29 Juni 2016

Resep Kolak Pisang, Labu Kuning, Kolang-Kaling dan Nostalgia


Resep Kolak Pisang, Labu Kuning, Kolang-Kaling JTT

"Monggo mampir Mas"! Teriakan kencang Mbah Lanang dari kursi reotnya yang nangkring di dekat pintu cukup memekakkan telinga. Teriakan itu diulang, dan diulang berkali-kali setiap kali pengendara sepeda onthel lewat di depan rumah. Beberapa pengendara berhenti dan masuk ke rumah yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penitipan sepeda itu, namun banyak pula yang terus mengayuhkan pedal membawa sepeda mereka ke dalam pasar. Saya, Wulan dan Wiwin berdiri di depan pintu menunggu sepeda-sepeda datang. Hari itu adalah hari libur sekolah karena Lebaran akan segera tiba. Biasanya pada hari-hari menjelang Lebaran seperti ini pasar Paron di depan rumah kami menjadi sangat ramai, jalan raya sesak dengan pengendara sepeda dan pejalan kaki yang berlalu-lalang. Tugas kami saat libur panjang sekolah seperti ini adalah membantu penitipan sepeda Mbah Lanang. 

Seingat saya, Mbah Lanang (alias kakek dalam bahasa Indonesia) telah membuka usaha penitipan sepeda ini sejak  jaman kolonial. Okeh, itu mungkin terlalu lebay, namun yang jelas usaha penitipan sepeda ini telah ada sejak kami sekeluarga pindah ke Paron, saat itu saya masih duduk di kelas dua sekolah dasar. Rumah Mbah Lanang yang besar dan merangkap toko di bagian depannya memang lapang dan pas untuk diisi dengan sepeda. Lokasinya yang strategis dan tepat terletak di depan pasar Paron menjadi kelebihan tersendiri yang membuat pengunjung pasar berbondong-bondong menitipkan sepedanya ke kami. 

Resep Kolak Pisang, Labu Kuning, Kolang-Kaling JTT


27 Juni 2016

Resep (Tinggal Aduk) Hummingbird Cake


Resep Hummingbird Cake JTT

Hujan deras yang mengguyur Jakarta akhir-akhir ini membuat saya malas melakukan aktifitas yang produktif. Apalagi jika hujan mengguyur di hari weekend, ingin rasanya dua hari libur tersebut saya gunakan hanya untuk bergelung di kasur sambil mendengarkan musik sendu. Oh yeah! Tapi hidup penuh dengan segala macam tetek-bengek pekerjaan harian yang harus terus berjalan, walau tubuh dan pikiran ini hanya ingin diajak bersantai saja. Berderet pekerjaan rumah menanti mulai dari memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci, membersihkan lantai dan dapur, mengelap kompor hingga kinclong, serta mencabut rumput dan memangkas tanaman. Kegiatan terakhir tidak terlalu menggebu saya lakukan karena setiap tiga bulan sekali saya akan memanggil Bapak Tukang Sampah untuk membantu membersihkan halaman. 

Di hari Minggu, setelah tak tahan hanya mendekam di rumah akhirnya saya menyeret sandal jepit ke toko buah All Fresh yang terletak tidak jauh dari rumah. Tujuan utama adalah membeli bahan-bahan untuk membuat kolak pisang dan labu kuning, makanan manis yang sudah lama saya idamkan sejak hari pertama puasa. Namun seperti biasa, satu dua bahan membengkak menjadi sekeranjang belanjaan, termasuk didalamnya adalah dua buah nanas madu yang terlihat segar menggoda. Saat teringat dengan satu resep cake yang sudah lama ingin saya eksekusi, musnah lah rencana si nanas menjadi pencuci mulut untuk buka puasa. Hummingbird cake dengan bahan pisang, nanas dan kacang cincang, tiga bahan yang saya miliki semua di dapur. Demi mewujudkannya saya pun terpaksa masih berpontang-panting membersihkan dapur ketika adzan Maghrib tiba. Tobat! 

Resep Hummingbird Cake JTT
Resep Hummingbird Cake JTT


24 Juni 2016

Resep Tempe & Tahu Bacem a la My Mom


Resep Tempe & Tahu Bacem a la My Mom JTT

Rasa dan penampilan tempe atau tahu bacem di Jogya, selalu dan selalu menjadi acuan saya ketika hendak membuat makanan ini sendiri di rumah. Menurut saya semua tempe dan tahu bacem yang dijual di kota Gudeg ini terasa lezat, mulai dari kelas resto hingga ke Ibu-Ibu penjual yang menggelar lapak di tepian jalan. Teksturnya legit, padat dengan rasa dominan manis dan harum ketumbar yang nendang, begitulah seharusnya tempe bacem yang mantap.

Tapi ketika berkunjung ke area wisata di Kali Urang dimana penjual tempe bacem dan jadah berderet menjajakan  dagangannya, terus terang rasa tempe bacemnya kurang saya sukai. Terlalu banyak menggunakan gula merah hingga rasa manisnya begitu kuat bahkan membuat tempe menjadi lengket seperti tersalut gulali. Jika disantap begitu saja maka makanan ini akan membuat kita merasa cepat 'eneg', namun ketika bersanding dengan jadah legit yang terbuat dari beras ketan maka kolaborasi keduanya akan menjadi dansa yang indah di dalam mulut. ^_^

Resep Tempe & Tahu Bacem a la My Mom JTT


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...