25 Mei 2018

Resep One Pot Spaghetti Tomatoes


One Pot Spaghetti Tomatoes

Saya sudah lama hendak mencoba resep ini, pasta yang dimasak dalam 1 panci sekaligus bersama dengan bumbu dan sayuran lainnya. Cara ini super praktis karena tidak perlu merebus pasta terpisah, menumis bumbu dan sayur terpisah, dan kemudian baru mengaduknya menjadi satu. Awalnya saya sempat ragu, membayangkan harus mengira-ngira seberapa banyak takaran air yang harus digunakan. Kurang air akan membuat pasta tidak matang, terlalu banyak air akan merubahnya menjadi pasta kuah. Tentu saja dari dua pilihan 'zonk' tersebut, masih bagus jika pasta kurang air, karena kita bisa menambahkan porsi air panas dan memasaknya lebih lama hingga matang. 

Melihat gambarnya yang bersliweran di internet dan videonya di beberapa vlog yang saya ikuti, akhirnya rasa penasaran berubah menjadi keberanian untuk mencobanya. Ternyata super mudah dan rasanya tak kalah dengan proses yang biasa kala kita membuat pasta umumnya.

Resep One Pot Spaghetti Tomatoes


23 Mei 2018

Resep Ayam Bacem


Resep Ayam Bacem

Ayam bacem selalu membuat saya teringat dengan Jogya. Kota adem ayem yang penuh memori mengesankan, kala berjuang dibangku kuliah dengan uang saku pas-pasan. Kampus saya dulu terletak di wilayah Condong Catur, dan saya pun 'ngekos' didaerah yang sama. Ada satu warung ayam bacem goreng bernama Mbok Kromo di dekat Institut Pertanian Jogya (Instiper) yang selalu, dan selalu menduduki peringkat pertama 'makanan yang wajib dibeli kala uang kiriman dari Bapak tiba'. Ayam bacemnya gurih, dengan bumbu meresap ke setiap serat daging, ukurannya besar (saya selalu memesan bagian dada supaya lebih besar porsinya), dan taste manisnya pas dengan selera saya. Sayang harganya cukup mahal untuk anak kuliahan berkantung cekak seperti saya waktu itu, jadi ayam Mbok Kromo hanya hadir beberapa bulan sekali saja. Rasa ayam bacem Mbok Kromo ini selalu menjadi acuan saya kala memasak bacem sendiri di rumah, entah itu ayam, paru, telur, atau tempe dan tahu.

Resep Ayam Bacem
Resep Ayam Bacem


22 Mei 2018

Resep Asinan Kelengkeng Jeruk


Resep Kelengkeng Jeruk

Walau terkadang hujan deras turun, namun cuaca panas lebih mendominasi akhir-akhir ini. Musim mulai bergeser ke kemarau dan saatnya bertepatan dengan umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Jika sedang di kantor, suhu AC yang super dingin membuat rasa haus tidak terlalu terasa. Tapi kondisi ini sangat berbeda jika di rumah, tak mungkin rasanya harus ngendon melulu di kamar bermandikan AC karena tagihan listrik bisa membuat kantong jebol. Kalau sudah seperti ini kepala saya hanya terisi dengan makanan yang segar-segar untuk berbuka. Pilihannya selalu jatuh ke jenis jus buah, asinan atau rujak karena terus terang saya bukan penggemar es buah. 

Sejak kecil, es buah memang bukan makanan favorit. Saya lebih prefer yang terasa asin, asam, manis dibandingkan melulu manis saja. Dulu ketika masih tinggal di Paron, buah mangga muda saat musim kemarau seperti ini luber dimana-mana. Mangga arummanis adalah tanaman favorit masyarakat di Ngawi dan sekitarnya, tanah dan iklim yang cocok membuat mangga tumbuh subur dan mampu berbuah lebat. Hampir tiap hari di bulan puasa saya membuat semangkuk besar asinan mangga muda. Ketika masih kecil (masih muda tepatnya!), kala gigi dan perut kuat menerima rasa asam dan pedas, rasanya menyantap mangga dan jeruk yang asam, atau bahkan belimbing wuluh tidak pernah menimbulkan masalah berarti. Namun kini, membayangkannya saja sudah membuat gigi linu dan perut mulas. 😅

Resep Kelengkeng Jeruk
Resep Kelengkeng Jeruk

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...