptasikan dari web King Arthur Flour, Blog - No-Knead Thin-Crust Pizza: it doesn't get any easier than this 

Bahan adonan  pizza:
- 150 ml air hangat
- 2 sendok makan minyak zaitun atau minyak sayur biasa
- 1 sendok teh ragi instan, pastikan fresh dan cek masa kedaluarsanya (misal Fermipan)
- 1/2 sendok teh garam
- 180 gram tepung terigu serba guna atau protein tinggi (misal Segitiga Biru atau Cakra Kembar)

Saus:
- 3 sendok makan saus spaghetti botolan siap pakai
- seujung kuku mixed herbs (Italian seasoning)
- 1 sendok teh gula pasir
- 1 sendok makan saus sambal botolan ekstra pedas (optional)
- 1 sendok makan saus tomat botolan

Topping:
- 1 buah tomat ukuran sedang, iris setipis mungkin
- 1/2 buah bawang bombay ukuran sedang, iris setipis mungkin
- 4 - 5 lembar smoked beef, rajang kasar
- 2 sendok makan keju cheddar parut (saya pakai Kraft)
- 3 sendok makan keju mudah meleleh (saya pakai Kraft) atau mozzarella cheese
- 2 sendok makan keju Parmesan (optional)

Cara membuat:


Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu dan garam, aduk rata dengan spatula. Masukkan semua bahan adonan pizza lainnya,  aduk hingga semua bahan tercampur rata dan menjadi adonan yang kasar, lembek dan agak basah. 

Tutup mangkuk dengan kain, biarkan di suhu ruang selama 1 jam hingga mengembang. Masukkan adonan ke kulkas dan biarkan 1 - 2  jam lagi dalam posisi tertutup kain. Adonan boleh didiamkan di kulkas maksimal hingga 7 jam. Semakin lama adonan diisitirahatkan maka roti akan terasa semakin sedap. 

Selama adonan diistirahatkan kita akan mempersiapkan bahan-bahan lainnya. 


Siapkan wajan, beri kira-kira 2 sendok makan minyak. Goreng smoked beef hingga kering dan kecoklatan. Angkat, tiriskan dan taruh di piring beralas tissue dapur agar kelebihan minyak terserap. Sisihkan. 

Siapkan mangkuk ukuran sedang, masukkan semua bahan saus. Aduk rata.  

Menata pizza:
Panaskan oven di suhu 200'C. 




Siapkan loyang, saya menggunakan loyang besi bulat diameter + 30 cm. Anda bisa menggunakan loyang lainnya yang ada di rumah dan bentuknya juga tidak harus bulat ya.

Keluarkan adonan pizza dari kulkas, letakkan di atas loyang. Menggunakan ujung-ujung jari tekan-tekan adonan hingga melebar dan memenuhi loyang. Usahakan setiap permukaan adonan memiliki ketebalan yang sama. Adonan lembek, tidak lengket dan mudah diatur. 




Olesi permukaan adonan dengan saus, gunakan kuas untuk mempermudah pekerjaan anda. Jika tidak ada bisa menggunakan ujung spatula plastik. Tata smoked beef, tomat dan bawang bombay secara merata. Taburi dengan keju cheddar, keju mudah meleleh dan keju Parmesan. 

Panggang pizza selama 20 menit atau hingga roti terlihat mulai kecoklatan dan kering permukaannya. Keluarkan dan potong-potong selagi hangat. Jika anda tidak memiliki pizza cutter, gunakan saja gunting untuk memotongnya. Praktis, rapi dan cepat.

Santap selagi hangat. Yummy!


Source:
Web King Arthur Flour, Blog - No-Knead Thin-Crust Pizza: it doesn't get any easier than this

142 comments:

  1. Hallo mbak endang..saya ayu dari surabaya
    Saya skrg pembaca setia baru blog mbak ini.
    Resepnya bagus2..yg paling aku suka itu step by step pembuatannya pake gambar itu lho..jadi lebih jelas.
    Sedikit curhat nih,saya kan mahasiswi tingkat akhir dan karena selalu kuliah pagi,saya suka bikin sarapan yg gampang2 aja biar repot.
    Naaaah,tolong dong mbak postingin resep nasi goreng ala resto2 chinese gitu tapi yg bisa cepet dan gampang bikinnya.soalny saya udah bosen pake bumbu bubuk buat nasi goreng *selain itu kan bnyk bhn pengawetnya.
    Makasi ya mbak kalo saran saya dikabulkan :)
    Sukses selalu buat mbak,keluarga dan blog ini

    ReplyDelete
  2. Halo Non Ayu, salam kenal dan trims atas komen dan sarannya. Yup, terus terang resep nasi goreng memang jarang saya tampilkan di sini ya. Tapi saya memang telah berencana untuk membuat beberapa jenis nasi goreng yang praktis dan lezat. Jadi, ditunggu saja resepnya ya. Sukses juga untuk Ayu dan study-nya. ^_^

    ReplyDelete
  3. Toss mbak Endang....Adonan no-knead bread juga sering saya praktekkan. Tapi resepnya sedikit berbeda dengan resep diatas. Saya pakai telur mbak. Paling males kalo pake acara nguleni. Apalagi badan saya yang kecil begini, nguleni benar2 nguras tenaga. Biarpun nggak diuleni, cuma diaduk dan disimpan dalam kulkas semalam, tapi hasilnya tetep yummy.....ya iyalah wong bikinan sendiri, tetap aja dipuji hehehee....

    Rina Audie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Rina, memang kalo ada cara yang lebih mudah mengapa harus buat versi ribetnya ya? Apalagi rasanya tidak jauh berbeda hehehe. Thanks Mba Rina atas komennya. ^_^

      Delete
  4. Hi mbak...
    Kereen bgt blognya...
    Ini nih yg paling dibutuhin para newbi, ada tips&trik, ada step by step dgn gambarnya, &pastiny g ribet..
    Thsnks mbak endang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Dena, salam kenal dan thanks atas komentarnya yang sangat memacu semangat hahahah. Sesama newbie memang dilarang saling menyusahkan ya Mba hehhehe

      Delete
  5. hallo mbk endang,
    saya lutfi penggemar baru dr banyuwangi.
    Saya mw tny keju parmesan(optimal)itu yg bgaimn?
    Trus keju mozzarella itu apa bisa diganti keju lain tp hasilnya bs sama dngn menggunakn keju mozzarella?
    Soalnya dsni susah nyarinya.
    Satu lagi mixed herbs itu apa?diskip bs tdk?
    Ma'af bnyak tnya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Non Lutfi, salam kenal ya.
      Berikut jawaban saya dan semoga bisa membantu:
      1. Keju parmesan biasanya yang saya temukan di supermarket/toko bahan kue sudah berbentuk bubuk, berwarna kekuningan. Biasa dipakai untuk taburan di spaghetti atau pizza untuk menambah gurih. Bisa digantikan dengan keju Kraft cheddar biasa yang diparut.
      2. Keju mozzarella, keju ini biasa dijual dalam bentuk batangan/parutan kasar. Harganya lumayan mahal. Keunggulannya keju ini ketika dipanggang atau terkena panas akan meleleh sehingga terasa kenyal saat dimakan. Biasa untuk topping pizza, lasagna atau isi roti. Nah, saya biasanya menggantinya dengan keju Kraft yang quick melt (mudah meleleh), parut/cincang kasar untuk topping pizza. Tidak sedahsyat mozarella tetapi hampir mirip dan harganya jauuuuh lebih murah ^_^
      3. Mixed herbs: sejenis campuran daun2 rempah ala Itali (isinya biasanya daun rosemary, oregano, basil, marjoram, thyme dll). berbentuk cincangan daun kering halus. Biasa dijual di supermarket besar di bagian rempah2 botolan. Harganya tergantung merk dan biasanya nggak mahal. Bisa di skip hanya saja daun2 ini memberikan rasa khas pada saus pizza, spaghetti atau lasagna.
      Kalau kurang jelas, silahkan tanya lagi saja ya. Moga jawabannya memuaskan ^_^. Salam,

      Delete
  6. postingan yang bagus bisa memberikan referensi,
    jika sempat mampir dulu ke blog saya
    http://merdeka.blog.stisitelkom.ac.id/

    terimakasih

    ReplyDelete
  7. mbakk.. keren dehh... blognya.. mempermudah sesuatu yg aku anggap susah.. hehe.. jdi g sabar pengen praktekin pizza ni d dapuur... hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, thanks ya atas komentarnya. Yep, jika segala sesuatu dijelaskan dengan gamblang jadi mudah kok hehhe. Ayo, ayo dipraktekkan ya ^_^

      Delete
  8. oia mbak, adakah alternatif lain manggang pizza selain d oven?? aku punya oven tangkring.. cuma kadang pengen yng praktis dan g ribet gitu.. bisa ga klo pake teflon atau double pan.. trims u/ balesannya..

    zaina

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Zaina, Saya belum pernah pakai teflon, berdasarkan pengalaman adik saya menggunakan pan, hasilnya nggak maksimal, permukaan pizza basah dan roti tidak mengembang. Mungkin bisa menggunakan double pan ^_^, tapi saya juga belum pernah coba Mba.

      Delete
    2. hai mba endang, salam kenaaal^^

      saya pernah coba panggang pizza pakai double pan tapi hasilnya kurang maksimal jika adonan terlalu tebal. jadi adonan rotinya tipis ajah :)

      memang lebih enak dengan oven electric ya.. kalau pakai oven tangkring ribet & ga praktis :(

      Delete
    3. Hai Mba Mysha, salam kenal juga ya. Wah makasih atas sharingnya. Yep untuk pizza sebaiknya pakai oven listri dengan pengapian atas bawah dengan suhu yang tinggi agar hasilnya maksimal. ^_^

      Delete
  9. Halo Mbak Endang,

    ini kedua kalinya saya mau praktekin resep Mbak Endang.. seneng banget dapet resep adonan pizza tanpa diuleni, bukannya malas Mbak.. ga kuat & ga pernah nguleni, takut gagal #halah ngeles :D
    oh ya Mbak, ada yang mau saya tanya :

    1. lap untuk nutup adonan itu lap kering / basah?
    2. di postingan lain Mbak Endang pernah tulis bahwa ukuran yang dipakai adalah standard international. nah kalo di resep ini bagaimana Mbak? 1 sdt ragi = 1 sdm ragi (versi Indo) & kalo yang pakai sdm versi indo nya?

    thanks buat jawabannya Mbak.. rencana besok pagi mau eksekusi :) ngefans banget sama blog ini deh saya

    Indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Indah,
      Thanks atas kometarnya ya, berikut jawaban saya:
      1. Pakai lap kering gak papa Mba, fungsi lap untuk menghindari adonan terkena langsung udara dan menjaga permukaan adonan tetap lembab.
      2. Pakai 1/2 sendok makan saja Mba, sendok makan Indo ya, pastikan ragi fresh dan berfungsi dengan baik. Proses fermentasinya agak lamaa gak papa, tunggu sampai ngembang, kebanyakan ragi rasanya jadi kurang oke.

      Delete
    2. Thanks buat reply-nya Mbak..

      abis baca jawaban Mbak Endang, ga pake nunggu lama, Sabtu malam saya bikin adonannya. minggu pagi saya keluarin dari kulkas dan mulai bikin pizzanya. daaaaann.. taraaa.. jadilah 1 loyang pizza yang crunchy & empuk, langsung sarapan 2 potong ditemani secangkir coklat panas. yummeee..

      oh ya Mbak, ijin share resepnya boleh tidak? tentunya akan saya cantumin link-nya. kalo ga boleh juga ga apa2, udah puaaassss dengan kesuksesan kemarin :D
      ga sabar nunggu untuk bikin lagi

      Indah

      Delete
    3. Pagi Mba Indah, sipp silahkan jika mau dishare, senang mendengar pizanya sukses. Wah saya jadi ngiler pizza juga ditemani coklat panasssss. Bagi dong Mba Indah, hehehe

      Delete
  10. siang mbak endang, saya yuda dr medan....
    blog ini merupakan pencerahan yg sangat luar biasa bagi saya, krn bisa memberikan banyak inspirasi utk berwirausaha di bidang kuliner. satu hal yg menghambat saya untuk memulai usaha ini adalah saya maunya semua makanan saya buat sendiri. Dan itu pula kelemahan saya karena saya sama sekali buta dalam hal ini dan selalu menganggapnya sangat sulit untuk di pelajari....

    TAPI TERNYATA ITU SALAH BESAR....

    Terima Kasih krn telah membuka pikiran saya dan menjadikan blog ini salah satu blog favourite saya....dan doakan saya dalam proses belajar ini yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Yuda, salam kenal dan terima kasih atas komentarnya. Saya senang sekali dengan semangatnya. Apapun bisa dilakukan asal berusaha ya Mas. Moga sukses dengan usaha kulinernya dan tetap semangat belajar memasak ya. Sukses selalu! ^_^

      Delete
  11. Halo Mbak Endang..

    Saya udah coba resepnya..rotinya lembut dan mengembang..tapi apa adonan rotinya memang lembek jadinya ya mbak..jadi agak susah dibentuk dan nempel ditangan..apa proses mencampur adonannya harus lama biar agak kalis mbak..thanks resepnya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, yepppp memang adonannya lembek, kondisi seperti itu yang membuat rotinya empuk dan mengembang dengan baik. Lumuri tangan dengan tepung/minyak kalau lengket Mba.

      Delete
  12. Pagi mbk endang...,ini tyazz lagi mbk.Sudah bbrp hari ini pengenn banget pizza, baru kesampaian pagi ini buat.Mana parutan keju ngilang dulu,stlh dicari2 baru dapet. Saya buatnya diatas pan serbaguna.Begitu mateng...,saking ngilerrnya saya potong pake pisau susah banget, inget di blognya mbak motongnya pake gunting. Eh bener lo, gampang.Ini pizzanya tinggal sedikit mbak...,anyway busway thanks yah buat resepnya. Gampang bikinnya, enak rasanya & yang jelas murah,meriah.
    Thanks ya mbak...,muacchh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Tyaz, sudah lama saya gak buat pizza nehhhh, jadi pengeeeennn hiksss. Sip, tanks sharinngya ya ^_^

      Delete
  13. Hi Mba Endang,
    tertarik banget deh dengan resep pizzanya. BTW adonan pizza ini bisa disimpan lama g ya? Soalnya saya lihat diresepnya adonan maksimal disimpan dikulkas selama 7 jam. Waktu 7 jam itu hanya untuk proses fermentasinya atao emang adonannya tidak bisa disimpan lama-lama?
    thanks ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Hilda, sebenarnya proses fermentasi di dalam kulkas maksimal bisa sampai semalam ya. Soalnya saya suka buat adonan malam, saya masukkan plastik yang saya olesi minyak goreng dulu, trus saya ikat rapat, simpan di kulkas, besok tinggal saya panggang. Kalau mau lebih awet lagi, masukkan adonan yang sudah difermentasi ke plastik rapat simpan di freezer, bisa sampai 1 bulan. Kalau mau pakai tinggal biarkandi suhu ruang sampai lembut, panggang. Lebih dr 1 bulan, adonan gak ngembang lagi, bantet. hehehhe

      Delete
  14. Awal mula sy kenal JTT krn cri resep pizza via mbah google hehe.sy lgs coba adonan pizza ini dan YESSS!!! Utk prtama kalix sy bs bikin pizza tnp bantat hihihi..
    bnr kt mbk endang smkn lma adonan d kulkas,rotix tmbh uenak..
    prtama bikin d diemin 2 jam d kulkas,mak nyuuuus..percobaan kedua 4jam d kulkas rotinya lebbbihhh empuk hehe..cinta bgt dah sm adonan pizza nya mbk hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Shinta, ayo merambah ke adonan pizza lainnya wakakka. Yang ini gak pakai nguleni ya, adonan yang diuleni lebih maknyuss loh hehhehe

      Delete
  15. pagi tadi berhasil eksekusi mba endanggg,, yippii

    nah aku pengen tanya nih mba,, kalo pizza doughnya kan max 7 jam, kalo mau buat stok untuk adonan yang ini bisa dimasukkan ke freezer g ya mba kaya yang adonan pizza paperoni itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Erna, bisa masuk ke freezer kok Mba, Masukkan ke wadah tertutup rapat, saya uksa masukkan ke plastik yang saya kasih minyak didalamnya, jadi adonan terlumur minyak, ikat rapat dan bekukan. Kalau mau dipakai, malamnya taruh ke chiller, besok setelah lemas dan kembang bisa dipakai. Atau taruh disuhu ruang sebentar hingga lemas dan kembang baru digunakan.

      Delete
  16. Mba Endang...
    mau tanya dong... saya kan pakai loyang biasa. Pas selesai kenapa lengket banget ya, apakah sebelumnya harus dioles minyak dulu ? saya kan sok tau... pas percobaan ke-2 pakai kertas roti... asli deh tuh kertas ga bisa lepas dari piza nya setelah matang....
    Many Tx (Retty)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Retty, saran saya ditabur tepung saja permukaan loyangnya. Saya nggak pernah pakai olesa/taburan atau alas apa2 sih di loyang, cuman sampai sekarang gak pernah lengket. Sebaiknya kalau untuk panggang pizza ditaburi tepung saja, jangan dioles minyak.

      Delete
    2. Hi Mba Endang...
      akhirnya saya beli loyang pizza aja deh... trus ga lengket lagi.. banyak yang bilang enaakk banget.. udah lebih dari2x saya bikin trus bawa ke kantor. Tapi utk takaran airnya saya lebihkan mba.. jadi sama dgn tepungnya. 180gr tepung & 180 ml air...itu lebih cocok buat saya.. many tx lho buat resep2nya, dah banyak yg saya praktekin. Dan apa yang Mba tulis tuh ga ada yg ditutup2in (dirahasiain).. jadi mempermudah kami para begginer... GBU

      Delete
    3. Loyang dari besi ya Mba? kaya yang saya pakai? yep gak lengket dan gak usah diolesi apa permukaannya. Pizza juga lebih kering hasilnya, karena loyang panas banget suhunya.

      kalau mau hasil lebih cripsy dan adonan lebih kembang memang airnya agak dibanykin, pori2 pizza lebh besar, saya juga suka yang adoanannya lembek. thanks sharingnya ya ^_^ sukses selalu.

      Delete
  17. Hai Mbak Endang,

    2 minggu yang lalu saya coba resep ini. Karena terlalu malas mengeluarkan oven tangkring, maka saya menggunakan pan untuk membakarnya (bukan happy c*ll).

    Ternyata hasilnya jadi terlalu garing, sampe keras. Hiks. Terlalu lama panggang kayanya.

    Nti kapan aku coba lagi deh ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Noni, untuk pizza saya tidak sarankan memanggang dengan pan di kompor, hasilnya nggak akan maksimal. Roti kurang kembang dan permukaan pizza nggak kering. Kalau mau pakai pan, pizza digoreng saja Mba. Ini resepnya: http://www.justtryandtaste.com/2012/04/amatir-cooking-class-dengan-ririn-pizza.html

      Delete
    2. mbaa. kalau misalnya di happycallnya di alasi loyang atau alumfoil gt bisa ndak ya,..soalnya ga pya oven...

      Delete
    3. langsung saja di happy call kayanya mba, gak perlu dialasi apa2. setahu saya happy call bisa dipakai buat manggang roti ya

      Delete
  18. Mbaak, beli loyang besinya dimana ? Trus harganya ?hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya beli di ace hardware mba, ini sebenarnya loyang besi buat menyajikan steak ya wakkaka, saya pakai buat manggang pizza. harga sekitar 90 rb s/d 130 rb

      Delete
  19. mbak, thanks resep pizzanya, udah nyoba dan Alhamdulillah enak :D :D
    tapi karena pake oven biasa, kadang pinggirannya duluan gosong di banding tengahnya, jadi nya kriuk di pinggir empuk di tengah :D
    baru baca di resep yg lain klo ternyata baiknya loyangnya di tebelin, di lapis 2 ^^,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, yep baiknya loyang didoble supaya lebih tebal, panasnya jadi stabil dan merata. memang kelemahan ovan tanpa api atas permukaan pizza menjadi kurang crispy ya.

      Delete
  20. Salam Kenal Mbak Endang, daku contek yah resepnya :) bener deh hasil pizza ini oke banget dan pas banget kalo dibikin saat bulan puasa spt ini, irit wktu, irit tenaga... ^.~ makasiy yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Fitriani, thanks atas sharingnya ya, yep yang gampang dan praktis saja ya heheheh ^_^

      Delete
  21. mba, kalau adonan didiamkan lebih dari 7 jam efeknya gimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 7 jam di kulkas atau di suhu ruang? Kalau di kulkas, gak papa, asalkan adonan ditutup rapat2, gak kena langsung dengan udara kulkas. Kalau disuhu ruang, akan over fermentasi, adonan tidak akan mengembang, terasa pahit/getir dan seperti alkohol.

      Delete
  22. mba Endang, di cara membuatnya tepung dicampur sama garam duluan ya, baru raginya bareng bahan lainnya...tp di postingan lain sy baca yang dicampur duluan tepung sama raginya, apa untuk versi ini memang berbeda...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Julia, sebenarnya sama saja. Intinya jangan sampai garam dan ragi bertemu bersamaan, jadi mau ragi dulu diaduk dengan tepung atau garam dulu diaduk dengan tepung, oke2 saja ya. ^_^

      Delete
  23. mba endang,klo adonan pizza ini digoreng gmana y? Sy nyobain adonan pizza goreng kok lembek bgt,emang hasilnya enak tp susah dibentuk. Apa krn air esnya dimasukin k frezer? Novi-bandung

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua resep pizza pada dasarnya bisa digoreng, basicnya kan adonan pizza sama kaya roti. jadi bisa kok Mba

      Delete
  24. halo mbak Endang, salam kenal...ak udah nyoba resep ini 3x...gampang n enaaaaakkk pake banget.anakku yg ga gt suka pizza aja doyan bgt. aku yang awalnya alergi bikin roti2an jadi brasa baker profesional nih...hahahaha...tq ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Leoni, sippp mantep, senang sekali mendengarnya heheheh. mudah dan enak yaa

      Delete
  25. Halo mba Endang. Resep pizza yang ini memang TOP deh! Usaha minimal, hasil maksimal hehehe. Begitu coba resep ini, keluarga langsung ketagihan bahkan anak2 bilang, "Pizza nya dijual aja, mi. Pasti temen2ku banyak yang beli". Akhirnya jadi sering bikin deh! oya, kadang airnya aku ganti pake susu, dan topingnya aku variasi dengan tuna atau ayam mayonaise. Makasi resepnya mba :)
    -Lenny, Depok-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Lenny, yep pakai susu hasilnya lebih lembut dan lezat. toppingnya keknya enak tuh pakai tuna mayonaise hehhe. thanks sharingnya ya! ^_^

      Delete
  26. Kalau pakai poen hock hasilnya gak maksimal ya ada tips kah supaya hasilnya maksimal walaupun pakai open hock

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Okvia, pizza harus dipanggang dengan suhu sangat tinggi, kalau pakai oven listrik harus api atas bawah. Kalau Mba yakin ovennya panasnya bisa sangat tinggi bisa digunakan walau tanpa api atas.

      Delete
  27. mba aku tuh baru mau mule bkin roti, nah pengen nannya resep roti basic yg lembut apa ya?yang bisa dimodif isiiannya, terimakasih mba endang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, roti lembut banyak sekali resep dan tekniknya. Ada yang menggunakan aneka bahan ada yang sederhana. Rekomendasi saya: http://www.justtryandtaste.com/2013/04/obsesi-roti-28-roti-unyil.html

      dan: http://www.justtryandtaste.com/2011/07/obsesi-roti-4-roti-gulung-isi-kacang.html

      Delete
  28. Mb Endang oven nya pake oven listrik atau gas?pgn beli oven listrik tapi takut tagihan listrik menggila nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Amalia, saya pakai oven listrik dan yep tagihan listrik di rumah menggila, makanya saya rada rem kegiatan baking wakakaka

      Delete
  29. mba tadi pagi aku coba buat lagi adonan pizza untuk ketiga kalinya kok bukan nya tambah mahir malah enak hasil buatan yg pertama, apa karna buat yg pertama itu bener2 teliti takaran nya sesuai resep ya..yg kedua aku bikin adonan nya ga didiemin langsung diolah jd agak keras, yg ketiga ini td airnya aku lebihin sama didiemin 15 menit aja jadinya keras juga,,memang the best yg pertama kali buat deh heheh padahal yg kedua sm ketiga dah aku tambahin keju mozarella dapet beli 300 gr 60 rb di hero,,sekian sharing dari aku penggemarmu mba hehehe Lily-Balikpapan

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh, biasanya memang kalau teliti dan diikuti dengan seksama maka hasilnya memnag lebih oke. kenapa gak mencoba merambah ke adonan pizza yang diuleni Mba? gampang juga buatnya dan rasanya mantap.

      ini resepp andalan adonan pizza saya: http://www.justtryandtaste.com/2012/04/amatir-cooking-class-dengan-ririn-pizza.html

      Delete
  30. mbak..aku sering bikin pake resep mbak adonan pizza yg diuleni..hasilnya teope banget mbak..besok mau nyoba pake resep yang ini..doakan sukses mbak:))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, silahkan dicoba ya, moga suka. Sukses! ^_^

      Delete
  31. Mbak, saya udag coba buat pizza ini, enak loh, rotinya empuk... cuma karena ngak ada oven, saya pake double pan. hasilnya memnag kurang maksimal. atasnya ngak kering. tapi tetp uenak.... makan murah meriah, kenyang dan puas hehehee...

    apalagi toppingnya bisa disesuaikan dgn isi kulkas, jadi praktis hehe....

    makasih ya mbak resepnya...
    salam kenal ^^nini^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Nini, salam kenal ya dan thanks sharingnya, senang sekali resepnya bisa dicoba dengan double pan. Memang pizza butuh suhu tinggi di atas agar kering maksimal toppingnya. Tapi kita memang kudu kreatif kalau di dapur kan yaaa heehehh

      Delete
  32. halo mbak salam kenal.. Aku udah beberapa kali coba resep di blog mbak nih tp bru skrg sempet ksh comment. Mau sharing and little bit curious niy mbak.kemarin aku coba resep pizza ini. Tapi karna ga punya terigu cakra/sgitiga biru, jd aku pakai terigu curah. Alhasil roti nya keras ya mbak and warnanya tetap putih padahal manggangnya 25menit suhu 200dc. Kira2 salah apanya ya mba?apakah krna aku pakai terigu curah? O iya saya bake di oven yg jd satu dengan kompor gas. Mohon pencerahannya ya mba..and thanks a lot for the blog...salam...endah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, saya rasa bukan karena terigunya ya, asalkan resep dan takaran diikuti dengan benar dan tidak menambahkan tepung ke adonan, pizza ini cukup empuk dan permukaannya garing.

      mungkin terlalu lama memanggang, next time pakai suhu lebih rendah saja 170'C dan jangan lama2 dipanggang. kalau pakai oven yang hanya ada api bawah saja memang tidak bisa kecoklatan permukaanya, tetapi bukan berrati belum matang.

      Delete
  33. Haii Mb Endang, salam kenal ya... sy sudah coba pizza ini, enak sekali trus mudah dipraktekkan. Pertama sy cb pakai double pan, semua suka.. Yang kedua dengan semangat 45 sy keluarin oventangkring, ternyata makin enak hihihihihi... thanks a lot untuk resep2nya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, yeppp mudah dan enak, tidak perlu beli pizza di luar lagi ya Mba, pakai resep ini saja sudah oke hasilnya. thanks sharingnya ya ^_^

      Delete
  34. Hai mbak Endang, saya Annisa salam kenal ya.. saya sudah mencoba salah satu resep pie mbak endang dan hasilnya.. Mantaaaaaap!! saya puas bgt dengan hasil kulit pie yang rapuh dan enak bgt..
    pokoknya jadi kecanduan untuk terus ngebuatnya :)

    nah setelah ngebaca artikel ini, rasanya membuat pizza menjadi lebih mudah..
    dan hasilnya! Enaaaaak!! makasih banyak ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Annisa, salam kenal juga. thanks sharingnya ya, senang sekali kulit pienya sukses dicoba, karena gampang2 susah juha yaaa hehhehe. ^_^

      Delete
  35. Hai... mbak Endang, saya dah coba resepnya.. dan... berhasil plus langsung abis, padahal saya masih newbie di dunia perdapuran.. ijin share resepnya ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ikha, silahkan dishare resepnya ya, thanks atas sharingnya disini ^-^

      Delete
  36. sekilas saya baca, versi malas ini bedanya adonan di biarkan fermentasi minimal 1 jam, atau tambah 1-2 jam lagi di kulkas..(saya liat yang step terakhir ini optional, hehehe, karena PALING MALAS sedunia, haha)....

    tapi Peter Reinhart dengan adonan dibuat dulu malam sebelomnya, tekstur lebih mantap? Dengan kondisi adonannya dibiarkan semalam di kulkas dalam keadaan tertutup plastik? wah penasaran nih bedanya seperti apa..

    ReplyDelete
  37. Salam kenal mba endang, terima ksh sharing2nya, blog ini menjadi favorit saya yg sedang belajar memasak ini. Sy sudah bbrp kali membuat resep pizza ini dengan happycall, Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan dan enyaaaakkk, keinginan utk membeli pizza jadi hilang \^__^/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Hanyka, salam kenal juga ya. thanks sharingnya ya, senang sekali resep pizzanya disuka dan sukses dicoba dengan happycall. ^_^

      Delete
  38. mbak endang, sy Rilya. Kemaren udah nyoba resep ini, alhamdulillah suksesss... Cuma agak kurang garing, kira2 apa karena kurang lama manggangnya ya mbak? padahal sudah dilamain manggangnya. Thanks mbak endang, kayaknya nanti2 saya ga akan beli pizza lagi, wkwkwkwk.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, kalau mau garing pakai api atas bawah dan gunakan loyang dari besi bukan alumunium biasa, seperti gambar saya diatas. Saya pakai loyang besi kaya yang dpakai buat steak di resto.

      Delete
  39. Numpang tanya mbak

    Kalau cara bikin rotinya aja untuk di panggang 3/4 masak terus dikemas dgn plastik buat persediaan bgm caranya mbak.
    Jika sudah ada roti tinggal siram souce dan beri toping aja terus panggang dgn oven atas,,5 menit panggangnya,,mohon resep utk cara membuat roti seperti tersebut,,pernah belanaja Pizza LA PIZZA dimana Roti sudah siap dibuat utk dipanggang dalam waktu 5 menit

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mb, belum pernah coba, tapi sepertinya bisa kok. Pangang bukan setengah matang, tapi sampai matang rotinya hanya saja warnanya jangan sampai terlalu kecoklatan. Kemudian simpan di freezer, kalau mau dipakai tinggal olesi saus dan kasih topping kemudian panggang lagi sampai topping matang.

      Delete
  40. daritadi tuh kuatir karena adonannya kok keliatannya lembek banged,, nah sambil nunggu dia di kulkas sampe jam 7 mlm ini,... baca komen sampe bawah rupanya gpp kalo adonannya lembek,, hihihihi... makasih ya mba,, lg nyoba nih sama anak gadis yg smp,, dia semangat banged,, balum jadi aja rasanya udah bangga bisa bikin pizza,,, hahahahaha,, makasih ya mba,, mmuaachhh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha Mba, thanks sharingnya ya, moga berhasil rotinya dan suka dengan hasilnya ya

      Delete
  41. Mbak Endang, Makasih banyak ya resepnya...uda dicoba enaaaakkk cuma yg pertama agak bantat hahaha..dan saya masak ga pake oven ga pake magic com tapi pake hc hihihihi...tapi tetap enaaakkk dan anakku lahap 1/2 pan langsung habis skali makan. Dan akan coba resep2 yang lain...Makasih yaaa...muaah muaah dah...hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, thanks sharingya ya, senang sekali resep pizzanya disuka. moga suka dengan resep2 JTT lainnya ya

      Delete
  42. mbak, minyak sayur diganti mentega leleh bisa gak? terima kasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Anne, yep silahkan kalau mau pakai mentega/margarine leleh ya, bisa kok

      Delete
    2. mbak, saya udah coba resep yang ini dan emang hasilnya enak pake banget-banget! tapi saya ada beberapa ptanyaan nih, tolong bantu ya, mbak. pertama kali bikin adonannya saya panggang dulu setelah setengah matang baru dikasih toping (krn takut rotinya g ngembang) tapi topingnya gak bisa lengket sama rotinya. kalo diangkat banyak yg jatuh2.
      trus bikin kedua kali, adonan langsung saya kasih toping trus dipanggang. nah yg ini agak sdikit mengecewakan karena rotinya kurang matang tapi topingnya sudah kering (mozarellanya sampe kering kerontang, paprika + bawang bombaynya layu smua hahaha...) menurut mbak sebaiknya gimana ya? saya pake otang&loyang kuker (loyangnya saya lapis 2).
      overall sih 4 tumbs up! (^_^)

      Delete
    3. Hai Mba Anne, kendala membuat pizza pakai otang adalah topping kurang kering sementara roti matang atau kadang roti belum matang tapi topping kering, kadang bisa seperti itu kasusnya. Karena memanggang pizza idealnya harus pakai oven dengan api atas bawah. Sebenarnya cara Mba sudah benar, roti dipangang setengah matang baru diolesi saus, cuman memang kendalanya topping gak lengket ya. Coba ketika roti telah setengah matang, tusuk2 permukaannya dengan garpu, olesi saus baru topping ditata. Topping gak boleh terlalu tebal dan gunakan keju meleleh supaya menutup bahan2 topping sehingga gak gampang merotol. Kalau pakai tomat, iris setipis mungkin supaya lengket dengan roti.

      Delete
    4. oke deh mbak, saya coba lagi. masih penasaran pengen bikin yg almost perfect walo pake otang hehehe...

      trima kasih banyak ya mbak bantuannya. mbak baik banget deh emmuuucchhh... (^_^)

      Delete
    5. Harus banyak latihan dan dicoba Mba, saya merasa pede pakai oven listrik di rumah setelah 1 1/2 tahun memanggang wakakkak. sama2 Mba, senag bisa membantu yaa

      Delete
  43. Haloo mbak enang, kemarin aku praktekin resep pizza ini tapi pakai loyang biasa.Tapi kok atasnya jadi kurang kering ya. aku manggangnya pakai otang alias open kompor biasa.Manggangnya 30 menit.Mohon sarannya,makasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Tatit, untuk pizza memang harus menggunakan oven api atas bawah supaya permukaan kering dan bawah matang. Kalau pakai otang kendalanya pizza gak bisa garing di atas, kalau dipanggang kelamaan justru akan membuat roti pizza keras. Saran saya kalau pakai otang, jangan pakai topping tebal dan banyak, karena susah garing ya.

      Delete
  44. halloaa mba endang mau tanya adonan ini bisa dipake buat adonan roti yang lain gak mba misalnya roti isi sosis?kan sama2 adonan roti? (malas banget mau buat roti harus pake adegan menguleni adonan segala).. tolong di balas yaa mba aku pengen buat roti yang gak di uleni nih mba
    thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, bisa2 saja sih, hanya saja adonan pizza kan bahannya minimalis ya, dan rata2 memang agak keras dan crustry supaya gak gampang lembek kalau kena saus dan topping. kalau mau pakai roti isi keknya kurang enak ya karena kurang lembut.

      Delete
  45. Salam kenal saya Wiwid dari Bontang Kaltim Resep Pizza tanpa uleninya Yummy Tq kebetulan saya juga punya hobi yang sama seneng memasak tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Wiwid, salam kenal juga yaa, thanks telah sharing disini. Senang sekali resep pizzanya disuka ^_^

      Delete
  46. Hai mba endang. . .
    Dah coba resep ini, enak dan mudah membuatnya. Saya coba panggang pakai doublepan hc, kurleb 25 menit matang. Sepertinya lebih lama nyiapin dan masaknya deh, makannya cuma 5 menit langsung ludes. . .Hehe. . Emang kalo nyari resep mudah dan enak, main2 ke blog mba endang aja. . .pasti ketagihan. . .blog favorit, karena pertama kali nyoba bikin kue enak, nemunya disini dan kalo ada yang mau ditanyain, pasti dibalas. Terima kasih untuk resep2 dan saran2nya mba. . .

    Offin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Offin, thanks sharingya ya Mba. Yep, kendala malas memasak adalah persiapan panjang makan sebentar wakkakak, kalau ingat itu ogah ke dapur rasanya. Senang sekali resep pizzanya disuka ^_^

      Delete
  47. ass mb endang sy cb bikin lagi pizza tanpa uleninya ttp yummy tp kok keju kraft quick melt nya ga bs terll meleleh ya mohon saran mb endang trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Tri, terkadang memang quick melt gak sesuai slogannya, saya pernah juga pakai quick melt yang gak meleleh sama sekali heheh. Atau bisa jadi permukaan pizza kurang panas, oven hanya api bawah saja, membuat keju enggan meleleh ya.

      Delete
  48. hallo mb..aku udah cobain tuh resep pizzanya. sungguh langsung tandas tak tersisa oleh suami dan anak-anakku hehe...kalo sebelumnya rajin beli sekarang jadi rajin bikin. t'rimakasih banyak ya resepnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo mba fatimah, waah ikutan senang pizzanya habis diserbu, thanks sharingnya yaa, yepp gak usah beli lagi mba, beli saja heeheheh

      Delete
  49. Hai mb..
    Seneng bgt baca resep pizza yg ini,ga sengaja browsing mampirny kesini.jelas bgt step2ny plus gambar.makasih ya mb.
    Pgn nyobain tp mastiin dulu..saya ada oven listrik mb..api atas & bwh,kendalany listrik ga kuat klo lsg dipake api atas & beh,jd musti gantian.bagusny brp menit api bwh dan brp menit api atas y mb?makasih sebelumny..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Nindria, thanks ya. Kalau roti bagian bwah sudah terlihat mengembang tapi belum kecoklatan ganti pakai api atas untuk mematangkan toppingnya, untuk waktu bs beda2 ya tergantung oven masing2, jadi kudu trial error

      Delete
  50. Mba Endaaang resepnya oke beneer, rotinya empuk banget deh meskipun toppingnya bener2 seadanya tp krn rotinya mantep semua jadi ikutan mantep. Hehe God bless you for sharing the recipe mba..
    Sondang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Sondang, thanks sharingnya ya Mba, senang sekali resep pizza ini disuka. Roti pizza memang paling penting ya hehehhe

      Delete
  51. Hallo mba endang, salam kenal ^_^ .. lagi baca resep adonan pizza tanpa diuleni tapi ternyata sy ga punya loyang pizza dr besi ataupun loyang alumunium yg tipis. Adanya loyang buat kue yg tinggi itu. Bisa ga ya mbak pakai itu? Ada ada solusi lain? Makasi sebelumnya reply nya ya mbaa.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, salam kenal ya. bisa pakai loyang apa saja ya, gak harus besi tebal, hanya saja memang harus sering dilihat2 supaya gak kegosongan, asalkan adonan bisa dilebarkan diloyang bisa kok mba

      Delete
  52. Hai mba mau tanya dong kalau mau bijin adonan untuk disimpan di freezer baiknya setelah didiamkan 1 jam itu atau setelah yang 2 jam itu ya? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. setelah 1 jam mba, langsung masukkan plastik atau wadah rapat dan simpan di freezer. kalau mau dipakai malamnya taruh di chiller dan besoknya bisa dipangang.

      Delete
  53. Mba saus spageti instannya yg enak pakai merk apa ya? Aku pakai Del Monte saus bolognaise koq asin bgt jadinya. Makasih jawabannya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba,saya suka pakai merk san remo atau del monte juga, biasa pakai yang rasa daging ya,

      Delete
  54. Hai mba,kyaknya harus dicoba ni resepnya.hehe btw loyang besinya beli dmn ya mba?aku nyari2 loyang begitu koq susah banget ya..ondi

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo, loyang seperti ini ada di ace hardware, banyak kok disana. kadang saya lihat juga di carfur,

      Delete
  55. Halo mbak.. Penasaran mo bikin.. Tapi itu topingnya nggak pakai telur ya? Kl pizza beli kan pas dipotong trus diangkat ada juntai2 lengket gitu (maaf gak tau bahasa tepatnya hehe)..Apakah resep ini jg begitu? Trims ya mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, toppingnya gak pakai telur ya. Kalau mau meleleh seperti pizza di resto harus pakai keju mozarella banyak2 ya, keju mozarella akan meleleh ketika terkena panas.

      Delete
  56. Mba kl loyangnya pake loyang yg bawaan oven yg gepeng itu biasa buat kue kering bisa ndak ya?thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, bisa pakai jenis loyang apa saja kok, yang penting datar dan lebar ya

      Delete
  57. Hai mbak Endang,,,salam kenal,,,
    Saya sdh coba resep pizza ini dan hasilnya lazis mbak,,pdhl saya masak pake teflon berdasar tebal dan ditutup.rotinya ngembang kok mbak,anak2 jg bilang enak,,,makasih resep"nya yg anti gagal =)
    Saya jg sdh coba resep nugget ayam wortel dan brownis kukusnya. Anak2 saya doyan banget,,,
    Skrg klo pengen masak pasti yg dituju blognya JTT dulu,,,hehe (fransisca-sidoarjo)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Fransisca, salam kenal ya dan thanks sharingnya ya. Waah saya malah belum pernah pakai teflon, karena setahu saya hasilnya gak maksimal, ternayata bisa ngembang juga yaa. Next time bisa dicoba hehehhehe

      Delete
  58. Hallo Mba Endang, mau tanya ya, apa harus pakai loyang pizza atau bisa pakai loyang bolu biasa? Maklum...baru pertama pengen coba. Thanks sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa pakai loyang apapun yang datar ya mba, loyang cake atau loyang kue kering oke kok

      Delete
  59. Hi Mba Endang, nama saya Linda. Saya salut banget sama mba, mba orangnya baik banget, kasih resep dengan mendetail, trus dengan ramah dan rajin menjawab setiap pertanyaan. Susah banget akan ada orang seperti mba di dunia yang penuh persaingan seperti sekarang ini. Kiranya Tuhan membalas segala kebaikan mba dengan berkat berlimpah, amin.

    Saya dah coba pratekin resep pizza ini. Emang gampang banget ga ada duanya. Hanya saya pakai keju prochiz di parut dan mozarella di parut juga. Jadinya tuh prochiz ga nempel ke pizza ya mba, waktu di potong lepas kejunya. Kalo mozarella sih emang ok. jadi sy pikir lain kali bikin lagi mau cb hanya pakai mozarella aja.
    Tapi mba, sy uda bakar 20 menit dengan 200 derajat, karna semua permukaan adonan tertutup saos, sy ga bisa liat matang atau ga (kecoklatan maksudnya). Akhirnya sy biarkan di oven yg sudah mati bbrp lama, karna sy rasa-2 kog pizza dasarnya blm mateng gitu, sampai permukaan kering banget. Di samping itu kalo makan dasarnya aja (tanpa topping) kog rasanya tawar banget dan kayak masih bau-2 tepung gitu ya mba? Apa saya ada melakukan kesalahan? Loyangnya sy taburin tepung sebelum di tata adonan. Thanks ya mba sebelumnya utk petunjuknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba linda, jangan bikin pizza terlalu tebal rotinya dan jangan pakai topping yang teralalu banyak juga. terlalu tebal membuat roti lama matang dan terlalu banyak topping membuat permukaan pizza basah. kalau saya melihat pizza matang asalkan topping sudah sedikit mengering dan tepi roti pizza kecoklatan saya angkat. terlalu lama akan membuat roti menjadi keras. jangan tutupi semua roti dengan topping sisakan bagian tepinya sedikit supaya bisa mengecek kematangan roti

      Delete
  60. Mba, sorry ini saya lagi Linda. Saya baca resep mba yg pizza telur itu, cara bikin adonannya hampir sama, hanya yg pizza telur diendapin semalam. Hasilnya beda ya mba? Menurut mba, untuk hasil yang lebih bagus, harusnya pakai cara yang mana ya? Thanks sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba, adonan pizza sama dengan adonan roti, waktu fermentasi yang lama akan membuat rasanya lebih maksimal ya. saya lebih suka yang semalam nginep di kulkas ya.

      Delete
  61. Dr kemarin baca resep ini dan uda ngileeerrr . ga sabar pengen nyoba. Pagi td aq mulai bikin adonannya mbak, dah kelar n diemin sejam. Tapiiiii tiba2 mati listrik mbak. Adonan blm sempet aku masukkan ke kulkas. Pertanyaanku... Gmn dgn nasib adonan pizzaku mbak? Kalo ga dimasukkan ke kulkas apakah hasilnya ttp maknyus? Hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetap enak walau gak masuk kulkas kok mba hehhehe. saya terkadang skip proses masuk kulkas karena terlalu lama, walau saya sering buat adonan di malam hari dan besoknya baru saya panggang

      Delete
  62. Assalamu`alaykum mb endang, aq udah coba resep ini... Bneran mirip PH...
    Makasy sharingx ya mb^^
    Langsung ludes sekejap

    ReplyDelete
    Replies
    1. sipp mba, thanks sharingnya ya. senang sekali resepnya disuka ya!

      Delete
  63. Malam mbak endang.. aku penggemar websitenya mbak nih.. udah berkali2 praktek resepnya mbak endang dan selalu sukses..
    Btw mau tanya dong mbak, kalo misalkan pakai resep pizza crust ini, bisa dibikin pinggiran cheesy bites atau stuffed crust pizza kayak di pizza h*t gitu ga mbak? Soalnya suamiku doyan bgt keju.. he he.. makasih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba feriesky, thanks ya sharingnya. yep bisa kok jadi stuffed crust. potong2 saja keju mudah meleleh ukuran 2 x 1 cm, kemudian tata keju melingkar di tepi bagian adonan pizza yang sudah dilebarkan, tekuk adonan sampai keju tertutup dan pangang. saya sering buat ini untuk keponakan hehehhe

      Delete
  64. salam kenal mbak endang...mau nanya setelah disuhu ruang 1jam perlu dikempiskan dulu atau langsung masuk kulkas..tks mbak..baca resep2 mbak tuh seru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, salam kenal. setelah fermentasi 1 jam di suruh ruang langsung dipangang ya, atau kalau mau disimpan di kulkas harus masuk freezer (beku) bukan chiller.

      kalau masuk chiller setelah fermentasi maka di dalam chiller adonan akan terus melanjutkan proses fermentasi dan rasanya akan asam dan pahit karena ragi mati.

      Delete
  65. resepanya sdh dicoba mba endangm tks bgt sukses lho enak bgt ...mba saya kan cobanya pakai jamur gak pakai smoked beef, kalau pakai sosis, harus digoreng dl sosinya ya mba?

    Tadi pagi saya agak lengket loyangnya, loyang pakai loyang dari ovennya gitu mba, bukan besi atau aluminium yg tipis, saya gak yau namanya loyang apa padahal dah ditaburi tepung, apa harus ditaburi mentega juga ya mba....

    Satu lagi mba, adonannya saya diamkan dikulkas 16 jam masih ga pa pa ternyata mba....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba Fitri, pakai sosis juga bisa ya, biasaya sosis saya iris tipis dan tidak saya goreng ya.

      loyang cukup ditaburi tepung saja ya mba, saya pernah pakai kertas roti malah pizzanya nempel di kertas semua wakakka

      wah saya belum pernah coba adonan lama diam di chiller, takutnya jadi asam ya, thanks sharingnya ya mba.

      Delete
  66. salam kenal :) mb mau tanya, kira2 kalo bikinnya pake happy call bisa ga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga, saya belum pernah pakai happy call. tapi banyak pembaca yang sukses membuat pizza dan lainnya pakai happy call hehehe

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...