05 March 2015

Cocoa Brownie - Thin & Fudgy


Memang sedap mengobrol 'ngalor ngidul' tak tentu arah dengan sahabat dekat sambil menyeruput secangkir cappuccino yang hangat. Biasanya saya melakukannya bersama Sintya, dan dulu Starbucks selalu menjadi pilihan kami. Namun sejak McDonalds gencar mempromosikan kopinya di McCafe dengan harga yang jauh, jauh lebih terjangkau dan rasa yang tak kalah sedap, maka kini kami pun hijrah ke cafe tersebut. Sepulang kantor atau saat weekend, berdua kami akan duduk di salah satu set kursi di McD dan menyeruput secangkir besar iced coffee float favorit. Bahan obrolan bisa bermacam-macam, mulai dari pekerjaan, boss, fashion, film, kesehatan, kondisi negara, issue yang sedang hot, rekomendasi restoran atau hanya sekedar berandai-andai tentang masa depan.  

Suasana cafe yang cozy, lalu lalang pengunjung di sekitar dengan aneka penampilan yang menarik perhatian dan obrolan seru memang membuat waktu berlalu dengan cepat.Tak terasa dua atau tiga jam berlalu dan gelas kopi pun hanya menyisakan bongkahan es batu yang mulai mencair. Tidak ada makanan yang kami pesan di McD. Burger dan ayam goreng terlalu berat untuk menemani aksi nongkrong ini, namun jika di Starbucks ada satu kue yang selalu saya pesan kala kami duduk disana. Browniesnya yang moist, fudgy dan super legit. Untuk yang satu itu tidak pernah kami lupakan. ^_^



03 March 2015

Paddas Porridge dengan Slow Cooker - Si Bubur Daging yang Nikmat


Setelah mati-matian mempertahankan diri dengan aneka obat batuk dari apotik dan obat tradisional, akhirnya saya pun mengibarkan bendera putih tanda menyerah karena batuk tak berkurang sedikit pun, bahkan menjadi bertambah parah. Ketika Sabtu kemarin saya berkunjung ke rumah Wiwin, di Mampang, adik saya langsung menyeret saya ke rumah sakit Asri di daerah Buncit untuk berobat di dokter umum disana. Dua botol Codipront, segepok antibiotik dan anti radang akhirnya mampu meredakan batuk menyiksa yang membuat saya susah tidur kala malam tiba. Walau kini masih ter-uhuk-uhuk ria, namun kondisi saya sudah jauh, jauh lebih baik. Thanks untuk pembaca JTT yang banyak memberikan saran untuk mengobati batuk dan doanya agar saya lekas sembuh. Semua perhatian itu sangat berarti. ^_^

Nah resep ini sebenarnya sudah lama ada di dalam daftar masakan yang hendak saya eksekusi, tetapi selalu saja tertunda dan tertunda hingga akhirnya weekend kemarin berhasil juga saya coba. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan karena batuk yang menyiksa selama seminggu ini membutuhkan makanan yang nyaman di tenggorokan dan sepertinya bubur daging dengan sayuran ini merupakan pilihan menu yang tepat.


02 March 2015

Pandan Chiffon Cake & Tips Sukses Membuatnya


Chiffon cake. Cake yang selalu membuat saya ogah, enggan, malas, takut, sport jantung kala akan mencobanya. Entah sudah berapa banyak percobaan yang berakhir gagal, mulai dari cake bantat, cake melorot dan berpinggang, cake mengembang dan membumbung tinggi di luar loyangnya sehingga bentuknya menyerupai jamur super besar, hingga cake merekah seperti bolu kukus.  Semua itu membuat minat saya untuk mengeksekusi chiffon cake ini akhirnya padam. Untuk apa dicoba? Menghabiskan bahan, waktu, tenaga dan pikiran untuk sebuah cake yang akhirnya toh akan gagal maning, gagal maning. Lebih baik tenaga ini digunakan untuk membuat cake lainnya yang super simple dan pasti wokeh hasilnya. Bahkan dorongan semangat dari teman-teman pembaca JTT agar saya mencobanya sekali lagi tak mampu membuat saya untuk bergeming. 

Tapi sampai kapan saya akan terus didera rasa ketakutan seperti ini? Sampai kapan skill saya hanya terbatas pada resep-resep cake mudah yang terkadang tantangannya pun sudah menghilang dan rasa happy ketika cake matang keluar dari kukusan atau oven sudah tidak terasa lagi disana. Greng-nya sudah tidak ada, karena yakin cake pasti berakhir dengan sukses.  Sabtu kemarin saya pun memutuskan untuk mengakhiri sifat pengecut saya dan mulai mengkalkulasi kerugian yang akan saya terima jika satu resep chiffon cake gagal. Hasilnya adalah zero. Yep nol, karena sebenarnya saya tidak mengalami kerugian apa-apa (Ehem, kecuali rasa percaya diri yang mungkin akan semakin down). Cake gagal toh masih bisa dimakan. Chiffon cake gagal rasanya tetap lezat dan empuk. Selain itu bukankah kegagalan merupakan awal dari sebuah kesuksesan? Walaupun skor di posisi 4 : 0, yang artinya 4 gagal dan nol sukses,  setidaknya banyak pelajaran yang bisa saya petik dari pengalaman itu. Jadi saya pun sekali lagi mencoba peruntungan saya membuatnya, kali ini harus sukses karena akan saya hadiahkan untuk Ibu tercinta sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Paron. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...